BAB I

LANDASAN TEORI

I. PENGERTIAN
Masa nifas adalah masa pulih kembali wanita dari masa persalinan selesai alat-alat
kandungan kembali seperti pra hamil lamanya 6-8 minggu.
(Synopsis Obstetri hal. 15)
Masa nifas ialah masa dimana partus selesai dan berahir setelah kira-kira 6 minggu.

II. PERIODE NIFAS
 PUERPURIUM DINI
Kepulihan dimana ibu diperolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama islam
dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari.
 DUERPURIUM INTERMEDIAL
Kepulihan menyeluruh alat-alat genetalis yang lamanya 6-8 minggu.
 REMOTE PUERPURIUM
Waktu yang diperlukan untuk pulih dansehat sempurna terutama bila selama hamil atau
waktu persalinan mempunyai komplikasi.
Waktu untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu,bulanan atau tahunan.

III. ADAPTASI FISIOLOGIS NIFAS
1. Perubahan System Reproduksi
o Uterus
Uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil ( involusi ) sehingga akhirnya
kembaliseperti sebelum hamil.
Tabel TFU dan berat uterus menurut masa involusi
No Involusi Tinggi Fundus Uteri Berat Uterus
1. Bayi lahir Setinggi pusat 1000 gr
2. Uri lahir 2 jari bawah pusat 750 gr
3. 1 minggu Pertengahan pusat-Symphisis 500 gr

4 hari pasca persalinan perlu diberikan pengertian pada ibu mengenai hal ini dan bila terlalu mengganggu dapat diberikan obat-obat anti sakit dan anti mules. o After Pains Disebabkan kontraksi rahim biasanya berlangsung 2 . Pada minggu ke-6 2.5 cm – Sesudah dua minggu menjadi 3. o Luka-luka pada jalan lahir Luka pada jalan lahir bila tidak disertai infeksi akan sembuh dalam 6-7 hari setelah melahirkan.4 cm dan akhirnya pulih. o Lochea Adalah cairan secret yang berasala dari cavum uteri dalam vagina dalam masa nifas dibagi menjadi : a) Lochea Rumbra Berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban. b) Lochea Sanguinolenta Berwarna merah kekuningan.5 cm. c) Lochea Serosa Berwarna kuning kecoklatan tidak ada lagi pada hari 7-14 pasca persalinan. .lanugo dan mekonium selama 2 hari masa pasca persalinan. 2 minggu Tidak teraba diatas 250 gr 5.sel-sel decidva vernik caseosa. d) Lochea Albus Berisi cairan putih setelah 2 minggu mengandung leukosit dan selaput lendir serviks.berisi darah dan lendir pada hari ke 6-7 pasca persalinan. 8 minggu Sebesar normal 30 gr o Bekas Implantasi Uri Tempat placenta mengecil karena kontraksi dan menonjol kecavum uteri dengan diameter 7. 4. 6 minggu Bertambah kecil a) gr 6.

Perubahan System Perkemihan Dinding kandung kencing memperlihatkan oedema dan hiperemi akibat trauma perssalinan. . Hal ini dapat menyebabkan overdistensi ( Kapasitas betambah ) dan pemenuhan kandungan kencing tidak sempurna yang biasanya terjadi selama 2 hari PP. 2. Miksi harus terjadi setelah 6 jam setelah melahirkan. 3.rugae tidak ada dan kembali dalam 3-4 minggu. Pulih kembali sehingga tidak jarang uterusjatuh kebelakang dan menjadi retroflexi karena ligamentum rotundum menjadi kendor. Defekasi harus terjadi pada akhir hari ke-3. Hal ini disebabkan penurunan motilitas usus. o Vagina dan Perineum Dinding vagina tampak oeaoma dan kemerahan serta sedikit lecet. Hematuria pada periode “ Early PP “ menunjukkan adanya trauma pada kandung kencing selama persalinan. o Ligament-ligament Ligament diafragma pelvis yang menegang pada waktu persalinan setelah bayi keluar berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh kebelakang menjadi retro flexikarena ligamentum rotandum menjadi kendor. f) Lochea Statis Lochea yang tidak lancar keluarnya.keluar cairan seperti nanah berbau busuk.untuk memulihkan kembali sebaiknya dengan senam pasca persalinan. e) Lochea Purulenta Jika terjadi infeksi.penurunan estrogen menyebutkan penurunan produksi mucus dan penipisan mukosa vagina. o Serviks Setelah persalinan bentuk serviks agak meregang pada waktu persalinan setelah bayi keluar berangsur-rangsur ciut.makanan berserat serta berkurangnya ketidaknyamanan perineal. Kehilangan cairan dan ketidaknyamanan perineal defekasi akan kembali normal pada akhir minggu pertama sehubungan dengan pulihnya selera makan ibu dan peningkatan cairan. Meskipun tidak sama dengan orang belum melahirkan. Perubahan System Pencernaan Defekasi normal berlangsung lambat.

