BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Filsafat yang menjadi topik pada abad ke-17 adalah persoalan epistemologi.
Pertanyaan pokok dalam bidang epistemologi adalah bagaimana manusia memperoleh
pengetahuan dan sarana apa yang memadai untuk memperoleh pengetahuan yang
benar. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka dalam filsafat abad ke-17 muncul
dua aliran filsafat yaitu rasionalisme dan empirisme. Empirisme pada abad ke-19 dan
20 berkembang menjadi beberapa aliran yang berbeda, yaitu Positivisme,
Materialisme, dan Pragmatisme.
Pragmatisme merupakan gerakan filsafat Amerika yang menjadi terkenal
selama satu abad terakhir. Ia dinamakan “nama baru bagi cara berpikir yang lama”. Ia
adalah filsafat yang mencerminkan dengan kuat sifat-sifat kehidupan Amerika.
Pragmatisme memiliki hubungan dengan nama seperti Charles. Pragmatisme
mencoba untuk menengahi antara tradisi empiris dan tradisi idealis dan
menggabungkan hal yang sangat berarti dalam keduanya. Pragmatisme adalah suatu
sikap, metode dan filsafat yang memakai akibat-akibat praktis dari pikiran dan
kepercayaan sebagai ukuran untuk menetapkan nilai dan kebenaran. William James
mendefinisikan pragmatisme sebagai sikap memandang jauh terhadap benda-benda
pertama, prinsip-prinsip dan kategori yang dianggap penting, serta melihat ke depan
ke depan kepada benda-benda yang terakhir, akibat, dan fakta-fakta.

B. Rumusan Masalah
1. Seperti apakah biografi dari William James ?
2. Apa sajakah karya-karya dari William James ?
3. Bagaimana konsep kebenaran pragmatisme menurut William James ?
4. Bagaimana cara pandang pragmatisme terhadap psikologi agama ?
5. Bagaimana cara pandang pragmatisme terhadap pendidikan ?
C. Tujuan
1. Mengetahui biografi dari William James
2. Mengetahui karya-karya dari William James
3. Memahami konsep kebenaran pragmatisme menurut William James
4. Mengetahui psikologi agama dalam cara pandang pragmatisme
5. Mengetahui pendidikan dalam cara pandang pragmatisme

BAB II KAJIAN TEORI

Ia juga disulitkan dengan masalah yang berkenaan dengan perdebatan antara kebebasan dan determinisme. ia belajar psikologi di Jerman dan Perancis. Kebenaran plural adalah apa yang benar dalam pengalaman- pengalaman khusus yang setiap kali dapat diubah oleh pengalaman berikutnya. kemungkinan kebenaran pasti. semuanya bisa diterima sebagai kebenaran. Di samping menaruh perhatian pada struktur tubuh. Essay in Radical Empirism (1912). (1897) 2. The will to be believe. yakni : 1. Aliran ini bersedia menerima segala sesuatu asal saja membawa akibat praktis. New York. Pada tahun 1872 ia menjadi seorang guru psikologi di Harvard. Menurut James. yang berdiri sendirir dan terlepas dari segala akal yang mengenal. tetapi sains menang dan ia masuk Harvard Medical School dengan mendapatkan gelar M. A Pluralistic Universe (1909) 5. 11 Januari 1842. William James juga terkenal sebagai seorang psikolog. PROFIL WILLIAM JAMES William James lahir di New York City. dan dasar tindakan asalkan membawa akibat yang praktis yang bermanfaat. James selain menamakan filsafatnya dengan “pragmaatisme”. ia sangat tertarik pada seni. William adalah seorang filsuf dari Amerika Serikat yang terkenal sebagai salah satu seorang pendiri Pragmatisme. yang berlaku umum. Dorongan dan pluralisme dari komunitas akademik ini terbukti menjadi latar belakang bagi James. fisiologi. The Variety of Religious Experience (1902) 3. setelah James meninggal. Pragmatism (1907) 4. KONSEP KEBENARAN PRAGMATIS Istilah Pragmatisme berasal dari Yunani. misalnya pengalaman-pengalaman pribadi. Pada tahun 1986. yang bersifat tetap. ia juga menamainya “empiris radikal”. James mengemukakan tidak ada kebenaran mutlak. dan realitas Tuhan. pragmatisme adalah aliran yang mengajarkan bahwa yang benar ialah apa yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan perantaraan yang akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis. Dalam bukunya The Meaning of The Truth. tindakan dan guna. Kemudian ia mengajar