ISOLATOR PADAT

KARET

A. Latar Belakang
Besarnya arus dan tegangan yang muncul dalam sistem tenaga listrik
secara tiba-tiba dan melonjak tinggi, baik itu yang berasal dari dalam sistem
maupun dari luar lingkungan, menuntut sistem pengamanan lebih terhadap
alat listrik, maupun bahan isolasi itu sendiri. Hal ini sulit untuk dihentikan
sebab tingginya lonjakan tegangan yang muncul secara tiba-tiba dan hanya
dalam hitungan milisekon. Untuk melindungi alat, diperlukan isolasi yang
mampu memisahkan antara dua bagian yang bertegangan umumnya dengan
bahan-bahan dielektrik. Namun, secara harafiah, point utama dari isolasi
adalah sebagai pemisah antarbagian yang bertegangan, sehingga tidak
menyebabkan terjadinya loncatan bunga api yang berujung pada kerusakan
alat maupun bahan isolasi.Peran utama dari tujuan pembuatan suatu isolasi
adalah mampu mencegah loncatan energi dan melindungi alat listrik maupun
bahan isolasi itu sendiri, sehingga mampu menekan biaya pengeluaran akibat
dari kerusakan alat,baik pada sistem tenaga listrik itu sendiri maupun
peralatan rumah tangga.Sebab, seperti yang kita ketahui alat pada sistem
tenaga listrik sangat mahal danbiaya yang dibutuhkan untuk membangkitkan
suatu tenaga listrik bisa mencapai miliaran rupiah. Untuk itu, diperlukan
upaya-upaya yang dapat meminimkanbiaya yang begitu besar. Di samping itu
juga merugikan rakyat apabilaterjadinya lonjakan tegangan atau
swiching setelah mati lampu, sebab dapat merusak alat-alat rumah
tangga.

B. Sejarah Karet

Selain pohon Para . East Afrika Baret Tropical Africa.) Stapf Africa.Indonesia. Juss.Vietnam. Pohon Karet AFRICA (Macaronesia. (Willd.P hilipine) . Struktur botani tanaman karet ialah tersusun sebagai berikut :  Divisi : Spermatophyta  Subdivisi : Angiospermae  Kelas : Dicotyledonae  Ordo : Euphorbiales  Famili : Euphorbiaceae  Genus : Hevea  Spesies : Hevea brasiasiliensis Pada dasarnya karet tidak hanya dapat diperoleh dari pohon Para (Hevea brasiliensis) namun oleh karena pohon Para merupakan tanaman yang paling banyak ditanam khususnya ditanam di kawasan Asia Tenggara yang notabene merupakan kawasan penghasil karet alam terbesar dunia maka pohon Para identik dengan Pohon Karet. South Tropical Africa) (Logos silk rubber tree) Hevea brasiliensis Pohon Karet/ SOUTHERN AMERICA (Brazil. (Rubber tree) (Thailand.nama spesies pohon dan daerah penyebaran : Tabel Nama Jenis Pohon Penghasil Karet Nama Spesies Nama Panggilan Area Distribusi Castilloa elastica Sessé Pohon Karet AMERICA (Mexico.) Miq. Colombia . ex Adr. West-Central Tropical Africa. Tropical Africa. Western South Panama (Panama America) DanSolidago Rubber tree) Tumbuh di daerah Tropis. Bolivia.Karet alam berasal dari pohon Para (Hevea brasiliensis). ada juga pohon – pohon jenis lainya yang dapat menghasilkan lateks. West Tropical Africa.Malaysia. Central America. South Tropical Africa.) Pohon Para Peru) SOUTHEAST ASIA Muell. West-Central Tropical (Benth. Berikut Nama .Laos. Arg.Combodia. Northeast Tropical Africa. West Ficus vogelii (Miq. South Africa. (West Africa Western Indian Ocean) rubber tree) Pohon Karet Lagos silk Funtumia africana AFRICA (East Tropical Africa.

Don) Durand & False (False Africa) Schinz rubber tree) AFRICA (Northeast Tropical Africa. South Pacific and South America Palaquium oblongifolia Taraxacum koksahgyz and Russian ASIA-TEMPERATE dandelion Former Soviet Union. NRCS.S. West-Central Tropical Africa. China. East Tropical Funtumia Africa. Lateks juga dapat dihasilkan oleh pohon Chicle (achras sapata) atau pohon sawo sebagai bahan baku Permen karet. .A. LA 70874-4490 USA). China Taraxacum officinale Source: UNCTAD secretariat (Links: USDA. National Plant Data Center. West Tropical elastica danLandolphia - Africa) kirkii juga ditanami di daerah lain. Tanaman Karet ASIA-TROPICAL(India. Latex Gutta-Percha sangat resisten terhadap air dan sering digunakan sebagai bahan baku untuk membuat isolasi kabel dan alat-alat listrik dibawah laut dan juga digunakan untuk pembuatan bola golf dan permen karet. 3. INDIA. Pohon Jelutung (Dyera costulata ) . 2005. Data compiled from various sources by Mark W. CHINA Holarrhena floribunda Pohon karet AFRICA (West-Central Tropical Africa. sebagai bahan baku Permen karet.. Skinner.Coastal Ficus elastica India (Indian Sothern California) rubber plant ) widely cultivated elsewhere NORTHERN AMERICA Parthenium argentatum Guayule (South-Central U. Malaysia.5. Mexico) Palaquium gutta dan Gutta-Percha Malaysia. Version 3. Selain tanaman diatas ada beberapa tanaman lain yang juga dapat menghasilkan lateks seperti : 1. The PLANTS Database. Selain nama-nama spesies diatas. 2. Baton Rouge. West Tropical (G.

