BAB I

PENDAHULUAN

Dalam tugas sehari-hari selain melakukan pemeriksaan diagnostik, memberikan
pengobatan dan perawatan kepada pasien, dokter juga mempunyai tugas melakukan pemeriksaan
medik untuk tujuan membantu penegakan hukum, baik untuk korban hidup maupun korban mati.
Pemeriksaan medik untuk tujuan membantu penegakkan hukum antara lain adalah
pembuatan visum et repertum terhadap seseorang yang dikirim oleh polisi (penyidik) karena
diduga sebagai korban suatu tindak pidana, baik dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas,
kecelakaan kerja, penganiayaan, pembunuhan, perkosaan, maupun korban meninggal yang pada
pemeriksaan pertama polisi, terdapat kecurigaan akan kemungkinan adanya tindak pidana.
Visum et repertum adalah keterangan yang dibuat oleh dokter atas permintaan penyidik
yang berwenang mengenai hasil pemeriksaan medik terhadap manusia, baik hidup atau mati
ataupun bagian atau diduga bagian dari tubuh manusia, berdasarkan keilmuannya dan di bawah
sumpah, untuk kepentingan peradilan. Visum et repertum adalah salah satu alat bukti yang sah
sebagaimana tertulis dalam pasal 184 KUHAP. Visum et repertum turut berperan dalam proses
pembuktian suatu perkara pidana terhadap kesehatan dan jiwa manusia.

akibat kecelakaan lalu lintas antara kendaraan sepeda motor dengan kendaraan truk sampah. DD Jenis Kelamin : Laki-Laki Usia : 25 Tahun Agama : Islam Warga Negara : Indonesia Pekerjaan : Karyawan swasta Alamat : Kp.30 WIB IDENTITAS KORBAN Nama : Tn. Jakarta Utara. Kamal Muara Penjaringan. .00 di Jl. Jakarta Utara RINGKASAN KASUS Korban ditemukan meninggal pada tanggal 14 November 2015. Nelayan RT/RW 05/04. sekitar pukul 23. Penjaringan.Surat Permintaan Visum : 119/33-K/XI/2015/LLJU Perihal : Permintaan Visum et Repertum Jenazah Tempat Pemeriksaan : Ruang Otopsi Bagian Foresik dan Medikolegal RSCM Tanggal dan Waktu Pemeriksaan : 15 November 2015. Kapuk Kamal. BAB II RINGKASAN KASUS Pengirim : Polri Daerah Metro Jaya Direktorat Lalu Lintas Satlantas Wilayah Jakarta Utara No. pukul 04.

Fitness/kompetensi pasien untuk menghadapi pemeriksaan penyidik Pada kasus ini. Lingkup prosedur medikolegal antara lain : 1. Pengadaan Visum et Repertum 2. Surat : 119/33-K/XI/2015/LLJU  Instansi : Polri Daerah Metro Jaya Direktorat Lalu Lintas Satlantas Wilayah Jakarta Utara  Tanggal : 15 November 2015  Perihal : Permintaan Visum et Repertum Jenazah III. Keterangan surat permintaan visum adalah sebagai berikut :  No. Secara garis besar prosedur medikolegal mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia dan pada beberapa bidang juga mengacu kepada sumpah dokter dan etika kedokteran.2.Penyidik pembantu juga mempunyai wewenang tersebut sesuai dengan pasal 11 KUHAP. Kaitan Visum et Repertum dengan rahasia kedokteran 5. Penerbitan surat keterangan kematian dan surat keterangan medik 6. permintaan permbuatan visum et repertum disampaikan dalam bentuk tertulis melalui surat permintaan visum.1 PROSEDUR MEDIKOLEGAL Prosedur medikolegal yaitu tata cara prosedur penatalaksanaan dan berbagai aspek yang berkaitan dengan pelayanan kedokteran untuk kepentingan umum. . Pemeriksaan kedokteran terhadap tersangka 3. BAB III PEMBAHASAN KASUS III. PIHAK YANG BERWENANG MEMINTA VER Menurut KUHAP pasal 133 ayat (1) yang berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli adalah penyidik. Pemberian keterangan ahli pada masa sebelum persidangan dan pemberian keterangan ahli di dalam persidangan 4.

keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana. III. maka Kepala Kepolisian Sektor yang berbangkat Bintara dibawah pembantu Letnan Dua dikategorikan pula sebagai penyidik karena jabatanya (PP 27 Tahun 1983 pasal 2 ayat (2). berdasarkan keilmuannya dan di bawah sumpah untuk kepentingan peradilan. maka kepangkatanya untuk penyidik pembantu. Pasal 133 KUHAP  Ayat (1) : Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka. Surat permintaan visum untuk kasus ini ditanda tangani oleh Ajun Komisaris Polisi. Hal ini sudah sesuai dengan PP 27 Tahun 1983. hidup maupun mati.  Ayat (2) : Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis. Bila disuatu kepolisan sektor tidak ada pejabat penyidik seperti diatas. Dalam PP yang sama disebutkan bahwa bila penyidik tersebut adalah pegawai negeri sipil. Sedangkan Penyidik Pembantu berpangkat serendah-rendahnya Sersan Dua. Penegak hukum mengartikan Visum et Repertum sebagai laporan tertulis yang dibuat dokter berdasarkan sumpah atas permintaan yang berwajib untuk kepentingan peradilan tentang segala hal yang dilihat dan ditemukan menurut pengetahuan yang sebaik-baiknya. . yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat. ataupun bagian/diduga bagian tubuh manusia.3. ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. VISUM ET REPERTUM Visum et Repertum adalah keterangan yang dibuat dokter atas permintaan penyidik yang berwenang mengenai hasil pemeriksaan medis terhadap manusia. Adapun yang termasuk dalam kategori penyidik menurut KUHAP pasal 6 (1) dan PP 27 Tahun 1983 pasal 2 ayat (1) adalah penjabat Polisi Negara RI yang berwenang khusus oleh undang-undang dengan pangkat serendah-rendahnya Pembantu Letnan Dua.

dilak dengan diberi cap jabatan yang dilekatkan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat Pada kasus ini. secara menetap.  Mati batang otak adalah rusaknya seluruh isi neuronal intrakranial. mati serebral. yakni susunan saraf pusat. sistem kardiovaskular. Namun.  Mati serebral adalah rusaknya kedua hemisfer otak besar secara menetap namun otak kecil dan batang otak masih berfungsi sehingga sistem pernapasan dan sistem kardiovaskular dapat berjalan dengan alat bantu.  Mati seluler adalah kematian organ atau jaringan beberapa saat setelah kematian somatis. termasuk otak kecil dan batang otak.4. yakni mati somatis (mati klinis). dan faktor yang memengaruhinya. Waktu yang dibutuhkan tiap organ atau jaringan untuk mengalami mati seluler berbeda-beda.  Ayat (3) : Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuatkan identitas mayat. berdasarkan KUHAP pasal 133 ayat (1) dan (2) pihak kepolisian sudah membuat surat permintaan visum sesuai dengan Undang-undang yang dilakukan secara tertulis dan dan disebutkan dengan tegas untuk dilakukan pemeriksaan mayat / jenazah. Sistem saraf pusat dapat mengalaminya dalam waktu 4 menit sedangkan otot mengalaminya setelah 4 jam. .  Mati suri adalah terhentinya ketiga sistem penunjang kehidupan jika dinilai dengan alat kedokteran sederhana. dan sistem pernapasan. secara menetap. mati seluler. dan mati batang otak  Mati somatis adalah terhentinya fungsi ketiga sistem penunjang kehidupan. Terdapat beberapa macam istilah mati dalam tanatologi. Namun pihak kepolisian tidak menyertakan label yang berisi identitas mayat sebagaimana tercantum pada ayat (3). dikenal cabang ilmu tanatologi yang mempelajari kematian. TANATOLOGI Dalam ilmu kedokteran forensik. perubahan setelah kematian. III. jika digunakan alat yang lebih canggih dapat dibuktikan bahwa ketiga sistem masih berfungsi. mati suri.

di samping karena otot-otot dinding pembuluh darah menjadi kaku. Hal ini dikarenakan sel darah merah sudah tertimbun dalam jumlah yang cukup banyak sehingga tidak dapat berpindah lagi. Mati somatis dan mati batang otak digunakan sebagai definisi kematian sebagaimana yang dimaksud dalam UU Kesehatan pasal 126. Apabila mayat diubah posisinya sebelum 8-12 jam pasca kematian. Lebam mayat/livor mortis Lebam mayat adalah perubahan warna kulit pasca kematian akibat terkumpulnya darah di pembuluh darah pada bagian terbawah tubuh. kecuali pada bagian yang tertekan. Semakin lama. Segmentasi pembuluh darah retina 6. Tanda-tanda kematian dibagi menjadi tanda-tanda dini dan tanda-tanda lanjut. Lebam mayat biasanya berwarna merah keunguan (livid) dan muncul 20-30 menit pasca kematian. Pernapasan berhenti yang dinilai selama lebih dari 10 menit 2. dapat dilakukan pengirisan pada suatu daerah yang mengalami perubahan warna kemudian dilakukan . Untuk membedakan lebam mayat dengan resapan darah akibat trauma. karena pengaruh gaya gravitasi. Kulit pucat 4. lebam mayat dapat berubah posisi. Setelah seseorang meninggal. Tanda dini kematian 1. intensitas lebam mayat meningkat dan setelah 8-12 jam lebam mayat akan menetap/tidak hilang pada penekanan. Kematian dapat dikatakan secara pasti setelah timbulnya tanda-tanda lanjut. Selaput bening mata mongering sehingga terjadi kekeruhan yang jika baru terjadi 10 menit masih dapat dihilangkan dengan meneteskan air Tanda lanjut kematian a. terjadi berbagai perubahan yang dapat digunakan sebagai tanda-tanda untuk mengenali kematian. Tonus otot menghilang akibat relaksasi primer sehingga terjadi pendataran daerah tubuh yang tertekan dan wajah terkadang tampak lebih muda 5. Pada mulanya. Sirkulasi berhenti yang dinilai selama 15 menit 3. lebam mayat hilang jika dilakukan penekanan.

