STASE ILMU KESEHATAN JIWA

JOURNAL READING

“Parental Prevention Practice Toward Child Sexual
Abuse”

Oleh:

Lalibah Antartika (2011730053)

Pembimbing :

dr. H.M. Hermansyah, Sp.KJ

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN JIWA

RSUD R. SYAMSUDIN, S.H., KOTA SUKABUMI
JAKARTA 2016

kecemasan. Sampai saat ini. "Definisi yang paling komprehensif diberikan oleh komisi pelecehan seksual anak. PRAKTIK PENCEGAHAN BAGI ORANGTUA TERHADAP PELECEHAN SEKSUAL ANAK Abstrak. pelecehan seksual anak bukanlah fenomena baru. . Dapat pula mencegah pelecehan seksual anak dengan tidak me- rahasiakannya”. Ada berbagai bentuk pelecehan seksual anak termasuk meminta atau mendesak anak terlibat dalam aktivitas seksual. kontak seksual fisik dengan anak. Konsep modern dari hubungan keluarga telah berubah dan yang telah membawa banyak perubahan. sebagian besar diabaikan dalam wacana publik dan sistem peradilan pidana. Secara historis. Untuk mengidentifikasi sikap orang tua dan seberapa besar mereka menyadari kejahatan pelecehan seksual anak ini dapat diketahui rumpanjang lebar dengan melakukan penelitian.CHRIS WITTY. post traumatic stress disorder. Mengetahui peran orang tua dalam mengidentifikasi pelecehan seksual anak. Schechter dan Roberge (1976) mendefinisikan "pelecehan seksual sebagai keterlibatan ketergantungan." Tujuan. puting. 1984 yang menyatakan bahwa. Konsep hubungan anak dan orang tua makin memburuk di daerah perkotaan. Dengan tidak adanya undang-undang tertentu. "Setiap anak di bawah usia akil balig dapat dianggap telah mengalami pelecehan seksual ketika seseorang yang matur seksual telah terlibat atau melibatkan anak dalam kegiatan yang bersifat seksual yang dimaksudkan untuk kepuasan seksual seorang yang matur secara seksual. “Penting untuk membicarakan hal ini. terutama pemerkosaan jika bukan satu-satunya pelanggaran seksual khusus terhadap anak yang diakui oleh hukum di India. atau menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak. anda meningkatkan kesadaran. perlakuan tidak senonoh pada alat kelamin. pelecehan seksual anak (Child Sexual Abuse. CSA tidak diakui sebagai tindak pidana. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- PENDAHULUAN. CSA) telah menjadi masalah tersembunyi di India. Menghabiskan waktu dengan anak-anak telah menjadi konsep yang langka. Dampak dari pelecehan seksual anak dapat berupa depresi. anak dan remaja dalam yang imatur dalam kegiatan seksual yang mereka tidak benar-benar paham kepada siapa mereka tidak dapat memberi persetujuan atau yang pelanggaran itu dianggap tabu secara sosial dalam keluarga. pelecehan seksual oleh anggota keluarga merupakan bentuk perzinahan dan dapat mengakibatkan masalah psikologis yang lebih serius dan dalam jangka panjang. cedera fisik pada anak.

