BED SIDE TEACHING (BST

)
OTITIS MEDIA KRONIKA STADIUM PERFORASI
AURIKULARIS SINISTRA

Disusun oleh:
Kelompok 3/Angkatan 2012
Dzikri Fauzan Hilmi 12100116267
Putriayu P. 12100116
Robbani Istiqomah 12100116300

Preseptor:
, dr., SpTHT-KL

SMF ILMU THT-KL
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER (P3D)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAMBANDUNG
RUMAH SAKIT AL ISLAM BANDUNG
2017

Keluhan disertai pilek sejak 5 hari sebelumnya. 2 . Ibu pasien menyangkal adanya riwayat trauma dan operasi bagian telinga. sulit tidur dan sering menangis seperti kesakitan beberapa hari sebelumnya. rewel. berwarna bening dan encer. Pasien juga sering bersin terutama saat cuaca dingin dan banyak debu. Ibu pasien mengaku anaknya tidak pernah mengalami kemasukan air ke telinga. berwarna putih dan kental. Cairan keluar dari hidung berjumlah banyak. Ibu pasien menyangkal pernah mengorek- ngorek telinga anaknya. Keluhan tidak disertai sesak napas dan suara mengi saat bernapas. Pasien memiliki riwayat sering mengalami batuk dan pilek sejak 2 bulan yang lalu. Cairan yang keluar berjumlah banyak.IDENTITAS PASIEN  Nama : By. Keluhan diawali dengan pasien tampak gelisah. Keluhan tidak disertai batuk dan demam. MA  Jenis Kelamin : Laki-laki  Umur : 10 bulan  Alamat : Perumahan Vila Ilhami  Tanggal Pemeriksaan : 29 Mei 2017 ANAMNESIS Keluhan utama : Keluar cairan dari telinga sebelah kiri Anamnesis Khusus : Pasien datang dibawa oleh orangtuanya ke poliklinik THT RSAI dengan keluhan keluarnya cairan dari telinga kiri sejak 2 hari SMRS.

Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : Tampak sakit ringan. reguler. isi cukup Respirasi : 24 kali/menit Suhu : 36. VBS kiri=kanan Cor : S1 S2 murni reguler Abdomen : Tidak dilakukan Ekstremitas : Tidak dilakukan 3 . Pasien tidak memiliki riwayat alergi obat. yaitu ibu pasien. tetapi ada anggota keluarga yang memiliki riwayat asma sejak kecil. Anggota keluarga pasien tidak ada yang memiliki riwayat yang sama dengan pasien. ibu pasien hanya memberi obat batuk dan pilek tetapi tidak mengingat nama obatnya.9⁰ C Berat Badan : 10 Kg Status Generalis Kepala : Mata : -konjungtiva tidak anemis -sklera tidak ikterik Leher : KGB tidak teraba membesar Dada : Bentuk dan gerak simetris Pulmo : sonor. kooperatif Kesadaran : kompos mentis Tanda vital : Tekanan darah : 120/90 mmHg Nadi : 110 kali/menit.Keluhan untuk telinganya baru pertama kali dialami dan belum pernah diobati sebelumnya.

Status Lokalis Telinga Bagian Kelainan Auris Dextra Sinistra Preaurikula Kongenital Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Radang & tumor Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Trauma Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Fistula Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Nyeri tekan Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Aurikula Kelainan Kongenital Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Radang Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Tumor Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Trauma Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Deformitas Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Nyeri Tekan Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Retroaurikula Radang Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Tumor Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Sikatriks Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Fistula Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Meatus Kelainan Kongenital Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Akustikus Kulit Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Eksterna Sekret Tidak Ada Ada. berwarna putih Serumen Tidak ada (mukoid) Edema Tidak ada Tidak ada Granulasi Tidak ada Ada Kolesteatoma Tidak ada Tidak ada 4 .

pucat Edema .Membran Warna Putih keabuan Putih keabuan Timpani Intak Intak Perforasi Refleks cahaya . + Hidung Pemeriksaan Nasal Dextra Sinistra Keadaan Bentuk & ukuran Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Luar Rhinoskopi Mukosa Edema . pucat Anterior Sekret Mukoid Mukoid Krusta Tidak ada Tidak ada Concha Inferior Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan Septum deviasi Tidak ada Tidak ada Polip/tumor tidak ada tidak ada Pasase udara + + Rhinoskopi Mukosa Sulit dinilai Posterior Choana Sulit dinilai Sekret Sulit dinilai Torus Tubarius Sulit dinilai FossaRosenmuller Sulit dinilai Mulut dan Orofaring 5 .

