~ Alokasi Dana Desa (ADD) Salah Arah ~

Oleh : HERIYONO AHMAD

Implementasi Desa dalam Undang - Undang No. 32 Tahun 2004,
tentang Pemerintah Daerah. Di situ desa diberi pengertian sebagai
kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas - batas wilayah
yurisdiksi yang berwenang untuk mengatur dan mengurus
kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat
istiadat setempat yang diakui dalam sistem pemerintahan negara
Republik Indonesia.
Desa adalah suatu daerah yang secara administratif mempunyai kesatuan hukum,
dan di dalamnya terdapat oranisasi pemerintahan yang di pimpin oleh kepala desa melalui
pemilihan secara lansung. Dan secara politis desa memiliki kewenangan tertentu untuk
mengurus dan mengatur masyarakat di dalamnya. Dengan demikian Desa mempunyai
peranan penting dalam menunjang kesuksesan Daerah secara Nasional. Bahkan Desa
merupakan titik utama dalam menggapai keberhasilan dalam bidang ekonomi dan program
Pemerintah lainnya.
Desa merupakan organisasi Pemerintah yang berfungsi sebagai mitra bagi
pembangunan daerah dan sebagai pemasok kebutuhan bagi daerah. Desa juga merupakan
organisasi pemerintah yang terlibat langsung dalam masyarakat dengan segala latar
belakang kebutuhan yang menunjang program – program pemerintah, khususnya dalam
pelaksanaan tugas di bidang pelayanan publik. Untuk melaksanakan tugas dan urusan
tersebut maka di perlukan dukungan sember daya personil, dana, maupun penunjang
lainya. Alokasi Dana Desa (ADD).
Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan salah satu bentuk transfer dana dari
pemerintah yang telah di tetapkan 10% dari dana perimbangan pemerintah pusat dan
daerah yang di terimah masing – masing pemerintah Kabupaten/Kota. Untuk dapat
merumuskan hubungan keuangan yang sesuai maka diperlukan pemahaman mengenai
kewenangan yang dimiliki Pemerintah Desa.
Penjabaran kewenangan desa merupakan implementasi program desentralisasi dan
otonomi. Dengan adanya desentralisasi dan otonomi desa maka desa memerlukan
pembiayaan untuk menjalankan kewenangan yang dilimpahkan kepadanya. berdasarkan
sumber yang diperoleh, Secara garis besar terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD), yaitu :
1. Alokasi Dana Desa (ADD) bertujuan peningkatan aspek pembangunan baik prasarana fisik
maupun non fisik dalam rangka mendorong tingkat partisipasi masyarakat untuk
pemberdayaan dan perbaikan taraf hidupnya.
2. Azas dan prinsip pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) yaitu transparan, akuntabel, dan
partisipatif.
3. Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan bagian yang integral dengan APBDes mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, dan pelaporannya.
4. Penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) ditetapkan sebesar 30% untuk belanja aparatur
dan operasional Desa dan sebesar 70% untuk belanja pemberdayaan masyarakat.
5. Meskipun pertangungjawaban Alokasi Dana Desa (ADD) integral dengan APBDes, namun
tetap diperlukan pelaporan atas kegiatan – kegiatan yang dibiayai dari anggaran
tersebut secara berkala (bulanan) dan laporan hasil akhir penggunaan. Laporan ini
terpisah dari pertanggungjawaban APBDes, hal ini sebagai bentuk pengendalian dan
monitoring serta bahan evaluasi bagi Pemda.
6. Untuk pembinaan dan pengawasan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dibentuk Tim
Fasilitasi Kabupaten/Kota dan Tim Pendamping Kecamatan dengan kewajiban sesuai
tingkatan dan wewenangnya. Pembiayaan untuk Tim dimaksud dianggarkan dalam APBD
dan diluar untuk anggaran ADD.
Di dalam Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2014 pasal 2, telah di sebutkan juga bahwa
dana desa dikelola secara tertib, taat kepada peraturan perundang-undangan, efisien,