di Universitas Harvard untuk bidang anatomi. Pragmatisme mula-mula diperkenalkan oleh Charles . Amerika Serikat. kebenaran mistik. Setelah belajar Ilmu Kedokteran di Universitas Harvard.A. psikologi dan filsafat sampai tahun 1907. C.D pada tahun 1869. Ia meninggal pada tahun 1910. yaitu “pragma” yang berarti perbuatan. Sedangkan empirisme radikal adalah suatu aliran yang harus tidak menerima suatu unsur dalam bentuk apa pun yang tidak dialami secara langsung. KARYA-KARYA WILLIAM JAMES Karya-karya yang paling penting dimana ide-ide ini dikembangkan mencakup beberapa hal. ia terpukau dengan persoalan struktur pikiran dan emosi manusia dan berbagai variasi pengalaman manusia. melainkan yang ada hanya kebenaran- kebenaran ‘plural’. B.

Hal ini ditakar dari efek-efek praktis dan tindakan yang mengikuti gagasan tersebut. bagi pragmatisme. gagasan itu benar jika mengarahkan kita untuk melakukan suatu tindakan. Dengan ketenangan itulah ia akan bisa melakukan tindakan-tindakan yang berguna dengan cara yang “benar”. Bagi James. You can say of it then either that ‘it is useful because it is true’ or that ‘it is true because it is useful’ . kebenaran dipahami sebagai sesuatu yang dinamis. Secara sederhana. Dalam hal ini. kemauan mendahului kebenaran. Secara prospektif. Maka kebenaran suatu gagasan tidaklah dikatakan sebagai “benar”. D. Dengan kata lain. karena dengan keyakinan tersebut manusia akan memiliki ketenangan dalam menghadapi kehidupannya. jika perbuatan para penganutnya sesuai dengan doktrin tersebut dan terarah pada suatu kesuksesan dalam bertindak. proses verifikasi telah mencapai hasilnya. isi dari sebuah gagasan atau ungkapan tidaklah penting. Dalam hal ini. yaitu “truth happens to an idea” . melainkan “menjadi benar”. Hal ini dikarenakan kebenaran merupakan sesuatu yang diaktualisasikan oleh manusia kepada gagasan tertentu yang ia jadikan pedoman untuk tindakannya. pertanyaan yang lebih mendasar adalah apakah kegunaan dari kepercayaan kita terhadap adanya Tuhan ? Gagasan mengenai adanya Tuhan dan kepercayaan terhadap agama merupakan gagasan yang benar jika memiliki efek-efek praktis. sepanjang gagasan tersebut mengarahkan kita untuk melakukan suatu tindakan yang akan membuahkan kesuksesan. jika mengarahkan manusia pada suksesnya suatu tindakan. PSIKOLOGI AGAMA DALAM CARA PANDANG PRAGMATISME Para pemikir yang membahas religiousitas dan spiritualitas manusia selalu berusaha menunjukkan keberadaan Tuhan dengan berbagai argumen rasional. Lebih lanjut William James menyatakan bahwa “True is the name for whatever idea starts the verification-process. Hal ini berkaitan dengan verifikasi yang dikenakan kepada suatu gagasan untuk menguji apakah gagasan itu benar atau tidak. useful is the name for its completed function in experience” Dari penjelasan ini terlihat bahwa bagi William James. proses verifikasi terhadap suatu gagasan dapat dipahami dengan dua cara pandang. Sanders Peirce (1839-1914) seorang filsuf Amerika yang pertama kali menggunakan pragmatisme sebagai metode filsafat. maka gagasan tadi merupakan gagasan yang benar. Jika hasil tersebut bermanfaat. Mengenai kebenaran. Dalam hal ini. keyakinan kita kepada Tuhan dan agama memang diperlukan. Berbeda dengan konsepsi tradisional mengenai kebenaran yang memandang kebenaran sebagai sesuatu yang pasti dan tetap. dan gagasan tersebut memiliki kemungkinan untuk terbukti benar. Namun. Terlihat pula bahwa bagi James. jika gagasan itu mengarahkan kita pada tindakan yang membawa manfaat. . Doktrin- doktrin agama benar. ada satu kalimat dari William James yang cukup padat dalam menggambarkannya. proses verifikasi dimulai. Sebuah gagasan dinilai benar. benar dan bermanfaat merupakan satu hal yang sama. Secara retrospektif. yaitu prospektif dan retrospektif. Tindakan manusialah yang akan membuktikan apakah keyakinannya terhadap Tuhan merupakan suatu kebenaran. di mana kemauan itu disertai dengan kehendak untuk percaya. James meyakini bahwa kebenaran itu terjadi pada suatu gagasan.