Apabila warna merah pudar atau menghilang. Kaku mayat muncul sekitar 2-4 jam pasca kematian. kaku mayat dipertahankan selama 12 jam dan kemudian menghilang dalam urutan yang sama karena degradasi jaringan. radiasi. konveksi. dan suhu lingkungan yang tinggi. Temuan Pada Kasus : Kaku mayat ditemukan pada seluruh tubuh dan mudah dilawan. Faktor yang . Pemeriksaan kaku mayat dilakukan di sendi-sendi pada tubuh. kemudian menjadi lengkap di seluruh tubuh sekitar 8-10 jam pasca kematian. berwarna merah keunguan. b.  Cold stiffening adalah kekakuan tubuh akibat lingkungan dingin sehingga cairan dalam rongga sendi mengeras dan jaringan subkutan serta otot memadat. dan hilang pada penekanan. Penyebab cadaveric spasm adalah habisnya cadangan glikogen lokal pada saat mati klnis karena kelelahan atau emosi yang hebat sesaat sebelum meninggal. Terdapat beberapa kondisi kekakuan otot pasca kematian yang menyerupai kaku mayat. Penurunan suhu tubuh mayat/algor mortis Penurunan suhu tubuh mayat terjadi karena pemindahan panas dari tubuh mayat ke lingkungan sekitarnya melalui proses konduksi. Penurunan suhu tubuh membentuk kurva sigmoid jika digambarkan dalam grafik. penyiraman dengan air. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kematian terjadi kurang dari 12 jam. perubahan warna tersebut adalah lebam mayat. dimulai dari otot-otot kecil ke otot-otot besar. yakni cadaveric spasm. Kaku mayat/rigor mortis Kaku mayat terjadi karena cadangan glikogen habis sehingga tidak dapat dibuat ATP baru yang berakibat pada menggumpalnya aktin dan miosin. dan cold stiffening. suhu tubuh yang tinggi.  Cadaveric spasm adalah kekakuan otot yang langsung terjadi pada saat kematian tanpa didahului relaksasi primer dan menetap. Temuan pada kasus : lebam mayat ditemukan pada punggung. Koagulasi protein otot menyebabkan otot memendek dan memberi gambaran seperti petinju (pugilistic attitude) akibat fleksi pada sendi-sendi. Setelah lengkap.  Heat stiffening adalah kekakuan otot akibat koagulasi protein otot karena panas. Sehingga dapat diperkirakan bahwa kematian kurang dari 12 jam. dan evaporasi. c. heat stiffening. tubuh yang kurus. Faktor yang mempercepat terjadinya kaku mayat adalah aktivitas fisik sebelum kematian.

kelembaban rendah dan lingkungan berangin. serta tidak berpakaian atau berpakaian tipis. Oleh karena itu. Adiposera/lilin mayat Adiposera adalah bahan berwarna keputihan. Mumifikasi terjadi dalam waktu 12-14 minggu bila suhu lingkungan hangat dan kelembaban rendah. warna gelap. dan berbau tengik yang terbentuk dalam jaringan lunak tubuh pasca kematian. bakteri mendapat akses ke sirkulasi tubuh dan berproliferasi dengan baik dalam medium berupa darah. Hal ini menyebabkan warna hijau perlahan menyebar ke daerah tubuh lainnya. pembusukan pertama-tama ditandai dengan munculnya warna kehijauan di kuadran kanan bawah perut (daerah sekum) 18-24 jam pasca kematian karena terbentuknya sulfmethemoglobin dari kerja bakteri. berkeriput. dan ekstremitas. dan kristal- kristal sferis. Mumifikasi Mumifikasi adalah proses penguapan cairan atau dehidrasi jaringan yang terjadi dengan cukup cepat sehingga jaringan mongering dan pembusukan terhenti. d. payudara. . mempercepat penurunan suhu tubuh adalah suhu lingkungan yang rendah. Keberadaan adiposera membuat jaringan dan organ di bawahnya tetap berada dalam kondisi baik hingga bertahun- tahun karena derajat keasaman dan dehidrasi jaringan bertambah. f. jaringan saraf yang termumifikasi. e. terutama dari genus Clostridium. terutama di pipi. Setelah mati. Pembusukan/dekomposisi Pembusukan adalah proses degradasi jaringan akibat autolisis oleh enzim yang dilepaskan sel pasca kematian dan akibat kerja bakteri. tubuh yang kurus. Bahan pembentuk adiposera terutama asam-asam lemak tidak jenuh hasil hidrolisis lemak yang mengalami hidrogenisasi dan bercampur dengan sisa-sisa otot. posisi telentang. Mayat yang mengalami mumifikasi berubah menjadi keras dan kering. Adiposera mulai terbentuk dalam waktu 4 minggu pasca kematian dan menjadi jelas terlihat secara makroskopik setelah 12 minggu atau lebih. Adiposera dapat dijumpai di berbagai tempat. Faktor yang mempermudah terbentuknya adiposera adalah kelembaban dan lemak tubuh yang cukup. bokong. dan tidak membusuk. jaringan ikat. Bakteri yang dimaksud adalah bakteri yang semasa hidup mendiami usus besar. lunak atau berminyak.

