BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada genus Trypanosoma terdapat tiga spesies, yang dapat menyebabkan penyakit pada
manusia, salah satunya adalah Trypanosoma cruzy.
Penyakit yang di sebabkan oleh ketiga spesies tersebut, yaitu tripanomiasis, tidak di
temukan di Indonesia.
1.2 Tujuan
Adapun metari ini di buat guna untuk memenuhi tugas yang di berikan pada Mata
Kuliah Parasitologi. Selain itu, mahasiswa dapat mengetahui Hospes, nama penyakit,
Morfologi, Daur Hidup, Patologi, Gejala Klinis, Diagnosis, Pengobatan, dan
Epidemiologi dari jenis spesies yang akan di bahasnya.

BAB II
PEMBAHASAN
Trypanosome cruzi

2.1 Hospes dan nama penyakit
Parasit ini dan hospes reservoir adalah binatang peliharaan (anjing dan
kucing ) atau binatang liar ( tupai, armadillo, kera, dan lain-lain ) Triatoma berperan
sebagai hospes perantara.
Penyakit di sebut tripanomiasis Amerika atau penyakit Chagas.
2.2 Distribusi Geografik

2. sel RE pecah dan stadium amastigot melalui stadium promastigot berubah menjadi stadium epimastigot. yang besarnya hanya 2-3 mikron. Texas ) 2. Siklus ini berlangsung selama kira-kira 10 hari. parasit ini terdapat dalam dua stadium yaitu stadium tripomastigot dan stadium amastigot. sehingga terbentuk suatu granuloma (chagoma) yang dapat membendung aliran limfe. Kemudian terjadi .Aamerika Tengah dan Amerika Serikat ( corpus Christi. Waktu menusuk orang lain untuk menghisap darahnya. misalnya melalui selaput lendir mata atau kulit bayi yang utuh. kelenjar limfe. stadium tripomastigot dan stadium amastigotbberubah menjadi stadium epimastigot dalam usus tengah (midgut). sel otot jantung dan sel otak . kemudian menjadi stadium tripomastigot yang masuk kembali ke dalam darah. Setelah penuh. Bila hal ini terjadi pada mata. parasit ini masuk ke aliran darah dan berubah menjadi stadium tripomastigot. sumsum tulang. Oleh karena tusukan terasa gatal. Stadium amastigot di temukan dalam sel RE limpe. terdapat intraseluler dalam sel RE dan berkembang biak secara belah pasang longitudinal. Banyak makrofag yang di serang. hati.4 Patologi dan Gejala Klinis Pada porte d’entrée stadium tripomastigot metasiklik di kelilingi oleh makrofag kemudian masuk ke dalam nya dan berubah menjadi stadium amastigot dan membelah. timbul edema kelopak mata pada salah salah satu mata (edema unilateral) yang di sebut gejala Romana. Melalui stadium promastigot dan epimastigot. Parasit dapat pula masuk melalui kulit yang utuh. Penyakit ini di temukan di Amerika Selatan . triatoma mengeluarkan pula sedikit tinjanya yang mengandung bentuk infektif dan di letakkan pada kulit. kemudian stadium epimastigot ini berkembang secara belah pasang longitudinal dan berimigrasi ke bagian posterior (hindgut) untuk berubah menjadi stadium tripomastigot metasikilik yang merupakan bentuk infektif.3 Morfologi dan Daur Hidup Di badan manusia. bila triatoma menghisap darah seorang penderita tripanosomiasis. Cara infeksi ini di sebut posterior contaminative. sehigga di dalam darah tidak di temukan bentuk stadium yang membelah. maka orang menggaruk sehingga parasit masuk ke dalam luka dan terjadilah infeksi. Stadium tripomastigot hidup di luar sel ( ekstraseluler) dalam darah dan tidak berkenbang bia. Stadium amastigot. Parasit ini panjangnya 20 mikron dan menyerupai huruf “C” atau huruf ”S” dengan kinetoplas yang besar.