kita tidak mengetahui campuran apa yang boleh terbang masuk atas/ketika]punggung kita/kami. Karenanya. Perasaan rasionalitas beroperasi tidak hanya logika atau ilmu pengetahuan." Ketidak-Pastian yang kecil ini bertindak sebagai " mental irritants" yang menghilang lenyap ketika kita mengenali jalan/cara kita di sekitar ruang. rumusan-rumusan abstrak yang sama sekali tidak memiliki konsekuansi praktis. ia mampu mengarahkan manusia kepada fakta atau realitas yang dinyatakan dalam teori tersebut. Istilah pragmaticisme ini diangkat pada tahun 1865 oleh Charles S. Pragmatisme mempunyai dua sifat. tetapi di dalam hidup biasa. teori bagi kaum pragmatis hanya merupakan alat untuk bertindak. Kaum pragmatis adalah manusia-manusia empiris yang sanggup bertindak. Salah satu tokoh sentral yang sangat berjasa dalam pengembangan pragmatisme pendidikan adalah John Dewey (1859 . yang siap pakai. Pengaruh pragmatisme menjalar di segala aspek kehidupan. object menarik apa yang mungkin adalah ditemukan lemari dan menyudutkan. Dewey mencapai popularitasnya di bidang logika. dan pendidikan. Pendeknya. filsafat. benar tidaknya suatu ucapan. Sebagi kritik terhadap pendekatan ideologis. Teori yang tepat adalah teori yang berguna. melainkan didasarkan pada pengalaman. format apa yang boleh masuk. ide atau keyakinan bukan didasarkan pada pembuktian abstrak yang muluk-muluk. tidak terkecuali di dunia pendidikan. pragmatisme mempertahankan relevansi sebuah ideologi bagi pemecahan. Pierce dan William James. yaitu merupakan kritik terhadap pendekatan ideologis dan prinsip pemecahan masalah. E. bukan untuk membuat manusia terbelenggu dan mandeg dalam teori itu sendiri. yaitu yang mampu memungkinkan manusia bertindak secara praktis. yang penting bukan keindahan suatu konsepsi melainkan hubungan nyata pada pendekatan masalah yang dihadapi masyarakat. Ketika kita pertama pindah ke suatu ruang. PENDIDIKAN DARI SUDUT PANDANG PRAGMATISME Menurut filsafat Pragmatisme. melainkan secara nyata berusaha memecahkan masalah yang dihadapi dengan tindakan yang konkrit. Pierce (1839-1914) sebagai doktrin pragmatisme. paham pragmatisme menjadi sangat berpengaruh dalam pola pikir bangsa Amerika Serikat. Diakui atau tidak. Sebagai prinsip pemecahan masalah. dan yang dalam kenyataannya berlaku. filsafat politik. misalnya fungsi pendidikan. tidak terjerumus dalam pertengkaran ideologis yang mandul tanpa isi. pragmatisme mengatakan bahwa suatu gagasan atau strategi terbukti benar apabila berhasil memecahkan masalah yang . dalil atau teori semata-mata bergantung pada manusia dalam bertindak. dan pada kegunaan serta kepuasan yang dibawanya. Doktrin dimaksud selanjutnya diumumkan pada tahun 1978. pintu apa yang boleh terbuka.1952). Pragmatisme Dewey merupakan sintensis pemikiran-pemikiran Charles S. Bagi kaum pragmatis. Kebenaran suatu teori. untuk merasa senang di tempat itu di sana. Pragmatisme mengkritik segala macam teori tentang cita-cita. pada konsekuansi praktisnya. etika epistemologi. sebagai contoh.

