RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

FORMAT KLASIKAL TERJADWAL
A. IDENTITAS
1. Satuan Pendidikan :SMK Negeri 2 Kota Tegal
2. Tahun Ajaran : 2016-2017, Semester 2
3. Sasaran Pelayanan : Kelas XI
4. Pelaksana : Malikhatun Khasanah

B. WAKTU DAN TEMPAT
1. Tanggal :-
2. Jam Pembelajaran/Pelayanan : Sesuai jadwal
3. Volume Waktu (JP) : 1 x 45 menit
4. Spesifikasi Tempat Belajar : Di ruang kelas

C. MATERI PEMBELAJARAN
1. Tema/Subtema : a. Tema : Bimbingan Belajar
b. Subtema : Kesulitan belajar dan cara mengatasi
kesulitan belajar serta tips-tips belajar efektif.
2. Sumber Materi :
Pengertian kesulitan belajar, website : www.belajarpsikologi.com
Mengatasi masalah belajar, website: www.mkhusnulhidayatulloh.blogspot.com

D. Pelaksanaan kegiatan
Tahap Uraian kegiatan Waktu (menit)
Pembukaan 1. salam pembukaan 5 menit
2. Doa pembukaan
3. Presensi
4. Ice breaking
Kegiatan inti 1. Menjelaskan pengertian 20 menit
kesulitan belajar.
2. Menjelaskan langkah–
langkah mengatasi
kesulitan belajar
3. Menjelaskan tips- tips
belajar yang baik.
Penutup 1. Tanya jawab 15 menit
2. Kesimpulan Materi
3. Pesan moral
4. Doa Penutup
E. Metode Ceramah dan tanya jawab
F. Media/ Alat : Handout, Laptop, Proyektor
G. Evaluasi
1. Evaluasi hasil : Siswa mampu memahami materi yang diberikan tentang kesulitan
belajar dan dapat mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya, serta tips cara
belajar yang efektif.
2. Proses : Dilaksanakan dengan mengadakan Pengamatan atas partisipasi
siswa selama pemberian materi dan kegiatan berlangsung
H. Instrumnen Evaluasi
Berilah tanda (√) pada salah satu kategori pada kolom YA/TIDAK sesuai dengan apa yang
ada pada diri kalian.
N PERNYATAAN YA TIDA
O K
1 Saya mengalami kesulitan belajar pada mata
pelajaran tertentu
2 Saya jarang belajar saat di rumah
3 Saya belajar karena di suruh orangtua
4 Saya lebih banyak bermain dari pada belajar
5 Saya lebih banyak menonton TV pada saat jam
belajar malam
6 Saya sulit memahami penjelasan dari guru
7 Saya senang dengan mata pelajaran tertentu
8 Saya senang dengan guru mata pelajaran tertentu
9 Saya mengikuti belajar kelompok
10 Saya mengikuti les tambahan di sekolah

I. LANGKAH PENILAIAN DAN TINDAK LANJUT

1. Penilaian Hasil
Di akhir proses pembelajaran siswa diminta merefleksikan (secara lisan dan
atau tertulis) apa yang mereka peroleh dengan pola BMB3 dalam unsur-unsur
AKURS:

a. Berfikir: Apa yang mereka pikirkan tentang adanya kesulitan belajar (unsur
A).

b. Merasa: Apa yang siswa rasakan dengan adanya cara mengatasi kesulitan
belajar serta tips cara belajar yang efektik (unsur R).
c. Bersikap: Bagaimana siswa bersikap dan akan melakukan apa agar bisa
mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya (unsur K dan U).

d. Bertindak: Bagaimana mereka menerapkan cara mengatasi kesulitan
belajar dan tips cara belajar yang efektif.(unsur K dan U).

e. Bertanggung Jawab: Bagaimana mereka bersungguh-sungguh dalam
mengatasi kesulitan belajar yang dialaminya. (Unsur S).

