Extinguishment by Exchanging Assets of Securities (Pelunasan dengan pertukaran aset atau

sekuritas)

Selain menggunakan uang tunai, penyelesaian kewajiban hutang juga dapat meliputi
penyerahan asset non kas atau penerbitan saham dari debitur. Dalam situasi tersebut, kreditor
harus mencatat asset non kas atau kepemilikan sahan yang diterima pada nilai wajarnya.
Debitur harus menentukan selisih lebih antara nilai tercatat hutangdengan nilai wajar
aktiva atau ekuitas ditransfer. Debitur mengakui keuntungan sebesar jumlah selisih lebih. Selain
itu, debitur mengakui keuntungan atau kerugian dari perpindahan aset sejauh nilai wajar aset
tersebut berbeda dengan nilai buku dari asset tersebut.

Extinguishment with Modification of Term (Pelunasan piutang dengan mengubah persyaratan)

Pada praktek kesehariannya, Wall Street Journal atau Financial Times memberitakan tentang
kesulitan keuangan perusahaan. Dalam situasi tersebut, kreditur mungkin memberi kemudahan
pada peminjam. Para kreditur menawarkan kelonggaran tersebut untuk memastikan
kemungkinan dari pengembalian utang. Sebagai contoh, kreditur mungkin menawarkan salah
satu atau kombinasi dari beberapa perubahan seperti berikut :
1. Pengurangan tingkat bunga pinjaman
2. Memperpanjang masa jatuh tempo
3. Pengurangan nilai utang
4. Pengurangan atau pembatalan semua bunga akrual

Fair Value Option (Opsi Nilai Wajar)

Perusahaan dapat memilih mencatat pada nilai wajar pada akun untuk sebagian besar asset dan
liabilitas keuangan, termasuk obligasi dan wesel bayar.
IASB yakin bahwa pengukuran instrument keuangan pada nilai memberikan informasi yang
lebih relevan dan dapat dipahami daripada biaya amortisasi.
Ketika perusahaan pada nilai wajar, maka laba/rugi yang belum direalisasi dilaporkan sebagai
bagian dari laba bersih.

Fair Value Measurement
Kewajiban tidak lancar yang dicatat sebesar nilai wajarnya, dengan keuntungan yang belum
direalisasi atau rugi yang dilaporkan sebagai bagian dari laba bersih.

Fair Value Controversy
Dalam situasi lain, penurunan dapat terjadi karena obligasi menjadi lebih mungkin putus. Yaitu,
jika kredit dari Edmonds Perusahaan menurun , nilai utang juga menurun.

Namun, IASB mencatat bahwa pemegang utang kerugian adalah keuntungan pemegang saham.
Artinya, pemegang saham klaim atas aset dari peningkatan perusahaan ketika nilai pemegang
utang mengklaim penurunan. Selain itu, posisi kredit yang memburuk mungkin menunjukkan

Sewa guna operasi (operating leases) Cara lain perusahaan untuk menjaga utang tetap di luar laporan posisi keuangan adalah menggunakan sewa guna (leasing). pengguna laporan keuangan mungkin tidak mengetahui bahwa perusahaan anak memiliki utangyang cukup besar yang mungkin akan dipertanggngjawabkan oleh induk juka perusahaan anak memiliki kesulitan keuangan. Hasilnya. 2. Rationable (Alasan Penggunaan Pembiayaan di luar Laporan Keuangan) Mengapa perusahaan menggunakan pembiayaan di luar laporan keuangan? Alasan utama adalah banyak yang percaya bahwa pengurangan utang memperbaiki kualitas dari laporan posisi keuangan dan pengajuan kredit akan diperoleh dengan mudah dan berbiaya rendah. Akibatnya. pasti akan ada tekana yang lebih rendah untuk melakukan pengaturan pembiayaan di luar laporan keuangan. yaitu: 1. Dalam kasus seperti ini. perjanjian pinjaman sering terbatasi oleh jumlah utang yang dimiliki perusahaan. perusahaan menyusutkan asset secara dipercepat akan sering membuat nilai buku dari bangunan. yang akan mengimbangi keuntungan di sisi kewajiban. perusahaan induk kemudian tidak melaporkan asset dan liabiltas dari perusahaan anak. beberapa pihak berpendapat bahwa bagian dari utang tidak dilaporkan. Ketiga. perusahaan memilih untuk menyewa-gunakannya. perusahaan dapat melaporkan kerugian di sisi aset. Dengan demikian. Yang tercatat dalam laporan keuangan perusahaan induk adalah investasi dalam perusahaan anak. Perusahaan membuat entitas bertujuan khusus untuk menjalankan proyek khusus. jika perusahaan melaporkan asset dalam nilai wajarnya. Dengan kata lain. Kedua. Sehingga. Untuk mengimbangi nilai yang lebih rendah tersebut. Entitas bertujuan khusus. . Sebagai contoh. Pembiayaan di luar laporan keuangan memiliki beberapa bentuk. setiap perusahaan yang menggunakan pembiayaan di luar laporan keuangan menimbulkan resiko bahwa investor ‘membuang’ saham mereka. 3. perusahaan menggunakan pembiayaan di luar laporan keuangan karena pembiayaan tersebut tidak akan diperhitungkan dalam menentukan batas utang. perusahaan induk tidak harus mengkonsolidasi peruisahaan anak jika kepemilikannya di bawah 50%. Ini merupakan persoalan yang sangat penting. Off Balance – Sheet Financing (Pembiayaan di luar laporan keuangan) Pembiayaan di luar laporan keuangan merupakan langkah untuk meminjam uang sebagai cara untuk menghindari pencatatan kewajiban.bahwa aset perusahaan menurun nilai juga. tanah. beberapa pihak berpendapat bahwa sisi aset dari laporan posisi keuangan seringkali dicatat understated. Sehingga.dibanding memiliki asset. dan peralatan lebih rendah dari nilai wajarnya. Sehingga perusahaan hanya melaporkan beban sewa pada setiap periode dan menyediakan catatan transaksi. Anak perusahaan non-konsolidasi. Berdasarkan IFRS. harga saham mereka akan jatuh.

Jika perusahaan berencana untuk membiayai kembali utangnya. terutama pada kemampuan perusahaan untuk membayar bunga yang dihasilkan utang atau obligasi dan untuk membayar nilai yang tercatat pada utang saat jatuh tempo. Debt to total asset dan times interest earned ratio merupakan dua rasio yang menyediakan informasi mengenai kemampuan membayar utang dan solvabilitas jangka panjang. Times interest earned ratio mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk membayar bunga ketika jatuh tempo pembayaran bunga. Rumus dari rasio ini adalah Debt to total assets = Total debt Total assets 2. mengkonversi utang ke saham atau melunasinya dari obligasi dana pensiun. yang didukung dengan catatan lain tentunya. mengukur persentasi dari total asset yang dihitung oleh kreditor. Debt to total assets Ratio. Analisis dari Liabilitas Non-Lancar Kreditur jangka panjang dan pemegang saham tertarik pada solvabilitas jangka panjang perusahaan. Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun harus dilaporkan sebagai liabilitas lancar. Rumus dari rasio ini adalah Times Interest earned = income before income taxes and interest expense Interest expense . 1.Penyajian dan Analisis Penyajian dari Liabilitas Non-Lancar Perusahaan yang memiliki liabilitas non-lancar dalam jumlah banyak sering melaporkan hanya dalam satu jumlah dalam laporan posisi keuangan. perusahaan harus terus melaporkan utang sebagai liabilitas non-lancar jika perjanjian pembiayaan kembali selesai pada akhir periode.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.