MAKALAH

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM II
UPAYA PROMOSI KESEHATAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

AJ-2A
KELOMPOK 4:

IKKE PUSPITA SARI 101611123003
SITI ANISAH 101611123029
SITI KHAIRIAH 101611123043
SINTA PRAMITASARI 101611123045
ZAHRA KURNIATI 101611123055
IKE NIKI 101611123057
RATNA CAHYANINGTYAS 101611123071
ARDHINI NUGRAHAENI 101611123081
LAILIA MUKHADIROH 101611123093
BADRIYATUS SHOLIHAH 101611123107

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2017

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan
sehingga Kami dapat menyelesaikan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Agama
Islam II. Shalawat serta salam Allah SWT tetap tercurah kepada baginda Rasulullah SAW,
keluarga, sahabat, dan orang yang tetap teguh berada dalam sunnahnya Terima kasih juga
kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah
yang berjudul “Upaya Promosi Kesehatan dalam Perspektif Islam” ini, terutama kepada
dosen-dosen yang memberikan bimbingannya dalam melengkapi makalah ini. Selain itu,
terima kasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang membantu dalam mencari
bahan materi dan untuk anggota kelompok kami yang saling bekerja sama dalam
mengerjakan makalah ini.

Namun meskipun makalah ini telah diselesaikan, tentu masih terdapat banyak
kekurangan yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, penulis sangat berharap agar
diberikan saran dan kritik sebagai perbaikan penulisan makalah selanjutnya dan dapat
memberikan manfaat bagi seluruh pembaca terutama bagi penulis.

Surabaya, 10 Maret 2017

Tim Penyusun

Kelompok 4

1

......................................................................................................................................................................................3 2.......................19 DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................................................................1 Latar Belakang.......1 Kesehatan Ibu dan Anak..................................................18 4....................................3........................................................1..............7 2...........................................1 1...............................................................1 Konsep Sehat dan Kesehatan...........2 Konsep Promosi Kesehatan dalam Perspekif Islam.1 Menurut WHO....................................................18 4........................3 2...............................1..............................3 Tujuan dan Manfaat........................6 2....................................................................7 2...4..........2 Strategi Promosi Kesehatan..............................20 2 .......................................3 2............................................................................................1 Prinsip Promosi Kesehatan...................................................................................................................................................................................................................................................................3 2...............................................................................................................................................................................................3..................................................................................3 2........3 TINJAUAN PUSTAKA.............................................................9 2...........................2 1.......12 PEMBAHASAN STUDI KASUS.....................................................7 2.............................................................................................................................................................................................1 PENDAHULUAN................................................................................................................................................................................. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...............3 Konsep Promosi Kesehatan.....................................................1 Kesimpulan.................................................................................2 BAB II................................................................................i BAB I..................2 Menurut Undang-Undang..........................................................................................12 BAB IV............2 Rumusan Masalah............18 PENUTUP.....................1...........................................................................................................................................................................................................................1 1.............4 Upaya Promosi Kesehatan dalam Perspektif Islam....................................................................10 BAB III...................................3 Menurut Islam...2 Saran.....................................................

“ (Muhammad: 571 M). tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia (habl min al-nas) yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. bersabda: "Sesungguhnya Allah senang melihat bekas nikmat yang Ia berikan kepada hambaNya. baik secara fisik. Nabi Muhammad saw. Turmudzi dan Hakim) sehingga wajib bagi manusia untuk dapat bersyukur atas nikmat sehat tersebut. Sehingga ini adalah tanda bahwanya kita sebagai public helath yang memperjuangkan tegaknya nilai kesehatan rupanya perlu bagi kita yang muslim untuk mengetahui perspektif islam atas upaya yang kita laksanakan. teknologi dan kesehatan (Riyadi.1 Latar Belakang Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (habl min Allah). psikis. seperti sosial. yang paling besar. ketatanegaraan. ilmu pengetahuan. biologi. “Tidaklah aku diutus selain untuk menyempurnakan akhlaq. mengingat keberlangsungan hidup seorang manusia bergantung pada kondisi kesehatannya. Hal ini tidak jauh berbeda dengan apa yang diajarkan Islam 14 abad silam. spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. lingkungan." (HR. salah satunya adalah dengan memelihara kesehatan itu sendiri. 2012). Tujuan dari upaya promosi kesehatan adalah terjadi perubahan perilaku menuju perilaku yang sehat. yakni spiritual. Seperti yang disampaikan oleh Muhammad bin Abdullah bahwasanya dia tidak di utus selain untuk memperbaiki akhlaq. 1 . mental. budaya. sosial maupun fisik. Inti dari upaya promosi kesehatan adalah perubahan perilaku. yaitu prilaku sehat. Promosi Kesehatan merupakan upaya perubahan atau perbaikan perilaku di bidang kesehatan disertai dengan upaya mempengaruhi lingkungan atau hal-hal yang sangat berpengaruh terhadap perbaikan perilaku dan kualitas kesehatan. mental dan sosial. ekonomi. Sehat sendiri didefinisikan sebagai suatu keseimbangan berbaga lini dari hati. mental. Dalam UU nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dinyatakan definisi kesehatan adalah keadaan sehat. BAB I PENDAHULUAN 1. Islam menganggap bahwa kesehatan termasuk bagian dari nikmat Allah SWT. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesehatan seseorang mengandung komponen yangmenyeluruh (holistik). yaitu bagaimana umatnya berakhlaq mulia.

