LAPORAN PENDAHULUAN

I. DEFINISI
Mastoiditis adalah segala proses peradangan pada sel- sel mastoid yang terletak
pada tulang temporal. Biasanya timbul pada anak-anak atau orang dewasa yang
sebelumnya telah menderita infeksi akut pada telinga tengah.

Infeksi akut dan kronik yang mengenai mukosa dan sel – sel mastoid, yang
merupakan kelanjutan dari proses Otitis media akut supuratif yang tidak
teratasi. Mastoiditis merupakan keradangan kronik yang mengenai rongga
mastoid dan komplikasi dari Otitis Media Kronis. Lapisan epitel dari telinga
tengah adalah sambungan dari lapisan epitel sel-sel mastoid udara (mastoid air
cells) yang melekat ditulang temporal. Mastoiditis adalah penyakit sekunder
dari otitis media yang tidak dirawat atau perawatannya tidak adekuat.

Mastoiditis merupakan peradangan tulang mastoid, biasanya berasal dari kavum
timpani.Perluasan infeksi telinga bagian tengah yang berulang ulang dapat
menyebabkan timbulnya perubahan pada mastoid berupa penebalan mukosa
dan terkumpulnya eksudat. Lama kelamaan terjadi peradangan tulang (osteitis)
dan pengumpulan eksudat/nanah yang makin banyak,yang akhirnya mencari
jalan keluar. Daerah yang lemah biasanya terletak di belakang telinga,
menyebabkan abses superiosteum.

Masteidoktomi adalah tindakan membuka kortek mastoid dari arah permukaan
luarnya, membuang jaringan patologis seperti pembusukan tulang atau jaringan
lunak, menemukan antrum dan membuka aditus ad-antrum bila tersumbat.
Masteidoktomi simple yang lengkap harus membuang seluruh sel-sel mastoid
termasuk yang di sudut sino-dura, sel mastoid di tegmen mastoid, dan sampai
seluruh sel-sel mastoid di mastoid tip. Pada mastoidektomi simple untuk
OMSK, jarang sekali dibutuhkan mastoidektomi simple lengkap, cukup hanya
membuang jaringan patologik dan membuka aditus ad antrum bila tersumbat,
sedangkan sel pneumatisasi mastoid yang masih utuh tidak perlu dibuang.
Dibedakan menjadi :
1.1 Operasi pada jaringan lunak
Operasi pada jaringan lunak tergantung pendekatan yang akan dipakai,
apakah enaural atau retroartikuler.

pembersihan seluruh sel . segitiga Mc. Fosa Indikus Fosa indikus paling mudah dicapai dengan mengebor bagian tulang prosesus zigomatikus yang menutupi antrum.1. Mastoidektomi radikal yang klasik adalah tindakan membuang seluruh sel-sel mastoid di rongga mastoid. maka di sebelah dalam segitiga imajiner Mc. open method tympanoplasty) adalah modifikasi dari mastoidektomi radilkal.2 Mastoidektomi Radikal dan Timpanoplasti dinding runtuh Timpanoplasti dinding runtuh (canal wall down tympanoplasty. meruntuhkan dinding belakang liang telinga.1 Operasi pada bagian tulang Mastoidektomi simple adalah tindakan membuang seluruh sel-sel mastoid dengan tetap memperetahankan keutuhan tulang dinding belakang liang telinga. Dengan melanjutkan pengeboran langsung di belakang liang telinga dengan menjaga dinding liang telinga tetap utuh tetapi tipis. 1. juga dengan melakukan pengeboran di rongga mastoid bertepatan dengan tegmen mastoid.Ewen akan ditemukan antrum mastoid.  Mastoidektomi Superfisial Patokan pada tahap ini adalah dinding belakang liang telinga.  Mastoidektomi dalam Antrum Mastoid : Antrum mastoid adalah ruang di rongga mastoid yang harus dituju pada setiap mastoidektomi karena ruangan ini berhubungan langsung dengan aditus ad antrum yang menghubungkan rongga mastoid dengan kavum timpani. Sebelum pengeboran.pada tahap ini mata bor yang dipakai adalah mata bor yang paling besar. 1. permukaan tulang diirigasi lebih dahulu agar serbuk tulang tidak bertebangan. Irigasi juga berguna untuk meredam panas yang ditimbulkan gesekan mata bor dengan tulang. modified radical mastoidectomy. Aditus ad Antrum Aditus ad antrum dapat ditemukan dengan menyusuri bagian anterior-superior pertemuan dinding belakang liang telinga dengan tegmen mastoid.Ewen. spina Henle. linea temporalis. prosesus mastoid.

