1.1.

Latar Belakang
Pelayanan kesehatan, baik di Rumah Sakit maupun di Puskesmas, akan diapresiasi oleh
masyarakat luas selaku pengguna layanan jika pelayanan kedua institusi pelayanan kesehatan
tersebut bermutu. Pelayanan kesehatan yang bermutu pasti menggunakan pendekatan manajemen
sehingga pengelolaannya menjadi efektif, efisien, dan produktif. Untuk bisa menyediakan pelayanan
kesehatan seperti itu, pimpinan dan staf dari kedua institusi pelayanan tersebut harus menerepkan
prinsip-prinsip manajemen (Muninjaya, 2012).
Manajemen adalah ilmu terapan yang dapat dimanfaatkan di berbagai jenis
organisasi untuk membantu manajer dalam memecahkan masalah organisasi, sehingga
manajemen juga dapat digunakan dalam bidang kesehatan untuk membantu manajer
organisasi pelayanan kesehatan memecahkan masalah kesehatan masyarakat. Menurut
Notoatmodjo (2003), manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk
mengatur petugas kesehatan dan non-petugas kesehatan masyarakat melalui program
kesehatan. (Herlambang &Murwani, 2012).
Sebagian besar penempatan dokter yang baru lulus diarahkan untuk memenuhi
kebutuhan tenaga medis di puskesmas seluruh Indonesia. Dokter tidak saja berperan
sebagai medicus practicus, tetapi juga sebagai pimpinan unit kerja pelayanan kesehatan
seperti sebagai kepala puskesmas (Muninjaya, 2012). Selain itu, Undang-undang Republik
Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, menyebutkan dalam pasal 34 ayat 1
bahwa setiap pimpinan penyelenggaraan fasilitas pelayanan kesehatan perseorangan harus
memiliki kompetensi manajemen kesehatan perseorangan yang dibutuhkan (Kemenkes,
2009). Untuk itu, dokter dituntut untuk mengembangkan managerialship dan leadership-
nya sehingga tugas pokok dan fungsi puskesmas berkembang efektif,efisien,dan produktif.
Oleh karena itu, penting bagi dokter untuk mengetahui lebih dalam serta memiliki
kemampuan mengenai manajemen kesehatan dan manajemen puskesmas (Muninjaya,
2012).

1.2. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang manajemen kesehatan
dan manajemen puskesmas serta peran seorang dokter dalam manajemenkesehatan
dan manajemen puskesmas.

1.3. Manfaat

Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada penulis dan pembacakhususnya
dokter agar dapat lebih mengetahui dan memahami mengenai Manajemen Kesehatan dan Manajemen
Puskesmas sehingga dapat menerapkannya saat bertugas sebagai dokter nantinya.

Di bidang kesehatan. manajemen adalah ilmu atau seni tentang penggunaan sumber daya secara efisien. manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur para petugas kesehatan dan nonpetugas kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan (Herlambang & Murwani.1. 2012). 2012). 1946). menetapkan tujuan program yang paling pokok.1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 2012) : 1.1. . Manajemen Kesehatan 2. manajemen diterapkan untuk mengatur perilaku staf yang bekerja di dalam organisasi (institusi pelayanan) kesehatan untuk menjaga dan mengatasi gangguan kesehatan pada individu atau kelompok masyarakat secara efektif. dan tidak hanya terbatas pada keadaan bebas dari penyakit atau kelemahan fisik dan mental saja (WHO. Sehat adalah suatu keadaan optimal. dan ruang lingkup masalah yang dihadapi. efisien. dan menyusun langkah-langkah praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut.1.9 tahun 1960 (Herlambang & Murwani. yakni peningkatan derajat kesehatan yang setinggi- tingginya. dan produktif (Muninjaya. 2. Di Indonesia pengertian sehat dituangkan dalam UU Pokok Kesehatan RI No. Definisi Secara klasik. Menurut Notoatmodjo (2003) dalam buku Manajemen Kesehatan dan Rumah Sakit. Fungsi Fungsi-fungsi dalam manajemen kesehatan sama dengan fungsi-fungsi dalam manajemen perusahaan. yaitu (Herlambang & Murwani. dan rasional untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. baik jasmani maupun rohani serta sosial ekonomi. bentuk kerja sama manusia di dalam organisasi.. 2012). Manajemen merupakan ilmu terapan yang penerapannya disesuaikan dengan ruang lingkup fungsi organisasi. Sesuai dengan tujuan sistem kesahatan. Fungsi Perencanaan (Planning) Perencanaan merupakan fungsi terpenting dalam manajemen. maka manajemen kesehatan tidak dapat disamakan dengan manajemen niaga yang lebih berorientasi pada upaya mencari keuntungan berupa uang untuk pemilik perusahaan (profit oriented) melainkan manajemen kesehatan berorientasi memberikan manfaat pelayanan secara optimal pada masyarakat (benefit oriented) oleh karena organisasi kesehatan lebih mementingkan pencapaian kesejahteraan umum (Herlambang & Murwani. efektif. menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia. 2012). Perencanaan kesehatan adalah sebuah proses untuk merumuskan masalah-masalah kesehatan yang berkembang di masyarakat.2.

