31

BAB III

PERANCANGAN DAN SISTEM KERJA RANGKAIAN

3.1 Diagram Blok

Diagram Blok merupakan dasar dari sistem rangkaian yang menggambarkan
sistem kerjanya beserta fungsi-fungsinya. Berikut diagram blok sistem yang telah
dirancang pada gambar 3.1 dibawah ini :

SENSOR
ULTRASONIK MIKROKONTROLER
Atmega 8535 Lampu
Indikator

BUZZER

Gelombang Modul RF
Radio
Modul RF TRANSCEIVER TRANSCEIVER
KYL 1020U-1 KYL 1020U-2

Adapter DB9
ke USB

PC

Gambar 3.1 Diagram Blok Rangkaian

Universitas Sumatera Utara

32

Desain sistem rangkaian terdiri dari :

1. Sensor Ultrasonik yang berfungsi untuk mendeteksi ketinggian air.
2. Modul RF KYL 1020U yang berfungsi sebagai modul transmitter dan
sekaligus modul receiver yang berfungsi untuk mengirimkan dan
menerima data dengan menggunakan gelombang radio.
3. Mikrokontroler yang digunakan adalah mikrokontroler ATmega 8535
yang merupakan pusat dan sebagai pengontrol semua sistem kerja
rangkaian.
4. Personal Computer (PC) merupakan Komputer yang memonitoring dari
jarak jauh ketinggian air yang akan dikirim menggunakan gelombang
radio.
5. Buzzer merupakan alat yang berfungsi untuk pemberi tanda atau
peringatan berupa bunyi.
6. Lampu Indikator merupakan lampu indikator sebagai pertanda level
ketinggian air.
Sistem kerja dari diagram blok diatas adalah :
1. Level ketinggian airpada waduk dideteksi oleh sensor ultrasonik.
2. Dibaca oleh mikrokontroler, dan data serial pada mikrokontroler tersebut
dikirim ke Modul RF Transceiver KYL 1020U-1. Dalam hal ini Modul RF
tersebut berfungsi sebagai Modul RF Transmitter secara serial.
3. Kemudian Data dikirim melalui Antena melalui media transmisi gelombang
radio dan akan ditangkap oleh Antena Modul RF Transceiver KYL 1020U-2.
Dalam hal ini Modul RF tersebut berfungsi sebagai Modul RF Receiver.
4. Pada Modul RF Transceiver KYL 1020U telah terintegrasi IC MAX 232.
Supaya dapat dihubungkan ke PC kita menggunakan konektor DB 9 dan
Apabila pada PC tidak ada female DB 9 maka kita menggunakan Konverter
USB to serial.
5. Proses tersebut akan terus berjalan sampai pada ketinggian air berada pada
posisi Level 5 dan Mikrokontroler juga mengatur lampu indikator sesuai level
yang telah ditentukan dan buzzer akan berbunyi pada saat zona berbahaya
yaitu pada ketinggian waduk berada pada level 5.

Universitas Sumatera Utara

33

3.2 Rangkaian Mikrokontroler ATmega 8535
Pada alat ini, mikrokontroler yang digunakan adalah mikrokontroler ATmega
8535 yang berfungsi untuk membaca level ketinggian air yang dideteksi oleh
sensor ultrasonik. Rangkaian mikrokontroler ditunjukkan pada gambar berikut :

Gambar 3.2 Diagram Blok Rangkaian Mikrokontroler ATmega 8535

Mikrokontroler ATmega 8535 merupakan mikrokontroler 8 bit teknologi CMOS
dengan konsumsi daya rendah yang berbasis arsitektur enhanced RISC AVR.
Mikrokontroler ini menyediakan fitur-fitur seperti 8K byte memori In-system
Programmable Flash dengan kemampuan Read-While-Write, 512 byte
EEPROM, Port I/O 32 bit yang dikelompokkan dalam Port A, Port B, Port C dan
Port D, Analog to Digital Converter 10-bit sebanyak 8 input, Timer/Counter
sebanyak 8 buah, Analog Comparator, Komunikasi serial standar USART dengan
kecepatan maksimal 2,5 Mbps dan dengan frekuensi clock maksimum 16 MHz.
Pada gambar tersebut terlihat fungsi fungsi pin mikrokontroler ATmega 8535
yaitu sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