Apa konsep dari promosi kesehatan dalam perpektif agama islam? 3. kesehatan adalah salah satu bidang ilmu pengetahuan yang merupakan ilmu Allah. yang mengajarkan kepada umat manusia mengenai berbagai aspek kehidupan. Apa konsep dari promosi kesehatan? 4. Islam adalah agama yang mengurusi segala bidang tidak sebatas ibadah yang sifatnya ruhiyah saja.2 Rumusan Masalah 1.” “Segala apa yang ada di bumi dan di langit adalah milik Allah. agar manusia mengetahui mana yang baik dan benar dan mana yang salah. baik aspek duniawi maupun aspek aspek ukhrawi. 1. 4. Karena secara tidak langsung nilai kesehatan adalah bagian dari nilai islam. Memberikan pengetahuan mengenai konsep sehat menurut WHO. Undang-Undang dan Agama Islam? 2. 3. Makna ibadah disini sangat luas sepert firman Allah: “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku. Apa konsep sehat dan kesehatan menurut WHO. Islam merupakan agama ilmu dan akal.” Islam adalah agama yang universal. 2. Hukumnya fardlu kifayah bagi umat islam. Termasuk kesehatan. Memberikan Pengetahuan mengenai upaya promosi kesehatan dalam perpektif islam 2 .3 Tujuan dan Manfaat 1. Hal ini sudah menunjukkan bahwasanya ada koridor dan aturan-aturan yang sudah diberlakukan sejak turunnya al-Qur’an mengenai dasar-dasar kesehatan bahkan kepada nabi-nabi sebelumnya termasuk nabi Adam. Memberikan pengetahuan mengenai konsep promosi kesehatan dalam perspektif agama Islam. Undang-Undang dan Agama Islam. karena islam selalu mendorong umatnya untuk mempergunakan akal dan menggali ilmu pengetahuan. Memberikan pengetahuan mengenai konsep promosi kesehatan. Upaya promosi kesehatan dalam perspektif agama islam? 1.

mental dan sosial yang baik. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Mereflekasikan perhatian pada individu sebagai manusia. mental.1. Definisi sehat dikemukakan oleh WHO mengandung karakteristik yaitu: 1.2 Menurut Undang-Undang Dalam Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. mental. 2. spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.1. mental and social well being. 3 .1 Menurut WHO WHO menyatakan sehat adalah sesuatu keadaan jasmaniah.3 Menurut Islam Kesehatan merupakan hal utama dalam ajaran Islam yang banyak terdapat pada ayat Al-Qur’an dan hadist terkait dengan kesehatan. puasa dan zakat. Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan eksternal .1 Konsep Sehat dan Kesehatan 2. Jadi dapat dikatakan bahwa batasan sehat menurut WHO meliputi fisik. 2. tetapi perintah untuk berdakwah dan mengenai kesucian (kebersihan) dan menjauhi kekotoran. dan bukan merupakan suatu keadaan tetapi merupakan proses dan yang dimaksud dengan proses disini adalah adaptasi individu yang tidak hanya terhadap fisik mereka tetapi terhadap lingkungan sosialnya. definisi kesehatan adalah keadaan sehat. not merely the absence of disease of infirmity). maupun sosial. Salah satu contohnya adalah wahyu kedua yang dibawakan Jibril. Sehat bukan merupakan suatu kondisi tetapi merupakan penyesuaian. 2. Wahyu tersebut belum mengenai shalat. tidak hanya tidak berpenyakit atau cacat (Health is state of complete physical. baik secara fisik. Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif. 3. yaitu Ayat 1-5 Surat Al Mudatstsir.1.

74:1-5) Pada ayat diatas dapat disimpulkan bahwa kebersihan merupakan pangkal kesehatan dan kebersihan merupakan sebagian dari iman apabila menjalankan ajaran tersebut. bangkitlah lalu beri peringatan!. disebut kembali dalam QS. Dari ayat ini dapat dipahami bahwa Al-Quran sebagai penyembuh hanya kepada orang yang beriman secara islam. Non muslim dikategorikan sebagai orangorang lalil. yang dimaksud sehat atau sakit dalam ayat ini bersifat rohaniah. Firman Allah dalam QS. Karakteristik kesehatan yang demikian ini secraa eksplisit. Dengan demikian. otomatis tidak sehat. 4 . Al-Israa’ 17: 82). Ukuran sehat atau sakit terletak pada ‘iman’ secara Islam. pada umumnya kebersihan merupakan salah satu kewajiban yang selalu diperintahkan Nabi Muhammad SAW kepada para pengikutnya dan dijadikan dasar dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu. Tuhanmu agungkanlah. yaitu penyakit hati kata lain dari rohani. Berikut bunyi Ayat 1-5 Surat Al Mudatstsir : Artinya: “Hai orang yang berselimut. dan pakaianmu sucikanlah dan tinggalkanlah segala macam kekotoran/dosa” (QS Al Muddatstsir. Secara fisik orang yang dikatakan sehat. Yunus 10 : 57. Al-Israa’ 17: 82 Artinya: “Dan kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (QS.

