LAPORAN PENDAHULUAN

STROKE HEMORAGIK

1. Konsep Penyakit Stroke Hemoragik
1.1 Definisi
1.1.1 Menurut WHO stroke adalah adanya tanda-tanda klinik yang
berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (global) dengan
gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih yang
menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain
vaskular (Muttaqin, 2008).
1.1.2 Stroke hemoragik adalah stroke yang terjadi karena pembuluh darah di
otak pecah sehingga timbul iskemik dan hipoksia di hilir. Penyebab
stroke hemoragi antara lain : hipertensi, pecahnya aneurisma,
malformasi arteri venosa. Biasanya kejadiannya saat melakukan
aktivitas atau saat aktif, namun bisa juga terjadi saat istirahat. Kesadaran
pasien umumnya menurun (Artiani, 2009).
1.1.3 Stroke hemoragik adalah pembuluh darah otak yang pecah sehingga
menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam
suatu daerah di otak dan kemudian merusaknya (M. Adib, 2009).
Kesimpulannya bahwa stroke hemoragik adalah salah satu jenis stroke yang
disebabkan karena pecahnya pembuluh darah di otak sehingga darah tidak
dapat mengalir secara semestinya yang menyebabkan otak mengalami
hipoksia dan berakhir dengan kelumpuhan.

1.2 Etiologi
Penyebab perdarahan otak yang paling lazim terjadi :
1.2.1 Aneurisma Berry, biasanya defek kongenital.
1.2.2 Aneurisma fusiformis dari atherosklerosis. Atherosklerosis adalah
mengerasnya pembuluh darah serta berkurangnya kelenturan atau
elastisitas dinding pembuluh darah. Dinding arteri menjadi lemah dan
terjadi aneurisma kemudian robek dan terjadi perdarahan
1.2.3 Aneurisma myocotik dari vaskulitis nekrose dan emboli septis.
1.2.4 Malformasi arteriovenous, adalah pembuluh darah yang mempunyai
bentuk abnormal, terjadi hubungan persambungan pembuluh darah
arteri, sehingga darah arteri langsung masuk vena, menyebabkan mudah
pecah dan menimbulkan perdarahan otak.
1.2.5 Ruptur arteriol serebral, akibat hipertensi yang menimbulkan penebalan
dan degenerasi pembuluh darah.

Faktor resiko pada stroke adalah
1.2.1 Hipertensi
1.2.2 Penyakit kardiovaskuler: arteria koronaria, gagal jantung kongestif,
fibrilasi atrium, penyakit jantung kongestif

3. seperti penurunan sensasi.2. seperti kesulitan menggerakkan salah satu bagian tubuh.8 Perubahan gerakan. dan kadar estrogen tinggi) 1. Aneurisma paling sering didapat pada percabangan pembuluh darah besar di sirkulasi willisi. atau kadang terjadi secara tiba-tiba.3. atau perlahan-lahan menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu. 1.3.3 Tanda Dan Gejala Gejala stroke hemoragik bervariasi tergantung pada lokasi pendarahan dan jumlah jaringan otak yang terkena.4 Patofisiologi 1.3 Kesulitan menelan (disfagia) 1.3. 1.3. koma).11 Sensasi perubahan.3. 1. membentuk massa atau hematom yang menekan jaringan otak dan menimbulkan oedema di sekitar otak.3 Kolesterol tinggi.4. Gejala mungkin sering muncul dan menghilang. batuk.7 Penyalahgunaan obat (kokain). bangun dari tidur. 1.2.9 Mual atau muntah.12 Kelemahan pada salah satu bagian tubuh.3. 1. talamus.4 Kesulitan menulis atau membaca.4.2 Perdarahan sub arachnoid Pecahnya pembuluh darah karena aneurisma atau AVM.3. tanpa peringatan.3. biasanya pada satu sisi tubuh. merokok. ataupun didalam ventrikel otak dan ruang . pon. biasanya pada satu sisi tubuh.3. baal atau kesemutan. 1. 1.10 Kejang. atau penurunan keterampilan motorik.7 Kehilangan keseimbangan. sub kortikal. nukleus kaudatus.3. rokok dan alkohol 1. 1.3. 1. apatis. dan sering selama aktivitas. membungkuk. 1.1 Perdarahan intra serebral Pecahnya pembuluh darah otak terutama karena hipertensi mengakibatkan darah masuk ke dalam jaringan otak. 1. Gejala stroke hemoragik bisa meliputi: 1. Perdarahan intra serebral sering dijumpai di daerah putamen.6 Kehilangan koordinasi.4 Peningkatan hematokrit (resiko infark serebral) 1.6 Kontrasepasi oral (khususnya dengan disertai hipertensi.5 Diabetes melitus (berkaitan dengan aterogenesis terakselerasi) 1.1 Perubahan tingkat kesadaran (mengantuk. obesitas 1.2. letih. Peningkatan TIK yang terjadi dengan cepat dapat mengakibatkan kematian yang mendadak karena herniasi otak.2. AVM dapat dijumpai pada jaringan otak dipermukaan pia meter dan ventrikel otak.5 Sakit kepala yang terjadi ketika berbaring.2 Kesulitan berbicara atau memahami orang lain (disartia) 1.2. dan cerebellum. Hipertensi kronis mengakibatkan perubahan struktur dinding permbuluh darah berupa lipohyalinosis atau nekrosis fibrinoid. 1. Gejala biasanya muncul tiba-tiba.