Bagian Kelainan Keterangan Mulut Mukosa mulut Tidak ada kelainan Lidah Bersih.Inspeksi: sinus frontalis tidak membengkak Sinus maksilaris tidak membengkak . basah.Palpasi: Sulit dinilai Maksilofasial  Bentuk : simetris  Parese N.Kranialis VII: Sulit dinilai Leher KGB : Tidak terdapat pembesaran KGB Abcess : Tidak ada kelainan Tes Pendengaran 6 . gerakan normal ke segala arah Palatum molle Tidak ada kelainan Gigi geligi Dalam batas normal Uvula Simetris Halitosis Tidak ada Tonsil Mukosa Tidak ada kelainan Besar T1/T1 Kripta Tidak melebar/Tidak melebar Detritus Tidak ada Perlengketan Tidak ada Faring Mukosa Sulit dinilai Granula Sulit dinilai Post nasal drip Sulit dinilai Sinus Paranasal .

riwayat penyakit stroke ringan dan alergi sehingga rutin mengkonsumsi obat deksametason. Pada pemeriksaan fisik ditemukan secret mukoid dan perforasi membran timpani pada telinga kiri.Uji Rinne : Tidak dilakukan Uji Weber : Tidak dilakukan Uji Schwabach : Tidak dilakukan Resume Seorang pasien datang dengan keluhan telinga kanan terasa penuh air. Ditemukan pula mukosa yang edema. IgE 7 .alergi -Otitis media akut stadium supurasi aurikular sinistra e.c susp. denging yang dirasakan hilang-timbul dan hidung kanan sedikit tersumbat. pucat dan secret mukoid pada kedua hidung. Diagnosis Banding: -Otitis media akut stadium perforasi aurikular sinistra e. diff count. Pasien sudah mengobati keluhan telinganya dengan obat tetes telinga yang dibeli sendiri di apotek.c rhinitis subakut e. Pasien memiliki kebiasaan mengorek-ngorek kupingnya dengan peniti kurang lebih 2 bulan sekali.Keluhan disertai dengan penurunan pendengaran. alergi Usulan Pemeriksaan: -Pemeriksaan darah rutin. dirasakan sejak 2 bulan yang lalu dan terus menerus.c rhinitis subakut e. namun keluhan tidak membaik.c susp.

c susp. dan menghindari masuknya air ke dalam telinga. pengobatan penyakit.-Skin prick test -Kultus sekret telinga dan uji resistensi bakteri Diagnosa Kerja: -Otitis media akut stadium perforasi aurikular sinistra e. dan pencegahan penyakit yaitu dengan menghindari pencetus alergi (debu dan dingin). asupan gizi yang baik. meningkatkan higienitas. perjalanan penyakit.c rhinitis subakut e. pecentus penyakit.alergi Penatalaksanaan: Umum: -Edukasi mengenai. serta rutin kontrol ke dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) -Pro rujuk dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT) Khusus: -Antibiotik: Ampisilin 500-1000 mg/ hari dibagi 4 dosis (4 dd 1 cth selama 14 hari) -Dekongestan: Pseudoephedrine 1 dd 1 cth (selama 5 hari) -Antihistamin: Cetrizine 10 mg/ hari (1 dd cth selama 5 hari) -H202 3% 3x4 gtt selama 5 hari Prognosis: Quo ad vitam: ad bonam Quo ad fungsionam: dubia ad bonam 8 . penyakit pasien.

Quo ad sanationam: dubia ad bonam 9 .