Dari sini dapat diambil pelajaran agar manusia tidak berprasangka buruk kepada Allah SWT. Artinya: “Hai manusia. Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu. sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha penyayang diantara semua penyayang”. Sakit dalam pandangan Islam bukanlah suatu kondisi yang hina atau memalukan melainkan kedudukan mulia bagi seorang hamba karena dengan mengalami sakit seorang hamba akan diingatkan untuk selalu bersyukur. Dari seluruh tubuhnya hanya hati dan lidahnya yang tidak tertimpa sakit. karena dua organ inilah yang dibiarkan Allah SWT tetap baik dan digunakan oleh Nabi Ayyub untuk berdzikir dan memohon keridhoan Allah SWT dan Allah SWT pun mengabuklan doanya. begitu pula apabila Allah menakdirkan kesembuhan tiada daya upaya kecuali dengan izin-Nya kita akan sembuh. dan Kami lipat gandakan bilangan mereka sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyemgah Allah (QS. ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku). kehilangan harta dan anak- anaknya. An Anbiyya 21 : 83) Ayat di atas mengisahkan Nabi Ayyub yang ditimpa penyakit. hingga akhirnya Nabi Ayyub sembuh dan di kembalikan harta dan keluarganya. tidak berputus asa akan rahmat Allah SWT serta bersabar dalam menerima takdir Allah SWT. lalu Kami kembalikan keluarganjya kepadanya. Yunus 10 : 57) Pandangan mengenai konsep sehat dan sakit dapat pula kita peroleh dari kisah yang dialami oleh Nabi Ayyub dalam Al-Quran Surah An Anbiyya 21 : 83 Artinya : “Dan (ingatlah kisah) Ayyub. 5 . Karena kita sebagai manusia perlu meyakini bahwa apapun bahwa apabila Allah menaktidrkan sakit maka kita akan sakit. sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuhan bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada petunjuk serta rahmat bagi orang-orang beriman” (QS.

kecuali dengan itu Allah menghapus dosanya”. sakit yang berkesinambungan (kronis). kondisi kehidupan. kesehatan masyarakat difokuskan pada faktor-faktor yang 9 menimbulkan risiko kesehatan seperti udara.. kebimbangan. hal dijelaskan dalam salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Al Bukhari yang artinya “Tidak ada yang menimpa seorang muslim kepenatan. Dalam perkembangan selanjutnya. Menjaga kesehatan sebagai bagian cara bersyukur kepada Allah adalah ciri muslim yang baik dan modal untuk memperoleh kesehatan adalah dengan hidup bersih. sampai pun duri yang ia tertusuk karenanya. kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. penyakit-penyakit bersumber makanan seperti penyakit-penyakit lain yang berhubungan dengan kemiskinan dan kondisi kehidupan yang buruk. dan demografi. strategi. 2. kesusahan. Hal ini karena keselamatan dan kesehatan merupakan nikmat Allah SWT yang terbesar dan harus diterima dengan rasa syukur. Dengan kata lain dengan adanya promosi kesehatan tersebut diharapkan dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku kesehatan dari sasaran. yang dirancang untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan”. jangan sampai jatuh kedalam praktik kemusyrikan. air. dan metode promosi kesehatan yang digunakan berkaitan dengan perubahan paradigma kesehatan masyarakat terjadi antara lain akibat berubahnya pola penyakit. penderitaan. 2004). Sehat dan sakit memang merupakan ketentuan Allah SWT tetapi ketika berada dalam kondisi sakit manusia tidak seharusnya menjadi pribadi yang lemah dan berputus asa karena sakit adalah cara Tuhan untuk menghapus dosa manusia.2 Konsep Promosi Kesehatan dalam Perspekif Islam Promosi kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. kelompok atau individu. maka masyarakat. Dari berbagai ayat dan hadist yang berkaitan dengan usaha kesembuhan dapat disimpulkan bahwa Al-Quran maupaun As-Sunnah menjelaskan bahwa hidup sehat itu adalah penting dan cara memperoleh kesehatan harus hati-hati. Menurut Notoatmodjo (2005) yang mengutip pendapat Lawrence Green (1984) merumuskan definisi sebagai berikut: “Promosi Kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi. lingkungan kehidupan. Pengetahuan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilaku. ksedihan. disadari bahwa kondisi kesehatan juga dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat (Depkes RI. gaya hidup. Konsep promosi kesehatan sejatinya merupakan pengembangan dari konsep pendidikan kesehatan. politik dan organisasi. yang berlangsung sejalan dengan perubahan paradigma kesehatan masyarakat (public health). 6 . Konsep ini mencakup prinsip. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut. Pada awal perkembangannya.

