Jurusan Teknik

Perhitungan Sistem Bahan
Permesinan Kapal Doc. No. 6310030032-10
Bakar
PPNS-ITS

BAB 6
SISTEM BAHAN BAKAR

4.1 Umum
Sistem bahan bakar adalah sistem yang digunakan untuk mensuplai bahan bakar yang diperlukan
motor induk dan bantu. Sistem ini direncanakan menggunakan Heavy Fuel Oil untuk operasi sehari-
hari. Oleh karena itu sebelum masuk ke main engine HFO ini harus di treatment dahulu untuk
penyesuaian viskositas, temperatur dan tekanan. Hal tersebut dengan pertimbangan rute pelayaran
yang jauh dan mengingat harga HFO lebih ekonomis dibandingkan dengan Diesel oil, sehingga
ongkos operasional lebih effisien.
Sistim bahan bakar pada perencanaan ini dibagi menjadi 2 sistim, yaitu sistim transfer dan sistim
supply bahan bakar ke motor induk.
4.1.1 Sistim Transfer
Sistem ini mempunyai tugas yaitu memindahkan bahan bakar dari storage tank ke daily
tank, serta membersihkan bahan bakar dari kotoran yang berasal dari storage tank.
Peralatan - peralatan dalam sistem transfer antara lain :

1. Bunker (storage tank), fungsi dari bunker ialah untuk mencegah masalah ketersesuaian
yang terjadi saat penambahan bahan bakar baru terhadap bahan bakar yang telah ada.
Pada tanki ini juga dilengkapi dengan pemanas yang dirancang sedemikian rupa
sehingga HFO yang berada di bungker mencapai suhu 10 oC dibawah nilai pour point.

2. Settling tank, umumnya berjumlah dua buah tanki harus tersedia, pengendapan awal
pada tanki ini memungkinkan untuk dilakukannya pengendapan yang lebih baik pada
waktu yang diberikan. Kapasitas penyimpanan dari tanki setling ini harus dirancang
untuk mampu menampung keperluan suplai bahan bakar minimal 24 jam dengan beban
motor pada kondisi penuh (full load). Tangki ini didesain agar dapat mengendapkan
kotoran dan air yang ikut terbawa bahan bakar. Sedangkan ukuran tanki dapat
dinyatakan dengan :

3. Pemanas Tanki, Permukaan pemanas tanki juga harus memiliki ukuran untuk mampu
memanaskan seluruh isi tanki pada suhu 75 oC, kurang dari 6 hingga 8 jam.
Pendistribusian panas harus terus dikendalikan secara otomatis tergantung dari suhu bahan
bakar. Hal ini dilakukan untuk menghindari :

a. Olakan dari Lumpur endapan karena pemanasan, koil pemanas harus diatur pada jarak
yang cukup dari dasar tanki.

b. Pembentukan lapisan aspal dari bahan bakar sehingga suhu pemanasan tidak boleh
lebih dari 75OC.

Jurusan Teknik
Perhitungan Sistem Bahan
Permesinan Kapal Doc. No. 6310030032-10
Bakar
PPNS-ITS

c. Pembentukan deposit karbon pada permukaan pemanas, karenanya panas yang yang
disalurkan oleh permukaan pemanas tidak boleh lebih dari 1.1 watt/Cm 2

4. Filter, Sebagai penyaring bahan bakar, sehingga melindungi pompa dari kotoran / sluge
yang dapat merusak permukaan screw dari pompa.

5. Pompa transfer, berfungsi untuk memindahkan fluida ( bahan bakar ) dari storage tank
ke settling tank. Untuk menghindari emulsifikasi dari air dilakukan perlakuan pemisahan
(Gentle Treatment) dari tipe pompa crew type pump. Kapasitasnya diatur hingga waktu
keseluruhan pengisian hingga tanki penuh kurang dari 2 jam.

6. Pompa suplai bahan bakar ke daily tank ( HFO Supply Pump ), berfungsi untuk
memindahkan bahan bakar dari settling tank ke daily tank. Dengan penggerak motor
listrik, pompa ini harus memiliki screw yang tahan terhadap panas yang cukup tinggi,
dan tidak dipasang didekat separator. Volume edar harus diatur sehingga dapat sesuai
dengan kapasitas yang diperlukan.

7. Heater ( pemanas ), merupakan pemanas bahan bakar, sehingga dapat menjaga
viscositas bahan bakar yang diinginkan sesuai dengan spesifikasi.

8. Separator, berfungsi memisahkan bahan bakar dengan air dan bahan bakar yang bersih
dialirkan ke daily tank sedangkan kotoran dan air disalurkan ke sludge tank. Karena
kondisi bahan bakar yang sangat buruk, digunakan dua tingkat separator yang akan
digunakan.
Separator pada prinsipnya dilengkapi dengan 2 set dengan type yang sama yang
mana 1 set digunakan untuk service separator dan yang kedua digunakan untuk stand-
by separator.

4.1.2 Sistem suplai bahan bakar ke motor induk
Untuk menjamin harga viskositas bahan bakar sesuai dengan spesifikasi viskosiatas injeksi,
suatu penambahan suhu (Preheating) sangat diperlukan, yang mana hal ini dapat
menyebabkan masalah terjadinya gelembung gas pada sistim tanpa tekanan yang
konvensional.
Suatu perlakuan yang harus dilakukan ialah dengan meningkatkan tekanan sistim 1 bar
diatas tekanan penguapan air.
Peralatan - peralatan yang diperlukan dalam sistem ini ialah :

1. Heavy Fuel Service Tank ( A. T-013)
Tangki ini harus dapat memenuhi kebutuhan selama 8 sampai 12 jam. Tank harus
didesain agar air dan partikel kotor lain tidak tidak dapat masuk pipa suction dari pompa
booster penyaringan ini dilakukan oleh separator yang bekerja pada continous operation.
Untuk tangki ini harus dilengkapi dengan coil pemanas yang dirancang untuk temperatur

Viscosimeter (A. . Leak Fuel Monitoring tank (A. Jika elemen dari saringan ini diangkat untuk dibersihkan. VI –001) Berfungsi untuk mengukur tingkat viscositas dari bahan bakar sebelum masuk motor induk (injektor). 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS tanki sebesar 75oC . No. Saklar apung dipasang pada tanki dan dihubungkan dengan alarm. T-006) Minyak bahan bakar luberan dan pelumas luberan dikumpulkan di leack oil collecting tank.5 m diatas sumbu crankshaft motor induk. Minyak tersebut tidak boleh dikembalikan ke tanki bahan bakar. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc. Kerapatan dari filter ini sebaiknya 34m. sehingga dibutuhkan panas untuk merendahkan viscositasnya. Sisi buang dari filter dilengkapi dengan suatu katup dan suatu pipa ke sludge tank. 3. 2. 4. Hal ini menghindari partikel mengendap dalam rumah filter sehingga menyebabkan berpindahnya kotoran tadi ke bagian minyak yang telah bersih disaring pada bagian filter tersebut. Endapan tersebut harus dikuras dari service tank pada waktu yang kontinu. 6. Diesel Fuel Day Tank (A. Tangki diesel oil ini peletakannya minimal 2. FIL-009) Filter ini dipasang diatas engine dan sedekat mungkin dari engine. Duplex Filter (A. FSH-001) Bila terjadi kebocoran pada pipa injeksi. seperti diketahui HFO mempunyai viscositas yang tinggi. 7. 5. Viscositas maximum bahan bakar dalam tangki adalah 140 cst. Untuk ukuran filter tersebut permukaan beban penyaringan harus tidak boleh lebih dari 1 l/Cm 2h. T-015) Tangki tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar diesel oil selama 8 sampai 12 jam. Sedang untuk perlengkapan tanki dilengkapi dengan ruang endapan lumpur dan katup kuras. Pada tangki ini dilengkapi dengan heater. Leak Oil Collecting Tank (A.ruangan dalam filter ini harus dikosongkan. maka viscosimeter dapat juga mengontrol heater. Three Way Cock (A. Dengan membuat desain seperti pada gambar. Selain itu tanki dilengkapi dengan ruangan endapan dengan sudut inklinasi 100 serta katup kuras yang dipasang pada titik terendah. pemanasan ini dengan tujuan agar viscositas HFO tetap terjaga. Umumnya dioperasikan secara manual dan sekurangnya dilengkapi dengan dua saklar untuk mengatur alarm pada pengukuran viskositas dan sistim pengendali selama penggunaan heavy fuel. CK-002) Katup ini digunakan untuk mengganti bahan bakar dari penggunaan MDO ke HFO dan sebaliknya. dan dialirkan ke sludge tank. luberan minyak dibawa oleh jacket pipe ke monitoring tank yang mana dibuang ke leak fuel collecting tank.

opened deck).1. Bila hendak membuat jalur pendek ke sisi tanki dapat diijinkan . Hal tersebut dipastikan dapat dipenuhi untuk jalur pengisian dari kedua sisi kapal. Jalur bungker dipasang penutup pada ujungnya (di dek terbuka . 1996.2. Jalur Pengisian dari penyimpanan dapat juga sebagai jalur pengisapan. Jalur minyak bahan bakar bungker dipasang secara Permanen dari dek cuaca (dek yang bebas ke lingkungan luar dari bungker station jalur itu terletak dibawah dek terbuka dan dibatasi oleh ruangan lain. Jalur Pengisapan 3. Jalur pengisian diluar dasar dari tanki . Jalur bahan bakar tidak boleh bersamaan dengan air baku. 4. Stasiun pembongkaran atau penimbunan (bungker) diatur sehingga kegiatan bungker dapat dilakukan dari kedua sisi kapal tanpa menimbulkan bahaya. Jalur pengisian dari tanki bahan bakar yang diletakkan di atas double bottom. jalur air minum. Oil fuel System) 1.4.2. 2.1.2 Peraturan Kelas Dalam Penulisan paper ini dipilih BKI sebagai biro klasifikasi sehingga untuk selanjutnya digunakan aturan BKI untuk tiap sistim. Jalur pengisapan dari tanki yang dipasang diatas double bottom dipasang katup pemutus yang dapat dikendalikan dekat dengan kompartemen atau dek ditatasnya yang dapat dijangkau sewaktu – waktu. Jalur suplai Bungker 1. Jalur bahan bakar yang melewati tanki ballas harus ditingkatkan tebal dinding pipanya menurut tabel 11. 2. (Shut off Valve).1. 4. 11. 3. Sec. hingga tanki yang tertelak dibawah tank top dilengkapi dengan katup pemutus aliran yang dapat dikendalikan dari kompartemen yang dapat dijangkau sewaktu waktu dan terpisah dari kompartemen tempat tanki tersebut. Service tank dengan kapasitas 50 l secara langsung dipasang di motor diesel tidak perlu dipasang katup pemutus. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS 4. . Pengaturan katup (Pipe layout) 4. minyak pelumas atau minyak termal. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc. Jalur pengisian 2. 3. Bila jalur pengisian terletak sepanjang tank top suatu katup SDNRV dapat dipasang. G. No.1. Untuk sistim bahan bakar pada ketentuan BKI ialah : ( BKI jilid III.1. Sambungan inlet dari sisi isap di atur sejauh mungkin dari tanki kuas sehingga air dan bahan pengotor lainnya yang telah mengendap tidak ikut terisap.

