Pertemuan Singkat

Judul Cerpen : Pertemuan Singkat
Pengarang : Annis Sakinah

Hujan turun dengan derasnya membasahi pekarangan rumahku, bulan
dan bintangpun enggan utuk menampakkan diri malam itu, hingga menjelang
pagipun cuaca masih mendung kelabu diselimuti udara yang dingin sehingga
membuatku enggan melangkahkan kaki ke sekolah. Padahal hari itu adalah

akhirnya kau mengabulkan doaku untuk sekolah disana “. Setelah semua kegiatan tersebut selesai . namun itu tak membuatku patah semangat jalur plus adalah pilihan kedua namun hal tersebut kutolak dan beralih ke jalur umumpun kutempuh dan alhamdulillahnya ketika pengumuman akhirnya namaku tercantum disekian 300 peserta yang masuk dari 600 lebih orang yang mendaftar yang tersaring hanya 320 sekian “Hamba bersyukur pada- Mu Ya Allah. Karna aku t’lah berjanji pada diriku sendiri aku ingin belajar dengan sungguh- sungguh agar nantinya aku bisa sukses mendapatkan pekerjaan nantinya… dan dapat mewujudkan cita-citaku. Annisa itulah nama lengkapku.hari pertama ku sekolah. Dan pada saat hari terakhir MOS diiringi dengan pembagian kelas belajar yang telah ditempel dipapan pengumuman. Sama halnya seperti anak-anak kebanyakan tujuan utamaku disekolah itu adalah belajar. namun semenjak kepergiannya dari hidupku kumerasa tak memiliki semangat hidup lagi. dan ternyata namaku tercantum dikelas X. dan OPS dilaksanakan. ODS. dan belajar demi mewujudkan cita-citaku. belajar. Pembukaan berlangsung secara khidmat dan berjalan lancar. tetapi disatu sisi aku harus ingat bahwa kedatanganku kekota untuk pergi menuntut ilmu dan hingga nanti akhirnya aku dapat membahagiakan orang tuaku di desa sana. Semuanya berawal dari perjuanganku untuk menembus sekolah itu dari mengikuti test jalur unggul namun ternyata Allah belum mengizinkan aku untuk masuk di jalur itu. Kegiatan MOS berlangsung selama 1 minggu dan kegiatan ODS dan OPS hanya berlangsung selam 3 hari.7 tak apa yang penting dan utamanya tujuanku hanya ingin belajar dengan giat. aku sekarang duduk dibangku kelas dua SMA Cendikiawan Islam. Sekarang semuanya telah menjadi nyata angan-anganku yang ingin sekolah disana kini terwujud dan sekarang tinggal bagaimana diriku yang mejalankannya dan satu lagi yang intinya aku tak ingin menegecewakan orang tuaku yang telah mengizinkan dan meridhoiku untuk sekolah disana… *** Hari pertama sekolah diawali dengan pembagian kelas MOS dan dihari pertama itu pula pembukaan program MOS.

Kepandaiannya dalam berbahasa inggris membuatku tertarik padanya. Dia adalah seorang Hadi yang telah membuatku kagum akan dirinya. Satu tahun berlalu kini aku duduk dibangku kelas 2 SMA yang pastinya akan banyak pelajaran yang akan kuhadapi. *** Masih teringat jelas dalam benakku ketika kelas 1 SMA. Aku tak tau apakah Hadi menyukaiku juga atau tidak. Menurutku dia adalah anak yang pendiam dan berbadan tinggi. namun lama kelamaan aku jadi tertarik pada dirinya. menjadi miliknya namun salahkah aku bila kupendam Rasa Ini… ) Semua orang berhak merasakan apa itu perasaan suka termasuk aku sendiri. ada satu hal sebenarnya yang membuatku betah disekolah terutama dikelas yaitu ketika itu aku sedang menyukai seseorang. aku sendiri tak tau perasaan suka itu datang darimana dan sejak kapan aku tak tau. Kenangan manis dan pahit mewarnai hari-hariku ketika kududuk dibangku kelas 1 tak penting jika kujelaskan biarkanlah semuanya tersimpan dalam memorian kusaja dan pastinya suatu saat akan kuingat kembali jika aku terkenang dengan kisah teman-temanku itu. tentunya dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi lagi dibandingkan dengan pelajaran dikelas 1. Sempat merasa minder dan bertanya-tanya sendiri “benarkah perasaanku ini?” (mungkinkah kau merasakan semua yang kupasrahkan kenanglah kasih kusuka dirinya mungkin aku sayang namun apakah mungkin kau menjadi milkku kau pernah menjadi. *** Pelajaran demi pelajaran kutempuh dengan cukup baik hingga pada akhirnya ketika duduk dikelas 1 saat pembagian raport semester 1 dan 2 aku memperoleh nilai yang cukup baik dan tentunya dapat membanggakan kedua orang tuaku. Memang waktu pertama sekelas aku tak terlalu memperhatikan sosok seorang Hadi. Satu minggu pertama masuk sekolah hanya perkenalan dengan guru-guru saja yang masuk kekelasku. Tapi alangkah lebih baiknya dia tidak perlu mengetahui kalau aku t’lah jatuh hati padanya.proses KBM berjalan seperti biasanya. Dia sangat menyukai fotografi. Hari demi hari lambat laun perasaan suka itu luntur dan memudar rasa suka .

