TERMINOLOGI

:

1. Inkontinensia urin : Inkontinensia urin adalah kondisi di mana Anda tidak dapat
mengontrol buang air kecil Anda. Pasien kehilangan kontrol kandung kemih.
Akibatnya, urin keluar tiba-tiba dan mereka harus menggunakan popok ketika
mereka mengalami penyakit inI .
2. Pasien p4

IMT 30 .3.

.

Proses persalinan juga dapat membuat otot-otot dasar panggul rusak akibat regangan otot dan jaringan penunjang serta robekan jalan lahir. Penambahan berat dan tekanan selama kehamilan dapat menyebabkan melemahnya otot dasar panggul karena ditekan selama sembilan bulan. menopause. kegemukan (obesitas). usia lanjut. Menurunnya kadar hormon estrogen pada wanita di usia menopause (50 tahun ke atas).Analisis masalah : 1. Mengapa tidak ada demam dan nyeri diatas simfisis? Analisis masalah : 1. kurang aktivitas dan operasi vagina. Faktor jenis kelamin berperan terjadinya inkontinensia urin khususnya pada wanita karena menurunnya kadar hormon estrogen pada di usia menopause akan 3 terjadi penurunan tonus otot vagina dan otot pintu saluran kemih (uretra). Apakah jenis kelamin dan usia mempengaruhi? 2. Secara umum inkontinensia urin disebabkan oleh perubahan pada anatomi dan fungsi organ kemih lansia. sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya Inkontinensia urin. sehingga . Mengapa merasa tidak nyaman saat senggama? 3. Apa hubungan dengan anak terkecil 2 th? 4. Apa hubungan dengan imt 30? 5.

paritas. Tingginya usia. sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya Inkontinensia urin. Persalinan menyebabkan kerusakan sistem pendukung uretra. tertawa. infeksi urin. dan 7% pada masa post partum. monopause. Kehamilan dan obesitas menambah beban struktur dasar panggul dan dapat menyebabkan kelemahan panggul yang pada akhirnya menyebabkan inkontinensia urin. maka origo maupun insersio otot menjadi kendur sehingga mengganggu kontraksi isometrik. kerusakan akibat laserasi saat proses persalinan penyangga organ dasar panggul. Hal ini menyebabkan mekanisme fungsi yang tidak efisien dan hipermobilitas uretra. 2005 dalam Nova. Gejala inkontinensia yang biasanya terjadi adalah kencing sewaktu batuk. riwayat histerektomi. 4% mengalami stress incontinence sebelum kehamilan. Resiko Inkontinensia urin meningkat pada wanita dengan nilai indeks massa tubuh yang lebih besar. Proses persalinan juga dapat membuat otot-otot dasar panggul rusak akibat regangan otot dan jaringan penunjang serta robekan jalan lahir. Prevalensi Inkontinensia urin dalam komunitas orang yang berumur lebih dari 60 tahun berkisar 15-30 %. kemungkinan usia lanjut bertambah berat Inkontinensia urinnya 25-30% saat berumur 65-74 tahun. dan berat badan bayi tampaknya berhubungan dengan IU. prevalensi Inkontinensia urin lebih tinggi terjadi pada wanita dan meningkat dengan bertambahnya usia. status depresi dan paritas (Melville et al. BMI. Jika kolagen rusak. 2. menyebabkan terjadinya Inkontinensia urin. kelemahan dasar panggul akibat melemah dan mereganggnya otot dan jaringan ikat selama proses persalinan. 3. D. Suatu penelitian pada 305 primipara. kencing berulang kali dan kencing di malam hari (Setiati. Banyak penelitian mengungkapkan tingginya prevalensi inkontinensia urin pada wanita hamil dibandingkan wanita nullipara. prevalensi Inkontinensia urin pada wanita usia lanjut dalam komunitas berkisar antara 5-20 % dan sedikitnya prevalensi wanita usia lanjut yang mengalami Inkontinensia urin berkisar antara 4-6 %. dan trauma perineal. 32% selama kehamilan. masalah Inkontinensia urin merupakan masalah yang sering terjadi. bersin. Sebagian besar wanita mengalami inkontinensia urin selama kehamilan. Pada usia lanjut. mengedan. Inkontinensia urin ini dapat terjadi pada usia lanjut wanita maupun pria. 2010 ). dan peregangan jaringan dasar panggul selama proses persalinan melalui vagina dapat merusak saraf pudendus dan dasar panggul sesuai kerusakan otot dan jaringan ikat dasar panggul. Pemakainan forseps selama persalinan dapat memicu IU. riwayat histerektomi. berlari serta perasaan ingin kencing yang mendadak. . 2007) Menurut hasil penelitian Iglesias et al ( 2000 ) di Spanyol pada komunitas usia lanjut umur ≥ 65 tahun. serta dapat mengganggu kemampuan sfingter uretra untuk kontraksi dan respon peningkatan tekanan intraabdomen atau kontraksi detrusor. tetapi umumnya dari mereka hanya sementara saja. Namun.