2. Penilaian Proses
Melalui pengamatan dilakukan penilaian proses pembelajaran untuk
memperoleh gambaran tentang aktivitas siswa dan efektifitas
pembelajaran/pelayanan.
3. LAPELPROG dan Tindak Lanjut
Setelah kegiatan pembelajaran atau pelayanan selesai disusun Laporan
Pelaksanaan Program Layanan (LAPELPROG) yang memuat data penilaian
hasil dan proses, dengan disertai arah tindak lanjutnya

Tegal, Mei 2017
Mengetahui,

Guru Pembimbing Praktikan

Malikhatun Khasanah
NPM.1115500048

MATERI

A. Pengertian Kesulitan Belajar
Kesulitan belajar menurut Blassic dan Jones, sebagaimana dikutip oleh Warkitri ddk.
(1990), menyatakan bahwa terdapatnya suatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan
dengan prestasi akademik yang diperoleh. Mereka selanjutnya menyatakan bahwa individu
yang mengalami kesulitan belajar adalah individu yang normal inteligensinya, tetapi
menunjukkan satu atau beberapa kekurangan penting dalam proses belajar, baik persepsi,
ingatan, perhatian, ataupun fungsi motoriknya.
Mardiyanti dkk. (1994) menganggap kesulitan belajar sebagai suatu kondisi dalam
proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar.
Hambatan tersebut mungkin disadari atau tidak disadari oleh yang bersangkutan, mungkin
bersifat psikologis, sosiologis, ataupun fisiologis dalam proses belajarnya.
Kesulitan atau masalah belajar dapat dikenal berdasarkan gejala yang
dimanifestasikan dalam berbagai bentuk perilaku, baik secara kognitif, afektif, maupun
psikomotorik. Menurut Warkitri dkk. (1990), individu yang mengalami kesulitan belajar
menunjukkan gejala sebagai berikut.
1. Hasil belajar yang dicapai rendah dibawah rata-rata kelompoknya.
2. Hasil belajar yang dicapai sekarang lebih rendah disbanding sebelumnya.
3. Hasil belajar yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan.
4. Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar.
5. Menunjukkan sikap yang kurang wajar, misalnya masa bodoh dengan proses belajar dan
pembelajaran, mendapat nilai kurang tidak menyesal, dst.
6. Menunjukkan perilaku yang menyimpang dari norma, misalnya membolos, pulang
sebelum waktunya, dst.
7. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, misalnya mudah tersinggung, suka
menyendiri, bertindak agresif, dst.

B. Cara Mengatasi Kesulitan Belajar
1. Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik
Setiap siswa di harapkan menerapkan sikap dan kebiasaan yang efektif. Sikap dan kebiasaan
belajar yang baik tidak tumbuh secara kebetulan, melainkan seringkali perlu di tumbukan
melalui bantuan yang terencana, terutama oleh guru- guru dan orang tua siswa
2. Memelihara kondisi kesehatan baik
Setiap siswa di harapkan menjaga kondisi kesehatan badannya agar dapat mengikuti proses
belajar di sekolah dengan baik.
3. Mengatur waktu belajar yang baik di sekolah maupun di rumah.
Siswa diharapkan mampu membagi waktu antara waktu belajar dan waktu bermain di rumah.
4. Memilih tempat belajar yang baik.
Tempat belajar merupakan bagian yang paling penting dalam kenyamanan siswa karena
menunjang proses belajar yang baik.
5. Belajar dengan menggunakan sumber belajar yang baik.
Dengan menggunakan buku-buku yang lengkap sesuai dengan kurikulum, siswa menjadi
lebih mudah dan mengerti tentang materi belajarnya.
6. Membaca secara baik sesuai kebutuhan.
Membaca secara berulang-ulang dapat meningkatkan daya ingat otak dalam proses belajar.
Dan arus dilakukan dengan baik dan teratur agar mudah dipahami.
7. Tidak segan bertanya untuk hal yang kurang dimengerti.
Jika merasa belum paham mengenai materi yang telah disampaikan oleh guru, lebih baik
bertanya dan jangan malu bertanya ataupun takut.
C. Tips- Tips Dalam Belajar Efektif

 Pilih Waktu Belajar yang Tepat
Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak
semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang
tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-
sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
 Bangun Suasana Belajar Yang Nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang
sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di
kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita
mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.
 Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan
langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan
yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau
belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita
untuk selalu berpikir ke depan dan kritis
 Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap
pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita
mengulang pelajaran selama ujian.
 Membaca Adalah Kunci Belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni
sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi
tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.
 Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh
hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah
mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu
usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.
 Hafalkan Kata-Kata Kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak.
Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah
diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi
adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
 Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan
langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan
yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau
belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita
untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.
 Latih Sendiri Kemampuan Kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab
pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari
guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau
materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.
 Sediakan Waktu Untuk Istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda
pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar
kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja
memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi
baru.
Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan
kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada
cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita
jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa
menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.