RISIKO DALAM USAHA PERTANIAN

Sektor pertanian, yang mencakup tanaman bahan makanan,
peternakan, hortikultura, perkebunan, perikanan, dan kehutanan, pada
tahun 2003 menyerap 46,3 persen tenaga kerja dari total angkatan kerja,
menyumbang 6,9 persen dari total nilai ekspor non migas, dan memberikan
kontribusi sebesar 15 persen dari PDB nasional. Sektor pertanian juga
berperan besar dalam penyediaan pangan untuk mewujudkan ketahanan
pangan dalam rangka memenuhi hak atas pangan.
Untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan peran tersebut,
sektor pertanian menghadapi berbagai perubahan sebagai akibat dari
globalisasi yaitu: (i) semakin terbukanya pasar dan meningkatnya
persaingan; (ii) meningkatnya tuntutan kebijakan pertanian yang
berlandaskan mekanisme pasar (market oriented policy) dan (iii) semakin
berperannya selera konsumen (demand driven) dalam menentukan
aktivitas di sektor pertanian.
Sektor pertanian masih memiliki potensi untuk ditingkatkan apabila
berhasil menangani kendala-kendala yang meliputi: produktivitas, efisiensi
usaha, konversi lahan pertanian, keterbatasan sarana dan prasarana
pertanian, serta terbatasnya kredit dan infrastruktur pertanian. Secara
khusus sarana dan prasarana perikanan di wilayah timur Indonesia masih
sangat kurang sehingga sumber daya perikanan di wilayah ini dengan
potensi yang cukup besar belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu,
pembangunan di sektor pertanian juga rentan terhadap perubahan dan
dampak-dampak lingkungan yang telah terjadi, seperti hujan asam (acid
deposition) akibat pencemaran udara, serta penurunan kualitas tanah
akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.
Beberapa kendala dan masalah lain yang dihadapi adalah:
(i) rendahnya kesejahteraan dan relatif tingginya tingkat
kemiskinan petani dan nelayan;
(ii) lahan pertanian yang semakin menyempit;
(iii) terbatasnya akses ke sumberdaya produktif, terutama akses
terhadap sumber permodalan yang diiringi dengan rendahnya
kualitas SDM;
(iv) penguasaan teknologi masih rendah;
(v) belum optimalnya pengelolaan sumberdaya perikanan,
(vi) terjadinya penurunan hasil hutan alam sementara hasil hutan
tanaman dan hasil non kayu belum dimanfaatkan secara
optimal, serta
(vii) lemahnya infrastruktur (fisik dan non fisik) di sektor pertanian
pada khususnya dan perdesaan pada umumnya.

Sektor pertanian, khususnya usaha tani lahan sawah, memiliki nilai
multifungsi yang besar dalam peningkatan ketahanan pangan,
kesejahteraan petani, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Keberlanjutan pertanian dengan program lahan pertanian abadi akan dapat
diwujudkan jika sektor pertanian dengan nilai multifungsinya dapat
berperan dalam pengentasan kemiskinan. Tingkat kemiskinan absolut
tahun 2004 mencapai 36,10 juta orang, sebagian besar tinggal di pedesaan
(68,70%) dengan kegiatan utama (60%) di sektor pertanian (Tahlim
Sudaryanto dan I Wayan Rusastra, 2006). Kemampuan sektor pertanian
dalam peningkatan produksi dan pengentasan kemiskinan akan ditentukan
oleh tiga faktor, yaitu 1) kemampuan mengatasi kendala pengembangan
produksi, 2) kapasitas dalam melakukan reorientasi dan implementasi arah
dan tujuan pengembangan agribisnis padi, dan 3) keberhasilan
pelaksanaan program diversifikasi usaha tani di lahan sawah dengan
mempertimbangkan komoditas alternatif nonpadi seperti palawija dan
hortikultura.

Hujan Jarang Turun, Padi Terancam Gagal Panen
Aceh Tengah Wed, Feb 24th 2010, 09:39

www.serambinews.com/news/view/24...al-panen
Kemarau
Seorang pemilik sawah warga Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan,
Aceh Tengah mengamati tanaman padi miliknya yang kekurangan pasokan
air, Selasa (23/2). Cuaca panas yang terjadi sejak dua bulan terakhir
menyebabkan sejumlah areal persawahan warga menjadi kering sehingga
dipastikan hasil panen akan menurun.SERAMBI/MAHYADI.

Hasil panen padi di sejumlah daerah di Kabupaten Aceh Tengah,
terancam berkurang. Prediksi akan berkurangnya hasil panen padi di

daerah itu, disebabkan oleh karena sebagian lahan sawah tidak dialiri
air disebabkan sedikitnya hujan sejak dua bulan terakhir. Selain itu,
cuaca panas telah menyebabkan berkurangnya debit air dari daerah
pegunungan yang mengalir ke lahan sawah selama musim kemarau.
Bukan hanya tanaman padi yang terancam berkurang hasil panennya
karena musim kemarau tahun ini, sebagian tanaman kopi juga menjadi
kering karena kekurangan air.
Areal persawahan warga yang kering karena tidak dialiri air terjadi di
sebagian daerah Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, yang
menyebabkan puluhan hektar areal tanaman padi milik warga menjadi
terhambat perkembangannya karena kurangnya pasokan air. Namun,
kurangnya pasokan air ke areal persawahan warga itu, menurut para
petani tidak berdampak pada gagal panen namun dapat dipastikan
hasil panen padi tahun ini terancam berkurang.

“Hampir dua bulan ini, cuaca panas sehingga debit air dari daerah hulu
air berkurang cukup drastis sehingga sebagian sawah warga menjadi
kering,” kata Aman Khairul Saleh, pemilik areal persawahan warga
Kampung Mendale. Lahan persawahan di kampung itu tidak memiliki
irigasi secara khusus namun para petani padi hanya mengharapkan
aliran air yang bersumber dari kawasan Ulung Gajah. Namun, sejak
memasuki tahun 2010 ini, debit airnya mulai berkurang sehingga tidak
mampu lagi mengaliri semua areal persawahan milik warga.
“Debit aliran airnya kecil sehingga harus kita bagi-bagi, tetapi malah
sebagian kering total. Dan kami berharap hujan dapat segera
mengguyur sehingga tanaman padi kami bisa kembali pulih”. Menurut
Aman Khairul Saleh, tanaman padi yang ada di daerah itu, sebagian
telah berumur sekitar dua bulan setengah dan padi yang ditanam
petani di daerah itu, rata-rata dalam waktu enam bulan hingga tujuh
bulan baru masuk masa panen. Perkembangan tanaman padi milik
mereka terhambat karena kurangnya pasokan air. Jika dibandingkan
dengan tahun-tahun sebelumnya kondisi saat ini lebih parah karena
hujan sampai dengan saat ini belum turun.
“Di sini tidak ada tanaman padi unggul, sehingga masa panennya lebih
lama tapi tanaman padi masih berumur dua bulan sudah tidak ada lagi
air sehingga bisa jadi hasil panen tahun ini akan berkurang”.
Keringnya areal persawahan warga bukan hanya terjadi di Kampung
Mendale, namun di sejumlah lokasi areal persawahan warga di daerah
Kecamatan Bintang, juga mengalami kejadian yang sama namun di
daerah itu, masih dapat ditanggulangi.

Kebijakan strategis yang perlu dipertimbangkan antara lain adalah: 1)
memfasilitasi pengembangan infrastruktur fisik dan kelembagaan,
perbaikan sistem insentif usaha tani, dan mendorong pengembangan
agroindustri padat tenaga kerja di pedesaan, 2) reorientasi arah dan tujuan
pengembangan agribisnis padi dengan sasaran peningkatan pendapatan

dan ketahanan pangan rumah tangga petani padi, serta sebagai wahana
dinamisasi perekonomian desa, dan 3) pengembangan infrastruktur (fisik
dan kelembagaan), teknologi, permodalan, kebijakan stabilisasi, dan
penyuluhan untuk komoditas alternatif non-padi yang bernilai ekonomi
tinggi tetapi memiliki risiko yang besar.

70 Ha Sawah Gagal Panen
Akibat Diserang Hama Tikus
Selasa, Oktober 27th, 2009
Empat Lawang Expres (0813-73316333)

Hama tikus semakin ganas menyerang tanaman padi warga di Desa
Pagar Jati, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat
Lawang. Sedikitnya 70 hektar (ha) areal persawahan di daerah ini
terpaksa gagal panen. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun
Empat Lawang Expres, tujuh hektar persawahan terserang hama
dengan intensitas sedang, 10 hektar dengan intensitas ringan, 10
hektar dengan intensitas tertimbang, delapan hektar dengan intensitas
berat serta 34 hektar persawahan terancam gagal panen.

4lawang.wordpress.com/2009/10/27/
Puluhan hektar padi sawah warga yang gagal panen akibat diserang
hama tikus.

Beberapa petani yang sempat dibincangi mengatakan, hama tikus
yang menyerang persawahan mereka kali ini, lebih dahsyat dari
sebelumnya. Beberapa hektar lahan persawahan milik petani, bahkan
tidak bisa panen sama sekali karena habis akibat terserang hama tikus
yang terjadi sejak dua bulan terakhir ini.

Menurut Jemaan, petani di Desa Pagar Jati, Kecamatan Paiker sekitar
satu hektar tanaman padi di sawahnya tidak bisa panen sama sekali.
Padahal, ia sudah merencanakan melakukan panen beberapa pekan
kedepannya. “Apa mau dikata, padi saya tidak bisa panen karena
habis terserang hama tikus”, meratapi nasibnya sambil memandang
sawahnya yang gagal panen.
Kejadian serupa juga pernah ia alami periode sebelumnya. Namun
saat itu, ia masih bisa menikmati jerih payahnya meskipun hasilnya
tidak sebanding dengan modal yang sudah ia keluarkan. “Tahun
kemarin juga terserang hama tikus, tapi tidak sedahsyat kali ini dan
saya masih bisa panen meskipun hasilnya sedikit”.
Hal serupa juga dialami Zainal, petani di Desa Pagar Jati, Kecamatan
Paiker. Dari sekian banyak padi yang ia tanam, hanya bisa
menghasilkan dua karung gabah kering. Padahal, jika tidak terserang
hama tikus atau hama lainnya, ia bisa mendapatkan puluhan gabah
kering dari sawah yang ia miliki. “Saya mengalami kerugian jutaan
rupiah, akibat tidak maksimalnya hasil panen yang saya dapatkan. Hal
ini juga terjadi pada petani lainnya, yang mempunyai persawahan di
Desa Pagar Jati”.
Jemaan dan Zainal merupakan contoh dari sebagian kecil petani yang
meresahkan kehadiran hama tikus, khususnya di Desa Pagar Jati,
Kecamatan Paiker. Lebih dari itu, puluhan petani yang ada di desa
tersebut, juga mengalami hal serupa serta terancam gagal panen
apabila hama tikus di areal persawahan mereka tidak segera
diberantas.
Menurut Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Paiker (Darsono ), hama
tikus yang terjadi kali ini memang lebih banyak dibandingkan dengan
beberapa waktu sebelumnya. Pihaknya juga sudah melakukan survei
ke lapangan dan memberikan sosialisasi kepada petani yang ada serta
memberikan bantuan racun tikus sebanyak 30 Kg. “Kita sudah
melakukan survei, dan memberikan bantuan racun hama tikus
sebanyak 30 Kg untuk petani. Mudah-mudahan, bisa mencegah
meluasnya hama tikus di areal persawahan”.
Hama tikus merupakan salah satu hama yang sangat berbahaya bagi
petani, khususnya untuk tanaman padi di persawahan. Namun, bukan
berarti hama tersebut tidak bisa ditanggulangi. “Tikus itu selalu ada di
setiap tanaman padi persawahan, namun keberadaannya yang terlalu
banyak bisa membahayakan tanaman padi”.
Petani yang mengalami serangan hama tikus, hendaknya bisa
memberikan laporan ke UPTD Kecamatan. Dari laporan petani
tersebut, pihaknya bisa melakukan survei dan memberikan sosialisasi
serta bisa memberikan bantuan racun hama yang sedang
mengganggu tanaman petani. “Kita selalu siap memberikan bantuan
kepada petani, jika ada laporan dari mereka terkait hama yang
menyerang tanaman mereka. Selain itu, tim kita juga selalu melakukan
survei ke lapangan, sesuai dengan jadwal dan kebutuhan yang ada.”

Urgensi mempertahankan lahan sawah menjadi penting karena memiliki eksternality yang besar. konservasi sumber daya air. termasuk nilai riil alih fungsi lahan sawah mencapai US$ 39. 2002). Jadi proporsi nilai eksternal terhadap total nilai kehilangan relative besar. Dalam konteks ini.45 juta. Pencapaiannya akan menghadapi berbagai tantangan. Nilai multifungsi pertanian berdasarkan metode Replacement Cost Method (RCM) menunjukkan bahwa kehilangan nilai riil pendapatan karena konversi lahan sawah (15%) mencapai US$ 27. Pengembangan lahan pertanian abadi akan dapat diwujudkan jika sektor pertanian dengan nilai multifungsinya dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan petani dan pengentasan kemiskinan. Bagi Indonesia. nilai fungsi pertanian tersebut perlu dipertimbangkan dalam penetapan kebijakan struktur insentif sektor pertanian. bukan saja insentif ekonomi (subsidi dan proteksi). Komitmen dukungan insentif melalui pemahaman peran multifungsi pertanian perlu didefinisikan secara luas. di samping berdampak langsung terhadap nilai ekonomi lahan dan produksi padi. yaitu 31%. tetapi juga dukungan pengembangan sistem dan usaha agribisnis dalam arti luas. Karakteristik Kemiskinan Menurut Sajogyo (2002). pembersihan udara. Sektor pertanian memiliki multifungsi yang mencakup aspek produksi atau ketahanan pangan. penampungan limbah organik. peningkatan kesejahteraan petani atau pengentasan kemiskinan. tingginya tingkat kemiskinan di pedesaan disebabkan kebijakan pembangunan cenderung bias perkotaan dan sektor industri. mitigasi suhu udara. Kebijakan ini dinilai keliru karena memarginalkan hak masyarakat dan . dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. menciptakan lahan pertanian abadi dan peningkatan kesejahteraan petani atau pengentasan kemiskinan merupakan tujuan ganda yang bersifat inklusif. juga memiliki dampak eksternal positif yang perlu dipertimbangkan (Agus et al. yaitu mencakup fungsi mitigasi banjir.20 juta. pencegahan erosi tanah dan longsor. antara lain mencakup pengembangan aspek penawaran sektor pertanian. Hasil kajian di DAS Citarum Jawa Barat menunjukkan bahwa konversi lahan sawah yang diprediksi sekitar 15%.25 juta maka total kehilangan manfaat (keuntungan). pengembangan agribisnis padi dan diversifikasi usaha tani di lahan sawah. Nilai ini perlu diperhitungkan dalam penentuan nilai dan struktur insentif bagi sektor pertanian. Jika diperhitungkan total nilai eksternal yang besarnya US$ 12. sementara alokasi anggaran sektor pertanian menurun drastis. dan fungsi pemeliharaan lingkungan. Agribisnis padi dan pengembangan diversifikasi lahan sawah perlu mendapat penekanan karena peran lahan sawah dalam multifungsi pertanian sangat vital.

Penanganan masalah kemiskinan dapat diarahkan pada kemiskinan absolute dan juga kemiskinan relatif. proporsi rumah tangga rawan pangan nasional mencapai sekitar 30%.menumbuhkan kantong-kantong kemakmuran masyarakat perkotaan di tengah kemiskinan masyarakat pedesaan. dan 9) Ketidak-mampuan dan ketidakberuntungan secara sosial. dan transportasi). dan 4) Penduduk miskin dengan tingkat sumber daya manusia yang rendah umumnya tinggal di wilayah marginal.100 kkal/hari. yaitu: 1) Ketidak-mampuan memenuhi kebutuhan dasar (pangan. sanitasi yang baik. dan perumahan). pendidikan. 6) Ketidakterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Dimensi kemiskinan secara intertemporal mengalami perubahan dengan mempertimbangkan aspek nonekonomi masyarakat miskin. 4) Rentan terhadap goncangan faktor eksternal yang bersifat individual maupun massal. Dalam konteks karakteristik kemiskinan masyarakat petani di pedesaan. 7) Terbatasnya akses terhadap kesempatan kerja secara berkelanjutan. Tujuan utama program pengentasan kemiskinan adalah mengembangkan kesetaraan posisi dan kemampuan masyarakat. Karakteristik penduduk miskin secara spesifik antara lain adalah (Pasaribu 2006): 1) Sebagian besar tinggal di pedesaan dengan mata pencaharian dominant berusaha sendiri di sektor pertanian (60%). 2) Sebagian besar (60%) berpenghasilan rendah dan mengonsumsi energi kurang dari 2. dan tingkat adopsi teknologi rendah. Sedikitnya terdapat sembilan dimensi kemiskinan yang perlu dipertimbangkan. 3) Berdasarkan indikator silang proporsi pengeluaran pangan (> 60%) dan kecukupan gizi (energi < 80%). dukungan infrastruktur terbatas. menarik untuk dikemukakan keterkaitan antara penguasaan lahan dan . 8) Ketidak-mampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental. Fokus penanganan masalah perlu didasarkan pada permasalahan pokok yang dihadapi masyarakat melalui pengembangan instrumen kebijakan yang relevan. air bersih. 3) Lemahnya kemampuan untuk melakukan akumulasi kapital. sandang. 2) Aksesibilitas ekonomi yang rendah terhadap kebutuhan dasar lainnya (kesehatan. 5) Rendahnya kualitas sumber daya manusia dan penguasaan sumber daya alam.