2. dan radiasi). Memar Suatu perdarahan dalam jaringan bawah kulit/kutis akibat pecahnya kapiler dan vena. dan tembakan senjata api). impactabrasion). Luka lecet dapat diklasifikasi sebagai luka lecet gores (scratch). fisika (suhu. yaitu dari ujung luka yang tidak terangkat ke ujung luka yang terangkat. Luka Lecet Luka lecet terjadi akibat cedera pada epidermis yang bersentuhan dengan benda yang memiliki permukaan kasar atau runcing. setelah 4-5 hari akan berwarna hijau yang kemudian akan berubah menjadi kuning dalam 7- 10 hari dan akhirnya menghilang dalam 14-15 hari. perubahan tekanan udara. kekerasan oleh benda tumpul. dan kimia (asam atau basa kuat). TRAUMATOLOGI Traumatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang luka dan cedera serta hubungannya dengan berbagai kekerasan (rudapaksa). atau sebaliknya benda tersebut yang bergerak dan bersentuhan dengan kulit.Terkadang arah pergerakan luka dapat ditentukan. luka lecet tekan (impression.5. Umur luka memar secara kasar dapat diperkirakan melalui perubahan warnanya. Awalnya memar berwarna merah. Bisa digunakan sebagai petunjuk tentang bentuk benda penyebabnya (marginal haemorrhage).  Luka lecet gores Luka lecet gores disebabkan benda runcing yang menggores epidermis di depannya sehingga lapisan kulit ini terangkat. tubuh terbentur aspal jalan. yaitu mekanik (kekerasan oleh benda tajam.III. akustik. kemudian berubah menjadi ungu atau hitam. Luka lecet ini biasanya berbentuk garis sehingga pada deskripsi luka hanya disebutkan ukuran panjang luka. . luka lecet serut (graze). Luka Akibat Kekerasan Benda Tumpul 1. listrik dan petir. Sementara luka adalah suatu keadaan ketidaksinambungan jaringan tubuh akibat kekerasan. Kekerasan dapat dibedakan berdasarkan sifatnya. contohnya pada kejadian kecelakaan lalu lintas. dan luka lecet geser (frictionabrasion) berdasarkan mekanisme terjadinya luka.

keras. dan warnanya lebih gelap dari sekitarnya karena jaringan yang tertekan menjadi lebih padat dan mengering. ditemukan luka robek pada kantung buah zakar dan luka lecet pada wajah. Non motor vehicle traffic accident ialah setiap kecelakaan yang terjadi di jalan raya. tepi atau dinding tidak rata. Luka robek Merupakan luka terbuka akibat trauma benda tumpul. III. maka akan terjadi robekan pada kulit. dan selalu mengakibatkan kerusakan benda.  Luka lecet tekan Luka lecet tekan terbentuk karena penekanan benda tumpul pada kulit dengan gambaran kulit yang kaku. bentuk dasar luka tidak beraturan.Benda penyebab luka kemungkinan dapat diketahui berdasarkan pola yang terdapat pada kulit.  Luka lecet serut Luka ini serupa dengan luka lecet gores. yang melibatkan pemakaian jalan untuk transportasi atau untuk mengadakan perjalanan dengan kendaraan yang bukan kendaraan bermotor. Arah luka ditentukan dengan melihat letak tumpukan kulit ari. badan. . Pada kasus ini. tampak jembatan jaringan antara kedua tepi luka. sehingga deskripsi luka meliputi ukuran panjang dan lebar luka. telinga. yang menyebabkan kulit teregang ke satu arah dan bila batas elastisitas kulit terlampaui. Pengertian ini diambil dari definisi motor vehicle traffic accident. dan keempat anggota gerak akibat kekerasan tumpul.  Luka lecet geser Luka lecet geser timbul karena adanya gerakan bergeser disertai dengan tekanan linier pada kulit. sering tampak luka lecet atau luka memar di sisi luka. 3. KECELAKAAN LALU LINTAS Kecelakaan adalah serangkaian peristiwa dari kejadian yang tidak diduga sebelumnya. tetapi penampangnya lebih luas.6. Luka ini mempunyai ciri bentuk luka yang umumnya tidak beraturan. Kendaraan yang berjalan di atas rel tidak dimasukkan ke dalam pengertian kendaraan bermotor pada kecelakaan lalu lintas. luka atau kematian. Kecelakaan lalu lintas ialah setiap kecelakaan kendaraan bermotor yang terjadi di jalan raya.

