TEORI CHAOS DAN

TRANSFORMASI TELEMATIKA INDONESIA

Muhammad Suryanegara , msurya@ee.ui.ac.id
Pusat Riset Regulasi Telematika, Departemen Elektro Universitas Indonesia
Kampus Baru UI Depok 16424

ABSTRAK

Di masa mendatang, menuju tataran global dunia, Indonesia harus memiliki infrastruktur telematika yang
layak, merata dan terjangkau oleh seluruh masyarakat. Kondisi Telematika Indonesia saat ini berada pada
sistem kompleks yang melibatkan aspek teknik dan non-teknik. Paper ini akan membahas transformasi
telematika Indonesia melalui studi kompleksitas berdasarkan Teori Chaos.
Kata kunci : Teori Chaos, Kompleksitas, Regulasi

1. PENDAHULUAN di Amerika sukses membuat skripsi akhir berupa
musik Chaos, sebagai komposisi perpaduan fraktal-
1.1 Studi Kompleksitas dan Teori Chaos fraktal musik klasik dari Bethoven, Bach, dll.

Studi mengenai kompleksitas diawali dengan Dalam disiplin ilmu-ilmu sosial, teori Chaos
perkembangan teori Chaos saat Lorentz, seorang menjadi sebuah alat utama untuk menyederhanakan
meteorologist, mengamati fenomena kompleksitas system. Wheatley (SF, 1999)
ketidakberaturan dua grafik gelombang yang menegaskan pentingnya cara pandang Chaos
berasal dari satu titik awal yang nyaris identik. (Chaotic perception) sesuai masalah yang dihadapi
Implikasi awal bermuara pada konsekuensi oleh sebuah sistem organisasi. Reigeluth dari
“butterfly effect”, yaitu ketidakdayaan sistem untuk Indiana University mencoba menggunakan Teori
menafikan sesuatu yang seharusnya diabaikan. Dua Chaos untuk mensederhanakan transformasi
titik awal grafik gelombang yang nyaris identik - pendidikan di Amerika Serikat. Ia mengaplikasikan
bermula pada angka 2,0000 dan 2,000000001- parameter-parameter dasar (equilibrium,
dapat menghasilkan dua pola yang sama sekali disturbance, dll) sesuai dengan konteks pendidikan
berbeda secara ekstrim. Pola ekstrim merupakan di negara itu.
ketidakberaturan yang suatu saat berakhir pada
kondisi Chaos. Dengan kata lain, pada 1.2 Pentingnya Transformasi
“kesederhanaan” selisih 0,000000001 akan dapat
muncul “keluarbiasaan” berupa kondisi Chaos. Disebabkan kemampuan teori Chaos dalam
menyederhanakan kompleksitas, maka teori ini
Teori Chaos kemudian berkembang menjadi membantu menganalisa sistem untuk
sebuah ilmu tentang kompleksitas sistem. mempermudah perancangan transformasi. Teori
Ditunjang dengan analisa matematik, teori ini Chaos mengajarkan pentingnya memperhatikan
memperkenalkan cara pandang non-liner untuk fraktal, yakni komponen yang berulang pada
menyelesaikan kompleksitas sistem yang tidak seluruh sistem organisasi. Sebagai contoh, dalam
mampu diselesaikan dengan cara pandang linier. sistem organisasi tubuh manusia, gen dapat
David Parker (London, 1994) menyatakan bahwa dinyatakan sebagai fraktal, sedangkan not-not
perilaku non-linear hadir bersama kompleksitas musik merupakan fraktal pada organisasi sebuah
sistem, “In a complex system, we can not assume karya musik. Dalam analisanya tentang
small error is unimportant. The range of effects to transformasi pendidikan, Reigeluth
which a single cause can lead may well be huge” . mengasumsikan guru dan siswa sebagai fraktal
Dari konsep ini diturunkan konsep parameter- dalam sistem organisasi pendidikan. Mereka adalah
parameter dasar berupa fractal, equilibrium, unsur yang ada dalam setiap bagian organisasi,
disequilibrium, perturbance dan co-evolution. sehingga memiliki peranan dalam menentukan
performansi keseluruhan. Teori Chaos
Hakikat “kesederhanaan pada keluarbiasaan”, memperkenalkan perspektif fraktal sebagai unsur
menjadi dasar mengaplikasikan teori Chaos dalam terkecil yang mewakili kesederhanaan dalam
aneka disiplin ilmu. Di bidang ekonomi, teori ini kompleksitas sistem. Konsekuensinya, dengan
dipakai untuk menganalisa perilaku pasar yang mengotak-atik unsur fraktal, maka sama saja
tidak teratur. Robert May menggunakannya untuk dengan mengotak-atik keseluruhan sistem.
studi perubahan populasi, dan Clement Wang
(Singapore, 1999) menggunakan teori Chaos dalam Pesan yang terkandung dalam “Butterfly effect”
memprediksi produk teknologi yang akan sukses di adalah “jangan pernah menganggap enteng sesuatu
pasaran. Bahkan seorang mahasiswa tingkat akhir yang kecil, sebab ia dapat menyebabkan sesuatu

Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia
ITB, 3-4 Mei 2005 414

ekonomi makro negara. Keadaan harmonis adalah kondisi cenderung tidak stabil dan sarat kepentingan yang yang dicita-citakan oleh sistem. sistem yang mengalami (equilibrium. disequilibrium dan perturbance sesuai konteks sistem organisasi. Dengan mengasumsikan keadaan saat ini menyebabkan produk yang dihasilkannya pun adalah equilibrium yang diganggu oleh tidak konsekuen. BRTI sebagai regulator disequilibrium selayaknya dihindari sebab dapat telematika masih dipimpin oleh Dirjen Postel yang mengarah menuju kondisi Chaos. dirumuskan sebagai sebuah upaya membimbing Independensi sebuah lembaga regulator berada keadaan saat ini menuju keadaan baru di masa pada kondisi yang tidak konsisten sehingga depan. bersifat murni teknik (broadband infrastructure. dimulai dari faktor non-teknis kondisi harmonis dimana setiap komponen dalam (regulasi. disequilibrium) dan disequilibrium akan bergerak menuju kondisi menggunakan perspektif fraktal. melainkan meresponse reaksi lingkungan (system “Telecommunications innovation transforms the environment) yang berubah sebagai akibat nation’s economy. maka transformasi telematika bertujuan membawa keadaan telematika menjadi new-equilibrium. trasnformasi sistem organisasi. dan melalui perspektif fraktal. sebaliknya campur-aduk. yakni “Telekomunikasi di Indonesia bertujuan” . Sehingga tanpa mengadopsi parameter-parameter dasar transformasi. analisa terhadap sistem itu mudah untuk dilakukan. TRANSFORMASI TELEMATIKA sebagai tekanan (pressure) terhadap sistem INDONESIA telematika Indonesia. equilibrium dinyatakan sebagai oleh banyak faktor.. begitu pula sebaliknya.32/1999 tentang Telekomunikasi. while macroeconomic trends gangguan itu. Transformasi notabene adalah perpanjangan tangan Pemerintah. ekonomi investasi) hingga faktor yang sistem tidak saling mempengaruhi secara negatif. 3G). sebab faktor-faktor tadi disequilibrium. influence future consumption of Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia ITB. Tingkat kompleksitas di equilibrium akan berpotensi menjadi negara kita lebih tinggi. atas fraktal. perturbance – yang tak lain adalah disequilibrium- .” Hal berpikir fraktal adalah “sesungguhnya sistem yang tersebut merupakan refleksi kompleksitas dunia maha kompleks hanyalah tersusun oleh sistem yang telematika di Amerika. Shaw ( 2001 ) dalam analisa mengenai regulator (BRTI) yang tidak independen juga USA Telecommunications Act of 1996 menyatakan menjadi salah satu bentuk perturbance. Ketidakpuasan masyarakat terhadap infrastruktur yang tidak merata dan tarif 2. Dengan mendefinisikan kondisi telematika saat ini adalah disequilibrium. Saat perturbance (gangguan) datang. maka transformasi hadir untuk membawa sistem Teori Chaos membantu dalam menyederhanakan menuju keadaan akhir. maka implementasi ADSL. Gambar 1 menunjukkan konsep mengatakan bahwa sistem atau organisasi tersusun transformasi. Di Indonesia. New equilibrium itu adalah pencapaian keadaan akhir yang didasarkan pada UU No. perturbance. Perturbance merupakan gangguan yang timbul 2. kondisi telematika sangat ditentukan Dalam teori Chaos. Sedangkan pesan perspektif telecommunications product and services. penegasannya bahwa industri telekomunikasi Transformasi tidak dilakukan dengan menghindari memiliki hubungan saling ketergantungan dengan atau mengeliminir bentuk-bentuk perturbance. Dua pernyataan tersebut dinyatakan dalam satu sudut pandang hubungan merupakan produk Teori Chaos yang menjiwai makro-ekonomi dan industri telematika. Kompleksitas relatif ini sangat sederhana”. Regulasi yang belum sempurna oleh James K. 32 /1999. Contohnya. yakni : Chaos langkah sistematis yang dilakukan adalah dengan atau new-equilibrium. GAMBAR 1 KONSEP TRANSFORMASI DALAM TEORI CHAOS Transformasi dirancang setelah mendefinisikan (baca : mengasumsikan) equilibrium. 3-4 Mei 2005 415 . Asumsi tersebut bermakna bahwa jika keadaan telematika saat ini dibiarkan. Wheatley Chaos. Hanya ada 2 kemungkinan kompleksitas telematika di Indonesia. Langkah- yang tercipta pada keadaan akhir. yang didefinisikan sebagai tidak tercapainya amanat UU No.1 Interaksi Dinamis yang mahal dapat diartikan sebagai bentuk perturbance. maka tercipta akhir Chaos.yang luar biasa”.

