PERATURAN

MENTERI KELAUTANDAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR PER. 02/MEN/2011

TENTANG

JALUR PENANGKAPAN IKAN DAN PENEMPATAN ALAT PENANGKAPAN
IKAN DAN ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN DI WILAYAH
PENGELOLAAN PERIKANAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Ada beberapa prauran perundang undangan yang masih memiliki kekurangan yang
tidak terlalu besar anatar lain peraturan
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Mentri Ini, yang dimaksud dengan
1. Jalur penangkapan ikan adalah wilayah perairan yang merupakan bagian dari
WPP-NRI untuk pengaturan dan pengelolaan kegiatan penangkapan yang
menggunakan alat penangkapan ikan yang diperbolehkan dan/atau yang
dilarang.(Bagai mana bila nelayan yang melakukan penangkapan ikan di luar
wilayah WPP-NRI tanpa sadar karena di laut tidak ada patokan bahwa sudah
keluar dari wilayah WPP-NRI)
2. Alat penangkapan ikan, yang selanjutnya disebut API, adalah sarana dan
perlengkapan atau benda-benda lainnya yang dipergunakan untuk menangkap
ikan. (bagai mana dengan penggunaan bom ikan, sebab bom ikan juga
merupakan salah satu benda atau alat yang di pergunakan untuk
menangkapikan jadi yang harus dilakukan memberi kata kecuali)
BAB II
JALUR PENANGKAPAN
Pasal 3
Jalur Penangkapan Ikan di WPP-NRI terdiri dari:
a. Jalur penangkapan ikan I.
b. Jalur penangkapan ikan II
c. Jalur penangkapan ikan III. (Bagai mana jika jalur penangkapan ikan yang
telah di tentukan di langgar oleh kapal asing yang melakukan di jalur
penangkapan di jalaur 1 otomatis nelayan nlayan tradisional akan mengalami
kerugian akibat kapal asing yang melakukan penangkapan di perairan tersebut)
BAB III
ALAT PENANGKAPAN IKAN
Pasal 6
Alat penangkapan ikan di WPP-NRI menurut jenisnya terdiri dari 10 (sepuluh)
kelompok, yaitu:
a. jaring lingkar (surrounding nets);
b. pukat tarik (seine nets);
c. pukat hela (trawls); (Harusnya sudah dilarang menggunakan alat tangkap ini
sebab dapat merusak)
d. penggaruk (dredges);
e. jaring angkat (lift nets);
f. alat yang dijatuhkan (falling gears);
g. jaring insang (gillnets and entangling nets);
h. perangkap (traps);
i. pancing (hooks and lines); dan
j. alat penjepit dan melukai (grappling and wounding).
( Apakah hanya 10 alat tangkap ini saja yang resmi di pakai di WPP-NRI, bagai
mana dengan alat tangkap yang lain seperti alat tangkap yang bersifat statif )
BAB IV
ALAT BANTU PENANGKAPAN IKAN
Pasal 18
Alat Bantu Penangkapan Ikan terdiri dari:
a. rumpon; dan
b. lampu; (Bagai mana jika kedua ABPI ini di modifikasi apakah akan
melanggar pasal yang telah ditetapkan untuk kedua ABPI ini)
KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat saya simpulkan peraturan perundang undangan yang
di buat khususnya tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat penangkapan
ikan dan alat bantu penangkapan ikan di wilayah republik Indonesia sudah sanggat
baik tapi masih ada sedikit kekurangan yang perlu diperhatikan dan harus diperbaiki
agar peraturan yang diterapkan di indonesia khususnya di sektor perikanan tidak
memiliki kekuranggan sedikitpun.