Dukungan Laktasi dan Durasi Menyusui pada Bayi Jaundice: Metode Acak

Terkontrol (Randomized Controlled Trial)

Catherine M. Pound1,2*, Katherine Moreau2 , Kristina Rohde2,3, Nick Barrowman2 ,
Mary Aglipay3 , Ken J. Farion1,2, Amy C. Plint1,2

 Department of Pediatrics, Children’s Hospital of Eastern Ontario, Ottawa,
Ontario, Canada,
 Department of Pediatrics, University of Ottawa, Ottawa, Ontario,
Canada,
 Clinical Research Unit, Children’s Hospital of Eastern Ontario, Ottawa,
Ontario, Canada

ABSTRAK
Latar Belakang: Neonatal jaundice adalah gangguan yang paling sering terjadi
pada bayi selama periode post-natal. Kami memeriksa efek dari dukungan laktasi
dengan durasi menyusui pada bayi jaundice di Rumah Sakit. Metode: Penelitian
dilakukan menggunakan metode acak terkontrol dengan komponen kualitatif yang
melibatkan ibu dari bayi yang jaundice karena menyusui < 4 minggu. Ibu yang
menerima intervensi akan dipertemukan dengan konsultan laktasi yang
bersertifikasi internasional di rumah sakit sebanyak 1-3 kali. Kedua kelompok
akan menerima asuhan standar untuk jaundice. Hasil utamanya adalah pada bayi
yang diberikan asi eksklusif selama 3 bulan.Semua staff peneliti akan di kirim
secara acak pada kelompok eksperimen. Wawancara kualitatif akan dilakukan
pada kedua kelompok. Hasil: Dari 99 peserta, 86 orang dikondisikan untuk hasil
utama. Tidak ada perbedaan antara kelompok hasil utama dengan hasil kedua.
Peserta pada kelompok intervensi mengaku mendapatkan peningkatan rasa
kenyamanan dan rasa percaya diri saat menyusui. Peserta pada kelompok kontrol
mengakui adanya kekurangan pada dukungan laktasinya. Kesimpulan: Program
laktasi kami tidak menghasilkan proporsi ibu yang memberikan asi eksklusif
selama 3 bulan yang lebih tinggi dibandingkan dengan program rumah sakit yang
sekarang. Umpan balik kualitatif yang diterima dari kelompok interfensi adalah
peningkatan rasa percaya diri ibu yang dihubungkan dengan durasi menyusui.
Keputusan untuk menyusui didasari oleh banyak faktor, dan program dukungan
laktasi rumah sakit hanyalah sedikit solusi dari bayi jaundice. Penelitian lebih jauh
dibutuhkan untuk mengetahui dampak dari program dukungan laktasi rumah sakit
dan keberhasilan menyusui pada bayi jaundice.

PENDAHULUAN
Kegiatan menyusui memberikan banyak manfaat untuk bayi, ibu, keluarga, dan
masyarakat dan merupakan nutrisi alami untuk bayi. Pemberian ASI pada bayi
mengurangi kejadian infeksi penyakit dan meningkatkan imunitas bayi.
Karenanya pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sangat direkomendasikan.