Valdar kebutuhan menuju era broadband services. Konsekuensinya. 3-4 Mei 2005 416 . interaksi perilaku sistem. Pemerintah UK samasekali tidak ikut campur tangan. iklim politik dan investasi. Dalam konteks telematika. GAMBAR 2. VPN. dan keadaan imbalance yaitu ketidakseimbangan hubungan ekonomi. business. Ofcom (regulator) berbeda pendapat dengan operator dan Pemerintah. telematika. dan terdiri dari komponen network kompetisi menjadi strange attractor yang (yaitu : broadband.Ancaman chaos bukanlah sesuatu yang buruk. Dalam kasus restruktutrisasi British Telecom (BT). Di dalam sistem yang sehat. Secara kontekstual dan merancang respon mereka terhadap perubahan terhadap keadaan negara Indonesia. sehingga menjadi salah satu strange attractor. maka terhadap waktu. services ( diharapkan mampu menjiwai transformasi yaitu : e-application. sistem dinamik akan bertambah dengan faktor lainnya. Untuk menumbuhkan iklim investasi telematika yang mampu menyediakan affordable services bagi Selanjutnya. transformasi fundamental yang harus dilakukan adalah menjadikan BRTI sebagai sebuah lembaga yang 100% independen. Aksi-aksi tersebut terus dipengaruhi secara kuat oleh fraktal. beranggapan bahwa fraktal yang mempunyai GAMBAR 3 . sehingga menambah kompleksistas sistem yang di aturnya. aksi-reaksi. 2004) mengilustrasikan interaksi dinamik Kompetisi akan berimplikasi pada besarnya tarif yang membentuk kompleksitas sebuah sistem layanan dan kepuasan masyarakat.2 Co-evolution sebagai Implementasi Interaksi dinamik adalah jaring-jaring hubungan Transformasi Telematika sebab-akibat yang saling mempengaruhi perilaku sistem dalam setiap levelnya. Dengan demikian. dilakukan pendefinisian (baca : masyarakat umum. Dan Reigeluth berkesinambungan seperti tampak dalam gambar 3. Akan tetapi regulasi adalah bentuk fraktal yang memiliki pengaruh kuat. Ofcom menjadi lembaga yang murni independen lepas dari campur tangan Pemerintah. regulasi dan kompetisi sebagai strange attractors adalah dua komponen yang harus mengalami co-evolutionary balance Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia ITB. akan ber-co-evolute dengan lingkungannya. VoD. mereka Implikasi fundamental teori Chaos adalah dapat dinyatakan sebagai fraktal yang membentuk membantu pemahamaan terhadap keadaan sistem kompleksitas sistem telematika. Kompetisi merupakan fraktal dalam sistem telematika Indonesia. IN. akurat dan tepat. MHP. dll). Pada gambar 2 (dua) terlihat jelas regulasi hanyalah satu dari bentuk-bentuk fraktal yang menentukan performa sistem telematika Indonesia. transformasi dilakukan dengan merancang aksi-aksi terhadap Wheatley menyatakan bahwa transformasi respon lingkungan. regulation. competition. Ofcom sebagai lembaga regulator United Kingdom merupakan suatu produk transformasi dari Oftel. IP/ATM. 2. maka tercipta co-evolutionary backbone. meskipun mereka cenderung berharap BT menjadi dominant provider di era broadband saat ini. Karenanya. (London. broadband island gangguan datang. Saat seperti : otonomi daerah. Manager sistem telematika Indonesia adalah regulator (BRTI) yang posisinya masih sangat tidak independen. Disebabkan saat telematika. Kompleksitas adalah eksponensial ini monopoli operator masih terjadi. customers. maka kompetisi yang bebas pemilihan) komponen-komponen yang menjadi monopoli harus dimajukan. dll). INTERAKSI DINAMIK DALAM KOMPLEKSITAS SISTEM TELEMATIKA INDONESIA sebab akan membawa manager-manager organisasi untuk berpikir dan berinovasi secara lebih terukur. KONSEP CO-EVOLUTION kekuatan pengaruh (disebut strange attractor) harus lebih diperhatikan untuk memberikan pengaruh positif terhadap transformasi sistem.

