mungkin ini cerita pernah kamu dengar..

Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak.
Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang
mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-
lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan ia
bertemu dengan seekor belalang lain. Namun ia
keheranan kenapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi
dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan
bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan
lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia
ataupun bentuk tubuh?”
Belalang itupun menjawabnya, “Dimanakah kau selama
ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup dialam
bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku
lakukan”.Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama
ini kotak itulah yang selama ini membuat lompatannya
tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam
bebas.

Kadang-kadang kita sebagai manusia tanpa sadar pernah
juga mengalami hal yang sama dengan belalang.
Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu,
kegagalan yang beruntun, perkataan teman, atau pendapat
tetangga, seolah membuat kita terkurung dalam kotak
semu yang membatasi semua kelebihan kita. Lebih sering

kita mempercayai mentah-mentah apapun yang mereka
voniskan kepada kita tanpa pernah berpikir benarkah
kamu separah itu? Bahkan lebih buruk lagi, kita lebih
memilih untuk mempercayai mereka daripada
mempercayai diri sendiri.
Tidakkah kamu pernah mempertanyakan kepada hati
nurani bahwa kamu bisa “melompat lebih tinggi dan lebih
jauh” kalau kamu mau menyingkirkan “kotak” itu?
Tidakkah kamu ingin membebaskan diri agar kamu bisa
mencapai sesuatu yang selama ini kamu anggap diluar
batas kemampuan kamu?
Beruntung sebagai manusia kita dibekali Tuhan
kemampuan untuk berjuang, tidak hanya menyerah begitu
saja pada apa yang kita alami. Karena itu teman, teruslah
berusaha mencapai apapun yang kamu ingin capai. Sakit
memang, lelah memang, tetapi bila kamu sudah sampai
kepuncak, semua pengorbanan itu pasti terbayar.
Kehidupan kamu akan lebih baik kalau hidup dengan cara
hidup pilihan kamu. Bukan cara hidup yang seperti
mereka pilihkan untuk kamu…
Diposkan oleh Dachlan Toni di 20.53
Reaksi:
10 komentar: Link ke posting ini
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke
TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Ikan Kecil dan Air

lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman. “ Hai. air begitu penting dalam kehidupan ini. yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. tanpa air kita semua akan mati.” Ternyata semua ikan tidak ada yang mengetahui dimana air itu. “Lihatlah anakku. Kata ayah kepada anaknya. tanpa air kita akan mati. air itu telah mengelilingimu. ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu. tahukah kamu dimana air itu? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati. “Tak usah gelisah anakku. Dimanakah air itu?” Jawaban ikan sepuh adalah.” Apa arti cerita tersebut diatas? Manusia kadang-kadang .” Pada saat yang bersamaan seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air. si ikan kecil mulai gelisah. Ikan kecil ini berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya. kepada ikan sepuh itu.Suatu hari seorang anak dan ayahnya sedang duduk berbincang-bincang ditepi sungai. ikan kecil ini menanyakan hal yang serupa. sehingga bahkan kamu tidak menyadari kehadirannya. Memang benar.

lebih baik aku mengakhiri saja . ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara.mengalami situasi seperti si ikan kecil. "Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati. si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Dia tidak mengerti. hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pada suatu ketika. Kawan Alkisah. dan tidak memiliki arti. Pemuda itu merasa hampa.48 Reaksi: Tidak ada komentar: Link ke posting ini Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Hargai Hidupmu. putus asa. Pendidikan rendah. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Walaupun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik. padahal ia sedang menjalaninya. Diposkan oleh Dachlan Toni di 20. mencari kesana kemari tentang kehidupan dan kebahagiaan. kebahagiaan sedang melingkupinya sampai-sampai tidak menyadarinya.

bila dia patah." Sekali lagi. banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. si pemuda termenung . Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ. silakan pindah ke tempat lain. tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini.kehidupan ini. bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini. Pohon yang dituju. saat melihat gelagat seperti itu. Sayang. "Anak muda yang tampan dan baik hati. si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda." Setelah pohon yang ketiga kalinya. tiba- tiba menyela lembut. Saat bersiap-siap. Tolong jangan mati di sini. tanpa menjawab sepatah kata pun." katanya dalam hati. "Hai anak muda. ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon. si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. kembali terdengar suara lirih si pohon. Kamu lihat di atas sini. tidak jauh dari situ." Dengan bersungut-sungut. Jika kamu mau bunuh diri. karena rindangnya daunku. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya. "Anak muda.