seluruh staf penelitian. Penelitian ini terdaftar di www. Rasa percaya diri ibu diketahui sebagai faktor penting dari durasi menyusui.gov. dengan nomor indentifikasi NCT 00966719. Kami berhipotesis bahwa ibu yang menerima intervensi dukungan laktasi di rumah sakit akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk memberui bayinya ASI eksklusif selama 3 bulan dibandingkan dengan ibu yang menerima perawatan standar saat ini. CHEO. dengan kenaikan sebesar 37% pada pemberian ASI eksklusif dalam 3 bulan post partum dengan intervensi berupa promosi pemberian ASI. kemungkinan sebagian disebabkan karena kurangnya dukungan laktasi saat di Rumah Sakit. menyelesaikan wawancara kualitatif lanjutan.clinicaltrial. adalah rumah sakit pediatri tersier. Ibu tidak bisa berpartisipasi dalam penelitian jika bayinya: (a) diberi susu formula eksklusif. TATA CARA PENELITIAN DAN PESERTA. Anggota Etik Penelitian Rumah sakit anak Ontario Utara (CHEO) telah mengizinkan penelitian ini. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa dukungan laktasi. Ibu dari bayi berumur <4 minggu di rumah sakit dengan jaundice dan menyusui dalam jumlah berapapun dapat mengikuti penelitian. bisa menaikan angka menyusui ibu pada bulan ke 2 sampai ke 6 secara signifikan. (c) memiliki kelainan anatomi yang menghalangi kegiatan menyusui. METODE Protokol yang digunakan dalam penelitian ini bisa dilihat di checklist yang tersedia. berlokasi di Ottawa. Penelitian menunjukan bahwa ibu yang bayinya menderita jaundice memiliki kemungkinan lebih besar untuk menghentikan pemberian ASI di masyarakat. Neonatal Jaundice adalah masalah yang sering terjadi pada bayi dalam periode post-natal. dan keprihatinan kami terhadap penyapihan dini pada bayi jaundice. (b) menderita hiperbilirubinemia terkonjugasi. kurangnya rasa percaya diri ibu dengan kemampuan menyusuinya akan memperbesar kemungkinan terjadinya penyapihan pada minggu pertama post-partum. Canada. (d) memiliki . termasuk investigator dan ahli statistik. Ibu dari bayi yang terkena jaundice mengaku mengalami rasa bersalah dan perasaan gagal juga kekurangan. lihat S1 protocol dan S1 CONSORT Checklist. membawa kami untuk meneliti efek dari intervensi dukungan laktasi terhadap durasi menyusui pada bayi di rumah sakit dengan penyakit jaundice. DESAIN PENELITIAN Kami melakukan penelitian acak terkontrol dengan komponen sekunder kualitatif. Ibu dari semua bayi yang didaftarkan ke CHEO dengan jaundice selama masa penelitian akan diperiksa untuk kelayakan. Dengan pengecualian asisten peneliti yang bertanggung jawab dalam merekrut ibu. akan disebar secara acak kepada peserta penelitian. Manfaat kesehatan yang diberikan oleh kegiatan menyusui. Pengenalan dengan peserta harus dilakukan karena penelitian menggunakan metode intervensi. seperti edukasi menyusui pada ibu.

Kelompok Kontrol. atau merupakan ibu angkat dari bayi juga tidak dapat mengikuti penelitian. Kedua konsultan memiliki pengalaman selama 10 tahun. atau (g) hasil dari lahir kembar. karena banyak ibu yang menolak untuk berpartisipasi dalam penelitian disebabkan oleh banyaknya jadwal pertemuan yang dibutuhkan. yang mengharuskan pemindahan kuasa ke konsulen lainnya. Komputer akan mengacak jadwal kedua konsulen. Mereka tidak menerima dukungan menyusuin yang standar dan formal. Tiap konsulen akan menemani pasien yang pertama dia lihat. Kami berencana merekrut dari oktober 2009 sampai april 2011. tapi dilanjutkan sampai oktober 2012 karena sulitnya merekrut peserta penelitian. Seorang asisten peneliti akan meninjau daftar penerimaan secara teratur untuk mengidentifikasi semua bayi yang ada di rumah sakit dengan penyakit jaundice. Kami memastikan lebih lanjut standarisasi dari intervensi dengan mengizinkan konsulen membuat alat yang dibutuhkan untuk menilai ibu dan bayinya. Pompa ASI dan peralatan lain yang berhubungan akan disediakan secara gratis untuk peserta selama 6 minggu. Grup Intervensi. Penentuan kelompok disembunyikan dalam beberapa amplop yang disimpan di tempat aman. dan sebelum penambahan periode lainnya. PROTOKOL PENELITIAN Jadwal yang terandomisasi oleh komputer sudah disiapkan terlebih dahulu untuk memulai periode pendaftaran peserta.kelainan neurogenik. dan memasukan ibu ke grup masing masing. para dewan konsultan akan diminta untuk menilai 10% dari arsip yang disimpan oleh konsultan untuk memastikan bahwa anjuran yang diberikan pada ibu memenuhi standar perawatan. Sebagai bagian . ibu yang memiliki riwayat oprasi payudara. (f) diberi makan melalui enteral tube. Konsultan akan menawarkan sesi lanjutan tiap minggu selama setengah jam sampai 3 minggu di CHEO. kecuali ada hal yang tidak diduga seperti penyakit. Asisten peneliti akan menyelesaikan pemeriksaan kelayakan. Urutan tersusun acak per 4 sampai 6 blok mutasi. oleh ahli statistik yang tidak berperan dalam pendaftaran peserta. Sebagai tambahan. Intervensi oleh konsultan berdasarkan pada pelaksanaan guideline klinis dan termasuk mengulas keuntungan dari kegiatan menyusui dan juga penilaian teknik menyusui ibu. Ibu yang masuk dalam kelompok kontrol akan menerima perawatan kesehatan standar untuk bayi jaundice oleh CHEO. (e) riwayat masuk neonatal intensive care unit (NICU) setelah lahir. Di akhir periode penelitian. hasil informed consent. Ibu yang masuk dalam grup intervensi akan menerima perawatan medis standar untuk jaundice di CHEO dan dipertemukan dengan dua konsultan laktasi bersertifikat selama perawatan bayinya sebanyak 1 kali. Kami awalnya diminta agar semua ibu menghadiri seluruh 3 sesi tapi kemudian diganti untuk minimal 1 sesi. Setelah bayi dipulangkan. tidak mengerti bahasa inggris atau perancis. Ibu akan diajari bagaimana dan kapan menggunakan pompa ASI dan cara menyimpan ASI yang sudah dipompa.