suatu pompa stand by harus dipasang. posisi pemasangannya harus pada posisi terbuka.1. Bilamana suatu pompa feed (baku) atau pompa booster diperlukan untuk mengisi bahan bakar ke motor bantu.5. Untuk peralatan bahaya dapat dilihat pada bagian 12. 7.3. Tranfer bahan bakar. Sekurangnya dua dari pompa bahan bakar dipasang untuk mengisi tanki harian. 5.3. .3. 4. Pengaturan mengenai filter dapat dilihat di bagian 2 G. Jalur bahan bakar tidak boleh dekat dengan sumber pembangkit termal yang mudah terbakar seperti :boiler . Lajur suplai ke pompa injeksi diberikan dupleks filter yang dilengkapi dengan change over chock valve atau dengan filter back flushing yang dipasang dengan pengatur penekan diferensial.7. Bila dalam motor bantu pompa dipasang di motor maka pompa stand by tidak diperlukan.5. Pompa service juga dapat bertindak sebagai pengganti untuk tujuan ini(stand by). Interval back flushing dari filtrer back flushing harus selalu dikontrol. Bilamana beberapa katup harus dipasang. 6. Purifier 8. Filter 7. 5.2.B. (Purifier dapat juga sebagai peralatan pengisian).turbin atau permukaan panas dengan suhu lebih dari 220 oC atau dengan peralatan listrik. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc. Suatu pompa transfer juga harus dilengkapi. 5. 7. Fuel Transfer suplai dan pompa booster harus dirancang untuk beroperasi pada suhu pemompaan medium.1. 5. Pompa bahan bakar harus kapabel dan terlindungi dari sistim pipa dengan katup shut off. Komponen gelas dan plastik tidak boleh diikutkan dalam sistim aliran bahan bakar.3.5. 4.9. 8.6.4. suplai dan pompa booster 5.4. (dapat meneruskan aliran). Suatu unit transfer bahan bakar dilengkapi dengan suatu filter sipleks pada sisi isap.machinery) dapat dijangkau dari atas pelat lantai. Purifier yang digunakan untuk menyaring bahan bakar dan minyak pelumas harus disetujui oleh kelas. 5. 4. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS 4.1. 7. No. Pengaturan peralatan pemutus (shut off) dai lajur sirkulasi ulang dapat diabaikan. Jumlah dari sambungan pipa yang menggantung harus dibatasi 4.2. Katup shut off di lajur bahan bakar di ruang mesin (pekakas.

9. Tang pengendap dan tangki harian dari bahan bakar dilengkapi dengan corong kuras. Peralatan yang tepat guna juga dapat dipasang untuk mencegah penyampuran selama pemindahan fungsi dan sisi dari tekanan. Heavy fuel Transfer.1. Tangki pengendap Dua tangki pengendap harus tersedia.1.1.B. 9. .2.1. Pemasangan dari pemanas di tanki itu disesuaikan dengan keperluan operasional dan jumlah dari bahan bakar yang akan digunakan. Kapasitas dari tiap tangki pengendap harus memungkinkan untuk sekurangnya satu hari konsumsi.3. Pengaturan panas harus diatur sedemikian untuk pompa. Pemanas dari heavy fuel oil 9.3. filter dan saluran bahan bakar yang akan dilalui. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS 8. katup injeksi sistim pendingin dilengkapi dengan pemanas tambahan.2.2.3.dan sisi tekan dipasang peralatan pemindah yang mencegah kemungkinan minyak bahan bakar dan pelumas bercampur. Tangki lumpur dari purifier dipasang dengan suatu alarm level yang memastikan bahwa tingkat dari tanki lumpur (sludge) tidak mempengaruhi operasi dari purifier. Bila purifier memungkinkan untuk digunakan bersama dengan pelumas. 8. No. Tangki pengendap dilengkapi dengan corong kuras dan dengan pengukur temperatur yang disesuaikan dengan ketentuan bagian 10.2. 9.2. 9. Dengan pertimbangan dari society( perkumpulan) tangki penyimpanan tidak perlu dipasangi sistim pemanas asal harus dipastikan bahwa dapat memompakan/memindahkan sejumlah cairan dan dipompakan dibawah semua kondisi lingkungan dan cuaca apapun. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.1.3. Bila terdapat penyimpangan pada kasus yang khusus dengan pertimbangan tertentu dengan persetujuan kelas dapat dilakukan. Treatment dari heavy fuel oil 9. Spectangle flens tidak dapat dipasang pada sistim pemindah ini. Untuk sistim pemanasan tangki dapat dilihat pada bagian 10 B. Sambungan pemindah atau selang pemindah yang panjangnya berbeda dapat digunakan untuk tujuan ini . Tanki heavy fuel diberikan sistim pemanas. Cara kerja dengan menggunakan heavy fuel oil 9.3.3. 9.1. Bilamana diperlukan untuk melakukan pemanasan awal katup injeksi dari motor yang bekerja menggunakan heavy fuel oil.

Bila kapasitas dari pipa yang menggantung lebih dari 50 l keluaran dari pipa dipasang suatu katup penutup dengan pengendali (remote controled quick closing valve) yang dikendalikan dari luar ruang kamar mesin.6. 9.4. 9. Untuk peraturan dan pengaturannya dapat dilihat di bagian 10 B.3. Kondisi status katup tersebut harus secara jelas tercantum. Pipa tegak yang berhubungan dengan udara luar (tanpa tekanan) Mengingat pada pengatur dan ketinggian maksimum bahan bakar pada tangki service.1.2. Katup tegak dipasangi indikator suhu lokal.2.4. 9.5. Peralatan pengaduk /pencampur bahan bakar dan emusi Peralatan yang digunakan harus di setujui oleh kelas.5. 9.3. maka aliran harus diatur sedemikian rupa sehingga dipastikan bahwa tidak ada minyak yang belum ditreatment dapat mengalir ke tangki harian karena akibat dari pengisian tangki setling yang terlalu banyak. Tanki service Harian 9. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS 9. Untuk pembersihan dari bahan bakar heavy fuel purifier atau kombinasi purifier dengan filter iotomatis dapat dipasang. . Sistim pada perpipaan yang tegak dilengkapi dengan ventilasi udara dan gas dan sambungan yang dapat menutup sendiri untuk mengosongkan atau untuk menguras. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.2. 9. 9. 9. Peralatan pembersih heavy fuel oil untuk motor diesel.2.1. 9. Bilamana pipa overflow dari tangki harian berpangkal pada tangki setling. Peralatan pengubah aliran dengan kendali (remote control ) dilengkapi dengan indikator batasan posisi pada pengendali di platform. suatu pipa tegak di letakkan dan diatur sehingga mengungkinkan adanya suatu ruangan bebas untuk pengeluaran gas dimungkinkan di dalam pipa tegak tersebut.4. Kapasitas dari tangki harian sedemikian sehingga bila sistim treatment mengalami kegagalan maka masih mampu untuk menyediakan sekurangnya 8 jam. Katup change over aliran tidak boleh digunakan.3.6.4.5. No.6.1. Peralatan pengganti aliran letaknya harus terjangkau dan secara permanen diberi tanda. Pengatur pengubah aliran jenis bahan bakar ( HFO/Diesel Oil) 9.3. Peralatan pengubah jenis bahan bakar dipastikan dapat saling terkunci sedemikian sehingga kesalahan akibat penggantian dapat dihindari dan keandalan dari proses pemisahan bahan bakar terjamin.3. 9. Aliran suplai bahan bakar sepanjang pipa tegak/menggantung (stand Pipe) 9.5.

d.9. c) Circulating Pump.8. Peralatan kuras. e. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS 9. Tangki dengan kapasitas tertentu untuk bahan bakar perlu disediakan.Tekanan . Pipa tegak yang tertutup (Sistim Bertekanan) Pipa tegak tertutup dirancang seperti bejana bertekanan dan dilengkapi dengan peralatan berikut: a.7. 9. pengendali viskositas dapat dipasang. 9. 9. dapat secara otomatis terantisipasi. Suatu pressure gauge b. Peralatan pengendali lokal berikut dipasang secara langsung sebelum ke motor ialah: a. Faktor yang sangat penting dalam sistem ini adalah persyaratan yang harus dipenuhi yaitu : i. Suatu katup non return pada sisi sirkulasi ulang dari motor. Untuk sistem bahan bakar suatu engine.8. No. yang mana dipasang pada posisi yang berdekatan.3.2.8. Pressure gauge lokal . Pengaturannya hanya satu preheater dapat dilakukan bilamana dipastikan bahwa operasional dari sistim bahan bakar tidak memerlukan pemanas awal yang tidak selalu kontinu penggunaannya. b. 9. c.6. Peralatan pengendali lokal. Peraturan mengenai viskositas disesuaikan dengan penunjuk suhu lokal. (End Preheater) Dua buah end pre heater yang independen harus ada. Bila motor induk dan motor bantu dijalankan dengan menggunakan heavy oil. Komponen tersebut adalah : a) Purifier Pump b) Suply Pump. Indikator suhu setempat.1. Indikator suhu 9. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc. 9. Suatu alat penyuplai gas otomatis atau monitor selimut gas dengan penyuplai manual.10 Sebaiknya jalur Heavy fuel diberikan isolator untuk menjamin evektivitasnya. Pengendali vilskositas. semua komponen yang mendukung sirkulasi bahan bakar tersebut harus terjamin kontinuitasnya oleh karena itu dalam perancangan ini setiap komponen utama sistem harus ada yang stand by (cadangan) dengan tujuan jika salah satu mengalami trouble atau tidak berfungsi. Pemanas pendahuluan akhir.

keluar dari sini fluida mempunyai tekanan 10 bar. No.6 m/s. dari circulating pump masuk ke nozzle.Kecepatan Laju aliran bahan bakar Heavy Fuel Oil mempunyai batas maximum kecepatan yaitu 0. ii. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS Tekanan fluida dalam pipa sebelum masuk pada supply pump adalah 0 bar dan setelah outletnya harus memiliki tekanan 7 bar yang akan diteruskan ke circulating pump. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc. .

1 Waktu ( t ) t= 1 jam t= 60 menit t= 3600 detik . Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.2 Perhitungan Volume Storage Tank mdo volume storage tank (V) V= W mdo/ρ mdo V= 29.1 Mdo Storage Tank 4.2.634 m3 vol.1) V= 10 m3 10000 liter volume ini didasarkan pada volume Settling Tank 4.2.2.2.2. Storage to Settling Tank (Transfer System) 4.tk. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS 4.1 Perhitungan berat bahan bakar Mdo W mdo = T x sfoc x MCR (kWh) x fG x 10-6 W mdo = 34.2. No.3 lama waktu untuk memanaskan (t) t= 8 jam sesuai shift ABK kW = v x ΔT / ( 1710 x t) kW = 16.1.082 kW 4.1.mdo x penamb vol] V= 1.1 volume bahan yang dipanaskan (v) V= (SFOC x T x MCR / ρ mdo) x (1 + 0.2.2.2.2.2 perbedaan suhu bahan bakar (ΔT) ΔT = 22 oC dari 50-28oC(project guide) 4.2 Sistem Pemanas MDO Storage Tank 4. penambahan sebesar 4% V= [Wmdo)/(106 x ρmdo)]+[Vol sto.2.2.3.3 MDO Pipe Transfer System Sistem ini berfungsi untuk menyalurkan Mdo dari Storage Tank ke Settling Tank Ukuran pipa. Kapasitas dan Kecepatan aliran mdo pompa direncanakan dapat memindah mdo dari storage tank ke settling tank selama 1 jam 4.185 m3 4.864 ton 4.2.

2 Perhitungan Head Perbedaan Tekanan (hp) hp = (p1-p2)/ρg hp = 0 bar 0 m 4.3 mm Nominal pipe size 4 inchi 101.2.1 Perhitungan Head Statis Pompa (hs) head statis pompa (hs) dari gambar didapat sebesar hs = z1 .6 mm Schedule - 4.3 Kecepatan aliran maksimum MDO v= 0.3.2.5 inchi 114.10: Inside diameter (dH) 3.62) x 1/2g hv = 0 m 4.3.4 Perhitungan Head di Pipa Hisap (suction) mayor losses (head karena gesekan dipipa hisap) Bilangan Reynold (Rn) : vosksitas (n) n= 20 cst pd 50oC n= 0.5.6 m/s 4.62-0.2.z2 hs = 5. yang ada dipasaran sesuai Standart Amerika B36.2.167 m3/menit Q= 0.000 m3/jam Q= 0.5.3.8 m 4.0028 m3/detik 4.018 mm Outside diameter 4.2. No.0768 m 76.3.0235 inchi Pipa dipilih jenis carbon steel.824 maka aliran bersifat = turbulen sehingga dapat diketahui kerugian geseknya (f) f = 64/Re .5 Perhitungan Total Head pompa 4.00002 m2/s Rn = (Vs x ds)/n Rn = 2401.152 inchi 80.3.4 sehingga diameter (D) pipa yang akan dipakai dapat dihitung dengan rumus : Diameter Pipa (D) Q= Axv (πx D2/4) x Q= v √(4 x Q/ π D = x v) [m] D= 0.2.3 Perhitungan Head Perbedaan Kecepatan (hv) head perbedaan kecepatan (hv) karena kecepatan antara sisi isap dan keluar sama maka hv = (0.3.67 inchi 17.2 kapasitas pompa (Q) Q= V/t (dihitung berdasarkan volume Settling Tank) Q= 10.5.3.5.061 mm Ketebalan 0.7959463 mm 3. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.2.2.3. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS 4.

