LAPORAN KASUS

BERKAS PASIEN

A. Identitas Pasien

Nama : An. Tubagus

Jenis Kelamin : Laki-laki

Usia : 2,5 tahun

Nama Ayah : Tn. Rudianto

Nama Ibu : Ny. Yanti

Pekerjaan Orang tua : Buruh Bangunan

Pendidikan Orang tua : SD

Agama : Islam

Alamat : Jl. Kramat Pulo Kecamatan Senen, Jakarta Pusat

Tanggal Berobat: 4 Maret 2013

B. Anamnesa

Dilakukan secara allo-anamnesa pada tanggal 4 Maret 2013 pukul 11.00
WIB.

1. Keluhan Utama : Kontrol Pengobatan TB
2. Keluhan Tambahan :-
3. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang diantar oleh ibunya ke Poli MTBS (Manajemen Terpadu
Balita Sakit) Puskesmas Kecamatan Senen dengan keluhan ingin
melanjutkan pengobatan tuberkulosis paru yang telah dijalani selama 5
bulan.
5 bulan yang lalu, sekitar bulan Oktober 2012 pasien didiagnosa
menderita tuberkulosis paru. Ibu pasien mengaku anaknya hanya memiliki
berat badan 6 kg saat usianya 1,5 tahun. Saat itu pasien menderita demam
sehingga keluarga membawanya berobat ke Rumah Sakit Islam, di RS

1

Keluhan batuk-batuk lama pada pasien disangkal oleh ibu pasien. tinggal bersama kedua orang tuanya. Riwayat alergi obat dan makanan disangkal . 4. Saat ini diakui oleh ibu pasien. Dari hasil rontgen tersebut diketahui bahwa pasien terkena tuberkulosis paru dan dilakukan tes mantoux dengan hasil positif. Riwayat penyakit kuning disangkal 6. Riwayat Kebiasaan: Ibu pasien sering membiarkan pasien membeli jajanan berupa chiki. Menu untuk satu hari terkadang tidak sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna. tersebut pasien dirawat dan ibu pasien mengaku anaknya sempat di rontgen karena dokter curiga dengan kondisi berat badan anak yang tidak sesuai usianya dan demam yang tidak sembuh-sembuh. Riwayat Sosial Ekonomi : Pasien adalah seorang balita usia 2. Status ekonomi mereka adalah menengah ke bawah. Pasien juga tidak mempunyai keluhan apapun dan hanya ingin melanjutkan pengobatan tuberkulosis paru bulan keenam. . Untuk makan siang 2 . Riwayat hipertensi disangkal . Riwayat Penyakit Keluarga : Sekitar enam bulan yang lalu Ayah pasien bernama Rudianto menjalani pengobatan TB paru selama enam bulan di Puskesmas Kecamatan Senen. dan es di warung dekat rumah. Riwayat penyakit jantung disangkal . permen.-/bulan 7. Riwayat diabetes melitus disangkal .000.5 tahun.Riwayat penyakit yang sama sebelumnya disangkal 5. Ibu pasien mengatakan bahwa di rumah ayah pasien sudah terdiagnosis tuberkulosis paru dan telah selesai melakukan pengobatan tuberkulosis paru di puskesmas senen.000. Untuk sarapan pagi biasanya membeli bubur ayam atau nasi uduk di dekat rumah. sebesar kurang lebih Rp 1. Riwayat Penyakit Dahulu : .Riwayat penyakit asma disangkal . Riwayat asma disangkal . Kebutuhan pasien dan keluarga kurang dicukupi dari pendapatan ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan. pasien sudah mulai banyak makan dan berat badannya sudah bertambah banyak dari sebelumnya.Riwayat alergi obat dan makanan disangkal .

