Induksi Persalinan

Kuliah Obstetri Ginekologi
Prof.dr. Gulardi H. Wiknjosastro / dr. Handaya

Kuliah sebelumnya
Perdarahan Pasca Persalinan

Kuliah berikutnya
Pengantar Ilmu Bedah Obstetri

Menu / Daftar Isi CAKUL

ADA KOREKSI / TAMBAHAN !?!? E-MAIL
ABUD !!!!

Homepage Abud

INDUKSI PERSALINAN
Induksi persalinan adalah suatu upaya stimulasi mulainya proses persalinan.
(dari tidak ada tanda-tanda persalinan, distimulasi menjadi ada)

Bedakan dengan akselerasi persalinan, suatu upaya mempercepat proses persalinan.
(sudah ada tanda-tanda persalinan, namun kemajuannya lambat, sehingga diakselerasi menjadi cepat)

TANDA-TANDA PERSALINAN NORMAL
Pasien biasanya melaporkan rasa mules / sakit perut hilang-timbul, akibat his, yang makin lama, makin kuat dan
makin sering.
Bisa dengan atau tanpa disertai keluar darah lendir atau cairan ketuban.

INDIKASI POKOK UNTUK INDUKSI PERSALINAN
1. untuk janin yang masih dalam kandungan, pertimbangannya adalah kondisi ekstrauterin akan lebih baik
daripada intrauterin, atau kondisi intrauterin lebih tidak baik atau mungkin membahayakan.
2. untuk ibu, pertimbangannya adalah menghindari / mencegah / mengatasi rasa sakit atau masalah2 lain yang
dapat membahayakan nyawa ibu.

Indikasi janin, misalnya : kehamilan lewat waktu (postmaturitas), inkompatibilitas Rh
Pada usia kehamilan postmatur, di atas 10 hari lebih dari saat perkiraan partus, terjadi penurunan fungsi plasenta
yang bermakna, yang dapat membahayakan kehidupan janin (gangguan sirkulasi uteroplasenta, gangguan
oksigenasi janin)
Indikasi ibu, misalnya : kematian janin intrauterin
Indikasi janin dan ibu, misalnya : pre-eklampsia berat

METODE INDUKSI PERSALINAN

dimasukkan ke kanalis servikalis dengan perlindungan jari- jari tangan. dinyatakan refrakter / induksi gagal. memecahkan selaput kantong ketuban (amniotomi) Stripping. Kontraksi uterus yang terlalu kuat dan relaksasi yang kurang akan dapat berakibat buruk terhadap janin karena gangguan sirkulasi uteroplasental.24). dicampurkan 5 IU oksitosin sintetik.Surgikal Dengan cara : 1. keadaan ibu. Jika sudah terdapat aktifitas kontraksi uterus sebelumnya tetapi tidak baik (misalnya pada incoordinated uterine action). TANDA-TANDA INDUKSI BAIK 1. penting : monitor keadaan bayi. diharapkan akan mendorong selaput ketuban di daerah segmen bawah uterus sampai terlepas (BUKAN untuk dilatasi serviks). Cairan oksitosin dialirkan melalui infus dengan dosis 0. aktifitas tersebut dieliminasi lebih dahulu misalnya dengan pethidine 50 mg. Sedang dalam penelitian : penggunaan preprarat prostaglandin tablet misoprostol intravaginal (dipasang di ruang fornix). manual (dengan jari tengah / telunjuk dimasukkan dalam kanalis servikalis) 2. Di FKUI/RSCM : digunakan juga oksitosin. respons uterus berupa aktifitas kontraksi miometrium baik 2. steril. baru dilakukan induksi.0 mIU per menit. Hati-hati.5 mIU sampai 1. selaput ketuban dilukai / dirobek dengan menggunakan separuh klem Kocher (ujung yang bergigi tajam). atau 2. dominasi fundus. dengan balon kateter Foley yang dipasang di dalam segmen bawah uterus melalui kanalis servikalis. Medisinal Dengan menggunakan obat-obat untuk stimulasi aktifitas uterus. relaksasi baik (sesuai dengan tanda-tanda his yang baik / adekuat) 3. Evaluasi : dapat diulang sampai dengan 3 kali. Dalam kolf 500 cc dextrose 5%. dapat dengan cara : 1. misalnya spartein sulfat. Jika persalinan belum maju. sampai diperoleh respons berupa aktifitas kontraksi dan relaksasi uterus yang cukup baik. diisi cairan (dapat sampai 100 cc pada Foley no. induksi prostaglandin intravaginal disebutkan dapat dilakukan bersamaan dengan pemakaian balon kateter Foley (gambar). kontraksi simetris. awasi tanda-tanda ruptura uteri . nilai pelvik menurut Bishop (tabel) PRINSIP !! 1. Amniotomi. Pada beberapa kepustakaan. prostaglandin (misoprostol-derivat prostaglandin) atau oksitosin. melepaskan / memisahkan selaput kantong ketuban dari segmen bawah uterus (stripping).

atau jika sectio cesarea elektif merupakan pilihan yang terbaik.2. terimakasih. 2. (musik latar : "Island of Life" . Mohon koreksi / tambahan juga dari teman2/dokter2/guru2/pembaca yang baik. kelainan letak / presentasi janin. farmakodinamik. ada hal2 lain yang dapat memperbesar risiko jika tetap dilakukan partus pervaginam. penting : harus memahami farmakokinetik. dosis dan cara pemberian obat yang digunakan untuk stimulasi uterus. FKUI 1992 (npm 0192000012). kontraindikasi / faktor penyulit untuk partus pervaginam pada umumnya : adanya disproporsi sefalopelvik.Kitaro) . drPLD 1999 Disusun dengan sumbangan catatan cukup banyak juga dari teman2 lain. berasal HANYA dari kelalaian penyusun. riwayat sectio cesarea (risiko ruptura uteri lebih tinggi) 3. plasenta previa. Kuliah sebelumnya Perdarahan Pasca Persalinan Kuliah berikutnya Pengantar Ilmu Bedah Obstetri Menu / Daftar Isi CAKUL ADA KOREKSI / TAMBAHAN !?!? E-MAIL ABUD !!!! Homepage Abud Anthonius Budi Marjono. KONTRAINDIKASI INDUKSI PERSALINAN 1. Segala kekurangan / kesalahan yang mungkin ada.