Pengertian MANAJEMEN OPERASIONAL

Manajemen Operasional | Manajemen Operasi

Manajemen Operasional adalah suatu usaha pengelolaan secara maksimal penggunan semua
faktor produksi yang ada baik itu tenaga kerja (SDM), mesin, peralatan, raw material (bahan
mentah) dan faktor produksi yang lainnya dalam proses tranformasi untuk menjadi berbagai
macam produk barang atau jasa.

Manajemen Operasional
Apa yang dapat dilakukan oleh manajer operasi serta orientasi manajer operasional ?

Yang bisa dilakukan oleh manajemen operasi adalah melaksanakan seluruh fungsi dari proses
manajemen : planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), pembentukan staff,
kepemimpinan serta pengendalian.

Orientasi manajer operasional adalah mengarahkan hasil output dalam kuantitas, kwalitas, harga,
waktu serta tempat tertentu yang sesuai dengan permintaan user atau konsumen.
Jangan lupa baca juga Pengertian Manajemen

Tanggung Jawab Manajer Operasional :

 Menghasilkan barang atau jasa.
 Mengambil sebuah keputusan mengenai fungsi operasi serta sistem transformasi.
 Mengkaji pengambilan sebuah keputusan dari suatu fungsi operasinal.

Fungsi Produksi dan Operasional

 Proses produksi serta operasional

karyawan terampil. peng-gajian. kuantitas dan kapan raw material (bahan baku) dipesan. . Beberapa Jenis Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Operasi : . PHK. supervisi. Pengoperasian sistem produksi dan operasional  Menyusun rencana produk dan operasional  Perencanaan dan pengendalian atas persediaan serta pengadaan bahan  Pemeliharaan utilitas mesin dan juga peralatan  Pengendalian atas mutu  Manajemen sumber daya manusia (tenaga kerja) Pengambilan Keputusan Dilihat dari sudut pandang kondisi atas keputusan yang harus ditempuh. desain peralatan. Jasa penunjang dalam pelayanan produksi  Planning (Perencanaan)  Controlling (Pengendalian dan pengawasan) Lingkup Manajemen Operasional : 1. pelatihan. kompensasi serta promosi kepada karyawan dan penggunaan atas tenaga spesialis . rekruitmen. Perancangan desain system produksi dan operasional  Seleksi serta perancangan desain produk  Seleksi serta perancangan proses dan peraalatan  Pemilihan site dan lokasi perusahaan serta unit produksi  Rancangan tata letak serta arus kerja  Rancangan atas tugas pekerjaan  Strategi produksi dan operasional serta pemilihan kapasitas 2. penetapan standart.Kapasitas : Keputusan dalam menghasilkan jumlah.Persediaan : Keputusan mengenai persediaan meliputi apa yang yang di pesan. serta pengawasan .Proses : Keputusan tentang proses fisik serta fasilitas yang dipakai . waktu serta tempat yang sesuai . kualitas.Tenaga Kerja : Meliputi proses seleksi. ada empat (4) macam pengambilan keputusan :  Pengambilan keputusan mengenai suatu peristiwa yang pasti  Pengambilan keputusan mengenai peristiwa yang memiliki resiko  Pengambilan keputusan mengenai suatu peristiwa yang tak pasti  Pengambilan keputusan mengenai peristiwa yang muncul akibat pertentangan dengan kondisi yang lain.Kualitas : Keputusan dalam penentuan mutu barang atau jasa yang diproduksi.

tata arus. Keputusan Perencanaan Strategik :  Pemilihan desain rangkaian produk atau jasa  Keputusan perencanaan atas kapasitas. dan rencana ekspansi  System pembekalan. Proses produksi yang berkelenjutan 2. atas produk Keputusan didalam manajemen Sistem Produksi  Keputusan perencanaan strategis jangka panjang didalam sumber daya  Desain sistem produktif : pekerjaan. Ada 3 macam sistem didalam proses produksi : 1. site lokasi gudang. Terima kasih telah membaca Manajemen Operasional Dasar–dasar segmentasi pasar pada pasar konsumen . Pengertian Sistem Produksi : Instrumen yang dipakai dalam mengubah semua sumberdaya untuk menghasilkan barang atau jasa. Proses produksi yang bersifat proyek Apabila ada pertanyaan silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah. mingguan serta bulanan. Proses produksi yang terputus putus 3. alur proses. serta susunan atas saran fisik  Keputusan implementasi operasinal : harian. penyimpanan serta logistik.

