RANGKUMAN: ANALISIS PENGARUH INFLASI, KURS RUPIAH

,
SUKU BUNGA SBI DAN INDEKS DOW JONES TERHADAP
JAKARTA ISLAMIC INDEX PERIODE 2007-2013
(Analisis Model Arch-Garch)
Oleh: Rizkika Azizah (11150860000017)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat gejala volatilitas pada
pergerakan JII dan menganalisis pengaruh inflasi, kurs rupiah, suku bunga SBI
dan indeks Dow Jones terhadap Jakarta Islamic Index dengan menggunakan
model dinamis ACRH GARCH periode Januari 2007 hingga Desember 2013.
Berdasarkan hasil penelitian terdapat fenomena volatility clustering dan
volatility persistence dalam pergerakan Jakarta Islamic Index, variabel inflasi
tidak berpengaruh signifikan terhadap Jakarta Islamic Index, variabel kurs rupiah
dan tingkat suku bunga SBI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Jakarta
Islamic Index, dan variabel Indeks Dow Jones berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Jakarta Islamic Index. Kemampuan model dalam menjelaskan variabel
dependen adalah sebesar 80,93%.
Kata Kunci: inflasi, kurs rupiah, suku bunga SBI, indeks Dow Jones, Jakarta
Islamic Index, ARCH-GARCH, volatilitas.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem ekonomi Islami mengacu pada konsep Islam yang menyeluruh dengan
pendekatan iman, Islam, dan ihsan dan diperkuat oleh rukun Islam yaitu syahadat, shalat,
zakat puasa dan haji. Grand Building Theory berupa bangunan teori dari Islam secara
kafah adalah Teori TIM atau Tauhid-Ibadah-Maslahah yang berasal dari Quran (QS. 98:5)
dan Hadis serta kaidah Alam sehingga memunculkan konsep utama dari pembagian
struktur ekonomi dan ilmu pengetahuan.
Islam juga menerima fenomena alam sebagai ayat kauniyah atau wahyu empiris.
Sedangkan Al-Quran dan As-Sunnah adalah sebagai wahyu lisan atau tulisan yang disebut
ayat kauliyah. Standar metodologi konvensional yang pro fenomena alam versus
metodologi Islam yang pro Al-Quran As-Sunnah dapat dijembatani oleh dimensi ketiga
yaitu ibadah, sesuai Quran Surat Adz-Dzariyat [51]:56.
‫وما خلقت الجن والنإس إل ليعبدو‬
Artinya: Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah
Pasar modal merupakan instrumen ekonomi yang menjadi salah satu indikator
kemajuan perekonomian suatu negara serta menunjang ekonomi negara yang
bersangkutan. Manusia sebagai khalifah di muka bumi harus melaksanakan ajaran
agama dalam setiap aspek kehidupan termasuk dalam kegitan bisnis khususnya pasar
modal.
Perkembangan pasar modal syariah di Indonesia, berdasarkan data PT Bursa
Efek Indonesia per Oktober 2013, sejak 2011 terdapat penambahan sebanyak 746
investor syariah, 22 reksadana syariah baru dengan rata-rata pertumbuhan nilai aktiva
bersih sebesar 30%. Pasar modal syariah di Indonesia dimulai dengan
diterbitkannya reksa dana syariah oleh PT. Danareksa Investment Management pada 25
juni 1997. Selanjutnya Bursa Efek Indonesia bekerjasama dengan PT. Danareksa
1
Investment Management meluncurkan Jakarta Islamic Index (JII) pada tanggal 3
juli 2000. Berdasarkan d a t a Bursa Efek Indonesia, Jakarta Islamic Index mengalami
fluktuasi dari tahun 2007-2013 dengan kecenderungan mengalami peningkatan.
Pergerakan yang fluktuatif tersebut menunjukkan bahwa varian dari data JII
bervariasi dari waktu ke waktu (time variying volatility). Pergerakan di pasar
modal dilihat dengan mengamati harga saham, yang dapat dianalisis dengan dua
pendekatan yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Variabel makro ekonomi
seperti inflasi, kurs rupiah dan suku bunga SBI diprediksi sangat berpengaruh terhadap
pergerakan yang terjadi pada JII. Merujuk pada penelitian Manurung (1996) dalam
Merancia (2010: 6) yang mengatakan bahwa ada lima variabel yang menjelaskan
indeks BEJ secara signifikan yaitu inflasi, kurs rupiah, tingkat suku bunga, transaksi
berjalan dan perubahan uang beredar.
Perekonomian Indonesia saat ini sudah semakin terintegrasi dalam
perekonomian global, begitu pula dengan pasar modal di Indonesia. Salah satu indeks
harga saham yang menjadi acuan dalam proses pengambilan keputusan investor di
bursa efek Indonesia adalah Dow Jones Industrial Average. Menurut Christiawan
(2010: 3) ketika indeks Dow Jones Industrial Average mengalami pergerakan, maka
selalu diikuti pergerakan yang sama pada Bursa Efek Indonesia, yang berarti memiliki
pengaruh yang positif.
Pada akhir tahun 2010, tercatat inflasi mengalami kenaikan sebesar 150.36%
dari tahun sebelumnya menjadi 6.96% dengan JII juga mengalami kenaikan sebesar
27.74% dari tahun sebelumnnya menjadi 532.90 poin. Hal ini menarik karena jika
inflasi mengalami kenaikan maka akan menurunkan minat investor untuk
melakukan investasi dengan membeli saham oleh sebab itu harga saham akan
mengalami penurunan dan akibatnya JII juga mengalami penurunan. Namun dalam
kenyataanya terlihat walaupun tingkat inflasi mengalami kenaikan tetapi JII juga
mengalami kenaikan. Hal serupa juga terjadi pada akhir tahun 2012.
Pada akhir tahun 2011 kurs rupiah mengalami depresiasi sebesar 0.86%
dengan JII juga mengalami kenaikan sebesar 0.78%. Hal ini menarik karena ketika
kurs rupiah mengalami depresiasi investor cenderung mengalihkan modalnya pada
pasar valuta asing sehingga harga saham menurun dan akibatnya JII juga mengalami
penurunan. Namun dalam kenyataannya walaupun kurs rupiah mengalami
depresiasi tetapi JII juga mengalami kenaikan. Hal serupa juga terjadi pada akhir
tahun 2012.
Pada akhir tahun 2013 terjadi kenaikan indeks Dow Jones sebesar 26.50%. Hal
ini menarik karena ketika indeks Dow Jones mengalami kenaikan maka JII akan
mengalami pergerakan yang sama namun dalam kenyataannya JII mengalami penurunan.
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka penulis
tertarik untuk meneliti “ANALISIS PENGARUH INFLASI, KURS RUPIAH, SUKU
BUNGA SBI DAN INDEKS DOW JONES TERHADAP JAKARTA ISLAMIC
INDEX PERIODE 2007-2013 (Analisis Model Arch Garch)
B. Perumusan Masalah
1. Apakah terdapat gejala volatilitas pada pergerakan JII?
2. Apakah terdapat pengaruh variabel inflasi terhadap JII?
3. Apakah terdapat pengaruh variabel kurs rupiah terhadap JII?
4. Apakah terdapat pengaruh variabel tingkat suku bunga SBI terhadap JII?
5. Apakah terdapat pengaruh variabel indeks Dow Jones terhadap JII?
6. Apakah terdapat pengaruh variabel inflasi, kurs rupiah, tingkat suku
bunga SBI dan indeks Dow Jones secara bersama-sama terhadap JII?
2
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk menganalisis apakah terdapat gejala volatilitas pada pergerakan JII.
2. Untuk menganalisis pengaruh variabel inflasi terhadap JII.
3. Untuk menganalisis pengaruh variabel kurs rupiah terhadap JII
4. untuk menganalisis pengaruh variabel tingkat suku bunga SBI terhadap
JII.
5. Untuk menganalisis pengaruh variabel indeks Dow Jones terhadap JII.
6. Untuk menganalisis pengaruh variabel inflasi, kurs rupiah, tingkat suku
bunga SBI dan indeks Dow Jones secara bersama-sama terhadap JII.
D.Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Bagi Investor :
Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan jumlah dan waktu
investasi.
b. Bagi Pemerintah :
Sebagai bahan masukan dalam membuat kebijakan–kebijakan makro
karena faktor-faktor makro mempunyai sensitivitas terhadap fluktuatif
harga saham pada JII.
c. Bagi Mahasiswa :
Sebagai sumber referensi dan tambahan pengetahuan dalam rangka
pengembangan penelitian selanjutnya yang sejenis, serta menambah ilmu
pengetahuan bagi pembaca.
d. Bagi Peneliti :
Menambah wawasan mengenai saham syariah secara umum serta
menambah pengetahuan terutama yang terkait dengan keadaan ekonomi
makro di Indonesia
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Filosofi Ekonomi Islam
Kata “ekonomi” berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 2 kata yaitu
“oikos” yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan “nomos” yang berarti “praturan,
hukum” kemudian bila digabung bermakna “aturan rumah tangga”. Sedangkan kata
“Islam” berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari 3 akar kata yaitu “sin” yang
berarti “alam”, “lam” yang berarti Allah, dan “mim” yang berarti ibadah,
kemudian bila digabung menjadi “sinlammim” bermakna “alam dicipta Allah
untuk ibadah”.
Sedangkan berdasarkan kata jadian “salama” bermakna “keselamatan,
kedamaian”. Sehingga jika digabungkan maka kata “Ekonomi Islam” secara harfiah
berarti “aturan rumah tangga untuk keselamatan”. Di dalam filosofinya Ekonomi
Islam terkandung tiga hal yaitu Ontologi Ekonomi Islam, Epistemologi Ekonomi
Islam, dan Aksologi Ekonomi Islam (Aziz, 2009).
2. Pasar Modal Syariah
a. Pengertian Pasar Modal Syariah
Pasar modal syariah (Islamic Stock Market) atau bursa efek syariah
adalah kegiatan yang berhubungan dengan perdagangan efek syariah
perusahaan public yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya,
serta lembaga profesi yang berkaitan dengannya, dimana semua produk
dan mekanisme operasionalnya berjalan dengan hukum muamalat
