LAPORAN TUGAS INDIVIDU

BLOK LEADERSHIP AND ENTEPREUNERSHIP

Work Related Stress and Burnout

Oleh
ENDAH YANI
I1F015011

JURUSAN KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO
2016

Latar Belakang Burnout atau kejenuhan kerja adalah sebuah keadaan yang menunjukan adanya kondisi fisik. 1. . Tujuan 1. tidak disiplin terhadap jadwal. kualitas kerja menurun. Pada penugasan mahasiswa dalam blok Leadership and Enterpreunership yang berjudul Work related and stress and burnout mahasiswa akan menyampaikan berbagai evaluasi mengenai tingkat stress ditempat kerja dan mengembangkan bagaimana sikap dalam mengatasi stress tersebut. Masalah kejenuhan kerja pada tenaga kerja yang terjadi di ruang rawat juga mempengaruhi pelayanan terhadap pasien di instansi rumah sakit. mental yang sangat menurun yang diakibatkan oleh adanya tingkat penekanan kerja yang langsung secara berkepanjangan (Muslihudin. 2009). rasa bosan. 2. Kehilangan minat terhadap pekerjaan yang akhirnya menurunkan kualitas kerja dan kualitas hidup seseorang. Kejenuhan kerja yang disebabkan oleh beban kerja pada rumah sakit sangat mungkin terjadi pada profesi perawat. National Savety Council. Stress kerja dapat menimbulkan berbagai macam keluhan antara lain: kurang konsentrasi. 2004 menyebutkan bahwa keadaan jenuh yang ada pada pikiran akan menyebabkan seseorang kehilangan rasional sehingga menyebabkan kewalahan pada saat melakukan pekerjaan yang berimbas menimbulkan keletihan mental dan emosional.02 Mahasiswa mampu melakukan evaluasi pada tempat kerja tentang tingkat burnout dan mengatasi tingkat kejenuhan kerja yang terjadi. perawat yang bersangkutan menderita sakit. BAB I PENDAHULUAN 1.01 Mahasiswa mampu memahami situasi kerja yang menyebabkan burnout. Resiko stress pada setiap profesi yang memiliki kecenderungan burnout maka akan mempengaruhi pasien.

Kejadian kerja di lingkungan saya bekerja saat ini bisa terjadi setiap waktu. Bekerja dalam sebuah lingkungan yang dituntut memiliki kesabaran hati. seringnya frekuensi karyawan melihat jam pada saat bekerja. Kegawatan pasien yang bisa terjadi setiap waktu menuntut kesiapsiagaan perawat ketika mendampingi pasien. Setiap perawat diharapkan selalu untuk dapat memberikan praktik keperawatan yang aman dan efektif serta bekerja pada lingkungan yang memiliki standar klinik yang tinggi yang memicu kejenuhan akibat kekurangan kontrol. serta beban kerja yang meningkat. sedang dan berat.Tingkat stress pada karyawan rumah sakit sangat memungkinkan terjadinya burnout mengingat tingginya beban kerja dan tekanan mental bagi karyawan baru ataupun bahkan lebih sering terjadi pada tenaga kerja yang telah bertahun-tahun. ketelatenan dan memiliki daya suport bagi orang – orang yang membutuhkan memerlukan energi yang besar dari setiap tenaga kerja yang ada di dalamnya. pekerjaan yang tidak disukai. Tingkat kejenuhan pada masing-masing perawat tentu memiliki tingkatan yang berbeda-beda dari tingkatan ringan. bukan hanya pada diri saya tetapi juga terjadi pada teman -teman sejawat di ruangan saya. Sebagi salah satu ruang infeksius yang menuntut setiap tenaga kerja di ruang rawat kami benar – benar harus menjaga self savety dan pasien savety. BAB II PEMBAHASAN Tingkat kejenuhan dalam bekerja atau yang sering disebut dengan istilah burnout banyak terjadi di berbagai tempat serta dapat terjadi pada setiap tenaga kerja di semua bidang. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya angka kejadian tingkat stress meningkat. Gejala-gejala yang menunjukan kejenuhan kerja antara lain: a. menunda pekerjaan atau mempercepat pekerjaan yang seharusnya dilakukan . kondisi ruang kerja yang tidak fungsional. b. peran ganda perawat. Tuntutan profesionalisme pekerjaan ditambah berbagai kendala yang harus segera ditangani setiap saat memberikan pengalaman tersendiri bagi perawat. ekspektasi kerja yang tidak jelas. Dalam pembahasan ini saya akan mengevaluasi tingkat stress kerja di lingkungan saya bekerja selama ini.

Kami berusaha menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman. f. c. meninggalkan ruang kerja dengan berbagai alasan tidak pada jam istirahat. menggunakan atau bermain handpone berlebihan pada jam kerja untuk mengatasi kejenuhan.tepat pada waktunya. e. g. Kami secara konsisten membuat hubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan. memberikan solusi yang tidak dapat diterima dengan baik oleh klien. Pengembangan kualitas tenaga kerja melalui kegiatan pelatihan yang diikuti setiap perawat mempunyai tujuan menyegarkan kejenuhan dari rutinitas yang ada di tiap-tiap ruang rawat pasien. Pemimpin kami dapat menyadari dengan sangat bahwa setiap pegawai mempunyai resiko yang sama untuk mengalami kejenuhan dalam bekerja. d. . Beberapa upaya untuk mengatasi stress kerja yang sering diterapkan di ruang rawat inap kami bekerja. sehingga pembinaan dan dukungan bagi setiap pegawai yang dilakukan secara profesional diberikan secara konsisten dapat membuat hubungan akrabantara pimpinan dan bawahan. mengeluh mengantuk pada saat jam kerja. tidak bisa berkonsentrasi saat bekerja. h. Kegiatan outbond yang diselenggarakan oleh pihak managemen merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi stress kerja yang terjadi pada setiap karyawan. mengeluh pusing dan pegal ketika mengerjakan tugas perawatan yang rutin dilakukan. menjaga hubungan yang harmonis bukan saja antar karyawan tetapi juga dengan pasien dan keluarga pasien. Evaluasi yang dilakukan managemen secara berkala disadari sebagai alat pengontrol demi kemajuan layanan yang baik pada klien juga untuk memperbaiki kesejahteraan karyawan.

Berbagai strategi dapat diterapkan untuk mengatasi kejenuhan yang terjadi sehingga dapat tercipta sebuah produktifitas dari kinerja para pegawai di rumah sakit. Peningkatan kinerja perawat bisa dilakukan dengan mengikuti berbagai pelatihan. Penghargaan bagi tenaga kerja berprestasi sehingga terjadi persaingan yang sehat antar para karyawan atau pegawai di rumah sakit sangat mutlak untuk diberikan. 2012. menyusun lingkungan kerja yang maksimal untuk menghindari dan memanagemen stress yang terjadi. Kejenuhan Kerja ( BURNOUT ) dengan Kinerja Perawat Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan . Perawat mempunyai resiko yang besar untuk terjadinya angka burnout. No 2. . Sumber Pustaka: Puspa Ayu Maharani. Institusi rumah sakit hendaknya lebih memperhatikan pengembangan kemampuan tiap tenaga kerja. BAB III PENUTUP Kesimpulan Kejenuhan kerja bisa terjadi pada setiap tenaga kerja di berbagai bidang layanan kesehatan. Jurnal STIKES Volume 5.

Related Interests