037 m minor losses (head karena asesoris yang terpasang pada pipa) no jenis N k nxk 1 Elbow 90o 5 0.5 1. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.75 6. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS f= 0.75 2 Butterfly valve 2 0.99 head losses ( hl1 ) hl1 = k total x v2 / (2g) hl1 = 0.44 0 5 T-join 3 2.824 maka aliran bersifat = turbulen sehingga dapat diketahui kerugian geseknya (f) f = 64/Re f= 0.9 8.00002 m2/s Rn = (Vs x ds)/ n Rn = 2401.75 3.04 3 filter 1 1.58 0.027 mayor losses (hf) hf = l x L x v2 / ( D x 2g) panjang pipa ( L ) pada sisi ini adalah = 6 m mayor losses (hf2) hf2 = 0.155 m .2 3 Strainer 1 0.43 head losses (hl 2) hl2 = k total x v2 / (2g) hl2 = 0.44 0 5 T-join 1 2.75 2 Butterfly v/v 2 0.58 4 NRV 0 1.9 total 8. No.330 m Perhitungan Head di Pipa Buang (discharge) mayor losses (head karena gesekan dipipa hisap) bilangan Reynold (Rn) : vosksitas ( n) n= 20 cst pd 50oC n= 0.52 1.061 m minor losses (head karena asesoris yang terpasang pada pipa) no jenis N k nxk 1 Elbow 90o 9 0.6 1.7 total 17.5 4 NRV 0 1.9 2.027 mayor losses (hf) hf = f x L x v2 / ( D x 2g) panjang pipa ( L ) pada sisi ini adalah = 10 m mayor losses (hf1) hf1 = 0.

335 HP 4.418 HP Dari hasil perhitungan tersebut kemudian diplot pada karakteristik pompa dan didapatkan Merk pompa IRON PUMP GEAR Tipe pompa ON : 6 PUMP Putaran 850 RPM Daya pompa 3.6.3.496 = 0.996648 Watt 0.8 Pw = 245.307 Kw = 0. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS total head losses (Hl) Hl = hs + hp + hf1 + hl1 + hf2 + hl2 Hl = 6.4 HP Kapasitas 11 m3/hr Frekuensi 60 Hz . No.00278 m3/dt 10 m3/hr ηpomp= 0. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.6 Perhitungan Daya dan Pemilihan Jenis Pompa 4.383 m 4.1 daya pompa (Pw) Pw = Hl x ρair laut x Q x g / ηpomp dimana ρHFO = 991 kg/m3 Q= 0.3.7 ηstandart pomp= 0.2.6.2.3.2 daya motor (Pm) Pm = Pw/ηstandart pomp Watt Pm = 307.246 Kw = 0.2.

2.010 m= 10.2 perbedaan suhu bahan bakar (ΔT) ΔT = 22 0C 4. No.1) V= 0.1.51 m3/h 0. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS 4.4 Diameter(D) Q= Axv (πx D2/4) x Q= v √(4 x Q/ π x D = v) D= 0.804 kW 4.3.3.07 P = daya MCR dari motor induk 8 kW b = SFOC dari motor induk 191.5 m3 = 500 liter volume ini didasarkan pada volume Service Tank 4.3.3 Settling Tank to Service Tank( Supply System ) 4.0002 m3/s 4.2 centrifuge sizing 4.3.10: .235 mm= 0.403 inchi Pipa dipilih jenis carbon steel. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.3.000 g/kWh R = massa jenis bahan bakar 850 kg/m3 t = otomatis servis harian separator 23 jam (23 hr utk purifier-clarifier.846 L/jam Q= 0.3. 24 hr utk control parsial discharge separator) Q= 514.1.2.1.1 volume bahan yang dipanaskan (V) (SFOC x T x MCR / ρ HFO) x (1 + V = 0.3.3 lama waktu untuk memanaskan (t) t= 8 jam Daya = v x ΔT / ( 1680 x t) Daya = 0.3.1 Formula engine guide Dimana : Qmin = min kapasitas sistem separator (L/hr) 1618.2. yang ada dipasaran sesuai Standart Amerika B36.3 Kecepatan aliran maksimum mdo v Mdo = 2 m/s Dari project caterpillar 3600 sehingga diameter (D) pipa yg akan dipakai dapat dihitung dengan rumus : 4.1 Sistem Pemanas Mdo Settling Tank 4.

14 0 5 NRV 0 2 0 6 T-join 1 2.315 inchi 33.4 Perhitungan Head di Pipa Hisap (suction) mayor losses (head karena gesekan dipipa hisap) bilangan Reynold (Rn) : vosksitas (n) n= 40 cst pd 50oC n= 0.1 Perhitungan Head Statis Pompa (hs) head statis pompa (hs) dari gambar didapat sebesar hs = Z1 .4 mm Schedule 40 4.053 mayor losses (hf) hf = l x L x v2 / ( D x 2g) panjang pipa ( L ) pada sisi ini adalah 3 m mayor losses (hf1) hf1 = 0.9 2.5.3.5.3. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.2. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS Inside diameter (dH) 0.2.62) x 1/2g hv = 0 m 4.401 mm Nominal pipe size 1 inchi 25.6 0.5 4 3-way 0 0.2.186 mm Outside diameter 1.2.2 Perhitungan Head Perbedaan Tekanan (hp) head perbedaan tekanan ( hp) hp = (p1-p2)/ρg hp = 0 m 4.Z2 hs = 2 m 4.3.3.62-0.00004 m2/s Rn = (Vs x ds)/ n maka aliran bersifat Rn = 1200.2.215 mm Ketebalan 0.912 = laminer sehingga dapat diketahui kerugian geseknya (f) f = 64/Re f= 0.75 3 2 Butterfly 1 0.716 inchi 18.5.3 Perhitungan Head Perbedaan Kecepatan (hv) head perbedaan kecepatan (hv) karena kecepatan antara sisi isap dan keluar sama maka (v12 - hv = v22)/2g hv = (0. No.599 inchi 15.3.5 1.9 total 8 .5.5 Perhitungan Total Head pompa 4.037 m minor losses (head karena asesoris yang terpasang pada pipa) no jenis N k nxk 1 Elbow 90o 4 0.6 3 filter 1 1.