disebut-sebut milik pejabat Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang. Dengan demikian para aparatur desa akan mempunyai bekal pengetahuan dasar dalam merealisasikan amanah pemerintah No. tetapi BP Deli Serdang. Perusahaan memegang surat sakti dari BPN. Alokasi dana yang diberikan terkadang diminimalisir serta di pangkas. Dewasa ini alokasi dana tersebut di jadikan “permen” oleh oknum – oknum Desa yang haus akan keinginan yang tidak terbatas. Selasa (29/10/13). petani mencoba bertahan. malah mengeluarkan sertifikat kepemilikan. mendatangi Kanwil BPN Sumut di Medan. dimana bantuan tersebut digunakan sebagai fasilitas masyarakat dalam mengembangkan dan memajukan produksivitas sebuah desa. selain tetap melaksanakan program lain yang bersifat jangka pendek. Petani Protes BPN Keluarkan Sertifikat di Lahan Sengketa Sekitar 200-an petani dari enam kelompok di Sumatera Utara (Sumut). beberapa contoh desa di beberapa daerah yang melakukan penyimpangan menyalagunakan dana desa seperti desa Plosokidul di Kediri Jawa Timur. lahan yang dikuasai dua perusahaan itu. hal demikian tentunya sudah menjadi budaya di negeri ini. Sebelumnya. untuk mengeluarkan sertifikat hak milik. dianiaya hingga puluhan orang luka parah. BP Deli Serdang. bukan di gunakan untuk menunjang fasilitas pribadi aparatur desa. sehingga tindakan-tindakan yang menyimpang tersebut perluh “sedia payung sebelum hujan”. Dari itu Pemerintah Desa harus meyakinkan kepada masyarakat akan pentingnya tingkat keberhasilan. diduga disuap dua perusahaan itu. Desa Durin Tonggal. Kabupaten Deli Serdang. kepada dua perusahaan besar. Sehingga dana desa bisa di kelola secara maksimal dan sesuai arah yang di tentukan. Penyimpangan demikian sangat berkontradiksi dengan tujuan Alokasi Dana Desa (ADD). Dimana keadilan itu? Kami juga memiliki surat kepemilikan. Itu sudah ada sejak 20 tahun lalu saat ayah dan kakek kami tinggal disini dan berkebun. “Tanah itu. saat ini menjadi sengketa. Ratusan petani ini menyatakan. Alokasi Dana Desa (ADD) merupakan amanah dari pemerintah sebagai sarana penunjang dan juga impus untuk pembangunan dan pemeberdayaan masyarakat yang ada di sebuah desa. Mereka protes BPN yang mengeluarkan sertifikat kepemilikan lahan eks HGU PTPN II seluas 102 hektar di Sei Bekala. Sayangnya. tanah milik 141 petani. Dengan refensi demikian mestinya ada yang diperhatikan oleh Bupati sebagai kepala daerah untuk memberikan peningkatan kapasitas dan menambah pengetahuan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD). Tujuan dari penerapan hal tersebut agar Pemerintah Desa tidak menjadikan Alokasi Dana Desa (ADD) sebagai penunjang kekayaan Aparatur Desa. desa Kelapa Sebatang Labuhan Batu Sumatra Utara. PT Anugrah Multi Sumatera. dan besar nilai tambahnya atas program yang difokuskan tersebut. desa Landah Praya Timur di Lombok.ekonomis. Hal utama yang harus dilakukan aparatur desa adalah merencanakan program kerja berjangka panjang dan menegah dengan memfokuskan pada satu atau dua program yang mampu memberikan kontribusi besar untuk masyarakat menengah kebawah. berdasarkan surat kepemilikan yang mereka miliki. mengusir mereka menggunakan aparat kepolisian dan preman.” . sehingga dengan adanya penyimpangan seperti ini. dan PT Indo Palapa. transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatuhan serta mengutamakan kepentingan masyarakat setempat. tentunya para aparatur desa akan diberikan sangsi dan hukuman sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku kepada para oknum penyalah guna anggaran tersebut. Mereka diserbu. Lembah Keliat. milik pengusaha properti Sumut. Koordinator Petani mengatakan. karena campur tangan oknum pejabat Badan Pertanahan (BP) Deli Serdang. sebab perbuatan ini akan berdampak pada desa maupun daerah itu sendiri. ratusan hektar lahan perkebunan palawija petani yang sudah turun temurun itu. efektif. Kedua perusahaan itu. 5 Tahun 2015 tersebut. dicaplok. desa Paya Itik Deliserdang Medan. Kabupaten Bima yang hapir semua desa terindikasi menyala gunakan dana tersebut dan beberapa daerah lainnya yang juga diberikan sangsi sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku. namun dua perusahaan itu.

BPN akan inventarisasi ulang bersama dan memanggil BP Deli Serdang. Namun. Selama ini. Para petani datang membawa anak cucu. “Ada 24 sertifikat ditutup-tutupi apakah hak pakai atau hak milik. menuntut pengembalian lahan eks PT PN II yang kini dikeluarkan sertifikat kepada perusahaan. termasuk mencari bukti tuduhan petani soal dugaan keterlibatan oknum pejabat BP Deli Serdang. BPN sudah pernah memanggil dua perusahaan. Pada 23 Desember 2008.Ratusan petani ini mendapat pengawalan ratusan aparat dari Polresta Medan. BP Deli Serdang. Foto: Ayat S Karokaro Tigor Sembiring. kata Lembah. salah satu petani mengatakan. mengakui perusahaan itu hanya menguasai 48 hektar. Perebutan lahan seluas 102 hektar ini berlangsung sejak 2008. Kanwil BPN Sumut akan membetuk tim khusus menelaah kasus ini. Kami orang kecil ini. serta Pangdam I/BB sudah menandatangani pengakuan tanah itu. BPN malah memberikat sertifikat kepada dua perusahaan itu. jika Kanwil BPN Sumut. Kepala Bidang V Pengkajian dan Penanganan Sengketa. mengatakan. bukan malah dijual. tidak mau evaluasi dan mencabut sertifikat tanah yang sudah dikeluarkan. Dalam waktu tujuh hari. petani menanam jagung dan palawija di wilayah itu. Jika alas hak . Kanwil BPN Sumut.” Aksi para petani di BPN Sumut. BPN pernah menunjukkan sertifikat. di lahan eks HGU PTPN II–yang harusnya kembali ke pemerintah. BPN pun akan mengambil alih kasus ini. yang mengeluarkan sertifikat kepada kedua perusahaan ini. termasuk penelitian mengenai sikap BP Deli Serdang. katanya. Kanwil BPN Sumut. BPN dan Pemprov Sumut. pernah mediasi tetapi gagal. Saat mediasi antara petani dan pihak bersengketa. Ini untuk meneliti dan analisis data yuridis dan bukti yang ada. katanya. tanah itu mereka miliki berdasarkan surat keterangan kepala desa. Lembah mengatakan. BP Deli Serdang mengeluarkan sertifikat di lahan sengketa eks HGU PTPN II. dan hanya ada 21 sertifikat hak milik. Termasuk melibatkan data dan bukti petani. namun tak mau hadir. “Berkas-berkas ada di Deli Serdang. Damargali Widihasta. hanya ingin menuntut keadilan. beberapa waktu lalu. Bahkan peralatan dapur dan selimut dan tikar sudah disiapkan untuk menginap.