pelecehan. di sekolah. diskriminasi anak perempuan. Ini meningkatkan kerapuhan anak dan mengekspos mereka kepada situasi pelecehan dan eksploitasi. 2. Studi penelitian yang berskala besar pertama disponsori pemerintah untuk menilai sejauh mana dan sifat pelecehan anak di India (Kacker et al. Anak-anak di jalanan dan pengemis anak adalah hasil dari keluarga yang rusak. akses terhadap fasilitas medis dan pendidikan.447 anak. aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Kementerian pemerintah pusat Perempuan dan Perkembangan Anak telah aktif terlibat dalam mematahkan 'konspirasi diam' dan telah menghasilkan momentum substansial politik dan populer untuk mengatasi masalah ini. dan eksploitasi pornografi tidak pernah dikenakan sanksi hukum. di jalanan dan di lembaga-lembaga. 2007). perkosaan dan kekerasan di lembaga anak. Sampel dipilih mencakup 12. Studi ini berdasarkan pada metodologi yang dirancang dengan baik. mencakup 13 negara (dua negara dari masing-masing enam zona geografis di negara ini) termasuk negara dengan tingkat kejahatan tertinggi hingga terendah dalam pelanggaran terhadap anak-anak. menjadikan berlakunya undang-undang baru yang disebut Perlindungan Anak dari Pelanggaran Seksual (POCSO) 2012.449 stakeholder yang mewakili lima kelompok yang berbeda: anak dalam keluarga. Gerakan yang dipelopori oleh Departemen Perempuan dan Perkembangan Anak. pernikahan diusia anak. pekerja anak dan tradisi Devadasi (mendedikasikan dirinya untuk pemujaan/pelayanan kepada dewa sepanjang hidupnya) berdampak negatif pada anak dan meningkatkan kerentanan mereka terhadap pelecehan dan penelantaran. PREVALENSI PELECEHAN SEKSUAL ANAK DI INDIA Sebesar 19% anak di dunia berada di India.324 remaja dan 2. Dalam beberapa tahun terakhir.berbagai perilaku ofensif seperti penyerangan seksual anak (tidak sebesar perkosaan). Kurangnya gizi yang cukup. Menumbuhkan kekhawatiran terkait pembunuhan bayi perempuan. di tempat kerja. sistem kasta. Penelitian ini me- . migrasi dari desa ke kota meningkatkan kemiskinan perkotaan.

berciuman dan masturbasi  Berhubungan seksual. Aktivitas seksual antara anggota keluarga  Pedofilia. Pelaku biasanya menggunakan paksaan dan manipulasi. seringkali berwenang dan anak kenali. produksi dan distribusi bahan yang melibatkan anak di bawah umur dalam tindakan seks  Prostitusi Anak . . paparan alat kelamin oleh pria dewasa  penganiayaan. belaian. orang yang melakukan pelecehan seksual anak adalah orang dewasa atau anak yang lebih tua yang mengenal korban. percayai atau cintai. BAGAIMANA ORANG TUA DAPAT MENGIDENTIFIKASI PELECEHAN SEKSUAL ANAK Pelecehan seksual adalah sesuatu yang sangat sulit untuk diskusikan namun sangat penting karena setiap orang tua harus waspada. termasuk kontak genital-mulut. dan seksual yang lazim di semua negara yang disurvei. kesenangan orang dewasa terhadap anak sebagai objek seks  Eksibisionisme. penis- genital  Perkosaan.laporkan pelecehan secara emosional. penderitaan cedera fisik untuk memperoleh gairah seksual  Pornografi Anak.  Sadisme seksual. perilaku seperti menyentuh. KATEGORI PELECEHAN SEKSUAL ANAK ADALAH:  Incest. Dalam kebanyakan kasus. fisik. seksual atau berusaha melakukan hubungan tanpa persetujuan korban. genital-anal. apa yang harus orang tua ketahui tentang pelecehan seksual adalah. bukan dengan kekuatan fisik.keterlibatan anak-anak dalam seks untuk keuntungan.

miskin penghargaan diri. marah. lekas marah.  Berbicara dengan mereka tentang sentuhan seksual yang buruk juga. kecemasan atau perilaku menyakiti diri sendiri atau berperilaku tidak normal atau penyandang cacat • Sejarah menunjukkan pelecehan bukan insiden tunggal tetapi dapat terjadi beberapa bulan bersamaan. ketakutan. perilaku merusak diri sendiri. ketagihan. serangan panik. kinerja yang buruk di sekolah. penurut. pemalu • Mereka yang mungkin anak-anak dari keluarga berantakan. membutuhkan lebih banyak kasih sayang dan perhatian • Mereka yang ditolak dari keluarga atau teman-teman. • Sebagian besar pelaku telah dikenal oleh anak • Anak-anak yang bersifat lemah. anak-anak yang tidak bahagia. masalah tidur. . akan lebih baik jika anak ditunjukkan sentuhan-sentuhan yang berbeda dan buatlah mereka menyadari hal itu MASALAH PSIKOLOGIS YANG DITEMUKAN PADA ANAK-ANAK YANG DILECEHKAN  Depresi.  Kurang percaya diri. mengalami depresi. BAGAIMANA ORANG TUA DAPAT MENGIDENTIFIKASI ANAK PELECEHAN SEKSUAL  Ajarkan anak bagian-bagian tubuh dan apa saja bagian-bagian pribadi yang seharusnya pribadi  Berbicara dengan mereka tentang sentuhan buruk dan sentuhan yang baik.