Dalam kedua sifat tersebut terkandung segi negatif pragmatisme dan segi-segi positifnya. misalnya. BAB IV DAFTAR PUSTAKA . tidak memiliki konsekuensi praktis. demi sesegera mungkin mengambil tindakan langsung. Pendidikan juga tidak dapat mengabaikan kebutuhan praktis masyarakat. mengubah situasi yang penuh keraguan dan keresahan sedemikian rupa. melainkan berubah-ubah. disanggah dengan pemikiran yang juga menginstrumentalisasikan agama. kaum pragmatisme menghendaki pembagian yang tetap terhadap persoalan yang bersifat teoritis dan praktis. Bahwa agama merupakan sesuatu yang objektif. Dengan demikian. Justru di sini muncul masalah. Pandangan ini juga mengarahkan cara pandang kita untuk menganggap gagasan-gagasan hanya sebagai instrumen atau alat untuk mencapai maksud dan tujuan kita.ada. bahwa kebenaran tidak bersifat mutlak. Proporsionalisasi yang teoritis dan praktis itu penting agar pendidikan tidak melahirkan materialisme terselubung ketika terlalu menekankan yang praktis. Dengan demikian. karena pragmatisme membuang diskusi tentang dasar pertanggungjawaban yang diambil sebagai pemecahan atas masalah tertentu. sehingga keraguan dan keresahan tersebut hilang. mengabaikan peranan diskusi. konsep mengenai Tuhan yang otonom dan Mahakuasa juga tertolak. Ia menolak kebenaran sebagai sesuatu yang sifatnya statis. Pragmatisme. sebab kalau demikian yang terjadi berarti pendidikan tersebut dapat dikatakan disfungsi. Pengembangan terhadap yang teoritis akan memberikan bekal yang bersifat etik dan normatif. Sedangkan segi positifnya tampak pada penolakan kaum pragmatis terhadap perselisihan teoritis. yang dikandung oleh suatu gagasan. Dalam kaitan dengan dunia pendidikan. Pemikiran William James di bidang psikologi agama juga menyanggah pandangan-pandangan tradisional terhadap agama. Hal ini menimbulkan implikasi. BAB III KESIMPULAN Pragmatisme William James menawarkan sebuah konsep baru dalam memandang kebenaran. motivasi subjeklah yang akan menentukan kebenaran suatu gagasan. Oleh karena keyakinan kepada Tuhan juga dipandang sebagai alat semata- mata untuk meraih tujuan yang lain. pertarungaan ideologis serta pembahasan nilai-nilai yang berkepanjangan. sedangkan yang praktis dapat mempersiapkan tenaga profesional sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kattsoff. (New York: Meridian Books. M. William James. Smith. Louis O.psychologymania. Dr. Prof. http://www.html diunduh pada tanggal 13 april 2017 13. Pragmatisme: and Four Essays from The Meaning of Truth. Rasjidi. 1984. New York: Meridian Book. Harold H. William James Tokoh Pragmatis. Marilyn S. 2004. 133. William. Pragmatism: and Four Essays from The Meaning of Truth. Titus. Persoalan-Persoalan Filsafat.. Terj.com/2010/03/william-james-tokoh-pragmatisme.50 . 2010. H. Nolan. Jakarta: Bulan Bintang. Yogyakarta: Tiara Wacana.James. 1959) hlm. dan Richard T. 1959. Pengantar Filsafat. Anonim.