tahu ataupun ikan dan ayam. III (usia 0. 1. biasanya pasien diberi nasi dengan sayur dan terkadang disertai tempe. Namun pasien tidak terlalu menyukai sayur-sayuran. 3. III (usia 2. IV (usia 0.2. Riwayat Perkembangan Usia Personal sosial Motorik halus Komunikasi/Bicara Motorik kasar 4 bulan Mengamati tangan Mengamati dan Meniru bunyi suara Tengkurap dan sendiri berusaha meraih membalikan mainan badan 8 bulan Menepuk tangan Memegang dengan Mengoceh Berdiri dengan dan melambaikan ibu jari dan jari lain pegangan tangan 12 bulan Minum dari Mencoret-coret Berbicara 3 kata Berjalan cangkir dengan baik 3 . III. Riwayat Imunisasi Imunisasi Jumlah Hepatitis B I. 4 bulan) Polio I. 6 bulan) BCG I (usia 1 bulan) DPT I. II. 8. II. 4. dan makan malam. II. 6 bulan) Campak I (usia 9 bulan) 9. Pasien masih tidur di dalam satu kamar bersama orang tuanya.

10.panjang : - Keadaan bayi . Riwayat Kehamilan dan Kelahiran Morbiditas Ibu pasien ketika hamil tidak kehamilan mengalami sakit yang berat KEHAMILAN Perawatan Ibu pasien rajin kontrol ke bidan tiap antenatal bulan kehamilan. Tempat kelahiran Tempat Praktek Bidan Penolong Bidan persalinan KELAHIRAN Cara persalinan Spontan Masa gestasi Cukup bulan .langsung menangis .kelainan (-) 4 .lingkar kepala: - .berat lahir : 3000 gram .

rambut berwarna hitam tidak mudah dicabut 5 .5C Status Gizi BB : 11 kg TB : 90 cm Gambar 1. Keadaan Umum : Baik 2. Vital sign Kesadaran : Compos Mentis GCS : 15 Frek. Nadi : 104 x/menit Frek Pernapasan : 30 x/menit Suhu : 36.C. Status Generalis: Kepala : Normocephal. Berat Badan Menurut Tinggi Badan Kesan : Berat Badan Sesuai 3. Pemeriksaan Fisik 1.

Mata : Conjunctiva tidak anemis. wheezing (-)  Jantung Inspeksi : iktus kordis tidak terlihat Palpasi : iktus kordis teraba di ICS V linea midklavikula sinistra Perkusi Batas jantung kanan : ICS IV linea sternalis dextra Batas jantung kiri : ICS V linea midklavikula sinistra Batas pinggang jantung : ICS III linea parasternalis sinistra Auskultasi : bunyi jantung I dan II normal. simetris. rhonki (-). peranjakan paru-hati (+) Auskultasi : vesikuler kanan dan kiri. Status neurologis: GCS : E4 M6 V5 = 15 6 . . airmata (+) Leher : Tidak teraba pembesaran KGB dan kelenjar tiroid Thoraks :  Paru-paru Inspeksi : Pergerakan dinding dada simetris kanan dan kiri Palpasi : fremitus taktil simetris kanan dan kiri Perkusi : sonor seluruh lapang paru. . tidak cekung. tidak terdapat murmur maupun gallop Abdomen : Datar. bising usus (+) meningkat. hepar dan lien tidak teraba. - 4. Turgor kembali cepat Ekstremitas : Tungkai Lengan Kanan Kiri Kanan Kiri Gerakan Bebas bebas Bebas Bebas Tonus Normal Normal Normal Normal Trofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi Edema . sklera tidak ikterik.

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan radiologi (Ro. Paru). dilakukan pada tanggal 02 Oktober 2012 Pemeriksaan mantoux test : (+). ukuran 3mm/3mm D. diperiksa pada tanggal 04 Oktober 2012 Kesan : Suspek Spesifik Proses 7 . Pupil di tengah bulat isokor.

Fungsi adaptasi (adaptation) kurang baik. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah 8 . Pasien tinggal bersama ayah dan ibu serta kedua saudara kandungnya. Fungsi pertumbuhan (growth) keluarga terbilang baik dimana tidak ada tekanan untuk menyuarakan pendapat. Identitas Kepala Keluarga : Ayah pasien Tn. Tubagus (2. Fungsi kemitraan (partnership) baik dimana setiap anggota keluarga selalu saling berkomunikasi aktif untuk mengambil suatu keputusan dan atau menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi oleh pasien dengan anggota keluarga yang lain. Fungsi kasih sayang (affection) keluarga ini cukup harmonis di mana hubungan suami dengan istri dan hubungan orang tua dengan anak-anaknya terjalin baik. yaitu kedua orang tuanya masih belum mengerti dan paham tentang pola makan. serta pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Rudianto berusia 39 tahun b. Bahasa yang digunakan oleh keluarga ini dalam keseharian menggunakan bahasa Indonesia. Identitas Pasangan : Ibu pasien Ny. Struktur Komposisi Keluarga Keluarga terdiri atas Tn.5 tahun) sebagai anak ketiga. Tabel 1. Reni (6 tahun) sebagai anak kedua. Profil Keluarga 1. dan An. serta selalu ada waktu berkumpul walau sekedar menonton TV bersama. Karakteristik Keluarga a. Memiliki 3 orang anak. Aryanto (8 tahun) sebagai anak pertama. Fungsi kebersamaan (resolve) terbilang cukup baik dimana terdapat kebersamaan dalam membagi waktu untuk bertukar pikiran sehingga membuat hubungan dalam keluarga ini begitu harmonis.BERKAS KELUARGA A. Yanti (34 tahun) sebagai istri. Ny. Pemahaman keluarga sebagai wahana persemaian nilai – nilai agama dan nilai – nilai luhur budaya bangsa tercermin dalam kehidupan sehari – hari setiap anggota keluarga memeluk satu agama yang sama yaitu agama Islam dan termasuk taat dalam menjalankan ibadah. Rudianto (39 tahun) sebagai kepala keluarga. An. An. Budaya dalam keluarga sangat kental dengan adat Jawa yang merupakan suku asal dari pihak suami. Yanti berusia 34 tahun c.

Jamban keluarga: ada Kesan : Penerangan listrik : 750 watt Kesehatan lingkungan tempat tinggal Ketersediaan air bersih: ada pasien kurang baik. - 5 An. Aryanto Anak L 8 th SD . Lingkungan Tempat Tinggal Status kepemilikan rumah : milik sendiri Daerah perumahan : padat Karakteristik rumah dan lingkungan Kesimpulan Luas rumah : 5x7 m Total penghuni di rumah tersebut Jumlah penghuni dalam satu rumah : 5 sebanyak 5 orang. - 4 An. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup a. Yanti Istri P 34th SD Ibu rumah - tangga 3 An. tempat bertingkat pembuangan sampah dan air bersih Lantai rumah dari : keramik tersedia serta kondisi lingkungan tempat Dinding rumah dari : Tembok tinggal pasien padat penduduk. Tempat pembuangan sampah: ada 9 . penerangan Bertingkat/ tidak bertingkat: Tidak cukup. Lingkungan tempat tinggal Tabel 2. . terdapat jamban keluarga. Reni Anak P 6 th SD . Ventilasi udara belum orang dioptimalkan dengan baik.Rudianto Kepala L 39 th SD Buruh Kepala Keluarga bangunan Keluarga 2 Ny.No Nama Kedudukan Gender Umur Pendidikan Pekerjaan Keterangan dalam Tambahan keluarga 1 Tn. - 2.5 th . Tubagus Anak L 2.

elektronik. 4) 2 buah kipas angin. Gambar 2. 3) 1 buah handphone. Kepemilikan barang-barang berharga : (Kendaraan. 6) Beberapa buah piring kaca dan gelas serta peralatan memasak dan makan lainnya.b. 5) 1 buah kompor gas. alat-alat rumah tangga) 1) 1 buah sepeda motor 2) 1 buah TV. Denah Rumah Keluarga 10 .