 Mimpi buruk.  kurang berprestasi di sekolah  Pikirkan buruk terhadap diri mereka sendiri. membahayakan diri. berpakaian buruk.  Anak harus memiliki daftar orang dewasa yang terpercaya. nomor telepon mereka. berembang pada gangguan makan. email dan alamat mereka sehingga mereka bisa dihubungi pada saat bantuan yang diperlukan. seperti anoreksia atau bulimia STRATEGI PENCEGAHAN Strategi pencegahan untuk menyeimbangkan antara orang tua dan anak-anak dengan memberdayakan anak-anak dengan cara berikut  Informasi adalah kekuatan. dan ajarilah mereka teknik ketegasan seperti mengatakan tidak dan mendapatkan bantuan dari orang dewasa yang terpercaya dan segera pergi jika teridentifikasi ancaman dari orang-orang asing. Ajarkan pada anak tentang pelanggaran yang dilakukan dan sentuhan  Bangunlah harga diri. yakini mereka bahwa mereka adalah yang terbaik dan tumbuhkan kepercayaan pada mereka  Keterampilan pertahanan diri. menulis atau menggambar atau bermimpi seksual atau gambar yang menakutkan  melarikan diri. mengompol dan mengisap jempol yang menjadi kebiasaan secara tiba-tiba  takut pada kontak fisik  bermain.  Menyakiti orang lain. kecemasan. ajarilah mereka apa itu keterampilan bela diri fisik dan mental. .

3. Penurunan rasio perempuan / laki-laki yang maksimal pada usia 0-6 thn: 927 perempuan/1000 perempuan . Untuk mempelajari tingkat kesadaran tentang pelecehan seksual anak di antara orang tua di berbagai strata masyarakat di Chennai 2. Setiap lima anak di dunia hidup di India . Tiga dari empat anak di India mengalami anemia . Setiap dua anak yang lahir telah mengurangi kapasitas belajar karena kekurangan yodium .  Pelatihan keterampilan Hidup  Keterampilan Sosialisasi  Latihan perlindungan diri  Layanan konseling dan Psikoterapi untuk pendekatan langsung STUDI ANAK PELECEHAN: INDIA 2007 (FAKTA) . Pencatatan kelahiran hanya sebesar 62% . Untuk menganalisis apakah orang dewasa berada dalam posisi untuk menangani situasi pelecehan dalam kasus yang terjadi . Tingkat pertahanan pada tingkat dasar adalah 71. Untuk memahami tingkat ikatan antara anak dan orang dewasa. Setiap dua anak di India kekurangan gizi .01% (pendidikan dasar di India Perkembangan UEE TUJUAN PENELITIAN 1.

Peneliti telah memilih Chennai untuk studinya karena meningkatnya orangtua yang bekerja. Studi ini dipilih melalui metode purposive sampling. METODOLOGI Setiap studi memiliki metode khusus untuk mengetahui masalah di daerah studi yang dipilih. 4. Untuk mengetahui efek dari pelecehan seksual anak 6. Wawancara terjadwal adalah alat utama yang digunakan untuk mengumpulkan data. efek dari pelecehan seksual anak. Jadi Chennai dan anak-anak sekolah. . ukuran sampel dan peralatan yang digunakan untuk pengumpulan data akan membantu menjelaskan metode penelitian. orang tua akan menjadi pilihan yang lebih tepat untuk penelitian ini. UKURAN SAMPEL DAN ALAT Penelitian ini dilakukan di sekolah pemerintah di Chennai. pilihan daerah penelitian. Untuk membawa berbagai metode untuk menghentikan pelecehan anak. Metodologi ini mencakup tujuan penelitian. PILIHAN STUDI AREA Penelitian ini dilakukan di Chennai. peneliti menggunakan survei pelecehan anak untuk mengetahui status realistis dari responden. usia anak-anak yang dilecehkan. Di samping metode wawancara terjadwal. kelas sosial. anak-anak kesepian. signifikansi studi. Kuesioner terdiri dari 12 item tentang arti pelecehan seksual anak. Untuk mengetahui prevalensi pelecehan seksual anak 5. rehabilitasi bagi korban dan metode intervensi. prevalensi pelecehan seksual anak. Sampel terdiri dari 65 orang tua yang terpilih dan mereka adalah orang tua dari anak berusia antara 5 tahun sampai 18 tahun siswa dan dilakukan dengan metode purposive sampling. dan tingginya kasus pelecehan anak di Chennai. pernyataan umum.