2 Lumbal pungsi : tekanan yang meningkat dan disertai bercak darah pada cairan lumbal menunjukkan adanya hemoragi pada subarakhnoid atau perdarahan pada intrakranial.5. Sering pula dijumpai kaku kuduk dan tanda-tanda rangsangan selaput otak lainnya. . Pecahnya arteri dan keluarnya darah keruang subarakhnoid mengakibatkan tarjadinya peningkatan TIK yang mendadak. 1. afasia dan lain-lain).1 Angiografi cerebral : membantu menentukan penyebab dari stroke secara spesifik seperti perdarahan arteriovena atau adanya ruptur dan untuk mencari sumber perdarahan seperti aneurisma atau malformasi vaskular. sehingga bila kadar glukosa plasma turun sampai 70 % akan terjadi gejala disfungsi serebral. tidak boleh kurang dari 20 mg% karena akan menimbulkan koma. Vasospasme ini seringkali terjadi 3-5 hari setelah timbulnya perdarahan. tubuh berusaha memenuhi O2 melalui proses metabolik anaerob. 1. dan dapat menghilang setelah minggu ke 2-5. Demikian pula dengan kebutuhan glukosa sebagai bahan bakar metabolisme otak. Pada saat otak hipoksia. kekurangan aliran darah otak walau sebentar akan menyebabkan gangguan fungsi. Otak tidak punya cadangan O2 jadi kerusakan. penurunan kesadaran) maupun fokal (hemiparese.5 Pemeriksaan Penunjang 1. subarakhnoid. 1. Perdarahan subarakhnoid dapat mengakibatkan vasospasme pembuluh darah serebral.3 CT scan : penindaian ini memperlihatkan secara spesifik letak edema. Energi yang dihasilkan didalam sel saraf hampir seluruhnya melalui proses oksidasi. posisi hematoma. Peningkatam TIK yang mendadak juga mengakibatkan perdarahan subhialoid pada retina dan penurunan kesadaran.yang dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah otak.5. Vasospasme ini dapat mengakibatkan disfungsi otak global (nyeri kepala. sehinga timbul nyeri kepala hebat. mencapai puncaknya hari ke 5-9. gangguan hemisensorik. Timbulnya vasospasme diduga karena interaksi antara bahan-bahan yang berasal dari darah dan dilepaskan kedalam cairan serebrospinalis dengan pembuluh arteri di ruang subarakhnoid. adanya jaringan otak yang infark atau iskemia dan posisinya secara pasti. meregangnya struktur peka nyeri. Otak dapat berfungsi jika kebutuhan O2 dan glukosa otak dapat terpenuhi.5. Kebutuhan glukosa sebanyak 25 % dari seluruh kebutuhan glukosa tubuh.

