BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ada beberapa cara penelitian cepat yang dikembangkan WHO untuk menjawab
beberapa data yang perlu penjelasan ‘mengapa dan bagaimana’. RAP merupakan cara
pengkajian cepat yang sering digunakan dalam bidang kesehatan. Merupakan cara
penilaian yang digolongkan dalam penelitian kualitatif tetapi dalam perkembangannya
menjadi Rapid Assessment Prosedures yang luas dan menambahkan metode kuantitatif
dalam pentahapannya seperti Survai Cepat. Oleh sebab itu dalam penulisan ini dijelaskan
tentang RAP, pelaksanaannya disertai beberapa contoh dan beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam perkembangannya.

Informasi yang lengkap, akurat dan terkini dibutuhkan untuk perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan dan penilaian keberhasilan kegiatan atau program kesehatan.
Untuk informasi seperti ini, dapat diolah dari data laporan kegiatan atau program yang
rutin, laporan penelitian atau hasil survei seperti SUPAS, SUSENAS, SKRT, SDKI dan
Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar). Dinas Kesehatan misalnya, dapat memperoleh
informasi yang demikian dari data yang diolah dari laporan kegiatan atau program yang
rutin, baik tribulan maupun tahunan. Hanya saja, data seperti itu pada umumnya
mencerminkan banyak dalam arti jumlah, tetapi belum menjawab mengapa dan bagaimana
sehingga menggambarkan kondisi kabupaten/kota yang sebenarnya atau evidence based.

Untuk itu diperlukan suatu cara atau tehnik yang cepat, relatif murah tetapi tetap
memperhatikan kaidah-kaidah ilmiah untuk menjawab mengapa dan bagaimana dari data
yang ada. Beberapa cara tersebut adalah Rapid Assesment (RA), Rapid Survey (Survei
Cepat) dan Rapid Evaluation Method (REM) yang secara prinsip berbeda tetapi pada
dasarnya masing-masing dapat saling melengkapi.

Dalam uraian berikut ini diberikan penekanan tentang Rapid Assessment dan
pelaksanaannya dalam beberapa kajian dan penjelasan tentang Rapid Survey (Survei Cepat)
dan Rapid Evaluation Method (REM).

sumberdaya manusia dan metodologi yang digunakan. Tapi sebaiknya harus selesai dalam waktu 1 minggu 3. Prinsip Dasar 1. infrastuktur. BAB II PEMBAHASAN A. idealnya dalam jangka 1 minggu setelah suatu kejadian. Rapid Assesment Procedures (RAP) adalah cara penilaian cepat yang dikenalkan oleh Schrimshaw SCM & Hurtado (1992) untuk memperoleh informasi yang mendalam tentang hal apa saja yang melatar belakangi perilaku kesehatan masyarakat termasuk faktor sosial budaya dalam waktu yang relatif singkat. Harus dikerjakan oleh para ahli kesehatan masyarakat atau epidemiolog yang berpengalaman RAP merupakan salah satu bentuk penelitian kualitatif yang digunakan peneliti sosiolog. antropolog dan psikolog secara fenomenologi sejak tahun 1980. Untuk penyakit menular. sehingga Rapid Assessment Procedures diterjemahkan sebagai cara penilaian atau pengkajian yang cepat. keamanan. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Rapid Assessment harus dikerjakan secepatnya setelah suatu kejadian. Pengambilan sampel pada RAP dilakukan pada sejumlah kecil responden yang disebut informan. 2. Apabila diperlukan diikuti dengan studi yang lebih mendalam setelah RAP 4. Rapid artinya cepat dan Assessment berarti penilaian atau pengkajian sedangkan Procedures adalah cara. tergantung besarnya wilayah. waktunya bervariasi. banyaknya populasi resiko. Pengertian Menurut kamus bahasa Inggris. Teknik pengumpulan data yang umunya digunakan pada RAP adalah wawancara mendalam (Indepth Interview) yang dilakukan pada perorangan dan Focus Group Discusion . Oleh sebab itu hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasi pada populasi yang besar.

Memahami penyebab suatu kecenderungan. c. Dengan cara mengamati langsung interaksi antara masyarakat sasaran dengan produk pelayanan kesehatan. Memperkirakan dampak kejadian yang mengakibatkan keadaan darurat dan ancaman penyakit menular terhadap penduduk 2. membicarakan kebiasaan atau mendengar bahasa mereka tentang suatu masalah. Menerangkan. 3. Manfaat RAP umumnya: 1. Sebagai cara untuk memahami hasil penelitian lanjutan a. Menentukan jenis dan besar intervensi serta prioritas aktivitasnya 3. Merencanakan penerapan intervensi dan aktivitas 4. c. kemasan gambar atau bahasa. b. Mengidentifikasi siapa yang perlu menjadi responden. (FGD) pada sekelompok orang. Sebagai langkah awal pengembangan penelitian a. e. Mengkaji perilaku kesehatan yang relatif belum diketahui untuk dipelajari melalui penelitian lanjutan. c. . misal : media. Mengembangkan hipotesa tentang pemikiran dan proses pengambilan keputusan masyarakat sasaran tentang kebiasaan atau masalah kesehatan yang sedang diteliti. b. memperluas dan memperjelas data. Menjajagi penerimaan masyarakat sasaran terhadap gagasan baru atau pesan dalam bentuk visual ataupun verbal. Menjadi bahan informasi masyarakat internasional dan dasar pembuatan proposal guna mobilisasi dana dan sumberdaya manusia. Merinci informasi pokok yang diperlukan penelitian. kemudian melakukan pelatihan dan ujicoba. Membuat inform consent f. Menggambarkan faktor yang mempengaruhi perubahan sikap. C. Membantu penyusunan form pertanyaan dan urutannya. b. Sebagai alat untuk menggali gagasan a. Tujuan RAP 1. Mengidentifikasi masalah dan rumusannya. Informasi yang didapatkan dari penelitian ini berupa kata- kata yang di intepretasikan maknanya melalui Content Analysis. d. 2. B.