waktu pulang kerja. tapi nasihat dan anjurannya tidak dijamin memenuhi standar. harpan merekan dari konsultan penelitian laktasi. beberapa ibu tidak mengembalikan buku hariannya atau tidak dapat dihubungi melalui telepon. panduan wawancara memasukan 10 pertanyaan terbuka dan tertutup yang berpusat pada tanggapan ibu terhadap intervensi. dan kunjungan ke layanan dukungan ASI. perawatan di rumah sakit dan alasannya. Sebaliknya. Tidak ada perawatan yang disembunyikan dari kelompok kontrol. kunjungan ke ahli dan alasannya. . 16 bulan selama penelitian. Kami awalnya berencana untuk mengambil informasi pemberian makan bayi melalui buku harian dan telepon sekaligus. diskusi dengan ahli tentang kegiatan menyusui. berat lahir. Komponen kualitatif ini dilakukan pada sub kelompok yang terdiri dari anggota kedua kelompok. jumlah makanan formula yang diberikan dan waktu menyusui di payudara berbeda. umur ibu. berat sekarang) dicatat saat pelaksanaan eksperimen. Pengukuran lanjutan akan diambil saat bayi berumur 6 bulan. 4. panduan wawancara mengandung 7 pertanyaan terbuka dan tertutup yang berpusat pada tanggapan ibu terhadap perawatan standar yang mereka dapatkan untuk dukungan laktasi selama di rumah sakit. karena konsulen tidak tersedia di institusi kami. untuk kelompok kontrol. Untuk kelompok intervensi. kami mengambil data melalui telepon hanya untuk ibu yang tidak mengembalikan buku hariannya. ibu dalam kelompok ini dapat menerima anjuran dan rekomendasi dari perawat atau ahli untuk bayinya di rumah sakit. dan pengalamannya dalam mengikuti intervensi. Karenanya. jumlah anak. dan 6 bulan. karena ingatan ibu dapat dipercaya sampai 3 tahun. PENGUKURAN Informasi dasar tentang ibu (demografi. Pertanyaan berpusat pada tanggapan ibu terhadap kegiatan menyusui sebelum intervensi. Wawancara dilakukan 1 minggu setelah dipulangkan dari rumah sakit. 3. dan pengalaman menyusui) dan bayinya (umur gestasional. untuk referensi akurasi jawaban ibu. Asisten peneliti yang diacak akan menghubungi peserta 1 minggu setelah dipulangkan dari rumah sakit untuk mengingatkan peserta agar mengerjakan buku hariannya.dari perawatan standar. kami juga memasukan komponen data kualitatif sekunder. ibu dari kedua kelompok dapat berkonsultasi dengan konsulen probadi dan juga dengan perawat setelah dipulangkan dari rumah sakit. Wawancara diadakan 1 minggu setelah sesi konsultasi laktasi terakhir. Ibu akan diingatkan untuk mengisi bukunya saat bayinya berumur 2. Ibu akan diberikan buku harian setelah dipulangkan dari rumah sakit dan diminta untuk mengisi buku tersebut untuk mencatat informasi dari makanan padat dan formula yang diberikan pada bayi. Tetapi. Data dari durasi menyusui dikumpulkan pada waktu tertentu langsung dari ibu. Tetapi. Untuk menerima umpan balik dari intervensi dukungan laktasi pada kegiatan menyusui.