Bu Septi adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar dikelasku. namun tetap saja sekali rival tetap rival tak bisa diubah. tak bisa kupungkiri dia juga pintar dalam berbahasa Inggris.wb…jawab murid serempak. Tanpa kusadari ternya seorang cowok yang tak lain dan tak bukan adalah Fadlan menghampiri mejaku.t tee…t”… “Baiklah nak sampai sini dulu materi yang ibu ajarkan besok kita akan bertemu lagi.terhadap Hadi hilang begitu saja tanpa kusadari... Kehadirannya membawa kesan tersendiri bagiku. Dia adalah rival baru bagiku. Indonesia tadi sih catetan gua gak lengkap” katanya singkat. Ingin aku berteman dengannya tapi ya seperti biasanya “aku malu”. tanpa terasa 2jam pun t’lah habis. baik namun pendiam (menghanyutkan…hyuh…) juga sama seperti Hadi. (sembari memberi…)“Iya. ibu akhiri Wassalamualaikum wr.. “Nis pinjem buku B... Hadi yang mulai terlupakan namun seorang Fadlan menghampiri kekosonganku. tapi tak apa bukankah sebaik-baik kaum wanita adalah yang memiliki rasa malu terhadap kaum laki-laki.nih bukunya” *** Bulan bersinar dengan terangnya ditemani bintang yang berkelap-kelip dilangit menambah indahnya suasana malam yang dingin… Rasa kantuk mulai menggangguku yang sedang fokus belajar (Huam…… ngantuk banget mana tugas masih banyak lagi…) *** . semua murid terlihat sangat focus memperhatikan ibu septi sedang menjelaskan materi..wb” kata Bu Septi singkat. “Wa’alaikumsalam wr. “Tee…. (dari Hadits) *** Dikelas… Pelajaran berlangsung seperti biasanya jam pertama dan kedua sedang berlangsung pelajaran bahasa Indonesia.

.-“ bukan Bandar Lampung kalau gak macet) Sesampainya disekolah. tak sengaja saat menaiki tangga hendak menuju kelas aku berpapasan dengan Fadlan. beliau pun berkata “Baiklah anak-anak kita pemanasan dulu selama 15 menit.hufh. “Bu’ Annis pamit ya Assalamualaikum. mengerti semua?! Kata pak Resta tegas. Seperti biasanya aku berangkat dengan sepeda ontelku… macetnya Kota Bandar Lampung seolah menjadi santapan pagi setiap hari…(Yah biasalah.-. hehe maap ya…” .-... pemanasan dimulai dari kepala. jadi semua murid harus memakai pakaian lengkap seragam olahraga.. (Ya ampun ini orang sombong amat yak.. Pak Resta sudah menunggu. namun iya tak menyapaku seolah basa- basi sedikitpun. Keesokan paginya… Mentari bersinar dengan terangnya diiringi kicauan burung pipit dan semilir angin pagi membuatku bersemangat untuk berangkat kesekolah.. satu. Aku yang sedang tak ingin berolahraga hanya melihat anak-anak lainnya saja dan duduk dibawah pohon tangkil… (Lagi males-malesnya tiba-tiba si Novi datang menghampiriku dan mengajakku untuk berolahraga tapi yang ada…) “Nis maen bola voli yok!” ajak novi. Dalam hati akupun berkata. “Mengerti pak” jawab kami serentak.. “Iya Wa’alaikumsalam hati-hati ya Nak”. setelah itu turun kelapangan… Sesampainya dilapangan.- hmh… sudahlah nggak penting pula)… Jam pertama hari itu adalah pelajaran olahraga.. “Ehmhmh…lagi males ni Nov.dua………delapan selesai” “Untuk hari ini bapak akan mengambil nilai lari untuk putra dan yang putri bebas untuk berolahraga apa saja.

