AKAD PERJANJIAN

JUAL BELI SECARA KREDIT DENGAN ANGSURAN

Bismillaahirrahmaanirrohiim

“...........Allaah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba....” (QS. Al-Baqarah [2] : 275)

“......Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan (mengambil) harta
sesamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan sukarela di
antaramu” (QS. An-Nisaa’ [4] : 29)

Dengan berlindung kepada Allaah SWT dan senantiasa memohon rahmat dan ridho-Nya,
akad/transaksi ini dibuat dan ditandatangani pada hari: Selasa, Tanggal Tiga, Bulan Januari,
Tahun Dua Ribu Tujuh Belas, di Pekanbaru., oleh para pihak sebagai berikut:

Nama : NARDI
No. KTP : 840609180525
Tempat, Tgl Lahir : Sragen, 03 Juni 1984
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Alamat : Jl. Dusun 1 Pandau Makmur Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu
Kabupaten Kampar, Riau.
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama : HIDAYAT
No. KTP : 1407021204840011
Tempat, Tgl Lahir : Bagan Punak, 12 Mei 1984
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Alamat : Jl. Karya 1, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota
Pekanbaru, Riau.
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, kedua belah pihak bertindak dalam kedudukannya
masing-masing sebagaimana tersebut di atas, dan secara bersama-sama telah bersepakat
melakukan perjanjian jual beli secara kredit dengan angsuran (Bay’u bi ad-Dayn wa bi at-
Taqsith) yang terikat dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut :

PASAL 1
DEFENISI

1. Akad adalah ikatan ijab dan qabul yang sesuai hukum syara’ yang menimbulkan akibat
hukum pada obyek akad.
2. Jual Beli adalah pertukaran harta dengan harta yang menimbulkan kepemilikan atas dasar
saling rela (suka sama suka).

1
3. Bay’u bi ad-Dayn wa bi at-Taqsith adalah jual beli secara kredit dengan angsuran, di mana
barang diserahkan di depan pada saat akad, sedangkan harga dibayar setelah tempo
tertentu baik sekaligus atau dengan cara angsuran/bertahap.
4. Syariah adalah hukum Islam yang bersumber dari al-Quran dan as-Sunnah yang mengatur
segala hal yang mencakup bidang ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah.

PASAL 2
JUAL BELI

1. Pihak pertama selaku pemilik sah dari barang berupa Kendaraan Roda Empat Jenis Toyota
Merk Kijang Super LX dengan Nomor Polisi BM. 1234 FE.
2. Pihak pertama menjual barang sebagaimana disebutkan pada poin 2 di atas kepada pihak
kedua sebesar Rp. 55,000,000,- (lima puluh lima juta rupiah).
3. Pihak Pertama akan menyerahkan barang dan hal-hal lain yang berkaitan dengan barang
yang dijual kepada Pihak Kedua setelah disepakati dan ditandatangani akad perjanjian jual
beli.

PASAL 3
SISTEM, JANGKA WAKTU PEMBAYARAN

Pihak kedua sepakat untuk membeli barang sebagaimana tersebut pada pasal 2 poin 1
dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Sistem pembayaran adalah angsuran/jatuh tempo.
2. Membayar kepada pihak pertama sebesar Rp. 15,000,000,- (lima belas juta rupiah)
sebagai angsuran pertama, dan/atau kekurangan dari total pembayaran sebagai hutang
Pihak Kedua yang wajib dibayar kepada Pihak Pertama sebesar Rp. 40,000,000,- (empat
puluh juta rupiah).
3. Pembayaran angsuran kepada Pihak Pertama berakhir dan/atau hutang diangap lunas,
setelah membayar total dari hutang Pihak Kedua kepada Pihak Pertama sebagaimana
dijelaskan pada Pasal 3 poin 2 di atas.
4. Angsuran pertama sebagaimana dituliskan pada Pasal 3 Poin 2 di atas, diserahkan kepada
pihak pertama setelah disepkati dengan ditandatanginya akad/transaksi perjanjian jual
beli ini.
5. Jangka waktu pembayaran adalah 40 bulan dengan besar angsuran berikutnya yang akan
diserahkan kepada Pihak Pertama sebesar Rp. 1,000,000,- (satu juta rupiah) dari setiap
bulannya., dan/atau disahkan dengan bukti serah terima pembayaran dari Pihak Pertama
kepada Pihak Kedua dengan ditandatangani oleh kedua belah pihak, sebagaimana dalam
lembaran terpisah dan mengikat dalam perjanjian ini.
6. Jatuh tempo pembayaran angsuran kepada Pihak Pertama setiap tanggal 20 pada setiap
bulan.
7. Jika pada tanggal jatuh tempo Pihak Kedua mengalami kondisi tertentu, sehingga
menurut Pihak Pertama bahwa Pihak Kedua mengalami kendala secara Syar’iy dalam
melakukan pembayaran sebagaimana dijelaskan pada Pasal 3 poin 4, maka Pihak Pertama
akan memberikan keringan kepada Pihak Kedua dengan mengurangi besarnya angsuran
kepada Pihak Kedua dari besarnya angsuran yang disepakati sebelumnya sebagaimana
dijelaskan pada Pasal 3 poin 4

2
PASAL 4
PEMBUKUAN PEMBAYARAN

Pembukuan pembayaran/angsuran dilakukan oleh pihak pertama atas seluruh transaksi
yang dilakukan pihak kedua terkait pembayaran angsuran setiap bulan yang dinyatakan dalam
lembaran angsuran pembayaran dan diberikan kepada pihak kedua sebagai bukti pembayaran
angsuran yang telah dibayar, dan disertai oleh tandatangan oleh kedua belah pihak.

PASAL 5
PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua sehubungan dengan
akad jual beli kredit ini, maka kedua belah pihak bersepakat menyelesaikannya secara
musyawarah dan mengedepankan aspek ukhwah Islamiyyah.

PASAL 6
ADDENDUM

Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah bersepakat bahwa segala sesuatu yang belum
diatur dalam akad/transaksi ini, akan diatur kemudian dalam addendum-addendum dan surat-
surat yang akan dibuat dan menjadi bagian yang tidak terpisah dari akad ini.

PASAL 7
PENUTUP

1. Surat akad ini mengikat secara hukum kedua belah pihak.
2. Hal-hal lain yang mungkin kelak muncul di kemudian hari dan belum diatur dalam surat
akad ini akan dimusyawarahkan dan disepakati secara bersama-sama oleh kedua belah
pihak.
3. Surat akad ini dibuat dan ditandatangani oleh Pihak Kedua dan Pihak Pertama di atas
kertas bermaterai cukup dalam 2 (dua) rangkap, yang masing-masing berlaku sebagai
aslinya.

KAMI YANG BERAKAD
Pekanbaru, 03 Januari 2017

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

NARDI HIDAYAT

3