ciri–ciri kepribadian. Variabel geografi Variabel tersebut. tingkat pemakaian.[4] Dalam menganalisis permasalahan- permasalahan ini. [3] Untuk menciptakan strategi manajemen pemasaran yang efektif dan efisien. yaitu sikap terhadap penjual. keluarga. dan pelanggan. Hal itu berlaku tidak pada semua kasus karena peran seorang manajer pemasaran dapat bervariasi sangat signifikan berdasarkan ukuran bisnis. Dasar–dasar segmentasi pada pasar industri  Tahap 1. ukuran kota. dll. antara lain: wilayah. manajer pemasaran dapat bertindak sebagai manajer umum dari keseluruhan produk yang menjadi tugasnya. Sebagai contoh.  Tahap 2. perencanaan. siklus hidup. antara lain: manfaat yang dicari. kualitas produk. pendidikan. waktu. status kesetiaan dan sikap pada produk. yakni pasar pemakai akhir. dan kepadatan iklim.[1]  Globalisasi telah mendorong beberapa perusahaan untuk memasarkan di luar negara asal mereka. gaya hidup. status pemakai. perusahaan harus memiliki pemahaman mendetail dan objektif mengenai bisnis mereka sendiri dan pasar tempat mereka beroperasi. dan banyaknya langganan. dan konteks industri. pendapatan. budaya organisasi. dan pelaksanaan aktivitas untuk memenuhi tujuan-tujuan tersebut. dan mengukur kemajuan ke arah pencapaiannya. dalam sebuah perusahaan produk konsumen besar. antara lain: umur.  Manajemen pemasaran adalah proses penetapan tujuan-tujuan pemasaran bagi suatu organisasi (dengan mempertimbangkan sumber daya internal dan peluang pasar).  Variabel psikologis Variabel tersebut.  Variabel demografi Variabel tersebut.[2] Manajer pemasaran sering bertanggung jawab untuk mempengaruhi tingkat. yaitu menetapkan segmentasi makro. ukuran daerah. bidang manajemen pemasaran sering tumpang-tindih bidang perencanaan strategis . Variabel tersebut. antara lain: kelas sosial. dan komposisi permintaan pelanggan. lokasi geografis. dan kepribadian. Pemasaran internasional merupakan bagian dari strategi pemasaran perusahaan- perusahaan tersebut.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang membeli sesuatu diluar rencana. Strategi produsen dalam menjaring impulse buying diantaranya adalah sebagai berikut : .Kesalahan dalam membeli produk ini. coklat. Hasrat untuk mencoba barang atau merk baru. dll. Dalam hubungannya dengan perilaku konsumen. 2. baik resiko keuangan maupun non keuangan. kalau membeli rumah. dll. misalnya : permen.Dan. pembelian produk jenis low involvement ini tidak memiliki resiko sama sekali. misalnya : nabung dulu beberapa waktu sebelum membeli permen. produk dapat dibagi menjadi dua kategori : 1. 2. harus pertimbangkan lokasinya. atau memeriksa kandungan bahan di dalam permen. tanpa perncanaan terlebih dahulu. Produk dengan kategori low involvement : produk yang tidak membutuhkan perhatian khusus sebelum membeli. Pengaruh dari iklan yang ditonton sebelumnya.Impulse buying adalah perilaku konsumen yang melakukan pembelian secara spontan. rumah. misalnya : merencanakan budgetnya. Bujukan Salesman atau Sales Promotion Girl. laptop. memperhatikan spesifikasi produknya. dll. yaitu : 1. Pada saat konsumen membeli produk kategori low involvement ini. Produk dengan kategori high involvement : produk yang membutuhkan pertimbangan dan perhatian khusus sebelum membeli. berbeda dengan pembelian produk high involvement. biasanya konsumen telah merencanakan dan mempertimbangkannya terlebih dahulu. misalnya : mobil. biasanya mereka tidak merencanakannya dan mempertimbangkannya secara khusus. Dalam membeli produk jenis high involvement ini. Display dan kemasan produk yang menarik. sepeda motor. 4. dsb. Produk low involvement diataslah yang mendorong orang melakukan impulse buying. 3. akan beresiko cukup besar. handphone.