.-“) . jujur sebenarnya aku ingin menolak perintah pak Resta untuk menjaga Fadlan. tadi kamu pingsan dilapangan karna mimisan terus pak resta bawa kamu kesini dan beliau meminta aku untuk jaga kamu… (lalu aku memberikan minum padanya) “Nih minum dulu (sembari menyodorkan minum). “Gua dimana ni?. “Makasih ya Nis…(dengan wajah datar tanpa ekspresi) (gak ada ekspressi laen tah Fadlan…kamu tu jadi cowok dingin amat…hmh HERAN-. dan beliau memintaku untuk turut ikut juga ke UKS karna yang beliau tau aku adalah anak PMR…(nasib…tapi gak papalah xixi… ) Sesampainya diUKS Fadlan dibaringkan diatas tempat tidur lalu Pak Resta membersihkan darah yang mengalir dari hidung Fadlan tadi… wajahnya terlihat pucat membuatku kasihan padanya. iapun berlari dengan cepatnya.. “Fadlan!…” Kata Pak Resta Kini giliran Fadlan.. namun ditengah perjalanan seolah pandangannya kabur dan hidungnya mengeluarkan darah tanpa ia sadari. lalu dia pergi meninggalkanku. aku yang melihatnya dari pohon tangkil bingung kenapa langkah Fadlan aneh ya? (tanya batinku) ketika ia mencapai garis akhir yang terjadi adalah… “Bruk!!!” Fadlan terjatuh dan pingsan dilapangan. “Kok lo disini? Dia kaget melihatku. namun karna hal ini yang meminta guru yah apa boleh buat… Dengan ikhlas aku menunggu di UKS hingga Fadlan bangun.“Huh kamu mah maleslah” sinisnya. 15 menit kemudian Fadlan sadar dari pingsannya. Dilapangan. sontak pak Resta langsung membawa Fadlan ke UKS.. “Kamu diUKS. setelah pak resta selesai membersihkannya lalu beliau memintaku untuk menjaga Fadlan.

salah satu hal yang membuatku betah disekolah salah satunya ruang AVA ini. sing your mind out…” . matahari yang terik berganti bulan dan bintang yang menghiasi malam yang sepi ini. karena disini aku bisa mengembangkan bakatku dalam bermain alat music terutama piano. kejadian tadi pagi disekolah masih terbayang jelas difikiranku dan membuatku bertanya-tanya ” Fadlan kenapa ya?” “Apa dia lagi sakit ya?’’ ah sudahlah tak penting bagiku…akupun melanjutkan belajarku yang tadi macet sejenak karna kefikiran Fadlan yang sakit… *** Keesokan paginya disekolah tak sengaja berpapasan dengan Fadlan lagi tapi yang ada aku mendahuluinya dan tak menyapanya sama persis seperti apa yang ia lakukan padaku beberapa hari yang lalu. namun tanpa kuduga sebelumnya… “Nis. ia melihatku sedang bermain piano dan sedikit mengalunkan sebuah lagu yang lirik lagunya seperti ini: “and sing your mind out… and sing without doubt… let me hear your voice I wanna hear what you say.’hmh sama-sama. duluan ya mau piket nih”… Saat istirahat seperti biasanya aku solat Duha. makasih ya lo kemaren dah jagain gua diUKS” katanya singkat dan menyudutkan senyum manisnya  Langkahku terhenti sejenak sambil menoleh kearahnya dan berkata “O.sebut saja violin… Aku yang tanpa sadar diikuti Fadlan secara diam-diam dari belakang hingga sampai diruang AVA. dan setelah itu aku langsung kembali kekelas mengikuti pelajaran seperti biasanya… “Teet…Teeet…… bel menujukkkan tanda jam pelajaran t’lah usai… namun pada hari itu aku belum pulang dan langsung menuju ruang AVA. *** Siang berganti malam.. sebenarnya selain piano ada satu alat music lagi yang aku sukai juga hm….

kamu gak papa?! tanyaku. . “Bukannya gak boleh tapi aku malu kalau kamu disini. udahlah mendingan kamu pergi aja sana!” Lalu kuberanjak dari tempat duduk dan menghampirinya… “Gua kesini cuma mau minta maap sama lo karna gua dah sombong selama ini sama lo. aku dan dia bersenda gurau selama perjalanan. namun beberapa saat kemudian suasana gembira berubah seketika menjadi kekhawatiran saat aku melihat hidung Fadlan mengeluarkan darah yang tanpa disadarinya… “Fadlan hidung kamu ngeluarin darah. “Iya boleh…” “Pulang bareng yok nis?” ajak Fadlan “Yawdah. kita ke puskes sana aja yuk! (sambil menunjuk puskes dan membujuknya) “Gak usah nis. “Tapi wajah kamu pucat banget. seolah pandangannya kabur dan… “Bruk!!!” Fadlan terjatuh dan tak sadarkan diri aku yang berdiri disampingnya langsung merangkulnya dan membawanya ke puskesmas terdekat.. “Berarti sekarang gua boleh dong jadi teman lo?” lanjutku lagi. dibersihin pake tisu aja dah selesai kok” katanya lagi.“ciee yasinan. Aku dan Fadlan akhirnya pulang bersama. aku tutup pintu ruang AVA dulu ya. sembuhkanlah penyakitnya Ya Allah” (pinta batinku) “Gimana bu’? teman saya sakit apa? Cemasku. ni cuma mimisan biasa udah gak usah khawatir gitu” katanya tenang. “Gak kok. “Ya Allah selamatkanlah Fadlan. memangnya gak boleh?” cetusnya.. Namun yang terjadi 10 menit kemudian… Fadlan merasa pusing dan memegang kepalanya merintih kesakitan. maafin gua ya Nis”… (dengan senyum kecil dari sudut bibirnya ia mengajakku untuk bersalaman) “Iya aku maafin…” singkatku..” kata Fadlan yang secara tak langsung mengagetkanku “Kamu?!! Ngapain kamu disini?!” sinisku “Gua cuma mau denger lo main .

karna katanya lagi mimisan kamu tu bukan mimisan biasa. hm. aku juga gak tau maksutnya apa. dan ketika keluar dari ruangan dokter.yaudah kudoain kamu gak kenapa-napa ya”. *** Keesokan paginya di sekolah ketika kumenunggu Fadlan dari lantai 3 ternyata dia tak kunjung datang firasatku seolah mengatakan kalau ia tak masuk sekolah pasti karna kejadian yang menimpanya kemarin… (dimana kamu dimana disini bukan katanya pergi sebentar ternyata lama taukah aku sendiri menunggu kamu…) Ditempat lain… “Hasil tes darah Fadlan menujukkan ia mengidap Leukimia akut bu’. “Oh…iya silahkan” Di ruang rawat inap… “Fadlan kamu dah sadar?? Apa yang kamu rasain sekarang? “Hmh…gua dimana Nis? Tanyanya lemah... mamah dah pulang gimana hasil tes labnya Abang Fadlan?” tanya Fadli(kembaran Fadlan) (sepintas senyum terlukis dari raut wajah ibunya Fadlan yang sebenarnya .. boleh saya jenguk Fadlan sekarang?” tanyaku lagi. saran ibu teman adik harus dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut” jelas dokter yang memeriksa keadaan Fadlan. kenapa tidak aku saja yang kau beri cobaan separah itu…” Sesampainya dirumah…… “Assalamualaikum. hm.” “Waalaikumsalam. maaf saya harus mengatakan ini” jelas dokter. Ibunya Fadlan seolah tak percaya mengetahui hasil tes lab tersebut. ia hanya bisa pasrah dan menangis dalam batinnya berkata ”Ya Allah kenapa kau berikan cobaan yang berat pada anak hamba Ya Allah. nampaknya teman adik mengalami penyakit yang serius. “Kamu ada di puskesmas gak jauh dari skolah kita.“Sepertinya mimisan yang dialami oleh temen adik bukan mimisan biasa pada umumnya. Fadlan kata dokternya tadi kamu harus diperiksa lebih lanjut di Rumah Sakit. “Baik dok..

kamu gak sarapan Lan?”(tanya sang ibu) “Udah mah.” . Fadlan yang mendengar kabar dari sang ibu hanya bisa pasrah dan berdoa) “Mah tinggalin Fadlan sendiri”…  Didalam keheningan malam dalam solatnya ia bermunajat pada Yang Maha Kuasa… “Ya Allah jika Engkau memberikan cobaan itu pada hamba. ehm. samlikum. tapi seenggaknya udah mendingan.arti senyum itu adalah rasa sedih karna ia tahu kalau anaknya sedang berjuang melawan penyakitnya) dan ia berkata: ”bang Fadlan gak kenapa-napa kok dia hanya kecapean aja… dikamar Fadlan… “gimana nak masih pusing kepalanya?” “masih ma sedikit. hamba ikhlas Ya Allah karna itu semua kehendak darimu.  “emangnya aku sakit apa mah? jangan buat aku cemas. masih pagi ni!!”sahut Fadli “Mah Fadli berangkat ya. InshaaAllah aku kuat… “Kamu didiagnosa mengidap leukimia nak. Lo ni marah-marah aja. dan Engkau yakin hamba bisa melaluinya.ijinkanlah hamba untuk membahagiakan kedua orang tua hamba dan adik hamba Ya allah hamba mohon padamu…ampuni dosaku Ya Allah… dengarkanlah doa hamba-Mu yang berdosa ini Ya Allah aamiin…” Malam berganti pagi… “Fadli…cepet woyy!! lelet bgt lo ni kayak cewek aja”teriak Fadlan. samlikum… “Iya wa’alaikumsalam. tapi percayalah nak Allah gak akan memberi cobaan kepada hamba-Nya diluar batas kemampuannya”  (Suasana dikamar menjadi hening sejenak. namun hamba mohon Ya Allah berikanlah hamba waktu sedikit lagi. mah gimana hasil tes labnya? Aku sehat kan mah? (lalu sang ibu mendekap Fadlan sambil menitikan air mata seolah tak kuasa menahan tangis…) “kamu harus tegar ya nak. “Iya bang. Fadlan berangkat mah.