Dengan pengorganisasian. Beberapa hal yang dapat menggerakkan dan mengarahkan sumber daya manusia dalam organisasi yaitu : peran kepemimpinan (leadership). pendelegasian wewenang. 3. Fungsi Pelaksanaan dan Pembimbingan (Actuating) Pada fungsi ini lebih mengarahkan dan menggerakkan semua sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah disepakati. motivasi staf. yaitu: (a) tujuan organisasi harus sudah dipahami oleh staf. tugas pokok dan prosedur kerja staf. bentuk dan standar pengawasan yang akan dilakukan. (b) mengidentifikasi masalah dan prioritasnya. Fungsi Pengawasan (Controlling) Melalui fungsi pengawasan. . (e) penugasan personal yang terampil. dan komunikasi yang lancer antar staf. (5) membuat organisasi berkembang secara dinamis. 4. (4) mengusahakan suasana lingkungan kerja yang meningkatkan motivasi prestasi kerja staf. kerja sama antar staf. dan pemanfaatan staf dan fasilitas fisik yang dimiliki organisasi. (d) menetapkan kewajiban yang harus dilakukan oleh staf dan menyediakan fasilitas pendukung yang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya. Fungsi Pengorganisasian (Organizing) Dengan adanya pengorganisasian. standar keberhasilan program yang telah dibuat dalam bentuk target. (c) menentukan tujuan program. Ada enam langkah penting dalam membuat pengorganisasian. hubungan organisatoris dalam struktur organisasi. 2. (e) menyusun rencana kerja operasional. sejauh mana efektivitas kepemimpinan dan pengarahan yang diperlukan. Adapun tujuan fungsi pelaksanaan dan pembimbingan adalah: (1) menciptakan kerjasama yang lebih efisien. (c) menggolongkan kegiatan pokok ke dalam suatu kegiatan yang praktis. Dengan perencanaan dapat mengetahui : tujuan yang ingin dicapai. dan sebagainya harus selalu dibandingkan dengan hasil yang telah dicapai atau yang mampu dikerjakan oleh staf. jenis dan struktur organisasi yang dibutuhkan. (b) membagi habis pekerjaan dalam bentuk kegiatan-kegiatan pokok untuk mencapai tujuan. (3) menumbuhkan rasa menyukai dan memiliki pekerjaan. (d) mengkaji hambatan dan kelemahan program. seorang pemimpin akan mengetahui: pembagian tugas secara jelas. prosedur kerja. (2) mengembangkan kemampuan dan keterampilan staf. yaitu: (a) analisa situasi. Terdapat lima langkah yang perlu dilakukan pada proses penyusunan sebuah perencanaan dalam manajemen kesehatan. maka seluruh sumber daya yang dimiliki oleh organisasi akan diatur penggunaannya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. jenis dan jumlah staf yang diinginkan dan uraian tugasnya.

pimpinan organisasi harus menganalisis kelemahan pelaksanaan salah satu atau beberapa fungsi manajemen tersebut (Muninjaya. Meskipun keempat fungsi manajemen tersebut terpisah satu sama lain. teteapi sebagai sebuah proses. Gambar 2. 5. 2012 2.(b) evaluasi terhadap proses.1 Siklus Fungsi Manajemen Sumber: Muninjaya. Fungsi-fungsi manajemen diatas dapat dilihat pada Gambar 2. 2012). Ruang Lingkup Seperti halnya manajemen perusahaan. Ruang lingkup manajemen kesehatan secara garis besar mengerjakan kegiatan yang berkaitan dengan (Herlambang & Murwani.1. Jenis standar pengawasan ada dua.1. (2) standar kriteria. dan laporan tertulis dari staf. Manajemen sumber daya manusia (personalia) 2.3. Manajemen keuangan (mengurusi cashflow keuangan) . Jika tujuan organisasi belum tercapai. Pemimpin bisa mendapatkan data pada saat melakukan pengawasan dengan tiga cara: pengamatan langsung. dilaksanakan setelah pekerjaan selesai. keempatnya merupakan suatu rangkaian kegiatan yang berhubungan satu sama lain. (c) evaluasi terhadap output. yaitu: (a) evaluasi terhadap input. standar yang diterapkan untuk kegiatan-kegiatan pelayanan oleh petugas yang sudah mendapatkan pelatihan. dilaksanakan sebelum program dilaksanakan. yaitu : (1) standar norma. Fungsi Evaluasi (Evaluation) Tujuannya yaitu untuk memperbaiki efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program dengan memperbaiki fungsi manajemen. Evaluasi ada beberapa macam. laporan lisan dari staf atau pengaduan masyarakat.: 1. dilaksanakan pada saat kegiatan berlangsung. 2012). standar yang dibuat berdasarkan pengalaman staf melaksanakan program yang sejenis atau yang pernah dilaksanakan dalam situasi yang sama di masa lalu. di bidang kesehatan juga dikenal berbagai jenis manajemen sesuai dengan ruang lingkup kegiatan dan sumber daya yang dikelolanya.