8 Pw = 4. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS head losses hl1 = k total x v2 / (2g) hl1 = 0.58 0 4 NRV 0 2 0 5 T-join 1 2.3.3.75 head losses hl = k total x v2 / (2g) head losses ( hl2 ) hl2 = 0.3.9 6 3 way valve 0 0.912 maka aliran bersifat = laminer sehingga dapat diketahui kerugian geseknya (f) f = 64/Re f= 0.2.161 m total head losses (Hl) Hl = hs + hp + hv + hf1 + hl1 + hf2 + hl2 m Hl = 2.006 HP 4.684 Watt = 0.6 m3/hr ηpomp = 0.1 Daya pompa (Pw) Pw = Hl x ρHFO x Q x g / ηpomp dimana ρMdo= 850 kg/m3 Q= 0.3.25 2 Butterfly v/v 1 0.393 m 4.14 0 total 8.7 ηstandart pomp = 0.3.053 mayor losses (hf) hf = l x L x v2 / ( D x 2g) panjang pipa ( L ) pada sisi ini adalah = 4 m mayor losses (hf2) hf2 = 0.5 Perhitungan Head di Pipa Buang (discharge) mayor losses (head karena gesekan dipipa hisap) bilangan Reynold (Rn) vosksitas (n) n= 40 cst pd 50oC n= 0.5.2 Daya motor (Pm) .9 2.00004 m2/s Rn = (Vs x ds)/ n Rn = 1200.147 m 4.0002 m3/dt 0.0047 Kw = 0.6 3 filter 0 0. No.3.3 Perhitungan Daya dan Pemilihan Jenis Pompa 4.75 5.049 m minor losses (head karena asesoris yang terpasang pada pipa) no jenis N k nxk 1 Elbow 90o 7 0. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.6 0.

B 20 cSt 2E-05 m2/s kapasitas aliran B.4.3.B 0.5 Sistem Pemanas mdo Service Tank 4.B 1. aliran B.B 1. Max.85484239 Watt = 0.3.1 Diameter Pipa Supply System Diameter (D) pipa yang akan dipakai dapat dihitung dengan rumus : Diameter (D) Q= Axv (πx D2/4) x Q= v √(4 x Q/ π D = x v) D= 0.018 m Pump head 1 bar 10.314 inchi .297 m 4. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS Pm = Pw/ηstandart pomp Pm = 5.1 Volume bahan yang dipanaskan (V) V= 0.3.297 m total 10.5 m3 = 500 liter volume ini didasarkan pada volume Service Tank 4.008 HP dari hasil perhitungan tersebut kemudian diplot pada karakteristik pompa dan didapatkan . No.386 mm= 1.00585484 Kw = 0. Pompa bekerja untuk mensupply bahan bakar ke mesin induk Data pompa berdasarkan Project Guide Vis.4.6 m/s Massa jenis mdo 850 kg/m3 Delivery pressure 6.8 bar 70.3. B. B.818 kW 4.5 HP Kapasitas 1. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.4 Volume mdo Service Tank 4.89 m3/hr 0.5.5.03339 m= 33.4 Service Tank to Main Engine 4.2 perbedaan suhu bahan bakar (ΔT) ΔT = 22 oC 4. merk separator ALVA LAVAL Tipe separator MAB 102 Kw Daya pompa 0.1 Pipe Supply System Dalam perhitungan sistem perpipaan supply ini.5.0005 m3/sec kec.4 cSt 1E-06 m2/s Vis.3 lama waktu untuk memanaskan (t) t= 8 jam Daya = v x ΔT / ( 1680 x t) Daya = 0.5 m3/hr Frekuensi 60 Hz 4.3.1.

75 mm Schedule 108 4.2.109 inchi 2. yang ada dipasaran sesuai Standart Amerika B36.053 mayor losses (hf) hf = l x L x v2 / ( D x 2g) panjang pipa ( L ) pada sisi ini adalah = 4 m mayor losses (hf1) hf1 = 0.00004 m2/s Rn = (Vs x ds)/ n maka aliran Rn = 1200.1.25 inchi 31.627 mm Ketebalan 0.1. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS Pipa dipilih jenis carbon steel. No.4 Perhitungan Head di Pipa Hisap (suction) mayor losses (head karena gesekan dipipa hisap) bilangan Reynold (Rn) vosksitas ( n ) n= 40 cst pd 50oC n= 0.62-0.315 inchi 33.4.2 Perhitungan Total Head pompa 4. 1 Perhitungan Head Statis Pompa (hs) head statis pompa (hs) dari gambar didapat sebesar hs = 2 m 4. 3 Perhitungan Head Perbedaan Kecepatan (hv) head perbedaan kecepatan (hv) karena kecepatan antara sisi isap dan keluar sama maka (v12 - hv = V22)/2g hv = (0. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.4.297 m 4.4.2.912 bersifat = laminer sehingga dapat diketahui kerugian geseknya (f) f = 64/Re f= 0.049 m .1.4.2.442 inchi 36.4.2.1.7686 mm Outside diameter 1.62)/2g hv = 0 m 4.401 mm Nominal pipe size 1.10: Inside diameter (dH) 1. 2 Perhitungan Head Perbedaan Tekanan (hp) (p1 - hp = p2)/ρg hp = 10.1.