kuat. Tepat saat yang ditunggu.44 Reaksi: Tidak ada komentar: Link ke posting ini Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Semangkuk Bakso Dikisahkan. tidak terusik. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. biasanya di hari ulang tahun Putri. betapa kecewa hati si Putri. dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain". Diposkan oleh Dachlan Toni di 20. Putri kesal. . ibu pasti sibuk di dapur memasak dan menghidangkan makanan kesukaannya. Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.dan berpikir. aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain". Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah. "Aku manusia. Segera timbul kesadaran baru. tidak tampak sedikit pun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana. Mulai sekarang. "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. dan jengkel. marah. meja makan kosong. masih muda. dan sehat.

ciuman. "Mau. ibu sudah tidak sayang lagi padaku. Perut kosong dan pikiran yang dipenuhi kejengkelan membuatnya berjalan sembarangan." sapa si tukang bakso. betapa lapar perutnya! Dia menatap nanar kepulan asap di atas semangkuk bakso. abang siapin mi bakso yang super enak." . Tidak ada yang memberi selamat."Huh. tiba-tiba Putri sadar. bang. neng? Duduk saja di dalam. Dasar anak manja!" Ditunggu sampai siang. "Mau beli bakso. Putri pergi meninggalkan rumah begitu saja. "Ini semua pasti gara- gara adinda sakit semalam sehingga ibu lupa pada ulang tahun dan makanan kesukaanku. sungguh keterlaluan. Tapi saya tidak punya uang. "Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu? Duduklah. Sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri. Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso dan mencium aroma nikmat. tampaknya orang serumah tidak peduli lagi kepadanya." jawabnya tersipu malu. atau mungkin memberi kado untuknya. Dengan perasaan marah dan sedih." gerutunya dalam hati.

ibunya menyambut dengan pelukan hangat. bang. Saya sedih dan kecewa. "Saya jadi ingat ibu saya." Putri seketika tersadar. "Putri.. hari ini ulang tahun saya. Tiba-tiba. dari mana kamu seharian ini. Setiba di rumah. dia tidak kuasa menahan air matanya. yang tidak saya kenal. neng?" tanya si abang. padahal ibu dan bapak neng. dari neng bayi sampai segede ini. wajah cemas sekaligus lega. apa neng pernah terharu begini? Jangan ngeremehin orangtua sendiri neng. yang memberi saya makan. "Lho. Ibuku sendiri tidak ingat hari ulang tahunku apalagi memberi makanan kesukaanku. kenapa menangis. Malah abang. ntar nyesel lho.Putri pun segera duduk di dalam. bang. Lha. Putri bergegas pergi. abang yang baru sekali aja memberi makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. "Kenapa aku tidak pernah berpikir seperti itu?" Setelah menghabiskan makanan dan berucap banyak terima kasih. Sebenarnya.." "Neng cantik. ibu tidak tahu harus . yang ngasih makan tiap hari.

Dan yang membuat Putri semakin menyesal. Maka untuk itu. jika hal itu tidak terpenuhi. Seolah menjadi kewajiban orangtua untuk selalu berada di posisi siap membantu. Bu. Saat kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain. Putri pasti lapar kan? Ayo nikmati semua itu. kadang kasih dan kepedulian tanpa syarat yang diberikan oleh orangtua dan saudara tidak tampak di mata kita. Putri. Sayangnya. Guys.mencari kamu ke mana." Putri pun menangis dan menyesal di pelukan ibunya. segera kita memvonis. agar kita mampu hidup secara harmonis dengan . maafkan Putri." "Ibu. kita butuh untuk belajar dan belajar mengendalikan diri. selamat ulang tahun ya. yang tidak mengerti anak sendirilah. Ibu telah membuat semua makanan kesukaan Putri. dan kecewa yang hanya merugikan diri sendiri. yang tidak sayanglah. atau dilanda perasaan sedih. Bahkan. ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat-sahabat baik dan paman serta bibinya. Ternyata ibu Putri membuatkan pesta kejutan untuk putri kesayangannya. sering kali kita begitu senang dan selalu berterima kasih. kapan pun. marah.

saudara." kata si pemuda menolak. Diposkan oleh Dachlan Toni di 20. si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. saya sudah kenyang. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata. "Kak. orangtua. saya mau makan nasi saja. Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya.keluarga. beli kue kak. Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran. . dan dengan masyarakat lainnya. "Tidak Dik." Sambil berkukuh mengikuti si pemuda. si anak berkata. tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. seorang anak penjaja kue menghampirinya. masih hangat dan enak rasanya!" "Tidak Dik. Setelah memesan makanan.38 Reaksi: Tidak ada komentar: Link ke posting ini Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Pesan Ibu Suatu hari.

kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu. Kak." . marah. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri."Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. Tadi kakak bilang. "Hai adik kecil. bukan dari mengemis. Ia langsung menegur. saya mohon maaf. Lalu. Jangan marah ya. jika saya menerima uang dari Kakak bukan hasil dari menjual kue. uang sedekah. dia bergegas ke luar restoran. Uang ini anggap saja sedekah dari saya. Si pemuda memperhatikan dengan seksama. malah kamu berikan ke si pengemis itu?" "Kak." Dengan senang hati diterimanya uang itu. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran. Kenapa setelah uang ada di tanganmu. dan sedih." Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. "Saya tidak mau kuenya.

lambat atau cepat kekayaan mental yang telah kita miliki itu akan mengkristal menjadi karakter. dan membanting tulang. Kak. berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh. tetapi mereka kaya mental! Menyikapi kemiskinan bukan dengan mengemis dan minta belas kasihan dari orang lain. "Baiklah. jujur. dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap. Tapi dengan bekerja keras. Sampaikan salam saya kepada ibumu. "Terima kasih." Guys. Ini sebuah ilustrasi tentang sikap perjuangan hidup yang POSITIF dan TERHORMAT. dan karakter itulah . Ibu saya pasti akan gembira sekali. atas pelajaran hari ini. Walaupun mereka miskin harta. Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata." Si anak pun segera menghitung dengan gembira. "Terima kasih Dik." Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda. hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami. Jika setiap manusia mau melatih dan mengembangkan kekayaan mental di dalam menjalani kehidupan ini.Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti.

23 Reaksi: 8 komentar: Link ke posting ini Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Sabtu. telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?" Setelah menimbang. "Akh. Menjelang tidur. Suatu pagi sehabis mandi. 02 Januari 2010 Bersyukur dan Bahagia Alkisah. saat berkaca. Dari pagi-pagi buta. tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. Begitu hari-hari berlalu.yang akan menjadi embrio dari kesuksesan sejati yang mampu kita ukir dengan gemilang. dia telah bangun dan mulai bekerja. dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Setiap hari aku bekerja. Hingga malam hari. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Aku sudah menua. dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. si pedagang memutuskan untuk pergi . Diposkan oleh Dachlan Toni di 20.

Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. terima kasih. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ. begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore." terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah. tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang. hidup begitu susah. tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Tampaknya dia juga tidak bahagia. Matanya terpejam. saatnya hambamu hendak beristirahat. Di tempat lain. Wajahnya begitu bersahaja. tetapi tetap saja miskin dan kurang. Dan sekarang. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian.meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. "Duh." Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu. Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. walaupun harta berkecukupan. Terima kasih Tuhan. dia mendengar seorang saudagar kaya. "Huah! Tuhan. .

Ya kan? Dan akhirnya. aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Allah atas semua pemberiannya ini". "Silakan. orang yang kubantu senang. "Hai. Menurutku. ketenaran. Silahkan beristirahat di sini. Dengan tersenyum dia menyapa ramah. Boleh bapak bertanya?" tanya si pedagang. asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik2nya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. dia terbangun. Dia hidup menyendiri . pasti Allah juga senang di atas sana.Mendengar suara di sekitarnya." "Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?" "Tidak. tak peduli apapun pekerjaan itu. Aku senang. Pak Tua. Kenyataan di kehidupan ini. kekayaan. Teman-teman. orang yang membantuku juga senang." "Terima kasih. Anak Muda. yang berhutang di antara kelimpahan kekayaannya. Bisa kita baca kisah hidup seorang maha bintang Michael Jackson yang meninggal belum lama ini. Pak Tua. dan kekuasaan sebesar apapun tidak menjamin rasa bahagia.

19 Reaksi: 3 komentar: Link ke posting ini Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Ibuku Adalah Segalannya Di sebuah rumah sakit bersalin. Raut wajahnya penuh dengan kebahagiaan. dan bagi manusia-manusia lainnya.. dan bahagia. tidak bahagia di tengah hiruk pikuk bumi yang diperjuangkannya. Tetapi. ketika gendongan berpindah tangan . Entah seberapa kontroversial kehidupan Jacko. Sehingga. dia telah berusaha berbuat yang terbaik dari dirinya untuk umat manusia lainnya.dan kesepian di tengah keramaian penggemarnya. Mari. Mampu bersyukur merupakan kebutuhan manusia. Mari kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri. syukur. "Apakah saya bisa melihat bayi saya?" pinta seorang ibu yang baru melahirkan.. setidaknya. Diposkan oleh Dachlan Toni di 07. yah. jangan menjadi budaknya materi. seorang ibu baru saja melahirkan jabang bayinya. lingkungan kita. kita senantiasa bisa menikmati hidup ini penuh dengan sukacita. Namun.