tumben banget lo merhatiin abang lo ini” jawab fadlan menyindir. asal kamu tau ya Lan nyesel aku pernah nolongin kamu waktu itu. wajahmu juga pucet banget.padat. Lalu kumencoba untuk mendekatinya… “Lan kamu hari ini beda banget gak kayak biasanya. Fadlan hari ini aneh banget gak seperti biasanya. (jawabnya singkat. pagi. ada apa ya? (tanya batinku). aku heran kenapa aku bisa suka sama kamu) Keesokan paginya dikelas… . Diperjalanan… “Bang. hati-hati ya Lan bawa mobilnya… “Iya…jawab Fadlan.“Wa’alaikumsalam. jawabnya kasar… Spontan aku kaget saat dia berkata seperti itu dan langsung pergi meninggalkannya..”sapaku... pergi sana lo dari meja gua!!!. gua gak papa. tetapi sebelum aku pergi aku berkata padanya “Gak seharusnya kamu ngomong gitu terhadap wanita!! Aku gak nyangka ternyata kamu baik hanya didepan aja tapi dibelakang kamu jahat. kamu sakit ya?? kalau sakit kenapa sekolah?”ucapku panjang x lebar = luas persegi panjang… tapi yang ada aku malah dibentak… “Lo tu jadi cewek berisik banget ya!!!. kenapa gak aku biarain kamu mati aja waktu itu juga!!!” (Sadisssss banget) (Kenapa kamu tega si Lan ngomong gitu. sadis.teeeeeeet……tanda bel masuk berbunyi… Pelajaran berlangsung seperti biasanya hingga bunyi bel istirahat..dan jelas!!) Ada yang aneh dari raut wajahnya pagi itu. gua perhatiin dari tadi muka lo pucet banget lo sakit ya? “Gak. jahat banget. wajahnya nampak pucat pasi seperti orang yang sedang sakit… “Teeeet….. Sesampainya disekolah… Setelah turun dari mobil mereka berdua menuju kelas masing-masing… namun tanpa disengaja ketika ku hendak menuju kelas aku berpapasan dengannya… “Oooi.. “Pagi!.

Dan yang tanpa kuduga sebelumnya mereka diam-diam pacaran dibelakangku. salam kenal… “Ehm.. ingin dia tau kalau aku sebenarnya suka dengannya namun apa daya cinta sudah terlambat… Adzan maghrib telah berkumandang dan waktu solat maghribpun telah tiba menyeru umat muslim untuk menyegerakan solat magrib… Di rumah Fadlan… “Bang lo pacaran sama Atika ya?siswi baru pindahan dari Bandung itu?!” tanya Fadli. karna aku harus merelakan orang yang aku sukai kini telah jadi milik sahabatku sendiri… seakan-akan tak ingin lagi kumelihat mereka. (aku yang memikirkan namun aku tak banyak berharap kau membuang waktuku tersita banyak karna tentangmu mencoba lupakan tapi kutak bisa mengapa begini oh mungkinkah kubermimpi menginginkan dirimu untuk ada disini menemaniku oh…mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku…semoga tak sekedar harapku…) Pahit kulalui hari-hari disekolah gelap kelabu. ayo nak perkenalkan namamu” “Selamat pagi teman-teman. Kami saling berbagi satu sama lain… Namun sayang ketika persahabatan itu mulai erat kini mulai renggang saat aku tahu kalau Fadlan diam-diam menyukai Atika dan begitupun Atika dia juga sangat menyukainya. Atika.(sambil berjabat tangan) “Fadlan… Sudah sebulan lebih Atika menjadi siswi baru dikelasku dan akhirnya akupun berteman baik dengannya. “Kalau iya kenapa kalau gak juga kenapa?!” sinisnya.tika kamu duduk di samping Fadlan ya… (Namun tiba-tiba saja aku agak jelous saat bu septi menyuruh Atika duduk disamping Fadlan… hmh mana pake acara kenalan pula!!!) “Kenalin... Kami berdua seperti sahabat.Wali kelasku Bu Septi membawa seorang siswi baru kekelas… “Anak-anak pagi ini kalian kedatangan teman baru. perkenalkan nama saya Atika.” . “Ya nggak gua cuma nanya aja.

Karna sang kakak tidak menyahut panggilannya iapun pergi menghampiri sang kakak namun yang ada dia menemukan kakaknya sudah tergeletak pingsan dilantai. bangun!! Kekhawatiran sang adik semakin menjadi- jadi melihat kondisi sang kakak lemah tak berdaya.terang sang dokter.. iapun langsung merangkul kakaknya dan membawanya ke Rumah Sakit… Sesampainya di rumah sakit Fadlan langsung dibawa keruang ICU dan dokter langsung memeriksa kondisinya.“Bang ngomong-ngomong muka lo pucet banget. “Fadli. Fadli yang mendengar hal itu seolah tak percaya. namun beberapa menit kemudian setelah keluar dari toilet kepalanya pusing dan pandangannya seolah kabur dan iapun jatuh pingsan. . “Gak gua gak papa… “Tapi hidung lo…hidung lo ngeluarin darah… Mendengar kata Fadli seperti itu secara spontan Lalu Fadlan membersihkan darah dari hidungnya lalu bergegas lari ke toilet. kakak saya sakit apa? “Kakak kamu mengidap Leukimia dan harus dirawat secara intensif”. kakak yang selama ini ia anggap sehat ternyata mengidap penyakit separah itu. setelah beberapa menit kemudian sang dokter keluar dari ruangan tersebut dan dengan khawatirnya Fadli langsung menanyakan kondisi tentang kakanya… “Dok. jadi mama langsung ke sini. “Bang lo kenapa bang!. sakit tah lo?! Tanya Fadli cemas. “Mamah tau dari mana aku sama bang Fadlan di sini? “Tadi mama dikasih tau si mbok. “Bang…lo ke toilet lama amat… bang?!!panggil Fadli. kakak kamu dimana sekarang? Tanya sang ibu. *** Keesokan paginya… (sambil menitikan air mata) “Sebenernya kakak kamu mengidap penyakit ini sudah lama Fadli”.

“Kenapa lo nangis Fadli? Cengeng banget lo!. dengan memakai pakaian khusus ia masuk keruang itu dan menunggu Fadlan hingga siuman. gua gak papa. Mendengar penjelasan dari sang ibu barusan ia langsung pergi dan meninggalkan sang ibu lalu menuju ruang ICU. lo tenang aja… *** Disekolah… Pagi itu kulihat hanya Fadli yang keluar dari mobil dan aku heran kenapa hanya dia yang sekolah. biar gua aja yang ngerasain Li. dan gua harap lo bisa simpan rahasia ini”tukasnya lagi. . hidup lo masih panjang. kenapa mama tega nyembunyiin ini semua dariku?(dengan nada sedikit naik. apa aku gak berhak tau mah? Bang Fadlan itu kembaran aku mah kakakku. Tanyaku.(kata batinku) “Hei Fadli. Fadlan mana?. jujur sebenernya gua jadian sama Atika itu hanya pura-pura biar Annis cemburu.) “Mama Cuma gak mau kamu ikut-ikutan cemas dengan kondisi kakakmu.” Jelas sang ibu. Nak. gua percaya sama lo.” “Iya gua pegang rahasia lo…. beberapa menit menunggu akhirya Fadlan siuman… “Bang. cukup mama yang ngerasain penderitaan kakakmu. jangan berlebihan lo ncemasin gua”…katanya lemah.“Kenapa mama gak kasih tau aku dari awal. kalau bang Fadlan sakit. “Gua tu cemas sama keadaan lo bang. “Untuk apa gua berbagi penderitaan sama lo. “Li…gua mau buat pengakuan sama lo. “Jadi lo sama Atika… “Iya…gua harap lo bisa jaga rahasia ini jangan sampai Annis tau.. kenapa lo gak pernah cerita sama gua kalau lo itu sakit?? Apa gua gak berhak tau?! lo itu kembaran gua Fadlan dan gua gak akan biarin lo nanggung beban penderitaan sendiri harusnya lo bisa berbagi penderitaan lo ke gua…”ucap Fadli. lo udah sadar?! Ini gua Fadli… “Apa yang lo rasain sekarang?”tanya Fadli dengan cemas. kemana Fadlan ya??? Atau dia sakit ya atau… Astaghfirullah…mikir apa sih aku ini.

“hmm…iya. “Fadlan ada ditaman belakang tuh kalo lo mau kesana aja”. “Hm. “Kamu kenapa si ngeledeknya kayak gitu terus dari kemarin? Aku kesini niat untuk jenguk Fadlan. gua gak mau lo tau keadaan Fadlan yang sebenernya)… “Huh gak kamu.makasih! aku kesana dulu ya…”. “Fadlan lagi sakit dia gak masuk hari ini. ngapain nanyain kamu…ehmh lagi pula gak kok aku kan Cuma nanya…”. kenapa lo gak nanyain gua aja?” tukasnya meledekku. gak abang kamu sama aja sukanya ngeledekin orang lain… (Asal lo tau nis kalau gua sebenernya juga suka sama lo… sama kayak lo suka sama abang gua…mungkin sampai kapanpun gua gak akan pernah bisa dapetin lo…”gumam Fadli) (Mungkinkah dia jatuh hati seperti apa yang kurasa mungkinkah dia jatuh cinta seperti apa yang kudamba…andai dia tau…) Lalu aku pergi meninggalkan Fadli… Jam pelajaran akhirnya pun usai. dan ketika sampai… “Assalamu’alaikum… “Wa’alaikumsalam…oh lo Nis tumben main kerumah gua” sahut Fadli.. aku yang sejak tadi kefikiran dengan keadaannya menjadi semakin mendorong langkahku untuk pergi kerumahnya hari Minggu besok. *** Keesokan paginya matahari bersinar cerah hari itu menambah semangatku untuk membantu ibu membersihkan rumah dan setelah selesai semua PR-ku aku pamit dengan ibuku untuk pergi ke rumah Fadlan. gua bohong sama lo.. bukan kamu“sewotku.“Ciah…pagi-pagi dah nanyain abang gua. Sesampainya ditaman aku terkejut ketika melihat Atika juga ada di tempat . Fadlan ada Li?”tanyaku “Kenapa lo gak nanyain gua aja. sejam perjalananku menuju rumahnya.hmh ayo dong jam cepet muternya gak sabar nih. “Hyhh. dan kenapa lo nanyain abang gua?”ledek Fadli.” “Dia sakit apa? “Cuma demam biasa kok (sorry nis.

jadi lebih baik aku pulang aja”…kataku. buru-buru banget Nis. kamu buang waktuku aja dengan omongan kamu yang gak jelas itu”kesalku. namun tanpa ragu kakiku melangkah mendekati mereka lalu berkata “Assalamu’alaikum…Lan.. gak ngobrol sama Fadlan?”tanya Fadli.. “ehm.. tapi. “Masih adakah ruang dihati lo buat gua?” aku terkejut saat Fadli mengatakan hal itu padaku. dan saat itu juga hatiku seperti tersayat pisau tajam ketika melihat mereka duduk bersama..hm…h gak aku Cuma mau jenguk kamu karna kata Fadli kamu sakit.sss. baru dateng masa’ maen pulang gitu aja”. namun pembicaraanuku dipotong oleh Fadlan. aku tak tau harus . Kutak menghiraukan pertanyaan Fadli dan meninggalkannya begitu saja namun ketika kuhendak pergi Fadli menarik tanganku dan memintaku untuk tidak pergi karna ada yang ingin ia bicarakan padaku. karna jujur gua juga gak tega ngeliat dia sakit hati kayak tadi… *** “Nis mau kemana lo?cepet amat..itu dan sedang duduk berdua ditaman. (Kuakui kusangat sangat meninginkanmu tapi kini kusadar kudiantara kalian. Singkat Fadlan. sebenernya gua ssu. lupakan aku kembali padanya aku buakn siapa-siapa untukmu…) “Iya. tapi udah mendingan kok.’’jelas Tika.gak Lan lebih baik aku pulang aja.ssuka sama lo…sama kayak lo suka sama abang gua”. jadi aku ingin main kesini sama bawa buah ini. maaf ya ganggu kalian… “Fadlan sampai kapan kamu mau buat Annis sakit hati kayak begini kasian dia tau. disini udah ada Tika. aku tak mengerti ini semua harus terjadi. Tika… ‘Wa’alaikumsalam…eh Annis kamu disini…tanya Tika . “Ada apa nis? “O. “Ok! Ok! Gua mau bilang.. “Kamu mau ngomong apa?” “Nis sebenernya…sebenernya… “Fadli. “Biar waktu yang jawab Ka.