061 m minor losses (head karena asesoris yang terpasang pada pipa) no jenis N k nxk 1 Elbow 90o 7 0.58 4 NRV 0 2 0 5 3 way valve 0 0.35 head losses(hl) hl = k total x v2 / (2g) head losses ( hl2 ) hl2 = 0.75 5.4.00004 m2/s Rn = (Vs x ds)/ n maka aliran Rn = 1200.9 total 7.6 0.9 2.2 3 Strainer 0 0.2.5 Perhitungan Head di Pipa Buang (discharge) mayor losses (head karena gesekan dipipa hisap) bilangan Reynold (Rn) vosksitas (n) n= 40 cst pd 50oC dari project guide n= 0.25 2 Butterfly V 2 0. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.6 1. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS minor losses (head karena asesoris yang terpasang pada pipa) no jenis N k nxk 1 Elbow 90o 4 0.053 mayor losses (hf) hf = l x L x v2 / ( D x 2g) panjang pipa ( L ) pada sisi ini adalah = 5 m mayor losses (hf2) hf2 = 0.2 Perhitungan Daya dan Pemilihan Jenis Pompa . No.75 3 2 Butterfly valve 1 0.9 2.6 3 strainer 1 0.130 m 4.1.4.58 0 4 NRV 0 2 0 5 3 way V 0 0.709 m 4.172 m total head losses (Hl) Hl = hs + hp + hv + hf1 + hl1 + hf2 + hl2 Hl = 12.08 head losses (hl) hl = k total x v2 / (2g) head losses ( hl1 ) hl = 0.14 0 6 T Join 1 2.912 bersifat = laminer sehingga dapat diketahui kerugian geseknya (f) f = 64/Re f= 0.58 0.14 0 6 T Join 1 2.9 total 9.

6310030032-10 Bakar PPNS-ITS 4.5 HP Kapasitas 2 m3/hr Frekuensi 60 Hz 4.30 m 4.0004 m3/sec Massa jenis Mdo 850 kg/m3 Delivery pressure 6. Max.7 ηstandart pomp = 0. B.246 Watt = 0.912 mm Outside diameter 2.297 m total 10.4440105 mm= 1.501 mm Ketebalan 0.2. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.135 HP dari hasil perhitungan tersebut kemudian diplot pada karakteristik pompa dan didapatkan .3 Pipe Circulating System dalam hal ini circulatiing tank dipasang setelah mesin induk dan dikirim menuju kesrvice tank Data pompa berdasarkan Project Guide Vis.B 40 cSt 4E-05 m2/s Kec. 0.4.B.2.3.397 Watt 0.5 m3/hr 0.10 Kw = 0.8 Pw = 79.4.079 Kw = 0.6 m/s kap.B.B Normal 20 cSt 2E-05 m2/s Vis.1 Daya pompa (Pw) Pw = Hl x ρHFO x Q x g / ηpomp dimana ρHFO = 850 kg/m3 Q= 0.8 bar 70.B pd 500C 40 cSt 4E-05 m2/s Vis.159 inchi Pipa dipilih jenis carbon steel.4.2 Daya motor (Pm) Pm = Pw/ηstandart pomp Pm = 99.5 inchi 63.552 inchi 3.325 mm Nominal pipe size 2.89 m3/hr ηpomp = 0. Max.02944401 m= 29.4.5 mm . Merk pompa JESCO (BOSTER PUMP) Tipe pompa MVI TYPE B Putaran 950 RPM Daya pompa 1.1 Diameter Pipa Circulating System Diameter (D) pipa yang akan dipakai dapat dihitung dengan rumus : Q= Axv Q= (πx D2/4) x v √(4 x Q/ π x D= v) D= 0.00053 m3/dt 1.875 inchi 60.B 1. yang ada dipasaran sesuai Standart Amerika B36. aliran B.771 inchi 52.02 m Pump head 1 bar 10.108 HP 4. No.10: Inside diameter (dH) 1.

14 0 6 T Join 1 2.2.75 2 Butterfly valve 2 0.4.155 m .75 3.3 Perhitungan Head Perbedaan Kecepatan (hv) head perbedaan kecepatan (hv) karena kecepatan antara sisi isap dan keluar sama maka (v12 - hv = V22)/2g hv = (0.3.3.2 Perhitungan Head Perbedaan Tekanan (hp) head perbedaan tekanan ( hp) hp = P1 .053 mayor losses (hf) hf = l x L x v2 / ( D x 2g) panjang pipa ( L ) pada sisi ini adalah = 5 m mayor losses (hf1) hf1 = 0.00004 m2/s Rn = (Vs x ds)/ n maka aliran Rn = 1200.4.Z2 hs = 1 m 4.061 m minor losses (head karena asesoris yang terpasang pada pipa) no jenis N k nxk 1 Elbow 90o 5 0.P2/ρg hp = 10.4.62-0.297 m 4.4.3.58 0.1 Perhitungan Head Statis Pompa (hs) head statis pompa (hs) dari gambar didapat sebesar hs = Z1 . 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS Schedule 160 4.4.9 2.3.2 Perhitungan Total Head pompa 4.912 bersifat = laminer sehingga dapat diketahui kerugian geseknya (f) f = 64/Re f= 0.2. No.9 total 8.62) x 1/2g hv = 0 m 4.43 head losses(hl) hl = k total x v2 / (2g) head losses ( hl1 ) hl1 = 0.2.2 3 filter 1 0.3.4 Perhitungan Head di Pipa Hisap (suction) mayor losses (head karena gesekan dipipa hisap) bilangan Reynold (Rn) : vosksitas (n) n= 40 cst pd 50oC dari project guide n= 0.6 1. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.2.58 4 NRV 0 2 0 5 3 way valve 0 0.

Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.75 2 Butterfly valve 2 0.194 Watt = 0.097 HP dari hasil perhitungan tersebut kemudian diplot pada karakteristik pompa dan didapatkan .5 4 NRV 0 2 0 5 3 way valve 0 0.037 m minor losses (head karena asesoris yang terpasang pada pipa) no jenis N k nxk 1 Elboe 90o 5 0.4. No.4.4.1 Daya pompa (Pw) Pw = Hl x ρHFO x Q x g / ηpomp dimana ρHFO = 850 kg/m3 Q= 0.9 2.2 Daya motor (Pm) Pm = Pw/ηstandart pomp Pm = 71.4 Perhitungan Daya dan Pemilihan Jenis Pompa 4.6 1.3.4.4.9 total 9.077 HP 4.00041 m3/dt 1. .057 Kw = 0.35 head losses(hl) hl = k total x v2 / (2g) hl2 = 0.172 m total head losses (Hl) = hs + hp + hv + hf1 + hl1 + hf2 + Hl = hl2 Hl = 11.5 1.053 mayor losses (hf) hf = l x L x v2 / ( D x 2g) panjang pipa ( L ) pada sisi ini adalah = 3 m mayor losses (hf2) hf2 = 0.721 m 4.00004 m2/s Rn = (Vs x ds)/ n maka aliran Rn = 1200.5 m3/hr ηpomp = 0.5 Perhitungan Head di Pipa Buang (discharge) mayor losses (head karena gesekan dipipa hisap) bilangan Reynold (Rn) vosksitas (n) n= 40 cst pd 50oC dari project guide n= 0.7 ηstandart pomp = 0.75 3.2 3 Filter 1 1.912 bersifat = laminer sehingga dapat diketahui kerugian geseknya (f) f = 64/Re f= 0.2.14 0 6 T Join 1 2. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS 4.071 Kw = 0.4.8 Pw = 56.955 Watt 0.