meski punya kekurangan. meski tumbuh dengan kekurangan. Bayi sang ibu ternyata dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Meski terlihat sedikit kaget. "Seorang anak laki-laki besar mengejekku. ia tumbuh menjadi remaja pria yang disegani karena kepandaiannya bermusik.dan si ibu membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki mungilnya. anak lelaki itu kini telah dewasa. Akhirnya. anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan si ibu sambil menangis. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Ibu itu pun ikut berurai air mata. Rupanya. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. si ibu tetap menimang bayinya dengan penuh kasih sayang. tak tega melihat perubahan wajah si ibu. Dengan kasih sayang dan dorongan semangat orangtuanya. bahwa pendengaran putranya ternyata bekerja dengan sempurna. aku ini makhluk aneh. Waktu membuktikan. ia terlihat menahan napas. ia pun pandai bergaul sehingga disukai teman-teman sekolahnya. Suatu hari. Katanya. ia tumbuh sebagai pemuda tampan yang cerdas." Begitulah. Ia pun mengembangkan bakat di bidang musik dan menulis. anak itu bercerita. Sambil terisak. . Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.

Suatu hari. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya. seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia telah berbuat sesuatu . aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku." kata si ayah. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelaki itu. orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya kepada anak mereka. ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Namun. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuk putra Bapak. semua ini sangatlah rahasia. "Nak. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. ditambah kini ia sudah punya daun telinga. Wajahnya yang tampan. Beberapa waktu kemudian. Ia lantas menemui ayahnya. "Yah. Operasi berjalan dengan sukses. Maka. Beberapa bulan sudah berlalu. membuat ia semakin terlihat menawan. Ia pun seperti terlahir kembali." kata dokter.

" Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan. Ia merasakan bahwa cinta sejati ibunya yang telah membuat ia bisa seperti saat ini.yang besar. "Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya. Sang ayah lantas menyibaknya sehingga sesuatu yang mengejutkan si anak lelaki terjadi. si ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku. "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu. Hingga suatu hari." Tahun berganti tahun. belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini. Pada hari itu. meledaklah tangisnya. tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga tersebut. ‘kan?" Melihat kenyataan bahwa telinga ibunya yang diberikan pada si anak. si ibu tidak memiliki telinga. ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya. Ternyata." bisik si ayah. . Dengan perlahan dan lembut. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. "Sesuai dengan perjanjian." Ayahnya menjawab.

Karena itu. sebagai seorang anak. mendidik. Sebab. Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh. Sebab. Inilah makna sesungguhnya dari sebuah cinta yang murni. dan merawat kita hingga menjadi seperti sekarang. jangan pernah melupakan jasa seorang ibu.Guys. cinta dan pengorbanan seorang ibu adalah wujud sebuah cinta sejati yang tak bisa dinilai dan tergantikan. jadikan ibu kita sebagai suri teladan untuk terus berbagi kebaikan. di mana terdapat keikhlasan dan ketulusan yang tak mengharap balasan apa pun. namun ada di dalam hati. Begitu juga dengan cinta seorang ibu pada anaknya. dengan memperhatikan dan memberikan kasih sayang kembali kepada para ibu. kita akan menemukan cinta penuh . namun justru pada apa yang kadang tidak dapat terlihat. Dalam cerita di atas. Jadikan beliau sebagai panutan yang harus selalu diberikan penghormatan. Cinta sang ibu telah membawa kebahagiaan bagi sang anak. Mari. Di sana selalu ada inti sebuah cinta yang sejati. apa pun yang telah kita lakukan. pastilah tak akan sebanding dengan cinta dan ketulusannya membesarkan. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat.