Equitable (kesetaraan) yaitu memastikan kesamaan atau kesetaraan hasil yang di dapat oleh klien. 4. antara lain: 1. strategi promosi kesehatan ialah sebagai berikut : 1. 7. Holistic (menyeluruh) yaitu memperhitungkan hal-hal yang mempengaruhi kesehatan dan interaksi dari dimensi-dimensi tersebut. 2. 3. 4. Langkah awal untuk strategi ini adalah pemberian pemahaman tentang penyakit dalam bentuk metode atau teknik kepada individual bukan dalam bentuk massa. Reorientasi Pelayanan Kesehatan Realisasi dari reorintasi pelayanan kesehatan ini adalah para penyelenggara kesehatan baik pemerintah maupun swasta harus dilibatkan dalam memberdayakan masyarakat agar dapat berperan bukan hanya sebagai penerima pelayan kesehatan namun dapat menjadi menjadi penyelenggara pelayanan kesehatan.1 Prinsip Promosi Kesehatan Menurut WHO pada Ottawa Charter for health promotion (1986) mengemukakan ada tujuh prinsip pada promosi kesehatan. sehingga nantinya akan tercipta lingkungan yang sehat untuk mendukung prilaku sehat masyarakat. Lingkungan yang mendukung Strategi ini dikelola oleh para pengelola tempat umum. Sustainable (berkelanjutan) yaitu memastikan bahwa hasil dari kegiatan promosi kesehatan yang berkelanjutan dalam jangka panjang. 2.2. sehingga dalam menentukan keputusan diperhatikan dampaknya bagi kesehatan masyarakat.3. Empowerment (pemberdayaan) yaitu cara kerja untuk memungkinkan seseorang untuk mendapatkan kontrol lebih besar atas keputusan dan tindakkan yang mempengaruhi kesehatan mereka. Intersectoral (antar sektor) yaitu bekerja dalam kemitraan dengan instasi terkait lainnya atau organisasi.3. 5. Multi Strategy yaitu bekerja pada sejumlah strategi daerah seperti program kebijakan. Hal ini akan tampak dari prilaku masyarakat untuk 7 . Keterampilan Individu Strategi ini mewujudkan adanya keterampilan individu-individu dalam meningkatkan dan memelihara kesehatanya. Kebijakan berwawasan kebijakan Strategi promosi kesehatan yang mana ditujukan kepada para penentu kebijakan agar mengeluarkan kebijakan dan ketentuan yang menguntungkan bahkan dapat merugikan kesehatan. 6. 5. 3. termasuk pemerintah kota. 2.3 Konsep Promosi Kesehatan 2.2 Strategi Promosi Kesehatan Berdasarkan Piagam Ottawa 1986. Gerakan Masyarakat Adanya gerakan dari masyarakat itu sendiri dalam meningkatkan dan memelihara kesehatannya. Partisipative (partisipasi) yaitu dimana seseorang mengambil bagian aktif dalam pengambilan keputusan. Dimana mereka dapat menyediakan sarana dan prasarana bagi masyarakat dalam meningkatkan kesehatnnya.

yaitu : 1. Sasaran pendekatan advokasi adalah kepada para pembuat keputusan atau penentu keputusan sesuai sektornya. bimbingan bagi para tokoh masyarakat. Dukungan sosial (Social Support) Dukungan sosial adalah suatu strategi yang digunakan untuk mencari dukungan sosial melalui tokoh-tokoh masyarakat.memelihara dan meningkatkan kesehatannya tanpa harus ada kegiatan namun akan tampak dari prilaku menuju sehat. atau dukungan dalam bentuk kebijakan kepada para pejabat yang relevan dengan kebijakan yang diusulkan. Advokasi dalam bentuk formal misalnya penyajian presentasi. Pemberdayaan Masyarakat (Empowerment) Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang langsung kepada masyarakat. seminar. Intervensi yang dapat dilakukan secara perseorangan kepada pejabat ialah dengan lobi. WHO (1994) juga telah merumuskan strategi promosi kesehatan di mana dibagi menjadi tiga yang akan dibentuk dalam intervensi. 8 . adanya pemanfaatan fasilitas kesehatan yang ada misalnya posyandu. Advokasi informal misalnya Suatu kegiatan untuk meminta dana. Advokasi (Advocacy) Advokasi adalah kegiatan dimana untuk meyakinkan orang lain agar orang lain tersebut membantu atau mendukung terhadap apa yang diinginkan. dan lain sebagainya. Intervensi keperawatan dalam pemberdayaan masyarakat adalah dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat berupa : penyuluhan kesehatan. 2. Hasil yang diharapkan adalah sumber daya manusia yang berperan dalam peningkatan dan pemeliharaan kesehatan. sehingga hasil yang diharapkan adalah adanya peningkatan jumlah para tokoh masyarakat yang berperan aktif dalam pelayanan kesehatan. 3. posyandu. Dimana tujuannya dengan menggunakan 12 tokoh masyarakat sebagai jembatan antara sektor kesehatan atau pengembang kesehatan dengan masyarakat. pos obat desa. Sehingga diharapkan mendapatkan hasil adanya tindakan yang nyata. negosiasi dan debat. kepedulian. Kegiatan advokasi ini ada dalam bentuk formal dan informal. atau suatu usulan yang dilakukan oleh para pejabat terkait. jumlah individu dan keluarga dimana meningkat pengetahuannya tentang kesehatan. dialog. Intervensi keperawatan yang diberikan dalam stretegi dukungan sosial ialah: pelatihan bagi para tokoh masyarakat. Pemberdayaan ini bertujuan untuk mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat itu sendiri. lokakarya. serta pemahaman atau kesadaran dari pejabat sehingga terjadi kelanjutan kegiatan.