3. Regulator tegangan 5 volt (LM7805CT) digunakan agar keluaran yang dihasilkan tetap 5 volt walaupun terjadi perubahan pada tegangan masukannya. Trafo stepdown yang berfungsi untuk menurunkan tegangan dari 220 volt AC menjadi 12 volt AC. Keluaran 5 Volt digunakan untuk menghidupkan dan mengaktifkan seluruh rangkaian kecuali rangkaian ADC.3 Rangkaian skematik power supply Power suply merupakan pensupplay tegangan dan arus ke seluruh rangkaian yang ada dimana power suply ini memiliki dua keluaran yaitu untuk tegangan 5 Volt dan 12 Volt. Pin 24 PC2 : untuk lampu indikator warna orange. Pin 15 PD1 (TXD) : untuk rangkaian receiver KYL 1020U Pin 14 PD0 (RXD) : untuk rangkaian transmitter KYL 1020U Pada Alat ini mikrokontroler berfungsi untuk membaca hasil deteksian sensor ultrasonik dan mengubahnya ke bentuk data digital. keluaran 12 Volt digunakan untuk mensupplay tegangan ke rangkaian ADC. Setelah itu data akan dikirim ke PC menggunakan Modul RF transceiver KYL 1020U. Pin 25 PC3 : untuk lampu indikator warna orange. Pin 26 PC4 : untuk lampu indikator warna orange. 34 pin 29 PC7(TOSC2) : untuk sensor ultrasonik pin 28 PC6 (TOSC1) : untuk sensor ultrasonik pin 23 PC1 : untuk lampu indikator warna hijau. Kemudian 12 volt AC akan disearahkan dengan menggunakan dua buah dioda. Hal itu disebabkan karena rangkaian ADC memerlukan tegangan input sebesar 12 Volt agar tegangan refrensinya stabil. Universitas Sumatera Utara . Pin 27 PC5 : untuk lampu indikator warna merah. selanjutnya 12 volt DC akan diratakan oleh kapasitor 2200 μF.

Tegangan 12 volt DC langsung diambil dari keluaran jembatan dioda. 3.4 dengan memberikan logika 1 pada basis transistor akan menjenuhkan transistor sehingga arus akan mengalir dari sumber ke buzzer dan sebaliknya logika 0 akan memutuskan arus buzzer. Buzzer dikendalikan oleh sebuah penguat arus dalam hal ini adalah transistor seperti pada gambar 3. Buzzer yang digunakan akan mengeluarkan suara sekitar 1 KHz dengan durasi tertentu. Fungsi buzzer adalah sebagai komponen yang memberikan sinyal peringatan.3 Rangkaian Skematik Power Supply LED hanya sebagai indikator apabila PSA dinyalakan.4 Rangkaian Buzzer Gambar 3. Universitas Sumatera Utara .4 Rangkaian Buzzer Buzzer adalah komponen yang berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi suara/bunyi. sehingga regulator tegangan (LM7805CT) tidak akan panas ketika rangkaian butuh arus yang cukup besar. 35 Gambar 3. Transistor PNP TIP 32 disini berfungsi sebagai penguat arus apabila terjadi kekurangan arus pada rangkaian.

Kita mengetahui kecepatan suara adalah 340 m/detik. Modul ultrasonik ini bekerja dengan cara menghasilkan gelombang suara pada frekuensi tinggi. ECHO dan GND. 36 3. Dengan mengetahui lamanya waktu antara dipancarkannya gelombang suara sampai ditangkap kembali.5 Sensor Ultrasonic SR04 Gambar 3. yang kemudian dipancarkan oleh bagian transmitter. salah satu berfungsi sebagai transmitter dan satu lagi sebagai receiver. TRIG. kemudian dibagi 2 akan menghasilkan jarak antara ultrasonic modul dengan benda didepannya. berfungsi sebagai transmitter dan receiver sekaligus. Ada juga modul yang pin TRIG dan ECHO-nya digabung menjadi satu dan pemakaiannya berganti-ganti. kita dapat menghitung jarak benda yang ada di depan modul tersebut. Lamanya waktu tempuh gelombang suara dikalikan kecepatan suara. Pantulan gelombang suara yang mengenai benda di depannya akan ditangkap oleh bagian receiver. Universitas Sumatera Utara . Ada juga modul yang hanya mempunyai 1 buah transducer. Tersedia pin VCC.5 Rangkaian Sensor Ultrasonik SR04 Ultrasonic modul umunya berbentuk papan elektronik ukuran kecil dengan beberapa rangkaian elektronik dan 2 buah transducer. Dari 2 buah transducer ini.