Para responden diminta untuk mengisi kuesioner. 61% mengetahui tentang CSA melalui sumber media dan pembicaraan mulut ke mulut. No Kesadaran terhadap Jumlah responden persentase pelecehan seksual anak 1 Tidak menyadari 0 0 2 Dari mulut ke 9 13 mulut 3 Melalui media 16 26 4 Both 40 61 Total 65 100 Dari tabel di atas. Ayah dan ibu diminta untuk mengisi kuesioner secara terpisah tanpa berdiskusi.No Prevalensi anak Jumlah responden Persentase pelecehan seksual 1 Sangat umum 29 45 2 Umum 25 39 3 Tidak umum 6 9 4 Sangat jarang 5 7 . DISKUSI Tabel I Menunjukkan Persentase Kesadaran Terhadap Pelecehan Seksual Anak S. jelas bahwa tidak ada orang yang tidak menyadari masalah ini. Tabel II Menunjukkan Persentase Prevalensi Pelecehan Seksual Anak S. Analisis persentase dilakukan untuk data yang diperoleh dan didiskusikan. Ini jelas menunjukkan bahwa pelecehan seksual anak adalah umum dan kesadaranadalah dominan di semua anggota. sekitar 13% mengatakan bahwa mereka mengetahui melalui pembicaraan dari mulut ke mulut dan 26% merasa bahwa mereka menyadarinya melalui media.

24% dari responden merasa bahwa pelecehan seksual anak terjadi di antara jalanan dan daerah kumuh penduduk. Tabel II menunjukkan bahwa. dari 65 responden. dan terakhir 38% merasa pelecehan seksual anak terjadi di antara semua masyarakat. Tabel III Menunjukkan Persentase Jenis Kelas Sosial Mengalami Pelecehan Seksual SI. 9% merasa itu tidak umum dan 39% dari mereka merasa itu adalah masalah umum dan 45% merasa bahwa itu adalah sangat umum di masyarakat kita. Tabel IV Menunjukkan Persentase Usia Anak yang Mengalami Pelecehan Seksual SI. No Kelas sosial Jumlah responden Persentase 1 <5 tahun 3 5 2 6-10 tahun 37 57 3 11-14 tahun 17 26 4 15-18 tahun 8 12 Total 65 100 . 7% mengatakan bahwa pelecehan seksual anak sangat jarang. No Kelas sosial Jumlah responden Persentase 1 Kelas tinggi 12 19 2 Kelas menengah 12 19 3 Penduduk jalanan 16 24 dan daerah kumuh 4 Terjadi secara 25 38 merata di antara semua hal diatas Total 65 100 Tabel III menunjukkan bahwa dari 65 responden 19% mengatakan bahwa pelecehan seksual anak terjadi di kalangan kelas tinggi dan kelas menengah secara merata.

Sekitar 26% dari mereka mengatakan bahwa sebagian besar sasaran 11-14 tahun dan 12% dari responden yakin bahwa 15 hingga 18 tahun adalah anak-anak yang paling sering mengalami pelecehan seksual. 57% setuju bahwa hanya perempuan yang dilecehkan. Luka Fisik. Tabel VI Menunjukkan Pengaruh Pelecehan Seksual Anak. Tabel IV menunjukkan bahwa dari 65 responden 5% dari responden mengatakan bahwa anak-anak perempuan yang dilecehkan sebagian besar di bawah 5 tahun. Gangguan Emosi SI. 5% dari mereka mengatakan bahwa . Tabel V Menunjukkan Opini Bahwa Anak Perempuan yang Menjadi Korban SI. No Dampak pelecehan Jumlah responden Persentase seksual anak 1 Trauma fisik 2 3 2 Gangguan emosi 3 5 3 Keduanya 60 92 Total 65 100 Tabel VI menunjukkan bahwa dari 65 responden 3% mengatakan bahwa efek dari pelecehan seksual anak yang melukai fisik. Sekitar 57% mengatakan bahwa sasaran di antara 6 sampai 10 tahun. 37% tidak setuju bahwa hanya perempuan yang dilecehkan dan 6% tidak tahu situasi dengan jelas. No Kelas sosial Jumlah responden Persentase 1 Setuju 37 57 2 Tidak setuju 24 37 3 Saya tidak tahu 4 6 Total 65 100 Tabel V menunjukkan bahwa dari 65 responden.