memiliki potensi yang rendah dalam menarik impulse buying. Dan mereka biasanya tertarik dengan kemasan produk yang menarik. tentu orang tua tidak punya pilihan lain selain mengabulkan permintaannya. Bayangkan bila si kecil tiba-tiba mogok didepan barang yang diinginkannya. Usahakan produk Anda seinovatif mungkin. misalnya : meletakkan produk (permen. 2. misalnya : menggunakan publik figur sebagai bintang iklan. Sebagian besar konsumen yangmelakukan impulse buying adalah wanita dan anak-anak. 4. namun anaka-anak merupakan influencer yang tinggi dalam memilih barang. Produk yang inovatif : konsumen cenderung mencoba produk produk baru. dan tidak memiliki purchasing power yang independen. Mengapa fokus pada anak anak ? Walaupun mereka bukan yang pegang uang.1.batu battery. Dan.coklat. bisanya produk yang hanya rata rata. baik dari kualitas maupun kemasannya. Distribusi : produk harus semudah mungkin diakses oleh konsumen. 3. Display produk yang menarik. Komunikasi atau promosi harus mind catching. . dan produk low involvement lainnya) di kasir swalayan atau toko.

dan kritik.Pengertian Knowledge Management Manajemen pengetahuan (knowledge management) ialah suatu rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi. dan diam- diam. dan berbagi semua aset informasi sebuah perusahaan Aset ini mungkin termasuk database. Hampir semua aktivitas kehidupan manusia akan diwarnai oleh penguasaan teknologi informasi. diketahui. adalah bahwa hal itu menyesatkan. menangkap. Tacit: Informasi atau pengetahuan yang satu akan mengalami kesulitan pengaturan dalam bentuk nyata. mengevaluasi. prosedur. Eksplisit. keunggulan kompetitif. Konsep manajemen pengetahuan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi (TI) dalam tujuannya untuk mencapai organisasi perusahaan yang semakin baik sehingga mampu memenangkan persaingan bisnis. dokumen. Karakterisasi ini namun agak terlalu sederhana. SEP 28 Tujuan dan Manfaat Knowledge Management Manajemen Pengetahuan adalah suatu disiplin yang mempromosikan suatu pendekatan terintegrasi untuk mengidentifikasi. . Tersirat: Informasi atau pengetahuan yang tidak diatur dalam bentuk nyata. tetapi dapat dibuat eksplisit. Sebuah karakterisasi lebih bernuansa dan berguna adalah untuk menggambarkan pengetahuan eksplisit. dan dipelajari di dalam organisasi. menjelaskan. implisit dan Tacit Knowledge Dalam literatur KM. mengambil. dan keahlian yang sebelumnya untuk menjadi pengalaman dalam pekerja individu. implisit. dan mendistribusikan pengetahuan untuk digunakan kembali. pengetahuan paling sering dikategorikan sebagai eksplisit atau diam-diam (apa yang ada di kepala orang). peningkatan kinerja. tetapi titik yang lebih penting. kebijakan. Explisit knowledge justru harus bergantung pada pemahaman dan aplikasi secara tacit. Eksplisit: Eksplisit knowledge bersifat formal dan sistematis yang mudah untuk di komunikasikan dan di bagi. Pada saat tacit knowledge dapat di control dalam benak seseorang. menciptakan. atau tingkat inovasi yang lebih tinggi. sehingga jika berbicara mengenai manajemen pengetahuan tidak lepas dari pengelolaan.maka dari semua pengetahuan berakar dari tacit knowledge. Kegiatan ini biasanya terkait dengan objektif organisasi dan ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama. Perkembangan teknologi informasi memang memainkan peranan yang penting dalam konsep manajemen pengetahuan.

