PEMERINTAHAN KABUPATEN KUDUS

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA 1 JEKULO
Jl.Raya kudus-pati Km 10 No.34 JekuloKudus, (0291) 433930
Fax. (0291) 4246065
Website : www.sman1jekulo-kudus.sch.id , Emal :
sman1jekulokudus@yahoo.co.id
LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA
Form 1.9 Eksperimen No.

I. Jenis Eksperimen : Titrasi Asam Kuat Basa Kuat
II. Tujuan Eksperimen :
Menentukan jumlah molaritas NaOH.
Membuktikan derajat keasaman / pH.
Menentukan grafik kekuatan asam, basa dengan garam.
III. Dasar Teori :
Penetapan kadar larutan asam dan basa dapat dilakukan melalui suatu
prosedur percobaan yang disebut titrasi asam-basa. Istilah titrasi berarti
penetapan titer atau kadar. Titrasi asam-basa adalah tirtrasi yang berdasarkan
reaksi penetralan asam-basa. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan
larutan basa yang telah diketahui kadarnya, dan sebaliknya, kadar larutan basa
ditentukan dengan menggunakan larutan asam yang diketahui kadarnya.
Titik ekivalen (titik pada saat asam dan basa tepat ekivalen)dapat diketahui
dengan bantuan indikator. Titrasi (penetesan) dihentikan tepat pada saat
indikator menunjukkan perubahan warna. Saat indikator menunjukkan perubahan
warna disebut titik akhir titrasi.
Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi yang tinggi, maka diusahakan titik
akhir titrasi sedekat mungin dengan titik ekivalen. Oleh karena itu, harus dipilih
indikator yang mengalami perubahan warna disekitar titik ekivalen.

Perubahan pH Pada Titrasi Asam-Basa (Kurva Titrasi).
Ph akan naik ketika suatu larutan asam di tetesi dengan larutan basa.
Sebaliknya jika larutan basa ditetesi dengan larutan asam maka ph larutan akan
turun. Grafik yang menyatakan perubahan ph pada titrasi asam dengan basa atau
sebaliknya disebut kurva titrasi. Kurva titrasi bergantung pada kekuatan asam
dan basa yang direaksikan. Ada 3 jenis titrasi yaitu:
1. Titrasi asam kuat dengan basa kuat.
2. Titrasi asam lemah dengan basa kuat.
3. Titrasi basa lemah dengan asam kuat.

IV. Alat dan Bahan :

Gelas kimia 7. 11. Corong 8. 6. VI.1 M 11. Letakkan tabung erlenmeyer tersebut diatas statif(dibawah buret). 2. agar NaOH menetes sedikit demi sedikit dan konstan. 1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. kemudian sedot HCl tersebut menggunakan ppipet volume. 14. Tuangkan HCl yang sudah di sedot kedalam tabung erlenmeyer. 9. Cuci dan bersihkan semua alat yang akan digunakan. Ambil larutan NaOH 50 mL atau lebih menggunakan gelas ukur. Pipet tetes 10. kemudian putar – putar tabung erlenmeyernya agar larutan tercampur. Pastikan bagian bawah buret tertutup dengan kencang agar larutan tidak mengalir atau bocor. 13. Larutan HCl 0. Kencangkan pengencangnya agar buret tidak lepas. sampai batas 0. kencangkan kembali pengencang bagian bawah buret agar larutan NaOH tidak menetes lagi. Cara Kerja : 1. Indikator PP (fenolftalein) V. Data Hasil Eksperimen : NO Eksperimen Ke. Larutan NaOH 12. 3. Lalu kendorkan pengencang buret bagian bawah perlahan. I Ungu muda 16 . Ambilah larutan HCl secukupnya letakkan kedalam gelas ukur. 15. 7. Statif 3. Buret 2. 5. Klem 4. 10. Gelas ukur 6. Rankailah buret. jika larutan mulai sudah berwarna agak kemerah mudaan. Pipet volume 9. 8. untuk eksperimen ke 2 dan ke 3. 12. Lakukan lagi langkah – langkah seperti diatas dengan alat dan bahan yang sama. 4. Tabung enlenmeyer 5. Amati jumlah volumenya dan perubahan warna pada larutan yang dicampurkan. Kemudian teteskan 3 tetes PP (fenolftalein) kedalam tabung erlenmeyer yang berisi HCl. Ambilah gambar hasil percobaan. Lalu tuangkan ke dalam buret menggunakan corong. Perubahan warna Volume NaOH (mL) 1. statif dan klem secara benar dan tepat.

025 s: . Pengolahan Data : Volume rata – rata = 16+13+15 = 14. III Ungu 15 VII.25 = 0.025 0.05 M VIII.025 mol HCl + NaOH → NaCl + H2O m: 0.. Kesimpulan : IX.? M HCl = 0. 0.7 mL 3 Diketahui : ditanya : M NaOH. - r : 0.5= 0.025/0.5 L Jawab: nHCl = M x V = 0.025 0.025 jadi.025 0.025 0.025 0. . Lampiran : Hasil eksprerimen I Hasil eksperimen II .. II Pink muda 13 3. M NaOH = n/V = 0.25 L V NaOH = 50 mL → 0.1 x 0. 2.025 .1 V HCl = 25 mL → 0.

Hasil eksperimen III .