. parasitemia yang memberi gejala toksik. hati. Uji aglutinasi kartu ( Card Agglutination Test for Tripanosomiasis Atau CATT ) yang banyak di gunakan di lapangan. limpa. karena penuh dengan parasit. Xenodiagnosis. Manusia dan Hospes reservoir Stadium tripomastigot Satdium amastigot (ekstraseluler) (intraseluler) Stadium tripomastigot Stadium tripomastigot metasiklik Triatoma Stadium tripomastigot Stadium epimastigot 2. hepatomegali dan limfadenopati. demam. dan sering ada gejala jantung. sehingga penderita meninggal pada stadium akut. Card Indirect Agglutination Test ( CIAT ) Yang merupakan modifikasi ELISA dengan uji aglitinasi lateks. Parasit masuk ke alat-alat dalam yang mengandung sel RE . ELISA untuk mendeteksi antigen tripanosoma di dalam serum dan cairan serebrospinalis. Hal ini biasa terjadi pada anak. juga terjadi kelainan pada sumsum tulang. dan sumsum tulang ( stadium tripomastigot dan stadium amastigot ) 2. Penderita sakit berat. dengan percobaan serangga triatomai atau cimexada beberapa uji imunodiagnostik yang telah di kembangkan untuk mendeteksi zat anti terhadap T. menemukan parasit pada pembiakan dalam medium NNN ( stadium epimastigot ) 3.5 Diagnosis Diagnosis di tegakkan dengan : 1. sehingga timbul gejala splenomegali.gambiense antara lain . 2. 1. menemukan parasit dalam darah pada waktu demam atau dalam biopsy kelenjar limfe. 3. Pada orang dewasa penyakitnya dapat menahun.

Reaksi rantai polymerase merupakan cara yang cukup sensitive dan spesifik yang sedang dikembangkan untuk mendeteksi DNA tripanosoma di dalam otak penderita yang meninggal akibat ensefalopati pasca pengobatan serta DNA di dalam kelenjar air liur dan lambung lalat tse-tse. Rhodnius polixus dan Panstrongylus megistus yang hidup di sela-sela dinding rumah yang terbuat dari papan atau batu. 2. Pengawasan bank darah juga merupakan upaya yang dapat mencegah timbulnya infeksi pada manusia. Percobaan in vitro menunjukkan hasil yang baik dapat dicapai oleh pengobatan kombinasi antara lovastatin.6 Pengobatan Pengobatan terhadap penyakit ini tidak memuaskan.7 Epidemiologi Hospes reservoar selalu merupakan sumber infeksi dan cara pencegahan dapat dilakukan dengan memberantas vektornya yaitu Triatoma dan melindungi manusia dari gigitannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengobatan radikal yang membasmi semua tripanosma dari susunan saraf pusat dapat mencegah ensefalopati pasca pengobatan. Hospes perantaranya adalah Triatoma infestans. 2. . oleh karena belum ada obat yang dapat menghancurkan parasit yang berada dalam sel jaringan. Primakuin merupakan obat yang terbaik untuk membasmi tirpomastigot dalam darah. Selain itu juga digunakan nitrofurans dan amfoterisin B. dengan demikian mencegah invasi lebih lanjut ke dalam jaringan. azol dan terbinafin. Pada tikus kombinasi obat antimikosis golongan azol dengan terbinafin selama 14 hari memberikan kesembuhan 100%.

. parasit ini terdapat dalam dua stadium yaitu stadium tripomastigot dan stadium amastigot. Selain itu juga digunakan nitrofurans dan amfoterisin B. sedangkan untuk epidemologinya Hospes reservoar selalu merupakan sumber infeksi dan cara pencegahan dapat dilakukan dengan memberantas vektornya yaitu Triatoma dan melindungi manusia dari gigitannya. sebaiknya lakukan pemberantasan vektornya yaitu Triatoma dan melindungi manusia dari gigitannya.2 Saran Berdasarkan yang telah di jelaskan di atas tadi. saran yang dapat saya berikan yaitu untuk menghidar dari penyakit tripanomiasis ini. Di badan manusia.1 Kesimpulan Pada genus Trypanosoma terdapat tiga spesies. yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Penyakit yang di sebabkan oleh spesies tersebut. 3. yaitu tripanomiasis. salah satunya adalah Trypanosoma cruzy. tidak di temukan di Indonesia dan Manusia merupakan hospesnya. Untuk pengobatanya yang belum di ketahui dapat di lakukan dengan mencegah invasi lebih lanjut ke dalam jaringan. BAB III PENUTUP 3.

Tropical Disceace Research Progress 1991-1992. eleventh programme report. Prevalensi protozoa usus pada sampel tinja di Jakarta selama 6 tahun terakhir. . DAFTAR PUSTAKA Neva FA. Sixth Edition. 1993. 1994 Gandahusada S. Medikal 1991 . Geneve. Prentice Hall International Edition. Recent advances in humam protozoan parasistes of the gastrointestinal tract Proceedings of the 6th international Congress of Parasitology 1986: 151-8. WHO. Cross JH. Brown HW Basic Clinical Parasitology. 57:91. 6 :431-5.