dan bermutu (Muninjaya. Dinas Kesehatan. 2012). Manajemen logistik (mengurusi logistik-obat dan peralatan) 4. guna menjamin tercapainya derajat kesehatan yang setinggi-tingginya (Herlambang & Murwani. Subsistem Manajemen Kesehatan Subsistem adalah bagian dari sistem yang membentuk sistem pula. Rumah Sakit. Pembiayaan Program Kesehatan . serta pengaturan hukum kesehatan secara terpadu dan saling mendukung. Dalam sistem kesehatan nasional. Dinas Kesehatan di daerah.5. 2012). 2. Ilmu pengetahuan dan teknologi. pelaksanaan. Khusus untuk tingkat Puskesmas. pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Administrasi kesehatan. dan Puskesmas perlu dilakukan kajian proses penyusunan rencana tahunan Departemen Kesehatan dan Dinas Kesehatan di daerah. efisien. produktif. Informasi kesehatan. seperti Kantor Departemen Kesehatan. 4. dan diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi (unit kerja dan sebagainya) secara efektif. subsistem manajemen kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya administrasi kesehatan yang didukung oleh pengelolaan data dan informasi. adalah hasil penelitian dan pengembangan yang merupakan masukan bagi pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Penerapan manajemen pada unit pelaksana teknis seperti puskesmas dan RS merupakan upaya untuk memanfaatkan dan mengatur sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing unit pelayanan kesehatan tersebut.1. 2. penerapan manajemen dapat dipelajari melalui perencanaan yang disusun setiap lima tahunan (Herlambang & Muwarni. 2. dan pengendalian serta pengawasan dan pertanggungjawaban penyelenggara pembangunan kesehatan. adalah kegiatan perencanaan. adalah peraturan perundang-undangan kesehatan yang dipakai sebagai acuan bagi penyelenggara pembangunan kesehatan. dan jajarannya. 3. Subsistem manajemen kesehatan terdiri dari empat unsur utama (Herlambang & Murwani.3. 2012). adalah hasil pengumpulan dan pengolahan data yang merupakan masukan bagi pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Manajemen kesehatan harus dikembangkan di tiap-tiap organisasi kesehatan di Indonesia. 2012) : 1. dan Puskesmas.4.1. Hukum kesehatan. Untuk memahami penerapan manajemen kesehatan di Rumah Sakit. Manajemen pelayanan kesehatan dan sistem informasi manajemen (melayani pelayanan kesehatan masyarakat) Untuk masing-masing bidang tersebut dikembangkan manajemen yang lebih spesifik sesuai dengan ruang lingkup dan tugas pokok institusi kesehatan.

2. sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. dapat dalam bentuk hibah (grant) atau pinjaman (loan) untuk investasi atau pengembangan pelayanan kesehatan. 2014): . 2. 2012) : 1. 2014) : a.2. Pemerintah pusat juga masih tetap membantu pelaksanaan program kesehatan melalui bantuan dana dekonsentrasi. 22 dan 25 tahun 1999 (diubah menjadi UU No.2. Puskesmas dipimpin oleh seorang Kepala Puskesmas yang merupakan seorang Tenaga Kesehatan dengan kriteria sebagai berikut (Depkes. untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya (Depkes. puskesmas menyelenggarakan fungsi (Depkes.75 tahun 2014 tentang pusat kesehatan masyarakat. Pemerintah (APBN). dan b. khususnya untuk pemberantasan penyakit menular.3. disebutkan bahwa Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama.2. dana pembangunan kesehatan berasal dari tiga sumber yaitu (Muninjaya. dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif. Definisi Menurut Permenkes No. yang disalurkan ke daerah dalam bentuk DAU ( Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus). Bantuan luar negeri. porsi dana sector kesehatan yang bersumber dari APBN menurun. 2014). penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya. Sesuai dengan UU No. Susunan Organisasi Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota.2.1. 2. baik yang bersumber dari pajak maupun penghasilan badan usaha milik Pemda. 3. APBD yang bersumber dari PAD (Pendapatan Asli Daerah).32 dan 33 tahun 2004) tentang pemerintah daerah dan perimbangan keuangan pusat dan daerah. Manajemen Puskesmas 2. Dalam melaksanakan tugas tersebut. 2. Dana pembangunan kesehatan yang diserap dari berbagai sektor harus dibedakan dengan dana sektor kesehatan yang diserap oleh dinas kesehatan. Mobilisasi dana kesehatan juga bisa bersumber dari masyarakat dalam bentuk asuransi kesehatan. penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya. Dengan diberlakukannya otonomi daerah. 2. investasi pembangunan sarana pelayanan kesehatan oleh pihak swasta dan biaya langsung yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk perawatan kesehatan. Tugas dan Fungsi Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan sehat.