4-poliisoprena. berasal dari Yunani. 10. Pengertian Karet Karet merupakan politerpena yang disintesis secara alami melalui polimerisasi enzimatik isopentilpirofosfat. protein. berasal dari Amerika selatan. gula. 7. Tanaman ini tidak dikembangkan. Tanaman Manihot glaziovili . Hampir semua karet alam diperoleh sebagai lateks yang terdiri dari 32-35% karet dan sekitar 5% senyawa lain. A. Tanaman Mimusops balata .S. Tanaman Urceola Elastica termasuk tanaman merambat yang terdapat di Malaysia dan Sumatera. termasuk tanaman tingkat rendah dari Brazil. dinamakan karet Arabia / Arabia gomu menghasilkan lateks yang mudah larut dalam air karena mengandung hidrokarbon. Bentuk utama dari karet alam. 9.. Biasanya digunakan untuk kulit luar bola golf karena tahan air. dikenal sebagai Hevea Rubber. Morfin atau Heroin. yang terdiri dari 97% cis-1. . digunakan untuk pembuatan perekat perangko dan tinta. getahnya berwarna merah. sterol ester dan garam. Tanaman Astragalus gumifer .P. karet yang diambil dari tanaman ini disebut karet ceala dan kualitas lateksnya lebih rendah dibanding lateks Hevea Brasiliensis. Unit ulangnya adalah sama sebagaimana 1. Pohon pinus berdaun panjang di Amerika (Pinus palustris) untuk menghasilkan lateks sebagai bahan baku Permen karet. Tanaman Accacia Senegal berasal dari pantai Barat Afrika. Mirip karet Arabia. termasuk asam lemak. 5. dinamakan Torogonta gomu. 2001). 8. Dimana isoprena merupakan produk degradasi utama karet. Pohon Poppy (Papaver somniferum) juga dapat menghasilkan lateks yang digunakan sebagai bahan baku Opium . 4. 6.4-isoprena. Lateks biasa dikonversikan ke karet busa dengan aerasi mekanik yang diikuti oleh vulkanisasi (Malcom.

Temperatur penggunaan yang paling tinggi sekitar 99⁰ C.  Karet reklim atau reclaimed rubber (Tim penulis. white crepes.  Karet siap olah atau tyre rubber. dan SIR 20). Namun demikian. sheet angin. Karet yang kenyal agar mudah didegradasi oleh sinar UV dan ozon. slab tipis dan lump segar).  Karet bongkah atau block rubber (SIR 5. karakteristik listrik pada frekuensi tinggi. 1992).91-093. Zat tersebut dapat larut dalam hidrokarbon. Ada juga karet yang diolah kembali berdasarkan bahan karet yang sudah jadi. sehingga dapat dihasilkan banyak jenis sampai jenis yang kaku seperti ebonite. Bahan olahan ada yang setengah jadi atau sudah jadi. Jenis-jenis karet alam yang dikenal luas adalah :  Bahan olah karet (lateks kebun. tembus cahaya atau setengah tembus cahaya.Jenis-jenis Karet Alam Ada beberapa macam karet alam yang dikenal. melunak pada 130⁰ C dan terurai sekitar 200⁰ C. Sifat kimianya jelek terhadap ketahanan minyak dan ketahanan pelarut.  Lateks pekat.  Karet spesifikasi teknis atau crumb rubber. Sifat-Sifat Karet Alam Warnanya agak kecoklat-coklatan. dan sebagainya. Sifat isolasi listriknya berbeda karena pencampuran dengan aditif.  Karet konvensional (RSS. Sifat mekaniknya tergantung pada derajat vulkanisasi. ester asam asetat. Karet Alam SIR-20 . SIR 10. jelek. dan pale crepe). dengan berat jenis 0. diantaranya merupakan bahan olahan.

dan SIR 20 adalah pada standar spesifikasi mutu kadar kotoran. Karet alam SIR-20 mempunyai spesifikasi berdasarkan Standar Indonesia Rubber (SIR) sebagai berikut. sit angin. getah sisa). kadar abu dan kadar zat menguap yang sesuai dengan Standar Indonesia Rubber. SIR 10. yang diperoleh dari perkebunan rakyat dengan asal bahan baku yang sama dengan koagulum. pengeringan. (setiap bandela 33 Kg atau 35 Kg). 1987). pengemasan dan karet alam SIR-20 siap untuk diekspor (Ompusunngu. SIR adalah Karet bongkah (karet remah) yang telah dikeringkan dan dikilang menjadi bandela-bandela dengan ukuran yang telah ditentukan. Standar mutu karet bongkah Indonesia tercantum dalam Standar Indonesia Rubber (SIR).sit angin. sleb. Karet alam SIR-20 berasal dari koagulum (lateks yang sudah digumpalkan) atau hasil olahan seperti lum. Disortasi dan dilakukan pembersihan dan pencampuran mikro. peremahan. Langkah proses pengolahan karet alam SIR 20 bahan baku koagulum (lum mangkok. pengeringan gantung selama 10 hari sampai 20 hari. getah keeping sisa. . Prinsip tahapan proses pengolahan karet alam SIR-20 yaitu  Sortasi bahan baku  Pembersihan dan pencampuran makro  Peremahan  Pengeringan  Pengempaan bandela  Pengemasan Perbedaan SIR 5. pengempaan bandela.

.

com/doc/195982010/Isolator-pdf http://tentang-karet. DAFTAR PUSTAKA https://id.co.id/ .blogspot.scribd.