3
islamiyah (Hamid, 2009: 38).
b. Fungsi Pasar Modal Syariah
Menurut Metwally (1995: 177) fungsi dari keberadaan pasar modal
syariah adalah sebagai berikut :
1) Memungkinkan bagi masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan bisnis
dengan memperoleh bagian dari keuntungan dan risikonya.
2) Memungkinkan para pemegang saham menjual sahamnya guna
mendapatkan likuiditas.
3) Memungkinkan perusahaan meningkatkan modal dari luar untuk
membangun dan mengembangkan lini produksinya.
4) Memisahkan operasi kegiatan bisnis dari fluktuasi jangka pendek
pada harga saham yang merupakan ciri umum pada pasar modal
konvensional.
5) Memungkinkan investasi pada ekonomi itu ditentukan oleh kinerja
kegiatan bisnis sebagaimana tercermin pada harga saham.
c. Manfaat Pasar Modal Syariah
Adapun manfaat pasar modal syariah menurut Manan (2009: 33-
34) adalah sebagai berikut:
1) Menyediakan sumber pendanaan atau pembiayaan (jangka panjang)
bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana
tersebut secara optimal.
2) Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus
memungkinkan upaya diversifikasi (penganekaragaman, misalnya
penganekaan usaha untuk menghindari ketergantungan pada
ketunggalan kegiatan, produk, jasa, atau investasi).
3) Menyediakan indikator utama (leading indikator) bagi tren ekonomi
negara.
4) Memungkinkan penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan
masyarakat menengah.
5) Menciptakan lapangan kerja atau profesi yang menarik.
6) Memberikan kesempatan memiliki perusahaan yang sehat dengan
prospek yang baik.
7) Alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan
resiko yang bisa di perhitungkan melalui keterbukaan, likuiditas, dan
diversifikasi investasi.
8) Membina iklim keterbukaan bagi dunia usaha dan memberikan akses
kontrol sosial.
9) Mendorong pengelolaan perusahaan dengan iklim terbuka,
pemanfaatan manajemen professional, dan penciptaan iklim bertahan
yang sehat.
d. Karakteristik Pasar Modal Syariah
Karakteristik yang diperlukan dalam membentuk pasar modal
syariah, menurut Metwally (1995: 178-179) adalah sebagai berikut :
1) Semua saham harus diperjualbelikan pada bursa efek.
2) Bursa perlu mempersiapkan pasca perdagangan dimana saham dapat
diperjualbelikan melalui pialang.
3) Semua perusahaan yang mempunyai saham yang dapat
diperjualbelikan di Bursa efek diminta menyampaikan informasi
4
tentang perhitungan (account) keuntungan dan kerugian serta neraca
keuntungan kepada komite manajemen bursa efek, dengan jarak
tidak lebih dari 3 bulan.
4) Komite manajemen menerapkan harga saham tertinggi (HST) tiap-
tiap perusahaan dengan interval tidak lebih dari 3 bulan sekali.
5) Saham tidak boleh diperjual belikan dengan harga lebih tinggi dari
HST.
6) Saham dapat dijual dengan harga dibawah HST.
7) Komite manajemen harus memastikan bahwa semua perusahaan
yang terlibat dalam bursa efek itu mengikuti standar akuntansi
syariah.
8) Perdagangan saham mestinya hanya berlangsung dalam satu minggu
periode perdagangan setelah menentukan HST.
9) Perusahaan hanya dapat menerbitkan saham baru dalam periode
perdagangan, dan dengan harga HST.
e. Instrumen Pasar Modal Syariah
Adapun instrumen pasar modal yang sesuai dengan syariah dalam
pasar perdana adalah muqaradah/mudharabah funds, saham biasa
(common stock), muqaradah/mudharabah Bonds.
2. Jakarta Islamic Index (JII)
Jakarta Islamic Index (JII) adalah indeks saham yang terdapat
pada bursa efek Indonesia yang berbasis syariah islam dan terdiri dari 30
saham terpilih yang sesuai dengan kriteria syariah islam. JII atau Indeks
Syariah merupakan indeks terakhir yang dikembangkan oleh BEJ bekerja
sama dengan PT Danareksa Investment Management. Indeks ini
merupakan indeks yang mengakomodasi syariah investasi dalam islam.
3. Volatilitas
Volatilitas adalah suatu kondisi di mana varians dari model tidak
konstan atau berubah-ubah (Heteroskedastisitas).
4. Inflasi
a. Pengertian Inflasi
Inflasi adalah suatu keadaan dimana terjadi kenaikan harga secara
tajam yang berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu yang
cukup lama sebagai akibat dari ketidak seimbangan arus barang dan
jasa seiring dengan nilai mata uang yang turun secara tajam. Kenaikan
harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali
bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada
barang lainnya, kebalikan dari inflasi disebut deflasi. (Khalwaty, 2000:
11).
b. Indikator Inflasi
Indikator inflasi menurut Bank Indonesia yaitu sebagai berikut :
1) Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indikator yang umum
digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga.
2) Indeks Harga Perdagangan Besar merupakan indikator yang
menggambarkan pergerakan harga dari komoditi-komoditi yang
diperdagangkan di suatu daerah.
Inflasi diukur dengan tingkat inflasi (rate of inflation) yaitu tingkat
perubahan dari tingkat harga secara umum. Notasinya sebagai berikut:
5
c. Macam – macam Inflasi
1) Berdasarkan Tingkat/Laju Inflasi
(a) Moderate inflation, disebut juga “inflasi satu digit”, adalah
inflasi dengan karakteristik terjadinya kenaikan harga secara
lambat
(b) Galloping inflation, yaitu inflasi yang terjadi pada tingkatan
20% sampai 200% per tahun
(c) Hyper inflation, yaitu inflasi dengan tingkat sangat tinggi,
berkisar antara jutaan persen per tahun.
2) Berdasarkan Sumber atau Penyebab Inflasi
(a) Demand pull inflation, inflasi ini biasanya terjadi pada masa
perekonomian sedang berkembang pesat.
(b) Cosh push inflation, inflasi ini terjadi bila biaya produksi
mengalami kenaikan secara terus menerus
(c) Imported inflation, inflasi dapat juga bersumber dari kenaikan
harga-harga barang yang diimpor, terutama barang yang diimpor
tersebut mempunyai peranan penting dalam setiap kegiatan
produksi.
d. Hubungan Inflasi Terhadap JII
Menurut Kismawadi (2013: 1) inflasi memiliki hubungan yang
negatif signifikan terhadap Jakarta Islamic Index.
5. Kurs
a. Pengertian Kurs
Menurut Lipsey (1995: 25) nilai tukar berarti nilai pada tingkat
mana dua mata uang yang berbeda diperdagangkan satu sama lainnya.
b. Macam-Macam Kurs
Para ekonom membedakan kurs menjadi dua, yaitu (Mankiw 2006:
128) :
1) Kurs nominal (nominal exchange rate)
2) Kurs rill (real exchange rate)
Nilai tukar atau disebut juga valuta asing dalam berbagai transaksi
atau jual beli valuta asing, ada empat jenis yakni:
1) Selling Rate (kurs jual)
2) Middle Rate (kurs tengah)
3) Buying Rate (kurs beli)
4) Flat Rate (kurs flat)
c. Hubungan Kurs Terhadap JII
Menurut Taqiyuddin (2103: 3) Kurs mempunyai hubungan yang
negatif signifikan terhadap Indeks Harga Saham
6. Suku Bunga SBI
a. Pengertian Suku Bunga SBI
Menurut Lipsey (1995: 22), Suku bunga merupakan harga yang
harus yang dibayar untuk meminjam uang selama periode waktu
tertentu dan dinyatakan persentase uang yang dipinjam
Sertifikat Bank Indonesia adalah surat berharga yang dikeluarkan
oleh Bank Indonesia, SBI diterbitkan oleh BI lebih ditujukan sebagai
alat kebijakan moneter
b. Hubungan Suku Bunga SBI Terhadap JII
6
Perlu ditekankan disini suku bunga biasanya berhubungan terbalik
terhadap investasi. Jika tingkat suku bunga naik, maka investasi turun.
Maka sebaliknya, jika tingkat suku bunga menurun, maka orang pindah
untuk berinvestasi.
7. Indeks Dow Jones
a. Pengertian Indeks Dow Jones
Dow Jones Industrial Average (DJIA) adalah salah satu indeks
pasar saham yang didirikan oleh editor The Wall Street Journal dan
pendiri Dow Jones & Company yaitu Charles Dow. ndeks Dow
Jones merupakan indeks yang paling sering digunakan sebagai acuan
keadaan pasar saham di AS atau New York Stock Exchange
(NYSE). (Wikipedia, 24 Februari 2014).
b. Hubungan Indeks Dow Jones terhadap JII
Menurut Christiawan (2010: 3) ketika indeks Dow Jones Industrial
Average mengalami pergerakan, maka selalu diikuti pergerakan yang
sama pada Bursa Efek Indonesia, yang berarti indeks Dow Jones
memiliki pengaruh yang positif terhadap pergerakan indeks saham di
Indonesia.
Teori Hahslm
Definisi Teori H dari kata Hahslm menurut Roikhan (2015) adalah:
1. Secara sempit Teori H diartikan sebagai teori pola dasar tiga dominan
dengan konteks tertentu dalam lima dimensi susunan invarian.
2. Secara luas untuk penggunaan paling umum Teori H dapat diartikan sebagai
teori konsep dasar pola penciptaan dengan hubungan tertentu. H berasal dari
rumus Hahslm, quran surat Hijr, juga singkatan dari Huda atau Hidup.
Sedangkan makna teori H antara lain:
1. Sebuah himpunan utuh / sistem menyeluruh / bagian terintegrasi akan
terdiri dari 3 unsur utama yaitu primer (pencipta/intermediari), sekunder
(ciptaan/penerima), tertier (ibadah/pemancar) yang bisa bermuatan positif
atau negatif.
2. Tiga unsur tersebut akan memenuhi pernyataan bahwa sekunder di bawah
primer akan melakukan tertier. (Manusia diciptakan Tuhan untuk ibadah).
Gambar 2 Berpikir Kaffah Dalam Islam. Smber: Aziz, 2010

Islam Kâffah
Tuhan Alam
Ibadah
Allah
Gambar berpikir kaffah dalam Islam di atas bermakna bahwa sebuah
sistem yang menyeluruh pastilah bernilai Islam, sehingga sebuah sistem yang
kaffah akan terdiri dari 3 bagian utama yaitu Tuham Alam, dan Ibadah.
Sesuai dengan kaidah Bahasa Arab, kata Islam Manusia
berasal dari kata dasar 3
huruf konsonan: sin lam mim , kemudian mendapat awalan 1 huruf
Ibadah
konsonan alif (I), sehingga terbentuk kata dasar alif sin lam mim (I).
Diagram 3 Model Dasar Islam Kaffah. Sumber: Aziz, 2009
Bentuk kata dasar yang terdiri dari 4 huruf (3 huruf + 1 huruf) tersebut
menjadi kata dasar utama untuk membentuk kata Islam. Kemudian bentukan
kata dasar ini akan dituliskan dalam persamaan sederhana yaitu: Islam adalah
alif sinlammim.
Fungsi 1
7
Islam = Alif (Sin, Lam, Mim)
Dimana, Islam=I, Alif=A, Sin=S, Lam=L, Mim=M.
Rumus:
I = A (S,L,M) ……………………………………………………… (1)
Diagram Kaffah Thinking Dalam Islam
Kaffah Thinking Ekonomi

Tuhan Alam Makro Mikro

Ibadah Peluang

Rumus: Kaffah = Tuhan ; Alam ; Ibadah
Rumus: Ekonomi = Makro ; Mikro ; Peluang
Penjelasan: Dalam Ekonomi ada faktor Makro yang menjadi inflow bagi
transmisi keuangan ke faktor Mikro kemudian melalui faktor Peluang transmisi
keuangan ini dilakukan untuk terjadinya keberlanjutan perusahaan yang lebih
baik dan terus bertumbuh.

B. Penelitian Terdahulu
1. Early Ridho Kismawadi (2013)
2. Muhammad Aljufri, Ris Yuwono Yudho Nugroho, dan Crisanty
Sustristyaningtyas Titik (2013)
3. Muhammad Taqiyuddin, Taher Al Habsji dan Darminto (2013)
4. Anis Wijayanti (2013)
5. Hasan Mohammed El-Naderi dan Ahmad Diab Alraimonyi (2012)
6. Yu Hsing, Michael C. Budden dan Antoinette S. Phillips (2012)
7. Emeka Nkoro dan Aham Kelvin Uko (2013)
B. Kerangka Pemikiran

8
C. Hipotesis
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:
1. H0 = Tidak terdapat pengaruh variabel inflasi terhadap JII.
Ha = Terdapat pengaruh variabel inflasi terhadap JII.
2. H0 = Tidak terdapat pengaruh variabel kurs rupiah terhadap JII.
Ha = Terdapat pengaruh variabel kurs rupiah terhadap JII.
3. H0 = Tidak terdapat pengaruh variabel suku bunga SBI terhadap JII.
Ha = Terdapat pengaruh variabel suku bunga SBI terhadap JII.
4. H0 = Tidak terdapat pengaruh variabel indeks Dow Jones terhadap JII.
Ha = Terdapat pengaruh variabel indeks Dow Jones terhadap JII.
5. H0 = Tidak terdapat pengaruh variabel inflasi, kurs rupiah, tingkat suku
bunga SBI dan indeks Dow Jones secara bersama-sama terhadap JII.
6. Ha = Terdapat pengaruh variabel inflasi, kurs rupiah, tingkat suku bunga
SBI dan indeks Dow Jones secara bersama-sama terhadap JII.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan (explanatory
research) dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang diajukan mengenai
pengaruh variabel inflasi, kurs rupiah, suku bunga SBI, dan indeks Dow
Jones sebagai variabel independen terhadap Jakarta Islamic Index sebagai
variabel dependen. Data operasional yang digunakan pada penelitian ini
menggunakan data runtut waktu (time series). Semua data dalam bulanan
dimulai dari Januari 2007 sampai Desember 2013.
B. Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data untuk melakukan
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Field research
2. Library research
3. Internet research
C. Metode Analisis Data
Dalam penelitian ini dilakukan beberapa tahapan sebagai berikut :
1. Uji Stasioneritas
Uji stasioneritas dilakukan untuk menentukan apakah metode OLS
dapat digunakan sebab salah satu syarat digunakannya OLS untuk data
time series adalah bahwa data harus stasioner (Gujarati, 2006: 171). Dalam
melakukan uji stasioneritas, penulis akan melakukan proses analisis yang
terdiri dari :
a. Uji Akar Unit
b. Uji Derajat Integrasi
2. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui sebab-
akibat antara variabel dependen dengan lebih dari satu variabel
independen. Teknik Estimasi variabel independen yang melandasi analisis
regresi disebut Ordinary Least Square. Bentuk umum regresi berganda
adalah sebagai berikut:
Y = β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + βnXm + εt 3.1
9
Dalam analisis ini, ada beberapa uji asumsi klasik yang perlu
diperhatikan sebelum hasil regresi. Beberapa diantaranya asumsi
normalitas, bebas multikolinearitas, bebas autokorelasi dan bebas
heteroskedastisitas.
3. Uji Arch Effect
Untuk menguji adanya ARCH effect dalam model, Engle
mengembangkan uji ini untuk mengetahui masalah heteroskedastisitas
dalam data time series. Uji ini dikenal dengan uji lagrange multiplier atau
disebut uji ARCH LM. Apabila terdapat ARCH effect dalam model
maka estimasi dapat dilakukan dengan menggunakan model ARCH-
GARCH.
4. Model ARCH-GARCH
Salah satu model pendekatan untuk data yang mengandung
volatilitas adalah model ARCH-GARCH yang dikembangan oleh Engle
(1982) dan Bollerslev (1986). Model ARCH yang dibentuk, sebagai
berikut: Y = β0 + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + εt 3.2
Persamaan varian residual dalam model ARCH (1) dapat ditulis sebagai
2 2 2
berikut:σ t = α0 + α1ε t-1 secara umum, model ARCH (p) dapat dinyatakan dalam persamaan berikut: σ t
2 2
α2ε t-2 + αpε t-p 3.4 Model ARCH-GARCH dalam penelitian ini terdiri dari 6 model alternatif, yaitu A
ARCH (2), GARCH (1,1), GARCH (2,1), GARCH (1,2) dan GARCH (2,2).
5. Uji Pemilihan Model Terbaik
Terdapat dua bentuk pendekatan yang dapat digunakan sebagai
ukuran kebaikan model yaitu :
a. Akaike Information Criterion (AIC).
AIC = -2l/n + 2k/n
b. Schwarz Information Criterion (SIC).
SIC = -2l/n + [k log (n)]/n