dan meneliti lebih dalam apakah akan mencabut sertifikat atau tidak.petani kuat. "Uang 30 persen hasil pemotongan itu digunakan untuk mendanai kegiatan yang tidak ada di daftar pengisian anggaran (DPA). dan Kasie Pemerintahan dan Trantib Kecamatan Kramatjati Sani. Sementara itu. Terkait dengan pengerjaan pelebran jalan ini. Sekretaris Kecamatan Kramatjati Kholi Susanto. “Saya sering mendengar keluhan dari para kepala seksi. kendati terdakwa memerintahkan pemotongan sebesar 30 persen untuk setiap kegiatan. Ironisnya. tidak ada keterangan atau data yang menuliskan besaran dana yang di kucurkan untuk pengerjaan proyek tersebut. Yang merupakan mewakili dari masyarakat yang ada selaku pemimpin desa. semua saksi yang hadir mengungkapkan. Senin (28/4). “Ada tahapan-tahapan. Setelah reformasi.dirinya hanya sebagai pengawas untuk dalam pengerjaan. BPN Sumut juga akan uji formal tetapi fakta yuridis tetap peradilan yang menentukan. Sebenarnya kegiatan yang tidak ada di DPA itu sulit diadakan tapi karena terpaksa. keinginan dan impina para masyarkat memiliki jalan tembus. sengketa lahan ini berlangsung lebih dari 10 tahun. salah satu mengumpulkan barang bukti dan mengukur ulang lahan sengketa. terlebih dalam hal pemasangan papan nama proyek di lokasi tersebut. Dian Purfanto kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). terdakwa hingga kini masih menjabat sebagai Camat Kramatjati. Pengerjaan yang di lakukan oleh kontraktor. Di mana jalan tersebut merupakan jalan tembus dari ujung jalan poros desa Sungai Pandan. Karena pemotongan itu.” Menurut dia. sekolah. jika sertifikat dibatalkan harus ada aspek yuridis dan tidak bisa hanya berdasarkan tekanan dari pihak manapun. "Dulu ini jalan setapak yang hanya bisa di lintasi sepeda motor saja. Karena pemotongan itu. Dalam kesaksiannya. Camat Kramatjati Potong Anggaran 30 Persen Sidang kasus korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta dengan terdakwa Camat Kramatjati. serta penelitian mendalam melibatkan berbagai pihak. Sebenarnya. Sebenarnya kegiatan yang tidak ada di DPA itu sulit diadakan tapi karena terpaksa. terdakwa memotong APBD 2013 sebesar 30 persen di setiap seksi atau unit kecamatan. namun harus sesui standar dan juknis yang . yang kemudian akan di lanjut dengan pengerjaan lainnya. Walaupun pengerjaannya baru sebatas pelebaran. Proyek Siluman Mulai Menjamur di Tebo RIMBOBUJANG. Dalam persidangan yang menghadirkan sejumlah saksi itu terungkap. dan masjid"ungkapnya kepada koran ini kemarin. petani kembali berjuang berusaha mengembalikan hak mereka. Terkait dengan prosedur dan etika . sekarang sudah terwujud. bahwa pemotongan anggaran itu membuat kegiatan tidak maksimal. terdakwa memerintahkan agar pejabat di kecamatan tetap menggunakan pola lama yakni memotong 30 persen anggaran dalam setiap kegiatan.” ujar Murtiani saat memberikan kesaksiannya di Pengadilan Tipikor. jadi diadakan. Kasubag Keuangan Kecamatan Kramatjati Murtiani. Tapi kegiatan itu tetap dilaksanakan.namun fungsi jalan ini sangat membantu warga yang berada di ujung jalan poros desa ini untuk akses menuju pasar. Mereka tak dapat berbuat apa-apa.” kata Damargali. Kades tersebut tidak begitu mengerti. tanah petani dicaplok menggunakan kekuatan militer. Suid Taher selaku kepala desa Sungai Pandan ketika di temui saat melintas di lokasi pelebaran jalan kemarin menjelaskan jika jalan ini sudah sangat lama di lintasi warganya.” kata Kholi Susanto. Menurutnya yang terpenting bagi masyarakat desa. namun tidak semua kegiatan yang ada dipotong. saat baru mejabat. "Uang 30 persen hasil pemotongan itu digunakan untuk mendanai kegiatan yang tidak ada di daftar pengisian anggaran (DPA). akan pengukuran ulang. Kholi Susanto yang menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan Kramatjati menambahkan. Sahran warga desa setempat menuturkan jika dirinya sangat berharap dalam hal pengerjaan pelebaran jalan tidak hanya asal jadi saja. kegiatan juga jadi tidak maksimal.Proyek pengerjaan pelebaran jalan di desa Sungai Pandan tepatnya di Unit 8 tidak di temui adanya papan nama proyek. Sebab. jadi diadakan " Sidang yang diketuai Majelis Hakim Ibnu menghadirkan lima orang saksi diantaranya. kegiatan juga jadi tidak maksimal. Senin (28/4). Sejak 1992.

dan berasal dari mana dananya ? Hal seperti ini kerap terjadi pada pelaksanaan proyek infrastruktur fisik dengan anggaran rendah. "Sebagai camat. menuai kritik dari Masyarakat. "PROYEK SILUMAN" Tidak Jelas Asal Anggarannya Pekerjaan peningkatan jalan. dan sayangnya pihak pengawas dari Dinas Bina Marga dan Tata Air (Disbimarta) pun enggan untuk mengingatkan. (13/04/2016). di Perumahan Pondok Timur Indah (PTI). terdakwa telah melakukan pelanggaran hingga negara dirugikan sebesar Rp 52 juta. apakah transparansi anggaran dapat di laksanakan atau tidak. dan melanggar undang-undang nomer 14 Tahun 2008. "planknya ketinggalan di kantor. besok saya bawa" kilahnya dirumah kontrakan para tukang yang tidak jauh dari pekerjaannya. Ibnu meminta para saksi untuk tidak memberikan keterangan yang berbelit-belit dan membingungkan. jadi kesaksiannya harus jelas berdasarkan fakta. dengan entengnya mengatakan. Sedangkan terdakwa Dian Purfanto mengaku menjadi korban dari kebijakan lama yang harus dijalaninya. "Dari awal saya sudah keberatan adanya potongan anggaran sebesar 30 persen. Bobby Ruswin menambahkan. berapa anggaran yang digunakan. papan proyek adalah hak masyarakat. yang anggarannya berasal dari APBD 2016. Diduga Gelapkan Dana BOS Kepala Sekolah Dilaporkan . gang Puyuh 1 dan 2. Ini secara tidak langsung Kontraktor bisa di kenai tuduhan menutup-nutupi hak publik mendapatkan informasi. dan tidak memasang plank pada saat pengerjaan proyek. dan ada anggarannya. Mustika Jaya Kota Bekasi. ya saya jalankan. Dinas terkait mengkaji ulang tentang pentingnya papan proyek yang di buat bukan hanya sebagai pelengkap. tetapi menjadi eksistensi proyek itu sendiri. Jaksa Penuntut Umum. rabu. sehingga Masyarakat bertanya-tanya. Namun selaku masyarakat kecil.” kata Ibnu." tandasnya." kilahnya. terhadap para Kontraktor yang dengan sengaja tidak membuat. Kontraktor di duga dengan sengaja tidak membuat dan memasang papan proyek. Hendaknya pihak Dinas juga memberikan sanksi tegas. pihak Kontraktor tidak Memasang papan atau plank proyek."kami hanya bisa berharap walupun di lokasi pengerjaan tidak di temui adanya papan nama proyek. Saat di konfirmasi terkait hal ini proyek yang sedang dikerjakan kontraktor inisial M. akrab disapa Opung. tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Karena ada kerugian negara yang ditimbulkan. Pasalnya dalam pekerjaan tersebut. untuk mendapat informasi tentang bagaimana Negara menggunakan uang rakyat. Selain sudah disetujui.jangan kami dirugikan oleh pihak kontraktor dalam hal tidak adanya ke transparanan dalam hala jumlah besaran dana yang di alokasikan. dan merupakan penjamin. terdakwa harus mampu mencegah adanya pola lama agar tidak diteruskan. pungkasnya Ketua Majelis Hakim.ada. Tapi karena ini pola lama yang harus dijalankan. “Karena ini bukan ujian.