Analisis Kuantitatif Analisis utama mengikuti prinsip “intention-to treat” (niat-untuk- memperlakukan) dan melibatkan semua pasien dengan hasil utama yang direkam. bila bayi lahir prematur. Kami juga sebelumnya berencana utuk membandingkan proporsi kelompok pemberian ASI eksklusif dalam kelompok kontrol dengan yang ada di populasi total Ottawa. atau 3 bulan diperbaiki.05. Mengingat bahwa studi bayi muda sebelumnya yang dilakukan di institusi kami telah menunjukkan tingkat lanjutan yang tinggi ketika hasil hasil utama ditentukan melalui follow-up telepon. pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Untuk komponen yang kualitatif dari studi kami bertujuan untuk merekrut 20 secara acak dipilih ibu dari masing-masing kelompok.5%. Peningkatan dianggap masuk akal berdasarkan suatu meta-analisis acak terkontrol yang menggabungkan pendidikan dan program dukungan yang menunjukkan tingkat peningkatan pemberian ASI 36% (95% interval kepercayaan: 22-49%). Untuk memperhitungkan kerugian ini. dan jumlah juga jenis dukungan laktasi yang diberikan oleh ahli utama selama 6 bulan awal kehidupan.Outcomes Hasil utama yang diukur adalah pemberian ASI eksklusif saat bayi berumur 3 bulan. Pemberian ASI eksklusif berarti tidak ada pemberian susu lain selain ASI. Kami mendukung penelitian kami untuk mendeteksi peningkatan 25% mutlak pada penilaian pemberian ASI saat 3 bulan. Hasil sekunder termasuk pemberian ASI sebagian pada 3 dan 6 bulan. Analisis utama adalah perbandingan antara kelompok proporsi ASI eksklusif . Ukuran sampel dihitung menggunakan software PS (version 3). ukuran sampel 58 ibu per grup akan menunjukkan hasil dalam kekuatan 80% untuk mendeteksi 25% peningkatan tingkat pemberian ASI. kita perlu merekrut 62 pasien dalam setiap kelompok. Pengaturan probabilitas tipe I dengan kesalahan 0. berdasarkan penilaian pemberian ASI eksklusif di kota Ottawa dan hasil studi kami sebelumnya. kami memperkirakan kerugian kami untuk tindak lanjut tidak lebih dari 7. Ukuran Sampel Kami mengasumsikan 50% sebagai penilaian dasar pemberian ASI eksklusif saat usia 3 bulan. jumlah kunjungan kembali ke rumah sakit dan ahli selama 6 bulan pertama kehidupan.

dan secara statistik menggunakan uji log-rank. Analisis Kualitatif Analisis konten kualitatif konvensional digunakan untuk menganalisis data wawancara. dengan p-value kurang dari 0.3 bulan menggunakan tes Fisher’s exact. Asisten riset kualitatif terlatih secara independen membaca transkrip beberapa kali untuk mendapatkan pemahaman secara keseluruhan dan mengembangkan skema pengkodean untuk menganalisis data. Waktu untuk penghentian pemberian ASI eksklusif dibandingkan antar kelompok secara grafis menggunakan kurva Kaplan- Meier. SPSS versi 22 digunakan untuk melakukan semua analisis. setiap ibu yang berpartisipasi juga disediakan dengan kesempatan untuk memverifikasi transkrip wawancaranya. Risk ratio dan interval kepercayaan 95% juga dihitung.05 dianggap signifikan secara statistik. Selama periode penelitian. Pendekatan ini menjamin bahwa skema pengkodean ini berasal dan mengalir langsung dari data. asisten riset terlibat dalam proses tanya jawab dengan analis kualitatif yang lain. Untuk memastikan ketepatan analisis. Data yang hilang akibat ketidakberlanjutannya tindak follow- up tidak diperlihatkan karena akan membutuhkan asumsi yang kuat. Hasil lain diuji menggunakan uji Fisher's exact dan model regresi Poisson yang tepat. 317 bayi dengan jaundice masuk ke Rumah . Proporsi menyusui dibandingkan dengan orang-orang dalam kelompok Ottawa sebagaimana ditentukan oleh the Infant Care Survey menggunakan uji one-sample binomial. Semua tes memiliki dua sisi. Untuk meningkatkan kredibilitas temuan. HASIL Rekruitmen Pasien dan Karakteristik Dasar Bagan 1 dan Tabel 1 memperlihatkan rekruitmen dan karakteristik partisipan penelitian. yang mungkin sulit untuk dibenarkan.