sehingga dapat ditempuh dengan angkutan umum. Buah 11 . Kualitas pelayanan Menurut keluarga Karenanya orang tua pasien kesehatan kualitas pelayanan datang kembali ke Puskesmas jika kesehatan yang sakit. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga a. Untuk biaya kesehatan cukup pengobatan diakui murah oleh terjangkau orang tua pasien dan pelayanan Puskesmas cukup memuaskan. Rudianto jarang mengonsumsi buah-buahan. b. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) Tabel 3. Sayur dimasak 2-3 kali dalam seminggu. sehingga pasien ke Tarif pelayanan Menurut keluarga Puskesmas dengan menggunakan kesehatan biaya pelayanan kendaraan umum. Karena jaminan pembayaran kesehatan gratis dengan KJS untuk anggota keluarga. Balita : KMS (+) c. Pelayanan Kesehatan Faktor Keterangan Kesimpulan Cara mencapai pusat Keluarga Letak Puskesmas Kecamatan pelayanan kesehatan menggunakan Senen yang berlokasi tidak kendaraan umum ke begitu jauh dengan tempat tinggal puskesmas pasien. tahu dan kadang sesekali dengan ikan atau ayam. serta tempatnya terjangkau dari rumah. Asuransi/Jaminan kesehatan : KJS (+) 4. didapat cukup memuaskan 5. Pola Konsumsi Makanan Keluarga a. Rudianto yang sakit. 3. tempe. Ny. Sayur yang sering dimasak antara lain sop sayur atau tumis. Keluarga Tn. maka berobat ke Puskesmas Kecamatan Senen. Jenis tempat berobat Jika ada salah satu anggota keluarga Tn. Kebiasaan Makanan Dalam kesehariannya pasien dan keluarganya makan sebanyak tiga kali sehari dengan menu nasi ditambah sayur. Yanti selaku ibu rumah tangga yang biasanya memasak serta menyediakan makanan tersebut.

jajanan yang dibelinya antara lain. makan siang dan makan malam. Pola makan keluarga ini tiga kali sehari. Karena belum sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna. setiap harinya An. b. chiki. Rudianto belum menerapkan pola gizi seimbang dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari. Food Recall An. Menerapkan pola gizi seimbang. Namun. Tubagus dalam 3 Hari HARI WAKTU MAKANAN Pagi Bubur ayam (1/2 piring) Jumat Siang Nasi + ikan goreng (1/2 piring) Malam Nasi + ikan goreng (1/2 piring) Pagi Bubur ayam (1/2 piring) Sabtu Siang Nasi + sayur sop (1/2 piring) Malam Nasi + sayur sop (1/2 piring) Pagi Nasi Uduk (1/2 piring) Siang Nasi + sayur bening (1/3 piring) + Minggu tempe + ayam goreng (1/2 porsi) Malam Nasi + sayur bening (1/3 piring) + tempe (1/2 porsi) 12 . biskuit dan beberapa jenis minuman es. Keluarga Tn. Hal ini dikarenakan pengetahuan yang kurang tentang makanan dengan gizi seimbang. terdiri dari sarapan pagi. misalnya jarang mengonsumsi sayur. buah dan susu. Tubagus mempunyai kebiasaan jajan sembarangan di warung dekat rumahnya. Tabel 4.yang dimakan biasanya pisang atau jeruk.

serta tidak menerapkan pada anak-anaknya kebiasaan mencuci tangan yang baik dan benar menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir serta mengeringkannya dengan lap bersih. Bentuk keluarga : Bentuk keluarga ini adalah keluarga inti (nuclear family). mereka mempunyai tiga orang anak bernama An. Yanti membiarkan pasien jajan sembarangan. 6. Yanti. An. Tahapan siklus keluarga: Tahapan siklus keluarga Tn. Pola Dukungan Keluarga a. Peran keluarga pada saat ini kurang memperhatikan keadaan kesehatan pasien. 2. Aryanto . Seluruh anggota keluarga ini tinggal dalam satu rumah. Keluarga ini biasanya berobat ke Puskesmas karena biaya pengobatannya gratis dan tempatnya tidak terlalu jauh dari rumah. Yanti adalah seorang istri. 13 . Dalam penatalaksanaan penyakit pasien sangat diperlukan peran serta yang aktif dari seluruh anggota keluarga terutama ibu pasien dalam merawat dan memperhatikan pasien terutama masalah makanan.Rudianto adalah sebagai kepala keluarga yang menikah dengan Ny. Tubagus. Aryanto. GENOGRAM 1. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga: Kurangnya pengetahuan orang tua pasien tentang penyakit yang diderita oleh pasien. Ny. b. dikarenakan tidak bervariasinya menu makanan setiap harinya. Tubagus. hal ini menjadikan pasien susah makan. Reni dan An. Reni dan An. An. Yanti termasuk ke dalam tahap keluarga dengan anak usia balita dimana Tn. Pola konsumsi keluarga Ny. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga: Orang tua pasien sadar akan penyakit yang diderita oleh anaknya sehingga tiap pasien sakit orangtuanya selalu memeriksakan anaknya ke Puskesmas. Ny. Yanti tidak baik. dan jarang mengkonsumsi buah- buahan. B. Keluarga terdiri dari Tn.Rudianto dan Ny. Rudianto sebagai kepala keluarga. tiga orang anak laki-laki bernama An.

