BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kolapsnya paru atau alveolus disebut atelektasis, alveolus yang kolaps tidak

mengandung udara sehingga tidak dapat ikut serta di dalam pertukaran gas. Kondisi

ini mengakibatkan penurunan luas permukaan yang tersedia untuk proses difusi dan

kecepatan pernafasan berkurang 1

Middle lobe syndrome merupakan atelektasis jangka panjang, dimana lobus

media (tengah) dari paru-paru kanan mengkerut/ kolaps. Kondisi ini disebabkan

oleh penekanan pada bronkus akibat adanya tumor atau kelenjar getah bening yang

membesar. Paru yang mengerut dan tersumbat bisa berkembang menjadi

pneumonia yang tidak bisa sembuh total dan peradangan kronis, jaringan parut dan

bronkiektasis 2.

Middle lobe syndrome (MLS) adalah klinis langka namun penting dan telah

didefinisikan dengan buruk dalam berbagai literatur. Hal ini ditandai dengan kolaps

berulang dari lobus tengah paru kanan tapi juga bisa melibatkan lingula paru kiri.

Patofisiologis, ada dua bentuk MLS, yaitu obstruktif dan nonobstruktif3.
1
Pada tahun 1948, Graham dkk. melaporkan 12 pasien dengan atelektasis dan

pneumonitis non tuberkulosis pada lobus tengah paru kanan, yang kemudian

disebut Effler dan Ervin disebut 'sindroma lobus medius/ middle lobe yndrome'

(MLS). Beberapa literatur membahas tentang MLS secara terbatas, mungkin karena

beberapa etiologinya, beragam presentasi dan kurangnya definisi klinis yang

1

Meskipun awalnya digambarkan hanya terjadi di lobus tengah. prosesnya juga bisa melibatkan lingula. 2 3. yang kadang-kadang disebut sindrom lingula 5. Definisi paling umum dari MLS adalah kolaps berulang dari lobus tengah paru kanan. 4 konsisten . .