KIT Bahasa Indonesia. Sementara tiap tahun dalam laporan pertanggungjawaban Dana Bos ada pembelian buku mata pelajaran. Cerita tentang Bripka Seladi sampai ke telinga Ketua DPR Ade Komarudin. . Simanjuntak Kepala Sekolah SD No 173624 Simare Kecamatan Borbor diduga gelapkan Dana BOS ratusan juta rupiah sejak tahun 2005-2016. Senin (23/5/2016). Atas temuan ini “Kita akan menyurati pihak kepolisianPolresTobasa agar kepala sekolah yang bersangkutan dimintai pertanggungjawabannya” ungkap Marimbun geram. Pantauan media ini kesekolah yang bersangkutan beberapa hari yang lalu bahwa memang siswa menggunakan buku mata pelajaran yang sudah tidak layak dipakai. dengan pekerjaan sampingan sebagai tukang memulung sampah. Marince mengaku bahwa data tersebut tidak ia pahami dan ia merasa bahwa dinas pendidikan telah mengada-ada. kenyataannya bahwa buku mata pelajaran untuk siswa tidak ada” tegas Marimbun Marpaung. Dalam keterangan yang diberikan oleh Marimbun Marpaung kepada media ini bahwa. Kisah dia memberi inspirasi akan sosok polisi sederhana dan jujur. Seladi memilih mencari uang halal. Kepala sekolah seolah-olah menuduh dinas pendidikan yang mengada- ada dengan membuat data yang ia sendiri tidak pahami. Marimbun merasa heran dengan gelagat kepala sekolah yang bersangkutan. Menyedihkan? Bripka Seladi dan Kisah Gus Dur tentang Polisi Jujur Bripka Seladi tengah banyak diperbincangkan publik. Akom menelepon Mabes Polri menyampaikan undangan. Hingga akhirnya politisi Golkar yang akrab disapa Akom ini mengundang Seladi makan siang bersama di Gedung DPR. Marimbun Marpaung sebelumnya telah mencocokkan data pelaporan penggunaan Dana Bos dari dinas pendidikan dengan kepala sekolah yang bersangkutan dan ternyata semua data diduga fiktif. “Kemana selama ini dan abos yang diberikan Negara kepada sekolahini ? Hanya IbuMarince yang tau. Seperti halnya alat peraga matematika. Sebelumnya. Kenyataannya tidak ada dipakai siswa bahkan dalam pengakuan siswa kepada media ini bahwa mereka membeli buku mata pelajaran ke Laguboti karena sekolah tidak menyediakannya. Senayan.Bantuan dari Bansos dan bantuan lain kepada sekolah ini masih utuh dalam kardu sbelum pernah dipergunakan. Peryataan ini di keluarkanolehKetua BIN DPD Tobasa Marimbun Marpaung Senin (14/2/2016) di Balige.M. Entah kemanakan buku baru yang dibeli itu. KIT IPA dan lain-lain. kepala sekolah yang bersangkutan tidak paham tentang administrasi dan tidak dapat menunjukkan apa-apa saja yang dibelanjakan untuk kebutuhansiswa.

Saat itulah Akom menyinggung tentang kisah polisi jujur yang pernah disampaikan Gus Dur. cuma ada dua polisi yang jujur satu. dan akan terus tambah lagi polisi polisi di Indonesia. "Awal mulanya saya mulung tahun 2004. Seladi dalam kesempatan itu diberi penghargaan oleh Ketua DPR. Dia menyampaikan agar masyarakat tak membuat SIM lewat calo.Didampingi Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono." ucap Akom. "Dulu almarhum Gus Dur presiden RI ke 3 pernah berkata. Waktu itu saya terjepit masalah biaya anak istri saya. . Uang dari memulung sampah plastik itu sukses menambah pemasukannya. Senyum tampak dari bibirnya. Seladi memang berdinas di bagian SIM. Usai makan siang. Hari ini tambah satu. Seladi dan Akom kemudian menemui wartawan. Pak Hoegeng kemudian yang kedua polisi tidur. Seladi yang menerima piagam tampak sumringah. Seladi bertemu Akom yang didampingi Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo dan beberapa anggota DPR." jelas Seladi mengawali kisahnya di depan para anggota DPR. Hingga akhirnya lepas dinas dia memulung sampah. Seladi juga sempat bercerita mengenai soal urusan SIM.