Beberapa penelitian epidemiologik telah menunjukkan bahwa peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan faktor risiko yang signifikan dan independen untuk inkontinensia urin semua tipe. Kelebihan berat badan terutama orang dengan BMI 30 kg/m2 atau lebih berat akan menyebabkan regangan konstan pada kandung kemih dan otot-otot sekitarnya. Tekanan yang tinggi ini mempengaruhi tekanan penutupan uretra dan menyebabkan terjadinya inkontinensia. denervasi. Penurunan berat badan mungkin mengatasi inkontinensia sebelum terapi spesifik lebih lanjut. pada kondisi ini glukosa yang difiltrasi di ginjal melebihi kapasitas sel–sel tubulus yang melakukan reabsobsisehingga glukosa akan timbul dalam urine (glukosuria) yang menimbulkan efek osmotic yang menrik air bersamanya sehingga menyebabkan diuresis osmotic yang ditandai dengan poliuria (sering berkemih). neurologic) sedangkan perubahan fisiologis disebabkan karena proses penuaan pada system urogenital bawah mengakibatkan posisi kandungan kemih prolaps sehingga melemahkan tekanan atau tekanan akhiran kemih keluar. 4. peningkatan tekanan intra-abdominal serupa dengan peningkatan IMT yang sebanding dengan tekanan intravesikal yang lebih tinggi. dari 61% menjadi 11% pada 138 wanita obese yang telah menurunkan berat badan setelah operasi bariatrik. Pada gilirannya akan menyebabkan kebocoran urin. Deitel dkk (1988) melaporkan penurunan yang signifikan pada prevalensi dari inkontinensia urin stres. o[perasi. Secara teori. Melemahnya fungsi dasar panggul disebabkan oleh banyak factor baik fisiologis maupun patologis (trauma. Hubungan Inkontinensia Urin dengan Diabetes Mellitus Pada pasien DM terjadi peningkatan kadar glukosa (hiperglikemi). Telah diketahui bahwa dasar panggul mempunyai peran penting dalam dinamika miksi dan mempertahankan kondisi kontinen. Penelitian SWAN menunjukkan peningkatan sekitar 5% kemungkinan kebocoran setiap unit kenaikan IMT. misalnya ketika batuk atau bersin . Fakta menunjukkan bahwa prevalensi inkontinensia urge maupun stres meningkat sebanding dengan IMT.

Ureter Progesteron naik meningkat Spincter Uretra Pengembangan Uterus Lemah Tekanan Vesika & Berat Fetus Urinari > Tekanan Uretra .II. vesica.3 Kerangka Teori Kehamilan Mobilitas Uretra naik Tekanan Otot dasar pelvis Otot Dasar Pelvis Kenaikan Berat & Vesica urinary Meningkat Lemah Badan Prolaps organ pelvis IMT Saat Hamil > Tekanan intra 25 abdomen naik Perubahan Kandungan Kolagen turun Inkontinensi Kolagen Urin Genetik & Faktor Lingkungan Penurunan Relaxin Tekanan Uretra turun Perubahan Hormonal Tonus Uretra.

Usia Kehamilan Kekuatan makin meningkat Otot Pelvis menurun Kapasitas Gambar 1. Urinari turun 2001)(Hilton & Dolan 2004)(Liang et al. 1992)(Wijma et al. 2004)(Bump et al. KerangkaVesica Teori (Morkved et al. . 2012).