Data yang dikirim merupakan data hasil pendeteksian sensor ultrasonic terhadap level ketinggian air.7 Rangkaian Pemancar (Transmitter) RF Transceiver KYL 1020U Pada Modul RF Transmitter telah disediakan pin TXD yang akan dihubungkan ke mikrokontroler yaitu sebagai saluran untuk pengiriman data dari mikrokontroler ke RF Transmitter.6 Rangkaian PSA Rangkaian Penerima Pada rangkaian penerima (receiver). Sumber tegangan yang diberikan untuk PSA ini supaya dapat bekerja adalah baterai 9 Volt. 3. komunikasi yang digunakan adalah komunikasi serial asinkron (Transmisi Data Asynchronous). 37 3. Data tersebut merupakan data digital yang akan dimodulasi secara Frequency Shift Keying (FSK) yaitu salah satu teknik modulasi Universitas Sumatera Utara . Pada bagian transmitter ini. Data serial yang dikirim dari mikrokontroler merupakan data ASCII yang merupakan data digital. harus digunakan sumber tegangan PSA (Power Suply Adjust) dimana PSA ini hanya menghasilkan tegangan keluaran 5 Volt. Setelah Data ASCII dari mikrokontroler dikirim ke RF Transmitter maka data tersebut akan dimodulasi dengan tujuan supaya transmisi data menjadi efisien dan memudahkan pemancaran. PSA ini berfungsi sebagai pensuplay tegangan pada rangkaian penerima RF Transceiver KYL 1020U sehingga modul tersebut dapat bekerja dengan baik.6 Rangkaian PSA Rangkaian Penerima Gambar 3.

Sinyal pembawa tersebut berupa sinyal analog yang berbentuk gelombang sinusoidal. Modulator berfungsi untuk menumpangkan data serial digital dengan sinyal pembawa (sinyal carrier). 38 yang melewatkan sinyal informasi pada Low-pass filter dan sebelum proses modulasi sinyal menggunakan modulator FSK (Frequency Shift Keying) yang kemudian dikuatkan dan dipancarkan melalui saluran transmisi gelombang radio. Proses ini dinamakan proses modulasi digital dimana sinyal informasinya berbentuk digital dan sinyal pembawanya adalah sinyal analog. Diagram blok Rangkaian Pemancar (transmitter) : ANTENA TRANSMITTER Sinyal carrier dan PENGUAT RF MODULATOR Data Digital (Data ASCII) Gambar 3. Gambar 3.8 Diagram Blok Rangkaian Transmitter Modulasi digital tersebut merupakan proses penumpangan sinyal masukan ke dalam sinyal pembawa (sinyal carrier) dan selanjutnya sinyal tersebut Universitas Sumatera Utara .7 Rangkaian Pemancar RF Transceiver KYL 1020U Prinsip kerjanya adalah Sinyal carrier (sinyal pembawa) dan data digital akan melewati Modulator.

Data yang diterima merupakan data hasil pendeteksian sensor ultrasonik terhadap level ketinggian air. Setelah itu data akan dikirim ke PC dengan menggunakan pengiriman secara serial yaitu DB 9 serial. Setelah itu dipancarkan ke udara melalui pemancar (Antena) yaitu melalui media transmisi gelombang radio. Universitas Sumatera Utara . Gambar 3. 3. Pada demodulasi FSK adalah proses mendapatkan kembali data digital dengan proses pemisahan data digital dengan sinyal pembawa (sinyal carrier) dengan tujuan agar data digital tersebut dapat terbaca dibagian penerima.9 Rangkaian Penerima RF Transceiver KYL 1020U Prinsip kerjanya adalah sinyal carrier atau sinyal pembawa berupa sinyal analog dan data digital akan diterima oleh antenna kemudian didemodulasi Frequency Shift Keying (FSK). 39 diperkuat di penguat RF frekuensi lebih tinggi.8 Rangkaian Penerima (Receiver) RF Transceiver KYL 1020U Pada Modul RF Receiver telah disediakan pin RXD yang akan dihubungkan ke mikrokontroler yaitu sebagai saluran untuk penerimaan data dari RF Transmitter melalui Radio frekuensi yang menggunakan gelombang radio.

10 Diagram Blok Rangkaian Receiver Proses yang terjadi di Transmitter dan di receiver terdapat pada modul RF KYL 1020U tersebut. Warna hijau menyatakan keadaan level ketinggian dalam keadaan stabil. Universitas Sumatera Utara . 3. orange dan merah.9 Rangkaian Lampu Indikator Rangkaian lampu indikator digambarkan pada gambar 3.9 berikut ini : Resistor 330 Ω mikro Gambar 3. Modul RF KYL 1020U transceiver berfungsi sebagai pemancar (transmitter) dan sekaligus juga sebagai penerima (receiver). 40 Gambar 3.11 Rangkaian Lampu indikator Pada alat ini digunakan lampu indikator yang berfungsi sebagai lampu peringatan terhadap level ketinggian air. Lampu indikator yang digunakan terdiri dari 3 warna yang berbeda yaitu warna hiju. warna orange menyatakan level ketinggian air dalam keadaan waspada dan warna merah menyatakan ketinggian air telah melewati batas yang menandakan dalam keadaan bahaya. Oleh karena itu pada system perancangan alat ini menggunakan 2 modul yaitu Modul RF Transmitter dan Modul RF Receiver.

11 Rangkaian lengkap Pemancar (Transmitter RF Transceiver) 12 Volt AC Trafo CT Out 12 Volt DIODA Regulator AC 50 HZ 220 Volt 7805 Out +5 volt DC CT 3300µF ANTENA 330 Ω 1 µF DIODA LED +5V LED 100 µF Ground LED 12 Volt AC 10 K 40 9 PA0 (ADC0) RxD/Rs 232 RESET 39 TxD/Rs 232 RxD/TTL PA1 (ADC1) TxD/TTL Signal 38 Reset Sleep PA2 (ADC2) GND VCC GND 1 2 12 37 XTAL 2 PA3 (ADC03) 36 1 2 3 4 5 6 7 8 9 13 PA4 (ADC4) XTAL 1 35 PA5 (ADC5) 34 32 PA6 (ADC6) AREF 33 30 AVCC PA7 (ADC7) GND +5V 31 AGND 1 (XCK/T0) PB0 SR04 2 (T1) PB1 10 3 VCC INT 2/AIN0) PB2 11 4 LED 1 330 Ω GND (OCO/AIN1) PB3 Trigger 5 Echo VCC (SS) PB4 6 (MOSI) PB5 (MISO) PB6 7 8 GND (SCK) PB7 PC7 (TOSC 2) 29 GND 28 +5V PC6 (TOSC 1) 330 Ω PC5 27 PC4 26 330 Ω 330 Ω PC3 25 24 330 Ω PC2 23 PC1 (SDA) 330 Ω PC0 (SCL) 22 12 V 21 (OC2) PD7 20 BUZZER (ICP1) PD6 19 (OC1A) PD5 18 C 945 (OC1B) PD4 17 47K (INT1) PD3 16 (INTO) PD2 GND 15 (TXD) PD1 14 (RXD) PD0 Gambar 3.10 Rangkaian lengkap Penerima (Receiver RF Transceiver) S1 IN Regulator Out ( + 5 Volt) ANTENA OUT 1 7805 2 GND 3 D1 Baterai 9 IN 5935 DC 330 Ohm RxD/Rs 232 TxD/Rs 232 V TxD/TTL RxD/TTL LED Signal Reset Sleep GND VCC ground GND 1 2 3 4 5 6 7 8 9 5 Volt 1 2 6 3 7 KONVERTER PC 4 8 DB 9 KE USB (KOMPUTER) SERIAL 5 9 DB 9 GND Gambar 3.12 Rangkaian lengkap Penerima (receiver) 3. 41 3.13 Rangkaian lengkap Pemancar (Transmitter) Universitas Sumatera Utara .

12 Rangkaian lengkap (Transmitter dan Receiver) 12 Volt AC Trafo CT Out 12 Volt DIODA Regulator AC 50 HZ 220 Volt 7805 Out +5 volt CT 3300µF DC ANTENA 330 Ω 1 µF DIODA LED +5V LED LED 100 µF Ground 12 Volt AC 10 K RxD/Rs 232 TxD/Rs 232 40 9 PA0 (ADC0) RxD/TTL TxD/TTL RESET 39 PA1 (ADC1)38 Signal Sleep Reset GND VCC 1 PA2 (ADC2) GND 2 12 37 XTAL 2 PA3 (ADC03) 13 36 1 2 3 4 5 6 7 8 9 PA4 (ADC4) 35 XTAL 1 PA5 (ADC5) 32 34 PA6 (ADC6) AREF 33 30 PA7 (ADC7) AVCC GND +5V 31 AGND 1 (XCK/T0) PB0 2 SR04 10 (T1) PB1 3 INT 2/AIN0) PB2 11 VCC 4 LED 1 Trigger 330 Ω GND (OCO/AIN1) PB3 5 Echo VCC (SS) PB4 6 (MOSI) PB5 7 (MISO) PB6 8 +5V GND (SCK) PB7 PC7 (TOSC 2) 29 GND 28 PC6 (TOSC 1) 330 Ω PC5 27 PC4 26 330 Ω 330 Ω PC3 25 24 330 Ω PC2 23 PC1 (SDA) 330 Ω PC0 (SCL) 22 12 V 21 (OC2) PD7 20 BUZZER (ICP1) PD6 19 (OC1A) PD5 18 C 945 (OC1B) PD4 17 47K (INT1) PD3 16 (INTO) PD2 GND 15 (TXD) PD1 14 (RXD) PD0 S1 REGULATOR OUT Out ( + 5 Volt) ANTENA IN 1 7805 2 3 GND D1 Baterai 9 IN 5935 DC 330 Ohm RxD/Rs 232 TxD/Rs 232 V TxD/TTL RxD/TTL LED Signal Reset Sleep GND VCC ground GND 1 2 3 4 5 6 7 8 9 5 Volt 1 2 6 3 7 KONVERTER PC 4 8 DB 9 KE USB (KOMPUTER) SERIAL 5 9 DB 9 GND Gambar 3.14 Rangkaian lengkap (Transmitter dan Receiver) Universitas Sumatera Utara . 42 3.

Flow Chart pada Mikrokontroler ATmega 8535 START Inisialisasi Baud Rate Baca Sensor Ultrasonik Hitung Level Ketinggian Air TDK Level < 3 YA TDK Level= 4 Lampu Indikator Hijau Menyala TDK YA Level= 5 Lampu Indikator YA Orange Menyala Lampu Indikator Merah Menyala Buzzer Berbunyi Kirim data ke Modul RF KYL 1020U Transceiver Gambar 3.15 Flow Chart pada mikrokontroler Atmega 8535 Universitas Sumatera Utara .13 Diagram Alir (Flow Chart) 1. 43 3.

Flow Chart Pada RF Transceiver KYL 1020U START Inisialisasi Baud Rate Terima Data Digital Modulasi data pada RF Transmitter Demodulasi data pada RF Receiver Kirim data ke PC END Gambar 3.16 Flow Chart Pada RF Transceiver KYL 1020U Universitas Sumatera Utara . 44 2.

Close() End Sub Universitas Sumatera Utara .Open Then cnn. Untuk dapat menampilkan level ketinggian air tersebut pada PC digunakan listing program sebagai berikut : Public Class Form1 Dim level As Integer Dim cnn As New OleDb.dgvData.OleDbDataAdapter("SELECT waktu.1 Pengujian Alat Rangkaian pengujian alat secara keseluruhan dimuat pada lampiran 1. sensor FROM tabel1 ORDER BY waktu". akan dibahas pengujian alat dan analisis pengujiannya. 4.OleDbConnection Private Sub RefreshData() If Not cnn.DataSource = dt cnn. 45 BAB IV HASIL DAN ANALISIS Pada bab ini.State = ConnectionState.Fill(dt) Me.Open() End If Dim da As New OleDb. cnn) Dim dt As New DataTable da. Pada tahap ini.1.1 Pengujian Tampilan pada PC Pengujian pada PC menggunakan program Visual Basic 2008. 4. dilakukan pengaturan tampilan pada PC untuk mempermudah memonitoring level ketinggian air.