menampilkan foto dari lokasi ledakan ketika para tentara mengevakuasi calon tentara yang tewas. Disebutkan komandan pasukan khusus Yaman. Antrean Calon Tentara di Yaman Diguncang Bom Bunuh Diri. raungan sirene ambulans terus terdengar dari lokasi ledakan seiring evakuasi korban luka dilakukan. "Yang penting masyarakat harus jujur. Pendaftaran digelar di kediaman salah satu jenderal senior di distrik Khor Maksar. calo. Korban luka dilaporkan mencapai 60 orang. yang bilang itu susah itu hanya makelar." jelasnya. Jujur dalam apapun. Situs berita lokal. Otoritas setempat. . dan menghargai pekerjaan kami dengan tidak memberikan suap. seperti dilansir Reuters dan AFP." tegas Seladi yang selalu menolak saat ada yang mencoba menyuap dia mengurus SIM. Brigadir Jenderal Nasser al-Sarei. tewas akibat ledakan tersebut. Aden yang merupakan kota pelabuhan itu. sedikitnya 34 orang. menjadi ibu kota sementara Yaman. Yaman. Ledakan ini mengenai antrean para pemuda yang hendak bergabung militer Yaman dan menewaskan sedikitnya 41 orang.Dua ledakan bom mengguncang kota Aden. Ibu kota de facto Yaman. yakni Sanaa masih diduduki oleh kelompok pemberontak Houthi."Bikin SIM di kota itu mudah. yang sebagian besar calon tentara Yaman. Aden. 41 Orang Tewas Aden . Sejumlah saksi mata melaporkan. Aden al-Ghad. Senin (23/5/2016). ledakan pertama ini didalangi pengebom bunuh diri yang bergabung dalam antrean calon tentara yang hendak mendaftar masuk militer Yaman.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil aparat penegak hukum untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi atau hadiah Bupati Subang Ojang Sohandi. "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka OJS. Selain itu. penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang penyidik kepolisian bernama Rohadi. Namun beberapa waktu terakhir. Selama ini.Disampaikan pejabat lokal. Tidak diketahui pasti apakah kedua ledakan bom itu saling terkait. KPK juga memanggil Lenih Marliani." kata Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi. Al-Qaeda juga Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang bermusuhan. Ledakan ini dilaporkan menewaskan tujuh tentara Yaman dan melukai beberapa orang lainnya. mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan teror terhadap militer Yaman. Kali ini. Ledakan bom ini terjadi setelah militer Yaman yang didukung Uni Emirat Arab. Belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas dua ledakan ini. Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) terus memanfaatkan kekacauan yang melanda Yaman akibat serangan pemberontak Houthi. Kasus Korupsi Bupati Subang. bahwa satu ledakan bom lainnya terjadi di dalam markas militer setempat. Jajang Abdul Holik. . berhasil merebut kembali sejumlah area di pantai selatan Yaman dari militan Al-Qaeda. Senin (23/5). KPK Garap Penyidik Polisi Subang . istri mantan Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Subang. bulan lalu.

Ojang diduga bersama-sama mantan Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Subang. Serta. . Sejak minggu lalu. Selain itu. Jajang Abdul Holik dan istrinya Lenih Marliani menyuap dua jaksa Kejati Jabar Devi Rochaeni dan Fahri Nurmallo.Jajang adalah satu dari tersangka kasus dugaan suap terkait pengamanan perkara dugaan korupsi BPJS Subang. tapi kemudian beberapa tidak datang. KPK menyita sebuah mobil Toyota Velfire hitam. Penetapan Ojang setelah KPK menangkapnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 11 April lalu. Kita ingin itikad baik dari aparat penegak hukum ini untuk datang memenuhi panggilan. "Ada beberapa aparat penegak hukum yang memang dipanggil sebagai saksi. Ojang merupakan tersangka dugaan suap terkait pengamanan perkara korupsi BPJS di Kejaksaan Tinggi Jakarta Barat.Tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan seragam dinas Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar bersama barang buktinya. satu motor trail. Yaitu pasal 12 huruf B UU Tipikor. dua Jeep Wrangler Rubicon warna oranye dan merah." ujar Yuyuk Rabu pekan lalu. Ojang disangka melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan atau pasal 13 UU Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Saat ini penyidik tengah mendalami sumber pemberian gratifikasi tersebut. Tersangka Korupsi Seragam Dinas Rugikan Negara Rp360 Juta Makassar . Atas perbuatannya. satu unit mobil Mazda CX-5 berwarna hitam dan motor Harley Davidson. Para aparat penegak hukum tersebut diduga menerima pemberian gratifikasi dari Ojang. KPK telah memanggil sejumlah aparat penegak hukum dari Kejaksaan Negeri Subang dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sebagai saksi dalam kasus tersebut. Ojang dijerat dengan pasal dugaan penerimaan gratifikasi. dan sebuah motor jenis ATV milik Ojang Sohandi. Terkait sangkaan itu.

Kejaksaan Temukan Indikasi Korupsi Lahan Bandara Makassar . Nurni menjelaskan proyek pengadaan seragam dinas tersebut tidak sesuai dengan Rancangan Keuangan dan Anggaran (RKA). berdasarkan dua alat bukti yang cukup." katanya lagi. Dalam kasus ini ketiganya dijerat pasal 2 ayat 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. ketiganya pun harus meringkuk di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II Bungoro Kabupaten Pangkep." ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkep Nurni Farahyanti saat dikonfirmasi."Kemarin ketiga tersangka telah kami proses tahap dua. karena tersangka telah mengadakan seragam dinas tersebut. Minggu. Ketiganya dijadikan tersangka lantaran perbuatan mereka diduga telah melakukan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp360 juta pada 2014. tinggal menunggu kapan jadwal sidangnya akan digelar. Nurni melanjutkan. setelah penyidik Kejari Pangkep melakukan pelimpahhan tahap dua kasus tersebut ke penuntutan. dan anaknya Nurfadila (NF) selaku direktur perusahaan. dilimpahkan ke pengadilan. Semua tergantung dari panitera saja dan kami selalu siap. Senin ini rencana dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Makassar. makanya Senin ini tersangka bersama barang buktinya." ujarnya pula. Tiga tersangka masing-masing H Marjuzi selaku pemenang tender. tim jaksa penuntut yang ditunjuk dalam kasus ini telah merampungkan dakwaannya dan siap untuk dibacakan saat persidangan. "Kalau sudah dilimpahkan. Akibatnya jenis kain yang diadakan oleh tersangka tidak sesuai dengan jenis kain yang tertuang dalam RKA maka tindakan tersebut disangkakan telah merugikan negara. Nurni mengatakan. "Kami tidak ingin berlama-lama dalam menuntaskan kasus ini. serta Maksun selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Padahal RKA pengadaannya belum diterbitkan.