3) Sumber utama pertumbuhan produksi dalam periode 1967−1986 adalah produktivitas lahan. yang ditunjukkan oleh penurunan alokasi anggaran dan insentif sektor pertanian.59 juta ha) pada tahun 2000 (Pasandaran et al. yang kemudian menurun drastis dalam periode 1997−2001 dan bahkan mengalami pertumbuhan negatif pada tahun 1997− 2001 karena menurunnya produktivitas lahan dan tenaga kerja pertanian. kelembagaan koperasi pedesaan. tingkat kemiskinan mendekati 31%. kredit bersubsidi. tingkat kemiskinan mencapai 28. Berdasarkan kesesuaian lahan dan ketersediaan air. dan proporsinya relatif kecil. Kecenderungan tersebut mengindikasikan kuatnya tantangan peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di pedesaan. dan bagi petani dengan penguasaan lahan kurang dari 0. kelembagaan penyuluhan. 2004). .10 ha. hanya 0. yaitu 27% (2.60% bagi rumah tangga petani yang menguasai lahan 2−5 ha.tingkat kemiskinan. Keterbatasan pengembangan lahan pertanian di Indonesia diindikasikan oleh penurunan luas lahan pertanian sebesar 0. Makin luas penguasaan lahan. Bagi tunakisma (petani tanpa lahan).30%. Luas penguasaan lahan per rumah tangga petani terus menurun karena meningkatnya jumlah penduduk dan jumlah rumah tangga petani. areal yang potensial untuk pengembangan irigasi sangat terbatas. makin rendah tingkat kemiskinan (LPEM-FEUI 2004). Dinamika fakta empiris yang terkait dengan Growth Domestic Product (GDP) dan produksi agregat pertanian memberikan beberapa informasi menarik sebagai berikut (Arifin 2003. dan insentif harga. Pengembangan lahan pertanian tidak dapat dipisahkan dari pengembangan infrastruktur irigasi.40%/tahun dalam dua dasawarsa terakhir (1980−2000). Terdapat korelasi yang kuat antara skala penguasaan lahan dengan indeks kemiskinan dan indeks rumpang kemiskinan (proverty gap). Simatupang et al. berdampak pada makin meningkatnya kendala pengembangan produksi pertanian. Tingkat kemiskinan menurun secara konsisten menjadi 5. Kendala Produksi Pertanian Kendala utama pengembangan pertanian ke depan adalah ketersediaan lahan pertanian. Perluasan lahan sawah beririgasi sangat lambat. 2004): 1) GDP dan produksi agregat pertanian mengalami pertumbuhan yang relatif tinggi dalam periode 1967−1986 karena adanya dukungan pengembangan lahan pertanian dan infrastruktur. 2) Kontradiksi kebijakan pada periode berikutnya.20%/tahun.

February 21.-kering/ Dapat dibayangkan betapa sulitnya para petani jika gagal panen. 2010 Di Sumba Barat. maka tanaman padi sawah di daerah ini terancam kekeringan. namun penganggarannya belum memungkinkan. Penurunan produksi ini disebabkan oleh penurunan areal panen dan/ atau stagnasi produktivitas. bahkan untuk kedelai pertumbuhannya negatif sejak 1996−2003. apabila benar ramalan Badan Meteorogi dan Geofisika (BMG) Kupang bahwa musim kemarau akan terjadi awal Maret 2010.Pertumbuhan produksi komoditas pertanian utama (padi. dan selanjutnya menurun secara konsisten sejak tahun 1986. Menurut Kepala Dinas Pertanian. Pemerintah setempat juga tidak menganggarkan dana untuk pengadaan benih bagi petani. sumbaisland.. Secara teknis Dinas Pertanian Perkebunan dan Hortikultura mengajukan rencana anggaran pengadaan benih bagi petani. Ke tiga komoditas tersebut mengalami pertumbuhan yang relatif tinggi selama periode 1976−1980. baik benih padi. jagung. jagung maupun kacang-kacangan senilai Rp 1 miliar lebih. kedelai) menunjukkan kecenderungan yang sama dengan GDP dan produksi agregat sektor pertanian. Produktivitas potensial varietas unggul baru (kecuali jagung) juga tidak mengalami perubahan berarti sejak pertengahan tahun 1990-an. . sawah tadah hujan terancam kering karena hujan yang tidak menentu. Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Sumba Barat. Sawah di Sumba Barat Kering Sumba Island.. dan sangat drastis sejak 1996. Para petani tidak memiliki benih tambahan. Sunday.com/sawah-di-sumba-b.

serta kebijakan subsidi pupuk. 2004). dan penerapan varietas unggul baru serta teknologi spesifik lokasi. penelitian dan pengembangan serta penyuluhan) dan subsidi pupuk berdampak terhadap stagnasi atau penurunan produktivitas dan produksi komoditas pertanian. Di samping permasalahan yang terkait dengan ketersediaan dan pengembangan lahan beririgasi.80 menjadi 1. Keragaan dinamika investasi pemerintah di sektor pertanian menunjukkan bahwa (Rusastra et al. 2005) proporsi pengeluaran untuk pengembangan irigasi. Sejak 2001.40 menjadi 103. yaitu subsidi sarana produksi (pupuk. Penurunan anggaran pemerintah dalam pengembangan infrastruktur (irigasi. Insentif yang diterima petani terdiri atas dua komponen utama. . Dalam periode 1981−2002. akses.10 selama periode 1986/ 90−1991/95.20 untuk urea dan dari 1. meski sebagian sudah menanam. bahkan padi sudah mulai tumbuh besar. rasio harga padi terhadap pupuk secara konsisten menurun dari 1. pemerintah menerapkan kembali kebijakan proteksi dan promosi sektor pertanian. 2005). Pupuk yang bersifat komplemen dengan pengembangan infrastruktur pertanian juga mengalami penurunan subsidi secara signifikan sejak pertengahan 1980-an. Bersamaan dengan penurunan kinerja proteksi output. Pada saat ini belum semua petani menanam padi karena terlambat menyiapkan lahan. Kebijakan ini diharapkan dapat berlanjut dan efektif untuk mendorong peningkatan produksi dan pendapatan petani. kredit dan mekanisasi pertanian) dan proteksi harga hasil produksi. total insentif pemerintah secara bertahap menurun. seperti tarif impor untuk melindungi harga padi dan gula dari distorsi harga pasar dunia. Sejak pertengahan 1980-an. Sejak 3 tahun terakhir.90 untuk TSP (Rusastra et al. serta penyuluhan tahun 2002 hanya 48. benih. penelitian dan pengembangan.80 menjadi 0. kesejahteraan petani pun menurun yang ditunjukkan oleh penurunan nilai tukar petani dari 106. Penurunan subsidi sarana produksi berdampak terhadap peningkatan biaya produksi dan penurunan pendapatan petani. ketersediaan.20% (Rp 418 juta) dari pengeluaran tahun 1985/96 (Rp867 juta). nilai tukar petani meningkat secara signifikan karena adanya perubahan kebijakan pemerintah (Simatupang et al. Hal itu dapat dijumpai di areal persawahan Kota Waikabubak dan sekitarnya dimana sebagian petani baru mulai mengolah lahan. pengembangan produksi pertanian juga menghadapi permasalahan yang terkait dengan ketersediaan anggaran pembangunan dan penyediaan sistem insentif untuk mendorong peningkatan produksi dan pendapatan petani.

lingkungan. peran usaha tani lahan sawah dalam ekonomi rumah tangga. dan kepemilikan pompa irigasi. namun pengusahaan tanaman hortikultura membutuhkan modal yang besar dan risiko usahanya lebih tinggi. Fakta ini menunjukkan bahwa ketersediaan air tidak secara otomatis mendorong petani menanam padi sepanjang tahun. tingkat kelangkaan air irigasi. dan budaya. Berkaitan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam menerapkan pola tanam diversifikasi. Secara umum peluang petani untuk memilih pola tanam monokultur padi lebih rendah daripada berdiversifikasi. sosial. kemampuan permodalan. ekonomi. Menurut Saliem dan Supriyati (2006). dan budaya setempat. yang direfleksikan dalam keragaan pola tanam dan ragam komoditas penyusunnya. Faktor yang tidak kondusif adalah fragmentasi lahan garapan. ekonomi. Faktor-faktor yang kondusif untuk penerapan pola tanam diversifikasi adalah jumlah anggota rumah tangga yang bekerja di usaha tani. kecenderungan untuk memilih komoditas pertanian yang tidak bernilai ekonomi tinggi lebih tinggi daripada komoditas yang bernilai ekonomi tinggi. sosial. Dalam berdiversifikasi. peran usaha tani . Pengembangan diversifikasi usaha tani di wilayah persawahan sebaiknya diarahkan pada lokasi-lokasi yang ketersediaan air irigasinya rendah. ketersediaan tenaga kerja pertanian cukup. diversifikasi usaha tani mempunyai prospek pengembangan yang cukup baik. Pengusahaan komoditas hortikultura memberikan tingkat pendapatan yang lebih tinggi dari-pada palawija. Antisipasi Diversifikasi Usaha Tani Dalam rangka memahami kinerja dan prospek diversifikasi di lapangan. Tingkat pendapatan usaha tani petani yang melakukan diversifikasi lebih tinggi dari petani nondiversifikasi. Tingginya tingkat pendapatan bukan merupakan satu-satunya penentu pengambilan keputusan. Pemilihan jenis komoditas dan pola tanam oleh petani dipengaruhi oleh faktor teknis. Sumaryanto (2006) menyimpulkan bahwa di lahan sawah irigasi teknis. Pilihan untuk melakukan diversifikasi di lahan sawah ditentukan oleh kombinasi faktor teknis. tingkat diversifikasi usaha tani lahan sawah. Tidak ada fakta yang jelas bahwa lahan sawah irigasi teknis dan semiteknis memiliki tingkat diversifikasi yang lebih rendah dibandingkan dengan lahan sawah irigasi sederhana. Secara umum usaha tani lahan sawah di desa-desa sentra produksi padi di Jawa pada musim hujan didominasi oleh padi. Diversifikasi usaha tani umumnya dilakukan pada musim kemarau pertama dan/atau kedua. analisis diversifikasi di tingkat regional perlu dikomplemen dengan analisis mikro dan diversfikasi di tingkat rumah tangga petani atau di tingkat usaha tani. menunjukkan bahwa tingkat diversifikasi usaha tani di lahan sawah bervariasi menurut lokasi dan tipe irigasi.

penguasaan dan akses sumber daya rendah.70%) tinggal di pedesaan dengan kegiatan utama (60%) di sekor pertanian. kemiskinan relatif tahun 2004 menurun drastis menjadi 16. Sebagian besar dari mereka (68. dengan ciri utama infrastruktur wilayah marginal. Kemampuan sektor pertanian dalam peningkatan produksi dan pengentasan kemiskinan sangat bergantung pada kemampuannya dalam mengatasi kendala pengembangan yang dihadapi saat ini. 4) Pembangunan infrastruktur irigasi pompa untuk mempercepat perkembangan diversifikasi usaha tani. 6) Penguatan kelembagaan kelompok tani dan membangun jaringan kerja dengan investor dalam rangka mengatasi masalah permodalan dan pemasaran komoditas alternatif. dan struktur penguasaan lahan garapan relatif terkonsolidasi. teknologi varietas unggul. 5) Peningkatan produktivitas usaha tani atau mengimplementasikan program stabilisasi harga untuk komoditas yang memiliki risiko tinggi tetapi tingkat profitabilitasnya tinggi. Kebijakan strategis dan langkah operasional yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan diversifikasi di lahan sawah adalah (Simatupang et al. 2003): 1) memperbaiki ketersediaan dan aksesibilitas terhadap teknologi usaha tani nonberas. khususnya dalam pengembangan komoditas nonberas.10 juta orang. yang mencakup keterbatasan pengembangan lahan beririgasi. dan kerja sama dengan pihak terkait dalam rangka peningkatan efisiensi pemasaran dan stabilisasi harga khususnya untuk komoditas palawija dan hortikultura. 3) Memperbaiki ketersediaan dan akses terhadap permodalan untuk mendukung pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti hortikultura. . serta kemampuan sumber daya manusia dan adopsi teknologi rendah.sebagai sumber pendapatan rumah tangga cukup signifikan. tetapi secara absolut angkanya tetap tinggi.70%. 2) Meningkatkan kapasitas manajemen petani melalui perbaikan pelayanan penyuluhan. Setelah krisis ekonomi. Keberlanjutan pertanian dengan program lahan pertanian abadi dapat diwujudkan jika sektor pertanian (dengan nilai multifungsinya) dapat berperan dalam pengentasan kemiskinan. yaitu 36. dan 7) Pengembangan infrastruktur (fisik dan kelembagaan) di tingkat usaha tani. pengolahan dan pemasaran. Akselerasi pengembangan diversifikasi usaha tani membutuhkan kebijakan yang dapat meningkatkan akses petani terhadap sumber permodalan.

sosial. permodalan. Kebijakan strategis yang dapat dipertimbangkan antara lain adalah: 1) Peningkatan ketersediaan dan akses teknologi. output. pendapatan petani. 2) mendorong dan memfasilitasi keterlibatan swasta dalam pembangunan pertanian. memantapkan ketahanan pangan nasional. juga perlu dipertimbangkan konteks kebijakan pangan global dan kebijakan di negara kompetitor utama di Asia. lingkungan. Usaha tani tanaman pangan (padi) memiliki peranan multifungsi yang besar. 2) Pengembangan infrastruktur irigasi pompa. dan penyuluhan komoditas alternatif non-padi. di samping reorientasi arah dan tujuan tersebut. peningkatan produktivitas. dan mendinamisasi perekonomian desa. Kebijakan strategis yang perlu dipertimbangkan antara lain adalah: 1) peningkatan investasi pemerintah dalam pengembangan infrastruktur utama seperti irigasi. dan program stabilisasi harga untuk komoditas alternatif bernilai ekonomi dan risiko tinggi. Kinerja diversifikasi di lahan sawah memiliki prospek yang baik.ketersediaan anggaran pembangunan. dan 4) memfasilitasi perkembangan agroindustri padat tenaga kerja di pedesaan. reorientasi kebijakan pengembangannya hendaknya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan petani padi. . dan 3) Pemberdayaan kelembagaan kelompok tani dan membangun keterkaitan fungsional dan institusional dengan elemen agribisnis lainnya dalam rangka mendorong peningkatan produksi. penelitian dan pengembangan serta penyuluhan. Berdasarkan konteks kebijakan dan tantangan serta hambatan internal pembangunan agribisnis padi. dan budaya. Upaya mempertahankan eksistensi lahan sawah dan peningkatan pendapatan petani (serta pengentasan kemiskinan) akan sangat ditentukan oleh keberhasilan program diversifikasi usaha tani. dan keberlanjutan diversifikasi usaha tani. 3) peningkatan insentif usaha tani (input. tetapi dihadapkan kepada sejumlah kendala teknis. dan keberhasilan pengembangannya akan memberikan pengaruh yang nyata terhadap pencapaian ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. ekonomi. Dalam merumuskan instrumen kebijakan peningkatan produksi padi. dan penyediaan sistem insentif untuk mendorong peningkatan produksi dan pendapatan petani. kapital) dalam spirit koreksi kegagalan pasar.

radarkarawang. Tak lama kemudian. petani kewalahan untuk mengendalikan hama tersebut.. 08 Oktober 2009. Padi tidak . petani mengalami kerugian yang cukup besar. "Hama begitu cepat menyerangnya. Sekitar dua hektar sawah miliknya. Hama wereng tersebut menyerang padi dengan sangat cepat. Sayangnya. Sehingga tanaman padi tidak dapat diselamatkan. habis diserang hama tersebut.html GAGAL PANEN: Sawah yang sedianya tak lama lagi panen diserang hama. walaupun gencar disemprot bahkan sampai setiap hari. Sehingga dia tidak dapat menyelamatkan sawahnya tersebut. Karena itu dirinya gencar melakukan penyemprotan. penyebaran hama tersebut begitu cepat dan sulit dikendalikan. "Hampir setiap hari saya nyemprot dan banyak biaya yang dikeluarkan. Kecamatan Tempuran. Diperkirakan dari mulai tanam padi hingga terserang ham sudah habis Rp 15 jutaan. padi tersebut langsung gosong dan bijinya tidak berisi. Salah seorang pemilik sawah (H.com/2009_. Radar Krawang Puluhan hektar sawah di Kampung Bengle. mengalami gagal panen setelah hama menyerang area pesawahan tersebut.. Idris) menyatakan. Akibat hama tersebut.blogspot. Desa Pancakarya. Hama wereng menyerang padi mulai dari pangkalnya. dia telah mengetahui dari awal jika ada hama yang menyerang tanaman padinya.ive. setelah itu langsung menyerang kebagian padi lainnya. tapi tetap saja hama menyerang. Diperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai Rp 15 juta. Puluhan Hektar Sawah di Kampung Bengle 'Bapuk' Kamis. Pada awalnya padi yang terkena hama wereng hanya putih.

pihaknya sering melakukan pembinaan maupun penyuluhan terhadap petani melalui kelompok tani. "Pengendalian ini sudah dilakukan sejak beberapa hari yang lalu hingga hari ini dengan melakukan gerakan penyemprotan di desa yang ada di Tempuran". Salah satu resiko usaha pertanian adalah jangka waktu pertumbuhan tanaman pertanian memerlukan waktu yang lama. Hal ini mengakibatkan banyak petani kecil dan menengah memilih menggunakan jasa para tengkulak. karena padinya sudah tidak bisa terselamatkan. dinas pertanian sudah melihat kondisi di lapangan dan membagikan satu botol obat untuk penangkal hama. Pihaknya beserta pemerintah kecamatan dan desa yang ada di Tempuran. Bahkan beberapa hari yang lalu penyuluhan telah dilakukan. Idris menambahkan. sehingga mengira kami jarang melakukan penyuluhan". Kepala UPTD Pertanian Tempuran membenarkan bahwa padi tersebut terserang hama wereng. karena secara pengetahuan bertani petani kurang mengerti. "Mungkin petani tersebut tidak ikut penyuluhan. Ini merupakan yang pertama kali mengalami gagal panen. minimal satu bulan sekali dan bantuan obat bisa diperbanyak”. harga hasil pertanian yang fluktuasi di pasaran dunia juga merupakan masalah yang serius yang dilihat oleh kalangan perbankan. bahkan sampai lebih dari 5 tahun. "Saya berharap ke depan penyuluhan terhadap petani bisa diintensifkan. bisa dipanen. Dia berharap. sudah melakukan gerakan penyemprotan padi untuk mengendalikan hama tersebut. lanjutnya. Namun sebagian pihak perbankan melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki resiko usaha yang cukup tinggi. misalnya petani. Tapi dia menilai pembagian tersebut terlambat. Selain itu. Mengenai masalah pembinaan terhadap petani. . setelah 2007 lalu mengalami hal yang serupa akibat hama sundep. PERTANIAN mempunyai RESIKO USAHA yang tinggi Salah satu fungsi utama bank adalah menyalurkan dana kepada pihak yang membutuhkan. karena tidak berisi akibat hama wereng. pemerintah bisa lebih proaktif lagi dalam melakukan pemantauan terhadap perkembangan hama. Hal ini menimbulkan kesulitan bagi petani yang ingin mendapatkan kredit dari bank. Stakeholder usaha pertanian juga mengakui bahwa masalah utama dihadapi usaha di sektor pertanian adalah rumitnya prosedur untuk memperoleh dukungan dari bank. Pihaknya telah melakukan pengendalian. bahkan pihaknya telah memberikan obat kepada petani agar hama tersebut tidak terus meluas. petani hanya mengandalkan pengalaman.

mungkin dibutuhkan waktu lebih untuk mensosialisasikannya. 31 Mei 2009 Program Kredit Ketahanan Pangan (KKP) di Kabupaten Karawang hampir seluruhnya digunakan untuk membiayai komoditas tanaman padi. Penyebaran informasi yang tidak merata ini juga dialami oleh para stakeholder pertanian lainnya. sektor pertanian tanaman bahan makanan menyumbang 6. Kurniawan. Karawang.74 persen PDRB sektor pertanian Sumut. Tonny F. Kendala Sosialisasi KREDIT Usahatani Permasalahan akses pembiayaan pertanian yang dialami petani bukan saja diakibatkan rumitnya administrasi yang harus dilakukan. Meskipun dalam siklus padi yang dianjurkan oleh dinas pemerintah daerah setempat juga perlu diselingi dengan menamami lahan dengan palawija. Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro dan Kecil yang biasa disebut KUMK SUP-005. ada juga kredit umum yang ditujukan ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti. melainkan juga diakibatkan kesenjangan informasi. yakni minimnya informasi yang diperoleh petani akan berbagai kredit yang tersedia. Penelitian yang dilakukan atas kerja sama Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Sumatera Utara ini menunjukkan sampai dengan triwulan III 2008. Kab. Kedua kredit tersebut dikhususkan pada sektor pertanian. Potensi sektor pertanian sebagai pusat pertumbuhan ekonomi belum didukung secara optimal oleh sektor perbankan. Cirebon. Ahmad Misbah Minggu. lampung Tengah PPNSI. sektor pertanian memiliki kontribusi yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi. Masih banyak petani yang belum mengetahui kredit pembiayaan yang dapat diakses seperti Kredit Ketahanan Pangan Energi (KKP-E) dan Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian (SP-3). namun produk palawija tidak mendapat pinjaman dalam skim program KKP. Selain itu. karena Kabupaten Karawang sebagian besar petaninya mengusahakan bercocok tanam padi dan terkenal sebagai lumbung padi di Jawa Barat bahkan Nasional. Gambaran Pelaksanaan Program Kredit Ketahanan Pangan (KKP) di Kab. . Penyebaran info tentang kredit ini belum ada di kampung tempat para petani berusahatani. dan kab. Padahal berdasarkan Hasil Survei Ekonomi. Surono.

Persayaratan utama yang masih memberatkan petani adalah adanya keharusan memiliki SPPT atau sertifikat lahan yang dijadikan sebagai jaminan atas dana KKP yang dipinjam.mid%3D46 Program KKP dikoordinasikan oleh Setda Kabupaten Karawang Bagian Perekonomian Seksi Ketahanan Pangan. yang menjadi salah satu syarat dalam pengajuan skim KKP. 2. Dinas berperan dalam melakukan sosialisasi. www. Membuat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang ditandatangani oleh PPL dan kepala desa setempat.000. pelaksanaan lapangannya dilakukan oleh Dinas Pertanian. Sedangkan luasan rata-rata lahan para petani yang dibiayai dengan menggunakan dana KKP sebesar 0. Adapun persyaratan administratif untuk mengajukan skim Program KKP di Kabupaten Karawang antara lain: 1. Nilai jaminan yang diminta dapat lebih besar dari . dan evaluasi Kelompok Tani (KT) peserta Program KKP. termasuk membimbing petani dalam penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).-/ha. 3. Persayaratan seperti ituy dianggap oleh sebagian petani masih memberatkan. terutama bagi para petani kecil. Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Karawang.org/index. khususnya bagian Bina Usaha.php%3Foption..000. besaran dana KKP untuk tanaman padi adalah Rp..3 ha/petani.ppnsi. Dalam fungsi kedinasannya di lapangan Petugas Penyuluh Lapang (PPL) menjadi ujung tombak berkomunikasi dan berinteraksi dengan petani. pembinaan. memberikan rekomendasi teknis dalam seleksi. Surat Pembayaran Pajak Tanah (SPPT) atau sertifikat lahan yang akan ditanami sebagai agunan. Petani yang berminat menjadi peserta Program KKP harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan. Di Kabupaten Karawang.

pembinaan. Sebagai bahan laporan dan evaluasi. Dinas berperan dalam melakukan sosialisasi. Petani yang mengembalikan dana KKP secara sekaligus setelah padi yang diusahakan dipanen atau sistem yang poluper di petani disebut “yarnen” dibayar setelah panen. Setelah pengajuan kredit disetujui oleh BRI. Bagi pihak bank pada prinsipnya ada dua syarat yang harus dipenuhi oleh petani yang akan mengajukan KKP-TR. Hal ini cukup beralasan mengingat keberadaan tiga pabrik gula (PG) milik RNI di kota ini. sehingga petani harus mengajukan skim KKP setiap musim tanam. dalam hal ini Bank Rakyat Indonesia sebagai bank pelaksana penyaluran Program KKP di Kabupaten Karawang. para petani berhimpun dan mengajukan pinjaman skim KKP atas nama kelompok tani kepada bank. Bagi petani kecil tentunya hal ini masih menjadi kendala mengingat masih banyak lahan-lahan petani yang belum dilengkapi dengan kelengkapan administratif tersebut. dan evaluasi Kelompok Tani (KT) peserta KKP. . Untuk modal musim tanam padi berikutnya petani kembali mengajukan skim KKP seperti halnya sebelumnya. Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon tidak terlibat secara langsung. Pemegang keputusan yang menentukan diterima atau tidaknya petani atau kelompok tani untuk menjadi peserta Program KKP adalah pihak bank. pihak bank secara rutin memberikan tembusan kepada dinas mengenai kondisi pengembalian KKP dari petani. memberikan rekomendasi teknis dalam seleksi. Dalam pelaksanaan program KKP. Kebiasaan turun-temurun para petani dalam bercocok tanam tebu juga menjadi faktor yang mendorong luasnya usahatani tebu hingga saat ini. Menurut keterangan petani dan dinas. Petani yang berminat menjadi peserta KKP harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan. Program KKP di Kabupaten Cirebon digunakan untuk membiayai komoditas tanaman tebu. dana KKP dicairkan dalam bentuk uang tunai ke rekening petani. karena Kabupaten Cirebon khususnya Kabupaten Cirebon bagian timur lahan didominasi oleh tanaman tebu. atas pertimbangan dan rekomendasi PG sebagai pihak penjamin pinjaman (avalis). dalam hal ini BRI dan Bukopin sebagai bank pelaksana penyaluran KKP di Cirebon. Pemegang keputusan yang menentukan diterima atau tidaknya petani dalam kelompok tani atau koperasi untuk menjadi peserta KKP adalah pihak bank. yaitu: Luasan lahan yang dapat diajukan untuk dibiayai dengan KKP maksimal 2 ha/petani. KKP juga bermanfaat membantu petani dan program pemerintah untuk menerapkan teknologi sesuai anjuran secara optimal sehingga dapat meningkatkan hasil. Setelah petani memenuhi persyaratan administratif tersebut.nilai pinjamannya. Sebagai bahan laporan dan evaluasi. BRI secara rutin memberikan tembusan kepada dinas mengenai kondisi pengembalian Program KKP dari petani.

Rekomendasi PG dalam posisinya sebagai avalis sangat menentukan bagi diterima atau ditolaknya petani yang mengajukan kredit.Mendapat rekomendasi dan jaminan dari PG yang bertindak sebagai penjamin kredit (avalis). TRIS II (7. Rekomendasi PG berarti juga pernyataan kesediaan PG untuk menjadi penjamin bagi kredit yang diajukan oleh petani kepada pihak bank. petani sering mengalami keterlambatan pengerjaan lahannya karena keterlambatan pencairan dana ini. Besaran dana maksimal yang dapat diajukan oleh petani ini tidak mutlak. dan kelebihan lahan dibagi atas nama para pekerjanya. TRIT I (8. Adapun perhitungan untung dan rugi . Setiap PG memiliki batas wilayah kerja masing-masing. tetapi didasarkan juga pada kesepakatan yang dibuat diantara pihak-pihak yang terkait dalam program KKP sebelum keputusan tersebut ditetapkan. Hal ini dapat dilakukan karena yang membayar adalah pihak PG sebagai penjamin petani. Oleh karena itu sebagai antisipasi pihak PG menyalurkan dana kepada petani secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan tahapan kerja yang dilakukan di lahan usaha. Petani menerima KKP dalam bentuk tunai dan berupa sarana produksi. Untuk itu petani yang bersangkutan harus bergabung dalam kelompok tani dan koperasi mitra binaan salah satu Pabrik Gula (PG) yang terdapat di Cirebon sesuai dengan wilayah kerja masing-masing. meskipun petani tersebut mengalami kerugian. Untuk mendapatkan rekomendasi dari PG.55 juta/ha). secara rata-rata sebagai berikut: TRIS I (11. penerima dana KKP dapat menggunakan dana untuk kepentingan pribadinya di luar usahataninya. petani harus mengikuti ketentuan dari PG yang bersangkutan.8 juta/ha). Seorang petani yang menggarap lahan lebih dari 2 ha dapat mencantumkan namanya atas lahan seluas 2 ha. Di lapangan. Besaran dana KKP yang diberikan kepada petani untuk setiap hektar tanaman tebu berbeda untuk setiap tipe. Hal ini mengingat kebutuhan masing-masing petani dapat berbeda pada kondisi areal lahan usaha yang berbeda. Oleh karena itu persyaratan yang harus dipenuhi oleh petani agar mendapat rekomendasi dapat berbeda jika para petani tersebut berada dalam wilayah kerja PG yang berbeda. Dana yang digunakan pada program KKP-TR sampai saat ini dalam kondisi aman. Penerapan kedua syarat di atas mungkin terdapat beberapa perbedaan dan banyak mengalami penyesuaian di lapangan. Tetapi di sisi lain metode seperti ini menjadi tidak efektif jika proses pencairan dana mengalami keterlambatan. dalam arti setiap pinjaman oleh petani selalu dibayar lunas kepada pihak bank.25 juta/ha).05 juta/ha). Dalam bentuk tunai. TRIT II – IV (6. sehingga mengorbankan petani dan tanamannya. Jika hal ini tidak diperbaiki maka akan berdampak pada penyimpangan teknik budidaya yang dapat menurunkan produktifitas. Ukuran luas lahan yang dibatasi 2 ha/petani pada kenyataannya dapat disiasati oleh petani.

. Adapun perhitungan untung dan rugi dilakukan antara petani dengan pihak PG. Pada kondisi tertentu. Tetapi di sisi lain metode seperti ini menjadi tidak efektif jika proses pencairan dana mengalami keterlambatan. Petani menerima Program KKP dalam bentuk tunai dan sarana produksi. Dengan demikian dalam hal ini ketepatan jumlah dan waktu pengembalian dana Program KKP dari petani (yang difasilitasi Koperasi dan PG) kepada pihak bank tidak dapat dijadikan ukuran bahwa kesejahteraan petani tebu meningkat. Pada kondisi tertentu. Pada saat itu pihak PG biasanya menangguhkan pengembalian pinjaman sampai musim giling berikutnya. Di lapangan. Dengan demikian dalam hal ini ketepatan jumlah dan waktu pengembalian dana KKP dari petani (yang difasilitasi Koperasi dan PG) kepada pihak bank tidak dapat dijadikan ukuran bahwa kesejahteraan petani tebu meningkat. Hal ini dapat dilakukan karena yang membayar adalah pihak PG sebagai penjamin petani. sehingga mengorbankan petani dan kebunnya. petani sering mengalami kerugian dari hasil bertanam tebu. Pada saat itu pihak PG biasanya menangguhkan pengembalian pinjaman sampai musim giling berikutnya. dalam arti setiap pinjaman oleh petani selalu dibayar lunas kepada pihak bank. Jika hal ini tidak diperbaiki maka akan berdampak pada penyimpangan teknik budidaya yang dapat menurunkan produktifitas. Oleh karena itu sebagai antisipasi pihak PG menyalurkan dana kepada petani secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan tahapan kerja yang dilakukan di kebun. meskipun petani tersebut mengalami kerugian. Dana yang digunakan pada program KKP-TR sampai saat ini dalam kondisi aman. petani sering mengalami kerugian dari hasil bertanam tebu. penerima dana Program KKP dapat saja menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadinya di luar usahataninya. petani sering mengalami keterlambatan pengerjaan kebunnya karena keterlambatan pencairan dana ini. Dalam bentuk tunai.dilakukan antara petani dengan pihak PG.

. dan pengelolaan tanaman yang tidak optimal. Kita juga dapat menanam bawang merah dalam musim penghujan asal saja pembuangan airnya baik dan pemberantasan penyakit di lakukan secara teratur. gulma. yaitu rata-rata 30oC. Beragam gangguan hama. dan perubahan cuaca dapat datang secara tiba- tiba. Pertumbuhanya lebih baik di daerah dataran rendah sampai ketinggian 30 meter di atas permukaan laut karena suhunya lebih tinggi.. distan. Besarnya pendapatan dan risiko usaha tani bawang putih dan bawang merah sangat memengaruhi perilaku petani dalam proses pengambilan keputusan.kalselprov. Risiko Usahatani Komoditas Bawang Bawang merah dapat kita tanam dengan baik di daerah dataran rendah dan dataran tinggi.go. begitu juga dengan usaha bawang merah dan bawang putih. Hampir semua jenis usaha pertanian demikian. penyakit. Bawang merah termaksud tanaman sayuran yang tidak tahan terhadap air hujan.26id%3D6 SALAH satu risiko yang bisa dibilang utama dalam usaha pertanian adalah hama dan penyakit..id/index2. Serangan hama dan penyakit dapat muncul karena dipicu perubahan cuaca. Risiko produksi yang paling banyak menimbulkan kerugian bagi petani adalah serangan hama dan penyakit yang tidak dapat diprediksikan sebelumnya. Ketidakmampuan petani untuk mencapai pendapatan potensial karena pengaruh risiko usaha tani. Dalam memilih usahanya. petani memiliki alasan tertentu tergantung dari preferensi petani terhadap risiko ataupun faktor sosial ekonominya.p. Usaha tani dapat dikatakan efisien jika gross margin potensial lebih dari 75%.

NPK. banyak petani menanam tanpa mempertimbangkan masa panennya. PETANI BAWANG MERAH DI KOTA BATU mengeluhkan anjloknya harga saat panen Harga bawang merah turun drastis dari Rp 12 ribu per kilogram menjadi Rp 6 ribu per kilogram. Jangan latah.000/ha.000/ha dan tertinggi Rp 77. TSP. Pada usaha bawang merah bervariasi antara Rp 200.111/ha (Sriyadi. 2008). Malang Post. pupuk organik.161. frekuensi kegagalan berusahatani bawang putih dan merah selama lima tahun terakhir serta pendapatan petani dari usahanya. . Ketua gabungan kelompok tani (Gapoktan) padi dan bawang merah Kota Batu. Selain itu juga perlu diungkapkan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku petani terhadap risiko usahatani. Perilaku petani terhadap risiko usaha tersebut dipengaruhi oleh luas lahan.540. Pola tanam petani menanam satu komoditas harus diperhitungkan dengan baik. Sellestol. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko pendapatan yang dihadapi petani dalam berusaha tani bawang merah lebih tinggi dibandingkan dengan bawang putih. Jika harga bawang merah tinggi. semuanya menanam komoditas yang sama (Junimoyo. Junimoyo (2008) menilai hal itu akibat sikap petani yang latah menanam komoditas pertanian yang sedang mahal saat itu. Petani disarankan menggunakan pupuk organik yang layak pakai dan pestisida organik. jumlah anggota keluarga.945. penggunaan faktor-faktor produksi yang efisien dengan mempertimbangkan risiko produksi. Sebagian besar petani mempunyai perilaku enggan terhadap risiko usaha tani bawang putih dan merah. petani tetap kecewa dengan hasil panen yang tidak sesuai harapan. POSKA dan pestisida Curacron EC. umur. Penggunaan faktor-faktor produksi luas lahan dan tenaga kerja pada fungsi produksi bawang putih belum efisien. Efisiensi relatif dan perilaku petani terhadap risiko usahatani bawang putih dan merah merupakan dua hal yang sangat menentukan keberhasilan usahatani kedua tanaman ini. Kebiasaan latah seperti ini seharusnya mulai dirubah secara bertahap. tingkat efisiensi relatif usahatani serta pengaruh perilaku petani terhadap efisiensi relatif usahatani. 2007). Meskipun tidak sampai merugi.000/ha hingga Rp 70. Usaha tani bawang putih pendapatan terendahnya berkisar Rp 14. Kalau satu komoditas harga pasarnya naik. Score. Penggunaan bibit. urea. pengalaman berusaha tani. Dithane M-45 juga tidak efisien. pendidikan.

malangraya. meskipun keuntungan yang diperoleh tidak banyak. Panen bawang di daerah Batu harusnya sebelum bulan Juli. Harga bawang merah merosot-jatuh karena bersamaan dengan panen raya di beberapa negara penghasil bawang merah seperti Filipina.40 hari yang ada di beberapa lokasi di Kota dan Kabupaten Tegal sejak beberapa pekan terakhir terserang hama kosek. bukan umbi bawangnya.t-panen/ Banyak petani yang menjual bawangnya sebelum panen (system tebasan ijon). Sentiran biasanya hanya diambil daunnya. Karena di negara itu termasuk negara sub tropis yang hanya panen satu kali dalam setahun.id/2008/08/09/pet. 23 April 2003. Berita Utama ) Terserang Hama "Inul" Ratusan hektar tanaman bawang merah berumur antara 30 .. Sehingga berdampak pada turunnya harga bawang local di pasar domestik.web. Di negara itu panen bawang biasanya terjadi pada bulan Juli dan Agustus. Vietnam. Biasanya pengepul langsung menebas satu hamparan lahan budidaya. Rabu. Hasil panen raya bawang itu akan masuk ke Indonesia dengan harga murah. Serangan hama yang bentuknya seperti ulat kecil warna merah ini menyebabkan tanaman bawang yang semula nampak hijau dalam waktu kurang dari tiga hari berubah menjadi cokelat kemudian mengering. dan Thailand. Waktu budidayanya lebih singkat dan hasilnya lebih banyak. Harga sentiran lebih mahal dari harga umbi bawang saat panen Rp 7000 per kilogram. Petani Bawang Merah Terancam Gagal Panen (Suara Merdeka. Banyak petani yang menjual bawangnya ke pengepul saat masih sentiran berumur sekitar 35 hari. Hama ini secara bertahap merambat ke petak lain sehingga dalam waktu tiga hari saja tanaman yang terserang hama ini . agar harganya layak. Akibat serangan hama ini tanaman bawang merah terancam gagal panen..

petani asal Kecamatan Margadana. kalau ada satu daun bawang diserang hama "inul" maka jangan harap daun yang lain bisa selamat (menurut Abdul Kornen dan A. atau malah tambah parah. benih. 2003). Lahan pertanian bawang merah yang sudah terserang hama kosek ini berada di Desa Sidakaton. Serangannya sampai ke akar di bawah tanah seperti sedang ngebor. menyamakan nama biduan Inul Darasista yang kini lagi ngetop. petani menyebutnya hama inul (menurut Abdul Kornen dan A. tapi kalau "inul" menyerang semua daun bawang hingga tumbang. Gangguan hama ini sangat parah menimpa petani di Desa Sidakaton dan Sidapurna mencapai sekitar 150 hektare. Akibat serangan hama ini diperkirakan petani akan mengalami kerugian yang jumlahnya mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Benih utama bawang merah yang sudah terserang tembus ke tanah hingga akar seperti lagi ngebor hingga sulit diobati. Untuk usia panen usia bawang merah adalah sekitar 55 hari. Kepandean dan Kupu Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal. Sidapurna. Kelurahan Kalinyamat Kulon. Lebih Ganas Hama ini lebih ganas dibanding dengan hama Kosek. Kota Tegal. Cara pencegahan hama kosek dulu termasuk mudah. Tunon Kecamatan Tegal Selatan. Margadana Kecamatan Margadana. Serangan hama yang sulit diatasi itu membuat petani setempat terpaksa memanen bawangnya lebih awal meski belum masanya dipanen. Kelurahan Keturen. dan sebagian besar lainnya di Kalinyamat Kulon sekitar 120 hektare. 2003). . pupuk. lebih baik dipanen saja meski belum cukup umurnya. cukup sekali semprot hama hilang. "Kalau kosek yang diserang cuma satu dua batang daun.semakin luas. Kerugian itu terdiri atas sewa lahan. Dengan kata lain. Tapi kalau hama yang kini disebut hama inul meski berulang kali disemprot pun tetap membandel tidak juga berhenti. Serangan hama sejenis ulat yang kian hari kian meluas membentuk seperti lingkaran itu menjadikan hama yang selama ini oleh petani bawang setempat semula dikenal dengan sebutan hama kosek tapi belakangan petani menyebut hama "inul". obat-obatan dan upah tenaga kerja. petani asal Kecamatan Margadana. Cabawan. Daripada habis diserang hama. Nur Fatoni. Nur Fatoni.

000 per kilogram. Jumat.suaramerdeka. harga bawang merah masih sekitar Rp 6. Menurut Mukri. petani di Desa Tegalglagah. Menurut Subekhan. hampir semua petani mengalami kerugian. Musim panen kali ini.Brebes. dengan biaya sekitar Rp 4 juta. Dari lahan tersebut dihasilkan sekitar delapan kwintal bawang merah. (Foto : Suara Merdeka/so). dalam satu pekan terakhir. . Kondisi seperti ini sangat merugikan petani.. Petani yang panen saat ini merupakan petani yang memulai tanam pada Oktober lalu.000 per kilogram.4 juta.as21. 4 Desember 2009) Harga bawang merah di Brebes anjlok. saat ini bawang impor juga mulai masuk ke Brebes. serta masuknya bawang impor. ia mengaku hanya mendapatkan hasil jual sekitar Rp 2. selama ini. petani terbebani mahalnya harga obat-obatan. atau saat masih berlangsung musim kemarau. pada saat ini harga bawang merah di tingkat petani hanya sekitar Rp 3. Ia mengaku menanam bawang pada lahan seluas 1..com/harian/0304. Padahal pekan lalu. pupuk. Hal tersebut diperkirakan akibat pengaruh panen raya. Dengan harga bawang Rp 3. Selain karena panen raya.htm SERANGAN HAMA: Seorang petani bawang merah di Kalinyamat Kulon. Kecamatan Bulakamba.000 per kilogram. karena harga jual bawang merah tidak mampu menutup biaya produksi yang mereka keluarkan. dan biaya pengairan. Padahal. Kecamatan Margadana tengah melihat tanamannya yang terserang hama kosek. www. HARGA BAWANG MERAH DI BREBES ANJLOK (Laporan wartawan KOMPAS Siwi Nurbiajanti. turunnya harga bawang merah karena melimpahnya pasokan hasil panen umbi. petani di Desa Klampok. Kecamatan Wanasari. Para petani di wilayah tersebut mengeluh rugi.700 meter persegi.

Akibatnya. 2009). KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO regional. menjadi Rp 5. nanti kalau volume impor bawang sudah banyak.500 per kilogram. pedagang bawang merah di Pasar Induk Klampok. harga bawang di pasaran pasti akan turun lagi. untuk membayar hutangnya... Salah satu kendala petani.Menurut Sukari. penurunan harga bawang di pasraan juga dipengaruhi cuaca. mereka tidak mampu menyimpan sebagian hasil panen bawang. Pada musim penghujan. Kecamatan Wanasari. Penurunan harga bawang ini diperkirakan masih akan terjadi terus. (Sukaemi. pada saat ini volume impor masih sedikit.s. petani juga harus segera menjual hasil panen. Selain itu. karena bawang tidak bisa kering. terutama dalam memberikan kemudahan modal usaha kepada petani. pada saat ini harga bawang di tingkat pedagang turun dari kisaran Rp 7.anjlok . Untuk mengatasi persoalan ini.kompas. mereka tidak memiliki kekuatan tawar dalam mekanisme pasar bawang merah. Menurut Ketua Koperasi Bawang Merah Indonesia (Kobamindo Brebes). Hal ini ada hubungannya dengan volume impor bawang.000 per kilogram. perlu adanya keterlibatan pemerintah. karena tidak memiliki biaya untuk mengeringkannya. kualitas bawang cenderung turun.com/read/2009/12.000 hingga Rp 8.000 hingga Rp 5.

daya saing dan nilai tambah produk pertanian dan perikanan diarahkan untuk: 1. produksi. Peningkatan kemampuan/kualitas SDM pertanian. diarahkan untuk: 1. 3. Peningkatan pemanfaatan sumberdaya perikanan dalam mendukung ekonomi dan tetap menjaga kelestariannya. Melakukan diversifikasi pangan untuk menurunkan keter- gantungan pada beras dengan melakukan rekayasa sosial terhadap pola konsumsi masyarakat melalui kerjasama dengan industri pangan. 3. Kebijakan pengembangan peternakan diarahkan untuk meningkatkan populasi hewan dan produksi pangan hewani dari produksi dalam negeri agar ketersediaan dan keamanan pangan hewani dapat lebih terjamin untuk mendukung peningkatan kualitas SDM. Kebijakan dalam peningkatan produktivitas. Revitalisasi Pertanian untuk meminimumkan Risiko Revitalisasi pertanian ditempuh dengan empat langkah pokok yaitu peningkatan kemampuan petani dan penguatan lembaga pendukungnya. termasuk peternak. melalui: . Kebijakan dalam pengamanan ketahanan pangan diarahkan untuk: 1. produksi. agar kemandirian pangan nasional dapat diamankan. daya saing dan nilai tambah produk pertanian dan perikanan serta pemanfaatan hutan untuk diversifikasi usaha dan mendukung produksi pangan dengan tetap memperhatikan kesetaraan gender dan kepentingan pembangunan berkelanjutan. dan meningkatkan skala pengusahaan yang dapat meningkatkan posisi tawar petani dan nelayan. Meningkatkan ketersediaan pangan ternak dan ikan dari dalam negeri. Kebijakan dalam peningkatan kemampuan petani dan nelayan serta pelaku pertanian dan perikanan lain serta penguatan lembaga pendukungnya. untuk meningkatkan minat dan kemudahan konsumsi pangan alternatif. peningkatan produktivitas. nelayan. dan pembudidaya ikan. pengamanan ketahanan pangan. 2. Revitalisasi penyuluhan dan pendampingan petani. Menghidupkan dan memperkuat lembaga pertanian dan perdesaan untuk meningkatkan akses petani dan nelayan terhadap sarana produktif. 2. Mempertahankan tingkat produksi beras dalam negeri dengan ketersediaan minimal 90 persen dari kebutuhan domestik. membangun delivery system dukungan pemerintah untuk sektor pertanian.

Pendekatan ini akan meningkatkan kelayakan dalam pengembangan/skala ekonomi. (8) Peningkatan kemampuan SDM. 2. Pengembangan usaha pertanian dengan pendekatan kewilayahan terpadu dengan konsep pengembangan agribisnis. Pemanfaatan hutan untuk diversifikasi usaha dan mendukung produksi pangan dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan hutan alam dan pengembangan hutan tanaman dan hasil hutan non kayu secara berkelanjutan dengan kebijakan yang diarahkan pada: 1. peningkatan standar mutu komoditas pertanian dan keamanan pangan. Peningkatan nilai tambah dan manfaat hasil hutan kayu. koordinasi dan pengembangan peraturan perundangan sebagai instrumen penting untuk mempertegas pengelolaan sumber daya perikanan yang ada. (2) Penataan industri perikanan dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir. (4) Pengembangan perikanan samudera dan bioteknologi perikanan. (1) Penataan dan perbaikan lingkungan perikanan budidaya. misalnya dorongan dan insentif untuk peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian dan perikanan. Penyusunan langkah-langkah untuk meningkatkan daya saing produk pertanian dan perikanan. melindungi petani dan nelayan dari persaingan yang tidak sehat. . 2. (7) Percepatan peningkatan produk perikanan budidaya. dan pendamping perikanan. (3) Perbaikan dan peningkatan pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap. terutama di wilayah ZEEI. (6) Peningkatan kualitas pengolahan dan nilai tambah produk perikanan melalui pengembangan teknologi pasca tangkap/panen. penyuluh. 4. sehingga akan lebih meningkatkan efisiensi dan nilai tambah serta mendukung pembangunan pedesaan dan perekonomian daerah. Pemberian insentif pengembangan hutan tanaman industri (HTI). Peningkatan partisipasi kepada masyarakat luas dalam pengembangan hutan tanaman. 3. Penguataan sistem pemasaran dan manajemen usaha untuk mengelola resiko usaha pertanian serta untuk mendukung pengembangan agroindustri. (5) Peningkatan peran aktif masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. 3. dan (9) Perkuatan system kelembagaan.

malahan harus diperhatikan secara serius. semua orang (khususnya pengusaha) selalu harus berusaha untuk menanggulanginya. Peningkatan produksi hasil hutan non kayu untuk kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. kebersamaan dan hubungan yang solid dengan segenap karyawan. Untuk menjadi seorang yang berjiwa wirausaha harus menerapkan beberapa hal berikut: (1) Berpikir kreatif inovatif. PETANI DAN RISIKO USAHATANINYA Salah satu faktor kunci keberhasilan wirausahawan dalam memimpin sebuah usaha adalah kemampuan yang dimiliki dalam berinovasi dan menciptakan gagasan brilian agar usahanya dianggap sebagai usaha yang sukses. namun itupun tetap mengandung ketidakpastian yang akan mengakibatkan adanya risiko bagi pihak-pihak yang berkepentingan. sikap kepemimpinan. Apalagi dalam dunia bisnis. (7) Bisa menjawab tantangan masa depan dengan bercermin pada masa lalu dan masa kini agar mampu mengamalkan konsep manajemen dan teknologi informasi. ketidakpastian dan risikonya adalah sesuatu yang tidak dapat diabaikan begitu saja. kecuali kematian. artinya berupaya untuk meminimumkan ketidakpastian agar kerugian yang ditimbulkan dapat dihilangkan. melainkan pula diminati oleh pelanggan. Semua orang menyadari bahwa dunia penuh dengan ketidakpastian. Di sini diperlukan sebuah inovasi dari seorang wirausahawan bersama staf atau karyawannya dengan cara menerapkan berbagai jenis strategi agar usahanya bukan saja dapat dicitrakan (positioning) dan dibedakan (strategi diferensiasi) dengan usaha lain yang setingkat. (2) Mampu membaca arah perkembangan produk. (6) Selalu meng-upgrade ilmu pengetahuan yang dimiliki dan teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas produknya. Para wirausaha menyukai tindakan pengambilan risiko nyata karena mereka ingin berhasil. Seorang wirausahawan menjadi sukses karena mampu menciptakan gagasan baru dalam membangun image suatu usaha. 4. Inovasi merupakan factor pendukung keberhasilannya selaku wirausahawan yang handal. (3) Dapat menunjukkan nilai lebih dari beberapa atau seluruh elemen sistem yang dimiliki. Upaya yang perlu dilakukan oleh wirausahawan adalah menunjukkan tingkat keefektifan usahanya berdasarkan pendekatan atau model efektivitas yang beragam dengan standar kualitas produk yang tinggi. Sehubungan dengan kenyataan tersebut. Pertanyaannya ialah bagaimana mensiasati keunggulan yang dimiliki dibandingkan dengan usaha-usaha lain. Maksudnya mereka . (5) Mampu membangun pendekatan personal yang baik dengan lingkungan sekitar dan tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah diraih. (4) Perlu menumbuhkan kerjasama tim.

