ANALISIS GANGGUAN SISTEM TRANSMISI LISTRIK MENGGUNAKAN METODE

ROOT CAUSE ANALYSIS (RCA)

Luh Nyoman Widyastuti,
Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro
JL. Prof. Soedarto, SH Tembalang Semarang 50239
Email : Widyastuti9@gmail.com

ABSTRAK
Gaya hidup masyarakat saat ini sangat tergantung pada ketersediaan tenaga listrik dan PT.
PLN. (PERSERO) merupakan satu-satunya penyedia energi listrik di Indonesia. Data PT. PLN
(Persero) P3BS menunjukkan terjadi peningkatan kekerapan dan durasi gangguan sistem transmisi
listrik milik PT. PLN (Persero) di Sumatera dengan kerugian energi yang tidak dapat disalurkan
mencapai 10682.24 MWh.
Penelitian ini menggunakan metode Root Causes Analysis (RCA) untuk mencari akar
penyebab gangguan sistem transmisi listrik milik PT. PLN (Persero) di Sumatera. Pemahaman
terhadap akar penyebab gangguan sistem transmisi listrik akan menghasilkan rekomendasi yang
tepat guna mencegah gangguan serupa terulang kembali.
Dari hasil fault tree analysis diperoleh dua puluh satu akar penyebab gangguan sistem
transmisi, lima basic event paling dominan diantaranya adalah: arus gangguan lebih besar dari
kemampuan alat menetralkan, konduktor mengalami korosi yang disebabkan debu polusi dan terpaan
iklim, kompetensi pelaksana pemasangan alat kurang, kurangnya koordinasi dengan masyarakat
sekitar, dan temuan inspeksi yang terlambat ditindaklanjuti. Rekomendasi korektif dari akar
penyebab yang dominan tersebut diantaranya: Pertimbangkan untuk mengandakan jumlah TLA yang
dipasang di titik rawan sambaran petir, penggantian konduktor aluminium berinti kawat baja (ACSR)
dengan konductor Aluminium Conductor Composite Core (ACCC), pendekatan dengan warga
sekitar, respon yang lebih cepat terhadap hasil temuan inspeksi lapangan, dan peningkatan
kompetensi pelaksana pemasangan alat.

Kata kunci : Root Cause Analysis, Transmisi Listrik, dan Fault Tree Analysis

ABSTRACT
Public lifestyle nowdays is very dependent on the availability of electrical power and PT.
PLN. (PERSERO) is the sole provider of electricity in Indonesia. Data PT. PLN (Persero) P3BS
showed an increase in the frequency and duration of electrical transmission systems disorders owned
by PT. PLN (Persero) in Sumatra with a loss of energy can not be served reach 10682.24 MWh.
This study uses the Root Causes Analysis (RCA) to find the root cause of the electrical
transmission systems disorders owned by PT. PLN (Persero) in South Sumatra. Understanding the
root causes of electricity transmission system disorders will generate appropriate recommendations
to prevent recurrence of similar disorders.
From the fault tree analysis results obtained twenty one root cause of the transmission system
disorders, some of which are: the fault current is greater than the ability of the tool to neutralize the
fault current, conductor corrosion caused by polution and climate demage, lack competency of
installation crew, lack of coordination with the surrounding community, and the field inspection
findings are followed late. Some of the root causes corrective recommendations include: doubling the
number of transmission lightning arresters installed at critical points of a lightning strike, replacing
the Aluminum conductors reinforced with steel (ACSR) with Aluminum Conductor Composite Core
(ACCC), approach to the surrounding community, a faster response of the field findings, and
improving the competence of installation crew.