seperti implementasi [4] Reigeluth. menganggap gangguan (perturbance) sebagai daya dorong positif.indiana. WTO dan APEC global-trading). 2004. diaplikasikan dalam kompleksitas telematika monopoli. 2001. Transforming Education. REFERENSI lingkungan internasional. serta interkoneksi antar operator. infrastruktur broadband yang affordable bagi seluruh masyarakat Indonesia. 3-4 Mei 2005 417 . Secara hakiki. Sebagai contoh. Leadership and the new adanya aksi dari fraktal services dan network. Contoh yang kondisi telematika yang ideal bagi seluruh paling dekat adalah pengaturan spektrum frekuensi masyarakat Indonesia. Aksi tersebut juga merupakan respon sistem terhadap perubahan 4. Aksi. 1999. Manage- ment and Economics: The Implications of Non- Selain strange attractor. fiber access dan broadband satellite Sciences of Complexity: Foundations for sebagai national backbone. evolution terhadap lingkungannya.2/2005. Pada tataran nasional.4 GHz (yang kini telah Teori Chaos bukanlah sesuatu yang mutlak dipakai. Oleh sebab asumsi rancangan transformasi telematika harus senantiasa kondisi saat ini sebagai disequilibrium. Era broadband service juga menuntut [3] Wheatley. ia hanyalah sebuah alat dalam membantu analisa interkoneksi. fraktal-fraktal lain pada linear Thinking. Chaos. Downloaded from www. Dibutuhkan studi [5] Suryanegara. Institute of Economic Affairs. kompetisi yang sehat (disequilibrium) sebagai kesempatan menuju diselenggarakan dengan mempertimbangkan keadaan baru yang lebih baik. Yang perlu berpikir yang mengajarkan kapan dan bagaimana diingat bahwa hal-hal tersebut dilakukan pada transformasi harus dilakukan. (ITU. Perspektif ini adu kuat persaingan pasar. dinamik sistem telematika Indonesia. San Fransisco. teori ini sangat membantu analisa diciptakan dan dipelihara oleh regulator dengan transformasi menuju new-equilibrium. Andy Valdar. KESIMPULAN issue-issue utama dan mendesak seperti pembebasan spektrum 2. transformasi telematika tidak hanya 2004. Restrukturisasi Kementrian Infokom -yang kini bernaung [2] Shaw. berupa mengeluarkan aturan main yang jelas. yakni menuju new-equilibrium. Sekali lagi. aksi dapat meliputi perancangan strategi Berret-Koehler Publisher. direspon dengan keluarnya KM no. yakni konsep anti- monopoli dalam lingkup WTO. dan ketidakseimbangan Pada strange-attractor