1.

Definisi Bioetika
Bioetika berasal dari kata bios yang berati kehidupan dan ethos yang
berarti norma-norma atau nilai-nilai moral. Bioetika merupakan cabang dari etika
normative dan merupakan cabang etika yang berhubungan dengan praktek
kedokteran umum dan gigi atau penelitian dibidang biomedis. Bioetika
merupakan studi interdisipliner tentang masalah yang ditimbulkan oleh
perkembangan di bidang biologi dan ilmu kedokteran baik skala mikro maupun
makro, masa kini dan masa mendatang. Bioetika mencakup isu-isu sosial, agama,
ekonomi, dan hukum bahkan politik. Bioetika selain membicarakan bidang medis,
seperti abortus, euthanasia, transplantasi organ, teknologi reproduksi butan, dan
rekayasa genetik, membahas pula masalah kesehatan, faktor budaya yang
berperan dalam lingkup kesehatan masyarakat, hak pasien, moralitas
penyembuhan tradisional, lingkungan kerja, demografi, dan sebagainya. Bioetika
memberi perhatian yang besar pula terhadap penelitian kesehatan pada manusia
dan hewan percobaan.
Masalah bioetika mulai diteliti pertama kali oleh Institude for the Study of
Society, Ethics and Life Sciences, Hasting Center, New York pada tahun 1969.
Kini terdapat berbagai isu etika biomedik. Di Indonesia, bioetika baru
berkembang sekitar satu dekade terakhir yang dipelopori oleh Pusat
Pengembangan Etika Universitas Atma Jaya Jakarta. Perkembangan ini sangat
menonjol setelah universitas Gajah Mada Yogyakarta yang melaksanakan
pertemuan Bioethics 2000; An International Exchange dan Pertemuan Nasional I
Bioetika dan Humaniora pada bulan Agustus 2000. Pada waktu itu, Universitas
Gajah Mada juga mendirikan center for Bioethics and Medical
humanities. Dengan terselenggaranya Pertemuan Nasional II Bioetika dan
Humaniora pada tahun 2002 di Bandung, Pertemuan III pada tahun 2004 di
Jakarta, dan Pertemuan IV tahun 2006 di Surabaya serta telah terbentuknya
Jaringan Bioetika dan Humaniora Kesehatan Indonesia (JBHKI) tahun 2002,
diharapkan studi bioetika akan lebih berkembang dan tersebar luas di seluruh
Indonesia pada masa datang.

b. setelah diperiksa Dokter akhirnya menyarankan untuk dibuatkan Crown Porselen. Etika Kedokteran dan Hukum\Kesehatan (4th ed). Karena biaya tersebut relatif mahal. transplantasi . karena alasan itu dokter menolak melakukan perawatan. tidak berbohong kepada pasien meskipun demi kebaikan pasien 9. Jakarta: EGC) 2. berterus terang 4. Menghargai privasi 5. Justice (Keadilan) adalah pembagian manfaat dan beban. Amri amir. Menghargai hak menentukan nasib sendiri. Menghargai rasionilitas pasien 7. termasuk bertanggung jawab atas putusan tersebut. (Hanafiah. Menjaga kerahasian pasien 6. Prinsip-prinsip etika kedokteran dan contoh kasus a. melaksanakan informed consent 8. Keadilan dapat dibedakan dua tipe dasar yakni: · Keadilan komparatif adalah proporsional artinya keadilan ditentukan oleh hasil perbandinganya dengan yang lain berdasarkan kebutuhannya. Dokter melakukan pelanggaran etika jenis autonomy karena dokter melanggar dari hak pasien.. menghargai martabat pasien 2. J. Contoh prilaku autonomi Kriteria Autonomi 1. Autonomy (Otonomi): adalah suatu kebebasan bertindak. 2009. mengambil keputusan sesuai dengan rencana yang ditentukannya sendiri. maka Pasien menolak dan memberikan pilihan antara mencari perawatan yang lebih murah atau dicabut saja. tidak meng-intervensi pasien dalam decision maker 3. Misal. tidak menghalangi otonomi pasien Contoh kasus pelanggaran etika jenis Autonomy : Seorang ibu umur 35 tahun dating ke FKG UI dengan keluhan gigi atas ingin dirawat karena mengganggu penampilan .

c. tidak menarik honoraturium diluar kewajaran 7. Memberi kesempatan yang sama tanpa pandang bulu 4. rela berkorban untuk kepentingan orang lain 2. ginjal akan lebih dibutuhkan oleh pasien fase terminal kegagalan ginjal. kewajiban menolong pasien kegawatdaruratan 6. maka sekurang-kurangnya wajib untuk tidak merugikan orang itu. Meminta partisipasi pasien sesuai kemampuannya 5. dalam hal ini keadilan ditentukan oleh prinsip (pokoknya harus sama. mengusahakan kebaikan lebih banyak dari keuntungannya 3. memberikan kontribusi yang relatif sama dengan kebutuhan pasien 3. memberikan obat ber-khasiat tapi murah d. . tidak membedakan pelayanan pasien atas dasar SARA. salah satu prinsip paling tradisional dari etika kedokteran. daripada pasien baru didiagnosis penderita penyakit ginjal. karena pertimbangan resiko dan manfaat juga sering menimbulkan masalah baru. Non-maleficent (tidak merugikan) Asas “tidak merugikan” (Non-maleficence) merupakan suatu cara teknis untuk menyatakan bahwa kita berkewajiban tidak mencelakakan orang lain. Mengembalikan hak kepada pemiliknya pada waktu yang tepat 6. meminimalisasi akibat buruk 5. bukan oleh kebutuhan). Maksimiliasi kepuasaan dan kebahagian pasien 4. Primum non nocere. · Keadilan non-komparatif artinya semua sama. Namun kewajiban berbuat baik juga harus mempertimbangkan resiko dan manfaat. yang terpenting adalah jangan merugikan. Mengutamakan alturism (berbuat tanpa pamrih. Kriteria beneficence 1. Jika tidak bisa berbuat baik kepada seseorang. Beneficence (berbuat baik) Kewajiban berbuat baik menuntut kita harus membantu orang lain atau memperhatikan kesejahteraan orang lain. Kriteria Justice 1. Inilah prinsip dasar tradisi Hipokratik. Hal inilah yang menimbulkan kerumitan masalah. Memberlakukan sesuatu secara universal 2.

jika tidak bisa menolong.dr. menolong pasien secara emergensi kegawat daruratan 2.Kriteria non maleficient 1. tidak membahayakan pasien dari kelalaian Sumber : Yuniar Lestari. Peran kaidah dasar bioetika dalam membingkai profesi kedokteran. tidak membunuh pasien 4. tidak menggunakan pasien menjadi objek 3. Unand. setidaknya jangan merugikan 6. 2010 .Mkes. FK. melindungi pasien dari serangan 7. mencegah pasien dari bahaya 5.