Makassar ." ujar Marang. Turah Ajiari membenarkan pengusutan proyek itu. Jumat sore. "Kami temukan fakta adanya dugaan mark up anggaran. 20 Mei 2016. . Marang. kata dia." kata Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi. pihaknya menemukan adanya dugaan pelanggaran dalam proses pembebasan lahan itu. Menurut dia. Sejak perkara ini diusut." tutur Marang. "Penyelidik tengah merampungkan laporan hasil pengumpulan bahan keterangan. "Kami tidak serahkan perkara ini jika memang tidak ada temuan awal. kejaksaan telah memeriksa beberapa saksi. perkara itu akan diserahkan kepada bidang pidana khusus untuk didalami dengan lebih jelas. Marang menyatakan pihaknya telah menyelesaikan penyelidikan awal. panitia pengadaan lahan. Di antaranya dari pihak Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Selanjutnya." kata mantan Kepala Kejaksaan Negeri Sungguminasa. Gowa itu. Proyek tahap ketiga itu menelan anggaran negara sebesar Rp 500 miliar. pihaknya sudah beberapa kali diminta klarifikasi oleh penyelidik Kejaksaan Tinggi.Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat mengusut dugaan korupsi pembebasan lahan perluasan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. lanjut Marang. Juru bicara dan bagian hukum Angkasa Pura 1. Proses pembayaran lahan yang dimulai sejak 2015 itu diduga tidak sesuai dengan taksiran harga lahan. dan pemilik lahan. di Makassar. Selain itu. "Penyelidik telah menemukan indikasi penyimpangan. Badan Pertanahan Nasional Makassar. penyelidik juga menemukan adanya kesalahan pembayaran dalam transaksi jual beli lahan seluas 60 hektare itu. Dia menolak membeberkan secara detail modus kesalahan bayar tersebut. Menurut Marang.

Penyidik Tipikor berjanji akan menetapkan tersangka setelah kerugian negara diketahui." ujar Turah.5 miliar mandek ditangan penyidik Polrestabes Makassar.Kasus dugaan tindak pidana korupsi Rumah Sakit (RS) Haji Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) senilai Rp5. hingga kini kasus tersebut belum membuahkan hasil bahkan tak satu pun ada tersangka. Minggu (22/5/2016). Menurut dia. AKBP Noviana Tursanurohmad mengatakan sejauh ini pihaknya masih dilakukan prosea penghitungan kerugian negara bekerjasama BPKP. proses pembebasan lahan sudah sesuai prosedur.com. Kasat Reskrim Polrestabes Makassar.” ujar Hamka Jarot kepada pojoksulsel. penyidik Polrestabes Makassar menggandeng Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Wilayah Sulsel dalam rangka mengaudit kerugian negara kasus dugaan tindak pidana korupsi RS Haji Makassar. profesional penyidik Polrestabes Makassar patut dipertanyakan. Ketua Dewan Rakyat Antikorupsi (Derak) Hamka Jarot mengatakan. Sementara itu. Pasalnya. “Kasus ini sengaja dibiarkan mandek sehingga kasus ini nantinya sendiri akan dihentikan."Kami kooperatif dan menghormati proses hukum yang tengah berjalan.5 Miliar Mandek di Polrestabes Makassar Makassar . Turah mengatakan pihaknya hanya bertindak melakukan pembayaran setelah verifikasi pemilik lahan selesai dilakukan oleh panitia pembebasan lahan dan Badan Pertanahan Nasional. Kasus Korupsi RS Haji Rp5. "Kami tidak akan membayar bila tidak ada rekomendasi secara resmi. Sejauh ini. ." ujar dia.

Pengadilan Negeri Tanjungkarang telah menghukum empat terpidana kasus korupsi. Seperti Direktur PT Bermosa Caro Seales Dijinal. Kita nunggu aja dari BPKP. Terbaru pada Senin (9/5/2016) lalu hakim memvonis bendahara pengeluaran Disdik Lampung Utara.Sehingga kerugian negara itu menjadi dasar penyidik untuk ditingkatkan kasus untuk penetapan tersangka. Kejaksaan telah mengungkap berbagai praktek korupsi dari dana yang bersumber untuk peningkatan kualitas pendidikan. mulai rekanan hingga pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten dan Provinsi. Makanya saya lebih hati hati bicara. Pasalnya. Sahadat Burhan (50) yang terbukti menyelewengkan dana Alokasi Khusus (DAK) dalam proyek 128 paket rehabilitasi pembangunan dan pengadaan buku dan alat peraga kepada 63 SMP . korupsi dana alokasi khusus (DAK) rehabilitasi ruang kelas di Dinas Pendidikan Lampung Utara. Dana Pendidikan Jadi Bancakan Korupsi di Lampung Bandar Lampung . Berkah Mofaje Caropeboka yang dihukum selama 1 tahun penjara akibat korupsi proyek pengadaan barang dan jasa alat peraga Dinas Pendidikan Pesawaran tahun 2010 senilai Rp2. Selain itu.Korupsi dana pendidikan menjadi permainan bagi berbagai pihak di Lampung. Berdasarkan data yang dihimpun Lampung Post. Mohon pahami posisi saya. “Jadi kalau kerugian negara kasus korupsi tidak bisa dikira kira. Mohon dipahami penanganan kasus korupsi sama pidana umum beda.” ujar Noviana. Keduanya dihukum hakim tipikor selama 2 Tahun dan 4 bulan penjara.7 miliar dan mekerugikan negara Rp138 juta. dalam kurun waktu Agustus 2015-Mei 2016. yaitu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah Heri Purnomo (55) dan Rolip (50) yang menelan anggaran Rp278 juta dan merugikan negara Rp108 juta.