Tahap . Pendeskripsian berkaitan dengan hal apa yang disiapkan dan menjadi tanggung jawab baik oleh daerah penelitian dan oleh tim RAP sangat diperlukan sehingga ada pembagian tugas yang jelas. GR. 3. Menyusun rencana jadwal pelaksanaan termasuk pengumpulan data. Memilih dan memanfaatkan informan yang ada. dkk (1992) menekankan bahwa RAP merupakan complementary approach untuk memahami KAP dan metode penelitian lainnya.tahap pelaksanaan 1. maka Rapid Assessment menjadi pilihan metode untuk pengumpulan data. b. Rancangan studi disusun mulai dari latar belakang dengan penekanan pada ’mengapa dan bagaimana’. populasi dan sampel terpilih. penting untuk dilakukan c. b. Apa yang harus dipersiapkan di daerah penelitian. peran tim daerah dan apa yang jadi tanggung jawab tim assessment. Melakukan studi kepustakaan. menetapkan metode yang digunakan termasuk pemilihan instrumen untuk pengumpulan data. e. dan bukan pengganti metode-metode tersebut. Surat pemberitahuan pelaksanaan RAP sebagai persiapan di daerah penelitian. Panduan tehnis dalam pelaksanaan RAP diperlukan karena tim terdiri dari berbagai disiplin ilmu dan keahlian. Sebagai metode pengumpulan data Beberapa masalah mungkin sulit untuk dijelaskan dengan penelitian kuantitatif. Memilih daerah penelitian dengan memperhatikan kondisi geografis. D. Menyusun rancangan studi a. Penyusunan Tim RAP . manajemen dan analisis data. 4. 2. sebaiknya dideskripsikan dengan jelas d. e. waktu dan tenaga yang diperlukan pada kondisi yang seperti itu. Kesiapan Logistik a.. Gleason. Schrimshaw NS. d. kebutuhan biaya untuk itu. Mengurus ijin pelaksanaan penelitian sebagai salah satu bentuk etika penelitian. c.

sedang diadakan. komposisi dan kondisi kesehatan dan gizi daerah tersebut sebelum keadaan darurat  Pelayanan kesehatan dan program yang ada baik sebelum atau setelah keadaan darurat  Sumber daya yang ada. termasuk data sekunder  Karakteristik geografi dan lingkungan. infrastruktur. mengunjungi kampong pengungsian. permintaan dan sebagainya  Situasi keamanan 2) Observasi ( Pengamatan area )  Pengamatan lewat udara  Pengamatan selintas dengan mengelilingi area. Leadership ketua tim amat penting c. psikolog dan keahlian lain yang diperlukan b. Memilih orang yang tepat yaitu sesuai keahlian dalam metodologi dan substansi tertentu dan sesuai dengan tujuan serta kemampuan dalam kerja tim. yaitu : 1) Telaah informasi yang ada. d.  Besar masalah. persediaan makanan. Pelatihan dan ujicoba form pertanyaan oleh tim RAP Dalam melaksanakan RAP. transportasi dan sebagainya. keadaan umum penduduk dan sebagainya)  Sumber air minum dan penyalurannya  Pengamatan terhadap fasilitas dan manajemen pelayanan kesehatan setempat Sebaiknya dipetakan . limbah & vector breeding. antropolog. sosiolog. a. Umumnya terdiri dari ahli kesehatan masyarakat. lingkungan (wc. mampu dan bijaksana dan dapat melihat masalah serta mampu mengarahkan. Supervisor yang peka. biasanya digunakan beberapa tehnik pengumpulan data yang saling menunjang satu dengan yang lain.