Tetapi harus juga sesuai dengan hasil test kultur dan hasil resistensi. dan pemberian antibiotik secara IV dan per oral dalam dosis besar. Maksud tindakan ini adalah untuk membuang seluruh jaringan patologis dan meninggalkan kavitas operasi yang kering. Seluruh jaringan yang terinfeksi harus dibuang sehingga infeksi tidak menyebar ke bagian yang lain. . muara tuba eustachius ditutup dengan tandur jaringan lunak. Beberapa komplikasi dapat timbul bila bahan yang terinfeksi belum dibuang semuanya atau ketika ada kontaminasi dari struktu/bagian lain diluar mastoid dan telinga te-ngah. Komplikasi mastoiditis meliputi kerusakan di abducens dan syaraf-syaraf kranial wajah (syaraf-syaraf kranial VI dan VII). Mukosa kavum timpani juga dibuang seluruhnya.1 Terapi Harus segera dilakukan.temporalis. Mukosa sel-sel mastoid atau kavum timpani yang tertinggal akan meninggalkan kavitas operasi yang basah yang rentan terhadap peradangan. II. maka diusahakan pembersihan total sel-sel mastoid. menurunnya kemampuan klien untuk melihat ke arah sam-ping/lateral (syaraf kranial VI) dan menyebabkan mulut mencong. bahkan dibersihkan agar terbuka bila tertutup jaringan patologis. yaitu pembersihan total sel-sel mastoid di sudut sino-dura. PENATALAKSANAAN/JENIS-JENIS TINDAKAN 2. Mastoidektomy radikal/total yang sederhana atau yang dimodifikasi dengan tympanoplasty dilaksanakan untuk memu-lihkan ossicles dan membran timpani sebagai suatu usaha untuk memulihkan pendengaran.temporalis baik berupa tandur (free fascia graft) ataupun sebagai jabir fasia m. Kemudian kavitas operasi ditutup dengan fasila m. Dilakukan juga rekonstruksi tulang-tulang pendengaran. mastoid yang mempunyai drainage ke kavum timpani. Bedanya adalah mukosa kavum timpani dan sisa tulang-tulang pendengaran dipertahankan setelah proses patologis dibersihkan sebersih-bersihnya. 2. seperti pada mastoidektomi radikal. Tuba eustachius tetap dipertahankan. Pada timpanoplasti dinding runtuh.influenza. di daerah segitiga Trautman. H . karena organisme penyebabnya mungkin Streptococcus β-hemoliticus atau Pneumococcus.2 Pembedahan Tindakan pembedahan untuk membuang jaringan yang terinfeksi diperlukan jika tidak ada respon terhadap pengobatan antibiotik selama beberapa hari.

harus dikirim untuk budaya untuk kedua bakteri aerobik dan anaerobic. .2 CT Scan dan MRI Yang sensitif dari CT di mastoiditis akut adalah 87-100%. Komplikasi-komplikasi lain meliputi vertigo. Bukti yang digambarkan oleh mastoiditis Tampilan kekaburan atau kerusakan yang mastoid garis besar dan penurunan atau hilangnya ketajaman dari sel udara mastoid bertulang septa. yang technetium-99 bone scan adalah membantu dalam mendeteksi osteolytic perubahan. dan asam cepat staining. Segera CT scan intracranial kapanpun diperlukan adalah perpanjangan atau komplikasi yang dicurigai. abses otak. otitis media purulen yang kronis dan luka infeksi.Jika selaput anak telinga yang sudah berlubang.1 Laboratorium Spesimen dari sel mastoid diperoleh selama operasi dan myringotomy cairan. meningitis. seolah-olah ke samping (syaraf kranial VII). dan contoh yang segar drainase cairan diambil 3. bila diperoleh. Gram staining. Anda mungkin terlalu sensitif karena setiap AOM memiliki komponen radang mastoid. III. Dalam kasus di mana CT scan menunjukkan kesuraman dari udara sel. PEMERIKSAAN PENUNJANG 3. kanal eksternal dapat dibersihkan.

anesthesi Pembedahan takut. PATHWAY KEPERAWATAN (YANG BERHUBUNGAN DENGAN KASUS TINDAKAN) Mastoidectomy Pre Op Intra Op Post Op Gelisah. dll insisi Terputusnya kontinuitas jaringan pembuluh darah Adanya luka insisi <terpapar: Penurunan <informasi kesadaran Resiko Kurang Penurunan perdarahan pengetahuan otot-otot Perubahan pernafasan ketajaman penglihatan Perdarahan tak terkontrol Terputusnya Kopingin Penurunan kontinuitas idividu tidak refleksi batuk jaringan syaraf efektif Syokhipovole Resiko mik cidera Akumulasi Nyeri sekret ansietas Penurunan HB ansietas Bersihan jalan nafas tidak efektif Penurunan suplai O2 sianosis G3 Perfusi jaringan . khawatir.IV.