Risiko selalu terjadi bila keputusan yang diambil dengan memakai kriteria peluang (decision under risk) atau kriteria ketidakpastian (decision under uncertainty). Semakin besar pula keyakinan pada kemampuan dirinya. menghadapi risiko adalah tantangan karena mengambil risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi kenyataan. tetapi nanti harus maju dua langkah. Risiko perlu dianalisis. risiko kredit serta risiko di luar kemampuan manusia. risiko pasar. Untuk menghitung risiko pada umumnya dipakai nilai yang diperkirakan (expected value) atau angka penyimpangan (variance). yaitu risiko teknis (kerugian). Wirausaha berprinsip biar mundur satu langkah. Bagi orang yang bukan Wirausaha (misalnya pegawai negeri) kegiatan tersebut merupakan risiko.ingin mendapatkan kepuasan besar dalam melaksanakan tugas yang sukar tetapi nyata dengan menerapkan keterampilan mereka. akan tetapi mereka juga tidak menyukai situasi dengan risiko tinggi karena para wirausaha cenderung selalu ingin berhasil. Majalah Wirausaha yang berjudul “Executive” pada lembaran khusus ditulis huruf besar dengan warna yang berbeda seperti di bawah ini: “Jangan tinggal diam di tempat (digambar dengan kura-kura terbalik). H) . Demikian pula pengambilan risiko bagi Wirausaha berkaitan dengan kepercayaan pada dirinya. kecuali risiko alam yang probabilitasnya sangat kecil dan dapat diabaikan. Semua risiko dapat dicegah atau diperkecil. tetapi berbuatlah yang pasti dan mantap biarpun lambat (digambarkan dengan kura-kura yang berjalan merayap)”. Pengertian Risiko Hasil yang dicapai dari suatu kegiatan jarang sekali yang dapat diramalkan dengan hasil yang sempurna. Analisis ini sangat penting untuk menentukan modal yang dianggarkan dalam kegiatan usaha. Bagi seorang Wirausaha. biarpun kecil. tetapi bagi Wirausaha adalah tantangan dan peluang untuk memperoleh hasil. Bermacam-macam risiko yang mungkin terjadi dalam suatu kegiatan usaha. semakin besar pada kesanggupan untuk menelurkan hasil dari keputusan yang diambil. Ringkasnya. para wirausaha menyukai tantangan . yaitu dengan memakai tolok ukur untuk mengukur besarnya risiko atas suatu alternatif. dengan tujuan untuk memperoleh alternatif dengan risiko yang masih dapat ditanggung. Berikut beberapa pendapat tentang pengertian risiko : • Risiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu (Arthur Williams dan Richard. pada umumnya terjadi penyimpangan. Wirausaha menghindari situasi risiko rendah karena tidak ada tantangan. M. namun dapat dicapai.

Di Amerika Serikat lebih dari 3 juta bisnis baru dimulai tiap tahunnya. Ada tiga penyebab yang menjadi alasan kegagalan bisnis. . Ciri seorang wirausaha harus berani mengambil dan menanggung risiko dalam ketidakpastian. • Risiko adalah ketidaktentuan (uncertainty) yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian (loss). Mereka terjun ke dalam suatu pekerjaan baru yang mengandung risiko terlalu tergesa-gesa. Wirausaha juga menghadapi risiko finansial. Mereka masuk ke dalam bisnis terlalu cepat. • Risiko adalah ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian 3. tanpa melakukan perencanaan yang mendalam. Sedangkan karakteristik risiko itu sendiri adalah: • Risiko adalah suatu ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa. Mereka juga mebuat risiko keluarga dan sosial karena kebutuhan untuk memulai dan mengelola bisnis yang baru hanya menyisakan sedikit waktu untuk memperhatikan keluarga dan teman. Berdasarkan penelitian. yaitu a. Wirausaha biasanya menghadapi risiko bisnis yang besar. Risiko Wirausaha Pada saat memulai bisnis.Abas Salim) • Risiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa (Soekarto) • Risiko merupakan penyebaran/penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan (Herman Darmawi) • Risiko adalah probabilitas suatu hasil yang berbeda dengan yang diharapkan(Herman Darmawi). Dari sekian usaha yang dijalankannya pasti ada yang berhasil (bertelur emas). Di samping mempertimbangkan risiko bisnis. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa resiko adalah sesuatu yang selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang tidak diduga atau tidak diinginkan. (A. Mereka mengambil risiko karir dengan meninggalkan pekerjaan yang aman untuk suatu pekerjaan yang mengandung risiko dengan masa depan yang penuh ketidakpastian. 25 sampai 33 persen usaha kecil mengalami kegagalan selama dua tahun pertama masa operasinya. Rata-rata kegagalan diantara bisnis baru ini cukup mengganggu. dan dua pertiga dari bisnis tersebut bergerak sebagai bisnis/usaha kecil. selama mereka menginvestasikan sebagian besar atau semua kekayaannya dalam bisnis. karenanya ia akan memilih dan mengembangkan banyak usaha.

pesawat jatuh. bencana alam. seperti kapal kandas. dan sebagainya. Macam-Macam Risiko a. perdagangan berjangka. dan teknologi. metode bisnis yang tidak mencukupi. 4) Risiko dinamis. ilmu. Perkiraan kebutuhan kas merupakan prioritas utama sebelum memulai bisnis ini. Empat kategori utama (kesalahan perencanaan. Mereka tidak menganalisis kekuatan dan kelemahannya. seperti risiko penerbangan luar angkasa. 4. 3) Risiko fundamental. Siapa saya ?. Misal : kebakaran. Rencana bisnis yang terperinci mendorong Wirausaha untuk berpikir ke depan. c. pencurian. Rencana bisnis ini harus secara tertulis. risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang menderita cukup banyak. kreativitas yang brilian. dan kurang dana) dapat merusak kerja keras. risiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan keuntungan bagi pihak tertentu. dan sebagainya. Anda akan ke luar dari bisnis. dengan mempertanggungkan suatu objek yang akan terkena risiko pada perusahaan asuransi. penggelapan. 2) Risiko yang tidak dialihkan pada pihak lain . Apa yang saya inginkan ? Apa tujuan saya ? b. dan sebagainya. dan memutuskan bagaimana agar maju. sbb: 1) Risiko yang dapat dialihkan pada pihak lain. Jika Anda tidak dapat menyelaraskan daftar gaji/upah atau membayar rekening-rekening Anda. Mereka kehabisan uang. pengambilan risiko dan kejelasan masa depan. merefleksikan. rendahnya kualitas manajeman. Dapat tidaknya risiko dialihkan kepada pihak lain. risiko yang timbul karena perkembangan dan kemajuan masyarakat di bidang ekonomi. risiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri dan umumnya mudah diketahui penyebabnya. 2) Risiko spekulatif. Menurut sifatnya dibedakan ke dalam : 1) Risiko murni. risiko yang terjadi pasti akan menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa sengaja. dan sebagainya. angin topan. Misal : banjir. Risiko khusus. Perencanaan kebutuhan uang yang realistik merupakan hal yang sangat penting. Kegagalan perencanaan jelas merupakan suatu kesalahan. Alasan-alasan kegagalan di atas haruslah dipertimbangkan sebelum memulai operasi suatu bisnis. Misal: utang piutang.

sebagai berikut: a. sehingga sulit dioperasionalkan. • Perencanaan dan desain yang salah. Melakukan retensi. yakni mentolerir terjadinya kerugian. seperti pencurian. • Pemakaian sumber sumber daya yang tidak seimbang (tenaga kerja terlalu banyak). fluktuasi harga. serta hal-hal yang berhubungan dengan ketatalaksanaan perusahaan. 2) Risiko ekstern. Risiko Teknis Risiko ini terjadi akibat kekurangmampuan manajer atau Wirausaha dalam mengambil keputusan. • Terus menerus rugi karena biaya yang terus membengkak serta harga jual tak berubah. • Terjadi kebakaran. seperti kerusakan aktiva karena kesalahan karyawan. Diupayakan dengan memakai metode yang dapat menurunkan biaya produksi (efisien). b. terutama yang berkaitandengan proses produksi yang dihasilkan. dan sebagainya. Melakukan pengendalian terhadap risiko d. c. Upaya penanggulangan risiko berdasar pada sifat dan objek yang terkena risiko ada beberapa cara untuk menanggulangi atau meminimumkan risiko. Untuk mengatasi hal-hal tersebut diatas dapat ditempuh upayaupaya sebagai berikut: 1. risiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. yaitu a. kecelakaan kerja. Mengadakan pencegahan dan pengurangan terhadap kemungkinan terjadinya peristiwa yang menimbulkan kerugian. risiko yang berasal dari luar perusahaan. • Terjadi pencurian. Manajer atau Wirausaha menambah pengetahuan tentang: • Keterampilan teknis (technological skill). akibat keteledoran dan kurang kecermatan. akibat pengawasan yang kurang baik. . Menurut sumber/penyebab timbulnya : 1) Risiko intern. • Penempatan tenaga kerja yang kurang tepat sehingga produktivitas kerja menurun. persaingan dalam bisnis. Risiko yang sering terjadi: • Biaya produksi yang tinggi (inefisien). Mengalihkan risiko kepada pihak lain (asuransi) Untuk garis besarnya ada bermacam-macam risiko dalam berusaha dan upaya untuk menghindari atau memperkecil risiko.b.

strategi operasional. strategi keuangan. • Keterampilan mengorganisasi (organizational skiil). setiap pimpinan dituntut membuat konsep kerja yang baik (conceptional skill). strategi sumber daya manusia. murah. lele dumbo. Tujuan strategi ada tiga. yaitu tetap memperoleh keuntungan. 3. strategi pemasaran. Mengalihkan kerugian pada perusahaan asuransi. Hal ini akan menjadi bencana usaha yang berakibat usahanya sampai di terminal alias gulung tikar. mencakup sumber daya alam. bagaimana agar rasanya enak. asparagus. dan disenangi pembeli. dan sebagainya. Dalam usaha pertanian terlihat pada budidaya kelinci. dan sumber daya modal. Akibatnya penerimaan (revenue) yang diperoleh terus menurun dan terjadi kerugian. dan strategi penelitian dan pengembangan. Misalnya yang semula dengan teknologi tradisional diganti dengan teknologi tepat guna atau teknologi modern. tetapi hal ini akan dipermudah bila ada upaya ke arah argo industri. Ibarat membuat kue. yaitu membuat desain baru dari produk yang disenangi calon pembeli. dengan konsekuensi setiap saat harus membayar premi asuransi yang merupakan pengeluaran tetap. 2. b. yaitu kemampuan untuk mencapai tujuan usaha dan dapat dikerjakan dengan baik dan serasi oleh semua orang yang ada pada organisasi. Produk telah menjadi kuno (absolensence) yang diperoleh terus menurun dan terjadi kerugian. Untuk ini. yang meliputi strategi produksi. hari depan lebih baik dari sekarang (usaha berkembang) dan tetap bertahan (survive). Memang relatif sulit bagi usaha pertanian mengadakan inovasi. yaitukemampuan meramu yang tepat dari factor produksi dalam usaha. 2) Mengadakan penelitian pasar (market research) dan memperoleh informasi pasar secara berkesinambungan. • Keterampilan memimpin (managerial skill). Upaya yang dilakukan ialah kepAndaian menganalisis dan memprognosa keadaan di dalam dan di luar lingkup organisasi. sumber daya manusia. Risiko Pasar Risiko ini terjadi akibat produk yang dihasilkan kurang laku atau tidak laku di pasar. Cara . Upaya yang dapat ditempuh pengusaha adalah sebagai berikut : 1) Mengadakan inovasi (product innovation). Membuat strategi usaha yang terarah untuk masa depan.

misalnya gempa bumi. Contohnya pabrik mobil. Dalam bidang pertanian antara lain ukuran berat dalam setiap komoditi yang dihasilkan yang diinginkan konsumen (ikan. Berikan kredit pada seseorang yang minimal memenuhi syarat sebagai berikut: • Dapat dipercaya (character). ternak. dan sebagainya). dan hiburan. angin puyuh. yaitu watak dan reputasi yang telah diketahui. dan kemarau panjang. 2. • Keadaan usahanya selama ini (conditions) apakah menunjukkan trend naik mendatar atau menurun. 3. Yang perlu diperhatikan adalah lembaran neraca. Karena kemungkinan terjadi sangat kecil risiko ini dapat dianggap tidak ada. Situasi Berisiko Situasi yang mengandung risiko adalah situasi dimana kita dihadapkan pada dua pilihan atau lebih dan kita tidak dapat mengetahui hasil yang akan diperoleh dari setiap alternatif pilihan yang ada. • Kemampuan untuk membayar (capacity). ini memerlukan dana yang besar dan hanya layak untuk perusahaan besar. . • Kemampuan modal sendiri yang ditempatkan dalam usaha (capital) sehingga merupakan net personal assets. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan/hasil yang diperoleh dari usahanya. Jangan memberikan pinjaman yang terlalu besar sambil mengevaluasi kredibilitas debitor. udang. laporan laba-rugi tahunan dan aliran dana setiap tahun. banjir. Upaya untuk mengatasi hal tersebut diantaranya sebagai berikut: 1. Tetapi. yaitu potensi kegagalan dan potensi sukses. Situasi risiko juga mengandung dua potensi bagi perusahaan. bila takut menghadapi risiko tersebut. akibatnya timbul kredit macet. kubis. alat rumah tangga. Memperhatikan pengelolaan dana debitor bila yang bersangkutan memiliki perusahaan. Risiko Kredit Adalah risiko yang ditanggung kreditor akibat debitor tidak membayar pinjaman sesuai waktu yang telah disepakati. 5. Risiko alam Risiko ini terjadi di luar pengetahuan manusia. ada perusahaan asuransi yang berani menanggung risiko tersebut. tekstil. c. Atau debitor meminjam uang untuk usaha tetapi usahanya gagal. d. Sering terjadi produsen menaruh produknya lebih dulu dan dibayar kemudian.