6.5. sekitar daerah itu mungkin ada jaringan yang masih bisa diselamatkan.7. 1. 1.1 Anti koagulan: heparin untuk menurunkan kecederungan perdarahan pada fase akut.7. glukosa dan aliran darah yang adekuat dengan mengontrol/memperbaiki disritmia (irama dan frekuensi) serta tekanan darah. Hasil yang didapatkan area yang mengalami lesi dan infark akibat dari hemoragik.1 Menurunkan kerusakan iskemik cerebral Infark cerebral terdapat kehilangan secara mantap inti central jaringan otak.3 Fistula caroticocavernosum 1.6. aliran darah/muncul plak) 1.5.5. 1. antara lain: 1.7.7 Sinar X tengkorak : menggambarkan perubahan kelenjar lempeng darah yang berlawanan dari massa yang meluas. 1.3.7.3.6 Ultrasonografi doppler : mengidentifikasi penyakit arteriovena (masalah s. tonus otot abnormal 1.2 Obat anti trombotik: pemberian ini diharapkan mencegah peristiwa trombolitik/emobolik.4 MRI (Magnetic Imaging Resonance) : menggunakan gelombang megnetik untuk menentukan posisi dan besar terjadinya perdarahan otak. pemberian dexamethason. Penderita yang menjalani tindakan ini seringkali juga menderita beberapa . 1.6.5 EEG : pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat masalah yang timbul dan dampak dari jaringan yang infrak sehingga menurunnya impuls listrik dalam jaringan otak.6 Komplikasi Stroke hemoragik dapat menyebabkan 1.7 Penatalaksaan Penatalaksanaan untuk stroke hemoragik. arteri karotis.6. 1. tindakan awal difokuskan untuk menyelematkan sebanyak mungkin area iskemik dengan memberikan O2.3.3 Diuretika : untuk menurunkan edema serebral Penatalaksanaan Pembedahan Endarterektomi karotis dilakukan untuk memeperbaiki peredaran darah otak.3 Pengobatan 1.4 Epistaksis 1.6.2 Mengendalikan hipertensi dan menurunkan TIK Dengan meninggikan kepala 150-300 menghindari fleksi dan rotasi kepala yang berlebihan.5 Peningkatan TIK.2 Hidrosephalus yang sebagian kecil menjadi hidrosephalus normotensive 1.7. klasifikasi karotis interna terdapat pada thrombosis serebral : klasifikasi persial dinding aneurisma pada pendarahan sub arachnoid.1 Infark serebri 1. 1. 1.7.5.

Data objektif : . endokarditis bakterial).Mudah lelah. polisitemia. femoral dan arteri iliaka atau aorta abdominal .1.Riwayat penyakit jantung (penyakit katup jantung. kelemahan umum. perubahan EKG . kesulitan istirahat (nyeri atau kejang otot) Data objektif: .Pulsasi : kemungkinan bervariasi .2.Disritmia.Denyut karotis.1.Perubahan tonus otot (flaksid atau spastik).1. 1.Perubahan tingkat kesadaran . disritmia. riwayat kesehatan keluarga 2.1 Riwayat keperawatan : meliputi riwayat kesehatan sekarang. paraliysis (hemiplegia). gagal jantung. diabetes dan penyakit kardiovaskular yang luas.8 Pathway Perdarahan Serebral 2. Rencana Asuhan Klien Dengan Penyakit Stroke Hemoragik 2. .2 Sirkulasi Data subjektif : .1 Pengkajian 2.1 Aktivitas dan istirahat Data subjektif : .Hipertensi arterial .2.1.Gangguan penglihatan 2.Kesulitan dalam beraktivitas : kelemahan. penyulit seperti hipertensi.2 Pemeriksaan fisik : data fokus 2. kehilangan sensasi atau paralisis. . riwayat kesehatan dahulu. Tindakan ini dilakukan dengan anestesi umum sehingga saluran pernafasan dan kontrol ventilasi yang baik dapat dipertahankan.

Ekstremitas : kelemahan/paraliysis (kontralateral pada semua jenis stroke.Status mental : koma biasanya menandai stadium perdarahan . tidak adanya suara usus (ileus paralitik) 2.Gangguan rasa pengecapan dan penciuman Data objektif : . pendengaran.1.2. menyerang) dan gangguan fungsi kognitif .Pusing/syncope (sebelum CVA/sementara selama TIA) .Kehilangan sensasi lidah.1.3 Integritas ego Data subjektif : .6 Sensori neural Data subjektif : . kesedihan . pipi.Kesulitan berekspresi diri 2.5 Makan/minum Data subjektif : . kegembiraan . kemungkinan ekspresif/kesulitan berkata-kata. tenggorokan.Nafsu makan hilang . disfagia .Afasia (kerusakan atau kehilangan fungsi bahasa.Distensi abdomen (kandung kemih sangat penuh).Kelemahan. sisi yang terkena terlihat seperti lumpuh/mati .Problem dalam mengunyah (menurunnya reflek palatum dan faring) .2.2.Sentuhan : kehilangan sensor pada sisi kolateral pada ekstremitas dan pada muka ipsilateral (sisi yang sama) .Emosi yang labil dan marah yang tidak tepat.4 Eliminasi Data subjektif : . stimuli taktil .Nausea/vomitus menandakan adanya PTIK . global/kombinasi dari keduanya.Obesitas (faktor resiko) 2.Wajah : paralisis/parese (ipsilateral) . gangguan tingkah laku (seperti: letargi. apatis. peningkatan lemak dalam darah Data objektif : .2. reseptif/kesulitan berkata-kata komprehensif.1. .Perasaan tidak berdaya. genggaman tangan tidak seimbang. . anuria .Apraksia : kehilangan kemampuan menggunakan motorik .2. hilang harapan Data objektif : .Penglihatan berkurang .Inkontintensia.Riwayat DM. kesemutan/kebas. berkurangnya reflek tendon dalam [kontralateral]) .Kehilangan kemampuan mengenal atau melihat.1.Nyeri kepala : pada perdarahan intra serebral atau perdarahan sub arachnoid.