No Usia pencegahan Jumlah responden Persentase dapat dimulai 1 3-5 tahun 16 24.6 2 6-10 tahun 10 15. Sebagian besar responden menganggap bahwa pelecehan seksual anak adalah hal yang umum di India dan terjadi secara merata di antara semua lapisan masyarakat . Tapi 46% dari mereka telah memberitahu bahwa tidak ada batasan usia untuk memulai pencegahan pelecehan seksual anak. Sebanyak 13. 24% merasa bahwa hanya anak-anak jalanan dan daerah kumuh yang lebih dilecehkan .3 3 11 tahun dan 9 13.gangguan emosi dan 92% dari mereka yang dipilih baik luka fisik dan gangguan emosi.6% mengatakan bahwa pencegahan pelecehan seksual anak harus dimulai sejak lahir sampai 5 tahun. TEMUAN UTAMA . .8% dari mereka mengatakan bahwa di atas usia 11 tahun dan usia pubertas pencegahan harus mulai. 54% merasa bahwa sebagian besar yang dilecehkan adalah anak perempuan . 15. Tabel VII Menunjukkan Bahwa Pada Usia Berapa Pencegahan Pelecehan Seksual Anak Harus Dimulai SI.3% merasa bahwa usia penting untuk memulai pencegahan adalah antara 5 sampai 10 tahun. 100% dari responden menyadari pelecehan seksual anak.8 seterusnya 4 Tanpa batasan usia 30 46 Total 65 100 Tabel VII menunjukkan bahwa dari 65 responden 24.

aman. dan terpelihara. 5% dari responden merasa bahwa bahkan anak di bawah 5 tahun mengalami pelecehan seksual. sapat mengalami pelecehan seksual dan kemudian menyebabkan kehamilan remaja. Mereka juga harus diberitahu tentang teks seksual yang diterima melalui media. mendorong anak- anak untuk menghormati kenyamanan dan privasi. tingkat kenyamanan mereka. Orang berprofesi pelayanan kesehatan. Bagi wanita muda membangun hubungan intim di luar keluarga. dan juga pelecehan seksual anak dapat diberikan bimbingan / konseling psikologis yang akan membuat mereka menghadapi dunia dengan cara yang efektif. KESIMPULAN Anak pelecehan seksual eksploitasi dan mendegradasi anak. 57% dari mereka merasa 6-10 tahun adalah kategori usia yang paling terpilih dalam pelecehan seksual. depresi dan perilaku anti sosial. Orang tua dan wali perlu didorong untuk mengembangkan ikatan yang kuat dengan anak-anak mereka untuk mengekspresikan kehangatan dan hal positif. memantau anak-anak ketika mereka pada penggunaan internet. Terakhir. keluarga harus didorong . Nasehati anak untuk berhati-hati terhadap sentuhan. 92% dari responden menganggap luka fisik dan gangguan emosional sebagai dampak dari pelecehan seksual anak. pekerja sosial perlu ditingkatkan kesadaran mengenai pelecehan seksual anak di antara orang tua dan guru juga. . membatasi akses ke dewasa majalah.. . untuk orang-orang muda yaitu alkohol dan aktivitas seksual dini. Hubungan anak orangtua yang kurang juga membuka jalan untuk depresi pada usia remaja. Ada hal-hal yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu bahwa setiap anak yang mengunjungi atau tinggal di rumah Anda mengalami lingkungan yang terstruktur. Anak-anak yang rapuh adalah target. Beberapa anak mengalami pelecehan seksual mungkin memiliki kepekaan yang meningkat untuk situasi tertentu. dan dapat menyebabkan perasaan putus asa.

Orang tua juga merasa bahwa pendidikan pencegahan perlu untuk anak-anak mereka untuk menjauhkan mereka dari bahaya berpotensi. Tugas utama orang tua adalah untuk melindungi anak-anak dari predator seksual dan juga mengajarkan mereka tentang keselamatan pribadi. .untuk membentuk hubungan dengan sistem suport. POCSO Act 2012 telah memberikan pedoman baru untuk melindungi anak setelah pelecehan masalah hukum.