Terdapat 4 protokol penyimpangan pada pasien. Bagan 1 Alur Penelitian Studi rekrutmen subjek jauh lebih sulit daripada yang diantisipasi dan kami tidak mampu memenuhi ukuran sampel target kami sebanyak 62 pasien per grup meskipun memperpanjang periode perekrutan kami selama 18 bulan dari perkiraan waktu awal kami. Hasil akhir didapatkan 45 orang kelompok intervensi dan 41 orang dimasukkan ke dalam kelompok kontrol.Sakit. semua bayi dengan jaundice di Ottawa dirawat hanya di Rumah Sakit kami . seorang partisipan di kelompok intervensi tidak mengunjungi sesi konsultasi laktasi dan tiga orang partisipan lainnya hanya mendapat sesi konsultasi laktasi saat masih dirawat di Rumah Sakit. 234 ibu memenuhi persyaratan dan 99 orang dimasukkan dalam penelitian dengan 50 orang menjadi kelompok intervensi (mendapat dukungan laktasi) dan 49 orang kelompok kontrol (perawatan standar). Selama penelitian kami didesain.

000 9 (18.000 18 (37. tetapi mereka tidak akan kembali untuk tindak lanjut sesi karena komitmen untuk anak-anak lain.9) Menolak untuk menjawab 2 (4. atau kelelahan dan dengan demikian tidak ingin terdaftar dalam studi lagi.000 12 (25) 10 (20.5) 13 (26) Training di universitas 4 (8. Perubahan ini dalam praktek-praktek pemberian secara dramatis mengurangi jumlah bayi dengan jaundice yang datang kepada kami. Selain itu.000-$ 69. kesulitan transportasi. Rumah Sakit Ibu dan Anak berbasis masyarakat lainnya sebagai pusat yang menyediakan perawatan persalinan juga mulai menyediakanpelayanan konsultasi laktasi.1) 2 (4) Pendidikan Terakhir SMA 4 (8.1) 5 (10) .4) 6 (12) 26-30 13 (26.1) 28 (56) Pendapatan Rumah Tangga Gabungana < $ 30.(CHEO).5) 11 (22) 31-35 18 (36.0) Vokasi/technical training 13 (26.2) Ibu Merokok di Rumah Ya 0 (0) 1 (2) Status Pernikahanb Menikah 47 (97.8) 50 (100) Prancis 6 (12. perekrutan ini juga sulit.8) 8 (16.2) 4 (8.000 7 (14.4) > $ 100. Tabel 1 Demografi dan Karakteristik Klinis Subjek Kontrol (n=49) n Intervensi (n=50) n (%) (%) Bahasa Inggris 43 (87. dengan demikian kita tidak mampu melakukan studi ini dengan baik. Segera setelah periode perekrutan kami.2) 0 (0) Usia 15-20 0 (0) 2 (4) 21-25 9 (18.5) 21 (42.3) $ 70.7) 23 (46) 36-40 7 (14.2) 5 (10) Menyesaikan kuliah 28 (57.000-$ 100.2) $ 30.3) 6 (12) >40 2 (4. Rumah Sakit lainnya juga mulai merawat bayi yang lahir di Rumah Sakit mereka sendiri jika diperlukan pengobatan untuk jaundice.2) 6 (12.6) 4 (8. karena kebanyakan ibu bersedia untuk bertemu dengan konsultan laktasi di Rumah Sakit.9) 45 (90) Tidak Menikah 1 (2.