" pungkasnya. Dalam penyidikannya. Sementara itu. Selamet divonis penjara selama selama 6 tahun dan 6 bulan. saat ini korps adhyaksa itu masih mendalami perkara pengadaan 93 paket perlengkapan sekolah pada 13 SD/MI/SMP/MTs terhadap 60. Jika dalam persidangannya ada fakta yang menyebutkan adanya keterlibatan pihak lain. “Untuk kasus Tauhidi dkk. kata dia. tetapi untuk kasus seperti itu bisa-bisa. hal itu tidak menutup kemungkinan akan terus terjadi di Lampung. Teranyar. kami selesaikan dulu yang satu itu. karena kasus korupsi di disdik bukan sekali atau 2 kali saja. Hendrawan (rekanan). Namun. maka kami akan menindaklanjutinya dan tidak mungkin kasus itu akan ada tersangka baru.” kata Yadi. Sahadat divonis dengan pidana penjara selama 1 tahun. Suyadi. “Hal itu menjadi salah satu faktor dana pendidikan dijadikan lahan korupsi. Dengan berkaca pada kasus korupsi yang telah terjadi baik dari pihak sekolah. "Ya saya tidak bisa memastikannya.9 Miliar. dari perkara korupsi itu.” kata dia. kami masih terus mendalaminya walaupun saat ini telah masuk ke ranah persidangan. Kepala Kejati Lampung. untuk saat ini Kejati masih berfokus pada perkara yang ditangani dan belum menyelidiki perkara lainnya.” kata dia. Selamat (30) yang menilap dana Rp1 Miliar uang kas daerah untuk bermain judi online. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terus menyidik dugaan korupsi pengadaan 93 paket perlengkapan sekolah pada 13 SD/MI/SMP/MTs terhadap 60. Sementara itu. Kasubag Perencanaan Disdik Lampung Edwar Hakim (51) dan PNS Pemberdayaan Masyarakat Lampung Aria Sukma S Rizal (31) yang masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang. Dia melanjutkan.200 siswa di Lampung yang menelan dana sebesar Rp17. kita selalu berharap jika korupsi itu tidak terjadi lagi.dan 76 SD se-Lampura yang menelan anggaran sebesar Rp41 miliar. Untuk penyelidikan di tubuh pendidikan.200 siswa di Lampung dan merugikan negera sebesar Rp8. . Pasalnya. Bendahara pengeluaran Dinas Pendidikan Lampung Selatan. pendidikan memiliki dana yang kuat dan proyek yang banyak. dana pendidikan menjadi hal yang mayoritas dalam penanganan perkara tipikor. Kami terus pantau dengan melihat fakta-fakta dalam persidangan. yaitu Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Tauhidi. “Kami masih fokus pada Disdik Lampung ini dulu. Pemda.7 Miliar di tahun 2011. Polresta Bandar Lampung juga masih melakukan penyidikan terhadap penyimpangan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di SMPN 24 Bandar Lampung. melalui Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Yadi Rachmat menjelaskan ditengah kasus korupsi yang terus diselidiki pihaknya. bahkan Pemprov Lampung. Kejati telah menyeret empat orang ke meja hijau.

” ungkapnya beberapa waktu lalu. . Dua tersangka diantaranya laki-laki yakni Edwin Khotomo ST dan Amri yunus ST yang ditahan di Rutan Pakjo Palembang. Diduga korupsi truk sampah. Mereka semuanya berstatus PNS di DKK Kota Palembang. Para tersangka diduga melakukan tindak korupsi perlengkapan sampah berupa pengadaan dump truck di DKK Palembang tahun 2012. Jumat (20/2). Sedangkan dua tersangka wanita diketahui bernama Neneng Susanti dan Evi Hasumayani yang ditahan di Lapas Wanita Jalan Merdeka Palembang. Untuk kerugian negara memang masih dikoordinasikan karena masih terdapat perbedaan dari perhitungan Polresta dan BPKP. "Rabu kemarin diserahkan pihak Polresta Palembang kepada Kejari.Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung mengatakan masih menyelidiki kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp300 juta itu. Kasi Pidsus Kejari Palembang. “Penyidikan masih diteruskan dan kami masih berkoordinasi dengan BPKP Lampung terkait audit kerugian negara. Keempatnya sudah kita kirim ke rutan dan lapas yang berbeda. 4 PNS Dinas Kebersihan Palembang dibu Empat pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Kebersihan Kota Palembang (DKK) dijebloskan ke penjara oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang. keempat tersangka diserahkan penyidik Polresta Palembang setelah berkasnya sudah memasuki tahap kedua." ungkap Nauli. Nauli Rahim Siregar mengungkapkan.

Syafruddin H. tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Maka gelaran PILKADES serentak ini tahun 2016 juga sangat mungkin terjadi kisruh. karena sudah banyak indikasi yang dapat dijadikan landasan asumsi. negara mengalami kerugian sebesar Rp 500 juta. berdasarkan penghitungan audit dari BPKP Sumsel. Namun Pemerintah Daerah Kabupaten Bima mengeluarkan kebijakan yang kontrofersial dengan sengaja menunda pelaksanaannya atas pertimbangan ancaman instabilitas daerah hingga mengutamakan proses Pilkada dan lainya. Kecenderungan Bupati Bima sejak dijabat oleh Drs. PEMILIHAN KADES SERENTAK DAN DOMINASI PERAN BPMDes (Ancaman Otonomi Desa) Q2000. tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor. Proses pemilihan Kepala Desa (KADES) di Kabupaten Bima secara Perdana akan digelar pada tanggal 16 Juli 2016 secara serentak digelar. H. . para tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999. Amanat UU/6 Tahun 2014 memberi kewenangan terhadap Desa untuk menyelenggarakan demokrasi pada level yang dekat rentangan langsung dengan masyarakat. Akibatnya.M.Pd. "Dalam waktu 20 hari ini akan kita serahkan untuk ke Pengadilan Tipikot Palembang untuk disidang. karena sedianya dilaksanakan pada Tahun 2014-2015.Dijelaskannya. Sehubungan dengan itu pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMDes) Kabupaten Bima sebagai leding sector telah menyatakan kesiapan baik secara tekhnis maupun dari segi pendanaan telah siap untuk dinggelarnya. Proses ini sebenarnya merupakan agenda yang tertunda. ada selisih harga saat melakukan pelelangan pengadaan dump truck DKK Palembang tahun 2012. Atas perbuatan tersebut. kata dia. memang terlihat adanya kelemahan kemampuan untuk menelaah regulasi sehingga tak salah kalau setiap kebijakan yang berlandasan hukum selalu mengandung makna bias dan multi tafsir pada setiap kebijakannya. Modus dalam perkara ini. M. sehingga pihak tekhnis merasa siap dan bahkan dari segi anggaran juga telah tersedia namun Bupati sendiri yang tidak siap mentalnya. empat tersangka tersebut merupakan lanjutan dari dua tersangka sebelumnya. Baik potensi masalah yang bersumber dari para pelaksana dan maupun para peserta serta Team sukses hingga para pendukung para calon Kades yang sudah siap bertarung. yakni bernama Suhrawardi dan Sunardi.Nor. Keduanya sudah menjalani sidang terlebih dahulu di Pengadilan Tipikor Palembang." pungkasnya.