Seorang Wirausaha yang harus selalu mengambil keputusan dalam berbagai situasi walaupun situasi tersebut penuh ketidakpastian. Sebagai pengambil risiko Anda harus mengambil keputusan dalam situasi penuh ketidakpastian. baik yang menguntungkan maupun tidak. ciri-ciri tersebut yaitu : a. Pengambilan risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. Pengusaha seperti ini adalah pengusaha yang dipengaruhi oleh besarnya jumlah imbalan yang ditawarkan. b. dan sangat tertarik oleh harapan muluk tentang hasil yang tinggi dengan sedikit usaha. Ada pula yang sangat berani dalam mengambil keputusan tanpa melakukan pertimbangan terlebih dahulu. terutama mengenai sikap pengambilan risiko. Sekali lagi bahwa situasi risiko terjadi apabila seorang Wirausaha diminta membuat pilihan diantara dua alternatif atau lebih yang hasilnya tidak dapat diprediksi sebelumnya dan harus dinilai secara objektif. dan seberapa jauh seorang Wirausaha dapat meningkatkan kemungkinan untuk sukses dan mengurangi kemungkinan untuk gagal. Keputusan yang diambil selalu berdasarkan pertimbangan terlebih dahulu. Unsur penting lainnya dari situasi yang mengandung risiko adalah kesediaan dalam menerima tanggung jawab pribadi atas akibat-akibat keputusan. Pengetahuan realistik mengenai kemampuan sendiri akan membatasi kegiatan yang akan diambil sehingga tidak akan mengahsilkan suatu putusan yang tidak sanggup untuk dilaksanakan. c. Seorang Wirausaha sejati adalah yang tidak takut dalam mengambil risiko akan tetapi juga tidak gegabah dalam mengambil keputusan. sejauh mana seorang pengusaha bersedia untuk mengalami kerugian. sambil mempertimbangkan kemungkinan sukses dan . Pengambilan risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri. Semakin besar keyakinan atas kemampuan yang dimiliki. prediksi atas kesuksesan dan kegagalan yang akan dialami. semakin besar pula keyakinan yang dimiliki atas kesanggupan untuk mempengaruhi hasil dari keputusan- keputusan yang akan diambil serta semakin besar kesediaan untuk mengambil risiko. ada juga yang tidak berani dalam mengambil risiko atas keputusan yang dibuatnya walaupun ada kemungkinan potensi sukses atas keputusan yang dibuatnya. Keputusan yang harus dipilih tersebut dapat berupa alternatif yang mengandung risiko atau alternatif yang konservatif. Dalam pelaksanaan pengambilan keputusan ada yang berani. tergantung pada daya tarik setiap alternatif. Kebanyakan ciri-ciri Wirausaha saling berkaitan. secara cepat mengambil keputusan yang dianggapnya peluang emas.

• Para Wirausaha menyukai mengambil risiko yang realistik karena mereka ingin berhasil. tidak ada tantangannya dan menjauhi situasi risiko yang tinggi. Dalam pengambilan keputusan . kemungkinan relatif sukses dan gagal. b. sejauhmana Anda bersedia rugi. Kebanyakan orang takut mengambil risiko karena mereka ingin aman dan mengelakkan kegagalan. b. Pengambilan risiko merupakan bagian hakiki dari seorang Wirausaha. Mereka menyukai tantangan yang dapat dicapai. Namun.ruginya. Pengambilan Risiko Para Wirausaha merupakan pengambil keputusan risiko yang sudah diperhitungkan. Pengambilan risiko berkaitan dengan kepercayaan terhadap diri sendiri. Apabila kita telah mengambil suatu keputusan dari salah satu alternatif yang ada. daya tarik dari setiap alternatif. • Wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. c. Mereka bergairah menghadapi tantangan. Pengetahuan realistik mengenai kemampuan-kemampuan Anda sendiri juga penting. namun realistic. Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar namun realistik. 6. Ada beberapa ciri dari seorang wirausaha yang saling berkaitan. d. seberapa jauh Anda dapat/mampu meningkatkan kemungkinan sukses dan mengurangi kemungkinan gagal. maka ini berarti kita telah memutuskan untuk menyisihkan alternatif-alternatif lainnya untuk tidak digunakan dalam pelaksanaan. c. • Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanaan tugas- tugas yang sukar. • Bertambah besarnya perusahaan Anda akan bertambah banyak dan ruwetlah persoalan Anda. karena mereka ingin berhasil. semua tahap pekerjaan pasti akan ada risikonya. Para wirausaha menyukai mengambil risiko yang realistik karena mereka ingin berhasil. Wirausaha menghindari situasi risiko rendah. Pengambilan risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi yang merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. Kaitan tersebut antara lain : a. Wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. hal ini cenderung berlaku pada perilaku dalam pengambilan risiko. Apakah akan memilih alternatif yang mengambil risiko atau alternatif konservatif tergantung kepada : a.

Merupakan suatu hal yang sulit bagi seorang Wirausaha dalam membedakan tujuan pribadi dan tujuan bisnis karena perusahaan merupakan bagian hidupnya. Dalam beberapa hal. Pengambilan Risiko Pribadi Pengambilan risiko adalah hal yang hakiki dalam merealisasikan potensi sebagai Wirausaha. 7. Seorang Wirausaha harus sadar bahwa pertumbuhan datang dari pengambilan peluang-peluang masa sekarang dan pengambilan risiko untuk mencapai tujuan. juga perlu menggunakan intuisi dalam menilai tindakan apa saja yang mengandung risiko. Memikul tanggung jawab pribadi atas tindakan yang dilakukan akan mengurangi ketergantungan Anda pada pihak lain. Situasi-situasi yang mengandung risiko pribadi haruslah menantang kemampuan dan kapasitas Anda dengan sungguh-sungguh. Pengambilan keputusan merupakan bagian yang penting dalam pertumbuhan pribadi juga berguna dalam menjalankan kegiatan-kegiatan bisnis. Sebagai seorang Wirausaha kita tidak boleh mengambil risiko yang tidak perlu dan harus dapat menguasai emosi dalam mengambil risiko jika keuntungannya diperkirakan sama atau bahkan lebih besar daripada risiko yang terkandung. Intuisi Anda akan ikut menentukan sampai sejauh mana risikonya dan hasil- hasil yang mungkin akan diperoleh. Wirausaha adalah orang yang bertanggung jawab karena mereka mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk menentyukan masa depan mereka sendiri. Beberapa risiko yang terpenting adalah risiko yang membawa kita sebagai seorang Wirausaha untuk belajar mengenai sesuatu yang baru tentang diri sendiri dan perusahaan Anda. kita harus menggunakan intuisi dalam menilai tindakan apa saja yang mengandung risiko karena intuisi akan dapat turut menentukan sampai sejauh mana risikonya dan hasil apa saja yang mungkin diperoleh. Dalam pengambilan risiko pribadi perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: • Pengalaman pribadi selama ini dalam mengambil risiko yang terkait dengan orang-orang terdekat • Dalam beberapa hal. . Namun sukses akan dapat diperoleh dengan lebih mudah jika Anda bersedia dan mampu mengambil risiko yang perlu dengan penuh perhitungan.dari alternatif terpilih didasarkan atas pertimbangan agar dalam pelaksanaannya nanti diharapkan ini erat hubungannya dengan keinginan yang harus diderita atau risiko. termasuk sukses dan kegagalan Anda sendiri. • Anda bertanggung jawab atas segala sesuatu dalam hidup Anda. Risiko akan timbul ketika seorang Wirausaha menerima tanggung jawab atas keputusan dan tindakannya.

Pada tingkat manajemen menengah terdapat lebih banyak kemungkinan untuk pengambilan risiko. mencoba berbagai alternatif dan mengembangkan inovasi untuk barang dan jasa dalam bidang–bidang bisnis baru. Bagaimana risiko dapat dikurangi ? Wirausaha harus bertindak efisien dengan mengurangi pengeluaran dana yang tidak ada kaitannya langsung dengan . Tipologi Pengambilan Risiko Pada tingkat-tingkat bawah perusahaan dibutuhkan pekerja-pekerja yang terampil dalam melaksanakan hal-hal yang rutin. dimana harus mempunyai kemampuan untuk me-rumuskan dan menerapkan ide-ide kreatif agar berhasil dalam bisnis dan mewujudkan ide-ide mereka menjadi kenyataan. yaitu: a. Sedangkan para Wirausaha berada pada tingkat atas dalam struktur perusahaan. Beberapa Wirausaha dapat disebut praktisi karena perusahaan tumbuh berdasarkan pengendalian dan pengarahan dari diri para Wirausaha sendiri. Manajer-manager tingkat menengah harus mendapat lebih banyak kebebasan untuk berinovasi dan membuat perubahan-perubahan kecil dalam prosedur-prosedur dan fungsi-fungsi. Namun mereka juga cukup praktis untuk menyadari keterbatasan dirinya dan akan membatasi kegiatan. yang mempunyai sedikit risiko. Orang-orang yang berada di sini dianggap sebagai pengambil risiko. Mengevaluasi Risiko Terdapat beberapa pertanyaan bagi Wirausaha sebelum memutuskan untuk mengambil risiko. Wirausaha yang sangat kreatif dan inovatif biasanya adalah pengambil risiko yang sedang-sedang saja. Mereka bersedia menerima perubahan. mereka mempunyai ide-ide dan mampu mencari kombinasi- kombinasi orang dan sumber daya lain untuk mewujudkan idenya. 9. Para Wirausaha yang mengembangkan usahanya dengan praktis karena berorientasi kepada hasil dan cukup yakin akan ide-ide mereka hingga berani menerima risiko demi terlaksananya ide itu. Untuk memulai usaha harus melalui studi kelayakan untuk memperhitungkan risiko tersebut. kita maka harus mempunyai sumber daya yang termasuk dalam pengambil risiko tipe ini karena perilaku mereka akan dapat diramalkan dan membawa kestabilan perusahaan. Apakah risiko yang mungkin terjadi sepadan dengan hasil usaha tersebut ? Bila usaha yang bersifat judi (gambling) keluaran (outcome) yang keluar pasti lebih besar ruginya dari pada untungnya. b.8. Para Wirausaha yang sangat inovatif biasanya menjadi tokoh dalam bisnis. Agar perusahaan kita berkembang.

Hal ini hanya mungkin bila “the right man on the right place”. waktu. ibarat kuda menarik pedati yang menempuh jarak puluhan kilometer. ia harus berani menghadapi gelombang di laut terbuka. itu harus kita ikuti dengan semangat tidak mengenal menyerah (ausdauer). dan sebagainya itulah sebabnya jiwa Wirausaha hanya dimiliki oleh sebagian kecil dari kelompok nelayan. informal maupun nonformal. Mereka berani berumah di pinggir pantai meskipun tahu suatu saat gelombang besar akan menghempaskan. Bertindak yang efektif sehingga sasaran yang dituju akan mudah dicapai. mereka tahu bahwa ikan besar tidak ada di darat. usia. dilatih. Evaluasilah kebutuhan-kebutuhan sendiri sebelum memutuskan untuk mengambil risiko. c. e. keberanian tersebut harus diperhitungkan. risiko justru menjadi tantangan. Ada beberapa pertanyaan sebelum mengambil keputusan yang mengandung risiko. Setelah kemungkinan risiko yang terjadi diperhitungkan. ditatar baik formal. keterampilan. Persiapan apa yang Anda lakukan sebelum mengambil risiko ? Yang utama ialah kesiapan sebagai pemimpin yang harus memiliki berbagai keterampilan (lihat risiko teknis). yaitu: • Apakah risiko tersebut sepadan dengan hasilnya ? • Bagaimana risiko dapat dikurangi ? • Informasi apakah yang diperlukan sebelum risiko diambil ? • Orang-oarng dan sumber-sumber daya manakah yang dapat membantu mengurangi risiko dan mencapai tujuan ? • Mengapa risiko ini penting ? • Apakah ketakutan Anda dalam mengambil risiko ini ? . bagi Wirausaha yang berpikir positif (optimis). Apakah Anda takut dalam mengambil risiko ? Orang yang pesimis masih takut. Tetapi. Meskipun demikian. yaitu kesehatan. Tapi. Ibarat nelayan yang ingin menangkap ikan besar. Semua dengan perhitungan kuantitatif serta mempertimbangkan keterbatasan sebagai seorang Wirausaha. Selanjutnya harus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang terjadi untuk seterusnya mengambil strategi yang tepat. Bila risiko telah melampaui 50% maka kita telah memasuki gelanggang judi. Personalia yang bagaimana yang dapat mengurangi risiko ? Setiap kegiatan memerlukan sumber daya manusia. kelelahan. Untuk meningkatkan produtivitas kerja setiap karyawan perlu dididik. d. Dalam usaha yang masih kecil tidak perlu membuat lapangan tenis dan kolam renang. Setiap orang dituntut memberikan produktivitas kerja sebaik mungkin. produksi.

Jika Anda mengambil risiko. bahkan dapat mencerna . Proses pemeriksaan diri ini penting dalam proses pengambilan risiko. karena Anda percaya pada kemampuan-kemampuan Anda. makan makanan yang berupa tanaman maupun hewan. Peluang Usaha dan Risiko Budidaya Ikan Mas Karakteristik Ikan Ikan mas (Cyprinus carpio Linn) merupakan ikan yang paling banyak dipelihara para petani di Indonesia. tetapi juga oleh para petani. Ikan ini tidak saja disenangi konsumen. Mengambil risiko sebelum mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini mungkin akan berakibat kegagalan. dan Anda menerima risiko yang terbaik dalam mencapai tujuan akhir. Perlu diketahui kecermatan dan makna angka-angka tersebut. mengingat ikan memiliki beberapa sifat yang baik sebagai ikan budidaya. Data kuantitatif akan mendukung pengetahuan. dalam usia setengah tahun sudah dikonsumsi dan laku di pasaran. latar belakang. Anda akan lebih yakin pada diri sendiri dan pandangan Anda terhadap pengambilan risiko akan lebih positif. Data kuantitatif (angka-angka) akan membantu dalam mengevaluasi setiap risiko dan menetapkan tujuan-tujuan dan juga memungkinkan untuk menggariskan kemajuan secara sistematik. dan pengalaman dalam mengambil keputusan. Ikan ini tumbuhnya tergolong cepat. Akhirnya melalui data kuantitatif dapat diukur hasil-hasil yang dicapai dalam hubungan dengan ide-ide semula. Daftar pertanyaan di atas merupakan contoh dari serangkaian pertanyaan yang harus dijawab sebelum memikul suatu situasi risiko. • Apakah Anda bersedia berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan ini ? • Apakah yang akan dapat Anda capai dengan mengambil risiko itu ? • Persiapan-persiapan apa yang perlu Anda buat sebelum mengambil risiko itu ? • Bagaimana Anda dapat mengetahui secara kuantitatif bahwa tujuan Anda telah tercapai ? • Apakah halangan-halangan terbesar dalam mencapai tujuan tersebut ? Dalam setiap usaha bisnis tidak mungkin mengelakkan risiko.