dan c) telah mengikuti pelatihan manajemen Puskesmas.2014). 3. Kepala Puskesmas bertanggungjawab atas seluruh kegiatan di Puskesmas dan ia dapat merencanakan dan mengusulkan kebutuhan sumber daya Puskesmas kepada dinas kesehatan kabupaten/kota. . LAM merupakan penjabaran fungsi pengawasan dan pengendalian program. produktif. pimpinan puskesmas harus memahami dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen. Sistem pencatatan dan pelaporan terpadu puskesmas (SP2TP) adalah kompilasi pencatatan program yang dilakukan secara terpadu setiap bulan. b) masa kerja di Puskesmas minimal 2 (dua) tahun. dan e) penanggungjawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring f) fasilitas pelayanan kesehatan. Lokakarya Mini Puskesmas (LKMP) Merupakan bentuk penjabaran MP kedalam paket-paket kegiatan program yang dilaksanakan oleh staf. Penerapan manajemen kesehatan di puskesmas terdiri dari : 1. baik secara individu maupun berkelompok. c) penanggung jawab UKM dan Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Micro Planning (MP) Merupakan perencanaan tingkat puskesmas. Organisasi Puskesmas paling sedikit terdiri atas (Depkes. Local Area Monitoring (LAM) atau PIAS-PWS (Pemantauan Ibu dan Anak Setempat-Pemantauan Wilayah Setempat) Merupakan sistem pencatatan dan pelaporan untuk pemantauan penyakit pada ibu dan anak atau untuk penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pengembangan program puskesmas selama 5 tahun disusun dalam MP.a) Tingkat pendidikan paling rendah sarjana dan memiliki kompetensi manajemen kesehatan masyarakat. Dalam hal di Puskesmas kawasan terpencil dan sangat terpencil yang tidak tersedia seorang tenaga kesehatan seperti kriteria diatas.2. efektif. 2. LKMP dilaksanakan setiap tahun. maka Kepala Puskesmas merupakan tenaga kesehatan dengan tingkat pendidikan paling rendah diploma tiga (Depkes. 2014): a) kepala Puskesmas. dan berkualitas. 2. LAM yang dijabarkan khusus untuk memantau kegiatan program KIA disebut dengan PIAS. kefarmasian dan Laboratorium.4. b) kepala sub bagian tata usaha. d) penanggung jawab UKP. Penerapan Manajemen di Puskesmas Untuk dapat melaksanakan usaha pokok puskesmas secara efisien.

Subsistem pelayanan kesehatan Berupa promosi. evaluasi. kepemimpinan. LAM. pembagian wilayah kerja. Supervisi rutin oleh pimpinan puskesmas dan rapat-rapat rutin untuk koordinasi dan memantau kegiatan program. Supervisi oleh pimpinan. ada yang menjadi bendahara proyek (mencatat dan melaporkan dana operasional kegiatan proyek) dan bendahara rutin (mengurusi gaji pegawai dan pemasukan keuangan rutin puskesmas). sejak otonomi daerah yang ditetapkan berdasarkan UU No. dan evaluasi merupakan penjabaran fungsi manajemen (pengawasan dan pengendalian) di puskesmas (Tabel 2. pengobatan.  Sumber anggaran. supervise. monitoring. puskesmas memiliki enam subsistem manajemen. Stratifikasi puskesmas merupakan kegiatan evaluasi program yang dilakukan setiap tahun untuk mengetahui pelaksanaan manajemen program puskesmas secara menyeluruh. Subsistem manajemen logistik . 2004 2.  Pimpinan puskesmas menunjuk bendahara puskesmas. yaitu (Muninjaya.1 Penerapan Fungsi Manajemen di Puskesmas Sumber: Muninjaya. Hanya sebagian kecil yang berasal dari APBN. Penilaian dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. perencanaan tingkat puskesmas Struktur organisasi. pembagian tugas. Subsistem manajemen keuangan  Jenis anggaran yang digunakan terdiri dari dana rutin (gaji pegawai) dan dana operasional/proyek untuk masing-masing program. 2004). motivasi kerja. 22 dan 25 tahun 1999 sumber dana puskesmas sebagian besar dari APBD kabupaten/kota yang disalurkan melalui dinas kesehatan kabupaten/kota.5 Subsistem Manajemen Puskesmas Dalam upaya menunjang pengembangan program pokok puskesmas. Data SP2TP dimanfaatkan oleh puskesmas untuk penilaian stratifikasi (Muninjaya. rehabilitasi medis dan sosial 2. monitoring. Organizing pengembangan program puskesmas Lokakarya mini puskesmas. 3. komunikasi melalui rapat rutin bulanan untuk membahas aktivitas harian dan kegiatan program PIAS. 2004): 1. audit Controlling internal keuangan di puskesmas Tabel 2.2. Puskesmas juga mendapat dana dari sumber-sumber lain yang sah dan tidak mengikat. pencegahan.1) (Muninjaya. 2004). PWS KIA. Planning Mikro planning. Actuating koordinasi.