16 Reaksi: 5 komentar: Link ke posting ini Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest Rumah Cicilan Alkisah. mudah emosi. ada seorang pemuda dari keluarga yang miskin yang rumah tinggalnya sering berpindah-pindah. Karena itu. Si pemuda. dan tanpa keleluasaan sedikit pun untuk bersantai. ia harus mengatur pengeluarannya sedemikian rupa. kehidupan keluarga pemuda itu terpola dengan sangat hemat. . sehemat mungkin. irit. Maka. Dalam hidup. sangat ketat mengatur segala sesuatu agar cicilan rumah dapat terlunasi. Akibatnya. dia memaksa dirinya membeli rumah dengan cicilan selama 20 tahun. sebagai kepala keluarga. setiap hari keluarga itu dilingkupi suasana tegang. sejak saat itu. keinginan terbesarnya adalah memiliki rumah sendiri. yang akan membimbing kita menemukan kebahagiaan sejati dalam kehidupan. agar kebutuhan hidup bersama keluarganya tetap bisa tercukupi. saat menikah. dengan gajinya yang relatif kecil. karena ketat sekali dalam pengeluaran uang. karena ia hanya bisa mengontrak.ketulusan dan keikhlasan. Diposkan oleh Dachlan Toni di 07. Tak heran.

. saking ketatnya mengatur pengeluaran. dengan tegas si pemuda menolak semua keinginan anaknya. pemuda itu tidak menggubrisnya. jangan sekarang. Bukankah kita harus berhemat. keinginan ibu sebelum meninggal adalah kita bisa pergi berjalan-jalan ke daerah yang ibu sukai. yakni ’harus berhemat untuk membayar cicilan rumah’. Ibu mempunyai sedikit tabungan. selalu dijawabnya dengan jawaban yang itu-itu saja. Hari-hari pun berlalu dengan monoton dan penuh dengan stres. Bahkan hanya sekadar makan keluar ke restoran bersama keluarga pun. Saat si anak merengek minta uang jajan atau dibelikan mainan. irit. Apakah kamu punya tabungan untuk menambahkan kekurangannya?” ”Sabar Bu. saat sang istri mengajak pergi keluar untuk sekadar bersantai pun. ibu pemuda tadi menyatakan keinginan kepada anaknya. Pada suatu ketika. Alasan ini juga berlaku untuk anaknya. Begitulah. mengatur sedetail mungkin pengeluaran kita agar bisa tetap membayar cicilan rumah?” jawab si pemuda setiap kali ditanyai ibunya. Tak ada lagi nuansa kebahagiaan yang menyelimuti keluarga itu. “Anakku.Waktu pun terus berjalan. Istri dan keluarganya akhirnya mulai tertekan dan jenuh dengan keadaan seperti itu.

Ibu pemuda itu pun sudah meninggal dunia beberapa tahun silam. kehangatan. Kekayaan materi sering kali dipandang sebagai standar kesuksesan. tanpa kehangatan dan tanpa kebahagiaan. rumah yang ditempati hanyalah sebentuk bangunan. Laki-laki itu tidak mengerti. ketika rumah itu benar-benar telah menjadi miliknya. tanpa pernah terkabul permintaan terakhirnya. tidak sedikit orang yang kaya materi tidak bahagia kehidupannya. Namun. Si pemuda tinggal seorang diri di situ.Tanpa terasa. Sebaliknya. . Tidak ada cinta dan kehangatan di dalam rumah mewah yang dimilikinya. Saat itu. cicilan rumah telah selesai. Istri dan anaknya telah pergi. Kini. banyak pula orang yang tidak berkelimpahan harta tetapi bisa menikmati hidup dengan lebih bahagia bersama dengan seluruh keluarganya. tanpa ada apa-apa lagi di dalamnya. dan kebahagiaan pergi meninggalkannya begitu saja! Teman-teman. saat sertifikat kepemilikan rumah ada di tangannya. kenapa saat tujuan hidup yang diagungkan tercapai. 20 tahun kemudian. dingin. justru cinta. hidup terasa hampa. Rumah itu telah sepenuhnya menjadi milik pemuda tadi. dan kosong baginya. meninggalkan dia. Namun kenyataannya. Ia bahkan merasa telah kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga. ternyata ia tidak bahagia.

tetaplah berjuang dan bekerja keras mewujudkan impian kita! Namun gunakan cara positif dan pola pikir yang benar dan seimbang.Jika kita punya cita-cita menghasilkan kekayaan yang berlimpah. jangan paksakan sesuatu yang tidak pantas dipaksakan kalau hanya penyesalan dan penderitaan yang akan kita alami. Mari teman-teman. agar hidup bisa lebih bermakna bersama dengan keluarga dan orang- orang yang kita cintai . apa artinya semua materi yang kita dapatkan. jika kita harus kehilangan kebahagiaan dari orang-orang yang kita cintai seperti cerita di atas? Apalagi alasan untuk mengejar semua keinginan itu lahir dari perasaan iri atau tidak mau kalah dengan orang lain. yang pada akhirnya membuat kita menderita. Namun. sah sah saja kok. Maka. sehingga akan memunculkan pemaksaan di luar kemampuan kita.

Related Interests