dan meningkatkan kemampuan dalam berinovasi . Manfaat Knowledge Manajemen akan memberikan pengaruh terhadap perusahaan : Menurut Chase International Survey (Widayana. diantaranya adalah :  Meningkatkan pengambilang keputusan Artinya dengan jelas bahwa setiap keputusan yang diambil atas dasar informasi dan pengalaman yang ditinjau dari berbagai aspek. namun menjadi bagian dari seluruh organisasi.2005. p. orientasi dan respon terhadap pelanggan tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemasaran dan costumer service.21) ada beberapa manfaat knowledge management dalam perusahaan. 1995). membuat perusahaan selalu berorientasi untuk menjual apa yang benar .  Meningkatkan efisiensi cara kerja dan proses Efisiensi cara kerja dan proses yang selalu dievaluasi akan membuat organisasi dapat bekerja lebih cerdas dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada dari waktu ke waktu.  Meningkatkan respon terhadap pelanggan Selanjutnya. Misal: Knowledge sharing yang selalu membahas dinamika pasar dan tuntutan kebutuhan pelanggan.  Meningkatkan jumlah produk atau jasa.benar disukai dan di butuhkan oleh pasar. Contoh klasik dalam literatur Manajemen Pengetahuan sejati pengetahuan "Tacit" adalah contoh Nonaka dan Takeuchi tentang pengetahuan kinestetik yang diperlukan untuk merancang dan insinyur pembuat roti rumah. pengetahuan yang hanya bisa diperoleh atau dialihkan dengan memiliki pekerjaan insinyur bersama pembuat roti dan mempelajari gerakan dan "merasa" perlu untuk uleni adonan roti (Nonaka & Takeuchi.

Sumber pengetahuan akan memberikan kemudahan kepada setiap karyawan untuk memanfaatkannya. maka perusahaan akan mudah untuk menggunakan pengetahuan tersebut untuk konteks yang lainnya. sehingga proses pemanfaatan pengetahuan di lingkungan perusahaan akan meningkat. Inovasi tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab bagian penelitian dan pengembangan. sehingga perusahaan akan dapat menghemat waktu dan biaya. produk dan jasa yang melebihi harapan pelanggan dapat lebih mudah dan cepat untuk di ciptakan. yang akhirnya proses kreatifitas dan inovasi akan terdorong lebih luas dan setiap karyawan dapat meningkatkan kompetensinya. Dengan adanya sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik. tetapi melainkan semua orang atau kelompok dalam organisasi.  Peningkatan aset pengetahuan.  Kemampuan beradaptasi Perusahaan akan dapat dengan mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi dalam jangka panjang dan pendek . Selain itu. Tujuan penerapan Knowledge Management  Penghematan waktu dan biaya. Maka dari itu timbul sebuah inovasi.

Pendekatan ini disukai oleh perusahaan-perusahaan yang menjual produk yang relatif standard untuk memenuhi kebutuhan umum. dan groupware (aplikasi untuk kerja kelompok) untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan dalam knowledge creation dan distribusi knowledge dalam organisasi. Pendekatan lain (ketiga) adalah kombinasi dari keduanya. Contoh. seperti Cap Gemini . Pendekatan proses terhadap KM Pendekatan proses yaitu pendekatan terhadap Knowledge Management (KM) dengan mencoba menuliskan atau mencatatkan knowledge organisasi melalui berbagai teknologi. Sebagain besar dari knowledge yang ada di perusahaan seperti ini adalah explicit knowledge karena karakter dasar dari produk dan layanan yang memang sudah standard. knowledge pada dasarnya statis. sehingga produktifitas dari perusahaan akan meningkat Pendekatan terhadap Knowledge Management (KM) secara fundamental ada dua yaitu pendekatan proses dan pendekatan praktis. Bahkan perusahaan-perusahaan besar yang menggunakan tacit knowledge. datawarehousing. knowledge repositories. karena permintaan dan kebutuhan yang relatif stabil. Organisasi yang mengadopsi pendekatan proses akan mengatur bagaimana knowledge dikumpulkan. pengaturan yang formal. Kritik terhadap pendekatan proses adalah karena tidak mampu menangkap banyak hal dari tacit knowledge yang ada dalam perusahaan sehingga memaksa orang-orang ke dalam pola pikir yang tetap. Pendekatan proses seringkali memanfaatkan teknologi informasi (TI). seperti intranet. pabrik kazoo (alat musik) relatif tidak mengalami perubahan produk dan service selama bertahun-tahun. Peningkatan Produktifitas Pengetahuan yang sudah ada dapat digunakan ulang untuk proses atau produk yang akan dikembangkan. proses. aplikasi-aplikasi DSS (decision support systems). Dalam kasus seperti ini. disimpan dan didistribusikan di dalam organisasi.