Hisba. Pemahaman terhadap berbagai macam konsep Islami seperti tiga konsep utama Islam (Rukun Islam. Karena tujuan utama dari promosi kesehatan adalah perubahan perilaku. Ke tiga konsep ini dapat dikatakan sebagai dasar dari sebuah Teori Kesehatan Islam dapat dilihat pada gambar berikut Pada gambar tersebut menunjukkan bagaimana Al-Qur’an dan Hadist yang membangun konsep-konsep islam dapat mempengaruhi perilaku melalui beberapa faktor penentu dan mengarah pada gaya hidup sehat yang berkontribusi terhadap kesehatan manusia sebagaimana telah dibuktikan oleh berbagai penelitian empiris sehingga seseorang menjalankan konsep-konsep tersebut untuk sebuah intervensi promosi kesehatan. Shuura. Ke tiga konsep utama 9 . Rukun Iman dan Hukum Islam) dapat memfasilitasi sebuah analisis masyarakat yang mendalam terhadap sebuah masyarakat Islami. Imam dan Ustadz adalah sumber utama bagi masyarakat dalam mempelajari Al-Qur’an dan Al- Hadist dan dengan begitu dapat ditafsirkan sebagai pemimpin Islam yang utama dalam masyarakat Islami. Syariah. yakni Rukun Islam. Gagasan ini. Rukun Iman dan Hukum Islam. yang mana memperlihatkan bagaimana Islam mencoba membangun kepedulian terhadap sesama di dalam sebuah masyarakat yang merupakan bagian dari tiga konsep utama dalam Islam.2.4 Upaya Promosi Kesehatan dalam Perspektif Islam De Leeuw dan Hussein (1999) memberi perhatian pada 5 area strategi pada Ottawa Charter dan menunjukkan hubungannya terhadap konsep-konsep dalam Islam seperti Dakwah. Konsep Islam yang berdasar pada Al-Qur’an dan Al-hadits merupakan titik awal dalam memahami struktur sosial dan nilai-nilai dalam sebuah masyarakat Islami. dan Waqaf.

Permasalahan keluarga tentu saja berkaitan erat dengan wanita dan anak-anak. sehingga sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah perilakunya kearah positif terhadap kesehatannya. 3:104) Artinya : “Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni’mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan AlHikmah. (QS Al-Baqarah (2) : 151) 2. Mereka itulah orang-orang yang beruntung. Pada dasarnya media promosi kesehatan merupakan semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator. Hal ini sesuai dengan firman Allah Q. Dari banyaknya metode promosi kesehatan dalam Islam salah satunya adalah dakwah yang merupakan penyampaian ajakan hidup sehat melalui yang dilakukan oleh para muballigh seperti yang dibahas pada sub bab sebelumnya. serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. Tentu saja faktor keluarga menjadi penentu baik atau buruknya suatu masyarakat. sesuai posisinya sebagai bagian penting dalam masyarakat.Islam tersebut telah memunculkan berbagai konsep yang bervariasi dan bermacam- macam penerapannya didalam masyarakat Islami diseluruh dunia. 10 .” (QS Ali Imran.4. menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari munkar. baik itu melalui media cetak. Ali Imran 104: Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan.S. mengatur semua aspek kehidupan. elektronik dan media luar ruang. memberikan perhatian besar terhadap kelangsungan keluarga.1 Kesehatan Ibu dan Anak Islam sebagai agama yang sempurna.

Islam menganggap bahwa menyusui anak merupakan bagian dari perjuangan dan sama halnya dengan jihad kaum pria. “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya. ibunya mengandungnya dengan susah payah. tidak membebani dengan tugas-tugas yang berat sebagaimana laki-laki dan tidak memberi tugas berperang di medan laga. sedangkan mati ketika sedang masa itu sama dengan orang yang syahid di medan pertempuran. sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku. Bahkan wanita memegang peranan terhadap kelangsungan dan kesinambungan keluarga tersebut. (QS. ibu yang sedang hamil atau yang sedang menyusui khususnya. Ahqaf : 15) 11 . Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Perkembangan keluarga melalui proses keturunan. Pemeliharaan kesehatan ibu secara umum. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". dan melahirkannya dengan susah payah (pula). biasanya menyusui dilakukan sepanjang dua tahun penuh. Demi kesehatan anak dan untuk menjarangkan kelahiran. menjadikan wanita berada di posisi terpenting dalam melahirkan generasi baru dari manusia. tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai.

BAB III PEMBAHASAN STUDI KASUS Gambar 1. Poster ASI eksklusif Kemenkes RI 12 .