Sinyonya. bentuk mata atau gerakan. Punten. Ikan mas memiliki beberapa ras/strain. Perbandingan panjang terhadap tinggi badan berkisar 3. Karper Kaca dan Kancra Domas. punggung tinggi membungkuk dan tipis.2 : 1. moncong lebih memipih dari ras lain.  Ikan mas Majalaya : warna sisik hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap. badan relatif panjang.  Ikan Mas Sinyonya : warna sisik kuning muda. Ras yang telah dikenal diantaranya Majalaya. Sumatera Utara. gerakan lamban dan suka berenang di permukaan air. masih akan dapat diserap oleh permintaan pasar yang sangat besar. mata tidak menonjol dan normal pada yang lebih muda. Kumpay. Prospek dan Risiko Usaha Budidaya Ikan Mas Ikan mas merupakan ikan utama air tawar yang memiliki konsumen tetap yang besar. Disamping itu di beberapa daerah masih terdapat strain lokal. tidak bergigi dan sebagai penggarusnya adalah pharing yang mengeras. yakni sekitar 100. bibir lunak dan dapat disembulkan  Memiliki dua pasang sungut/barbell di bibir atas. dengan tanda-tanda sebagai berikut.  Jari-jari punggung yang kedua bergigi seperti gergaji  Tidak memiliki lambung. ceruk . badan relatif pendek. Diantara strain di atas yang tergolong unggul dan direkomendasikan oleh pemerintah untuk dikembangkan di seluruh Indonesia adalah strain Majalaya dan Sinyonya.karbohidrat dengan baik. sisik. Kuduk bagian atas antara kepala dan punggung nyata melekuk. tetapi ikan yang sudah dewasa bermata sipit. Peningkatan penduduk Indonesia yang cukup besar setiap tahunnya berarti penambahan konsumen tradisional ikan mas yang cukup besar pula. terutama di Jawa.66 : 1. kadang-kadang satu pasang rudimentir. suka berenang pada permukaan air apabila diberi pakan.000-200. Berapapun produksi yang dihasilkan. serta masa reproduksinya tergolong cepat dan bertelur banyak. Masing-masing strain dapat dicirikan dari bentuk tubuh. Taiwan. Dengan kata lain. Perbandingan panjang terhadap tinggi badan berkisar 3.000 butir per kg. Gerakan lamban. Barat dan Selatan serta Sulawesi Utara. Penampang melintang badan semaikn tipis kearah punggung dan lebih tipis dari ras lain. Ciri-ciri ikan mas secara umum antara lain sebagai berikut :  Bentuk badan agak panjang dan agak pipih.

ikan mas merupakan ikan utama. Dari segi pengelolaan budidaya resiko-resiko dalam usaha pembesaran ikan mas dengan jaring apung adalah sebagai berikut. Pada tahun 1980 pernah terjadi wabah penyakit bakterial dan berulang pada tahun 2002 dengan penyakit viral. Dari segi ekonomi. : 1. Demikian pula dalam pemancingan. lapisan dasar menjadi kekurangan oksigen dan banyak mengandung bahan-bahan toksik. 3. Dewasa ini belum ada standarisasi benih. Kematian ikan akibat penanganan benih yang kurang baik yang menyebabkan kondisi di mana benih menjadi stres dan mati. Pada proses pembusukan kotoran. Meminimalkan Kerugian usaha budidaya ikan mas . Pada musim-musim tertentu lapisan dasar waduk teraduk dan muncul ke permukaan merubah kualitas perairan yang tidak dapat ditolerir ikan mas. yang walaupun tidak sepenuhnya menghindari risiko diatas. Keadaan ini sewaktu-waktu menurunkan marjin usaha bahkan menimbulkan kerugian. fluktuasi harga. tetapi sempat menimbulkan kerugian besar pada budidaya di kolam air tenang. Perkembangan kedua jenis usaha ini akhir-akhir ini secara langsung atau tidak akan menambah jumlah konsumen baru. Penurunan nilai tukar rupiah. seringkali segera diikuti dengan peningkatan harga pakan tetapi ketika nilai tukar kembali normal harga pakan ini sulit untuk kembali turun. Masih ada kejadian wabah penyakit.pasar ikan mas masih sangat terbuka bagi para pemain baru yang ingin berusaha dalam pembesaran ikan mas. Dewasa ini pemerintah sudah mengeluarkan peraturan yang menyangkut perijinan usaha serta memberikan penyuluhan masa tanam. Ikan mas merupakan menu yang khas untuk restoran yang bernuansa etnis tertentu (Sunda) yang penyebarannya sudah menjangkau kota-kota besar di seluruh tanah air. terutama gas amoniak dan metan. seringkali tidak terkontrol dengan baik. Masih didapatkan benih berkualitas rendah yang menyebabkan pertumbuhan dan efisiensi pakan rendah. Risiko-risiko Usaha Risiko fatal yang selama ini terjadi dalam usaha di jaring apung adalah kematian massal yang menumpuknya kotoran di dasar perairan. Dua kejadian ini walaupun terjadi pada sebagian kecil usaha di jaring apung. terutama harga pakan dan harga jual ikan. 2. tapi mengurangi tingkat kematian/kerugian. Menyiasati KHV.

Menurut Syamsuddin HA. Pada kondisi optimum. masih belum ada obatnya. kematian masal ikan mas akibat virus ini masih terus terjadi. Aeromonas hydrophila (penyakit Motile Aeromonas Septicemia / MAS). sebagaimana penyakit yang disebabkan virus lainnya. Meski demikian. kelima penyakit utama pada perikanan budidaya tersebut adalah Ichthyophtirius multifiliis (penyakit bercak putih pada ikan air tawar). Sampai saat ini. suhu tersebut merupakan suhu optimum bagi berkembangnya virus KHV. Ada beberapa tips untuk mengendalikan penyakit KHV dan juga mengatasi infeksi sekunder (secondary infection) yang diakibatkan oleh serangan virus ini. terutama di kolam air deras. virus akan bermultiplikasi dan bersifat patogen. Tak urung. terutama pada saat pancaroba (perubahan musim) yang biasanya terjadi pada bulan Juni- Oktober. Sebagaimana penyakit virus lainnya. penyakit ini dapat dikendalikan sehingga meminimalisir dampak kerugian. Vaksin pun masih dalam proses uji lapang. terutama bagi para pembudidaya Keramba Jaring apung (KJA). Koi Herpes Virus (KHV pada ikan mas dan koi). mewaspadai tanda- tanda perubahan cuaca menjadi suatu keharusan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikannya. dan secondary infection dapat muncul. Komisi Kesehatan Ikan dan Lingkungan pada akhir 2006 menetapkan KHV sebagai satu dari lima penyakit utama pada perikanan budidaya. penyakit yang paling ditakuti para pembudidaya ikan mas dan koi mewabah dapat memusnahkan ribuan ton ikan mas baik di waduk maupun sungai. Selanjutnya virus akan menekan kekebalan tubuh ikan. KHV hingga kini belum ditemukan obatnya. Saat pancaroba biasanya terjadi perubahan kualitas air dan . Pada saat KHV (Koi Herpes Viruses). Waspadai Penurunan Suhu KHV dapat muncul saat suhu perairan berada di kisaran 22o-26oC. Penurunan suhu 20oC akan menyebabkan ikan mulai kehilangan nafsu makan dan mengurangi aktivitas metabolisme. sehingga kerugian dapat diminimumkan. Serangan virus ini juga berakibat menimbulkan infeksi sekunder yang disebabkan oleh mikroba lainnya dengan memanfaatkan turunnya daya tahan tubuh ikan. akibatnya virus akan mudah mendominasi dalam tubuh ikan. Hingga kini. Direktur Penyakit dan Kesehatan Ikan DKP. White Spot Syndrome Virus (WSSF pada udang) dan Viral Nervous Necrosis (VNN pada ikan kerapu).

Pemberian Vitamin dan Imunostimulan Sebagai langkah pencegahan. ini biasanya disebabkan oleh parasit. Biasanya dapat mencapai 7. Tidak hanya itu. agar vitamin tidak mudah teroksidasi. Mencegah Infeksi Bakteri Untuk menghindari infeksi sekunder yang diakibatkan oleh bakteri. Hal ini terus dilakukan hingga ikan tersebut dipanen.000-8.5 m3) menjadi 5. Selain itu juga harus dilakukan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari. Heny menyarankan pemberian vitamin C sebanyak 2-5 gr/ kg pakan/ hari bila ikan dalam kondisi stres. disarankan agar para pembudidaya KJA mengurangi kepadatan ikan. Lalu dihentikan selama 2-3 minggu dan diberikan kembali selama 2 minggu. Yang tak kalah penting. sebagai dampak perubahan suhu yang sangat mencolok (>50oC) antara pagi dan sore hari yang menyebabkan ikan-ikan mudah stres. Tujuannya. Menurut Heny. biasanya itu lebih disebabkan oleh faktor perubahan cuaca dan jamur. Pemberian vitamin C atau multivitamin juga dirasa perlu pada saat ikan terlihat stres. Bisanya akan ditemukan kematian ikan yang tinggi secara mendadak disertai luka-luka disekitar tubuh dan juga ditemukan adanya kerusakan insang. hingga stres berkurang. Yang paling membahayakan adalah jika ikan telah terserang virus KHV. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran penyakit. Kemudian jika ikan mati 2-5 ekor per hari dan disertai luka-luka. pencampuran pakan dengan vitamin ini sebaiknya dilakukan tidak lebih dari 30 menit sebelum pakan diberikan ke ikan. dan terjadi pada musim hujan.000/ keramba. pola kematian akan terus meningkat dari rendah ke tinggi hingga mencapai puncak lalu turun lagi dalam waktu 2-7 hari. biasanya ini tanda bahwa ikan telah terserang oleh bakteri. Berbeda jika ikan yang mati sudah mencapai 5 ekor per hari dan disertai luka berdarah dan borok. Pemberian dilakukan dengan cara mencampur antibiotik dalam pakan dan diberikan ke ikan setiap hari sebanyak satu kali .000/ keramba (7x7x2. apabila ikan mati 1-2 ekor per hari dengan disertai spot putih di tubuhnya. Pencegahan penyakit dapat juga dilakukan dengan memberikan pakan yang mengandung imunostimulan pada ikan. pembudidaya dapat menggunakan antibiotik Oxytetracyclin dengan dosis 30 mg/kg bobot ikan.cuaca. Ini penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan terhadap serangan virus KHV. Pemberian sebaiknya dilakukan sejak ikan mulai ditebar ke KJA selama 2 minggu. Pola Kematian Ikan Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah pola kematian ikan apabila terjadi serangan penyakit. meningkatkan daya tahan tubuh ikan.

trobos. agar tidak ditemukan tresidu antibiotik dalam tubuh ikan. Sebagai langkah terakhir apabila serangan penyakit sangat dasyat.d%3D2122 Menyiasati Kematian Massal Peluang yang besar dari bisnis ikan mas masih menyisakan ancaman risiko yang sangat serius.00) selama 5 hari berturut-turut.pada jam pemberian pakan terbanyak (jam 11. Lama perendaman antara 20 menit hingga 1 jam. Hal ini bertujuan agar ikan tidak resisten di kemudian hari. kemudian diberikan larutan formalin 175 ml..5 m3 di bawah jaring. Sedangkan langkah yang dapat ditempuh apabila ikan telah terserang bakteri adalah dengan memberikan antibiotik. Perendaman ikan dilakukan dengan cara menyiapkan terpal ukuran 2x7x0.com/show_article.. Pemberian antibiotik hendaknya dilakukan melalui uji sensitifitas di laboraturium.00 atau jam 14. Pencegahan infeksi oleh bakteri ini juga dapat dilakukan dengan disinfeksi ikan sebelum ditebar di KJA menggunakan larutan formalin 10-15 ml/m3 (10-15 ppm). Heny menyarankan untuk memanen ikan-ikan mas yang sudah cukup besar (minimal ukuran 3-4 ekor/kg) apabila semua usaha pencegahan sudah tidak mungkin dilakukan. Caranya dengan merendam ikan pada larutan formalin dengan kandungan formaldehid 37%. Pemberian antibiotik dihentikan 2 minggu sebelum ikan dipanen. Perendaman dengan larutan formalin ini dapat diulangi secara rutin setiap 1-2 minggu sekali pada masa pemeliharaan sambil diikuti dengan penggaraman untuk merangsang keluarnya lendir yang merupakan cara fisik dan kimia ikan dalam menjaga ketahanan tubuhnya dari mikro- organisme penyebab penyakit dan mengatur tekanan cairan tubuhnya dengan lingkungan. terutama untuk menentukan jenis dan dosisnya.php%. Penyebab . www. Pembudidaya ikan belum dapat tenang karena kematian ikan secara massal masih sering dialami.

kasus kematian terus saja terjadi setiap tahun. Sumber air dari sungai Citarum yang terkadang mambawa limbah. 2010). Produksi ikan mas nasional pada 2008 sekitar 243 ribu ton. Sementara untuk serangan KHV sudah jarang terjadi. Otomatis dari jumlah benih yang ditebar produksi ikan mas menurun sekitar 40%. para pembudidaya tidak menebar ikan mas. pembudidaya ikan mas di Saguling asal Desa Tanjung Jaya.. 2010). Namun demijkian. Dengan pola seperti itu. mulai Oktober sampai Desember atau masa pergantian musim kemarau ke hujan. jumlah pembudidaya KJA di Saguling sekitar 7 ribu orang. selama kendala kematian dan penyakit bisa di atasi. “Puasa dilakukan supaya ikan lebih banyak bergerak di dasar jaring. para pembudidaya juga memuasakan ikan. Agus (2010) menduga hal ini karena ada program penebaran berbagai jenis ikan pemakan bakteri dan plankton merugikan yang ada di dasar perairan. Beberapa lokasi perairan Saguling relatif aman dari serangan upwelling. Salah satunya dengan mengurangi kepadatan tebar benih. virus banyak terdapat di permukaan air” (Ade. Menurut Nafis (2010). dan Cililin. Pembudidaya ada yang memindahkan ikan mas di jaring lapis kedua yang lebih dalam. kini diperbesar jadi 7 x 14 m2. Tetapi dua cara ini hanya efektif ketika ikan belum terinfeksi virus. kematian ikan mas akibat upwelling budidaya ikan mas bisa ditekan. Langkah ini sudah ditempuh sejak 2004.” Proses upwelling tidak berhubungan langsung terhadap serangan penyakit KHV. bisa dinetralisir sumber air dari Gunung wayang relatif lebih bersih. Secara total produksi budidaya ikan mas untuk Kabupaten Bandung Barat masih yang paling besar dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Selama terjadi serangan penyakit. Kalau dulu satu petak (7 x 7 m2) biasa tebar benih 60 kg. supaya ikan tidak muncul ke permukan. Belajar dari pengalaman (Agus Hidayat . Kabupaten Bandung Barat. Masa pancaroba ini riskan terjadi upwelling.utama kematian diduga ada dua. “Budidaya ikan mas masih menjadi daya tarik para pembudidaya KJA. meskipun belum sebanyak dulu. seperti Kecamatan Cipongkor. Kecenderungan budidaya ikan mas 2 tahun belakangan di Saguling mulai berkembang kembali. Ukuran satu petak KJA yang tadinya 7 x 7 m2. Pola pengaturan musim tebar mulai diterapkan 2004. Menurut Penyuluh Perikanan Bandung Barat (Nafis M. Kecamatan Cihampelas. sekarang 1 petak (7 x 14 m2) hanya tebar benih 80 kg. 2010). sehingga kondisi lingkungan perairan lebih sehat dan bersih. Cihampelas. karena upwelling (proses pengadukan dasar perairan) atau karena serangan virus KHV. Pembudidaya biasanya tebar lagi antara Februari sampai Agustus. Berbagai upaya telah dilakukan pembudidaya guna menyiasati kendala kematian ini. hampir . Upaya pengaturan musim tebar pun dilakukan untuk menghindari dampak negatif upwelling. Diindikasi.

. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina.setengahnya dipasok dari Jabar (sekitar 110 ton). Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia.html Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar. berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Taiwan dan Jepang.o-l.cc/2009/10/budi.co. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya.. www. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina.nofasonic. Eropa. sentranya ada di waduk Cirata dan Saguling..

Penurunan nilai tukar rupiah. Indonesia merupakan negara produsen tertinggi untuk ikan bandeng. Keadaan ini sewaktu-waktu menurunkan margin usaha bahkan menimbulkan kerugian. Dewasa ini peluang meningkatkan daya jual terbuka dengan adanya penjualan ikan yang telah diolah dalam bentuk pindang presto dan ikan asap. Risiko lain yang selama ini terjadi berkaitan dengan teknis budidaya. Peluang usaha budidaya ikan bandeng berkaitan dengan jumlah konsumen yang meningkat. sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. tidak saja masyarakat pantai tetapi juga masyarakat pedalaman. Indonesia memiliki potensi sumberdaya alam yang luas yang saat ini baru sebagian kecil dimanfaatkan. Di lain pihak harga jual ikan tidak dapat segera disesuaikan dengan peningkatan harga pakan. ii. karena seperti telah dikemukakan pada bab-bab terdahulu. Peluang usaha dan Risiko Budidaya Gurami . iii. terutama dalam pemberian pakan. Jawa. terutama di pantai utara P. Harga jual juga berisiko rendah manakala terjadi pemanenan serentak di beberapa sentra produksi bandeng atau ketika ikan laut hasil tangkapan melimpah di pasaran. seringkali segera diikuti dengan peningkatan harga pakan. Pegawai tidak disiplin dalam pengelolaan rutin budidaya. Sebenarnya Indonesia Indonesia memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan ekspor dengan cara meningkatkan produksi. Banjir Pada budidaya di jaring apung : i. Adaptasi gelondongan terhadap air tawar kurang sempurna ii. terutama harga pakan dan harga jual ikan. akan tetapi saat ini hasil produksi baru mencukupi kebutuhan sendiri. yaitu : Pada budidaya di tambak : i. Peningkatan salinitas disebabkan kemarau berkepanjangan. fluktuasi harga. Terjadi penyimpangan penggunaan sarana produksi (pencurian) iv. yang ternyata disukai oleh masyarakat.Risiko-risiko Usaha Dari segi ekonomi. Terjadi pencemaran. seringkali tidak terkontrol dengan baik. Resiko dan Prospek Usaha dalam Bisnis Bandeng Prospek Usaha : Ikan bandeng sudah dikenal masyarakat. Terjadi umbalan iii.