pemeriksaan mikroskopis. korban kecelakaan lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dan pemeriksaan toksikologis Pembedahan mayat pada kasus kecelakaan lalu lintas berguna untuk mengetahui sebab kematian. Berdasarkan Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 1993 Bab XI :  Pasal 93 Ayat (1). kecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tidak di sangka-sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau pemakai jalan lainnya. yaitu kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan kendaraan dan/atau barang. dengan demikian dapat diambil tindakan pencegahan untuk menghindari kecelakaan yang berakibat fatal. Berdasarkan UU NO.1-5 membagi kecelakaan lalu lintas sendiri menjadi 3.22 Tahun 2009 Pasal 229 No.  Kecelakaan lalu lintas sedang. meliputi bedah mayat. yaitu merupakan kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat. Tindakan yang harus dilakukan dalam melakukan penyidikan kasus kecelakaan lalu lintas adalah:  Identifikasi korban yang akurat  Pemeriksaan mayat. mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda. Masalah hukuman seperti ini dimasukkan dalan KUHP Bab XXI perihal menyebabkan masalah lain/ sekunder. dapat berupa korban mati.  Pasal 93 ayat (2). koban luka berat dan korban luka ringan. Tujuan utama dalam penyidikan kasus kecelakaan lalu lintas adalah untuk pencegahan terjadinya kecelakaan dimasa mendatang. kemungkinan kemungkinan kasus pembunuhan harus tetap selalu dipikirkan. yaitu kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang. Pemeriksaan mayat pada korban kecelakaan lalu lintas dilakukan terhadap:  Pejalan kaki  Pengemudi kendaraan . yaitu:  Kecelakaan lalu lintas ringan.  Kecelakaan lalu lintas berat. mengetahui sebab kecelakaan dan pola dari luka yang sering terjadi. Dalam hal ini.

maka bagian bokong dan bagian punggung korban akan terkena bagian mobil yang lain (Secondary Impact Injuries) 4. Korban akan terdorong dan terbawa kemudian akan jatuh ke depan dan dapat tergilas (crush injuries dan compression injuries) 8.  Penumpang kendaraan Luka-luka pada pejalan kaki diklasifikasikan:  Luka karena impak primer (Primary Impact Injuries)  Luka karena impak sekunder (Secondary Impact Injuries)  Luka-luka yang sekunder (Secondary Injuries) Luka-luka pada tungkai merupakan kelainan yang terpenting di dalam bagian mana dari kendaraan yang mengenai tubuh korban 1. Jika kendaraan yang menabrak korban bukan mobil sedan. Yang mana ujung dari tulang yang patah dapat merusak dan keluar pada tempat yang berlawanan dengan tempat impaknya (Primary Impact Injuries). Pada saat korban tergeletak di jalan. 3. Pada saat yang bersamaan dengan terjadinya impak pada tungkai bawah. salah satu atau kedua tungkai 2. dengan demikian dapat ditentukan posisi korban dan arah kendaraan waktu kecelakaan terjadi. Lokasi dari luka-luka yang terdapat pada tubuh korban tergantung dari posisi korban pada waktu kecelakaan 6. Luka yang khas biasanya terdapat pada tungkai bawah. Pada korban dewasa kebanyakan ditabrak dari belakang atau dari samping. luka yang hebat dapat dilihat pada tungkai dimana sering terjadi patah tulang. Jika korban berdiri pada kedua tungkai sewaktu terjadi tubrukan. maka kejadian pada nomor 3 tidak akan terjadi. leher dan dada sehingga organ-organ dalam dapat hancur karena tergencet antara tulang punggung dan tulang dada . Kelanjutan dari 2 dan 3 maka tubuh korban dapat terjatuh dari kendaraan tersebut ke jalan. dan menyebabkan benturan dan persentuhan antara korban dengan jalan (Secondary Injuries) 5. Kompresi terutama terjadi pada daerah kepala. maka dapat terjadi kendaraan menggilas korban dan mengakibatkan adanya jejas ban (tyremarks) yang merupakan luka memar 7.

untuk memastikan apakah korban langsung mati atau dapat bertahan untuk beberapa lama Hal-hal yang perlu diketahui dalam melakukan penyidikan kasus kecelakaan  Kemungkinan terjadinya kebakaran pada setiap kecelakaan perlu diketahui dan menjadi lebih penting kalau mengarah pada kasus pembunuhan  Trace evidence Adanya pecahan kaca. apabila daerah tersebut terlindas oleh roda maka akan didapatkan tanda khas berupa regangan (striae like tears) 11. bercak darah dan lain-lain yang melekat pada kendaraan perlu diteliti dalam melakukan pemeriksaan  Pemeriksaan pada tempat kejadian perlu dilakukan Bedah mayat pada korban umumnya pola kelainannya:  Luka karena impak primer pada tungkai  Luka karena impak sekunder pada bagian tubuh lain  Luka yang terjadi sekunder akibat benturan tubuh korban dengan jalan Pada kecelakaan kendaraan roda dua. Jika bagian bawah dari kendaraan cukup rendah jaraknya dengan permukaan jalan. 9. fraktur pada tungkai atau tulang iga disertai dengan kerusakan pada organ-organ dalam . Pemeriksaan mikroskopis dari jaringan paru untuk menentukan adanya emboli lemak. Tetapi apabila pada kepala tidak ditemukan kelainan maka hasil bedah mayat pada korban akan memperlihatkan kelainan pada daerah leher (fraktur). Pada daerah tubuh tertentu dimana terdapat lipatan kulit. metal. helm tidak banyak bermanfaat jika kecelakaan terjadi pada waktu kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi. Pemeriksaan toksikologi dan mikroskopis juga perlu dilakukan pada kecelakaan 12. hal ini dapat dikenal dari beberapa bagian dari kulit dapat terkelupas 10. maka tubuh korban dapat berputar (rolling injuries).