2.Sakit kepala yang bervariasi intensitasnya Data objektif : .Gangguan berespon terhadap panas.Riwayat hipertensi keluarga.1.1.1.Motorik/sensorik : masalah dengan penglihatan .Kelemahan menelan/batuk/melindungi jalan napas .2 Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul Diagnosa 1 : Gangguan perfusi jaringan cerebral berhubungan dengan gangguan aliran darah sekunder akibat peningkatan tekanan intraknranial 2. shoping .Bantuan untuk transportasi.10 Interaksi sosial Data objektif : . kesulitan untuk melihat objek.1.1.2.9 Keamanan Data objektif : .Perubahan persepsi terhadap tubuh.11 Pengajaran / pembelajaran Data subjektif : . .7 Nyeri/kenyamanan Data subjektif : .1.Suara nafas terdengar ronchi/aspirasi 2. perawatan diri dan pekerjaan rumah 2.12 Pertimbangan rencana pulang . warna.2.2. gelisah. kata.Menentukan regimen medikasi/penanganan terapi . ketidakmampuan berkomunikasi 2.8 Respirasi Data subjektif : . dan wajah yang pernah dikenali .2 Batasan karaktersitik Perubahan status mental Perubahan perilaku Perubahan respons motoric Perubahan reaksi pupil Kesulitan menelan Kelemahan atau paralisis ekstremitas Paralisis . stroke .Penggunaan kontrasepsi oral 2. berkurang kesadaran diri 2.Timbulnya pernapasan yang sulit dan/atau tak teratur . menyiapkan makanan .2.Perokok (faktor resiko) Tanda : .Problem berbicara.2. perhatian sedikit terhadap keamanan.2. ketegangan otot/fasial 2.Reaksi dan ukuran pupil : tidak sama dilatasi dan tak bereaksi pada sisi ipsilateral 2.Gangguan dalam memutuskan. dan dingin/gangguan regulasi suhu tubuh .Tingkah laku yang tidak stabil. hilang kewaspadaan terhadap bagian tubuh yang sakit .Tidak mampu mengenali objek.1 Definisi : penurunan oksigen yang mengakibatkan keggalan pengiriman nutrisi ke jaringan pada tingkat kapiler 2.2.

1 Definisi : Keterbatasan dala pergerakan fisik mandiri dan terarah pada tubuh atau satu ekstremitas atau lebih [sebutkan tingkatnya] : Tingkat 0 : mandiri total Tingkat 1 : memnggunakan peralatan atau alat bantu Tingkat 2 : memerlukan bantuan dari orang lain untuk untuk pertolongan. Ketidaknormalan dalam berbicara 2.2.2.2. mengendalikan perilaku.2 Batasan karaktersitik Penurunan waktu reaksi Kesulitan membolak-balik posisi Melakukan aktivitas lain sebagai pengganti pergerakan (misal meningkatkan perhatian pada aktivitas orang lain. tidak berpartisipasi dalam aktivitas 2. atau pengajaran Tingkat 3 : membutuhkan bantuan dari orang lain dan peralatan atau alat bantu Tingkat 4 : ketergantungan.akukan keterampilan motorik halus Keterbatasan kemampuan melakukan keterampilan motorik kasar Keterbatasan rentang pergerakan sendi Tremor akibat pergerakan Ketidakstabilan postur Pergerakan lambat Pergerakan tidak terkoordinasi 2. pengawasan.3 Faktor yang berhubungan Perubahan afinitas hemoglobin terhadap oksigen Penurunan konsentrasi hemoglobin dalam darah Keracunan enzim Gangguan pertukaran Hipervolemia Hipoventilasi Hipovolemia Gangguan transport oksigen melalui alveoli dan membran kapiler Gangguan aliran arteri atau vena Ketidaksesuaian antara ventilasi dan aliran darah Diagnosa 2 : Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan kerusakan neuromuskular 2.3 Faktor yang berhubungan Intoleransi aktivitas Perubahan metabolism selular Ansietas Indeks masa tubuh diatas perentil ke 75 sesuai usia Gangguan kognitif Konstraktir Kepercayaan budaya tentang aktivitas sesuai usia Fisik tidak bugar Penurunan ketahanan tubuh Penurunan kendali otot Penurunan massa otot Malnutrisi . fokus pada ketunadayan/aktivitas sebelum sakit Dyspnea setelah beraktivitas Perubahan cara berjalan Gerakan bergetar Keterbatasan kemampuan me.2.