dan menyebar ke Malaysia.000 butir/sarang) (Sudarto. Indonesia). Ikan gurame merupakan keluarga Anabantidae. kala. Karakteristik Ikan Ikan gurame (Osphronemous gouramy) telah dipublikasikan sejak tahun 1802 sebagai ikan konsumsi dan ikan hias. karena ukurannya yang besar sampai mencapai berat 5 kg. kalui. seperti air yang tidak mengalir dan berwarna hijau karena ledakan populasi plankton.000 butir/sarang). Di Bogor. sedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Gurame jepun memiliki sisik tidak terlalu besar dan tubuhnya pendek dengan warna putih abu-abu dan kemerahan. yaitu selaput berlekuk-lekuk yang merupakan penonjolan dari tepi atas insang pertama. Gurameh.000-3. yaitu angsa dan jepun (Soim. Ceylon dan Australia. Orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy”. dikenal tiga jenis induk gurame. Dengan alat ini ikan gurame mampu menyerap oksigen dari udara bebas untuk pernapasan. bagian punggung berwarna merah sawo dan bagian perut berwarna kekuning-kuningan / keperak-perakan. bentuk badan pipih lebar. Jenis lain dikenal dengan gurame merah. Di Indonesia. jenis blusafir yang ukurannya lebih besar namun produksi telurnya rendah (5. Thailands. Ikan gurami berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat. Pemanenan hasil pembesaran ikan gurame sangat tersantung dari ukuran yang diminta konsumen. 1 9 A G U S T U S 2 0 0 9 ) Gurame merupakan jenis ikan konsumsi air tawar yang mempunyai tali panjang. Umumnya pemanenan dilakukan setelah . Namun di balik keunggulan tersebut. orang Jawa menyebutnya gurami.000-7. sehingga ikan ini mampu hidup di air yang kandungan oksigennya rendah. dan jenis bastar yang tumbuh cepat dengan sisik besar dan produksi telur rendah (2. Tekstur daging yang kompak dengan rasa yang gurih dan lezat membuat ikan ini menjadi salah satu ikan konsumsi air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. orang Sumatra ikan kalau. keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Pertumbuhan ikan gurame agak lambat dibanding ikan air tawar jenis lain. Gurame angsa berwarna putih abu-abu dengan sisik dan tubuh besar. Labirin memiliki pembuluh darah kapiler yang dapat mengambil zat asam pada waktu ikan ini muncul di permukaan. yaitu jenis porselin dengan ukuran sedang namun produksi telurnya tinggi (10.000 butir/sarang). TEKNIK BUDIDAYA IKAN GURAMI (Sumber: CAEPON SAE R A B U . Beberapa jenis induk gurame dengan berbagai sifatnya telah dikenal di lingkungan petani ikan. Untuk daerah lain dikenal dua jenis ikan gurame. 1989). ikan gurame mempunyai kelemahan yaitu pertumbuhannya sangat lambat. Ikan Gurame memiliki alat pernapasan tambahan yang disebut labirin. 1992).

- 3. Biaya produksi 1) Sewa lahan 6 empang @ Rp. sedangkan untuk ikan yang berumur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan berat badan 0..300. disamping rasanya yang lezat dan empuk. Keuntungan Rp. Penerimaan per empang 4000 ekor @ Rp. mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.500. membudidayakan ikan ini.. 80.. 9. perawatannya pun tidak terlalu sulit dan tidak memakan banyak biaya.000.000.000. 420. sehingga banyak petani ikan yang mulai menggemari..89 Gambaran Peluang Agribisnis Budidaya ikan gurame.000.- 4.- Jumlah biaya produksi Rp.Postal per empang 7 karung @ Rp 10. 460.000. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya dapat mencapai 40 cm dan berat 1.ikan berumur 2-3 tahun. ikan ini pun digemari banyak orang. Pakan .000.000 tergantung keadaan pada saat itu.- 5) Tenaga kerja 2 OH @ Rp 20.- . ikan yang berumur 2 tahun mempunyai panjang sekitar 25 cm dan berat 0.-/bulan Rp. Disamping rasanya itu.- 6) Lain-lain (pemeliharaan) Rp. 3. Parameter kelayakan usaha B/C Rasio = 1.5 kg/ekor.700. ikan gurame selalu menjadi syarat utama hidangan.- 2.000.089.. 480. Rp. Benih per empang 4000 ekor @Rp 150. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA Gurami Perkiraan analisis budidaya ikan gurame untuk 6 empang selama 1 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: 1. Rp.700.- 4) Obat Super tetra per empang 2 tablet @ Rp 1.600. Rp. 400. Rp.- 3. Risiko Gangguan Hama dan Penyakit . 5. Harga dari ikan gurame di pasaran sangat bervariasi tergantung dari bobot ikan tersebut.- 2. 75. 40.5 kg dapat mencapai harga Rp 6. karena harga dari setiap bibitnya yang murah dapat menghasilkan keuntungan 3 kali lipat dari harga bibit. Rp.000..000.7 kg/ekor. Ikan gurame dengan berat 1. 4. Rp 12. Sudah menjadi tradisi dalam setiap kendurian.000.510.600.000.3 kg/ekor.000-Rp 8.Rambo per empang 5 karung @ Rp 2.

Penanggulangannya adalah dengan mendeteksi keadaan kolam dan perilaku ikan-ikan tersebut. kerusakan akibat penangkapan atau kelainan tubuh karena keturunan. 2). c. Memang diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengetahuinya. dapat dilakukan dengan menggunakan bahan kimia diantaranya: 1) Pengobatan dengan Kalium Permanganat (PK). tutup insang mengembang. Pengobatan dengan Neguvon. b. 1. dapat dikenali sebagai berikut: 1). Sediakan air sumur atau sumber air lainnya yang bersih dalam bak penampungan sesuai dengan berat ikan yang akan diobati. perut dan pangkal sirip. bahan tersebut dilarutkan dalam air hingga konsentrasi 0. ikan-ikan yang sakit biasanya menjadi kurus dan lamban gerakannya. Bila belum sembuh betul. sisik berdiri. Penyakit Gangguan yang dapat menyebabkan matinya ikan adalah penyakit yang disebut penyakit non parasiter dan penyakit yang disebabkan parasit. Ikan direndam pada larutan neguvon dengan 2-3. Parasit yang menempel pada tubuh ikan dapat disiangi dengan pinset. a. jamur dan berbagai mikroorganisme lainnya.1% . Pengobatan bagi ikan-ikan yang sudah cukup memprihatikan keadaannya. Gangguan-gangguan non parasiter bisa berupa pencemaran air seperti adanya gas-gas beracun berupa asam belerang atau amoniak. Rendam ikan yang akan diobati dalam larutan tersebut selama 30-60 menit dengan diawasi terus menerus. 2) Penyakit pada insang. Pencegahan timbulnya penyakit ini dapat dilakukan dengan mengangkat ikan dan melakukan penjemuran kolam beberapa hari agar parasit pada segala stadium mati. Buat larutan PK sebanyak 2 gram/10 liter atau 1. perut ikan membengkak. d.5% selama 3 mernit. Lembaran insang menjadi pucat.5 sdt/100 l air. Bila ikan terkena penyakit yang disebabkan parasit. Penyakit pada kulit. pengobatan ulang dapat dilakukan 3 atau 4 hari kemudian. Gangguan lain yang berupa penyakit parasiter. pada bagian-bagian tertentu berwarna merah terutama di bagian dada. virus. yang diakibatkan oleh bakteri. kadang-kadang tampak semburat merah dan kelabu 3) Penyakit pada organ dalam. Untuk pembe-rantasan parasit di kolam.

blogspot. 3). (4) Pengobatan ulang dapat dilakukan 3-4 hari kemudian dengan cara yang sama. setiap 100 cc air bersih dicampurkan 1-2 gram (NaCl). 2. Tetapi karena obat ini berbahaya.Neguvon lalu disiramkan ke dalam kolam yang telah dikeringkan. Kolam ini berfungsi untuk menyimpan induk dalam mempersiapkan kematangan telur dan memelihara kesehatan induk. Biarkan selama 2 hari. (3) Setelah itu segera ikan dipindahkan ke wadah yang berisi air bersih untuk selanjutnya dipindahkan kembali ke dalam kolam.. Hama Bagi benih gurame musuh yang paling utama adalah gangguan dari ikan liar / pemangsa dan beberapa jenis ikan peliharaan seperti tawes. Caranya: (1) Disiapkan wadah yang diisi air bersih. lamanya perendaman cukup 5-10 menit saja.. ular dan bermacam-macam burung pemangsa. Hal ini dilakukan di pedesaan yang sulit mendapatkan bahan-bahan kimia. katak. kolam berupa . pantas58s.html Jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budidaya ikan gurame antara lain: a) Kolam penyimpanan induk. (2) Ikan yang sakit direndam dalam larutan tersebut. diaduk sampai rata. Musuh lainnya adalah biawak.com/2009_08_0. gurame dan sepat.ive. Pengobatan dengan garam dapur.

5 m. serta menguji agar kolam tidask bocor. Jumlah penebaran bibit sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi. Tinggi air 0. sehingga lobang-lobang tanah akan tertutup. kedalaman air 75-100 cm.5 cm. memanjang dari pintu masuk air ke pintu keluar. Adapun cara pembuatan kolam adalah sebagai berikut: a) Ukurlah tanah 10 x 10 m (100 m2). Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 24-28 derajat C. Aturlah tinggi rendahnya. c) Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Adakalanya dalam pemeliharaan ini diperlukan beberapa kolam jaring 1.25–1. Tempatkan sarana penempel telur berupa injuk atau ranting-ranting. dan air tidak keluar akibat bocor dari pori-pori itu. Lebar saluran itu 0. Biarkan selama 1 minggu. d) Kolam pembesaran Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Tanah akan jadi lembut setelah diairi. b) Buatlah pematangnya dengan ukuran. dasar kolam sebaiknya berpasir. agar pupuk hancur dan meresap ke tanah dan membentuk lumut. e) Buatlah saluran ditengah-tengah kolam induk. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu. bagian bawahnya 1 m dan tingginya 1 m. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. c) Pasanglah pipa/bambu besar untuk pemasukan dan pengeluaran air. f) Keringkanlah kolam induk dengan 2 karung pupuk kandang yang disebarkan merata.75-1 m. kolam tanah yang luasnya sekitar 10 meter persegi. kedalamam minimal 50 cm dan kepadatan kolam induk 20 ekor betina dan 10 ekor jantan. lalu diratakan lagi. . agar mudah memasukkan dan mengeluarkan air. pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.5 m dan dalamnya 15 cm. d) Cangkullah tanah dasar kolam induk agar gembur. b) Kolam pemijahan Kolam berupa kolam tanah yang luasnya 200/300 meter persegi dan kepadatan kolam induk 1 ekor memerlukan 2-10 meter persegi (tergantung dari sistim pemijahan). e) Kolam / tempat pemberokan Merupakan tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan. Dasar kolam dibuat miring ke arah pintu keluar air. kemudian air dimasukkan. bagian atas lebarnya 0.

Mayrowani. E. Ralph C. Jakarta. Pendayagunaan dan peluang pengembangan irigasi bagi peningkatan produksi padi. E.Kewirausahaan. Bogor. 14 November 2004. Malayu. Davis. G. and M. Statistik Indonesia. Badan Pusat Statistik.indo-news. Zuliasri. Dengan Wirausaha Menepis Krisis (Konsep Membangun Masyarakat Entrepreneur Indonesia). Panji. Bandung. Apriyantono. Kogakusha Compay Limited. Arifin. Yogyakarta. Alfabet.. Kewirausahaan Teori dan Praktek. Makalah pada Silaturahmi Nasional Anggota Legislatif Partai Keadilan Sejahtera. Sudantoko. Kinerja dan kebijakan strategis pembangunan pangan nasional. Fakultas Ekonomi.. Kundarto. Hakim. Rineka Cipta. Jakarta. ICASERD. Anorogo. Jakarta. strategies for Indonesia: Enhancing the contribution of agriculture to poverty reduction an food security. Universitas Indonesia.com/). Wahyunto.L. Forum Penelitian Agro Ekonomi 23(2): 84−101. and UPN Veteran. Makalah pada Seminar Khusus Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. 2000. A. Jakarta. 2002. dan A. F. 2004. Jakarta. Pengertian. Dekomposisi pertumbuhan pertanian Indonesia. Meredith. R Djatmiko.DAFTAR PUSTAKA Agus. et al. B. Auditorium BPPT. Jakarta. . Bogor. Manajemen (Dasar. 2006. Badan Pusat Statistik. Pasandaran. Fundamental Of Top Management. Koperasi. LPEM-FEUI. A. Khomsan. Geoffrey G. Fenomena kemiskinan. Fagi (Ed. hlm. 1988.). 1999. Watung. Harian Suara Pembaharuan. 277−294. H. Dan Masalah) Bumi Aksara. Setiyanto. Multifunctionality and sustainability of paddy field in Citarum River Basin. Jakarta. A. Nurmanaf. Sutanto. Rusman. S.R. PT Elex Media Komputindo Gramedia Jakarta. R. H. Djoko. Danuhadimedjo. Pustaka Binaman Pressindo. S. Ekonomi Padi dan Beras Indonesia. Irianto. Jakarta. 30 April 2006. Pasandaran. dan Usaha Kecil. 2004. H. Kewiraswastaan Dan Pembangunan. 2004. dan N. Tala'ohu. Finding Sources of Poor Growth in Indonesia. Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat. 1998. 2003. West Java. 2004. 1998. Tokyo. A.H. 1 November 1999 (http://www. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2002. Suganda. Hasibuan.M. Soil Research Institute. Dalam F. Kasryno.

Simatupang. Fakultas Ekonomi. A. dan Saptana. P. Bina Aksara. Oktober 2002. Prospek Diversifikasi Usaha Tani di Lahan Sawah: Kasus Empat Kabupaten di Jawa. 2002. and Supriyati. 1999. H. 2006. Pendidikan Wirausaha (Sekuncup Ide Profesional) . Bogor. In-Country Seminar on Poverty Allevation Through Development of Secondary Crops. Farm diversification and farmer income in rice field area. Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. 1980. Ekonomi Padi dan Beras Indonesia. 1987. Agricultural development policy Lesson and Future Direction. Gunung Jati. Kebijakan pembangunan sistem agribisnis padi. Kasryno. SITANGGANG. Sumahamijaya. Bogor dan Bappenas/USAID/ DAI. Suparman. Usaha budidaya Ikan Gurame. hlm. Paper presented in Asian Regional Seminar on Poverty Allevation.. Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat. Fagi (Ed. 2006. How to solve supply bottleneck in agricultural sector. Toward sustainable food security: The need for a new paradigm. 2002. Hasil Pertemuan Regional di Bangkok. Thailand. Rusastra.H. Malang. Jakarta : Penerbit Swadaya. Poverty profile and the alleviation programs in Indonesia. Simatupang..). Vietnam. 17−18 February 1999. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. M. I W. Kebijakan perberasan di Republik Rakyat Cina. 31−52 Dalam F. Sawit.. In-Country Seminar on Poverty . H. Wasty. Saliem. Road Map Memperkuat Kembali Ketahanan Pangan. 2004. B.A. Jurnal Ekonomi Rakyat 1(1): 1−15. and P. Sajogyo. Simatupang. Bogor. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani menerapkan pola tanam diversifikasi: Kasus di wilayah persawahan irigasi teknis di DAS Brantas. 1999. P. 2004. and M. Maulana. 5−6 April 2006. Jakarta. Sumaryanto. 2005. Rusastra. Simatupang. I W.P. Rusastra. 23 March 2006. ICASEPS dan UNESCAP-CAPSA. Jakarta. 2005. Supriyati. Pasandaran. Membina Sikap Mental Wiraswasta. 1984.Pasaribu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Budidaya Gurame. ICASERD. simplek.P. Rusastra. M.. 2001. International Seminar on Agricultural Sector During the Turbulence of Economic Crisis: Kustia. Saliem. P. Purnomo. Bogor. I W. Jakarta. Pertanian dan kemiskinan. dan A. Soemanto. Simatupang. Sumaryanto. held by AFPPD and IFAD. E. 2003. Jakarta. Hanoi.M. 2006. Agricultural Policy Analysis 2(4): 369−392. Kewirausahaan (materi Pokok). dan I W. Rusastra. P. Globalisasi dan Ketahanan Pangan di Indonesia. Jakarta : CV. RUSDI. Universitas Indonesia. Taufiq. dan I W.

KEBIJAKAN STRATEGIS USAHA PERTANIAN DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENGENTASAN KEMISKINAN. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Jalan Ahmad Yani No. 25(4). Kebijakan Perberasan di India. Oktober 2002. Allevation Through Development of Secondary Crops. Tahlim Sudaryanto dan I Wayan Rusastra. Bogor. Thailand. 23 March 2006. 2006. 2006. Bogor 16161. Sumintaatmadja. . Bogor. Jurnal Litbang Pertanian.70. ICASEPS dan UNESCAP-CAPSA. 2002. Hasil Pertemuan Regional di Bangkok. Z.