ASI eksklusif dianjurkan beberapa bulan pertama kehidupan karena ASI tidak terkontaminasi dan mengandung banyak gizi yang diperlukan anak pada umur tersebut. serta menghindarkan stres karena saat menyusui tubuh kita akan menghasilkan hormon oksitosin yang bisa membuat rileks. tanpa penambahan makanan pendamping apapun. Dari segi keuangan pemberian ASI lebih hemat. Daripada harus membeli susu formula yang ada di pasaran. Selama proses menyusui. Adanya faktor protektif dan nutrien yang sesuai dalam ASI dapat menjamin status gizi bayi sehingga daya tahan tubuh bayi meningkat dan melindungi bayi dari berbagai penyakit serta menurunkan resiko kematian pada bayi. otitis media. United Nation Childrens Fund (UNICEF) dan World Organization (WHO) merekomendasikan sebaiknya anak hanya disusui ASI selama paling sedikit enam bulan. Presentase pencegahannya mencapai 20%. Setelah itu anak harus diberi makanan semi padat dan padat sebagai makanan tambahan selain ASI. ASI eksklusif diberikan pada bayi sejak usia 0-6 bulan. ASI memiliki banyak manfaat bagi ibu dan anak. sehingga pemerintah perlu malakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemauan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan penelitian.2005). membantu menurunkan berat badan ibu. Salah satu upaya pemerintah yang termasuk dalam 10 upaya promosi kesehatan yaitu pemberian ASI eksklusif. Selain itu memberi ASI dapat mengurangi resiko kanker rahim. perempuan yang tidak menyusui memiliki resiko lebih besar terhadap kanker payudara dibandingkan dengan perempuan yang menyusui. 13 . Di dalam ASI terdapat kolostrum yang mengandung zat kekebalan 10-17 kali lebih banyak. Tingginya minat para wanita atau para ibu untuk bekerja dapat menurunkan dan menghambat intensitas pemberian ASI eksklusif. UNICEF dan WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif sampai bayi berumur enam bulan. meningkatkan hubungan emosional antara ibu dan anak. Pada tahun 2003. Dalam rangka menurunkan angka kesakitan dan kematian anak. Kanker payudara pada perempuan yang tidak menyusui disebabkan oleh kadar esterogen yang menumpuk sehingga memicu kanker. Bagi para Ibu pemberian ASI eksklusif bisa menurunkan resiko kanker payudara. dan infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah. tubuh akan memproduksi hormon prolaktin yang akan menekan paparan hormon estrogen yang dapat memicu kejadian kanker payudara. dan pemberian ASI dilanjutkan sampai anak berumur dua tahun (WHO. Beberapa penelitian epidemiologis menyatakan bahwa ASI melindungi bayi dari penyakit infeksi seperti diare. pemerintah Indonesia mengubah rekomendasi lamanya pemberian ASI eksklusif dari empat bulan menjadi enam bulan.

000. pihak keluarga . Pasal 200 sanksi pidana dikenakan bagi setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu eksklusif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (2). dan masyarakat harus mendukung Ibu secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 450/MENKES/SK/VI/2004 tentang Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia.Menetapkan ASI eksklusif di Indonesia selama 6 bulan dan dianjurkan dilanjutkan sampai dengan anak berusia 2 tahun atau lebih dengan pemberian makanan tambahan yang sesuai. . 3. 14 .00 (seratus juta rupiah). . Pasal 6 berbunyi “Setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya”. pemerintah daerah. dengan membuat beberapa peraturan hukum terkait ASI eksklusif. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Ancaman pidana yang diberikan adalah pidana penjara paling lama sau tahun dan denda paling banyak Rp 100. Pemerintah telah melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran Ibu untuk memberi ASI eksklusif. 2. antara lain : 1. Tenaga kesehatan agar menginformasikan kepada semua ibu yang baru melahirkan untuk memberikan ASI eksklusif dengan mengacu pada 10 langkah keberhasilan menyusui.000. Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 128 ayat 2 dan 3 disebutkan bahwa selama pemberian ASI.

Dengan begitu diharapkan masyarakat dapat mengetahui pentingya pemberian ASI eksklusif dan bisa menerapkan pemberian ASI eksklusif. Islam telah mengajarkan agar manusia hidup sehat. iklan. Dengan kondisi fisik dan lingkungan yang sehat. dan lain-lain. Leaflet ASI eksklusif Kemenkes RI Upaya promosi kesehatan tentang pemberian ASI eksklusif dapat dilakukan melalui berbagai media yaitu poster. Upaya Promosi Kesehatan mengenai ASI Eksklusif dalam perspektif Islam Lawrence Green (1984) dalam Atmodjo (2005) menyatakan bahwa promosi kesehatan adalah segala bentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi. dan organisasi yang disusun untuk memudahkan perubahan perilaku dan lingkungan yang kondusif untuk kesehatan Dari uraian tersebut dapat diartikan bahwa promosi kesehatan merupakan usaha melakukan seruan kepada masyarakat untuk melakukan kebajikan agar dapat mencapai kondisi fisik maupun lingkungan yang sehat. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan adalah melalui upaya promkes. penyuluhan kesehatan. pengajian. media online dan sebagainya. Allah SWT juga telah menjelaskan pada surat Ali Imran 104 yang berbunyi: 15 . Melalui cara ini dapat memperlihatkan bagaimana Islam mencoba membangun sebuah mekanisme kepedulian terhadap sesama di dalam sebuah masyarakat. ceramah. koran atau majalah islam. diskusi. Promosi kesehatan dapat dilakukan melalui berbagai media Islam misalnya dakwah. maka seseorang akan dapat beribadah dengan lebih baik. Gambar 2. leaflet. politik.

Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan. menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar. Allah SWT telah memerintahkan kepada manusia untuk mengajak umat yang lainnya melakukan kebaikan dan mencegah melakukan hal-hal yang mendorong pada keburukan. (Qs. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. merekalah orang-orang yang beruntung”.3:104) Dari ayat tersebut. Salah satu upaya promosi kesehatan yang dilakukan adalah promosi kesehatan mengenai ASI eksklusif. Apabila ingin menyapih sebelum 2 tahun. Promosi kesehatan dapat dilakukan melalui pamflet. dakwah.” Terdapat beberapa hal yang dapat dikaji dari ayat tersebut. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui promosi kesehatan. maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. antara lain bahwa ibu hendaknya memberikan ASI kepada anaknya selama 2 tahun apabila ingin menyempurnakan penyusuannya. poster. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain. Allah SWT telah menyatakan dengan tegas mengenai perintah memberikan ASI eksklusif untuk anaknya pada Surat Al-Baqarah ayat 233 yang berbunyi: ‫ضسساَوعوة َ وووعولسسىَ اسلومسول هُسسوكد ولسهُه كرسزقهُهُهسسنن ووككسسسسووهُتهُهنن‬ ‫ضسعون أوسوولودهُهنن وحسولوسيكن وكاَكملوسيكن ِ لكومسسسن أووراود أوسن هُيكتسنم النر و‬ ‫ت هُيسر ك‬ُ‫وواسلووالكودا ه‬ ‫ك َ وفسسإكسن‬‫ث كمسثسسهُل ذوذلكسس و‬ ‫ضاَنر ووالكودةد كبووولكدوهاَ ووول ومسوهُلودد ولهُه كبووولسسكدكه َ وووعولسسىَ اسلسسوواكر ك‬ ‫س إكنل هُوسسوعوهاَ َ ول هُت و‬ ُ‫ف َ ول هُتوكلن ه‬ ‫ف ونسف د‬ ‫كباَسلومسعهُرو ك‬ ‫ضهُعوا أوسوولودهُكسسسم وفول هُجونسساَوح وعلوسيهُكسسسم إكوذا‬ ‫ض كمسنهُهوماَ وووتوشاَهُورر وفول هُجوناَوح وعلوسيكهوماَ َ ووإكسن أوورسدهُتسم أوسن وتسسوتسر ك‬ ‫صاَلل وعسن وتورا ر‬ ‫أووراودا كف و‬ ‫صيدر‬ ‫او كبوماَ وتسعومهُلوون وب ك‬ ‫او وواسعولهُموا أونن ن‬ ‫ف َ ووانتهُقوا ن‬ ‫وسلنسمهُتسم وماَ آوتسيهُتسم كباَسلومسعهُرو ك‬ Artinya: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh. atau ceramah. maka tidak ada dosa atas keduanya.‫ف نوُنيفننهفوُنن نعلْن افلحمفننكلْر نوُحأوُنللْئنك حهحم افلحمففللْححوُنن‬ ْ‫نوُفلنتحكفن لْمفنحكفم أ حممةة نيفدحعوُنن إلْنلىَ افلنخفيلْر نوُنيأفحمحروُنن لْباِفلنمفعحروُ ل‬ Artinya: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan. dan warispun berkewajiban demikian. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. maupun secara langsung kepada masyarakat melalui pengajian Ibu-Ibu. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. maka seharusnya telah ada permusyawaratan antara ayah dan ibu serta telah dicapai 16 .

ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu. batuk. dan menyapihnya dalam dua tahun. dan alergi. 17 . Menyusui juga dapat meningkatkan jalinan kasih saying antara ibu dan anak. Artinya. hanya kepada-Kulah kembalimu.kesepakatan dari keduanya. Upaya untuk meningkatkan kesadaran ibu agar bersedia menyusui anaknya dapat dilakukan melalui upaya promkes. Islam telah menganjurkan agar ibu dapat memberikan ASI pada usia karena dinilai merupakan usia keemasan baik dari aspek kejiwaan maupun aspek kesehatan. yang mana upaya ini merupakan salah satu dari bentuk seruan kepada manusia agar dapat melakukan kebajikan dan menjauhi keburukan.” Dari ayat tersebut. Apabila anak disusukan kepada orang lain. perintah untuk menyusui anak selama 2 tahun juga tecantum dalam Surat Luqman ayat 14 yang berbunyi: Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya. pilek. dijelaskan perintah untuk menyusui dan menyapih anak setelah berusia 2 tahun. 2014). Hal ini karena kolostrum dalam ASI megandung zat kekebalan 10-17 kali lebih banyak dibandingkan dengan susu matang (kemenkes RI. Adanya faktor protektif dan nutrient yang sesuai dalam ASI menjamin status gizi bayi baik serta kesakitan dan kematian anak menurun. Selain ayat tersebut. Menyusui juga merupakan salah satu cara bersyukur kepada Allah atas nikmat berupa anak yang telah diberikan. maka orang tersebut harus diberikan balasan yang tepat atas jasanya. Islam telah menganjurkan kepada manusia untuk memberikan ASI pada anak dan menyapihnya setelah berumur 2 tahun agar anak dapat meningkat deraja kesehatannya. Beberapa penelitian menyatakan bahwa diare dapat melindungi bayi dan anak dari penyakit infeksius misalnya diare.