ditemukan patah pada tulang selangka. telinga. BAB IV KESIMPULAN Pada mayat laki-laki berusia sekitar dua puluh lima tahun bergolongan darah A ini. dan tulang kemaluan. Sebab kematian tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan pemeriksaan bedah mayat . tulang-tulang dada. dan keempat anggota gerak akibat kekerasan tumpul. badan. Selanjutnya ditemukan luka robek pada kantung buah zakar dan luka lecet pada wajah.

2008. BAB V DAFTAR PUSTAKA 1. Sudiono S. et al. Budiyanto A. Idries AM. Hertian S. Mun’im TWA. 4.Soesilo. R. . 2. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. 1996. Sidhi. Jakarta: Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal FKUI. Safitry O. Widiatmaka W. Jakarta: Sagung Seto. 1997. Bogor: Politeia. Kompilasi Peraturan Perundang-undangan terkait Praktik Kedokteran. Ilmu Kedokteran Forensik. 3. Tjiptomartono AL. Penerapan Ilmu Kedokteran Forensik Dalam Proses Penyidikan. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik FKUI. 2014.

Lebam mayat terdapat pada punggung. atas mayat dengan keterangan sebagai berikut:---------------------------------------------------- Nama : Tn. ras Mongoloid.--------------------------------------------------- 6. dr. maka pada tanggal lima belas November tahun dua ribu lima belas... Benda yang terdapat di samping mayat: tidak ada. berbangsa Indonesia. 31930808 (Hunting). berumur dua puluh lima tahun. Pakaian yang dikenakan mayat: tidak ada.------------------------------------------------------------------------ 2.. menerangkan bahwa atas permintaan tertulis dari Polri Daerah Metro Jaya Direktorat Lalu Lintas Satlantas Wilayah Jakarta Utara tertanggal lima belas November dua ribu lima belas. Label tidak terdapat pada mayat. Ciptomangunkusumo di Jakarta. hilang pada penekanan. dan zakar disunat. Kotak Pos 1086 Telp. . berat tubuh lima puluh tiga kilogram. Nelayan RT/RW 05/04.. Jakarta Pusat 10430. PEMERIKSAAN LUAR---------------------------------------------------------------------------------- 1.Jak-Ut Jakarta. 3918301. Nomor Surat: 119/33-K/XI/2015/LLJU.. DD---------------------------------------------------------------------- Jenis kelamin : Laki – laki------------------------------------------------------------------ Umur : 25 tahun-------------------------------------------------------------------- Warganegara : Indonesia------------------------------------------------------------------- Pekerjaan : Karyawan Swasta--------------------------------------------------------- Alamat : Kp. Mayat adalah seorang laki-laki. Fax 3148991 Nomor : 04/ VER/ I/ 2015/ Sek.. warna kulit sawo matang.. Mayat tidak memiliki. Kamal Muara Penjaringan.---------------------- 8.. memiliki panjang tubuh seratus enam puluh sentimeter.---------------------------------------------------------------------------- 4... Perhiasan mayat: tidak ada. DEPARTEMEN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL RUMAH SAKIT DR CIPTO MANGUNKUSUMO Jalan Diponegoro no.. 16 November 2015 Perihal : Visum et Repertum Mayat Lampiran :- PRO JUSTITIA VISUM ET REPERTUM 1066/SK-I/XI/2015 Yang bertanda tangan di bawah ini. bergizi sedang. berwarna merah keunguan. pukul empat lebih tiga puluh menit Waktu Indonesia Bagian Barat bertempat di Ruang bedah mayat Departemen Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal Rumah Sakit Dokter Cipto Mangunkusumo.... telah melakukan pemeriksaan luar mayat. 71. dokter pada Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Dr.... mudah dilawan. Jakarta Utara-------------------------------------------------------------------------- -------------------------------------------HASIL PEMERIKSAAN---------------------------------------- I.. Ellen. Mayat terbungkus dengan dua helai kain katun berwarna putih. Kaku mayat pada seluruh tubuh....------------------------------------------------------------- 5.----------------------------------- 3..-------------------------------------------------- 7....

--------------------------------------------------------------------------------- 11.--------------------------------------------------------------------------------------------- 3.. selaput kelopak mata tampak putih pucat. ukuran terbesar satu sentimeter kali nol koma lima sentimeter. terdapat beberapa luka lecet. tumbuh jarang. terdapat luka lecet berukuran dua belas sentimeter kali enam sentimeter. nol koma lima sentimeter kali nol koma sentimeter...---------------------------------- 10. panjang nol koma lima sentimeter.. Luka-luka pada mayat ditemukan: --------------------------------------------------------------------- 1.. Kumis berwarna hitam.. Rambut kepala berwarna hitam. Jenggot tercukur rapi. 8. lubang telinga kanan dan kiri... Mulut terbuka lima milimeter..--------------------------------------------------------------------------------------- 12. ukuran nol koma empat sentimeter...... tumbuhnya lurus.. ukuran terkecil berbentuk titik.... ukuran terkecil berbentuk titik. delapan sentimeter dibawah puncak bahu... ----------------------- 13...-------------------------------------------------- 5.. Pada rahang kiri bawah.. lubang pelepas tidak keluar cairan maupun darah.. Dari lubang mulut.. Pada daun telinga kanan bagian depan... Tepat pada lipat siku kanan..... Pada telinga kanan bagian belakang. tumbuhnya lurus. ukuran terbesar empat sentimeter kali tiga sentimeter.. Tepat pada puncak bahu sisi kanan..... Pada pipi sisi kiri. dua belas sentimeter dari garis pertengahan depan...... tujuh sentimeter dari garis pertengahan depan. sepuluh sentimeter dari garis pertengahan depan. Mata kanan terbuka tiga milimeter dan mata kiri terbuka dua milimeter.... selaput bola mata tampak putih pucat.-------------------------- 4.. teleng mata bulat. terdapat beberapa luka lecet tekan..... Tepat pada siku kanan. satu sentimeter dibawah lubang telinga.. Pada belakang telinga kiri. Gigi geligi berjumlah dua puluh sembilan buah. masing-masing berukuran satu sentimeter kali nol koma lima sentimeter.. Mayat tidak memiliki identitas khusus ---------------------------------------------------------------- 9... dan nol koma dua sentimeter kali nol koma dua sentimeter..---------------------------------------------------------------------- 2.------------------------------------------------------------- 14. gigi ketujuh dan kedelapan tidak ada.. Tepat pada tulang selangka sisi kanan.. Hidung berbentuk sedang. Pada mata kanan maupun kiri. Lanjutan visum et repertum nomor : 04/ VER/ I/ 2015/ Sek. meliputi area seluas lima belas sentimeter kali delapan sentimeter........... lidah tidak terjulur atau tergigit.. Telinga berbentuk oval..Jak-Ut Halaman ke 2 dari 4 halaman.----------------------------------------------------------------------------- 6. Pada rahang kanan bawah.... Bulu mata berwarna hitam... panjang satu koma lima sentimeter. panjang satu sentimeter. panjang sebelas sentimeter.. terdapat luka lecet berukuran satu sentimeter kali nol koma dua sentimeter. terdapat tiga luka lecet. selaput bening mata jernih... tiga sentimeter dibawah lubang telinga. ... lubang hidung. terdapat luka lecet berukuran satu sentimeter kali satu sentimeter. tiga sentimeter dibawah lubang telinga..--------- 7. warna tirai mata coklat. Alis mata berwarna hitam. gigi ketujuh tidak ada. terdapat luka lecet berukuran satu sentimeter kali nol koma dua sentimeter.... meliputi area seluas dua sentimeter kali satu koma lima sentimeter..------------------------------------------------------------------------------------- 8.. lubang kemaluan. tumbuhnya sedang. tiga koma lima sentimeter dibawah sudut luar mata kiri....