Anjurkan klien yang meningkat 4. Diagnosa Tujuan Dan Intervensi (NIC) Rasional Kriteria Hasil (NOC) 1. Gangguan Setelah dilakukan 1. Mengurangi tekanan intraknranial sistem saraf catat tanda-tanda arteri dengan pusat dan vital dan meningkatkan perifer yang kelainan tekanan drainage vena utuh intrakranial tiap dan memperbaiki 2. Berikan posisi 5. Observasi dan 4. Untuk mencegah berhubunga jam diharapkan sebab-sebab perdarahan ulang n dengan pasien tidak peningkatan 3. Menunjukkan 2 jam sirkulasi serebral fungsi 4. Rangsangan aktivitas yang utuh 5. Mempunyai 3. Berikan 1. Menunjukkan jantung ( beri perdarahan ulang fungsi otonom bantal tipis) 6. kaku sendi Kurang dukungan lingkungan (misal fisik atau sosial) Keterbatasan ketahanan kardiovaskular Kerusakan integritas struktur tulang Program pembatasan gerak Keengganan memulai pergerakan Gaya hidup monoton Gangguan sensori perseptual 2.3 Perencanaan No. sama besar dan batuk dan Istirahat total dan . nyeri Agens obat Penurunan kekuatan otot Kurang pengetahuan tentang aktivitas fisik Keadaan mood depresif Keterlambatan perkembangan Ketidaknyamanan Disuse. Mempunyai untuk dapat meningkatkan pupil yang menghindari kenaikan TIK. Mengetahui setiap gangguan mengalami TIK dan perubahan yang aliran darah gangguan perfusi akibatnya terjadi pada klien sekunder jaringan serebral 2. Batuk dan mengejan sensorimotor kepala lebih dapat meningkatkan kranial yang tinggi 15-30 tekanan intra kranial utuh dengan letak dan potensial terjadi 3. Keluarga lebih perfusi asuhan penjelasan berpartisipasi dalam jaringan keperawatan kepada keluarga proses penyembuhan serebral selama … x 24 klien tentang 2. Gangguan musculoskeletal Gangguan neuromuscular. Anjurkan kepada secara dini dan untuk akibat dengan kriteria klien untuk bed penetapan tindakan peningkatan hasil : rest total yang tepat tekanan 1.