3) Wawancara mendalam  Wawancara dilakukan kepada:  Tokoh resmi dan masyarakat desa  Kepala desa.B. karena pengambilan sample diibaratkan bola salju yang menggelinding.responden di RAP cenderung menggunakan non probability sampling karena pendekatannya kualitatif. 4) Diskusi kelompok 5) Fokus grup diskusi Pada perkembangannya. air. Disebut bola salju. penyakit menular lain.2006) 2) Personal kontak Murti. dalam pelaksanaan RAP kemudian ditambah dengan Rapid Survey (Survei Cepat) apabila ada hal-hal yang perlu dijelaskan dengan metode kuantitatif. 1) Snow Balling Tehnik ini khususnya bermanfaat ketika orang-orang yang diteliti memiliki jaringan yang baik tetapi sulit diakses secara langsung karena merupakan populasi yang ‘tersembunyi’. Disini dikenal istilah ‘key informan’ yaitu responden tertentu yang dipandang memiliki informasi yang banyak. strategis. mendalam tentang fenomena yang diteliti.B (2006) menyebutkannya sebagai Expert Sampling karena individu yang diwawancarai adalah mereka yang dianggap ‘pakar’ dalam bidang yang sedang diteliti. adat istiadat yang berhubungan dengan kesehatan.  Masyarakat yang terkena musibah Pertanyaan sekitar struktur organisasi masyarakat. camat dan tokoh pemerintahan lain  Petugas kesehatan termasuk dukun bayi dan dukun lainnya  Lembaga swadaya masyarakat.organisasi internasional terkait. Pakar disini tidak selalu adalah akademisi dan bergelar. (Murti. pola makanan. kebersihan dan pilihan pelayanan kesehatan. . dan sebagainya.

c) Gagal merangkum dan mengkonseptualisasikan temuan diskusi. 6) Mengidentifikasi perbedaan dan kelainan dalam tiap bahasan 7) Membuat rangkuman temuan atau pola 8) Mengutip ungkapan lisan yang menggambarkan tiap sudut pandang. dapat mendeskripsikan pengalam dan proses dengan lebih terinci (Murti. 3) Mengelompokkan temuan penelitian berdasarkan wilayah bahasan 4) Mengidentifikasi suatu istilah atau kata atau pernyataan yang tetap muncul dalam tiap bahasan 5) Mempertegas dan memperjelas istilah atau kata atau pernyataan yang tetap muncul berdasarkan temuan lain dalam FGD. d) Generalisasi hasil RAP. Dalam analisis RAP bisa terjadi kesalahan yaitu : a) Mengkuantifikasi hasil b) Menerima tanggapan responden seperti apa yang diucapkan. Tehnik ini digunakan untuk memperoleh sample minimal dengan homogenitas maksimal sehingga peneliti dapat lebih memusatkan perhatian pada proses tertentu.3) Pendekatan pada organisasi.2006) Langkah-langkah dalam analisis data RAP 2) Mendengar ulang kaset rekaman dan atau membaca ulang transkip tiap diskusi atau wawancara. tanpa melakukan pengkajian maksud sebenarnya yang ada dibalik ucapan tersebut. lembaga dll.B. .

sumber air bersih.S yang menuliskan pengalamannya dalam pelaksanaan analisis data suatu survey di Darfur. Hasil RAP mengejutkan karena hanya 1% dengan LILA < 110 mm.5% antara 126-135 mm. Tetapi data yang dipaparkan disanggah donor dengan temuan LSM lain yang menggunakan RAP. Sehingga hasil RAP yang didesiminasikan sudah di’filter’ dan akan berarti untuk implikasi kebijakan lebih lanjut tentang materi yang sedang dikaji. Pelajaran yang dapat diperoleh dari sini adalah bahwa RAP dan 'convenience samples' merupakan elemen penting dalam pengkajian suatu keadaan darurat. Data dikumpulkan pada early warning system dari masa kelaparan akibat gagal panen.” . "Data survey berasal dari 5 survey nutrisi yang dikombinasi dengan keamanan pangan dan ekonomi. mengunjungi institusi kesehatan. melakukan diskusi dengan keluarga- keluarga dan melakukan skrining pada anak balita menggunakan LILA dengan menggunakan 'convenience samples' dari kelompok yang diduga berisiko menjadi malnutrisi. LSM ini menggunakan 21 hari dengan mengunjungi 27 lokasi dan bertemu dengan tokoh lokal. Kembali ke London. Tim LSM ini tidak memberikan gambaran yang ada di daerah penelitian dan langsung memfokuskan sebagai daerah yang diduga dapat menjadi kelaparan dan malnutrisi. Walau demikian pemahaman tentang statistik dan materi yang dikaji perlu dimiliki oleh tim RAP. diharapkan donor akan mendukung proposal yang diajukan. suatu hasil yang jauh berbeda dengan hasil analisis data dari 5 survey nutrisi yang dilakukan Collins. 5% antara 110-125mm dan 12. Hanya saja bahwa pada kondisi demikian memerlukan banyak cara pengkajian dan banyak sumber informasi dan mendiskusikan hasil RAP dengan tim ketika masih berada di daerah penelitian sangat penting. Sudan antara 28 April – 31 Mei 2001 didanai Safe the Children UK. Dengan pemaparan data yang komplit. Collins. RAP yang baik adalah yang mampu mengakses secara luas informasi di daerah yang diteliti. Hasil analisis menunjukkan 24% global malnutrisi dan 6 bulan kedepan ada tanda-tanda gagal panen. hasil analisis ini dipresentasikan didepan donor dengan pengajuan proposal untuk intervensi bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang diperlukan.