Model yang dipilih berdasarkan nilai AIC dan SIC yang terendah
dengan melihat juga signifikansi koefisien model.
6. Diagnostik Model
Diagnostik model ARCH-GARCH dilakukan dengan residual test
yang mencakup uji correlogram Q-statistic, correlogram squared residual
dan ARCH LM test.
Model ARCH-GARCH yang terbentuk dalam penelitian ini adalah :
JIIt = β0 + β1 INFt –β2 KURSt – β3 SSBIt + β4 DJIAt
Sebagai persamaan regresinya,
2 2
σ t = α0 + α1 ε t-1
Uji H
Secara prosedural proses rekayasa metodologi H ini dilakukan dari
pengumpulan data dari obyek yang dijadikan sampel dalam implementasi teori ini.
1. Pertama melakukan pendataan untuk memperoleh besaran dari obyek yang
akan ditinjau dalam nilai, harga, indeks, persentase, atau nominal yaitu dalam
bentuk harga asli.
10
2. Kedua meninjau laju besaran dari obyek yang akan dihitung dalam skala
persentase berupa selisih dari harga awal dengan harga berikutnya atau
perbedaan dari besaran pertama dengan besaran kedua dan selanjutnya.
3. Ketiga membuat pola rata-rata dari obyek yang akan ditinjau dengan
perspektif teori ini dibandingkan dengan obyek-obyek lain yang sejenis atau
meninjau posisi obyek dikomparasi dengan rata-rata obyek yang sejenis.
4. Setelah memperoleh nominal, laju, dan rata-rata laju, selanjutnya dibutuhkan
data lain dari obyek yang sama berupa data yang bersifat intangible atau
berkaitan dengan nilai religiusitas untuk didapatkan besaran bobotnya
dibandingkan dengan obyek lain. Cara melakukan nilai bobot yaitu:
a. Membuat rasio bobot berdasarkan data lain dari obyek yang sama
kemudian dibandingkan dengan bobot dari obyek lain dengan data yang
untuk diperoleh ranking atau urutan bobot antara obyek utama dengan
obyek pembanding yang lain.
b. Selain menggunakan sumber data dari obyek yang diteliti,
dikombinasikan dengan expert adjustment / wawancara terstruktur
dengan pakar sains yang memiliki otoritas untuk menilai bobot suatu
obyek.
c. Kemudian melakukan perangkingan obyek berdasarkan bobot yang
diperoleh dari berbagai sumber data tersebut, sehingga urutan tersebut
juga merepresentasikan besaran bobot dari obyek yang diteliti tersebut.
5. Selanjutnya setelah diperoleh data nominal, laju, dan bobot maka dilakukan
penghitungan berupa perkalian dari data obyek tersebut berupa: nominal x
laju x bobot.
6. Setelah mendapatkan hasil dari perhitungan dari obyek yang diteliti maka
dilakukan perlakuan matriks untuk memperoleh kategori hasil sesuai format
dalam hal ini obyek akan dikategorikan dalam formasi straight, loads, dan
impact:
a. Jika hasil positif adalah straight (jika minus adalah turn)
b. Jika hasil lebih besar dari 0,1 adalah loadpilihan
c. Jika hasil lebih besar dari rata-rata nilai berarti impact
D. Operasional Variabel Penelitian
1. Variabel Dependen
Pada penelitian ini, variabel terikatnya adalah Jakarta
Islamic Index (JII).
2. Variabel Independen
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel independen adalah
sebagai berikut :
a. Inflasi (X1)
b. Kurs Rupiah (X2)
c. Suku Bunga Setifikat Bank Indonesia(X3)
d. Indeks Dow Jones(X4)
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Perkembangan Jakarta Islamic Index
Perkembangan Jakarta Islamic Index (JII) Januari 2007 Desember 2013
11
menunjukkan bahwa indeks Jakarta Islamic Index mengalami fluktuasi dar tahun
2007-2013 dengan kecenderungan mengalami peningkatan.
2. Perkembangan Tingkat Inflasi
Perkembangan Tingkat Inflasi Januari 2007-Desember 2013

3. Perkembangan Kurs Rupiah
Perkembangan Kurs Rupiah Januari 2007-Desember 2013

4. Perkembangan Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia
Perkembangan Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia Januari 2007 Desember 2013

5. Perkembangan Indeks Dow Jones
Perkembangan Indeks Dow Jones Januari 2007-Desember 2013

B. Hasil Analisis dan Pembahasan
12
Semua data yang digunakan dalam analisis ini merupakan data
sekunder deret waktu (time series) yang berbentuk bulanan dari mulai Januari
2007-Desember 2013. Penelitian mengenai Indeks JII (Jakarta Islamic Index)
sebagai variabel dependen (variabel tidak bebas). Sedangkan variabel
independen (variabel bebas) terdiri dari inflasi, kurs rupiah, suku bunga SBI
dan indeks Dow Jones. Keseluruhan dari data yang digunakan sebagai bahan
penelitian diperoleh dari Bursa Efek Indonesia, Badan Pusat Statistik, Bank
Indonesia dan Yahoo Finance. Data mengenai indeks JII diperoleh dari Bursa
Efek Indonesia, data mengenai Inflasi diperoleh dari Badan Pusat Statistik, data
mengenai Kurs dan Suku Bunga SBI diperoleh dari Bank Indonesia serta data
mengenai indeks Dow Jones diperoleh dari Yahoo Finance. Pengolahan data
dilakukan dengan menggunakan Eviews 4.1 untuk mempercepat perolehan
hasil yang dapat menjelaskan seluruh variabel yang akan diteliti.
1. Uji Stasioneritas
a. Uji Akar Unit
Tabel 4.1 Uji Akar Unit Philips Perron Test pada tingkat Level
Level
H0 = Tidak Stasioner
No Variabel
PP test CV 5% Ha = Stasioner

1 JII -1.548043 -2.896779 Terima H0
2 Inflasi -5.206607 -2.896779 Tolak H0
3 Kurs -0.878710 -2.896779 Terima H0
4 SBI -1.893262 -2.896779 Terima H0
5 DJIA -0.232689 -2.896779 Terima H0
Sumber : Lampiran 2
Variabel inflasi stasioner, hal ini dikarenakan variabel tersebut
mempunyai nilai Philips Perron test (PP test) lebih besar dibandingkan
dari nilai Critical Value (CV) 5%. Sedangkan Variabel yang tidak
stasioner yaitu variabel JII, Kurs, SBI dan Indeks Dow Jones
(DJIA).
b. Uji Derajat Integrasi
Tabel 4.2
Uji Akar Unit Philips Perron Test pada First difference
First difference H0 = Tidak Stasioner
No Variabel Ha = Stasioner
PP test CV 5%
1 JII -7.831013 -2.897223 Tolak H0
2 Inflasi -19.65400 -2.897223 Tolak H0
3 Kurs -7.902891 -2.897223 Tolah H0
4 SBI -4.975029 -2.897223 Tolak H0
5 DJIA -7.535621 -2.897223 Tolak H0
Sumber : Lampiran 2
13
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Phillips Perron
test (PP test) dan dari nilai Critical Value (CV) 5% sudah stasioner
pada integrasi pertama (First difference).
2. Estimasi Model Regresi
Tabel 4.3 Hasil Estimasi Model Regresi

Variabel Koefisien Probability
C INF 465.8881 0.0000
KURS 10.80152 0.2186
SSBI -0.006845 0.2485
DJIA -43.62411 0.0000
2 0.868107 0.0000
R 0.030179
DW stat 0.35576
Prob F-stat 0.000000
Sumber : Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.3 tersebut terlihat bahwa hasil regresi dengan
metode OLS menghasilkan estimasi spurious regression
Suatu regresi dikatakan spurious regression apabila uji asumsi klasik
tidak terpenuhi.
a. Uji Normalitas
Tabel 4.4
Uji Normalitas Jarque-Bera

Sumber : Lampiran 4
Berdasarkan tabel 4.4 menggambarkan bahwa data dalam
penelitian ini sudah terdistribusi normal.
b. Uji Multikolinieritas
Tabel 4.5
Uji Correlation Matrix
INF KURS SSBI DJIA
INF 1.000000 -0.135102 0.047793 0.157172
KURS -0.135102 1.000000 0.221997 -0.088846
SSBI 0.047793 0.221997 1.000000 -0.340449
DJIA 0.157172 -0.088846 -0.340449 1.000000
Sumber : Lampiran 4
Dari tabel 4.5 hasil analisis uji multikolinieritas dengan correlation
matrix di atas terlihat bahwa koefisien korelasi tidak ada yang diatas 0.8
sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model tidak terdapat masalah
multikolinieritas.
c. Uji Autokorelasi
14
Diperoleh hasil seperti pada tabel 4.6 berikut ini :
Tabel 4.6
Uji Lagrange Multiplier Test
Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test:
F-statistic 73.63242 Probability 0.000000
Obs*R-squared 55.15910 Probability 0.000000
Sumber : Lampiran 4

Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai probabilitas Obs*R-squared
sebesar 0.000000 yang lebih kecil dari α=0.05. Karena nilai probabilitas
Obs*R-squared lebih kecil dari α=0.05 maka H0 ditolak. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa sisaan dalam model terdapat masalah
autokorelasi.
Diperoleh hasil seperti pada tabel 4.7 berikut ini :
Tabel 4.7
Uji Correlogram Q-statistic dan Correlogram Squared residual
Terhadap kuadrat
Lag Terhadap residual (ε) 2
Ke- Q-stat Prob residual (ε Prob
Q-stat )
1 55.690 0.000 28.986 0.000
2 85.858 0.000 37.899 0.000
3 103.61 0.000 42.053 0.000
4 114.46 0.000 42.490 0.000
5 119.31 0.000 42.512 0.000
6 121.30 0.000 42.699 0.000
7 121.67 0.000 43.942 0.000
8 121.82 0.000 45.117 0.000
9 123.90 0.000 50.932 0.000
10 128.14 0.000 55.434 0.000
11 132.66 0.000 56.254 0.000
12 137.39 0.000 56.363 0.000
13 143.03 0.000 57.198 0.000
14 149.14 0.000 61.724 0.000
15 156.98 0.000 66.096 0.000
16 167.91 0.000 68.340 0.000
... ... ... ... ...
... ... ... ... ...
28 217.11 0.000 106.75 0.000
29 227.49 0.000 113.02 0.000
30 239.98 0.000 116.11 0.000
31 252.09 0.000 117.29 0.000
32 262.68 0.000 118.29 0.000
33 269.68 0.000 121.87 0.000
34 273.76 0.000 125.12 0.000
35 275.48 0.000 128.37 0.000
36 276.11 0.000 128.74 0.000
Sumber : Lampiran 4
Dari hasil tabel 4.7 Di atas dapat kita lihat bahwa pada residual
masih terdapat autokorelasi yang ditunjukkan dari nilai probabilitasnya
yang lebih kecil dari α=0.05 untuk lag 1 hingga lag 36. Begitu pula,
15
pada kuadrat residual probabilitasnya lebih kecil dari α=0.05 untuk lag
1 hingga lag 36 sehingga masih terdapat autokorelasi antar kuadrat
residual, yang mengindikasikan bahwa terdapat fenomena volatility
clustering yang ditandai oleh kecenderungan dimana perubahan atau
volatilitas yang tinggi pada suatu periode diikuti dengan volatilitas yang
relatif tinggi juga pada periode berikutnya. Dan volatilitas yang rendah
pada suatu periode diikuti dengan volatilitas yang juga relatif rendah
pada periode berikutnya. (Parulian, 2006: 21).
d. Uji Heteroskedastisitas
Diperoleh hasil seperti pada tabel 4.8 berikut ini :
Tabel 4.8
Uji White Heteroskedsticity Test
White Heteroskedasticity Test:
F-statistic 4.093981 Probability 0.000434
Obs*R-squared 25.53232 Probability 0.001262
Sumber : Lampiran 4
Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai probabilitas Obs*R-
squared sebesar 0.000434 yang lebih kecil dari α=0.05. Karena nilai
probabilitas Obs*R-squared lebih kecil dari α=0.05 maka H0 ditolak.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa sisaan dalam model terdapat
masalah heteroskedastisitas.
3. Uji ARCH LM
Tabel 4.9
Uji ARCH LM Estimasi OLS
ARCH Test:
F-statistic 44.83698 Probability 0.000000
Obs*R-squared 29.57373 Probability 0.000000
Sumber : Lampiran 5
Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai probabilitas F-statistic
sebesar 0.000000 lebih kecil dari nilai signifikansi α=0.05. Karena nilai
probabilitas F-statistic lebih kecil dari α=0.05. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa hasil Estimasi model OLS terdapat ARCH effect.
Dengan demikian estimasi dapat dilakukan menggunakan model ARCH-
GARCH.
4. Pendugaan Parameter model ARCH-GARCH
Karena terbukti adanya gejala ARCH effect, maka model ARCH-
GARCH dapat digunakan untuk melakukan estimasi. Ada enam
model ARCH GARCH yang diajukan dalam penelitian sebagai hasil
teknik coba-coba berbagai model dengan kombinasi ARCH GARCH.
Dengan adanya keenam model alternatif diharapkan dapat memberi
alternatif-alternatif model yang lebih banyak sehingga dapat lebih baik dan
tepat dalam memilih model terbaik. Keenam model yang dicoba
diantaranya : ARCH (1), ARCH (2), GARCH (1,1), GARCH (2,1),
GARCH (1,2) dan GARCH (2,2). Dan hasilnya akan tersaji pada Tabel
4.10

16
Tabel 4.10

Ringkasan Hasil Pendugaan Parameter ARCH-GARCH

Persamaan Variance
Arch 1 Arch 2 Garch (1,1) Garch (2,1) Garch (1,2) Garch (2,2)
Variance Koef Prob Koef Prob Koef Prob Koef Prob Koef Prob Koef Prob
C 362.0256 0.0082 368.0192 0.0092 415.9701 0.0554 1332.898 0.0306 1252.654 0.1258 1175.079 0.0023
α1 0.718659 0.0336 0.896009 0.0191 0.940267 0.0234 0.806376 0.0382 0.738721 0.0616 0.81967 0.0027
α2 - - -0.132511 0.2112 - - 0.631249 0.1752 - - 0.556273 0.1431
λ1 - - - - -0.192656 0.4088 -0.882977 0.0000 -0.117724 0.7654 -0.770311 0.0088
λ2 - - - - - - - - -0.176288 0.2745 -0.261635 0.0023
AIC 10.02767 10.02378 10.03432 10.14963 10.21075 10.06126
SIC 10.23023 10.25528 10.26583 10.41007 10.47119 10.35064
Log
Likelihood -414.162 -412.998 -413.441 417.284 -419.851 -412.572
Sumber : Lampiran 6
Hasil pendugaan parameter ARCH-GARCH seperti pada tabel 4.10 kemudian dibandingkan satu dengan lainnya untuk
memilih model yang terbaik dan tepat yang akan digunakan dalam penelitian ini. Pemilihan model terbaik dapat dibandingkan
melalui nilai AIC dan SIC yang paling rendah dan memiliki dugaan parameter yang signifikan pada model ARCH-GARCH.
Dugaan parameter yang signifikan dapat dilihat pada probability-nya, apabila < 0.05 maka dapat dikatakan parameternya
s
1
5. Pemilihan Model terbaik
Tabel 4.11 AIC, SIC, Prob Koefisien Regresi model, dan Log Likelihood
Garch Garch Garch Garch
Arch (1) Arch (2)
(1,1) (2,1) (1,2) (2,2)
AI 10.0276 10.02378 10.03432 10.14963 10.2107 10.06126
SI 10.2302 10.25528 10.26583 10.41007 10.4711 10.35064
α 0.0336 0.0191 0.0234 0.0382 0.0616 0.0027
α - 0.2112 - 0.1752 - 0.1431
λ - - 0.4088 0.0000 0.7654 0.0088
λ - - - - 0.2745 0.0023
Lo
-414.162 -412.998 -413.441 417.284 -419.851 -412.572
g
Sumber: Lampiran 6
AIC terendah dimiliki oleh model ARCH (2), yaitu sebesar
10.02378. Namun, untuk nilai SIC terendah dan koefisien regresi yang
signifikan pada variansnya dimiliki oleh model ARCH (1). Oleh karena itu,
Model ARCH (1) merupakan model terbaik dalam penelitian ini. Untuk
lebih membuktikkan bahwa ARCH (1) adalah model terbaik maka akan
dilakukan diagnostik model ARCH (1).
6. Diagnostik Model
Tabel 4.12
Uji Correlogram Q-statistic dan Correlogram Squared residual
Terhadap kuadrat sisaan
Lag Terhadap sisaan (ε) (
Ke- ε
Q-stat Prob Q-stat Prob
1 27.528 0.000 0.0033 0.955
2 35.062 0.000 0.3414 0.843
3 40.853 0.000 3.1666 0.367
4 48.532 0.000 3.3423 0.502
5 50.386 0.000 4.3883 0.495
6 50.387 0.000 4.4827 0.612
7 50.781 0.000 4.5286 0.717
8 51.389 0.000 4.7217 0.787
9 52.238 0.000 5.1195 0.824
10 53.264 0.000 5.2466 0.874
11 53.360 0.000 5.2641 0.918
12 53.817 0.000 5.2670 0.948
13 54.057 0.000 5.4530 0.964
14 54.134 0.000 5.7596 0.972
15 54.548 0.000 5.8539 0.982
16 54.560 0.000 6.9052 0.975
... . . . .
... . . . .
28 .
63.598 .
0.000 .
10.493 .
0.999
29 66.597 0.000 10.503 0.999
30 70.337 0.000 11.1700 0.999
31 70.931 0.000 12.1190 0.999
32 71.042 0.000 12.6930 0.999
33 71.116 0.000 13.0110 0.999
34 71.132 0.000 13.4470 0.999
35 74.108 0.000 13.4600 1.000
36 79.844 0.000 14.1230 1.000
Sumber : Lampiran 7
Dari hasil tabel 4.12 Di atas dapat kita lihat bahwa pada sisaan masih
terdapat autokorelasi yang ditunjukkan dari nilai probabilitasnya yang lebih
kecil dari α=0.05 untuk lag 1 hingga lag 36. Namun, pada kuadrat
sisaan probabilitasnya lebih besar dari α=0.05 untuk lag 1 hingga lag 36 tidak
terdapat autokorelasi antar kuadrat sisaan, yang mengindikasikan bahwa
varians sudah homogen, dengan kata lain terbebas dari
autokorelasi.
Tabel 4.13
Hasil Uji ARCH LM test
ARCH Test:
F-statistic 0.003051 Probability 0.956089
Obs*R-squared 0.003126 Probability 0.955414
Sumber : Lampiran 7
Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai probabilitas F-statistic sebesar
0.956089 lebih besar dari nilai signifikansi α=0.05. Karena nilai
probabilitas F-statistic lebih besar dari α=0.05. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa model ARCH (1) sudah layak digunakan dalam
penelitian ini.
C. Interpretasi Hasil
Setelah melakukan beberapa uji kelayakan model maka model ARCH
(1) terpilih menjadi model terbaik untuk digunakan dalam penelitian ini. Berikut
disajikan hasil regresi model ARCH (1) :
Tabel 4.14
Hasil Estimasi Model ARCH (1)
Variabel Koefisien Prob
C 362.2031 0.0000
INF 2.267648 0.6787
KURS -0.016708 0.0000
SSBI -28.52601 0.0000
DJIA 0.039555 0.0000

Variance Equation
C 362.0256 0.0082
ARCH (1) 0.718659 0.0336
2
R 0.809334
Prob (F-statistic) 0.000000
Sumber : Lampiran 8
Berdasarkan Tabel 4.14 , maka model ARCH (1) dalam penelitian ini
adalah :
JIIt = 362.2031 + 2.267648 INFt - 0.016708 KURSt – 28.52601 SSBIt +
2 2
0.039555 DJIAt Sebagai persamaan regresinya, σ t = 362.0256 + 0.71ε t-1
Sebagai persamaan variansnya.
Berikut penulis akan membahas hasil estimasi model ARCH (1) :
1. Konstanta
Nilai konstanta sebesar 362.2031 menunjukkan apabila nilai variabel
independen konstan maka besarnya Jakarta Islamic Index (JII) sebesar
362.2031 poin.
2. Pengaruh Inflasi terhadap JII
Berdasarkan hasil estimasi menggunakan ARCH (1), inflasi tidak
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap JII. Dapat dilihat pada tabel
4.14 dengan tingkat probabilitas sebesar 0.6787 yang lebih besar bila
dibandingkan dengan tingkat signifikan 5% dengan koefisien sebesar
2.267648, yang berarti Ho diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel
inflasi tidak dapat menjelaskan model JII dalam penelitian
3. Pengaruh Kurs Rupiah terhadap JII
Berdasarkan hasil estimasi menggunakan ARCH (1), kurs rupiah
memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap JII. Dapat dilihat pada
tabel 4.14 dengan tingkat probabilitas sebesar 0.0000 yang lebih kecil bila
dibandingkan dengan tingkat signifikan 5% dengan koefisien sebesar
-0.016708, yang berarti Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila
kurs rupiah terdepresiasi (dalam hal ini nominal rupiah naik) sebesar Rp 1 maka
akan diikuti oleh penurunan JII sebesar -0.016708 poin
4. Pengaruh Tingkat Suku Bunga SBI terhadap JII
Berdasarkan hasil estimasi menggunakan ARCH (1), tingkat suku bunga
SBI memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap JII. Dapat dilihat
pada tabel 4.14 dengan tingkat probabilitas sebesar 0.0000 yang lebih kecil bila
dibandingkan dengan tingkat signifikan 5% dengan koefisien sebesar
-28.52601, yang berarti Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa
apabila tingkat suku bunga SBI naik sebesar 1 persen maka akan diikuti oleh
penurunan JII sebesar -28.52601 poin
5. Pengaruh Indeks Dow Jones terhadap JII
Berdasarkan hasil estimasi menggunakan ARCH (1), Indeks Dow Jones
memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap JII. Dapat dilihat pada
tabel 4.14 dengan tingkat probabilitas sebesar 0.0000 yang lebih kecil bila
dibandingkan dengan tingkat signifikan 5% dengan koefisien sebesar
0.039555, yang berarti Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila
indeks Dow Jones naik sebesar 1 poin maka akan diikuti oleh peningkatan JII
sebesar 0.039555 poin
6. Volatilitas pada pergerakan JII
Berdasarkan hasil estimasi menggunakan ARCH (1), parameter ARCH
(1) menunjukkan probabilitas yang signifikan terhadap JII. Dapat dilihat pada
tabel 4.14 dengan tingkat probabilitas sebesar 0.0336 yang lebih kecil bila
dibandingkan dengan tingkat signifikan 5% dengan koefisien variance sebesar
0.718659. Probabilitas yang signifikan pada parameter ARCH (1) menunjukkan
bahwa adanya gejala volatilitas pada pergerakan JII. Dimana koefisien
variance pada ARCH (1) sebesar 0.718659 menunjukkan bahwa
varians residual (volatilitas) pada periode ini
dipengaruhi oleh residual kuadrat periode sebelumnya dan besarannya yang hampir
mendekati 1, menunjukkan bahwa terjadi volatility persistence dalam
pergerakan JII.
7. Pengaruh Variabel Inflasi, Kurs Rupiah, tingkat suku bunga SBI dan indeks
Dow Jones secara bersama-sama terhadap JII
Berdasarkan hasil estimasi menggunakan ARCH (1), Variabel Inflasi,
Kurs rupiah, tingkat suku bunga SBI dan indeks Dow Jones secara bersama-sama
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap JII. Dapat dilihat pada tabel 4.14
dengan tingkat prob (F-stat) sebesar 0.0000 yang lebih kecil bila dibandingkan
dengan tingkat signifikan 5%, hal ini berarti Ho ditolak.
2
Dengan nilai koefisien determinasi (R ) sebesar 0.809334, ini menunjukkan
bahwa sebesar 80.93% variabel Inflasi, Kurs dollar Amerika, tingkat suku bunga
SBI dan indeks Dow Jones dapat menjelaskan variabel JII sedangkan sisanya
19.07% dijelaskan oleh variabel lain diluar model dalam penelitian.

BAB V
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI
A. Kesimpulan
Kesimpulan penelitian ini, yaitu:
1. Terdapat fenomena volatility clustering dan volatility persistence dalam
pergerakan JII selama periode 2007-2013.
2. Berdasarkan hasil estimasi menggunakan ARCH (1), inflasi tidak
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap JII.
3. Berdasarkan hasil estimasi menggunakan ARCH (1), kurs rupiah memiliki
pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap JII. Apabila kurs rupiah
terdepresiasi (dalam hal ini nominal rupiah naik) sebesar Rp 1 maka akan diikuti
oleh penurunan JII sebesar -0.016708 poin.
4. Berdasarkan hasil estimasi menggunakan ARCH (1), tingkat suku bunga SBI
memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap JII. Apabila kenaikan
tingkat suku bunga SBI sebesar 1 persen maka akan diikuti oleh penurunan JII
sebesar -28.52601 poin.
5. Berdasarkan hasil estimasi menggunakan ARCH (1), Indeks Dow Jones
memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap JII. Apabila
kenaikan indeks Dow Jones naik sebesar 1 poin maka akan diikuti oleh
peningkatan JII sebesar 0.039555 poin.
6. Berdasarkan hasil estimasi menggunakan ARCH (1), Variabel Inflasi, Kurs
rupiah, tingkat suku bunga SBI dan indeks Dow Jones secara bersama-
sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap JII. Dengan nilai koefisien
2
determinasi (R ) sebesar 0.809334, ini menunjukkan bahwa sebesar 80.93%
variabel Inflasi, Kurs rupiah, tingkat suku bunga SBI dan indeks Dow Jones
dapat menjelaskan variabel JII sedangkan sisanya
19.07% dijelaskan oleh variabel lain diluar model dalam penelitian.
B. Implikasi
Implikasi analisis pengaruh inflasi, kurs dollar Amerika, suku bunga SBI
dan Indeks Dow Jones terhadap Jakarta Islamic Index:
1. Karena terbukti adanya volatilitas dalam pergerakan JII, maka para investor
diharapkan memperhatikan informasi-informasi mengenai
penutupan indeks saham sebelumnya untuk dapat menganalisis resiko
investasi.
2. Karena variabel makroekonomi terbukti berpengaruh terhadap pergerakan saham,
maka perlu adanya upaya dari pemerintah dan otoritas moneter untuk menjaga
kestabilan variabel makroekonomi tersebut supaya pergerakan harga saham
terkendali dan sesuai dengan yang diharapkan.
3. Karena terbukti berpengaruh terhadap pergerakan harga saham, investor
diharapkan memperhatikan variabel-variabel makroekonomi dan indeks
regional dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi di pasar modal

DAFTAR PUSTAKA
Abelson, A. 1998. Up &Down Wall Street: Bill's Bull. Barrons Journal, Vol 78, No. 3-4
Ajayi, R.A dan Mougoue, M. 1996. On The Dynamic Relation Between Stock Price and Exchange
Rate. Journal of Financial Research.
Aljufri, Muhammad, dkk. “Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Jakarta Islamic Index
Periode Januari 2004- Desember 2011”, Trunojoyo Journal of Economics, 2013.
Amin, Muhammad Zuhdi. “Pengaruh Tingkat Inflasi, Suku Bunga SBI, Nilai Kurs Dollar
(USD/IDR), dan Indeks Dow Jones (DJIA) terhadap Pergerakan Indeks Harga Saham
Gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode
2008-2011”, Jurnal Ilmiah Universitas Brawijaya, 2012.
Auliyah, Robiatul dan Ardi Hamzah, “Analisa Karakteristik Perusahaan, Industri dan Ekonomi
Makro terhadap Return dan Beta Saham Syariah di BEJ”, Jurnal Univesitas Trunojoyo,
2006.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2004. Islamic Micro Macro Economics. Module 1, Jakarta: UIN Syarif
Hidayatullah.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2005. Sinlammim Kode Tuhan. Esa Alam, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2006. Jejak Islam Yang Hilang. Sinlammim, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2008. Analisis Pemodelan Sukuk Indonesia Malaysia Dengan System
Dynamics. Disertasi, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah,
Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. January-April 2008. Comparative Study of Islamic Bonds in Indonesia
and Malaysia on System Dynamics Approach. Jurnal Ekonomi Kemasyarakatan
Equilibirium, Vol,5, No. 2 Jakarta. http://www.stiead.ac.id.
Aziz, Roikhan Mochamad. August 2008. Kaffah Approach In Islamic Economics Theory. Journal.
University Islamic Indonesia (UII), Jogjakarta, Indonesia.
Aziz, Roikhan Mochamad. August 2008. Holistic Thinking To Develop Islamic Bonds In Indonesia.
Proceeding. IAEI – University Airlangga (Unair), Surabaya, Indonesia.
Aziz, Roikhan Mochamad. September 2008. Sukuk Dynamics In System Thinking. School Of
Business (SBM), Institute Technology Bandung (ITB), Bandung, Indonesia.
Aziz, Roikhan Mochamad. October 2008. The Application Of Mathematics In Information System
Based On Al-Quran. Working Paper, Studium General, State Islamic University (UIN)
Jakarta, Indonesia.
Aziz, Roikhan Mochamad. October 2008. The Assimilation of Sinlammim Into System Thinking In
The Quantitative Method With Modeling On Sukuk As Islamic Economic Instrument.
Proceeding. University of Malahayati, Lampung, Indonesia.
Aziz, Roikhan Mochamad. October 2008. The Future of Sukuk Between Malaysia and Indonesia
Based on System Thinking. Proceeding. Monash University, Sunway Campus, Malaysia.
Aziz, Roikhan Mochamad. October 2008. The Mistery of Digital Root Based On Sinlammim
Method. Proceeding. Institut Teknologi Bandung (ITB). Bandung, Indonesia.
Aziz, Roikhan Mochamad. October 2008. The Root Of Mathematics And Science Is level
Compared With Religious Thinking. Proceeding. State Islamic University (UIN) Jakarta,
Indonesia.
Aziz, Roikhan Mochamad. November 2008. The Sukuk Competition Between Indonesia and
Malaysia With System Dynamics. Proceeding. University Malaysia Sabah, Labuan, Malaysia.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2009. Kaffah Thinking on Sinlammim Method Through Digital Root.
Proceeding, ISOIT International Seminar on Islamic Thought, UKM, Bangi, Malaysia.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2009. Education on Root Of Islam. Proceeding, International Seminar
On Islamic Education. UNJ, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2009. Pasar Modal Syariah. Modul Kuliah, Fakultas Ekonomi Bisnis,
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2009. Moneter Syariah. Modul Kuliah, Fakultas Ekonomi Bisnis,
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2009. Perekonomian Indonesia. Modul Kuliah, Fakultas Ekonomi
Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2009. Ekonomi Makromikro Syariah. Modul Kuliah, Pasca Sarjana,
Institut Agama Islam Negeri Raden Intan, Lampung.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2009. New Paradigm on Sinlammim Kaffah In Islamic Economics.
Jurnal Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. March 2009. The Application of Kaffah Economics on Sukuk As Islamic
Economic Instrument In OIC Countries. IRTI-IDB, IIUM, Kuala Lumpur, Malaysia.
Aziz, Roikhan Mochamad. April 2009. Pemodelan Institusi Keuangan Islam Berbasis Metode
Sinlammim Kaffah (Studi Kelayakan Pada Bofsa), UII, Jogjakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. August 2009. Islamic Principle and Financial Aspect in Sukuk on Asset
Becked securities. IALE Hukumonline.com, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. October 2009. Kaffah Thinking on Sinlammim Method Through Digital
Root. Proceeding, UKM Malaysia.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2010. Ekonomi Makro Islam Tuga Dimensi. Modul Kuliah, Fakultas
Ekonomi Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2010. Bank Dan Lembaga Keuangan Lain. Modul Kuliah, Fakultas
Ekonomi Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2010. Islamic Civilization Versus western System. Proceeding.
International Conference on Islamic Civilization. Kahorem Pakistam.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2010. Ekonomi Moneter Tiga Dimensi. Modul Kuliah, Fakultas
Ekonomi Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2010. Perbankan Syariah. Modul Kuliah, Fakultas Ekonomi Bisnis,
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2010. Ekonomi Islam Tiga Dimensi. Modul Kuliah, Fakultas Ekonomi
Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2010. The Prospect Of Islamic Revival In Indonesia 2015 Based on
Development of Sukuk The Sukuk Through Sinlammim Kaffah Method. Approved Paper For
Seminar Sharia Economics Days (Second), UI, Depok.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2010. New Paradigm in On Sinlammim Kaffah In Islamic Economics.
Jurnal Signifikan, Vol. 9, No.2, Mei-Agustus, Jakarta. http://www.uinjkt.ac.id.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2010. Academic Literature, Haji Finance Management, Ministerial of
Religious, Affair. Directorate General of Haji, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2010. Education on Root of Islam. Proceeding International Seminar
Islam's Contribution in Education to Empower Human Resources.
Aziz, Roikhan Mochamad. April 2010. The prospect of IslamicRevival in Indonesia 2015 Based on
Development of Sukuk The Skuk Through Sinlamim Kaffaf Method. Approved Paper For
Seminar Sharia Economics Days (Second), UI, Depok.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2011. New Paradigm on System Thinking. Jurnal Ekonotika. Fakultas
Ekonomi Bisnis, Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP), Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2011. Draft regulation Act of Haji Finance Management, Ministerial of
Religious, Affair. Directorate General of Haji, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2012. Sinlamim: Kode Tuhan, Esa Alam, Jakarta.
Http://www.tokogunungagung.co.id.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2012. Information System on Islam. Book Of MIS Project Vol 1, Vol 2,
Vol 3, Vol 4, Computer Comunication Information Techonology, Faculty of Techniquem
University of Indonesia, Depok.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2012. Five Pillars of Economy, Economy Development In Islamic
Perspective. Book of Journal, Development Studdies, Fauculty Economics Bussiniess, State
Islamic University. Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2012. Islamic Economic. Book of Article, University Of Islam Riau
(UIR).
Aziz, Roikhan Mochamad. 2012. Keterkaitan Indikator Moneter Syariah Terhadap Pendapatan
Domestik Bruto. Jurnal Signifikan Vol. 1 No. 1.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2012. New Paradigm on Islamic Kafah in Islamic Economics. Jurnal
Signifikan Vol. 1 No. 2.
Aziz, Roikhan Mochamad. April 2012. Islamic Micro Economy. Book of Article, IESP Program
FEB, UIN Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. May 2012. Macro Economy in Islam. Book of Article Accounting
Program FEB, UIN Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. June 2012. Islamic Economic. Book of Article, University of Islam Riau
(UIR).
Azis, Roikhan Mochamad. Oktober 2012. Five Pillars of Economy. Economy Press. Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. November 2012. Information System on Islam. Book Of MIS Project
Vol 1, Vol 2, Vol 3, Vol 4, Computer Communication Information Technology, Faculty Of
Techniquem University Of Indonesia, Depok.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2013. Pemodalan Lembaga Keuangan Syariah Non Bank Dengan
Metode Islam. Jurnal Ekonomi Umat. Vol 7 No.2, Jakarta. http://www.uhamka.ac.id.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2013. Islamic Monetary Based On Method. Book of Journal. Islamic
Monetary Program State Islamic University, Faculty of Economics Bussiness.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2013. The Simulation of Islamic Economic Instrument as Sukuk. Jurnal
Nalar Fiqh Vol. 8 No. 2.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2013. Determinan Tabungan Mudharabah di Indonesia. Jurnal
Signifikan Vol. 2 No. 2. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. Januari 2013. Islamic Monetary Based On Method. Book of Islam.
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. UIN Press, Jakarta.
Azis, Roikhan Mochamad. Januari – April 2013. Pemodelan Lembaga Keuangan Syariah Non
Bank Dengan Metode Islam. Jurnal Ekonomi Umat. Vol 7 No.2, Jakarta
http://www.uhamka.ac.id.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2014. Integrasi Ilmu Ekonomi Islam: Pendekatan Filosofis dan
Simbolik. Integrasi Keilmuan. UIN Press, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2014. Dida dan Kada dalam Bahasa, Agama, serta Keragaman
Budaya. Dialektika, Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol.
1 No. 1.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2014. Economic is Universal Compliance. The 1st International
Conference on Thoughts on Human Science in Islam (IC-ThuSI) Sadra International Institute
& STFI Sadra Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2014. Islamic Physics. Proceeding of Islam, Science, and Civilization
UIN Walisongo dan Universitas Teknologi Malaysia.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2014. Peran Kata Ganti Dalam Membangun Karakter Generasi Muda.
Prosiding Seminar Nasional STKIP Siliwangi Bandung.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2015. Bahan Ajar (Diktat) Mata Kuliah: Investasi Pasar Modal
Syariah. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. UIN Press, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2015. Bahan Ajar (Diktat) Mata Kuliah: Ekonomi Makro Mikro Dalam
Prespektif Islam. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. UIN Press, Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2015. Teori H dalam Islam Sebagai Wahyu dan Turats. Jurnal UIN
Syarif Hidayatullah.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2015. Schumpeter Thought and Islamic Worldview. Proceedings of
International Seminar on Islamic Economics FEB UIN Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2015. Hahslm Islamic Economic Methodology. Proceeding ICOSEC:
Developing Countries Readiness Toward Global Universitas Negri Solo, Surakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2015. The Influence of Household's Income, Price and Religiosity
Towards Consumption of Halal Product. Proceeding of Call For Paper And International
Seminar on Thoughts of Schumpeter and Islamic Economics Jakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2015. Hahslm Psychology in Family System. Book of Abstract
International Conference on Islamic Psychology (ICONYPSY).
Aziz, Roikhan Mochamad. 2015. Rumus Tuhan Hahslm Dalam Ekonomi. Buku Program Seminar
Nasional Fakultas Ekonomi Universitas Terbuka.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2015. Peer Review of Teaching as an Integral Part of The Programme
Accreditation Self Evaluation in FEB SIU Jakarta. International Collaborative Research
antara FEB UIN Jakarta dengan University of Graz (Austria), University of Applied Sciences
Wurzburg-Schweinfurt (Jerman), dan University of Rhein Waal (Jerman).
Aziz, Roikhan Mochamad. Agustus 2015. Rumus Tuhan Hahslm Dalam Berpikir Menyeluruh
Sebagai Metedologi Ekonomi Islam. Procedding ICIEF15: Strengthning Islamic Economics
and Financial Institution for Financial Institution for the Welfare of Ummah. Universitas
Mataram, Lombok.
Aziz, Roikhan Mochamad. September 2015. Hahslm Islamic Economics Methodology. Proceeding
ICOSEC: Developing Countries Readiness Toward Global Universitas Negeri Solo,
Surakarta.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2016. Teori H Sebagai Wahyu Dan Turats Dalam Islam. Jurnal
Ushuluddin Vol 24 No 1. Universitas Islam Negeri Riau.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2016. Gold Pawn in Indonesian Islamic Banks and Pawnshop for Asset
Growth of Islamic Pawnshop. The 3rd Sebelas Maret International Conference on Business,
Economics and Social Science Solo.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2016. Factors of Internal, External And Religiosity To Influence
Lecture Performance By Peer Review Teaching on HAHSLM Approach. The 3rd
International Conference on Socio-Cultural Relationship and Education Pedagogy Learning
Science Bali.
Aziz, Roikhan Mochamad. 2016. Bazis Scholarship Funds And Student Achievement. Jurnal
Shirkah Vol. 1 No. 2.
Bank Indonesia. “Laporan Perekonomian Indonesia”, 2007-2013. BAPEPAM.
“Laporan Tahunan BAPEPAM-LK”, 2007.
Binastuti, S. 2002. Analisis Faktor Fundamental,Risiko SIstematik dan Tingkat Buga Serta
Pengaruhnya Terhadap Harga Saham. Jurnal Ekonomi & Bisnis, No1 Jilid 7.
Case dan Fair. “Prinsip-Prinsip Ekonomi Makro”, Edisi Kelima, PT. Indeks, Jakarta, 2004.