5) Saat Lahir a n = 97.2) 32 (64) Dokter Keluarga 21 (42. c n = 45 Hasil Pemberian ASI Tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok pada pemberian ASI eksklusif di bulan ke-3 (Tabel 2).9) 17 (34) Berencana Kembali Bekerja Sebelum Anak Berusia 1 Tahun Ya 12 (25) 10 (20) Usia Rata-rata saat Masuk 5.1) 6 (12) Menerima Dukungan Pemberian ASI dengan Bayi Sebelumnyac Ya 15 (86.2) untuk .3) 14 (51.8-135. Jumlah ibu yang mencari bantuan pemberian ASI tidak berbeda di antara kedua kelompok tersebut di bulan ke-3 dan bulan ke-6.3 (0. b n = 98. Tidak terdapat pula perbedaan secara signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dalam mengindahkan waktu menyapih (p=0.9 (4) 6.5) 3.6) 8 (16) Tidak melakukan perawatan 0 (0) 3 prenatal Menghadiri Kelas Prenatal Ya 21 (42.4 (4) ke CHEO (dalam hari) (mean.97). Median waktu penyapihan adalah 107 hari (95% interval kepercayaan: 78.3 (1.3 (1. Kelompok tersebut memiliki proporsi pemberian ASI parsial pada bulan ke-3 dan bulan ke-6 dan proporsi pemberian ASI eksklusif bulan ke-6.Jumlah Anak Sebelumnya Tidak ada 31 (63.3) 22 (44) 1 14 (28. SD) Berat Kelahiran Bayi (kg) 3.6) 22 (44) >1 8 (8.3 (0.6) Usia Gestasional Rata-rata 38.5) 38.8) 27 (54) Menerima Perawatan Medis dari: Dokter Kandungan 29 (59.9) Bayi Menerima Formula Sebelum Dirawat di RS Ya 22 (45.9) 29 (58) Bidan 15 (30.

5) 22/45 (48.2 (6.00 bulan ke-3 Jumlah ibu yang mencari bantuan pemberian ASI di 7/38 (18.40 ke-3 Hasil Sekunder Pemberian ASI parsial di 39/41 (95.0) 1.1) 2 (4.03 0.83–1. seperti jumlah pertemuan dengan dokter pada 6 bulan pertama kehidupan di antara kelompok tersebut (Tabel 2).85–1.36 0. kelompok kontrol dan 122 hari (95% interval kepercayaan: 78.1) 1.15 0.9) 0.0) 9.6) 0.02 1.30) 0.58–3.00 bulan ke-6 Pemberian ASI parsial di 31/38 (81.32–27.0) 1.4) 11/44 (25.00 0.50 0.78 bulan ke-6 Jumlah ibu yang mencari bantuan pemberian ASI di 7/41 (17.95–2. Tabel 2 Hasil Pemberian ASI dan Pemanfaatan Perawatan Kesehatan Lanjutan Estimasi Risikoa Kelompok Kelompok Risk Interval P Kontrol: n Intervensi: n Ratiob Kepercayaan value (%) (%) 95% Hasil Primer Pemberian ASI di bulan 24/41 (58. Proporsi pembersian ASI parsial di bulan ke-3 dan ke-6 juga dibandingkan antara kelompok kontrol dan proporsi tersebut dilaporkan di the Infant Care Survey dan didapatkan jauh lebih tinggi pada studi populasi kami.91 0.32 lanjutan untuk jaundice Jumlah bayi dengan perawatan di RS yang 3 (6. .84 0.24 0.27 0.0–12.38 0.35–2.2) 1.38 1.15 0.0) 2.26 0.0) 3 (6.60 bulan ke-6 Jumlah bayi dengan perawatan kesehatan 1 (2.0) 1.00 bulan ke-3 Pemberian ASI eksklusif di 6/38 (15.6) 1.44–3.91–1.10 1.09 tidak berhubungan dengan jaundice Jumlah pertemuan bayi.1) 43/45 (95.94 (0.9 (6. Tidak ada perbedaan signifikan pada jumlah re-hospitalisasi untuk kasus yang berhubungan dengan jaundice dan non-jaundice.6) 37/44 (84.6-119.03 0.8) 8/44 (18.3–12.77 dokter per tahun (median.74) untuk kelompok intervensi (Bagan 2). 9.1) 7/45 (15.56–1.

dan status pernikahan. usia.IQR) a membandingkan intervensi relative terhadap kontrol b analisis regresi Poisson digunakan untuk mengkomputisasi rate ratio insidens jumlah bayi dengan perawatan RS yang tidak berhubungan dengan jaundice dan jumlah pertemuan bayi-dokter per tahun. pendapatan. Kelompok intervensi. Non- responden ditemukan secara signifikan cenderung tidak menikah (p=0. Bagan 2 Waktu Penyapihan Wawancara Kualitatif dan Hasil 31 sampel yang di wawancara (13 kontrol dan 18 kelompok intervensi). diberitahu tentang cara mempompa payudara dan cara-cara . tidak ada anak yg dilaporkan kehilangan berat badan. Kemungkinan kehilangan atau kesalahan hasil di bulan ke-3 diinvestigasi termasuk bahasa.03). Pada kelompok intervensi. menjadi lebih jaundice. Tidak ada kejadian buruk yang dilaporkan pada kelompok intervensi. penurunan gairah. pendidikan. ibu yang dibimbing oleh konsultasi laktasi. atau gejala lain yang menjadi perhatian konsultan laktasi pada saat follow-up. Semua hasil lainnya diolah dengan uji Fisher’s exact.