go. dan P2M. Cara Mudah Memahami Manajemen Kesehatan dan Rumah sakit.  Pertemuan antara pimpinan dengan staf sebaiknya diadakan secara rutin dalam pertemuan rutin seperti rapat bulanan dan mingguan 5.html [Diakses tanggal 18 Maret 2015] ICH Expert Working Group. Badan Pengawas Obat dan Makanan. LB1 berisi data kesakitan. Agar praktis biasanya kebutuhan logistik puskesmas disediakan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota dan BKKBN (khusus untuk program KB) dengan dana yang sudah dialokasikan setiap tahun. Sastroasmoro. Diambil dari:http://www. Dalam: Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis. Sagung Seto. 2011. LB3 berisi data program gizi. Manajemen Kesehatan Edisi 2. LB2 berisi data kematian. Subsistem pencatatan dan pelaporan Laporan yang dibuat oleh puskesmas antara lain:  Laporan harian (melaporkan adanya kejadian luar biasa (KLB) penyakit tertentu  Laporan mingguan (melaporkan kegiatan penanggulangan penyakit diare)  Laporan bulanan (ada 4 jenis. S. dokter selaku manajer puskesmas tidak diberikan wewenang untuk mengangkat staf kecuali puskesmas menyisihkan dana sendiri untuk membayar honor staf. Jakarta : EGC. 4. 129-164 Herlambang. Setiap program membutuhkan dukungan logistik yang jumlah dan jenisnya berbeda-beda. KIA. S. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 02002/SK/KBPOM Tentang Tata Laksana Uji Klinik. 2012. 2014. Gosyen publishing: Yogyakarta. A. International Conference On Harmonization of Technical Requirements For Registration Of Pharmaceuticals For Human Use. dan Ismael. Murwani. Subsistem manajemen personalia  Untuk meningkatkan motivasi kerja staf. Edisi Keempat..pom. Subsistem pengembangan peran serta masyarakat (melalui PKMD) Muninjaya. A. Badan Pengawas Obat dan Makanan. . 2001. 2004. Selain itu pemberian penghargaan oleh pimpinan kepada staf yang berprestasi akan membantu meningkatkan motivasi mereka. S. Akan tetapi dokter berhak mengusulkan kebutuhan staf (jumlah dan jenis) ke Dinkes kabupaten/kota. sistem intensif perlu diterapkan sesuai dengan ketentuan yang disepakati bersama. Kebutuhan ini disusun dalam Lokakarya Mini Puskesmas (LKMP). KB. Good Clinical Practice. LB4 untuk obat-obatan) 6.  Untuk manajeman personalia di puskesmas.id/mobile/index. Hal 44-49. 1996.php/view/berita/6043/Good-Clinical-Practice-Inspection- Training-Course-Tahun-2014. Uji Klinis. Pimpinan puskesmas mempunyai wewenang dan wajib memeriksa administrasi barang dan obat secara rutin. Guideline For Good Clinical Practice E6 (R1). Jakarta: 187-217.

material dan sumber lain . Manajemen sebagai suatu proses Manajemen sebagai rangkaian tahapan kegiatan yang diarahkan pada pencapaian tujuan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. dll. H. pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan” Berdasarkan beberapa pengertian manajemen di atas. dan dalam menerapkan manajemen. penggerakan pelaksanaan.Manajemen diarahkan untuk mencapai tujuan .Penerapan manajemen berdasarkan ilmu dan juga seni atau keahlian yang harus dimiliki oleh manajer Pandangan Terhadap Manajemen Untuk mengkaji lebih jauh tentang manajemen. actuating. namun dalam materi ini hanya akan disampaikan beberapa pendapat ahli manajemen : 1. Pengertian manajemen banyak disampaikan oleh para ahli.Tersedia sumber daya. Manajemen sebagai suatu proses dapat dipelajari dari fungsi-fungsi manajemen yang dilaksanakan oleh manajer. and controlling. perencanaan. penggerakan pelaksanaan dan pengawasan. James A. Mary Parker Folllett mendefinisikan “manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Biomedical Imaging and Intervention Journal. psikologi. Manajemen merupakan kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan organisasi. Stoner dalam bukunya “Management” (1982) mengemukakan “manajemen adalah proses perencanaan. organizing. pengorganisasian. Manajemen sebagai suatu ilmu terapan Manajemen hanya dapat diterapkan dalam kehidupan yang nyata. dapat dikatakan bahwa manajemen memiliki beberapa ciri antara lain : . sosiologi. d. utilizing in each both science and art. ekonomi. Manajemen sebagai suatu sistem Manajemen dipandang sebagai suatu kerangka kerja yang terdiri dari berbagai bagian yang saling berhubungan yang diarahkan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.Mendayagunakan atau menggerakkan sumber daya tersebut secara efisien dan efektif . komunikasi. agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya” (Management is a distinct process consisting of planning. b. pengorganisasian. seperti . dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni. Terry dalam bukunya “Principles of Management” menyampaikan pendapatnya : “manajemen adalah suatu proses yang membeda-bedakan atas . The Importance of Good Clinical Practice Guidelines and itsrole inclinical trials. perlu disampaikan beberapa pandangan tentang manajemen : a. . A. pengorganisasian.Vijayananthan. matematika. pengarahan dan pengawasan .Terdapat orang yang menggerakkan sumber daya tersebut (manajer) . George R. c. manusia. Koontz & O.Manajemen sebagai proses. and followed in order to accomplish predetermined objectives) 4. 3. 2.F. 2008. perencanaan. dibantu oleh berbagai cabang ilmu lainnya.Donnel dalam bukunya “Principles of Management” mengemukan sebagai berikut : “manajemen berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain” (Management involves getting things done thought and with people).

L. f. antara lain .Manajemen dapat dipelajari dari proses kerjasama yang berkembang antara pimpinan dengan staf untuk mencapai tujuan organisasi. . fungsi pengawasan dan pengendalian (controlling. Berdasarkan tingkatan tersebut keterampilan atau kemampuan manajer juga akan berbeda. Di sini dapat ditelaah mengenai aspek kepemimpinan serta proses dan mekanisme kepemimpinan. Secara konkrit dalam organisasi pelayanan kesehatan. bahkan pendapat satu dengan lainnya saling melengkapi. pemerintah (pemerintah daerah). namun pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip. manusia merupakan sumber daya yang paling penting. bahwa manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari fungsi- fungsi manajemen yang dilakukan oleh seorang manajer. Manajemen ditinjau dari aspek perilaku manusia. fungsi pengorganisasian (Organizing). seperti yang dilakukan di Rumah Sakit dan Puskesmas yaitu. Di dalam organisasi yang besar kedudukan manajer akan dibedakan ke dalam tiga tingkatan. dll. keterampilan melakukan hubungan antar manusia (human relation skill). Dari sudut pandang ini manajemen dapat dilihat dari perilaku manusia yang ada dalam organisasi. dll. Fungsi Manajemen Seperti telah diuraikan di atas. sasaran dan kegiatan yang bertentangan dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan organisasi. Banyak ahli manajemen yang menyampaikan tentang fungsi manajemen ini. 3) Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. serikat kerja. Keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang manajer yaitu : keterampilan manajerial (management skill). Para ahli manajemen. Gullick. seperti halnya bidang- bidang lain. sedangkan efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat atau peralatan yang tepat untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. di bidang hukum. misalnya profesi di bidang kesehatan. directing. pegawai. pelanggan. Manajemen sebagai profesi. mengapa manajemen diperlukan. e. coordinating). Efisiensi adalah kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan benar. Melalui tahapan tersebut diharapkan tercapai hasil kegiatan secara efektif dan efisien. g. ternyata banyak kesamaan. Manajemen sebagai proses pemecahan masalah Proses manajemen dalam prakteknya dapat dikaji dari proses pemecahan masalah yang dilaksanakan oleh semua bagian/ komponen yang ada dalam organisasi. untuk lebih jelas dapat dilihat pada bagan dibawah ini. yaitu . manajer tingkat menengah (middle level manager) dan manajer tingkat bawah (low level manager). pimpinan. Fayol dan Koonzt O’Donnel mengemukakan tentang fungsi manajemen sebagai berikut : Dari keempat ahli manajemen tersebut. Manajemen mempunyai bidang pekerjaan atau bidang keahlian tertentu. Keterampilan yang Harus Dimiliki Manajer Seorang manajer dituntut untuk memiliki keterampilan khusus yang bersifat manajerial sesuai dengan tingkatan dan kedudukannya dalam organisasi. Dalam manajemen. 2) Untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan. Dari beberapa pandangan di atas. yaitu : 1) Untuk mencapai tujuan organisasi. dan keterampilan teknis (technical skill). dan secara garis besar dapat dikelompokan menjadi : fungsi perencanaan (Planning). seperti . masyarakat. identifikasi masalah à perumusan masalah à dilanjutkan dengan langkah-langkah pemecahan masalah. commanding. H. manajer tingkat tinggi (top level manager). George Terry. dapat disimpulkan ada tiga alasan mendasar. Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan. fungsi penggerakan pelaksanaan (staffing. Ditinjau dari pengambilan keputusan dapat dikatakan ‘Management as a decision making process’. Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi dan juga tujuan individu yang ada dalam organisasi tersebut. reporting).

