I.

IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. UK
Umur : 23 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Masuk RSU Bhakti Yuda : 6 Mei 2017

II. ANAMNESIS
Autoanamnesis pada tanggal : 6 Mei 2017, pkl : 15.00 WIB

Keluhan Utama : Rujukan klinik Bidan, pembukaan tidak maju
Keluhan Tambahan : Mules-mules, perut terasa kencang, lendir (+),
darah (+)

Riwayat Kehamilan Sekarang :
Sejak 2 hari SMRS, pasien mengalami keluhan mules-mules dan perut
terasa kencang. Sejak 1 hari SMRS pasien diinduksi dengan menggunakkan
Foley kateter, mules-mules semakin sering. Tetapi pasien tidak kuat karena
mulesnya sehingga Foley kateter dilepas. Pasien mengatakan keluar lendir
dan darah. Kontraksi sering dan perut terasa kencang. Ketuban masih utuh.
Kemudian pasien dirujuk ke RS Bhakti Yudha karena pembukaan tidak maju.

Riwayat Obstetrik : G1P0A0 Hamil 41 minggu, Perawatan antenatal
dilakukan rutin di Bidan.

Riwayat Haid :
HPHT : 23-7-2016
Tafsiran partus : 30-5-2017

Riwayat Penyakit Dahulu :
Asma , Hipertensi, DM, Ginjal, Alergi obat disangkal

1

ronkhi ( . gallop ( .) STATUS OBSTETRI Pemeriksaan Luar : . Tr : 276. Ketuban (+) IV. Ht : 36%.5 g/dL.Auskultasi : DJJ : 162 kali / menit Pemeriksaan dalam : Vaginal Toucher : Portio tipis lunak. murmur ( ./ - Jantung : BJ I-II murni regular.Inspeksi : Abdomen tampak membesar sesuai usia kehamilan .III. PEMERIKSAAN FISIK STATUS GENERALIS Keadaan Umum : tampak sakit sedang Kesadaran : CM Tinggi Badan : 155 cm Berat Badan : 64 kg Tanda Vital : Tekanan darah : 110/ 80mmHg Nadi : 88 kali/ menit Nafas : 23 kali/ menit Suhu : 37ºC Mata : Konjungtiva anemis -/-. PEMERIKSAAN PENUNJANG  Hasil Lab tanggal 6-5-2017 Darah rutin : Hb : 12. kepala H-1. . sclera ikterik .). L : 19.000/ µL Masa Perdarahan : 3.400 /µL. His : frekuensi 2-3x dalam 10 menit.Palpasi : Tinggi Fundus Uteri 27 cm. lama 40 detik.).) Paru-paru : Suara nafas Vesikuler N.) Abdomen : Perut tampak membuncit Ekstremitas : edema ( . wheezing ( .45 menit Masa pembekuan : 10.15 menit 2 . pembukaan 2.

His dalam 10 menit . Suhu) setiap jam . CTG ulang 4 jam . Rencana Diagnostik . Observasi DJJ dalam 1 menit 2. VI.HR. Injeksi Ceftriaxone 2 gram VII. Kontraksi 3-4x 10’ / 50”. teratur kuat 3 .Ibu : G1P0A0 Hamil 41 minggu. DIAGNOSIS . Observasi tanda – tanda vital Ibu (TD.Janin: Janin tunggal. kontraksi 3 x 10’/50”. RR. GDS : 94mg/dL CTG : kesan reaktif. teratur kuat V. Observasi CTG (18. PENATALAKSANAN 1. hidup. Rencana Terapi . kala 1 fase Laten .00) Janin reaktif.