Seorang peserta menggambarkan perspektif dengan baik dan menyatakan. dan memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk terus menyusui anak-anak mereka selanjutnya. lalu berpendapat bahwa melakukan pompa payudara itu bermanfaat. Peserta melihat adanya konsultasi laktasi ini dapat meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan pada diri sendiri untuk terus menyusui. tapi mereka sangat menghargai. meningkatkan perasaan. Ini lebih baik dari yang saya lakukan sebelumya. Saya berpikir saya tahu. Sangat bermanfaat. “ ini semua sangat berguna daripada di rumah sakit karena di rumah sakit setelah selesai anda langsung pergi dan anda akan merasa khawatir atau lainnya. Kamu . Hal ini dapat mengurangi rasa stress yang terjadi. para ibu merasa senang. untuk mengetahui pertumbuhan bayi mereka. Contoh. salah satu peserta memberikan pernyataan. “ Dengan melakukan pompa. Kita menerima pelajaran tentang hal tersebut dan para konsultasi laktasi ini sangat sabar dan mengerti dalam pembelajaran ini. Mereka bercerita bagaimana bertanya dan menimbang bayi.” Banyak ibu yang menghargai sikap ramah dan menghibur serta keahlian dari konsultasi laktasi.” Meskipun ada beberapa ibu merasa bahwa sesi selanjutnya tidak menyenangkan. dia memberitahu bahwa dengan adanya hal tersebut membuat tubuh bayi lebih baik.” Selain itu. memotivasi peserta untuk terus menyusui. kita dapat menyimpan susu sebagai persediaan. Itu sangat membantu. beberapa ibu diberi tahu tentang cara mempompa payudara dan acara selanjutnya. Beberapa peserta mengetahui dukungan khusus dan pelatihan yang diberikan oleh konsultasi laktasi ini sehingga secara jelas dapat membedakan konsultasi laktasi dengan perawatan kesehatan lainnya yang ada di rumah sakit : “Dengan memiliki keahlian dan pelatihan tambahan yang ada. Saya tahu tentang perbedaan ini dan bagaimana melakukannya.selanjutnya . Contoh. pernyataan seorang ibu : “ saya merasa lebih percaya diri karena saya tahu dia benar-benar mendapatkan asupan makanan.

Tawaran yang diberikan oleh rumah sakit memberikan umpan balik negatif. Hasil ini bertentangan dengan literatur yang ada.” Diskusi Pada uji acak terkendali ini. uji acak terkendali mengevaluasi efektifitas intervensi promosi di Republik Belarus. terjadi peningkatan bermakna sampai 37% dari prevalensi pemberian ASI esklusif selama 3 bulan pada kelompok intervensi. kesadaran ibu memenuhi syarat dukungan laktasi ketika dirawat di rumah sakit. Pada penelitian yang berbeda. Penelitian Cohcrene baru-baru ini menemukan bahwa dukungan dari ahli professional dan keluarga sangat efektif dalam memperpanjang waktu menyusui.tidak memiliki banyak pertanyaan yang diinginkan. Pada kelompok kontrol. bahkan hanya untuk kasus ibu yang hanya duduk tanpa mengetahui cara untuk makan bahkan melakukan pompa tidak baik untuk persediaan susu. Hasil penelitian yaitu tidak terdapat perbedaan bermakna dalam pemberian ASI esklusif selama 6 bulan. Setelah itu saya berhenti bertanya. Beberapa sample mengungkapkan kecemasan dalam praktik menyusui ini. Dukungan ahli professional yang sangat efektif dari keduanya [23].” Kelompok kontrol. Terjadi . ketika tertuju pada uji acak terkendali yang menggabungkan dukungan laktasi dengan program pendidikan di Negara maju. Pendidikan dan dukungan dapat meningkatkan tingkat menyusui jangka pendek sebesar 36% [12]. Terakhir.” “Jika saya memiliki dukungan dari seseorang untuk menyusui. Sesi selanjutnya sangat penting dan diselenggarakan setiap minggu. pada uji PROBIT [13]. Sample mengambarkan bahwa kurangnya dukungan dan pengetahuan dari penyedia layanan kesehatan. Kutipan berikut menggambarkan tentang proses ini : “ Kami tidak yakin apakah kami sudah cukup dalam memberi makan atau tidak. tapi itu bukan pernyataan yang dapat dijawab oleh perawat karena mereka hanya tahu melalui kotorannya – itulah yang saya dengar. peneliti membandingkan program dasar dukungan konsultasi laktasi dengan perawatan bayi kuning baru lahir. jika dokter atau para perawat memiliki pengetahuan sedikit tentang itu dan mengerti.

