PRO PO SAL SK RIPSI

KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN
LEMPAR LEMBING SISWA DI SMP N 01 PASAMAN BARAT

Oleh
REDO RISKI TRI ANDIKHA

NIM : 14086133

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
TAHUN 2017
DAFTAR ISI
HALAMAN
HALAMAN JUDUL ................................................................................. i
HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................. ii
DAFTAR ISI ……………...…………………………………………….... iii
BAB I PENDAHULUN
A. Latar Belakang Masalah……………………………..……..………… ... 1
B. Identifikasi Masalah…………………………………………………… . 6
C. Pembatasan masalah ......... ……………………………………………… 7
D. Perumusan masalah ....................................................................................... 7
E. Tujuan penelitian ........................................................................................... 7
F. Manfaat Penelitian ........................................................................................ 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKAAN
A. Kajian Teori……………………………………………………………. 9
1. Hakikat Lempar Lembing ............................................................... 9
2. Hakikat Kemapuan Motorik ……………………………….…. 16
B. Kerangka Konseptual..................................................................................... 19
C. Hipotesis Penelitian........................................................................................ 20
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ............................................................................................. 21
B. Tempat dan Waktu Penelitian ....................................................................... 21
C. Populasi dan Sampel ..................................................................................... 21
D. Teknik Pengumpul Data ............................................................................... 24
E. Teknik Analisa Data..................................................................................... 24
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dunia pendidikan memiliki peran sentral dalam mempersiapkan sumber daya

manusia (SDM), individu dan masyarakat. Melalui pendidikan perserta didik

diupayakan agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Dalam UU.No. 20 tahun

2003 tetntang Sistem Pendidikan Nasional (UU-SPN) pada pasal 1 ayat 1 dinyatakan

bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan susana belajar

dalan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi

dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kpribadian,

kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat

bangsa dan Negara

Lebih lanjut pada pasal 3 bab II disebutkan bahwa, fingsi dan tujuan pendidikan

nasional adalah berfungsi mengembangkan prestasi dan membentuk watak serta

peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa

bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang

beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, beraklak mulia, sehat, berilmu,

cakap, kreatif, mandiri, dan mejadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung

jawab.

Dalam UU RI No. 3 Tahun 2005 tentang SKN pada Bab III pasal 25 ayat 3

dan 4, dijelaskan bahwa pembinaan dan pengembangan olahraga pendidikan pada

semua jenjang pendiddikan memberikan kebebasan pada perserta didik untuk

melakukan kegiatan olahraga sesuai dengan minat dan bakat. Pembinaan dan olahraga
pendidikan dilaksanakan dengan memperhatikan potensi, prestasi, minat dan bakat

peserta didik secara menyeluruh, baik melalui intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Memperhatikan beberapa landasan yang telah dideskripsikan di atas, maka

dapat diasumsikan bahwa pendidikan adalah merupakan suatu upaya untuk

mengembangkan segala potensi seseorang agar dapat mensejahterakan umat manusia.

Tugas utama pendidik adalah memfasilitasi perkembangan yang menyeluruh dari

kesemua aspek potensi anak. Pendidikan harus menjamin seseorang atau perserta didik

siap mengambil peran dalam masyarakat, mampu berkompetisi secara global, hidup

dalam keadaan sehat dan produktif. Untuk memungkinkan perkembangan potensi

secara optimal diperlukan adanya pembinaan yang menyeluruh (komprehensif) dan

seimbang antara aspek fisik motorik, intelegensi, emosi dan sosial. Mengabaikan

pandangan terhadap aksi-aksi motorik sebagai bagian dari prilaku manusia berarti

mengabaikan keberadaan manusia sebagai totalitas sistem bio-psiko-sosio cultural

(Kiram,1995).

Cabang olahraga atletik adalah ibu dari sebagian besar cabang olahraga

(mother of sport), dimana gerakan-gerakan yang ada dalam atletik seperti: jalan, lari,

lompat dan lempar dimiliki oleh sebagian besar cabang olahraga, sehingga tak heran

jika pemerintah mengkategorikan cabang olahraga atletik sebagai salah satu mata

pelajaran pendidikan jasmani yang wajib diberikan kepada siswa, mulai dari tingkat

sekolah dasar sampai tingkat sekolah lanjutan menengah atas, sesuai dengan SK

Mendikbud No. 0413/U/87.

Sehubungan dengan hal di atas, pemerintah telah melakukan berbagai upaya

dan kebijakan untuk memajukan dunia pendidikan. Khususnya pendidikan jasmani dan
olahraga di sekolah. Tujuan pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga, pada

prinsipnya memang penekanannya tidak terfokus pada pencapaian prestasi olahraga

secara langsung, namun pendidikan jasmani dan olahraga juga harus memberi peluang

munculnya bibit-bibit olahragawan yang diharapkan berprestasi dimasa yang akan

datang (Depdiknas, 2009). Untuk itu, keterampilan gerak dalam nomor atletik yang

merupakan basis untuk dapat melakukan keterampilan olahraga selanjutnya, hendaknya

harus menjadi fokus dalam pembelajaran dan diarahkan sesuai dengan potensi olahraga

yang dimiliki siswa. Karena secara implisit kita tidak bisa melepaskan diri dari visi dan

misi pembangunan olahraga nasional, yang di antaranya adalah pencapaian prestasi.

Mencermati tindakan dan kebijakan yang telah dilakukan dalam rangka

meningkatkan mutu pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga dimaksud di atas,

idealnya tentu akan membuahkan hasil yang sangat memuaskan sekaligus memberikan

kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan dan pengembangan potensi siswa

secara individual. Para siswa berbakat atau yang memiliki potensi olahraga prestasi

akan semakin bermunculan. Implikasinya, secara makro isu keterpurukkan bangsa

Indonesia yang dialami selama ini di kancah kompetisi dunia olahraga prestasi, akan

semakin terjawab.

Namun sepanjang pengalaman dan pengamatan secara langsung terhadap

pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga di sekolah-sekolah,

nampaknya belum terealisasi secara signifikan. Maksudnya, belum menunjukkan hasil

sesuai dengan tuntutan pasar yang semakin kompetitif. Hal ini diprediksi berdasarkan

realita yang terjadi di lapangan, dimana sebagian besar masyarakat masih terkesan

memandang pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga, hanya sekedar pengisi
waktu senggang belaka atau dipandang sebagai pelengkap penderita saja di sekolah.

Artinya, dianggap kurang berkontribusi dan tidak begitu penting dibanding dengan

mata pelajaran lainnya. Apalagi sering dikepinggirkan menjelang ujian dan tidak

diikutsertakan dalam penentuan kelulusan anak sebagai materi pokok bersamaan

dengan mata pelajaran lainnya dalam ujian akhir nasional (UAN).

Fenomena yang ditemui di lapangan, pada saat siswa SMP N 01 Pasaman

Barat dalam kegiatan belajar mengajar atletik khususnya nomor lempar lembing.

Sebahagian besar siswa terlihat banyak menemui kesulitan dan gagal dalam melakukan

lemparan tersebut. Hal ini terlihat terutama sekali pada saat mereka menyelesaikan

lemparan. Urutan lemparan yang ditampilkan terlihat rata-rata kurang sempurna,

sehingga mengakibatkan lemparan mereka jelek dan tidak terarah.

Untuk mendapatkan prestasi lemparan yang maksimal, para pelempar atau

siswa harus memiliki kemampuan motorik yang cocok, menguasai teknik lempar

secara baik, serta mengetahui pengaruh kondisi lingkungan. Seorang pelempar lembing

harus cepat, bertenaga, lincah, mempunyai koordinasi yang baik dan fleksibel (Jarver,

1985:93). Dengan demikian, untuk dapat mempraktekkan keterampilan melempar

lembing, seorang siswa harus memiliki kemampuan motorik yang cocok.

Berdasarkan fenomena di atas, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi suatu

kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang terjadi di lapangan, yaitu

banyaknya siswa yang gagal dalam melakukan lempar lembing, maka perlu kiranya

untuk ditelusuri kembali dan dikaji secara mendalam bagaimana kontribusi daya ledak

otot lengan yang dimiliki siswa tersebut terhadap kemampuan lempar lembingnya.

Sebab kalau dibiarkan kenyataan ini terjadi berlajut, kecendrungan nomor lempar
lembing akan kurang memasyarakat. Hasil kajian ini nantinya diharapakan dapat

memberikan informasi untuk mengantisipasi permasalahan tersebut demi perbaikan

dimasa yang akan datang, sekaligus akan dapat mengangkat citra siswa pada umumnya

di SMP N 01 Pasaman Barat khususnya.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan permasalahan yang telah dideskripsikan dalam latar belakang

masalah, yaitu berkaitan dengan kemampuan lempar lembing siswa di SMP N 01

Pasaman Barat, maka dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Kemampuan motorik siswa

2. Penguasaan teknik lempar lembing

3. Pengaruh lingkungan

4. Strategi pembelajaran yang diterapkan

5. Daya ledak otot lengan

6. Prestasi lempar lembing

7. Kemampuan Lempar lembing

8. Daya ledak otot tungkai, dan

9. Mental siswa

C. Pembatasan Masalah

Mencermati banyaknya masalah yang muncul, menurut hemat penulis hal ini

tidak mungkin untuk diteliti dalam waktu yang relatif singkat. Maka pada kesempatan

ini penelitian dibatasi hanya dalam 2 variabel yaitu; (1) kemampuan lempar lembing

sebagai variabel terikat, (2) Daya ledak otot lengan sebagai variabel bebas. Lengkapnya
dengan judul, “Kontribusi daya ledak otot lengan terhadap kemampuan lempar

lembing siswa di SMP N 01 Pasaman Barat”.

D. Perumusan Masalah

Untuk lebih terfokusnya permasalahan yang akan diteliti, maka masalah

tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut: “Seberapa besar kontribusi daya ledak otot

lengan terhadap kemampuan lempar lembing siswa di SMP N 01 Pasaman Barat?”

E. Kegunaan Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini dapat berguna bagi:

Para Guru Pendidikan Jasmani dan olahraga di SMP N 01 Pasaman Barat.

1. khususnya, sebagai bahan masukan dalam rangka meningkatkan kemampuan

lempar lembing siswa melalui pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga.

2. Depdiknas, sebagai bahan masukan dalam rangka membuat kebijakan atau

meluncurkan paradigma-paradigma baru pembelajaran, agar mutu

pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga khususnya di sekolah-sekolah

lebih berdaya saing dan dapat menembus pasar global yang semakin kompleks

ke depan.

3. Peneliti berikutnya, sebagai referensi dan bahan acuan untuk mempertajam

hasil penelitian yang relevan.

4. Perpustakaan, sebagai bahan bacaan dalam rangka menambah khasanah ilmu,

khususnya dalam pemahaman tentang pendidikan jasamani dan olahraga,

sekaligus mempublikasikannya pada masyarakat luas.

5. Penulis, sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar Sarjana di

Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang
BAB II

KAJIAN KERANGKA TEORITIK, KERANGKA BERPIKIR DAN

PENGAJUAN HIPOTESIS

A. Deskripsi Teoritik

1. Hakikat Lempar Lembing

Lempar lembing adalah salah satu nomor lempar dalam atletik yang

menguji keandalan atlet dalam melemparkan objek berbentuk lembing sejauh

mungkin. Pada zaman Yunani kuno,nomor ini mulanya adalah kegiatan untuk

melatih ketangkasan berperang, khususnya keterampilan melemparkan lembing.

Lambat laun, kegiatan ini berkembang menjadi salah satu olahraga yang

diperlombakan dalam Olimpiade kuno.

Kejuaraan nomor lempar ini umumnya diselenggarakan pada lapangan

terbuka. Dalam perlombaan atletik modern, atlet diberi kesempatan melempar

lembingnya sebanyak tiga kali. Delapan pelempar terbaik akan diberi kesempatan

melempar lembing sebanyak tiga kali lagi. Nilai tertinggi diberikan kepada

pelempar yang berhasil mencetak lemparan terjauh tanpa melanggar aturan yang

telah ditentukan.

Alat yang dipergunakan adalah berupa sebuah lembing dengan panjang

minimal lembing dalam perlombaan lempar lembing laki-laki adalah 260 cm dan

panjang maksimal adalah 270 cm, dengan berat minimal 800 gr. Adapun dalam

pertandingan lempar lembing perempuan, panjang minimal lembing adalah 220

cm dan panjang maksimal 270 cm, dengan berat sekitar 600 gr. Panjang pegangan
lembing, baik untuk laki-laki maupun perempuan, sekitar 15 cm. Diameter

lembing adalah 2,5 cm hingga 3 cm. Agar tidak terlalu runcing dan membahayakan,

maka sudut keruncingan ujung lembing dibatasi, yaitu maksimal 40 o. Sebab, pada

saat dilemparkan, kecepatan lembing dapat mencapai 113 km/jam.

Lembing dipegang dengan posisi lengan lurus dan rileks. Lembing dapat

dipegang dengan tiga cara seperti yang terlihat dalam gambar 2.1b. Namun

demikian tidak ada satupun dari cara tersebut yang lebih baik dari yang lain.

Seorang pelempar lembing harus memilih salah satu jenis pegangan yang cocok

dan paling pas. Secara terperinci, ukuran dan cara pegangan lembing adalah

sebagai berikut.

Gambar

Gambar 1b. Cara Pegangan Lembing
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian korelasional, yaitu untuk

melihat korelasi sekaligus kontribusi daya ledak otot lengan terhadap kemampuan

lempar lembing siswa di SMPN 2 Muara Labuh Solok Selatan. Dalam artian,

tidak memberi perlakuan terhadap variabel yang ada, baik variabel bebas maupun

variabel terikat.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan di SMPN 2 Muara Labuh Solok Selatan

pada semester genap tahun akademik 2011/2012 (Januari-Juni 2012) atau setelah

proposal ini disetujui..

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang terlibat

aktif dalam mengikuti kegiatan latihan pengembangan diri atau ekstrakurikuler

khususnya cabang atletik di SMPN 2 Muara Labuh Solok Selatan dengan jumlah

28 siswa. Sedangkan sebagai populasi terjangkau, hanya diambil siswa putera saja

yang terlibat latihan secara aktif khususnya nomor lempar lembing, sebanyak 18

siswa. Dengan alasan, data yang dikumpulkan agar lebih akurat.
2. Sampel

Mengingat relatif kecilnya jumlah siswa yang terlibat aktif dalam

mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atletik pada nomor lempar lembing, maka

semua anggota populasi dilibatkan dalam penelitian ini, yaitu dengan teknik

pengambilan sampel total sampling.. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel

3.1 di bawah ini:

Tabel 3.1 : Distribusi Populasi dan Sampel Siswa Kelas VIII

Putera SMPN 2 Muara Labuh Solok Selatan

No. Siswa Populasi Sampel (Siswa

yg.mengikuti putera

latihan yang aktif)

1 VII.1 5 2

2 VII.2 7 6

3 VIII.1 4 2

4 VIII.2 6 5

5 VIII.3 6 3

Jumlah 28 18
D. Instrument Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbentuk tes,yaitu

Push ups untuk mengukur daya ledak otot lengan. Prosedur untuk mengukur

kekuatan otot lengan adalah sebagai berikut:

a. Teste menelungkup.

b. Kedua telapak tangan bertumpu dilantai samping dada dan jari-jari tangan

kedepan.

c. Kedua telapak kaki berdekatan.

d. Saat sikap telungkup, hanya dada menyentuh tanah, sedangkan paha tungkai

atas dan kepala terangkat.

e. Dan sikap telungkup, angkat tubuh dengan meluruskan kedua lengan,

kemudian turunkan lagi tubuh dengan meluruskn kedua lengan, kemudian

turunkan lagi tubuh dengan membengkokkan kedua lengan sehingga dada

menyentuh tanah lagi.

f. Setiap kali mengangkat dan menurunkan tubuh, kepala, punggung, dan tungkai

tetp lurus.

g. Setiap kali tubuh terangkat, dihitung sekali.

h. Pelaksanaan telungkup angkat tubuh dilakukan sebanya kmungkin selama 1

menit.

i. Pelaksanaan dikatakan betul, bila saat tubuh terangkat, kedua lengan lurus,

kepala, punggung, dan tungkai lurus.
Norma Tes Kekuatan Otot Lengan Putra

No Norma Prestasi (detik)

1 Baik sekali >70

2 Baik 54-69

3 Sedang 38-53

4 Kurang 22-37

5 Kurang sekali < 20

Kemampuan lempar lembing diukur dengan menggunakan tes lempar lembing

menurut PASI.

E. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, maka tes yang dilakukan yaitu

tes push Ups untuk mengukur kekuatan otot lengan dan tes kemampuan lempar

lembing menurut PASI untuk mengukur kemampuan lempar lembing.

F. Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi secara

sederhana dengan Product Moment, formula:

NΣXY – (X)(Y)
rxy =
(NΣX2 –( ΣX)2 (NΣY2 –( ΣY)2

(Sudjana, 1992 : 25).

Keterangan : rxy = Koofesien korelasi ∑ = Sigma

N= Jumlah total X = Kekuatan otot lengan
DAFTAR PUSTAKA

Yusuf Adisasmita. 1997. Strategi Intruksional Pendidikan Jasmani dan Olahraga.
Jakarta: PPs IKIP Jakarta..

Ary, Donald, Lucy Cheser Jacobs dan Asghar Razavieh. 1985. Introduction to
research in education, New York: Holt Rinehart and Wiston.

Bompa. Tudor. D. 1980. Theory and Methodology of Training, The Key to Anthletic
Performance (2nd ed) Dubuque, lowa kendall /Hunt Publishing Company.

Bucher, Charles A. 1964. Foundation of physical Education.St. Louis: The CV. Mosby
Company.

Ballesteros, Jose Manuel. 1984. A Basic Coaching Manual. London.International
Amateur Athaletic Federation.

Drowatzky, Jhon M. 1970. Motor leaming, principles and practices, Minnesota:
Burgess Publishing Company.1981`

E.Haag.U.Jonath.R.Krempel. 1988. Atletik dan Lomba Ganda. Jakarta. Pt Rosda Jaya.

Goldberger & Gerney P. 1981. The effects of three style of teaching on the psychomotor
performance and social skill development of fifth grade children”.Research
quarterly for exercise and sport 53 (2). pp. 121-124, AAHPERD: Jan
Brockholff.

Gunarsa, Singgih D. 1988. Psikiologi Perkembangan, cetakan kelirna, Jakarta. Ditjen
Dikti Depdikbud.
Ali Husein. 1985. Perkembangan dan proses belajar motorik. Jakarta. Proyek
Peningkatan Pengembangan Perguruan Tinggi.

Javelin, Throw. 2006. Meaning Informationm, definition http:II explanation
quide.info/meaning/Javelin-throw,html

Jensen,Clayne. R & Fisher G.A. 1979. Scientific basis of athletic
conditioning.Philadelphia: Lea and Febiger.

Rusli Lutan. 1988. Belajar Keterampilan Motorik. Pengantar Teori dan Metode.
Jakarta.Ditjen Dikti Depdikbud.
.
Robert. N. 1984. Teaching Physical Education A Syistem Aporoach. Boston, Houghton
Miffin.