Pada dasarnya proses konversi dari manusia-ke-dokumen bukanlah satu-satunya cara bagi para konsultan untuk berbagi knowledge seperti yang dilakukan oleh Cap Gemini Ernst & Young and Accenture. telah berinvestasi banyak untuk memastikan bahwa pendekatan proses berjalan dengan baik. Metode-metode dalam komputasi kolaboratif (misal group support systems [gss]. email) akan membantu proses komunikasi ini.Ernst & Young. knowledge sebagian besar didistribusikan melalui kontak orang-ke-orang. Semua knowledge-base di semua area dikoneksikan melalui network. Komunitas-komunitas seperti ini adalah kelompok sosial informal yang bertemu secara regular untuk berbagi gagasan. Daripada mengembangkan suatu sistem formal untuk mengelola knowledge. inti dari pendekatan ini adalah membangun suatu environment sosial atau komunitas praktis yang perlu untuk mempermudah proses berbagi dan mengkomunikasikan tacit knowledge. Tetapi mereka sangat menekankan pentingnya strategi pencatatan. pengaturan formal tidaklah cocok untuk memindahkan pengetahuan jenis ini. Pendekatan praktis terhadap Knowledge Management (KM) Kebalikan dari pendekatan proses. dan best practices. proses. Setiap area dari Cap Gemini Ernst & Young yang lebih dari 40 area memiliki satu orang staf untuk menuliskan atau mencatat dan menyimpan semua dokumen. 250 orang yang bekerja di Cap Gemini Ernst & Young’s Center for Business Knowledge mengelola suatu knowledge-base dan membantu para konsultan untuk menemukan dan memanfaatkan informasi. pendekatan praktis yaitu pendekatan terhadap Knowledge Management (KM) yang menganggap bahwa sebagian besar knowledge organisasi adalah tacit knowledge sehingga penerapan teknologi. Untuk perusahaan-perusahaan seperti ini. Para spesialis menuliskan banyak laporan dan analisa yang bisa digunakan oleh banyak team. Pendekatan seperti ini pada dasarnya diadopsi oleh perusahaan yang memberikan solusi yang sangat customized terhadap berbagai masalah yang unik. Berbagai . wawasan. mereka juga berkomunikasi satu sama lain.

menyimpan dan memindahkan ke dan dari knowledge-repository dari KMS (Knowledge Management Systems). inisisatif Knowledge Management (KM) bisa dan biasanya menerapkan kedua pendekatan tersebut. mereka akan menerapkan model jaringan untuk knowledge-basenya.knowledge yang penting pada perusahaan seperti ini pada dasarnya adalah tacit knowledge yang sangat sulit untuk dijelaskan. tetapi mereka juga menyimpan berbagai macam tips. .Tantangan bagi perusahaan yang menerapkan strategi pencatatan. para anggota komunitas akan meneruskan informasi dari forum komunitas tersebut ke dalam knowledge-base organisasi ketika mereka merasa bahwa knowledgenya sangat berharga bagi orang lain diluar komunitas. Perusahaan konsultan bisasanya ada pada kelompok ini. environment dan karakter dasar dari problem yang ditemui sangatlah dinamis dan berbeda-beda. Pada kasus seperti ini. disimpan. contohnya Bain. dan dimanage. ditangkap. Mereka juga pada umumnya mengadakan pertemuan tatap-muka. dsb). Pada kenyataannya. Mereka menyimpan kontak nama-nama para ahli di dalam KMS. adalah bagaimana mengembangkan metode untuk mengubah tacit knowledge menjadi explicit. Karena tacit knowledge sangatlah sulit untuk diambil. perusahaan-perusahaan tersebut. menangkapnya. laporan konsultasi. seperti telephone. secara implicit. Proses dan praktis tidaklah saling berdiri sendiri. dan best practices dengan konteksnya di dalam perusahaan mereka sendiri. Pada umumnya perusahaan yang mencoba membangun Knowledge Management (KM) dengan knowledge-base (KB) yang besar menyusun inisiatif KM melalui pendekatan ‘komunitas praktis’ yang berjalan berdampingan dengan knowledge-base. Supaya strateginya berhasil. dan karenanya menerapkan model jaringan pada sistem knowledge-basenya. Pada kenyataannya. prosedur. berinvetasi besar dalam membangun jaringan individu dan para ahli dan teknologi komunikasi. Perusahaan yang menggunakan strategi pencatatan atau penulisan. dan videoconferencing. email. Beberapa perusahaan konsultan besar mengembangkan metode untuk menerapkan hal ini. maka explicit knowledge yang bisa memberi petunjuk bagaimana menemukan tacit knowledge yang dimaksudkan harus disediakan terutama bagi mereka yang memerlukannya (misal. dan dimanage. daftar kontak orang.