GAMBAR .V.

Penurunan ansietas R: meminimalkan kekhawatiran. Manajemen Asma R: mengidintifikasi. yaitu: penurunan tekanan darah: . Monitor tanda dan gejala penurunan perfusi jaringan R: Klien dipantau terhadap tanda dan gejala yang menandakan menurunnya perfusi jaringan.d sumberbahaya yang diantisipasi dan tidak jelas .d koping individu tindak efektif Intervensi keperawatan dan rasional: berdasarkan NIC .VI. DIAGNOSA KEPERAWATAN. Pengisapan Jalan Nafas R: mengeluarkan secret dari jalan nafas dan memasukkan sebuah kateter pengisap kedalaman jalan nafas oral atau trakea . dan mencegah reaksi inflamasi/ konstriksi di dalam jalan nafas . Manajemen Jalan Napas R: memfasilitasi kepatenan jalan udara . Ketidak efektifan pembersihan jalan napas b/d obstruksi jalan nafas: secret di bronki Intervensi keperawatan dan rasional: berdasarkan NIC . perubahan atau ancaman yang menghambat pemenuhan tuntutan dan peran hidup . Intra Operasi a. menangani. ketakutan. KewaspadaanAspirasi R: mencegah atau meminimalkan factor resiko pada pasien yang beresiko mengalami aspirasi . Gangguan perfusi jaringan b. INTERVENSI DAN RASIONAL 1. Ansietas b. penerimaan danbantuan/dukungan selama masa stres 2. Pre Operasi a.d penurunan konsentrasi Hb dalam darah Intervensi keperawatan dan rasional: berdasarkan NIC . prasangka. atau perasaan tidak tenang yang b. Peningkatankoping R: membantu pasien untuk beradaptasi dengan persepsi stressor. Peningkatan Batuk R: menigkatkan inhalasi dalam pada pasien yang memiliki riwayat keturunan mengalami tekanan intra toraksik dan kompresi parenkim paru yang mendasari untuk pengerahan tenaga dalam menghembuskan udara b. Dukungan emosi R: memberikan penenangan.

(2012). http://hennykartika. saturasi O2 yang tidaka dekuat: pernafasan cepatb atau sulit: peningkatan frekuensi nadi>100x/m: gelisah: respon melambat: kulit dingin. Nyeri akut b.wordpress. Manajemen nyeri: teknik relaksasi dan distraksi R: meringankan atau mengurangi nyeri sampai tingkat kenyamanan yang dapat diterima klien .com/2009/01/25/mastoiditis/) .d agens cidera fisik (prosedur invasif) Intervensi keperawatan dan rasional: berdasarkan NIC . (2016). Pemberian analgetik R: mengurangi atau menghilangkan nyeri . salah satu tanda dan gejala ini harus dilaporkan . tergantung pada penyebab tidak adekuatnya perfusi jaringan. denyut perifer tak teraba. Beri intervensi sesuai dengan penyebab penurunan perfusi perifer R: Tindakan dilakuan untuk mempertahankan perfusi jaringan yang adekuat. Manajemen medikasi R: memfasilitasi penggunaan obat resep atau obat bebas secaraaman dan efektif VII. Laporan Pendahuluan Mastoid .Praktekmastoiditis . Post Operasi a.com/doc/202867893 Iskandar. Tindakan yang dilakukan dapat mencaup penggantian cairan. terapi komponen darah dan memperbaiki fungsi jantung .scribd. DAFTAR PUSTAKA Candra. Lakukan percepatan mobilisasi aktvitas R: Aktivitas seperti latihan tungkai diakukan untuk menstimulasi sirkulasi dan klien didorong untuk berbalik dan mengubah posisi dengan perlahan dan untuk menghindari posisi yang mengganggu arus balik vena. kusam dan sianosis. 3.https://www. Ayusuf.

Mengetahui. Maret 2017 Pembimbing Akademik Pembimbing Klinik ( ) ( ) .