TD : 130/80 mmHg .5 C .Nadi : 98 x/mnt .TD : 130/80 mmHg .0 C . Kepala H-II.TD : 120/80 mmHg .3 C .Pembukaan 2 jari longgar.Nadi : 100 x/mnt .RR : 24 x/mnt DJJ : 155 x/mnt HIS : 3-4 x 10’/ 45” VT (21. Ketuban (+) TTV (21.RR : 24 x/mnt DJJ : 160 x/mnt HIS : 3-4 x 10’/ 45” VT (18.RR : 24 x/mnt DJJ : 158 x/mnt HIS : 3-4 x 10’/ 40” VT (22. Ketuban (+) TTV (22.Portio tipis.00) .Suhu : 37.TTV (18.00) . Kepala H-II.Nadi : 105 x/mnt . Infus RL 1 kolf CTG (24.Suhu : 37.Portio tipis. pembukaan 2 jari longgar.00) . Kepala H-I-II.00) .00) 4 .00) Portio tipis. Ketuban (+) Terapi : Paracetamol 1 tab. pembukaan 4.00) .Suhu : 38.

Suhu : 37.RR : 24 x/mnt DJJ : 158 x/mnt HIS : 3-4 x 10’/ 40” VT (02.00) .Suhu : 37. kontraksi 3-4 x 10’ / 40” TTV (24.00) Portio tipis.TD : 130/80 mmHg .00) .Infus RL. Janin reaktif.Suhu : 37.RR : 24 x/mnt DJJ : 160 x/mnt HIS : 3-4 x 10’/ 40” VT (01.Nadi : 102 x/mnt .Nadi : 102 x/mnt .00) . pembukaan 9.TD : 120/70 mmHg .TD : 120/80 mmHg . Ketuban (+) Terapi : . Ketuban (+) TTV (02. . pembukaan 9.Nadi : 105 x/mnt . Kepala H-II.00) Portio tipis. Paracetamol 1 tab . pembukaan 6-7.9 C . Kepala H-II.RR : 24 x/mnt DJJ : 157 x/mnt HIS : 3-4 x 10’/ 40” VT (24.3 C .00) Portio tipis.9 C . Ketuban (+) 5 .Observasi kemajuan persalinan TTV (01. Kepala H-II.

30) Portio tipis.30) . pembukaan 9.RR : 24 x/mnt DJJ : 160 x/mnt HIS : 3-4 x 10’/ 40” VT (02. Ketuban (-) jernih Terapi : Rencana SC Edukasi Menerangkan kepada pasien dan keluarganya mengenai keadaan pasien dan tindakan yang dilakukan untuk diusahakan persalinan normal. PROGNOSIS Ibu : Ad vitam : dubia ad bonam Ad functionam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam Janin : Ad vitam : dubia ad bonam Ad functionam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam Diagnosa Post Operasi : P1A0 Post SC a/i PK1 Aktif lama Laporan Seksio Cesarea  Os telentang dalam anestesi spinal  Dilakukan asepsis dan antisepsis abdomen dan sekitarnya dengan betadine 10%  Insisi Fahnen – stihl 6 . dan bila tidak ada kemajuan pada persalinan normal akan dilakukan operasi seksio caessarea serta resiko – resiko yang akan terjadi.Nadi : 104 x/mnt . VII.3 C . Kepala H-II.TD : 120/70 mmHg .Suhu : 37.Terapi : Amniontomi TTV (02.

jam 04. 7 . mekonium (+)  Segmen bawah uterus dijahit 1 lapis  Perdarahan dirawat kemudian rongga abdomen di cuci dengan RL  Dinding abdomen ditutup lapis demi lapis. Berat badan 2900gr. lilitan tali pusat (-). Panjang badan 46 cm. Neonatus Cukup Bulan.25 WIB. Air ketuban jernih cukup. Segmen bawah uterus disayat semi lunar  Lahir bayi dengan jenis kelamin perempuan.

Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primigradiva. grandmulti dan ketuban pecah dini. vakum ekstraksi. primitua. Angka Kematian Neonatus (AKN) 19 per 1000 kelahiran hidup. Persalinan telah berlangsung 12 jam atau lebih. AKB 34 per 1000 kelahiran hidup. Menurut data Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007. Latar Belakang Partus adalah suatu proses pengeluaraan hasil konsepsi yang dapat hidup kedunia luar dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. dan lebih dari 18 jam pada multigradiva. bayi belum lahir. Dilatasi serviks di kanan garis waspada persalinan aktif. kelainan his. Penyebab dari partus lama antara lain adalah kelainan letak janin. yang terjadi 90% pada 8 . Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 18 jam. Sebelum keputusan untuk melakukan tindakan tersebut diambil pertimbangan secara teliti dengan resiko yang mungkin terjadi . Partus lama adalah fase laten lebih dari 8 jam. Penatalaksanaan pada partus lama diantaralain dengan melakukan induksi persalinan. Upaya penurunan AKI difokuskan pada penyebab langsung kematian ibu. perut gantung. AKI 228 per 100. yang dimulai dari tanda-tanda persalinan. dan secsio cesaria. pimpinan partus yang salah. janin besar atau ada kelainan kongenital. 22 23 24 01 02 03 04 Tinjauan Pustaka PENDAHULUAN A. kelainan panggul.000 kelahiran hidup. Tindakan yang diambil secara cepat ini akan berdampak pada menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia yang masih tinggi.

Faktor Resiko 9 . tidak dapat diatasi. passage and passanger) adekuat akan berlangsung aman spontan belakang kepala dalam rentang waktu . perjalanan persalinan normal dengan P3 (power. meliputi perdarahan 28%. didefinisikan sebagai persalinan yang abnormal/sulit. abortus 5%. Kasus kematian ibu segera setelah persalinan juga banyak. 2. B. Kelainan jalan lahir = Passage Kelainan dalam ukuran atau bentuk jalan lahir bisa menghalangi kemajuan persalinan atau menyebabkan kemacetannya. disebut juga ‘distosia’. komplikasi puerperium 8%. Etilogi Sebab-sebab partus lama(distosia) dapat dibagi dalam 3 golongan besar : 1. Kelainan janin = Passenger Persalinan dapat mengalami gangguan atau kemacetan karena kelainan dalam letak atau bentuk janin. Pada umumnya. partus macet 5%. emboli 3% dan lain-lain 11%. PARTUS LAMA A. Kelainan tenaga (atau kelainan his) = Power His yang tidak normal dalam kekuatan atau sifatnya dapat menyebabkan bahwa rintangan pada jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan. trauma obstetric 5%. sehingga persalinan mengalami hambatan atau kemacetan. infeksi 11%. a. Primigravida : 18 jam b.saat persalinan. tetapi belum menimbulkan komplikasi maternal atau fetal. Definisi Persalinan lama. eklampsia (24%. Multigravida : 12-14 jam Partus lama adalah perjalanan persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam. C. 3.

. peranan fundus tetap menonjol. Kelainan his terutama pada primigravida tua. Inersia uteri dibagi atas 2 keadaan : 1). Kelainan janin terutama pada ibu hamil dengan gula darah tidak terkontrol saat kehamilan. ialah apabila bagian bawah janin tidak berhubungan rapat dengan segmen bawah uterus misalnya pada kelainan letak janin atau disproporsi sefalopelvik. Distosia karena kelainan tenaga (his) Distosia karena kelainan tenaga (his) adalah his yang tidak normal. baik kekuatan maupun sifatnya. Satu sebab yang penting dalam kelainan his. Inersia uteri Disini his bersifat biasa dalam arti bahwa fundus berkontraksi lebih kuat dan lebih dahulu daripada bagian-bagian lain. Kelainan jalan lahir biasanya didapatkan pada ibu dengan tinggi badan <145cm. pada multipara lebih banyak ditemukan inersia uteri ( fundus berkontaksi lebih kuat dan lebih dulu daripada bagian lainnya) . teratur dan dalam waktu yang lama. sehingga menghambat kelancaran persalinan. Inersia uteri primer. Kelainannya terletak dalam hal kontraksi uterus lebih aman. singkat dan jarang daripada biasa. . Kelainan letak janin pun akan menghalangi kemajuan persalinan. Kelemahan his timbul sejak permulaan persalinan. D. khususnya inersia uteri. Inersia uteri skunder. Inersia uteri menyebabkan persalinan akan berlangsung lama dengan akibat-akibatnya terhadap ibu dan janin b. Kelemahan his yang timbul setelah adanya his yang kuat. Patogenesa 1. Tetania uteri (hypertonic uterine contaction) 10 . Jenis-jenis kelainan his : a. 2). namun ini akan bisa disingkirkan dengan pemeriksaan palpasi yang benar. beresiko janin makrosomnia ( bayi besar). Peregangan rahim yang berlebihan pada kehamilan ganda maupun hidramnion juga dapat merupakan penyebab dari inersia uteri yang murni.