Keywords: Root Cause Analysis, Transmission Power, and Fault Tree Analysis

55 kali per kilo meter sirkuit (kms). diharapkan Sumatera.5 jam/kms. Dari data pencapaian kinerja produk PT. PLN (Persero) P3B Sumatra adalah peralatan elektronik. yang berada di atas tanah menyebabkan sistem transmisi yang dimiliki PT.76 jam/100 kms dibandingkan tahun sebelumnya. dan dan perkembangan industri menyebabkan Palembang.8 jam/kms tetapi terjadi peningkatan durasi sebesar 0. Lampung.30 kali/ kms untuk tahun 2013. PENDAHULUAN P3BS (2013) menunjukkan terjadi peningkatan Kehidupan masyarakat saat ini sangat frekuensi gangguan pada saluran transmisi dan tergantung pada ketersediaan tenaga listrik transformator daya disertai peningkatan durasi untuk mendukung kelancaran berbagai macam gangguan saluran transmisi. dan mengalami penurunan sebesar 0. pemadaman listrik dan resiko kerusakan PT. meningkat 0. PLN (Persero) di Sumatera berupa sistem tenaga listrik memegang peranan kehilangan kesempatan menjual tenaga listrik penting dalam penyampaian tenaga listrik dari dan memburuknya citra PLN. sehingga dapat menurunkan kejadian faktor alam dan penggunaan saluran transmisi gangguan. PLN (Persero) di METODOLOGI Sumatera rentan terhadap terjadinya gangguan.43 kali/kms. Tingkat TROF yang terjadi di Sumatra sepanjang tahun 2013 sebesar 0. Sistem Dampak gangguan yang dirasakan oleh penyaluran (transmisi) sebagai bagian dari pihak PT. meningkat 0. Sementara pusat-pusat pembangkit tenaga listrik ke gardu dampak yang dirasakan oleh konsumen berupa induk distribusi.02 jam/100 kms dari tahun sebelumnya Pengamatan secara umum terhadap pencapaian kinerja produk PT. PLN (Persero) P3BS (2013) diketahui tingkat TLOF yang terjadi di Sumatra sepanjang tahun 2013 sebesar 1.44 kali/kms untuk tahun 2013. Sistem saluran transmisi yang dapat meminimalisir terulangnya masalah dipakai oleh PT.68 jam/ kms. Dengan frekuensi aktivitas sehari-hari dan mendorong gangguan saluran transmisi paling banyak perkembangan sektor industri. tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi di Dengan penemuan akar masalah. Dalam upaya mengatasi salah satu unit bisnis PT PLN (Persero) yang masalah tersebut maka dalam penelitian ini bertindak sebagai pengelola tenaga listrik digunakan metode Root Cause analysis (RCA).56 jam/ kms dari batas maksimal dibawah 1. PLN (Persero) P3B Sumatera yang sama dikemudian hari dan mampu ialah sistem saluran udara (overhead memberikan rekomendasi tindakan perbaikan transmission line). peningkatan kebutuhan tenaga listrik. Meskipun masih dibawah batas maksimal 6. PLN (Persero) Gambar. Sementara untuk indikator Transmission Lines Outage Duration (TLOD) mencapai angka realisasi 2.1 Metodologi Penelitian .12 kali/kms dari tahun sebelumnya dan mendekati batas maksimal yang sebelumnya ditetapkan yakni sebesar 0.04 kali/kms dari tahun sebelumnya dan nilai ini sudah melampaui batas maksimal yang ditetapkan yakni dibawah 1. Jarak tempuh yang jauh. kemajuan ekonomi (SBS) meliputi Bengkulu. Sementara untuk indikator TROD mencapai angka realisasi 0. Sementara itu terjadi di subsistem Sumatera bagian selatan pertumbuhan penduduk.

Identifikasi akar penyebab.777.63 75.67 20. event adalah gangguan pada saluran transmisi Identifikasi akar penyebab membantu (SUTT).68 alasan yang mendasari atau alasan dari 8 9.1 9.3 adalah semua hal yang berkontribusi 1.2 1.9 160.0 9. Gangguan peralatan yang Langkah berikutnya adalah pencarian disebabkan oleh faktor rekomendasi. semua 664. Mrt 2 11 4.48 20. yang jika 0. Kegiatan Seluruh aktivitas 3 Manusia Manusia manusia yang dapat . Struktur diagram Jum 37 62 72.187.734. 276.9 Jan 2 4 4.6 setiap faktor penyebab.60 relevan terungkap.00 Jul 2 3 0.55 Dalam banyak analisis tradisional. 1 Alat Kerusakan wiring PMT yang terus alat rekomendasi yang dapat dicapai untuk mengeluarkan perintah mencegah kekambuhan trip. Contohnya penyebab untuk faktor penyebab tertentu.9 33.1 pengumpulan data.7 7. Pengumpulan data (Kali) (Jam) Tanpa lengkap informasi dan pemahaman TRAF SUT TRA SUT TRAF tentang kejadian tersebut. Dimulai dengan fishbone chart yang Apr 5 9 10.5 7 dengan kejadian tersebut tidak dapat diidentifikasi.74 282. relay discrepancy rusak. Pengumpulan data contohnya putusnya Gangguan yang terjadi pada sistem Kualitas konduktor akibat kondisi 2 Material material konduktor yang sudah transmisi listrik dapat berupa gangguan trafo buruk keropos sehingga proses daya dan gangguan pada saluran transmisi transmisi listrik menjadi (SUTT). Konsep RCA Tabel 1 Data gangguan sistem transmisi Sumatera Selatan tahun 2013 Menurut Rooney dan Heuvel (2004).52 10.7 6 7 2. Pencarian Rekomendasi dan implementasi.75 7. Sebagian besar waktu yang 2. akan mampu mencegah terjadinya atau mengurangi keparahan.76 5 dimodifikasi setiap kali fakta yang lebih 136. No Faktor Penyebab Keterangan penyebab Gangguan 4.87 99. Okt 1 6 2.664.48 545.88 penyebab yang paling terlihat.5 diagram keputusan untuk mengidentifikasi Des 6 6 9. HASIL DAN PEMBAHASAN Gangguan yang disebabkan oleh kondisi material.2 27.4 2.97 3.5 23. terganggu dan kemampuan isolator yang menurun.2 0 (kesalahan manusia dan kegagalan komponen) pada kejadian.38 3.1 dihabiskan dalam menganalisis suatu Feb 3 7 6.42 967.57 7 lah 82 menunjukkan proses penalaran dari para peneliti dengan membantu mereka menjawab pertanyaan tentang mengapa Jenis gangguan yang menjadi top level faktor penyebab tertentu ada atau terjadi. terjadi gangguan pada PT bus 70 KV. Setelah identifikasi akar teknis dimana alat tidak berfungsi.41 perhatian akan dicurahkan pada faktor Sep 7 3 24 7.317. penyidik menentukan alasan mengapa Tabel 2.81 Ags 3 4 3. Faktor penyebab Mei 3 6 0.43 506.0 Jun 1 3 1.45 3.25 3 127.4 0 peristiwa akan dihabiskan dalam 1. faktor-faktor O T FO T O SUTT penyebab dan akar penyebab yang terkait 1. 0 Langkah ini melibatkan penggunaan Nov 2 0 4.78 0 20. Pembuatan diagram faktor penyebab. RCA Jumlah Lama adalah proses empat langkah yang meliputi: Bul Gangguan Gangguan Energi tak an tersalurkan (MWh) 1.8 0.9 dihilangkan. 904.68 26 20. Faktor penyebab gangguan peristiwa itu terjadi sehingga masalah di saluran transmisi sekitar kejadian dapat diatasi.

Pentanahan yang 5) Kurangnya pengawasan pemasangan alat tinggi akan mempengaruhi proses 6) Komponen yang tidak lengkap penyaluran arus gangguan ke tanah. yang menyebabkan 3) Kesalahan Potential transformer dalam gangguan temporer ataupun rusaknya membaca besaran tegangan. mengakibabkan alat tidak dapat berfungsi 4) Kelembababn yang rendah. Bagian elektrolit pada tanah maka nilai bawah dari tower terdiri dari kabel besi pentanahannya akan semakin besar. Semakin kurang. isolator flashover. Menyebabkan alat tidak dapat kering tanah maka nilai pentanahannya terpasang sempurna. maka dihitung. Arus Impedansi merupakan perbandingan yang dapat dihasilkan oleh sambaran petir antara arus dan tegangan yang mengalir. dalam membaca tegangan akan 4 Contohnya isolator menyebabkan relay salah dalam n alam pecah. Hal ini biasanya terjadi karena 2) Kesalahan dalam setting impedasi. gangguan ke tanah. Hal ini dapat (terbuat dari bahan mengakibatkan kerusakan pada komponen email) yang menempel pada konduktor SUTT. Semakin tinggi kandungan 3) Lemahnya pengawasan tower. relai akan salah membandingkan dan 2) Tingginya kandungan elektrolit pada menilai keadaan sistem. menimbulkan gangguan 8) Tindakan pencurian bagian tower pada jaringan transmisi Contohnya penebangan pohon oleh pihak ketiga Gangguan peralatan (PTPN) tanpa koordinasi 1) Saklar pemutus tenaga (PMT) tidak dengan pihak UPT dan secara tidak sengaja terhubung relay. . menyebabkan struktur 2) Kesalahan Current transformer (CT) tower melemah dan roboh . akan berakibat putusnya konduktor. tanah. Semakin sempurna. didapatkan 21 basic event yang menyebabkan gangguan jaringan tegangan tinggi (SUTT) Gangguan lingkungan : antara lain: 1) Arus gangguan lebih besar dari Kesalahan manusia kemampuan alat untuk menetralkan arus 1) pemeliharaan alat kurang. Lemahnya Pentanahan yang tinggi akan pengawasan tower akan membuka peluang mempengaruhi proses penyaluran arus terjadinya tindakan pencurian. dalam membaca arus. akan semakin besar. 4) Kompetensi pelaksana pemasangan alat 3) Kondisi tanah yang kering. Kehilangan menyebabkan ranting pasokan sumber tenaga mengakibatkan pohon menyentuh relay tidak dapat bekerja. maupun arching horn menganalisa keadaan sistem. dengan relay maka perintah yang dikirm adanya arus gangguan karena kawat pengikat oleh relay tidak akan sampai dan balon atau layangan dilakukan oleh PMT. Dari pengolahan data.. Hal ini transmisi listrik. flash yang disebabkan 4) Sumber tenaga (DC) putus. Dc merupakan oleh petir. Jika PMT tidak terhung mengenai konduktor . Kesalahan CT Gangguan transmisi dalam membaca arus akan menyebabkan listrik yang disebabkan oleh gangguan alam relay salah dalam menganalisa keadaan yang sulit diprediksi sistem. ditindaklanjuti. lembab tanah maka nilai pentanahannya 7) Temuan inspeksi yang terlambat akan semakin besar. Kesalahan PT Lingkunga Gangguan peralatan transmisi. Angin kencang yang sumber energi bagi relai. yang bernilai jual cukup tinggi. lainnya dan meluasnya daerah yang adanya pencurian yang terkena dampak gangguan. gangguan. faktor alam yaitu sambaran petir. konduktor 5) Kelainan alat ukur waktu Analisis Fault tree digunakan untuk Material : menjabarkan penyebab gangguan jaringan 1) Kualitas alat yang kurang baik. nilainya bisa jadi sangat besar dan sulit Jika impedansi yang disetting salah.

Analisis yang dilakukan pada penelitian 8) Perlu ketelitian operator dalam mensetting ini hanya pada faktor gangguan saluran relay. dan warga sekitar (pemilik kebun) untuk e) Peningkatan kompetensi pelaksana memotong pohon yang ketinggiannnya pemasangan alat. 6) Debu polusi dan terpaan iklim yang KESIMPULAN menyebabkan konduktor mengalami Berdasarkan hasil penelitian mengenai korosi dan akhirnya putus. Fondasi ini lebih tahan insulator. untuk 9) Penambahan alat pengawas menara di titik penelitian selanjutnya dapat dilakukan rawan pencurian. mendekati ROW menara transmisi. yaitu: gangguan peralatan. . Terutama pada hari berangin dan terhadap air. gangguan manusia. akumulasi debu dapat menyebabkan terjadinya flashover. membawa arus hingga dua kali lipat c) Sosialisasi dengan pihak perhutani dan dibandingkan dengan konduktor All warga sekitar (pemilik kebun) untuk Aluminium Conductor (AAC) atau memotong pohon yang ketinggiannnya Aluminium Conductor Steel Reinforced mendekati ROW menara transmisi. udara teganggan tinggi (SUTT). termal. kompetensi pelaksana pemasangan 1) Pertimbangkan untuk mengandakan alat kurang. gangguan dapat disimpulkan sebagai berikut: 7) Kurangnya koordinasi dengan masyarakat 1) Kejadian dasar yang menyebabkan sekitar.5) Ionisasi akibat tumpukan debu polusi.dan (ACCC). hujan. gangguan Usulan Tindakan Korektif material. konduktor mengalami korosi untuk mengurangi terulangnya gangguan yang disebabkan debu polusi dan terpaan saluran transmisi berupa : iklim. gangguan saluran tranmisi ada empat. dan temuan inspeksi sambaran petir. Saran 4) Respon yang lebih cepat terhadap hasil Berdasarkan hasil penelitian terhadap temuan inspeksi lapangan gangguan sistem transmisi listrik milik PT. kemampuan mengurangi losses kawat baja (ACSR) dengan konductor sistem sekitar 25 sampai 40 % Aluminium Conductor Composite Core dibandingkan dengan konduktor lain. kurangnya koordinasi dengan jumlah TLA yang dipasang di titik rawan masyarakat sekitar. ACCC lebih ringan dan lebih kuat b) Penggantian konduktor aluminium berinti dari baja. pencarian tindakan korektif. 2) Penggantian konduktor aluminium berinti 3) Usulan perbaikan gangguan saluran kawat baja ( ACSR ) yang umumnya transmisi berdasarkan akar penyebab yang digunakan dalam jalur transmisi dengan paling dominan adalah konductor Aluminium Conductor a) Pertimbangkan untuk mengandakan Composite Core (ACCC) yang jumlah TLA yang dipasang di titik rawan menawarkan kelebihan pengurangan sag sambaran petir. Tindakan korektif 2) Basic event penyebab gangguan saluran adalah solusi sederhana yang dimaksudkan transmisi listrik ada dua puluh satu untuk mengurangi atau menghilangkan dengan prioritas berdasarkan kejadian masalah yang diidentifikasi Tindakan korektif yang paling dominan adalah: arus dibuat berdasarkan akar penyebab yang gangguan lebih besar dari kemampuan alat ditemukan pada Fault Tree. (ACSR). 10) Penggunaan fondasi menara yang terbuat Debu polusi dapat merusak lapisan dari bahan batu. 5) Peningkatan kompetensi pelaksana PLN (Persero) saran perbaikan yang pemasangan alat. d) Respon yang lebih cepat terhadap hasil 3) sosialisasi dengan pihak perhutani dan temuan inspeksi lapangan. analisis pada faktor gangguan transformator (Trafo). diperlukan untuk pengembangan dan 6) pemeriksaan rutin terhadap komponen penelitian lebih lanjut sebagai berikut : 7) Lebih teliti saat pemasangan peralatan 1. yang terlambat ditindaklanjuti.dan gangguan Tahap selanjutnya adalah tahap alam. Tindakan korektif menetralkan.

& Fagerhaug. DAFTAR PUSTAKA diakses 14 february 2014 A. 2009. PT. The Executive Guide to Improvement and Change. Agus Surasa.blogspot. 1/2. 16-20 Federal Aviation Administration (FAA). Third Edition. Journal Of Engginering Management And Competitiveness (JEMC) Vol. Branislav TOMIĆ & Vesna SPASOJEVIĆ BRKIĆ. N.id/p3bjawabali diakses 18 Buku Pegangan Teknik Tegangan february 2014 Listrik Jilid II. B. 2007. Logisticts Engineering And Management sixth edition. . System Safety Handbook: Practices and Guidelines for Conducting System Safety Engineering and Management Chapter 9: Analysis Techniques. PT. Lee et al. Beecroft et al. Analisis Penyebab Loses Energi Listrik Akibat Gangguan Jaringan Distribusi Menggunakan Metode Fault Tree Analysis dan Failure Mode And Effect Analysis di PT. Surakarta: Universitas Sebelas Maret. Root Cause Corrective Action Booklet. PLN (PERSERO) Unit Pelayanan Jaringan Sumberlawang. Canada. Penerbit Pearson Prentice Hall.co. Kuwara Dr. 2004.2. ABS Consulting. Tugas Akhir Sarjana. Heru. Root Cause Analysis Handbook: A Guide to Efficient and Effective Incident Investigation. Andersen. Milwaukee: American Society for Quality Press. komponen. PLN (Persero) diharapkan dapat Pittsburgh PA: Performance Review menyediakan data frekuensi kegagalan Institute. Benjamin S. 1. perencanaan tindakan preventiv terhadap http://anak-elektro gangguan sistem transmisi.pln. 2000. 2003. 2011. Root Cause Analysis: Simplified Tools and Techniques. Federal Aviation Administration (FAA). Second Edition.. Pradnya Paramita. Quality selanjutnya dan bermanfaat dalam Progress.. 45-53.html I. Effective Root Cause Analysis And Corrective Action Process. New Jersey. 2004. Milwaukee: American Society for Quality Press. http://www. J. T. Jakarta. ustj. No. Performance Review Institute ed. 2011. Arismunandar Dr. Jurusan Teknik Industri. 2004. Root Cause untuk peningkatan kualitas penelitian Analysis For Beginners. & Heuvel.. Blanchard. Data tersebut akan berguna Rooney. 2010.com/2012/03/sistem- tenaga-listrik-pusat pembangkit. 2006. S.

Appendix 1 Fishbone diagram   Gambar 2.  Fishbone diagram gangguan SUTT    .

  Pohon Kesalahan (Fault Tree)  .Appendix 2 Fault tree   Gambar 3.