TUGAS PAPER

UTILITAS TEKSTIL
“LISTRIK PADA INDUSTRI TEKSTIL”

Nama : Muh. Zulfajri Aidul
NPM : 16010028
GRUP : 1 T2
Dosen : Hendra, S.ST.,M.Tech.

POLITEKNIK STTT BANDUNG
2017

transien.Pada saat sekarang ini. noise. dan interruptions) variasi tegangan jangka panjang (undervoltages. swell. Seperti telah diketahui bahwa permasalahan terbesar pada sektor industri adalah kerdip tegangan (Dip/Voltage Sag). dan lain-lain dapat menyebabkan beberapa permasalahan kepada konsumen yang memerlukan tingkat kualitas daya listrik yang tinggi untuk proses industri dan penggunaan peralatan listrik di rumah-rumah. ripple. Permasalahan umum. Padahal kualitas bukan hanya masalah tegangan saja atau terputusnya catu daya tetapi menyangkut karakteristik parameter kelistrikan seperti arus dan frekuensi berkaitan dengan harmonisa. variasi frekuensi. seperti harmonisa. dimana hanya karena durasi gangguan beberapa millidetik tersebut dapat menyebabkan produksi berhenti. kualitas daya listrik (power quality) menjadi suatu isu kunci bagi penyedia. ketidakseimbangan. tegangan transien. arus bocor. sag/dips. pengguna sudah cukup peduli terutama yang berkaitan dengan tegangan rendah atau ketidakstabilan atau pemadaman listrik. dan konsumen tenaga listrik. . surge. Selain investasi. Menurut Ketua Umum API. dan lain-lain. pencapaian tersebut didukung masuknya investasi asing. Penciptaan Lapangan Kerja dan Pemenuhan Kebutuhan Sandang dalam Negeri Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) memperkirakan pertumbuhan industri tekstil nasional bisa melampaui 5 persen pada 2013. faktor pendorong tumbuhnya industri tekstil ialah stimulus dari pemerintah. namun untuk beberapa hal. yang dapat merusak peralatan dan mengurangi umur perangkat. swells. variasi tegangan jangka pendek (sags. Secara umum di Indonesia masalah ini belum sampai menjadi isu nasional. dan interruptions). Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Indonesia merupakan industri strategis dan mempunyai prospek pasar yang cukup menjanjikan terutama dalam tiga peran: Penciptaan Devisa Negara. overvoltages. dimana bantuan restrukturisasi mesin tekstil saat ini sebagian besar sudah dicairkan dan bakal memberi kontribusi pada peningkatan produktivitas perusahaan. distribusi.

8 6.4 Garment 0.5 7.0 6.2 6. Jenis gangguan yang mempengaruhi kehandalan dan kualitas daya listrik bermacam-macam. ataupun frekuensi) yang menyebabkan penyimpangan karakteristik operasi peralatan listrik dari kinerja nominalnya.35 Balance 5.3 Tekstil 3. Selain itu durasi atau lamanya gangguan juga akan mempengaruhi pemilihan jenis alat untuk mengatasi gangguan tersebut.6 Garment 5.7 Import 4. dan langkah penanganannya pun tidak sama. Neraca Perdagangan Industri TPT Indonesia (USD Miliar) 2009 2010 2011 Export 9.6 4. Gangguan kualitas daya dapat mengakibatkan dampak finansial yang signifikan.7 5.6% terhadap GDP.9 5.2 13.6 Sumber: BPS & Proses API Tabel : Neraca Perdagangan Industri TPT Indonesia Sektor industri khususnya Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) perlu mendapat pasokan tenaga lsitrik yang handal untuk menjaga kelangsungan produksinya.1 5. Gangguan kualitas daya secara umum dapat didefinisikan sebagai perubahan pada komponen daya listrik (tegangan.29 0.7 Tekstil 3.22 0.3 11.6 6.1 6. arus. Penyimpangan ini dapat berakibat hingga terhentinya operasi .Sektor TPT merupakan penyumbang terbesar devisa sektor non migas dengan surplus ekspor selalu di atas US$ 5 milyar pertahun dan berpengaruh 1.

Sensitifitas dari tipe peralatan pengguna daya listrik akan menentukan tingkatan kualitas daya yang diperlukan untuk beroperasi secara normal. Untuk lebih mudahnya dapat dilihat pada gambar dibawah : Aliran Daya ialah penentuan atau perhitungan tegangan. penyebaran kelompok beban dan pusat- pusat pembangkit dihubungkan dengan sistem transmisi tegangan tinggi. Hanya karena durasi gangguan beberapa milli second (ms) tersebut dapat menyebabkan produksi berhenti. Cara ini sangat dimungkinkan untuk menyalurkan daya listrik dalam jumlah yang besar pada jarak yang jauh. praktis. arus. Di antara berbagai macam fenomena gangguan. yaitu turunnya tegangan tiba-tiba dalam waktu kurang dari 1 cycle hingga beberapa cycle. dan handal. Pada awalnya. yang paling banyak terjadi adalah kedip tegangan (Dip). Rata-rata kebutuhan energi listrik dari PLN untuk proses produksi dari industri tekstil adalah sebanyak 70% dan sisanya sebesar 30% menggunakan pembangkit sendiri dengan bahan bakar batubara. sehingga membuat sistem tenaga listrik lebih ekonomis. daya dan faktor daya yang terdapat pada berbagai simpul dalam jaringan listrik pada keadaan operasi normal. gas. Karena semakin berkembangnya teknologi. dan .peralatan atau mesin pengguna daya listrik. sistem tenaga listrik hanya terdiri atas suatu pembangkitan tenaga listrik yang digunakan untuk menyuplai sistem distribusi lokal.

Tersambungannya beban-beban sensitif pada jaringan secara luas serta berbagai proses otomasi. Tiga perubahan besar terhadap karakteristik beban konsumen dan sistem distribusi tenaga listrik telah mengubah komposisi persamaan kualitas daya yaitu: a. Makin meningkatnya jumlah beban yang menggunakan perangkat elektronika daya pada proses konversi daya listrik. c. Gejala yang lazim timbul antara lain berupa: . b. Permasalahan kualitas daya merupakan penyimpangan kelistrikan karena daya listrik yang disalurkan ke peralatan menyebabkan kerusakan ataupun kejanggalan operasi pada perangkat elektronika ataupun peralatan listrik lainnya. Makin tingginya sensitifitas komponen dan peralatan terhadap variasi-variasi kualitas daya. sementara survei terhadap konsumen yang lebih kecil pada sisi tegangan rendah menunjukkan banyaknya keluhan mengenai kualitas suplai daya listrik mereka. Sedangkan komponen biaya energi pada industri tekstil cukup besar seperti dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Permasalahan kualitas daya yang berkaitan dengan interaksi antara jaringan distribusi dengan sistem milik konsumen adalah suatu yang dapat dicegah.minyak. Hasil survei terhadap konsumen besar yang mendapatkan suplai listriknya dari sisi tegangan tinggi melalui jaringan transmisi maupun distribusi menunjukkan bahwa kualitas suplai daya listrik tidak banyak dipermasalahkan.

pada pihak penyedia tenaga listrik maupun dari pihak pelanggannya. dan biaya berhubungan dengan penurunan reputasi karena kegagalan pengiriman. biaya yang timbul akibat terhentinya suatu proses produksi sangatlah bervariasi karena sangat beragamnya kategori produk yang dihasilkan dan tingkat ketelitian yang dibutuhkan dari tiap peralatan serta variasi fenomena gangguan kualitas daya. e. Kerusakan atau kegagalan peralatan yang tidak menentu. Biaya yang dapat diidentifikasi biasanya berhubungan dengan tegangan sag serta kejanggalan layanan listrik sementara atau lebih lama. biaya pengulangan pekerjaan. produk yang rusak. b. salah satu bagian penting dari penentuan biaya yang terkait kualitas daya adalah menentukan apa yang sedang terkena gangguan dan di mana. atau pada aspek operasi bisnis apa sajakah biaya ini muncul. dan biaya peralatan manufaktur yang rusak. biaya bahan terbuang. Biaya teridentifikasi biasa disebut sebagai biaya langsung yang mencakup biaya jam kerja. sistem jaringan pelayanan listrik yang ada. biaya pemrograman ulang atau penggantian data yang hilang. Menentukan biaya tahunan terkait kualitas daya sangatlah rumit. d. biaya produk di luar spesifikasi. Seperti telah disebutkan sebelumnya. Beberapa penelitian jangka panjang mengungkapkan efek dari biaya tersembunyi (tidak langsung) maupun yang dapat diidentifikasi. Baik atau buruknya kualitas daya tidak akan terlepas dari biaya. Biaya yang disebabkan permasalahan kualitas daya juga sangat bergantung pada jenis permasalahannya. dan memang pada kenyataannya hanya mungkin untuk diperkirakan. Terhentinya alur proses produksi serta kesalahan data yang tak menentu. Pemanasan komponen-komponen listrik. dan karakteristik kinerja elektromekanik dari peralatan ukur yang digunakan. Terputusnya operasi atau padamnya peralatan tanpa sebab yang jelas.a. ukuran. biaya dampak pengejaran jadwal pengiriman. Kendali kinerja proses yang kacau. serta tipe. Sedangkan biaya tak langsung merefleksikan biaya kegagalan penjualan. . c. Secara umum pada sektor industri. biaya kerusakan awal peralatan.

Related Interests