Jet.EventArgs) Handles MyBase.ConnectionString = "Provider=Microsoft.BackColor = Color.Ports.Text) If (nilai >= 11) Then level = 1 Label6.StartupPath & "\data.Object.Load SerialPort1.4.ReadExisting TextBox4.EventArgs) Handles Timer1.One SerialPort1.0.RefreshData() End Sub Private Sub Timer1_Tick(ByVal sender As System.BackColor = Color.BackColor = Color.Text = SerialPort1.Parity = IO.Open() cnn = New OleDb.StopBits = IO.Val(TextBox1.Tick Dim nilai As Integer TextBox1.PortName = "COM1" SerialPort1.White Label2.BaudRate = "9600" SerialPort1.BackColor = Color.White End If If nilai <= 10 Then level = 2 Universitas Sumatera Utara . ByVal e As System.White Label3.Ports.OleDbConnection cnn. 46 Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System. ByVal e As System. Data Source=" & Application.Text) If TextBox1.StopBits.None SerialPort1.BackColor = Color.Text = 13 .White Label4.Text <> "" Then nilai = Val(TextBox1.Oledb.Blue Label5.Object.DataBits = 8 SerialPort1.Parity.mdb" Me.

BackColor = Color.BackColor = Color.Blue Label4.BackColor = Color.White End If If nilai <= 8 Then level = 3 Label6.Blue Label4.Blue Label2.BackColor = Color.BackColor = Color.BackColor = Color.BackColor = Color.BackColor = Color.Blue Label4.BackColor = Color.Blue Label3.White Label2.BackColor = Color.BackColor = Color.Blue Label4.Blue Label3.BackColor = Color.BackColor = Color.Blue Label2.BackColor = Color.White End If If nilai <= 6 Then level = 4 Label6.White Label2.BackColor = Color.Blue Label5.Red End If End If End Sub Universitas Sumatera Utara .White Label3.BackColor = Color.BackColor = Color.Blue Label5.Blue Label5.White End If If nilai <= 4 Then level = 5 Label6.BackColor = Color.Blue Label3. 47 Label6.BackColor = Color.Blue Label5.BackColor = Color.

"HH:mm:ss") TextBox2.Open() End If cmd.Open Then cnn. "dd MMMM yyyy") Label14. ByVal e As System.EventArgs) Handles TextBox4.EventArgs) Handles Timer2.Text = Format(Now.Object.EventArgs) Handles database.Object.Close() End If End Sub Private Sub Label1_Click(ByVal sender As System.TextChanged End Sub End Class Universitas Sumatera Utara .Tick Dim cmd As New OleDb.Connection = cnn cmd.CommandText = "INSERT INTO tabel1(waktu.Object. ByVal e As System.Text <> "" Then If Not cnn.'" & level & "')" cmd.Text & "'.Tick Label13.Text End Sub Private Sub database_Tick(ByVal sender As System.OleDbCommand If TextBox1.EventArgs) Handles Label1.State = ConnectionState.Object. 48 Private Sub Timer2_Tick(ByVal sender As System.Text = Format(Now. ByVal e As System.Click End Sub Private Sub TextBox4_TextChanged(ByVal sender As System.ExecuteNonQuery() RefreshData() cnn.Text = Label13.Text & " " & Label14. sensor) " & _ " VALUES('" & TextBox2. ByVal e As System.

49 Output hasil program Visual Basic : Universitas Sumatera Utara .

h> #include <stdio.7==0){}.3 #define Level4 PORTC.6=1.h> #define Buzzer PORTC.2 #define Level5 PORTC. baca_jarak(){ count=0. count=0. PORTC.2 Pengujian Rangkaian Pemancar (Transmitter) #include <mega8535.h> #include <delay.0 #define Level1 PORTC. delay_us(15). Universitas Sumatera Utara .6=0.1.1 unsigned int jrk. .4 #define Level3 PORTC. while(PINC. PORTC. 50 4.5 #define Level2 PORTC.

TCCR1B=0x00. 51 while(PINC.7==1) {count++. DDRA=0x00. OCR0=0x00. TCNT1L=0x00. } void main(void) { PORTA=0x00. DDRC=0x7F. TCCR0=0x00.059992609. PORTB=0x00. DDRD=0x00. delay_us(2). TCNT1H=0x00. }. Universitas Sumatera Utara . TCCR1A=0x00. DDRB=0x00. jrk=count*0. PORTC=0x00. TCNT0=0x00. PORTD=0x00.