Akhirnya pendekatan proses bisa dicapai. pendekatan proses) yang bisa membantu mereka untuk memecahkan problem lebih cepat dan lebih konsisten. hanya beberapa best practices saja yang akan terbukti bermanfaat. Tetapi apabila environment berubah sangat cepat. Perusahaan-perusahaan yang tidak mau berpihak dalam memilih kedua strategi tersebut (dengan kata lain. Dari sini kemudian kumpulan best practices (pengalaman) secara perlahan bisa ditangkap dan dikelola sehingga knowledge-base akan berisi tacit knowledge yang semakin lama semakin banyak. Dengan pendekatan proses. dan membuat update secara otomatis berdasarkan kebutuhan user. pendekatan praktis digunakan sehingga knowledge-base hanya menyimpan explicit knowledge yang relatif mudah untuk dicatat. Pada awal proses pengembangan. Dengan pendekatan praktis. karena bisa saja nasehat atau petunjuk dan .Pendekatan Campuran Banyak organisasi menggunakan pendekatan campuran antara pendekatan proses dan pendekatan praktis. Usaha yang paling sukses adalah kombinasi strategi sekitar 80/20. Tacit knowledge yang disimpan di knowledge-base pada mulanya adalah informasi kontak mengenai para ahli dan jenis keahliannya. Informasi seperti itu dicatat sehingga karyawan dalam organisasi bisa menemukan nara sumber ahli. Edwards intranet-based Knowledge Garden membantu pada konsultannya untuk berbagi best practices (yang berarti. dengan menggunakan Site Server taxonomies. ketika belum jelas bagaimana cara untuk mengambil tacit knowledge dari sumbernya. Banyak perusahaan konsultan manajemen yang menemui masalah serius ketika mereka tidak berpihak dalam memilih atau menentukan pada kedua strategi tersebut. pendekatan praktis) dan untuk menemukan para ahli (yang berarti. Ketika perusahaan juga mengambil salah satu strategi saja juga akan menemui kesulitan. setengah setengah) dalam usaha membangun KM pada umumnya mengalami kegagalan. J.D. Aplikasi ini mencatat knowledge-base perusahaan. ada kebutuhan untuk memberikan knowledge yang tertulis dalam knowledge base sehingga orang bisa mengaksesnya ketika diperlukan. sangatlah perlu menyediakan dan membukan akses ke para pemberi knowledge.

knowledge apapun yang disimpan dalam knowledge-base haruslah dievaluasi. knowledge-base akan menjadi tempat pembuangan sampah ‘knowledge’. Best practice lokal. Ide yang hebat yang belum pernah terbukti tetapi masuk akal secara intuitif 2.penjelasan tambahan terbukti sangat bermanfaat dan bahkan sangat diperlukan. teknik yang sudah diimplementasikan. Ada anggapan bahwa perusahaan yang memerlukan banyak riset (dimana banyak riset biasanya tidak berguna) dan berkaitan dengan dunia engineering (bagaimana menciptakan produk) akan cocok dengan kategori campuran dengan rasio 50/50. Praktik atau penerapan yang hebat. scope di dalam organisasi yang mengimplementasikan best practice teridentifikasi: apakah bisa digunakan dalam satu department saja atau area geografis satu region. metodologi. Perusahaan-perusahaan yang berorientasi riset dan memerlukan skill tertentu menunjukkan cirri- ciri yang memerlukan usaha yang hampir sama untuk kedua jenis pendekatan tersebut. banyak perusahaan farmasi yang menerapkan rasio 50/50. Chevron. Pada akhirnya. misalnya. prosedur. 3. memiliki empat level dalam best practices: 1. yaitu suatu pendekatan terbaik bagi semua atau sebagian besar organisasi yang berdasarkan analisa data. Contoh. atau proses yang sudah terbukti meningkatkan hasil. atau bisa digunakan lintas organisasi atau dimanapun di dalam organisasi? . bila tidak. Dengan kata lain. Best Practices Best practices adalah berbagai macam aktivitas dan metode yang paling efektif yang dipakai organisasi untuk mengerjakan dan memanage berbagai macam fungsi atau pekerjaan.