484 m total 51.5 m3/hr 0.62-0.B Normal 20 cSt 2E-05 m2/s Vis. 0.48 m 4.62) x 1/2g .0007 m3/sec Massa jenis Mdo 850 kg/m3 Delivery pressure 6.4.5 inchi 63. B. Max.9 HP kapasitas 1.4. Max.1 Perhitungan Head Statis Pompa (hs) head statis pompa (hs) dari gambar didapat sebesar hs = Z1 .875 inchi 60. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS merk pompa IRON PUMP type pompa ON -V : 1 Putaran 850 RPM daya pompa 0.5512591 mm= 1.518 inchi Pipa dipilih jenis carbon steel.501 mm Ketebalan 0.484 m 4.B 2.6 m/s kap.5 Pipe EMERGENCY Data pompa berdasarkan Project Guide Vis.03855126 m= 38. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.1 Diameter Pipa emergency Diameter (D) pipa yang akan dipakai dapat dihitung dengan rumus : Q= Axv Q= (πx D2/4) x v √(4 x Q/ π x D= v) D= 0.2.4.771 inchi 52.B 40 cSt 4E-05 m2/s Kec.912 mm Outside diameter 2.5.2 Perhitungan Total Head pompa 4.5.8 bar 70.2 Perhitungan Head Perbedaan Tekanan (hp) head perbedaan tekanan ( hp) hp = P1 .10: Inside diameter (dH) 1.02 m Pump head 5 bar 51.3 Perhitungan Head Perbedaan Kecepatan (hv) head perbedaan kecepatan (hv) karena kecepatan antara sisi isap dan keluar sama maka (v12 - hv = V22)/2g hv = (0. aliran B.2.4.4.5 mm Schedule 160 4.2.P2/ρg hp = 51. No.5 m3/hr 4.552 inchi 3.B.B.5.325 mm Nominal pipe size 2.5.Z2 hs = 3 m 4.5.B pd 60 0C 50 cSt 5E-05 m2/s Vis.4. yang ada dipasaran sesuai Standart Amerika B36.

2.4.9 total 8.4 Perhitungan Head di Pipa Hisap (suction) mayor losses (head karena gesekan dipipa hisap) bilangan Reynold (Rn) : vosksitas (n) n= 40 cst pd 50oC dari project guide n= 0.75 3.58 4 NRV 0 2 0 5 3 way valve 0 0.037 m .5. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.5.58 0.155 m 4.053 mayor losses (hf) hf = l x L x v2 / ( D x 2g) panjang pipa ( L ) pada sisi ini adalah = 5 m mayor losses (hf1) hf1 = 0.2.2 3 filter 1 0.912 bersifat = laminer sehingga dapat diketahui kerugian geseknya (f) f = 64/Re f= 0.053 mayor losses (hf) hf = l x L x v2 / ( D x 2g) panjang pipa ( L ) pada sisi ini adalah = 3 m mayor losses (hf2) hf2 = 0.00004 m2/s Rn = (Vs x ds)/ n maka aliran Rn = 1200.912 bersifat = laminer sehingga dapat diketahui kerugian geseknya (f) f = 64/Re f= 0.75 2 Butterfly valve 2 0.061 m minor losses (head karena asesoris yang terpasang pada pipa) no jenis N k nxk 1 Elbow 90o 5 0.6 1.43 head losses(hl) hl = k total x v2 / (2g) head losses ( hl1 ) hl1 = 0.4.9 2. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS hv = 0 m 4. No.00004 m2/s Rn = (Vs x ds)/ n maka aliran Rn = 1200.5 Perhitungan Head di Pipa Buang (discharge) mayor losses (head karena gesekan dipipa hisap) bilangan Reynold (Rn) vosksitas (n) n= 40 cst pd 50oC dari project guide n= 0.14 0 6 T Join 1 2.

4.2 Daya motor (Pm) Pm = Pw/ηstandart pomp Pm = 571.731 Watt = 0. 6310030032-10 Bakar PPNS-ITS minor losses (head karena asesoris yang terpasang pada pipa) no jenis N k nxk 1 Elboe 90o 5 0.14 0 6 T Join 1 2.572 Kw = 0.75 2 Butterfly valve 2 0.6 1.1 Daya pompa (Pw) Pw = Hl x ρHFO x Q x g / ηpomp dimana ρmdo = 850 kg/m3 Q= 0.35 head losses(hl) hl = k total x v2 / (2g) hl2 = 0.908 m 4. merk pompa IRON PUMP type pompa ON : 2 Putaran 950 RPM daya pompa 1.4 HP kapasitas 2.8 Pw = 457.622 HP 4.7 ηstandart pomp = 0.5 4 NRV 0 2 0 5 3 way valve 0 0.75 3.6 m3/hr .4.6.9 total 9.6 Perhitungan Daya dan Pemilihan Jenis Pompa 4. No.777 HP dari hasil perhitungan tersebut kemudian diplot pada karakteristik pompa dan didapatkan .5 m3/hr ηpomp = 0.457 Kw = 0.6.385 Watt 0.00070 m3/dt 2.4. Jurusan Teknik Perhitungan Sistem Bahan Permesinan Kapal Doc.9 2.2 3 Filter 1 1.5 1.172 m total head losses (Hl) = hs + hp + hv + hf1 + hl1 + hf2 + Hl = hl2 Hl = 54.