Christiawan, Alexander Hery. “Analisis Pengaruh Kondisi Makro Ekonomi Amerika
Serikat dan Harga Minyak Dunia terhadap Dow Jones Industrial Average serta
pengaruh Kondisi Makro Ekonomi Indonesia, Harga Minyak Dunia dan Dow Jones
Industrial Average terhadap Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2002 – 2009”, Tesis
Universitas Diponegoro, 2010.
El-Naderi, Hassan Mohammed, et all. “The Impact of Macroeconomic Factors on Amman Stock
Market Returns”, International Journal of Economics and Finance, 2012.
Eun, C. S., & Sim, S. “International Transmision of Stock Market Movement”, Journal of
Financial Quantitatif Analysis, 1989.
Fitri, Ainul. “Analisis Pengaruh Nilai Tukar terhadap Net Income dan Return Saham
Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2003 - 2006”,
Skripsi Universitas Indonesia, 2008.
Irianto, Guntur. 2001. Pengaruh Bunga Deposito, Kurs Mata Uang dan Harga Emas Terhadap
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Journal Winners, Vol. 3 No. 1, Maret, hlm. 1-11
Ma, C. K dan G. W. Kao. 1990. On Exchange Rat Changes and STock Prce Reactions, Journal of
Business FInance and Accounting, 17, hlm. 441-449.
Ruhedi dan Arifin. 2003. Dampak Perubahan Kurs Rupiah dan Indeks Dow Jones NYSE Terhadap
Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ, Wahana, Vol. 6 No. 1, Februari
Setyorini dan Arifin. 2001. HUbungan Dinamis Antara Nilai Tukar Rupiah dan Harga Saham di
Bursa Efek Jakarta. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol.5, No. 1.
Sukmana, R., Kholid , m., 2010. Impact of Global Financial Crisis on Islamic and Conventional
Stocks in Emerging Market: An Application of Arch and Garch method. J. Econ. Manag. 4,
1-11
Utami, dan Rahayu. 2003. Peranan Profibilitas, Suku Bunga, Inflasi, dan Nilai Tukar Dalam
Mempengauhi Pasar Modal Indonesia Selama Krisis Ekonomi. Jurnal Manajemen dan
Kewirausahaan, Vol. 5 No.2, Sepetember, hlm. 123-131.