. 6) Mengalami ganguan jiwa ( Post Partum Blues ) V. 4.syuran-sayuran dan buahan-buahan. TANDA-TANDA BAHAYA NIFAS Ibu post-partum harus segera pergi / memeriksakan dirinya ketenaga kesehatan jika dijumpai tanda-tanda bahaya.bergizi dan cukup kalori. Perubahan Muscoskeletal Otot-otot dan facea dinding abdomen yang mengelami kekendoran kelahiran. Secara bertahap akan kembali pada akhir periode PP kecuali striae ravidarum. IV. 5. Sebaliknya makanan mengandung protein banyak cairan. Estrogen pada wanita yang tidak menyusui secara bertahap bertambah dan mencapai fase felekuler dalam 3 minggu PP yang diikuti menstruasi setelah 37 minggu PP dengan siklus menstruasi pertama biasanya anovulatoir. PERAWATAN PASCA PERSALINAN 1) Ambulasi Dini Dimulai 2 jam PP dengan gerakan miring kekanan dan kekiri setelah 3 jam PPboleh turun dari tempat tidur dengan ditemani keluarga / perawat. Perubahan System Endokrin Lahirnya plasenta menyebabkan penurunan estrogen dan progesterone. Sedangkan pada wanita yang menyusui kadar prolaktine meningkatkan sebagai respon stimulasi isapan bayi. Pada wanita yang tidak dapat menyusui akan diikuti penurunan prolaktin. senam nifas akan membantu kembalinya otot-otot pada keadaan semula.kemerahan disertai rasa sakit.seperti : 1) Perdarahan lewat jalan lahir 2) Keluar cairan berbau dari jalan lahir 3) Demam lebih dari 2 hari 4) Bengkak dimuka. 2) Diit Makanan harus bermutu.tangan dan kaki mungkin dengan sakit kepala dan kejang-kejang 5) Payudara bengkak.

Isapan mulut bayi pada puting susu. 5) Perawatan Payudara Perawatan mamae dimulai sejak hamil 7-8 bulan untuk persimpanan laktasi. Disamping itu pengaruh oksitosin menyebkan mioepitel kelenjar susu berkontraksi sehingga air susu keluar. 6) Laktasi Setelah pengaruh estrogen dan progesteron menghilang. 4) Defekasi BAB harus dilakukan 3-4 hari pasca persalinan.dapat merangsang oksitosin sehingga produksi ASI akan lebih banyak. Produksi akan banyak setelah 2-9 hari pasca persalinan. Mendeteksi dan merawat penyebab lain pendarahan.jika tidak bisa lakukan katerisasi. 3) Miksi Hendaknya kencing dapat dilakukan dalam 6-8 jam PP. Jika belum berhasil lakukan klisma. Memberikan konseling pol ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri . Menyusui bayi sangat baik untuk membentuk rasa kasih sayang antara ibu dan anaknya. Jadi upayakan untuk mempercepat BAK. FREKUENSI KUNJUNGAN MASA NIFAS 1. ASI merupakan makanan utama bayi yang tidak ada tandingannya.diberikan obat laksar peroral atau perrektal. Bila BAB sulit dan keras maka terjadi obstipasi. Pemberian obat estrogen untuk supresi LH seperti tablet Iynoral dan parladel. Bila kandungan kemih penuh dapat menyebabkan terganggunya kontraksi uterus sehingga dapat terjadi pendarahan infeksi kandung kemih. Bila bayi meninggal laktasi diberikan dengan cara pembalutan mamae sampai tertekan. Kunjungan I (6-8 jam setelah persalinan) Tujuan : . rujuk jika pendarahan berlanjut . Efek positifnya adalah proses involusi uterus akan berjalan sempurna. Karena spingter uretra ditekan oleh kepala janin dan spasme.maka timbul pengaruh hormone prolaktin yang akan merangsang air susu.sehingga terjadi iritasi dan nyeri. Mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri .kadang-kadang wanita sulit kencing. VI.

Melakukan hubungan antara ibu dan BBL . Sama seperti 6 hari setelah persalinan 4. Memberikan konseling untuk KB secara dini. menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari-hari 3. Menilai adanya tanda-tanda demam. Kunjungan IV (6 minggu setelah persalinan) . uterus berkontraksi fundus dibawah umbilicus. Kunjungan III (2 minggu setelah persalinan) . Jika petugas kesehatan menolong persalinan dia harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai ibu dan bayi dalam keadaaan stabil. . Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah hipotermi. infeksi dan/atau pendarahan abnormal . Memastikan involusi uterus berjalan normal. 2. Memastikan ibu menyusui dengan baik tanpa memperlihatkan tanda-tanda penyulit . tidak ada bau . Pemberian ASI awal . tidak ada pendarahan abnormal. Kunjungan II (6 hari setelah persalinan) . Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang ia tahu atau bayi alami . cairan dan istirahat . Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi. tali pusat. Memastikan ibu mendapat cukup makanan. .