OCR1AH=0x00. TCCR2=0x00. OCR1BH=0x00. UCSRC=0x86. OCR1BL=0x00. 52 ICR1H=0x00. MCUCSR=0x00. UCSRA=0x00. TIMSK=0x00. UCSRB=0x08. MCUCR=0x00. SFIOR=0x00. TCNT2=0x00. ICR1L=0x00. ASSR=0x00. ACSR=0x80. OCR2=0x00. OCR1AL=0x00. UBRRH=0x00. UBRRL=0x47. Universitas Sumatera Utara .

Level3=0. jrk). Level5=0. }. Buzzer=1. Level4=0. Level2=1. Level3=0. if (jrk>=12) {Level1=0. } Universitas Sumatera Utara . Level5=1.} if (jrk<=10 && jrk>8) {Level2=0. 53 Level1=1.} else {Level3=1. Level3=1.} if (jrk<=6 && jrk>4) {Level2=0. delay_ms(1000). printf("%d".} else {Level4=1. Level4=1.} if (jrk<=4){Level2=0. Level3=0. Level4=0.} else {Level2=1.} else {Level5=1.} if (jrk<=8 && jrk>6) {Level2=0. while (1) { baca_jarak().

Pengkalibrasian pada sensor tersebut dapat kita peroleh dari persamaan berikut : jarak baca sensor sebenarnya Count = 0. perlu dilakukan pengkalibrasian sensor.059992609 Tabel 4.1 Kalibrasi sensor ultrasonik Jarak baca sensor sebelum Jarak baca sensor sebenarnya dikalibrasi (cm) (setelah dikalibrasi (cm) 16 1 33 2 50 3 66 4 83 5 100 6 116 7 133 8 150 9 166 10 183 11 200 12 216 13 233 14 250 15 Universitas Sumatera Utara . 54 4.1.3 Pengujian Pada Sensor Ultrasonik SR04 Untuk memperoleh data yang sebenarnya dari sensor ultrasonik.

1 Pengujian jarak antara Transmitter dengan Receiver Tabel 4.2 Pengujian transmitter dan receiver dengan ketinggian air. 55 4. Jarak Rx Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5 No dengan Tx keterangan (cm) (cm) (cm) (cm) (cm) (meter) 1 25 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 2 50 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 3 75 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 4 100 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 5 125 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 6 150 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 7 175 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 8 200 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 9 225 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 10 250 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 11 275 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 12 300 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 13 325 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 14 350 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 15 375 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 16 400 1 3 5 7 9 Alat berfungsi 17 425 Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Alat tidak stabil stabil stabil stabil stabil berfungsi 18 450 Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Alat tidak stabil stabil stabil stabil stabil berfungsi Universitas Sumatera Utara .2 Analisa Data 4.2.

56 4.12 Level 1 9 .10 Level 2 7-8 Level 3 5-6 Level 4 1-4 Level 5 4. Data yang terbaca di PC adalah sama dengan ketinggian air di miniatur yang diukur dengan mistar yaitu pada 1 cm.3 Pengambilan Data pada setiap level air 1.2. Data tersebut secara otomatis akan tersimpan di database lengkap dengan waktu dan level ketinggian air.3 Pengujian level ketinggian air dengan jarak baca sensor Jarak Baca sensor Level ketinggian air (cm) 11 .2.2 Pengujian level ketinggian air dengan jarak baca sensor ultrasonik Tabel 4. Pada saat air pada Level 1 Pada level 1 : Terjadi ketika jarak sensor dengan permukaan air sebesar 12 cm dan ketika air mencapai level 1 maka akan muncul pada PC Visualisasi bahwa air telah mencapai level 1 seperti tampilan diatas. Selain ditampilkan pada PC kita juga dapat memonitoring melalui lampu indikator dimana lampu masih berwarna hijau yang menyatakan keadaan masih dalam zona aman. Dalam keadaan ini waduk dinyatakan aman dan tidak berbahaya. Universitas Sumatera Utara .

Pada saat air pada Level 2 Pada level 2 : Terjadi ketika jarak sensor dengan permukaan air sebesar 10 cm dan ketika air mencapai level 2 maka akan muncul pada PC Visualisasi bahwa air telah mencapai level 2 seperti tampilan diatas. Data tersebut secara otomatis akan tersimpan di database lengkap dengan waktu dan level ketinggian air. Selain ditampilkan pada PC kita juga dapat memonitoring melalui lampu indikator dimana lampu masih berwarna orange yang menyatakan keadaan masih dalam zona aman dan tidak berbahaya. 3. Data yang terbaca di PC adalah sama dengan ketinggian air di miniatur yang diukur dengan mistar yaitu pada 3 cm. Dalam keadaan ini waduk dinyatakan aman dan tidak berbahaya. Pada saat air pada Level 3 Universitas Sumatera Utara . 57 2.