Tubagus : Laki-Laki : Perempuan : Pasien :Hubungan Keluarga : Keturunan : Tinggal dalam satu rumah C. Djoko Ny. Aryanto An. Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga 1.-/bulan. Yanti An. Ibu pasien juga tidak tahu makanan apa saja yang harus diberikan untuk memenuhi gizi cukup karena anaknya sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Status ekonomi keluarga pasien adalah termasuk 14 . 3. Masalah dalam fungsi psikologis : Pasien adalah seorang balita yang berusia 2. Tn. Tini Tn. Family Map Tn. Sumarno Tn. Pasien belum mengerti akan penyakit yang dideritanya.5 tahun. Sedangkan Ibu pasien adalah seorang ibu rumah tangga dimana setiap hari mengurus rumah dan menjaga ketiga anaknya. Masalah dalam fungsi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan : Sumber penghasilan utama pada keluarga adalah terutama dari ayah pasien yang bekerja sebagai buruh bangunan sebesar kurang lebih Rp 1. Reni Keterangan An.000. Masalah dalam fungsi biologis : Saat ini pasien menderita penyakit TB Paru dan sudah menjalani pengobatan selama 5 bulan. Rizal Tn. Nining Ny. 3. Ayah pasien adalah seorang yang sibuk dalam pekerjaannya ini disebabkan guna memenuhi kebutuhan keluarga. 2. Wira Rudiant Marni o Ny. Ny.000.

dapat disimpulkan sebagai berikut : Diagnosis Kerja : Tuberkulosis Paru Diagnosis Banding :- 3. 4. Aspek klinik: (diagnosis kerja dan diagnosis banding) Berdasarkan hasil anamnesa. Sehari pasien bisa jajan dua sampai 3 kali. Aspek risiko internal: (faktor-faktor internal yang mempengaruhi masalah kesehatan pasien) Faktor Interna yang mempengaruhi masalah kesehatan An. menengah ke bawah. kekhawatiran) Ibu pasien datang ke Puskesmas karena khawatir dengan penyakit yang diderita oleh anaknya serta ingin melanjutkan pengobatan karena ibu pasien mempunyai harapan mendapatkan kesembuhan bagi anaknya. harapan. Kebersihan lingkungan di sekitar rumah kurang terjaga dengan baik. D. Tubagus adalah kebiasaan anak yang kurang sehat. 15 . dan pemeriksaan penunjang. Masalah lingkungan : Pasien tinggal di lingkungan rumah padat penduduk. seperti pasien malas untuk makan terutama makan sayur-sayuran dan lebih suka jajan sembarangan. 5. Kurangnya pengetahuan orang tua pasien tentang penyakit TB Paru dan penularannya. Aspek personal: (alasan kedatangan. Untuk sistem pencahayaan dan tergolong cukup akan tetapi sirkulasi udara dalam rumah belum memenuhi syarat ventilasi yang baik. 2. pemeriksaan fisik. Serta pasien tidak terbiasa mencuci tangan dengan baik dan benar menggunakan sabun dan air mengalir serta mengeringkan dengan lap bersih. Jarak antara rumah dan puskesmas yang dekat serta biaya yang gratis dengan adanya jaminan kesehatan yang dibuat oleh pemerintah menjadi salah satu faktor pendukung kedatangan pasien ke Puskesmas Kecamatan Senen. Diagnosis Holistik 1. Hal ini membuat belum dapat terpenuhinya kebutuhan keluarga secara maksimal. Masalah perilaku kesehatan : Dalam kesehariannya pasien sering membeli jajan sembarangan di warung dekat rumahnya. baik sebelum atau sesudah makan.