Contohnya. Best practice industri. maka dampak penerapan knowledge-base di dalam perusahaan bisa lebih luas. mirip dengan nomor tiga tetapi menggunakan data yang berasal dari industri. Knowledge repository Knowledge-base atau knowledge-base organisasi dianggap sebagai sesuatu yang sama dengan knowledge repository (tempat penyimpanan knowledge). Knowledge-base organisasi berisi semua knowledge organisasi. knowledge-base cukup dengan membuat suatu koleksi best practices dan kemudian bisa tersedia dan digunakan dalam perusahaan. Knowledge repository menyimpan knowledge yang seringkali berbentuk teks dan memiliki berbagai macam sifat yang sangat berbeda.a. Keduanya memiliki mekanisme yang sangat berbeda: knowledge-base dalam sistem pakar berisi knowledge untuk memecahkan problem tertentu. hingga sampai dengan detil-detil best practices organisasi. Struktur repository sangatlah bergantung pada jenis knowledge yang disimpan. Knowledge repository bisa berupa mulai dari list sederhana mengenai frequently asked questions (f. Sementara istilah knowledge-base dan knowledge repository dianggap sama saja.q) dan solusinya. Saat ini knowledge-base bisa diakses secara elektronik melalui web. Tetapi tidak perlu terlalu bingung dengan istilah knowledge repository dan knowledge-base yang sering dipakai juga dalam sistem pakar (expert system). hingga ke suatu list yang berisi individu-individu beserta keahliannnya dan informasi kontaknya. Tetapi dalam pengertian yang benar- benar tegas istilah knowledge repository bukanlah suatu database atau bukan juga suatu knowledge-base. Mengambil dan menyimpan knowledge adalah tujuan dari knowledge repository. 4. . Istilah knowledge-base di dalam tulisan-tulisan sebelumnya sebenarnya lebih tepat dituliskan sebagai knowledge repository. Dulu. Raytheon telah berhasil memanfaatkan best practices untuk menggabungkan tiga kultur korporat yang berbeda.

Mengukur keberhasilan suatu sistem knowledge repository adalah hal yang rumit. Aspek yang paling penting adalah bagaimana membuat proses pemberian knowledge oleh si pemberi knowledge bisa berjalan dengan mudah dan nyaman dan kemudian menentukan metode yang pas untuk menyimpannya. User seharusnya sama sekali tidak terlibat dalam mekanisme teknis yang terkait dengan knowledge repository. tergantung pada jenis dan jumlah knowledge yang akan dimanfaatkan dan di-maintain. Semuanya memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri- sendiri ketika diterapkan untuk tujuan yang berbeda di dalam Knowledge Management System (KMS). “Salah satu rintangan terbesar dalam membuat struktur knowledge management hingga ke sistem kolaboratif adalah membuat struktur tersebut sesempurna mungkin. vice president marketing Hypwerwave (hyperwave. Pendekatan dalam pengembangan tersebut yang banyak dijumpai adalah pengembangan berbasis internet atau membeli sistem management untuk dokumen elektronik atau knowledge management suite (paket software km). Disamping itu. atau anda akan kehilangan semua knowledge yang sedang diambil karena orang tidak suka dengan berbagai macam langkah atau proses yang rumit. karena nilainya tentulah berfluktuasi apabila knowledge selalu dipakai berulang-ulang dan informasi yang baru selalu dikumpulkan.Membangun knowledge repository Kebanyakan knowledge repository dikembangkan dengan menggunakan beberapa mekanisme penyimpanan yang berbeda-beda. . “Anda harus benar-benar membuat prosesnya sangat nyaman. repository itu sendiri hanya setara dengan seberapa bagus informasi yang disimpannya dan kesediaan para pengguna untuk memanfaatkannya. Membangun knowledge repository bukanlah pekerjaan yang mudah.com).” kata Terry Jorda. sangatlah penting untuk selalu mengukur nilai atau value suatu repository secara kontinyu.

