Tatalaksana Keputihan

Untuk menghindari komplikasi yang serius dari keputihan (fluor albus), sebaiknya
penatalaksanaan dilakukan sedini mungkin sekaligus untuk menyingkirkan kemungkinan
adanya penyebab lain seperti kanker leher rahim yang juga memberikan gejala keputihan
berupa sekret encer, berwarna merah muda, coklat mengandung darah atau hitam serta berbau
busuk.
Penatalaksanan keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur, bakteri atau
parasit. Umumnya diberikan obat-obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses
infeksi sesuai dengan penyebabnya. Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi keputihan
biasanya berasal dari golongan flukonazol untuk mengatasi infeksi candida dan golongan
metronidazol untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit. Sediaan obat dapat berupa sediaan
oral (tablet, kapsul), topikal seperti krem yang dioleskan dan uvula yang dimasukkan
langsung ke dalam liang vagina. Untuk keputihan yang ditularkan melalui hubungan seksual,
terapi juga diberikan kepada pasangan seksual dan dianjurkan untuk tidak berhubungan
seksual selama masih dalam pengobatan. Selain itu, dianjurkan untuk selalu menjaga
kebersihan daerah intim sebagai tindakan pencegahan sekaligus mencegah berulangnya
keputihan yaitu dengan :
1. Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang, olah raga rutin, istirahat cukup, hindari rokok
dan alkohol serta hindari stres berkepanjangan.
2. Setia kepada pasangan. Hindari promiskuitas atau gunakan kondom untuk mencegah
penularan penyakit menular seksual.
3. Selalu menjaga kebersihan daerah pribadi dengan menjaganya agar tetap kering dan tidak
lembab misalnya dengan menggunakan celana dengan bahan yang menyerap keringat,
hindari pemakaian celana terlalu ketat. Biasakan untuk mengganti pembalut, pantyliner pada
waktunya untuk mencegah bakteri berkembang biak.
4. Biasakan membasuh dengan cara yang benar tiap kali buang air yaitu dari arah depan ke
belakang.
5. Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mematikan
flora normal vagina. Jika perlu, lakukan konsultasi medis dahulu sebelum menggunakan
cairan pembersih vagina.
6. Hindari penggunaan bedak talkum, tissue atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina
karena dapat menyebabkan iritasi.
7. Hindari pemakaian barang-barang yang memudahkan penularan seperti meminjam
perlengkapan mandi dsb. Sedapat mungkin tidak duduk di atas kloset di WC umum atau
biasakan mengelap dudukan kloset sebelum menggunakannya.
Tujuan pengobatan
- Menghilangkan gejala

Ketokonazol oral 2 x 200 mg selama 7 hari .Ampisiillin 3.5 gram im atau Ditambah : .Doksisiklin 2 x 200 mg/hari selama 14 hari .Penicillin prokain 4.Metronidazole 2 gram dosis tunggal .Amoksisiklin 3 gr im .. penderita diberi penerangan untuk menghilangkan kecemasannya. Neisseria gonorhoeae .Klotrimazol 1% vaginal krim 1 x sehari selama 7 hari . Chlamidia trachomatis .Metronidazole 600 mg/hari 4-7 hari (Illustrated of textbook gynecology) .Ampisillin 4 x 500 mg oral sehari selama 7 hari .Tetrasiklin 4 x 500 mg oral selama 7 hari .Metronidazole 2 x 500 mg .Nistatin tablet vagina 2 x sehari selama 2 minggu .Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 10-14 hari bila .Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 7 hari .Mikonazol nitrat 2% 1 x ssehari selama 7 – 14 hari Sistemik .Doksisiklin 2 x 100mg oral selama 7 hari atau .Minosiklin dosis 1200mg di lanjutkan 2 x 100 mg/hari selama 14hari .Mencegah terjadinya infeksi ulang . Patologi : Tergantung penyebabnya Berikut ini adalah pengobatan dari penyebab paling sering : 1. Candida albicans Topikal .Kotrimoksazole sama dengan dosis minosiklin 2 x 2 tablet/hari selama 10 hari 3.Memberantas penyebabrnya .8 juta unit im atau .5 gram dosis tunggal Pasangan seksual dibawa dalam pengobatan 2.Pasangan diikutkan dalam pengobatan Fisiologis : tidak ada pengobatan khusus. Gardnerella vaginalis .Tetrasiklin 4 x 500mg selama 10-14 hari oral .Ornidazol 1.Nimorazol 2 gram dosis tunggal .Nistatin tablet 4 x 1 tablet selama 14 hari .Pasangan seksual diikutkan dalam pengobatan 4.

Virus herpeks simpleks Belum ada obat yang dapat memberikan kesembuhan secara tuntas .Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 7 hari 5. kortikosteroid dan estrogen.5 gram oral . Penyebab lain : Vulvovaginitis psikosomatik dengan pendekatan psikologi.Spektinomisin 2 mg im atau .Kanamisin 2 gram im .Povidone iododine bisa digunakan untuk mencegah timbulnya infeksi sekunder 6.Tetrasiklin 4 x 500 mg oral selama 7 hari . Desquamative inflammatory vaginitis diberikan antibiotik.Ciprofloksasin 500 mg oral Ditambah .Ofloksasin 400 mg/oral Untuk Neisseria gonorhoeae penghasil Penisilinase .Asiklovir krim dioleskan 4 x sehari ..Tiamfenikol 3.Asiklovir 5 x 200 mg oral selama 5 hari . Prawira Weka Akbari 03013153 .Seftriaxon 250 mg im atau .Doksisiklin 2 x 100 mg selama 7 hari atau .