adalah kemampuan untuk menggunakan pengetahuan. Keterampilan teknis. misi dan strategi dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. gawat darurat. misi dan strategi organisasi. Manajemen yang diterapkan di jajaran Departemen Kesehatan. Keterampilan hubungan antar manusia. yaitu : (a) perencanaan pengadaan obat dan logistik. Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting. lebih mengacu kepada konsep yang disampaikan G. perencanaan. Sedangkan misi dan strategi dibuat dalam rangka merealisasikan visi yang telah ditetapkan. pengawasan dan pengendalian. pengawasan dan pengendalian (controlling). Sejalan dengan reformasi dibidang kesehatan melalui Paradigma Sehat. pengorganisasian (organizing). Visi merupakan impian atau cita-cita yang ingin diwujudkan. memotivasi staf sehingga mampu menerapkan kepemimpinan secara efktif. Apabila su atu organisasi tidak memiliki visi maka perubahan lingkungan yang tidak diduga sebelumnya sering dirasakan sebagai suatu musibah. sehingga pelayanan kesehatan yang dilakukan merupakan pelayanan kesehatan yang paripurna (komprehensif dan holistik). terlihat bahwa makin tinggi jabatan seseorang dalam organisasi. yaitu dengan melakukan komunikasi yang efektif. gawat darurat (kearah pertolongan pertama) dan rawat jalan. penggerakan pelaksanaan. perencanaan (planning). rehabilitasi medik dan pelayanan keperawatan. yang disusun berdasarkan pola konsumsi dan pola epidemiologi. adalah keterampilan dimana seorang manajer harus mempunyai pengetahuan tentang keseluruhan (kompleksitas) dari organisasi yang dipimpinnya. adalah kemampuan untuk bekerjasama dengan orang lain. Tetapi dalam setiap tingkatan manajer tersebut harus dimiliki keterampilan dalam melakukan hubungan antara manusia. pelayanan penunjang medik.pengorganisasian. rawat jalan dan rawat inap. pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun di Puskesmas lebih difokuskan pada upaya promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif) dengan tidak mengabaikan upaya kuratif-rehabilitatif. sedangkan di Pukesmas hanya pelayanan. merumuskan visi. antara lain . (b) perencanaan tenaga professional kesehatan. yaitu melalui fungsi-fungsi . karena perencanaan memegang peranan yang sangat strategis dalam keberhasilan upaya pelayanan kesehatan di RS. Terdapat beberapa jenis perencanaan spesifik yang dilaksanakan di RS. Dengan bergesernya orientasi pembangunan kesehatan. 1. Pelayanan kesehatan yang diberikan adalah pelayanan medik. Terry. tetapi juga keluarga dan masyarakat. mendorong rumah sakit dan puskesmas melakukan perubahan visi. akan semakin dituntut mempunyai keterampilan konseptual dan semakin rendah kedudukan seseorang dalam organisasi semakin dituntut mempunyai keterampilan secara teknik. penggerakan pelaksanaan (actuating). dalam menentukan kebutuhan tenaga tersebut . (1) pelayanan kesehatan dan (2) pelayanan administrasi. Pelayanan yang dilakukan di Rumah sakit meliputi. serta kebijakan untuk merealisasikannya. Manajemen Pelayanan Kesehatan Rumah sakit dan Puskesmas merupakan sub sistem pelayanan kesehatan yang pada dasarnya melaksanakan dua jenis pelayanan .JENIS KETERAMPILAN MANAJER Dari bagan di atas. teknik atau peralatan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi. Keterampilan konseptual. Manajemen Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Fungsi manajemen yang dilakukan di rumah sakit secara garis besar meliputi . metoda. Selain itu. pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas bukan hanya kepada individu (pasen). yang dapat mengantisipasi perubahan yang sedang dan akan terjadi.