Data tersebut secara otomatis akan tersimpan di database lengkap dengan waktu dan level ketinggian air. 58 Pada level 3 : : Terjadi ketika jarak sensor dengan permukaan air sebesar 8 cm dan ketika air telah mencapai ketinggian level 3 maka akan muncul pada PC seperti pada level 1 dan 2 yaitu Visualisasi bahwa air telah mencapai level 3 seperti pada tampilan diatas. 4. Data yang terbaca di PC adalah sama dengan ketinggian air di miniatur yang diukur dengan mistar yaitu pada 7 cm. Data yang terbaca di PC adalah sama dengan ketinggian air di miniatur yang diukur dengan mistar yaitu pada 5 cm. Universitas Sumatera Utara . Dalam keadaan ini waduk dinyatakan aman dan tidak berbahaya. Pada saat air pada Level 4 Pada level 4 : Terjadi ketika jarak sensor dengan permukaan air sebesar 6 cm dan ketika air mencapai ketinggian level 4 maka akan muncul pada PC Visualisasi bahwa air telah mencapai level 4 tetapi berbeda dengan level sebelumnya. Selain ditampilkan pada PC kita juga dapat memonitoring melalui lampu indikator yang berwarna orange. Dalam keadaan ini waduk dalam zona waspada. Data tersebut secara otomatis akan tersimpan di database lengkap dengan waktu dan level ketinggian air. Selain ditampilkan pada PC kita juga dapat memonitoring melalui lampu indikator yang berwarna orange dan masih dalam keadaan aman.

Selain ditampilkan pada PC kita dapat memonitoring juga melalui lampu indikator yang berwarna merah yang menandakan kondisi waduk dalam zona berbahaya. 59 5. Dalam keadaan ini waduk berbahaya dan dalam zona gawat darurat maka buzzer akan berbunyi yang menandakan keadaan ketinggian air pada waduk telah melampaui batas. Data tersebut secara otomatis akan tersimpan di database lengkap dengan waktu dan level ketinggian air. Pada saat air pada Level 5 Pada level 5 : Terjadi ketika jarak sensor dengan permukaan air sebesar 4 cm dan ketika air mencapai ketinggian level 5 maka akan muncul pada PC Visualisasi bahwa air telah mencapai level 5. Universitas Sumatera Utara . Data yang terbaca di PC adalah sama dengan ketinggian air di miniatur yang diukur dengan mistar yaitu pada 9 cm.

60 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Jarak maksimal transmitter dan receiver untuk mengiriman data mencapai 400 meter. 2. 2. Apabila antena antara transmitter dan antena receiver memiliki penghalang maka data yang yang terkirim tidaklah stabil. Untuk penyempurnaan alat ini. Untuk kedepannya penulis mengharapkan penelitian ini dapat diaplikasikan dan dikembangkan langsung di lapangan. Universitas Sumatera Utara . Sistem pengiriman data menggunakan Modul RF Transceiver KYL 1020U sangatlah baik digunakan dalam sistem monitoring jarak jauh.1 Kesimpulan 1. 5. alangkah baiknya dilengkapi dengan sistem pengontrolan pintu air sebagai tempat untuk mengeluarkan air apabila telah melebihi level yang ditentukan dan fasilitas webcam. agar sistem monitoring jarak jauh level ketinggian air pada waduk dapat terkontrol dengan baik dan mencegah adanya banjir secara mendadak.2 Saran 1. Sistem pengiriman data akan lebih stabil apabila terjadi dalam keadaan “Line of Sight (LOS)” dengan pengertian antena pemancar dan penerimanya saling melihat. 3. Alat dapat bekerja sebagai monitoring jarak jauh level ketinggian air pada waduk menggunakan Modul RF Transceiver KYL 1020U. Sensor ultrasonik memiliki sistem pengukuran yang akurat dimana data ketinggian air yang terbaca sama dengan data ketinggian air pada miniatur.

Related Interests