“Kalau begitu silahkan anda ikut suster ini muntuk melakukakn tes . “Gak Lan.… Penyakit Fadlan kambuh lagi namun untuk yang ini lebih parah karna hidungnya mengeluarkan darah lebih banyak sehingga membuatnya harus dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis… namun diperjalanan ketika di ambulance Fadlan sempat berpesan dengan Fadli sambil menggenggam tangannya dan berkata “Li..berkata apa. lo gak boleh ngomong gitu. kau telah menghilang dan dicintai kekasihmu ini tak adil bagiku hilanglah damba tinggalah hampa. yang aku sendiri juga gak ngerti dan satu hal yang membuatku bingung kenapa Fadli bisa ya ngomong kayak tadi. aku pergi meninggalkan Fadli… Perasaanku bercampur aduk jadi satu kesal. “Gak apa dok saya ikhlas…”kata Fadli. “Dok. ntar kalo gua gak bisa buka mata gua lagi.. ambil sum-sum tulang belakang saya aja. padahal bukannya dia tau kalau aku menyukai kakaknya… (Bantu aku membencimu kuterlalu mencintaimu dirimu begitu berarti untukku.) *** Malam harinya. gua titip Annis ya.”jelas dokter. bilang kedia gua minta maaf kalo gua udah nyakitin perasaannya” katanya sambil merintih kesakitan. Lo kan dah janji kita akan jaga mamah berdua. marah.dan saling bantu tapi kenapa lo ngomong seakan-akan lo mau pergi ninggalin gua…” “Jujur Lan gua akan ngelakuin apapun buat lo asal lo cepet sembuh…” *** Sesampainya di rumah sakit Fadlan langsung dibawa ke ruang UGD… wajahnya pucat dan selang infuse terpasang dibagian tangan sebelah kiri… Vonis dokter akan keadaan Fadlan hanya 30% dia akan bertahan. sedangkan ia saat ini sedang membutuhkan sum-sum tulang belakang. galau pokoknya semuanyalah.. saya ikhlas demi menolong kakak saya… “Apakah anda yakin? Karena proses pencangkokan sumsum tulang belakang ini kecil kemungkinan anda akan siuman kembali..

” “Aku.... “Fadli!!” gimana keadannya sekarang”gumamku. Didepan ruang ICU melati.. malam harinya operasi pencangkokan sumsum tulang belakang pun dimulai. Setelah semua pemeriksaan dilakukan dan semua hasilnya cocok. Fadhlan gimana keadaannya?’’tanyanya lemah.” “Annis.. Kududuk disampingnya dan tanpa kusadari air mata ini jatuh saat kutatap wajahnya. operasi berlangsung selama 2 jam lebih dan berjalan lancar. Aku masuk keruangan itu dan ternyata tak ada yang menemani mungkin ibu mereka masih berdoa untuk di Musholla..kesehatan sebelum operasi dilaksanakan”. ketika operasi selesai kedua anak kembar itu dipindahkan keruang ICU dan mereka terlihat sangat lemah.. jangan banyak bicara dulu... “Li kamu udah siuman.... 10 menit kuberdzikir akhirnya Fadli siuman.... “Gua lakuin ini semua untuk kesembuhan abang gua dan untuk Lo nis.. tapi tadi dia udah ada Atika yang nemenin..?Kenapa aku? ..” “Gua mau liat keadaannya Nis” “Jangan Li. Terlihat dari kaca Fadli terlihat lemah tak berdaya sekarang orang yang sering membuatku kadang kesal kini ada diruangan ini. “Dia masih belum sadar. *** Aku yang mengetahui kalau mereka berdua masuk rumah sakit langsung menuju kesana ketika aku sampai RS langkah kaki ini ingin menuju ruang ICU mawar tempat dimana Fadlan dirawat namun ketika sampai disana aku melihat Atika sudah ada disana dan menemani Fadlan dan akhirnya aku tidak jadi masuk keruangan itu dan ketika kuberjalan meninggalkan rungannya aku teringat akan seseorang lagi yaituuu. “Li kenapa kamu gak pernah cerita hal ini sama aku kalau Fadhlan sakit dan kamu.... kamu kan baru siuman nti kalau kamu pingsan disana gimana?”kataku khawatir..

. Kepergiannya meninggalkan kenangan baru untukku..“Karena gua sayang sama Lo. Aku gak nyangka ternyata Fadli benar-benar sayang dan suka sama aku dan melakukan semua ini demi kakaknya dan aku.tapi selalu engkau tau disini aku akan selalu berdoa untukmu. maafkan aku yang belum bisa membalas rasa sukamu. Tiada lagi canda tawa yang selalu hadir menemaniku disekolah. Ibunya Fadli menangis histeris dalam pelukanku... Seharusnya aku sadar Fadhlan itu gak pernah suka sama aku dia memang lebih pantes dan bahagia sama Tika. Namun ternyata Allah punya rencana lain. Pertemuan singkat ini begitu cepat.. sedih dan tak bisa berkata apa-apa mendengar ucapan Fadli tadi.:’( .ibunya dan Fadhlan... Fadli meninggalkanku. dengan cara ini gua akan liat abang gua bahagia dan Lo juga bahagia sama dia.... dan aku harus ikhlas dengan kebahagiaan Fadhlan bersama orang lain.. walaupun gua tau gua gak kan pernah dapetin Lo..” Hatiku kalut. Tiba-tiba keadaan Fadli kritis dan hal itu semakin membuatku sedih dan tim medis berusaha menyelamatkan nyawa Fadli... Izinkan aku untuk selalu mengenangmu dihatiku Fadli.. (Apa kau melihat dan mendengar tangis kehilangan dariku baru saja kuingin kau tau perasaanku padamu) the end. Aku merasa bersalah dengan Fadli..