Menurut ISO 14001 (ISO 14001. dan serikat pekerja. badan pemerintah. Pengertian lainnya yaitu Manajemen Lingkungan adalah suatu kerangka kerja yang dapat diintegrasikan ke dalam proses-proses bisnis yang ada untuk mengenal. sosio cultural (budaya). Mengurangi resiko. activities. procedures. Ruang lingkup manajemen. Meningkatkan kesan baik di masyarakat. politik. processes. achieving. Mencegah polusi dan melindungi sumber daya alam. media. . dalam ISO 14001 oleh Sturm. alokasi. 9. a. Menarik pelanggan dan pasar baru (yang mensyaratkan EMS). 1996). dan contol dana). pesaing. dan oleh karenanya merupakan risiko-risiko lingkungan. 4. and resources for developing. Praktek manajemen lingkungan yang dilakukan secara sistematis. pemasok (suplier). meliputi pemilik (stockholder). meliputi ekonomi. dan secara internasional berbeda penerapannya antara negara satu dengan lainnya. Lingkungan Luar (Eksternal) terdiri dari : • Lingkungan Umum. Mengurangi/menghilangkan keluhan masyarakat terhadap dampak lingkungan. • Financial (sumber. customer. klien. b. dimensi internasional (seperti globalisasi dan paham ekonomi). lembaga keuangan. dan kondisi lingkungan alam. practices. 5. 8. 1998). 7. • Lingkungan Khusus (Tugas). hukum. Lingkungan Dalam (Internal) terdiri dari : • Manusia (specialized dan manajerial personal). dan dapat diulang disebut dengan sistem manajemen lingkungan (EMS). Meningkatkan kinerja lingkungan. 2. implementing. Manajemen lingkungan selama ini sebelum adanya ISO 14001 berada dalam kondisi terpecah-pecah dan tidak memiliki standar tertentu dari satu daerah dengan daerah lain. Meningkatkan tanggung jawab dan kepedulian karyawan terhadap lingkungan. Manfaat EMS 1. Meningkatkan moral karyawan. reviewing. teknologi. and maintaining the environmental policy’. sistem manajemen lingkungan (EMS) adalah‘that part of the overall management system which includes organizational structure planning. prosedural. responsibilities. mengukur. 3.Manajemen lingkungan adalah aspek-aspek dari keseluruhan fungsi manajemen (termasuk perencanaan) yang menentukan dan membawa pada implementasi kebijakan lingkungan (BBS 7750. mengelola dan mengontrol dampak-dampak lingkungan secara efektif. 6. suplai tenaga kerja. Menaikkan efisiensi/mengurangi biaya. pemerintah dan investor.

Green manufacturing mendasarkan pada sistem produksi yang berkelanjutan (sustainable production system) dalam menghasilkan sebuah produk. • Sistem Nilai dan Budaya Organisasi. distribusi. kantor. • Sistem dan Teknologi. GREEN MANUFACTURING Green manufacturing adalah suatu metode untuk meminimalkan limbah dan atau polusi yang disebabkan oleh proses manufaktur. Industri yang menerapkan green manufacturing akan memiliki performa industri yang ramah lingkungan serta efisien dari segi ekonomi. dll). mulai dari perancangan.• Fisik (gedung. serta mengkonsumsi sumber daya alam seminimal mungkin (material dan energi). . pemanfaatan dan sisa produk yang memiliki dampak kerusakan terhadap lingkungan dan kesehatan. pembuatan. Produk industri tersebut memiliki siklus hidup.

è 3. Green Marketing adalah pemasaran suatu produk yang diasumsikan sebagai produk yang ramah lingkungan. Green marketing terdiri dari beberapa bagian è 1. Green Consumersism adalah suatu kesadaran diri sendiri yang peduli akan lingkungan hidup sehingga konsumen lebih memilih produk yang ramah lingkungan atau menjaga linkungannya sendiri. Green Consumer merupakan kepedulian kita terhadap lingkungan hidup yaitu konsumen itu sendiri è 2. . Green Product adalah produk atau barang yang dibuat dengan cara yang tidak mencemarkan lingkungan namun bermanfaat bagi lingkungan seperti menggunakan bahan baku yang dapan di daur ulang atau bermaanfaat untuk hal lainnya sehingga tidak hanya di buang begitu saja dan merusak wilayah sekitar. bahkan perubahan pada promosi. Oleh karena itu Green Marketing terdiri dari berbagai macam aktifitas termasuk modifikasi produk. pergantian packaging. perubahan dalam proses.