terdapat luka lecet kecil-kecil meliputi area seluas empat sentimeter kali empat sentimeter.. meliputi area seluas empat puluh lima sentimeter kali lima belas sentimeter.. meliputi area seluas dua puluh sembilan sentimeter kali dua belas sentimeter.. dengan ukuran terbesar dua puluh enam sentimeter kali dua belas sentimeter.. tiga sentimeter dari garis pertengahan depan.. meliputi area seluas sembilan belas sentimeter kali tujuh belas sentimeter. sepuluh sentimeter diatas taju atas depan tulang usus..Jak-Ut Halaman ke 3 dari 4 halaman.. tiga sentimeter diatas lutut....... delapan belas sentimeter diatas taju atas depan tulang usus. terdapat memar berwarna merah keunguan.. enam sentimeter dibawah taju atas belakang tulang usus.... Lanjutan visum et repertum nomor : 04/ VER/ I/ 2015/ Sek..--------------------------------------------------------------------------- 11. berjalan ke arah bawah melewati lipat paha... terkecil berupa titik.. dua belas sentimeter dari garis pertengahan depan... paha sisi kanan bagian depan. Pada punggung sisi kiri. terkecil berupa titik. tiga koma lima sentimeter diatas siku.. Pada lengan kanan atas sisi dalam... terdapat luka lecet berukuran tiga sentimeter kali tiga sentimeter. terdapat beberapa luka lecet.------------------- 17.---------------------------------------------------------------- 16... 8. Pada perut sisi kanan.. terdapat luka lecet berukuran satu sentimeter kali nol lima sentimeter.... terkecil berupa titik.-------- 12... ukuran terbesar dua belas sentimeter kali enam sentimeter.. Pada punggung kiri... meliputi area seluas sebelas sentimeter kali lima koma lima sentimeter.--------------------------------------------- 15.. terdapat beberapa luka lecet dengan ukuran terbesar dua puluh sembilan sentimeter kali dua belas sentimeter. terdapat luka lecet berukuran satu sentimeter kali nol koma lima sentimeter. Pada dada sisi kanan..---------------------------------------------------------- 13.. tiga belas koma lima sentimeter dibawah puncak bahu... terdapat luka lecet berukuran satu sentimeter kali nol koma lima sentimeter..... lima belas sentimeter diatas taju atas belakang tulang usus....... Pada pinggang bagian belakang.. terkecil berupa titik. Tepat pada siku kanan.. tiga sentimeter diatas taju atas depan tulang usus. Pada punggung kanan....------------- 18.. .. tepat garis pertengahan belakang. terdapat beberapa luka lecet.. terdapat beberapa luka lecet.. sepuluh sentimeter dari garis pertengahan belakang.. sepuluh sentimeter dari garis pertengahan depan. Pada pangkal jari kelima tangan kiri. sembilan sentimeter dari garis pertengahan belakang.------------------------------- 14... terbesar berukuran tiga sentimeter kali nol koma lima sentimeter...... di sekitarnya terdapat memar berwarna ungu seluas dua puluh tiga sentimeter kali dua puluh sentimeter. Mulai dari perut sisi kanan...--------------------------------------------------------------------------------------------- 9... Pada paha kiri sisi luar....... empat sentimeter dibawah puncak bahu... tiga sentimeter dari garis pertengahan belakang. dan berakhir pada paha sisi kanan bagian dalam.-------------------------------------------- 10... meliputi daerah seluas lima sentimeter kali empat sentimeter...

. Teraba patah tulang iga kanan bagian depan ruas keempat hingga kesepuluh. Teraba patah tulang selangka sisi kiri... Patah tulang:------------------------------------------------------------------------------------------------ 1.. telinga..------------------------------------------------------------------------ Demikianlah visum et repertum ini dibuat dengan sebenarnya dengan menggunakan keilmuan yang sebaik-baiknya... Tepat pada mata kaki kanan sisi dalam.. terdapat luka terbuka tepi tidak rata dengan dasar buah zakar yang tampak keluar. dan tulang kemaluan.. dicampur dengan serum anti-A menggumpal. Pada kantung buah zakar sisi kiri bagian bawah. terdapat luka lecet berukuran satu koma lima sentimeter kali satu koma lima sentimeter. Bila dirapatkan membentuk garis lengkung sepanjang tujuh sentimeter..------------------------------------------------------- 22..... dikelilingi memar berwarna ungu berukuran enam sentimeter kali lima sentimeter.. ditemukan patah pada tulang selangka.. badan. Tepat pada mata kaki kanan sisi luar. satu sentimeter dari garis pertengahan depan......-------------------------------------------------------------------- 21.. Teraba patah tulang iga kiri bagian depan pada seluruh ruas. terdapat luka lecet berukuran dua sentimeter kali nol koma lima sentimeter. 406138113 ... dan keempat anggota gerak akibat kekerasan tumpul... terdapat luka lecet berukuran satu sentimeter kali nol koma tiga sentimeter.. Lanjutan visum et repertum nomor : 04/ VER/ I/ 2015/ Sek...------------------------------------------------------------ 2. Tepat pada lutut kanan. Sebab kematian tidak dapat ditentukan karena tidak dilakukan pemeriksaan bedah mayat...---------------- 19.--------------------------------------------------------------------- 23.. dua belas sentimeter dibawah taju atas belakang tulang usus..-------------- 3.... mengingat sumpah sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)....------------- KESIMPULAN:-------------------------------------------------------------------------------------------- Pada mayat laki-laki berusia sekitar dua puluh lima tahun bergolongan darah A ini.. Didapatkan golongan darah A.. tulang-tulang dada.. terdapat luka lecet berukuran satu koma lima sentimeter kali satu koma lima sentimeter.. Teraba patah tulang kemaluan sisi kanan.. 18. dr..-------------------------------------------------------- 16. dicampur dengan serum anti-B tidak menggumpal. terdapat luka lecet berukuran nol koma delapan sentimeter kali nol koma dua sentimeter..----------------------------------------------------------------------------------------------- Dokter tersebut di atas.---------------------------------- 4. Pada paha kiri sisi luar.... Selanjutnya ditemukan luka robek pada kantung buah zakar dan luka lecet pada wajah. Tepat pada pergelangan kaki kanan sisi depan.. Lain-lain: darah diambil satu mililiter....----------- 20.----------------------------------------------- 15..Ellen NIP.Jak-Ut Halaman ke 4 dari 4 halaman........