kedua. hal tersebut frekuensi 2. bentuk Co-evolution yang melibatkan strange Apapun aksi yang dilakukan oleh sistem (baca: attractors dan beberapa fraktal sistem. London. regional (AFTA) dan internasional satu dari misi BRTI -. Respon itu pun harus Transformasi dimulai saat adanya daya dorong dari direspon balik melalui aksi-aksi yang luar sistem (impetus) dan kesempatan dari dalam berkelanjutan. science : discovering order in a chaotic world.terhadap lingkungannya. BRTI sebagai regulator). Lingkungan dalam sistem rakyat dan daya saing ekonomi nasional dalam era telematika meliputi nasional (masyarakat masyarakat informasi – yang notabene adalah juga Indonesia). terbatas pada strange attractors dan fraktal yang didefinisikan pada Gambar 2. Direktorat baru Aplikasi Telematika – merupakan Artech House. gambar 2 juga harus mampu melakukan co. 1994. TIMII Proceedings. Charles M. James K. suatu bentuk aksi fraktal politik terhadap perubahan lingkungan. [1] Parker. David. Telecommunications dibawahnya Direktorat Jendral Postel serta Deregulation and The Information Economy. BRTI harus tanggap terhadap 3. Teori Chaos semangat otonomi daerah sesuai konteks mengajarkan bahwa transformasi tersusun sebagai pemerataan sumber daya telematika di Indonesia.edu/~syschang. Ralph Stacey. maka diarahkan pada strategi positif yang mendukung regulasi dan kompetisi mentransformasikan sistem tujuan akhir berupa new-equilbrium. Kompetisi di bidang telematika harus Indonesia. akan menimbulkan respon dari lingkungan. serta pentarifan yang harus kompleksitas sistem.4 GHz justru memancing potensi merupakan konsekuensi logis parameter konflik interferensi antar provider dan jor-joran perturbance dan disequilibrium. Indiana University. Margareth J. Ia hanyalah sebuah perspektif diresponse dengan suatu aksi terukur. Dimulai dengan BRTI terwujudnya prasarana dan pelayanan telematika yang harus mampu merespon reaksi-reaksi yang handal bagi upaya peningkatan kemakmuran lingkungannya. Chaos Theory and The ADSL. A Method to lebih lanjut dalam mencari pola keteraturan yang Develop New Strategy of Knowledge Based Europe lebih sempurna dalam kompleksitas interaksi 2010. Dan ketika tuntutan liberalisasi pasar dan konsep anti. Rancangan- Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia ITB. pembebasan sistem (enabler).