TUGAS MINIHOSPITAL

1. Apa itu Co-Ass?
2. Bagaimana perjalanan dokter muda di RS?
3. Bagaimana sikap terhadap Konsulen, Paramedis, dan Karyawan
Rumah Sakit
4. Apa perbedan RSPAD dan RS satelit pendidikan yang lain
5. Bagaimana cara menulis rekam medis yang baik

Jawaban

Co-Ass atau Co-Assistant adalah mahasiwa sarjana kedokteran (S.Ked)
yang mempunyai ilmu pengetahuan medis yang sedang belajar keterampilaan
kedokteran melalui kepaniteraan klinik di Rumah Sakit pendidikan FK UPN
“Veteran” Jakarta. Co-Ass bertujuan untuk memprakterkan teori ilmu medis yang
telah dipelajari pada fase praklinik dengan membantu atau menjadi asisten dokter
konsultan yang ada di rumah sakit.
Pengetahuan praklinik Co-Ass akan diaplikasikan dalam tugas Co-Ass
dalam penanganan pasien di rumah sakit dengan melakukan anamnesis dan
pemeriksaan fisik yang dilanjutkan dengan pembuatan resep obat. Melakukan
follow-up pada pasien di bangsal, membuat laporan dan melaporkan hasil yang
telah dibuat ke dokter konsultan atau dokter umum yang sedang berjaga.
Kegiatan Co-Ass di rumah sakit terbagi berdasarkan jumlah mahasiswa dan
stase yang sedang dijalaninya. Kegiatan Co-Ass saat stase mayor meliputi
kegiatan jaga pagi-malam, menjaga poli, UGD, dan mengikuti OK pada stase
seperti Obgyn dan bedah. Pada setase minor Co-Ass melakukan jaga pagi-sore,
menjaga poli dan bisa berjaga di UGD. Kegiatan pagi hari yang dilakukan Co-Ass
yaitu melakukan absen kehadiran dan segera melakukan follow-up dan membuat
laporan. Follow-up yang dilakukan adalah dengan melakukan anamnesis dan
melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan serta mengukur tanda vital seperti
mengukur tekanan darah, nadi, respirasi rate dan suhu badan. Co-Ass harus
menunggu dokter konsultan untuk melakukan visit untuk memeriksa ulang
laporan yang telah dibuat. Setelah selesai melakukan follow-up dan dokter
konsultan telah selesai melakukan pemeriksaan ulang, mahasiswa Co-Ass menuju

sore. melakukan pemeriksaan fisik berdasarkan keluhan yang disampaikan dan membuat resep obat. jika terdapat jadwal jaga malam. Pada stase obgyn kita melakukan pengontrolan pada ibu hamil setiap jam nya untuk mengetahui pembukaan pada ibu dan follow-up mengetahui indikasi dilakukannya partus normal atau melakukan sesar. Pada stase mayor terdapat giliran untuk jaga di poli. Pada stase bedah dan anestesi. kegiatan pada pagi hari yang dilakukan meliputi follow- up dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Co-Ass harus menghadiri tentiran/ kuliah sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pada stase mayor. Kegiatan di dalam poli yang dilakukan Co-Ass adalah melakukan anamnesis mengenai keluhan yang sedang dialami. Setelah semua telah dilakukan mahasiswa Co-Ass harus melakukan perlaporan pada dokter umum atau spesialis yang berjaga. Co-Ass biasanya dapat menjadi asisten operasi dengan membantu dokter konsulen seperti melakukan suction mengambilkan alat bedah dan lain-lainnya. Contoh kegiatan pada stase ilmu penyakit dalam lebih banyak dalam menanangai pasien di poli dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang di awasi oleh dokter spesialis yang bertugas. Kesopan santunan Co-Ass harus dijunjung tinggi di dalam rumah sakit terutama kepada dokter konsultan yang membimbing kita dan perawat yang bertugas bersama kita. melakukan follow- up dan melakukan pemeriksaan tanda vital. Selain berjaga di poli. Co-Ass lebih banyak berada di ruang operasi (OK). Pasien yang dating ke poli adalah pasien baru ataupun pasien yang sedang kontrol penyakit sebelumnya. Sopan santun yang harus dilakukan adalah perkenalkan diri kepada seluruh karyawan saat pertama kali berada di stase yang sedang dijalani. Co-Ass harus segera bersiap untuk berjaga malam. setelah di izinkan Co-Ass dapat pulang dan beristirahat namun. Kegiatan yang dilakukan Co-Ass saat jaga malam tidak jauh beda dengan kegiatan pagi hari. yaitu melakukan follow-up dan siap sedia jika ada kegawatdaruratan pasien pada malam hari. selalu senyum dan sapa jika berpapasan dan meminta tolong dengan sopan jika membutuhkan bantuan dan mengucapkan terimakasih. Selanjutnya Co-Ass akan mengikuti pasien keruang OK untuk melihat dokter konsulen melakukan operasi. Setelah melakukan kegiatan dari pagi. Untuk menarik perhatian .ke poli pada siang hari untuk membantu menjaga poli.

objektif. benar dan jelas. Pada RS satelit. RSPAD sebagai rumah sakit pendidikan utama FK UPNVJ memberikan pengalaman yang berbeda dengan RS satelit lainnya. planning) yang di dapat melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang yang akan disarankan untuk dilakukan. Sumber : 1. Sebagai RS tipe A.konsultan. assessment. Di RSPAD Co-Ass lebih banyak mendampingi dan mempelajari penyakit-penyakit dengan SKDI 1 atau 2 yang ditangani oleh dokter konsultan dan PPDS. Dian Catur (2011) . Azis (2012) 3. teori dan skill lebih banyak didapatkan karena pasien dengan penyakit SKDI 4 masih banyak ditemukan. Rekam medis di isi berdasarkan SOAP (Subjektif. Penulisan yang baik dan benar dalam membuat rekam medis adalah lengkap. belajar dengan bersungguh-sungguh dan menunjukkan kemampuan terbaik saat bersama dokter konsultan. RSPAD memiliki pasien dengan lebih banyak jenis penyakit dan keperluan penunjang diagnosisnya. Chato (2012) 2. Co-Ass harus rajin dalam menegerjakan tugas yang diberikan dan menerima semua masukan yang diberikan. Tulisan dalam rekam medis harus jelas dan kalua bisa tidak di sambung lalu tanggal dan waktu penulisan serta paraf pengisi rekam medis harus disertakan.