BAB IV PENUTUP 4. Upaya promosi kesehatan tentang pemberian ASI eksklusif dapat dilakukan melalui berbagai media yaitu poster. Promosi kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu upaya pemerintah yang termasuk dalam 10 upaya promosi kesehatan yaitu pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu. leaflet. Islam telah menganjurkan kepada manusia untuk memberikan ASI pada anak dan menyapihnya setelah berumur 2 tahun. iklan. Pengetahuan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilaku. kelompok atau individu. Dakwah dalam Islam tidak hanya menyangkut ilmu agama tetapi juga ilmu-ilmu yang lain. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah dakwah yang merupakan penyampaian ajakan hidup sehat melalui yang dilakukan oleh para muballigh. ASI eksklusif diberikan pada bayi sejak usia 0-6 bulan. Allah SWT telah menyatakan dengan tegas mengenai perintah memberikan ASI untuk anak pada Surat Al- Baqarah ayat 233. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut. maka masyarakat. Tingginya minat para wanita atau para ibu untuk bekerja dapat menurunkan dan menghambat intensitas pemberian ASI eksklusif. Promosi kesehatan dalam Islam merupakan salah satu media aplikatif sebagai seorang muslim. media online dan sebagainya.1 Kesimpulan Kebersihan merupakan pangkal kesehatan dan kebersihan merupakan sebagian dari iman apabila menjalankan ajaran tersebut. kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Sesungguhnya dalam Alqur’an dan hadits. Allah telah menggariskan dan 18 . sehingga pemerintah perlu malakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemauan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Jauh sebelum United Nation Childrens Fund (UNICEF) dan World Organization (WHO) merekomendasikan ASI eksklusif. salah satunya adalah ilmu kesehatan. Islam sejak dari awal sangat mementingkan hidup sehat melalui tindakan promotif dan preventif. penyuluhan kesehatan. pada umumnya kebersihan merupakan salah satu kewajiban yang selalu diperintahkan Nabi Muhammad SAW kepada para pengikutnya dan dijadikan dasar dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu diharapkan masyarakat dapat mengetahui pentingya pemberian ASI eksklusif dan bisa menerapkan pemberian ASI eksklusif. tanpa penambahan makanan pendamping apapun.

Sebaiknya sebagai seorang muslim kita harus menyerukan pula mengenai pentingnya menjaga kesehatan karena Islam mengajarkan segala aspek kehidupan termasuk kesehatan. 2.mengatur apa-apa saja yang terbaik bagi hambaNya. Dan sebagai manusia kita harus saling mengingatkan ke arah kebaikan. Adanya upaya promkes untuk meningkatkan kesadaran ibu agar bersedia menyusui anaknya merupakan salah satu dari bentuk seruan kepada manusia agar dapat melakukan kebajikan dan menjauhi keburukan. 19 . 4. Mempelajari ilmu kesehatan berdasarkan Al-Quran dan Hadits merupakan suatu kewajiban bagi kita umat muslim karena hakikat dari menuntut ilmu adalah mencari kebenaran sebagai pembuktian Kekuasan Allah Yang Maha Esa.2 Saran 1.

1. Karya Ilmiah: Peran Ajaran dan Pemikiran Islam dalam Bidang Kesehatan. 1st ed. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. et.all.H. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. 2003. DAFTAR PUSTAKA Antonovsky. Hamka 55 Taufik. A. 2012. (1987). Serang : Rienneke Cipta. TSSM Propinsi Jawa Timur. Shalat Jadi Obat (Edisi Revisi). (1999). Pendidikan Kesehatan Bernuansa Agama. 2014. Yogyakarta: Andi Offset Notoatmodjo. J. 2005. & Kreuter W. & Hussein. Konsep Sehat dan Sakit dalam Islam. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pengantar Pendidikan dan Imu Perilaku Kesehatan. San Fransisco: Jossey-Bass Publishers. Jakarta: PT Rineka Cipta Notoatmodjo. Madyo.S. Studi Islam Komprehensif. Dr. Jurnal Sosiologi Islam. Vol 2. M. Yoyoh. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Sinaulan. Jakarta: Rineka Cipta . Surabaya : TSSM Propinsi Jawa Timur Wratsongko. Soekidjo. Promosi kesehatan teori dan Aplikasi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Rokayah. Dimensi Sosio-Kultural dalam Promosi Kesehatan. Jakarta: Kencana Notoatmodjo. Notoatmodjo. 2014. 2012. 347. (1999). Departemen Kesehatan Republik Indonesia.S. Geneva : WHO Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Universitas Muhammadiyah Prof. Ottawa Charter for health promotion. Unraveling the mystery of health: How people manage stress and stay well. Volume 14 No 4.2007. M. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.b. (1986). 128/Menkes/SK/II/2004 Tentang Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. Health Promotion International.353. 2004. Dakwah Sanitasi. . Islamic health promotion and interculturalization.2009. De Leeuw. Jakarta : PT Rineka Cipta Riyadi. A. 2005.T. E. L. 1993. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Infodatin: SItuasi dan Analisis ASI eksklusif. No. S. 2010.Jakarta : Departemen Kesehatan RI Green W. Selamat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama World Health Organization.