16 . Tn. mengakibatkan sulitnya pemenuhan kehidupan sehari-hari termasuk makanan gizi seimbang. Rudianto belum berobat. Saat dulu Tn. fisik maupun mental) Dengan kondisi fisik seperti ini pasien kurang dapat menjalankan aktivitas dan fungsi sosial dengan seharusnya sehingga aspek fungsional dinilai dengan score ECOG adalah grade 1. Tubagus. 4. Rudianto juga pernah didiagnosis TB Paru dan telah tuntas pengobatannya. An. keterbatasan ekonomi keluarga dan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit TB paru. Sedangkan faktor yang dapat mendukung kesembuhan pasien yaitu. Antara lain. 5. Aspek Psikososial Keluarga Dari sisi keluarga juga terdapat faktor-faktor yang dapat menghambat dan mendukung kesembuhannya. beliau juga sering melakukan kontak dengan anaknya. Status ekonomi keluarga yang termasuk ekonomi menengah ke bawah. Tubagus. adanya dukungan dan motivasi dari semua anggota keluarga baik secara moral dan materi untuk kesembuhan An. sehingga keseimbangan nutrisi anak tidak terpenuhi. Kondisi rumah yang kecil dan terdapat pada lingkungan perumahan yang padat juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan pasien dan keluarganya. Aspek fungsional: (tingkat kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari baik di dalam maupun di luar rumah.

- mengenai pasien Puskesmas pengobatan TB Aspek paru bulan keenam Klinik  Obat TB : 4RH . segar dan cahaya matahari dapat 17 . selalu terbuka dari memanfaatkan pagi sampai sore ventilasi yang ada di sehingga udara dalam rumah.- internal hidup sehat pada dan saat dan mengurangi keluarga dengan kunjungan ke jajan sembarangan.Isoniazid 1 x 110 mg pulv Aspek Mengajurkan untuk Keluarga Pada saat di Pasien mau makan Transportasi risiko menerapkan pola pasien puskesmas makanan bergizi Rp. menyampaikan bahwa sebanyak 2 TB paru merupakan kali penyakit yang dapat disembuhkan. Rp.  Menjelaskan dan Orang tua Saat pasien Kesembuhan Transportasi mengajarkan pasien dan berobat ke pasien.000. Rencana Penatalaksanaan Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil yang Biaya diharapkan Memberikan edukasi Orang tua Saat pasien Orang tua mengerti Transportasi pada orang tua pasien pasien berobat ke tentang penyakit Rp. olahraga. 5. 5. memakan makanan rumah dua Jendela rumah bergizi.- serta motivasi Puskesmas TB paru mulai dari terhadap pentingnya dan saat pengertian sampai Aspek ketekunan dan kunjungan ke dengan Personal ketaatan berobat. Rencana Penatalaksanaan Tabel 5. 5.000. serta rumah pasien pengobatan. dan kali.Rifampicin 1 x 220 mg pulv . E.000.

Memberi dukungan Orang tua Pada saat Keluarga memberi dan saran kepada pasien kunjungan ke perhatian dan pasien dan orang tua rumah dukungan lebih Aspek pasien agar selalu kepada pasien psiko- sabar. onal teman sebayanya dan aktif bermain di lingkungannya. Prognosis 1. F. Ad vitam : ad bonam 2. Memberi edukasi Pasien dan Pada saat Kondisi pasien pada orang tua untuk Keluarga kunjungan ke lebih sehat dan memberi dukungan rumah kuat serta tetap Aspek agar pasien tetap aktif sesuai fungsi- bersosialisasi dengan usianya. Ad sanasionam : ad bonam 3. tidak mudah sosial putus asa dan bosan keluarga dalam menjalani pengobatan. masuk. Ad fungsionam : dubia ad bonam 18 .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.