lalu mereka bekerja seolah para malaikat hingga tanpa perlu dibentuk Badan Pengawas PILKADES yang diberi kewenangan yang kuat dan tajam untuk menghindari kisrus pelaksanaan Pilkades. karena terlalu didominasi oleh pihak BPMDes sebagai representasi dati pihak Kabupaten. Belum lagi sekarang adanya kejadian Mengundurkan diri ramai-ramai Panitia pelaksana lantaran tak tetima dominasi peran pihak BPMDes dalam aspek pengaturan anggaran. apalagi ketersediaan SDM pada level Desa yang betul-betul acap kali dikeluhkannya. Maka dalam rangka mengukur konsistensi dan ketaatan sebagai bentuk loyalitas menjadi penting. Pembinaan Masyarakat Desa 4).. Hal ini juga dapat dilihat peran pihak Pemerintah Kecamatan cenderung diabaikan. Q2000 UU No. masih banyak celah munculnya potensi ketegangan politik yang berimbas pada konflik sosial. Pelaks. MAKA INI BENTUK TINDAKAN PENGABAIAN HAK DESA. Pemberdayaan Masyarakat Desa Setelah menyadari atas kewenangan Desa dalam pilihan yang menjadi perintah Undang-Undang adalah keniscayaan untuk diaplikasi dalam bentuk langkah riil. sementara muncul maslah seputar proses/tahapan yang menyangkut administrasi tidak menjadi bagian yang mereka ambil peran dan dalam posisi yang dominan. Mesti diwaspadai oleh Pemerintah Desa. Pelaks. Kewenangan Pemerintah Desa 2). Dalil inilah yang selalu di lontarkan oleh pihal Kabupaten dalam hal ini BPMDes yang dijadikan sandaran.. seperti halnya penyusuna ADD dan DDA yg jelas kewenangan Desa masih setengah hati diserahkan. Seperti halnya PENGABAIAN PELAKSANAAN AGENDA KEGIATAN REKRUTMEN PERANGKAT DESA dengan DILAKUKAN MORATORIUM.6/2014 Tentang DESA.Para pelaksana melalui UU dan regulasi tekhnisnya. Dalam rangka mengukur adanya upaya pengabaian segala agenda kegiatan Desa untuk mewujudkan perintah regulasi yang dilakukan oleh PEMDA. Sudah banya peristiwa bahwa pihak Kecamatan selalu tak dianggap oleh pihak kabupaten dengan alasan bahwa di lingkungan Pemerintah Kecamatan TIDAK TERSEDIA Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni hingga tak heran kalau harus didominasi oleh Kabupaten. karena jika ada temuan atas pengelolaan dana Desa maka puhak yang bertanggung-jawab adalah Desa. Seolah BPMDEs mereka memiliki peran dominasi pada aspek pengaturan anggaran saja.! . demikian mendelegasikan 4 hak otonomi Desa yaitu : 1). Karena pihak BPMDes tidak ada kaitan tanda tangan dokumen Desa. Hingga urusan yang sudah jelas-jelas hanya kewenangan desa penyusunan Regulasi dan anggaran serta hal lain yang bukan haknya saja BPMDes selalu memainkan peran dominan. SUBYEKTIFITAS PEMDA MACETKAN AGENDA DESA By. Sebagaimana hanya yang ada seolah Panitia Pelaksana PILKADES dengan Para Peserta saja. Pembangunan Desa 3).

Proses seleksi perangkat desa dilakukan moratorium (penghentian sementara) hanya lantaran adanya Surat Edaran Kemendagrl.Implikasi dari penundaan pelaksanaan agenda seleksi perangkat desa. . tetapi sekarang kondisi menjadi lain dan sangat kontras. Sistimatis dan Massif. Pengabaian amanat Undang-Undang adalah bentuk pelanggaran serius dengan menggunakan dailil yang dangkal dan sumir. sementara Daerah lain seperti Kabupaten Dompu konsisten dan loyal dalam menerapkan amanat Undang-Undang tersebut. padahal SE tidak termasuk tata hirarki aturan. Hanya Pemerintah Kabupaten Bima yang berani mengabaikan amanat Undang- Undang. Lalu dengan mempertimbangkan sebagai clausulnya adalah Pelaksanaan PEMILU Presiden dan berturut-turut Pemilu Legislatif dan PEMILU KADA bahkan sekarang dengan alasan PILKADES serentak sehingga seleksi Perangkat Desa ditangguhkan. maka dengan segala subyektifitasnya Pemerintah Daerah Kabupaten Bima telah dengan segala kesengajaan menyandera pelaksanaan kegiatan agenda desa . maka realisasi rekrutmen perangkat desa adalah KENISCAYAAN. Hal ini penting jangan sampai menimbulkan masalah lain. Tanpa harus merasa terhalangi oleh pelaksanaan agenda lainnya. Jika Pemerintah Daerah melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMDes) masih memiliki komitmen dan konsisten sebagai gambaran bentuk loyalitas Pemerintah Daerah terhadap perintah Undang-Undang. Perintah penarikan Sekretaris Desa yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah lama mengemas Koper dan Tas dan perabot lain miliknya untuk menempati posisi baru pada tempat baru mestinya sudah menjadi jelas dan tuntas dilakukan. maka ini dapat menyandera segala kegiatan desa. Sebagaimana hal yang terjadi di Kabupaten Bima. Tindakan ini sebagai bentuk kesalahan yang bersifat Terstruktur. Apalagi pada setiap desa yang memiliki hajad untuk itu telah membentuk PANITIA SELEKSI dan bahkan telah memasuki tahapan lanjutan.

Related Interests