pada penelitian kualitatif sekunder mendapatkan hasil positip terhadap intervensi dukungan laktasi. Jadi. sebagian besar sample menyadari bahwa dukungan yang diberikan oleh dokter dan perawat sangat terbatas. walaupun telah mencapai ukuran sampel target. kemungkinan besar kita tidak akan melihat efek dari intervensi tersebut. Dengan interval kepercayaan yang sangat besar dengan rasio risiko (0. Penelitian ini memiliki keterbatasan. Pengarahan jauh lebih sulit dari yang dibayangkan. Kemungkinan efek yang terlihat kecil dan akan membutuhkan ukuran sampel yang jauh lebih besar. Ini merupakan waktu yang tepat untuk memberitahu tentang pentingnya menyusui. . Hal ini sesuai dengan penelitian lain yang menunjukan bahwa dokter dan penduduk tidak memiliki keterampilan untuk memberikan bimbingan yang tepat untuk ibu menyusui [24-31]. Hal ini sangat penting karena kepercayaan ibu merupakan indikator yang kuat untuk menyusui [10].penurunan tajam dalam proporsi menyusui pada kedua kelompok peserta pada bulan pertama dan pada bulan ke 3 dan ke 4 (Gambar 2). Kami juga mencatat bahwa lebih banyak ibu dalam kelompok kontrol dibandingkan dengan kelompok intervensi yang dilaporkan menerima dukungan menyusui dengan bayi sebelumnya dan ini juga dapat meningkatkan proporsi ibu yang mempertahankan menyusui pada kelompok kontrol. dengan kurangnya percaya diri membuat indikasi penyapihan lebih tinggi pada 6 minggu pertama setelah melahirkan [23]. Sampel menggambarkan dorongan dan kepastian. Efek dari intervensi mungkin telah dilemahkan karena wanita dengan keinginan kuat untuk menyusui lebih cenderung mendaftar dalam penelitian ini (proporsi menyusui pada kelompok kontrol kami ternyata jauh lebih tinggi daripada populasi umum). tingkat motivasi dan dukungan untuk terus menyusui. Meskipun tidak ada perbedaan bermakna pada penelitian ini. Ibu pada kelompok intervensi merasa lebih percaya diri dibandingkan dengan kelompok kontrol. dengan interval kepercayaan tersebut kemungkinan dapat menghasilkan peningkatan dalam pemberian ASI esklusif pada populasi ini.24) untuk pemberian ASI esklusif selama 3 bulan. dan sampel yang diharapkan tidak memenuhi yaitu sample target adalah 62 ibu perkelompok. terjadi kesejahteraan emosi.56 sampai 1. Pada kelompok kontrol.

ConsMeskipun pada penelitian inti tidak menemukan perbedaan dalam proporsi pemberian ASI diantara kelompok. perhatian selanjutnya harus diberikan untuk ibu menyusui yang sedang dirawat di rumah sakit. mempunyai manfaat ekonomi yang besar yaitu dengan terjadinya penurunan penyakit pada masyarakat . Informasi pendukung . Keputusan untuk menyusui adalah dukungan laktasi berbasis multifaktoral dan dukungan laktasi di rumah sakit merupakan hal kecil yang didapatkan pada bayi kuning yang sedang di rawat.Kesimpulan Kesimpulan terdapat hasil positip terhadap pemberian ASI bagi bayi dan ibu. dengan adanya temuan kualitatif menggambarkan manfaat intervensi untuk ibu. S1 protokol (DOC) . Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menjelaskan dampak dari program dukungan laktasi untuk menyukseskan pemberian susu pada bayi. S1 CONSORT Checklist (DOC) .