Sokong terjadinya ekstremitas hiperkalsiuria dan dalam posisi osteoporosis jika fungsionalnya. 4. membantu karet. Kaji kemampuan 1. reaktif mengejan ketenangan mungkin 5. Mempertahank (telentang. berlebihan dapat . Gangguan Setelah dilakukan 1. meremas bola sirkulasi. perburukan/sirkulasi dan hemiplagia. Ciptakan pencegahan terhadap 6. Memperbaiki sel dengan tim yang masih viable dokter dalam pemberian obat 2. Mengidentifikasi mobilitas asuhan secara kekuatan/kelemahan fisik keperawatan fungsional/luasn dan dapat berhubunga selama … x 24 ya kerusakan memberikan n dengan jam diharapkan awal dan dengan informasi mengenai kerusakan pasien tidak cara yang pemulihan. Mempertahank posisi telungkup menurunkan sensasii an perilaku satu kali atau dan lebih besar yang dua kali sekali menimbulkan memungkinkan jika pasien dapat kerusakan pada kulit/ adanya mentoleransinya. masalah utamanya gunakan papan adalah kaki (foot board) perdarahan. meningkatkan l. latihan 4. Menurunkan risiko 5.mirin untuk paralisis an posisi g) dan spastik dengan optimal. Catatan: seelama periode Stimulasi yang paralisis flaksid. Bantu neuromusku mengalami teratur. 2. Mempertahank jika 2. jari kaki/telapak. Ubah posisi terhadap intervensi fisik dengan minimal setiap 2 sebab teknik yang kriteria hasil : jam berbeda digunakan 1. Mulailah 3. mencegah melebarkan jari. tetapi pasif pada kemungkinan akan semua meningkatkan ekstremitas saat ansietas terutama masuk. Menurunkan risiko an/meningkatka memungkinkan terjadinya n kekuatan dan bisa lebih sering trauma/iskemia fungsi bagian jika diletakkan jaringan. dekubitus. Letakkan pada yang lebih jelek dan 3. Membantu melakukan mempertahankan latihan rentang ekstensi pinggul gerak aktif dan fungsional . Meminimalkan atrofi quadrisep/glutea otot. aktivitas. Terbebas dari berlebihan diperlukan untuk aktivitas kejang 6. Daerah tubuh yang dalam posisi yang terkena terserang bagian yang mengalami hemiparesis terganggu. dalam pemilihan lar ganguan mobilitas 2. kontraktur. Anjurkan mengenai melakukan kemampuan pasien latihan sepeti untuk bernapas. Tidak lingkungan yang perdarahan dalam mengalami tenang dan kasus stroke sakit kepala batasi hemoragik/perdaraha pengunjunng n lainnya 7. Kolaborasi 7. sebagainya dan flaksid. 3.

Alas/dasar yang 9. ekstremitas yang meningkatkan terganggu. deviasi kepala ke 8. 10. 6. tangan. tempat tidur. duduk (seperti mempertahankan meninggikan jari-jari dan ibu jari bagian kepala pada posisi normal tempat tidur. 7. waktu duduk) dan keseimbangan dalam berdiri (seperti letakkan sepatu yang datar . bantu untuk 8. Tempatkan 5. Pertahankan menjadi pencetus posisi kepala adanya perdarahan netral. Paralisis flaksid 7. Posisikan lutut salah satu sisi. Mencegah adduksi dalam posisi bahu dan fleksi siku. kekuatan tangan meningkatkan untuk respon proprioseptik menyokong dan motorik. Mempertahankan duduk di sisi posisi fungsional. Membantu dalam biarkan pasien melatih kembali menggunakan jaras saraf. berta badan dan kaki yang kuat 10. (posisi anatomis). dan panggul 6. ekstensi. 9. sokong bagian belakang bawah pasien dengan tangan sambil meletakkan lutut penolong diluar lutut pasien. Tempatkan dapat mengganggu ”handroll’ keras kemampuannya pada teelapak untuk menyangga tangan dengan kepala. Mungkin diperlukan untuk untuk menghilangkan memindahkan spastisitas pada kaki yang sakit.bantu menggunakan alat pegangan paralel dan walker). Bantu untuk keras menurunkan mengembangkan stimulasi fleksi jari- keseimbangan jari. Mencegah bantal di bawah kontraktur/footdrop aksila untuk dan memfasilitasi melakukan kegunaannya jika abduksi pada berfungsi kembali. Anjurkan . berulang. dilain pihak jari-jari dan ibu paralisis spastik jari saling dapat mengarah pada berhadapan.

latihan resistif. (………………….……………….EGC. Rencana Asuhan Keperawatan. Preseptor Klinik. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Persarafan.) (………. (2002). Nurarif. 11. Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8. Yogyakarta: Penerbit Mediaction. Arif... Jakarta: Salemba Medika. Moorhouse. (2008). M.net/penyakit-stroke-hemoragik/ Muttaqin. Jakarta: EGC. Alice C. H. Jakarta: EGC. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis dan Nanda NIC-NOC Edisi Revisi Jilid 2.. Desember 2016 Preseptor Akademik. N. http://penyakitstroke. dan ambulasi pasien. R & Wilkinson. Konsultasikan dengan ahli fisioterapi secara aktif..……. Buku Saku Diagnosis Keperawatan Edisi 9. Mary Frances dan Geissler. Marilynn E.. Banjarmasin. 3. Jakarta. Daftar Pustaka Ahern. A. Doenges. (2011). J. (2015). H & Kusuma.) . (2000). Edisi 3. pasien untuk membantu pergerakan dan latihan dengan menggunakan ekstremitas yang tidak sakit untuk menyokong/ menggerakkan daerah tubuh yang mengalami kelemahan. Brunner & Suddarth.