sama hal dengan di organisasi lainnya. Pengorganisasian dalam manajemen pelayanan kesehatan di rumah sakit. antara lain . dll) yang dilakukan oleh organisasi profesi. yaitu : (1) sifat pelayanan kesehatan yang berorientasi kepada konsumen penerima jasa pelayanan kesehatan (customer service). termasuk tenaga keperawatan (perawat dan bidan) d. dimana setiap daerah mempunyai otonomi untuk mengembangkan daerahnya termasuk dalam mengelola pelayanan kesehatan dan akan memasuki era globalisasi. menggunakan beberapa pendekatan. tenaga perawat dan bidan. kuratif. Menerapkan manajemen strategis secara konkrit c. Adanya indikator kinerja. serta pada umumnya mempunyai beban sosial-psikologis akibat penyakit yang diderita oleh anggota keluarganya yang sedang dirawat. Upaya yang dilakukan untuk menjalankan misi Puskesmas. Kecenderungan RS ke Depan Terdapat dua hal yang perlu diantisipasi oleh rumah sakit. Mengembangkan struktur organisasi sesuai dengan tuntutan perubahan dan kebutuhan yang spesifik b. Pelayanan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh. antara lain : a. Mendayagunakan dan mengembangkan pengetahuan dan kemampuan tenaganya. promotif. pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di suatu wilayah tertentu. sembuh dengan sempurna.misalnya . bidan dan dokter maupun tenaga administratif. 4. Meluaskan jangkauan pelayanan kesehatan sampai ke desa-desa. 2.karena tenaga yang bekerja di RS terdiri dari berbagai jenis profesi. perawat. seperti . meliputi aspek-aspek. sembuh dengan cacat dan meninggal. antara lain : 1. preventif. Dari standar tersebut dapat ditentukan indikator kinerja yang akan dijadikan dasar untuk menilai hasil kerja (kinerja) pegawai. merupakan proses untuk mengamati secara terus menerus (bekesinambungan) pelaksanaan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi (perbaikan) terhadap penyimpangan yang terjadi. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. bidan. . (2) Pelaksanaan fungsi actuating ini sangat kompleks. 2. manajemen rumah sakit hampir sama dengan hotel atau penginapan. Pengorganisasian merupakan upaya untuk menghimpun semua sumber daya yang dimiliki RS dan memanfaatkannya secara efisien untuk mencapai tujuannya. Memanfaatkan pendapatan sendiri untuk memperoleh kemandirian dan kesinambungan (sustainability) Manajemen Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Puskesmas merupakan unit organisasi pelayanan kesehatan terdepan dengan misi sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan. akan memudahkan dalam melakukan koreksi apabila ada penyimpangan. dan rehabilitatif. Apapun hasilnya kualitas pelayanan diarahkan untuk kepuasan pasen dan keluarganya. Untuk itu RS perlu melakukan pembenahan secara internal. dll. ketergantungan pasen. dengan dua cara . beban kerja. yang tugasnya melaksanakan pembinaan. Kompleksitas fungsi penggerakan pelaksanaan di RS sangat dipengaruhi oleh dua aspek. Pengawasan dan pengendalian. 3. Penilaian kinerja pegawai di RS meliputi tenaga yang memberikan pelayanan langsung kepada pasen. dengan hasil pelayanan kemungkinan . Untuk menjalankan fungsi ini diperlukan adanya standar kinerja yang jelas.perawat. (2) quality of service. (1) quality of care yaitu peningkatan kemampuan profesional tenaga kesehatan dalam menjalankan profesinya (dokter. yaitu adanya perubahan pola pemerintahan yang bersifat desentralisasi. hanya pengunjungnya adalah orang sakit (pasen) dan keluarganya. Penggerakan pelaksanaan.

lanjut usia. . (3) kesehatan ibu dan anak. (2) kesehatan lingkungan. dan menjadi tanggung jawab institusi sarana kesehatan (Puskesmas) 3. Peran serta masyarakat. Sistem rujukan di tingkat pelayanan dasar 5. agar dapat diterapkannya pembangunan berwawasan kesehatan. Sesuai dengan misi dan strategi di atas. (4) perbaikan gizi. Puskesmas dapat mengembangkan program-program unggulan berdasarkan kebutuhan. termasuk Puskesmas sebagai institusi pelayanan kesehatan terdepan. Contohnya. Pengorganisasian puskesmas ke depan selain dipimpin oleh seorang Kepala Puskesmas. melalui pembangunan kesehatan masyarakat desa (PKMD). (b) mengembangkan dan menerapkan asas kemitraan serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat. yaitu. supervisi. (c) meningkatkan profesionalisme petugas. kerjasama/ koordinasi dan pencatatan/pelaporan. sehingga terwujudnya upaya kesehatan bersumber daya masyarakat. pelatihan. yaitu peningkatan kualitas yang terkait dengan pengadaan sarana. dengan memiliki 3 misi. penyakit kronis. (2) memberdayakan keluarga dan masyarakat dalam pembangunan kesehatan. daerah yang diwilayah kerjanya banyak ditemukan kelompok rawan kesehatan atau kelompok resiko tinggi (high-risk group) . misi dan strategi Puskesmas sebagai berikut : Visi Puskesmas adalah tercapainya Kecamatan Sehat pada tahun 2010. situasi dan kondisi daerah masing-masing. (d) mengembangkan kemandirian Puskesmas sesuai dengan kewenangan yang diberikan Dinas Kesehatan Kab/ Kota. manajemen keuangan. (1) promosi kesehatan. manajemen logistik. Setiap program yang ada di Puskesmas (sekitar 18 program pokok) dikelola atau manajemennya meliputi. termasuk keluarga berencana. sangat berpengaruh terhadap semua sarana kesehatan. Di wilayah tersebut dapat dikembangkan perawatan kesehatan masyarakat (community health nursing) sebagai program unggulan atau program prioritas kesehatan lain. dll. (a) mengembangkan dan menetapkan pendekatan kewilayahan yang mantap di tingkat kecamatan. monitoring program. (5) pemberantasan penyakit menular. sehingga terwujud kualitas pelayanan kesehatan. Pengadaan peralatan dan obat-obatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat 4. (6) pengobatan. Kecenderungan Perubahan Manajemen Puskesmas Seperti telah disampaikan di atas. Adapun strategi yang dikembangkan meliputi. (1) menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan. dan (3) memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu. bahwa dampak dari adanya perubahan paradigma dalam pembangunan kesehatan. juga ada Wakil Kepala Puskesmas dan meliputi unit fungsional dan unit tata usaha. manajemen personalia. perencanaan. Adanya perubahan visi. seperti ibu hamil Risti. Program pokok Puskesmas atau program kesehatan dasar yang harus dilaksanakan di Puskesmas meliputi .