Partus yang sudah selesai kurang dari 3 jam dnamakan partus presipitatus: sifat his normal. Incoordinate uterine action Di sini sifat his berubah-ubah. tonus otot diluar his juga biasa. . kelainannya terletak pada kekuatan his. pada bayi dapat terjadi perdarahan intrakranial. pembesaran ginjal dan hati)  Kembar siam  Distosia bahu pada kala II . Jadi kontraksi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan apalagi pengeluaran janin.  Presentasi bokong  Presentasi muka  Presentasi dahi  Presentasi puncak  Letak lintang  Presentasi majemuk  Makrosomia feetalis  Hidrosefalus  Perut bayi yang besar penyebab distosia (distensi hebat vesika urinaria.Kepala janin dapat dilahirkan tetapi tetap berada dekat vulva . khususnya serviks uteri.Dagu tertarik dan menekan perineum 11 . c. Akibatnya dapat terjadi perlukaan luas pada jalan lahir. Distosia karena kelainan janin Abnormalitas pada presentasi. His yang terlampau kuat dan terlampau efisien menyebabkan persalinan selesai dalam waktu singkat. Adalah his yang terlampau kuat dan terlampau sering sehingga tidak ada relaksasi rahim. tidak ada koordinasi dan sinkronisasi antara kontraksi dan bagian-bagiannya.Kepala janin telah dilahirkan tetapi bahu tersangkut dan tidak dapat dilahirkan . 2. vagina. posisi atau perkembangan janin antara lain . dan perineum. tonus otot uterus meningkat juga diluar his.

cairan berbau 5) Nadi cepat 3) Caput succedenium yang 12 . striktur anuler) 3. Tumor ovarium (jinak atau ganas) E. pintu atas panggul dikatakan sempit jika ukuran konjugata vera kurang dari 10 cm atau diameter transversa kurang dari 12 cm. Abnormalitas vagina (atresia vagina. Kelainan letak uterus (antefleksi. Kelainan jalan lahir Distosia akibat kesempitan panggul a. Abnormalitas pada jalan lahir yang bukan tulang panggul : 1. kifoskoliosis. Ca serviks) 4.tidak 2) Letih teratur bahkan negatif 2) Air ketuban terdapat 3) Suhu badan meningkat mekoneum kental kehijau- 4) Berkeringat hijauan. Manifestasi Klinis Penyebab partus lama adalah : Pada ibu : Pada Janin : 1) Gelisah 1) DJJ cepat.5 cm ) c. inflamasi vulva. mencakup adanya riwayat fraktur tulang panggul. Kesempitan panggul tengah.5 +5 cm =15. Kesempitan panggul umum. Abnormalitas vulva ( atresia vulva. d. bila jumlah diameter interspinarum ditambah diameter sagitalis posterior 13.Tarikan pada kepala gagal melahirkan bahu yang terperangkap dibelakang simfisis pubis 3. . pelvik kifosis. mioma uteri. wanita yang bertubuh kecil. b. retrofleksi. tumor dekat vulva) 2.5 cm (normalnya 10. seeptum longitudinalis vagina. mioma serviks) 5. Kesempitan pintu bawah panggul. hebat. dan dismorfik. Kesempitan pintu atas panggul. poliomielitis. diartikan jika distansia intertuberum  8 cm. Abnormalitas serviks (atresia dan stenosis serviks.

Inersia Uteri Periksa keadaan serviks. 6) Kematian janin intrapartal cairan ketuban berbau terdapat mekoneum F.5cm/jam Penurunan <1. 6) Pernafasan cepat besar 4) Moulage kepala yang 7) Meteorismus hebat 8) Didaerah sering dijumpai 5) Kematian janin dalam bandle ring.0cm/jam <2. oedema serviks. dinaikkan setiap 10-15 menit 13 .0cm/jam Persalinan Macet Tidak ada pembukaan >2jam >2jam Tidak ada Penurunan >1jam >1jam Sumber : The American College of Obstetricians and Gynecologist PENATALAKSANAAN PARTUS LAMA Penatalaksanaan partus lama dikarenakan kelainan tenaga/ his : 1. oedema kandungan vulva. presentasi dan posisi janin. misalnya pada letak kepala. 1) Berikan oksitosin drips 5-10 satuan dalam 500 cc dekstrosa 5 % dimulai dengan 12 tetes per menit. Kemudian buat rencana untuk menentukan sika dan tindakan yang akan dikerjakan. Diagnosis Kriteria Diagnostik Kelainan Persalinan Akibat Persalinan Lama atau Persalinan Macet Pola Persalinan Nulipara Multipara Persalinan Lama Pembukaan <1.2cm/jam <1. turunya bagian terbawah janin dan keadaan panggul.

3) Bila inersia disertai dengan disproporsi sefalopelvis maka sebaiknya dilakukan seksio sesarea. ibu lemah dan partus telah berlangsung lebih dari 24 jam pada primi dan 181 jam pada multi. Bila ada tanda-tanda obstruksi. Penatalaksaan partus lama karena kelainan janin : Distosia Bahu : 1. Buat episiotomi yang cukup luas 2. sebab bila tidak memperkuat his setelah pemberian lama. Tetania uteri / his terlalu kuat 1). tidak ada gunanya memberikan oksitosin drips. Berikan obat seperti morfin. petidin dan valium 2) Apabila persalinan sudah berlangsung lama dan berlarut-laru. asal janin tidak akan lahir dalam waktu dekat (4-6 jam) kemudian. sebaiknya partus segera diselesaikan sesuai dengan hasil pemeriksaan dan indikasi obtetrik lainnya (ekstraksi vakum atau forcep. hentikan dulu dan ibu dianjurkan istirahat. 2). sampai 40-50 tetes per menit. Incoordinate uteri 1) Untuk mengurangi rasa takut. 2) Pemberian oksistosin tidak usah terus menerus.m berikan obat- obat penghilang sakit dan penenang (sedatif dan analgetik) seperti morfifn. Posisi setengah duduk dengan hiperfleksi panggul 14 . 4) Bila semula his kuat tetapi kemudian terjadi inersia uteri skunder. cemas dan tonus otot. seleaikan partus menggunakan hasil pemeriksaan dan evaluasi. Maksud pemberian oksitosin adalah supaya serviks dapat membuka. atau seksio sesarea) 2. forsep. dengan ekstraksi vakum. persalinan harus segera diselesaikan dengan seksio sesarea. atau seksio sesarea. 3). Pada partus presipitatus tidak banyak yang dapat dilakukan karena janin lahir tiba-tiba dan cepat 3. luminal. dsb.

2. Jika bayi besar dengan presentasi kepala : dapat lakukan vakum ekstraksi Penatalaksanaan partus lama karena kelainan jalan lahir :  Jika diagonosis CPD. Jika semua tindakan tidak dpat melahirkan bahu. 24th edition. Analisa dini saat antenatal care diperlukan untuk mempersiapkan resiko yang mungkin akan dihadapi. bentuk dan ukuran janin ( passenger) dan jalan lahir (passage) . Daftar Pustaka 1. partus lama harus segera dianalisa dan ditindak sesuai penyebab yang ditemukan untuk bisa menyelamatkan ibu dan bayi. Alamsyah. patahkan klavikula. Normal Labour and Delivery. Ilmu Kebidanan. Williams Obstetrics. 3. 4. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Saat proses persalinan. 2014. tetapi belum menimbulkan komplikasi maternal atau fetal. Mohammad : Persalinan Lama . Partus lama ini mengikutkan factor penyebab dari tenaga ibu (power). 15 . Penekanan pada bahu yang terletak didepan dengan arah sternum bayi untuk memutar bahu dan mengecilkan diameter bahu. Cunningham. Edisi Ketiga Cetakan Keempat. 2014. Appleton & Lange New York. lakukan seksio sesarea  Jika bayi mati lakukan kraniotomi atau embriotomi KESIMPULAN Partus lama adalah perjalanan persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam.