PSIKOLOGI PENDIDIKAN

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
SERTA HUBUNGANNYA
DENGAN PROSES PEMBELAJARAN

Disampaikan pada tgl. 14 Maret 2017
Oleh :
Irma Itsnaini (1507015021)
M. Ginang Prasidina (1507015030)
Sri Hastuti (1507015063)
Syamsul Huda (1507015055)

Dosen Pengampu :
Dony Darma Sagita, S.Pd, M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
JAKARTA - SELATAN
2017

0

Pd sehingga makalah tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Serta Hubungannya Dengan Proses Pembelajaran ini dapat selesai dengan baik. Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan dari makalah ini baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. M. Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan. Puji syukur kehadirat Allat SWT yang telah melimpahkan rahmat. Jakarta.Pd. KATA PENGANTAR Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh. taufik dan hidayahNya kepada kami dalam menyusun dan menyelesaikan makalah ini. selain itu isi makalah ini dapat dijadikan sarana untuk lebih memahami dan meningkatkan Nilai-nilai potensi diri. Terima kasih atas bimbingan Bapak Dony Darma Sagita S. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaikinya. Maret 2017 Penyusun 1 .

3 B. 4 1. Latar Belakang 2 . 2 BAB I Pendahuluan ………………...... 3 BAB II Pembahasan……. Kesimpulan……………………………………. 12 2...……………………………………………....... Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan………………...……. ……………….. 4 2..………………………………………….. ………….. 3 C.. Latar Belakang …... Daftar Pustaka………………………….…………………………………………………….…………………………….………………….. 3 A...……………………………………….... Rumusan Masalah……. …………………….. ………….………………... 0 Kata Pengantar ……………………………………………………………………… 1 Daftar Isi ……………………………………………………………………………... 5 3. 11 1. 7 BAB III Penutup……. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan……………………..………………. DAFTAR ISI Halaman Cover ………………………….... Tujuan……………………… ………………….. ………………………… 12 BAB I PENDAHULUAN A... Prinsip/Hukum Perkembangan ………………………. ………….

social. serta bagi kalangan dosen juga harus mampu memahami perkembangan para mahasiswa mereka.Pertumbuhan dan Perkembangan merupakan dua kata yang mempunyai maksud hampir sama namun memiliki arti yang berbeda. afektif. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan? 2. internal dan lingkungan. juga akan dibahas mengenai serta apa saja Hukum Perkembangan. dan berkembang secara psikis dari fase ke fase seperti dalam hal. baik sebagai guru. juga guru Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas juga harus mengerti dan memahami perkembangan individu para siswa yang mereka didik. Guru taman kanak-kanak dan guru SD harus tahu dengan perkembangan murid-muridnya. internal. siswa. BAB II PEMBAHASAN 1. Dalam makalah ini. Pengertian Pertumbuhan Dan Perkembangan 3 . Pengetahuan tentang pertumbuhan dan perkembangan individu murid. orang tua. dan lain lain. Perkembangan peserta didik ditunjukkan bagaimana perkembangan anak-anak.Rumusan Masalah 1. kognitif. Didalam proses pertumbuhan maupun perkembangan seorang anak didik tentunya banyak dipengaruhi oleh baik itu genetic. remaja dan dewasa tumbuh secara pisik yang semakin tinggi. psikomotor. Perubahan tersebut terjadi disebabkan semua organisme mengalami pertumbuhan dan perkembangan anak didik. Semua makhluk hidup baik manusia. Apakah Prinsip/hukum Perkembangan? C. dalam hidupnya mengalami proses perubahan biologis. Faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak? 3. dosen. B. hewan atau tumbuhan. moral. selain hal-hal diatas.Tujuan Agar kami dan rekan-rekan mahasiswa sebagai calon guru dapat mengetahui dan memahami tentang pertumbuhan dan perkembangan anak (peserta didik) dan factor yang mempengaruhinya serta apakah Pinsip/hukum perkembangan. dan mahasiswa (peserta didik) dalam proses pembelajaran sangat penting bagi pendidik. external sedangkan dalam proses perkembangan juga sangat dipengaruhi oleh factor asupan.

dan emosional yang kompleks yang terkait dengan “bertumbuh kembangnya” kerjasama peserta didik. Makanan tertentu pun mengandung bahan 4 . tiroksin (thyroxin). Hormon diproduksi oleh kelenjar dalam memodifikasi pertumbuhan. mental. Bukan tidak mungkin juga ukuran tinggi atau pendek itu diturunkan dari nenek atau kakeknya. Pertumbuhan didefinisikan sebagai peningkatan dalam ukuran sedangkan Perkembangan didefinisikan sebagai kemajuan menuju kedewasaan. Dari situ banyak orang mengambil kesimpulan bahwa kecenderungan mengenai tinggi atau pendeknya seorang anak tampaknya sebagian besar dipengaruhi oleh keturunan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Sudah menjadi pendapat umum bahwa orang tua yang tinggi biasanya memiliki anak-anak yang tinggi. Pada pasien yang kekurangan hormon. dan kelenjar hipofisis terutama mempengaruhi pertumbuhan. Ini berarti bahwa orang tua yang pendek bisa memiliki anak yang tinggi. Pertumbuhan peserta didik secara sederhana bermakna peningkatan di bidang massa atau berat dan tinggi badan. emosi. Terlalu sedikit dari salah satu hormon dapat memperlambat pertumbuhan. tinggi atau rendah ukuran orang tua dikaitkan dengan keturunannya tampaknya bersifat resesif. anak-anak mereka bisa tinggi atau pendek atau bahkan berada di tengah-tengah. Hal ini terjadi karena pola turun temurun itu bersifat kompleks dan banyak faktor lainnya sering terlibat di dalam pertumbuhan anak manusia. 2. Bila salah satu dari orangtua tinggi dan yang lain pendek (ayah atau ibu). demikian sebaliknya. pengobatan dengan meningkatkan hormon dapat merangsang pertumbuhan tertentu. kelenjar tiroid. Pertumbuhan dan perkembangan peserta didik memiliki makna yang berbeda. Jadi. Disamping itu. istilah “pertumbuhan dan perkembangan “ digunakan bersama untuk menggambarkan proses-proses fisik. mental. sebaliknya orang tua yang pendek memiliki anak yang pendek pula. Jika istilah “pertumbuhan” dan perkembangan itu digunakan bersama menjadi “pertumbuhan dan perkembangan“. dan pertumbuhan hormon sangat mempengaruhi ukuran sel dan jumlah sel. Sereksi insulin. Sekresi dari pankreas. yaitu berkaitan dengan masalah fisik. dan keterampilan yang terus berlangsung sehingga mencapai usia tertentu. ia memiliki makna yang kompleks. Namun demikian. dan emosional diasosiasikan dengan pertumbuhan peserta didik. makanan dan berbagai nutrisi juga merupakan faktor yang tidak ternilai sumbangsihnya dalam pertumbuhan. Perkembangan peserta didik merupakan sebuah perubahan secara bertahap dalam kemampuan.

dan sikap mereka sesuai dengan tahap kehidupannya. keterampilan. Dari banyak referensi agaknya disepakati bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia dapat dirangkum seperti berikut ini:  Jenis kelamin  Penghasilan  Polusi  Etnis dan agama  Diet  Warisan genetik  Kondisi perumahan  Persahabatan  Pengalaman hidup (kelahiran. faktor pengaruh lingkungan global dan lokal. termasuk pengaruh pendapatan. misalnya dampak pencemaran sehingga mengganggu kesehatan. guru harus memahami berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan peserta didiknya. Ketiga. serta banyak faktor sebagaimana disebutkan diatas. seseorang harus makan dan diet yang seimbang. lingkungan. perumahan. Untuk meningkatkan pertumbuhan yang tepat. Pertumbuhan dan perkembangan manusia dipengaruhi oleh pengaruh genetik dan lingkungan. dan perceraian)  Harta atau barang-barang yang dimiliki  Ketenagakerjaan/pengangguran  Hubungan keluarga  Jumlah dan jenis aktivitas fisik  Pengalaman pendidikan  Akses ke pelayanan kesehatan dan kesejahteraan  Pengalaman sakit atau penyakit Pemahaman dasar tentang pertumbuhan dan perkembangan peserta didik diperlukan oleh guru untuk mengembangkan basis pengetahuan. faktor sosial ekonomi. termasuk genetik.penting bagi pertumbuhan. Pertama. 5 . Dengan demikian. dan kondisi sosial-ekonomi. perkawinan. Agaknya memang perlu menguji dampak positif dan negatif dari faktor-faktor berikut ini bagi pertumbuhan dan perkembangan peserta didik pada umumnya. Kedua. kematian. pendidikan dan akses pelayanan kesehatan. gizi. faktor warisan genetik dan bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dengan lingkungan pengaruh.

Menurut Dr. Status sosial ekonomi. Hal ini diduga karena anak-anak itu kekurangan zat atau gizi tertentu dibandingkan dengan anak-anak yang keluarganya relatif kaya. produksi hormon pertumbuhan itu dapat berubah dalam kondisi tertentu. Jika orang tua keduanya pendek tetapi anaknya tinggi. 4. sehingga lebih kecil dan lebih ringan berat badannya daripada anak-anak dari keluarga yang lebih istimewa. Dengan demikian. Genetika. 1. yang sering dikenal sebagai “gigantisme”. Meskipun pertumbuhan ditentukan terutama oleh jumlah hormon pertumbuhan yang dihasilkan oleh tubuh manusia. ilmuwan memperkirakan bahwa sekitar 7 sampai dengan 20 gen dapat mempengaruhi pertumbuhan manusia. 2. Tumor Hipofisis. Daniel Kelley. seorah ahli bedah saraf di John Wayne Cancer Institute di California. bukan karena tumor hipofisis. Anak yang dilahirkan dengan atau menderita tumor hipofisis mungkin mengalami pola pertumbuhan yang berbeda dari mereka yang dinyatakan tidak mengalaminya. bukan tidak mungkin mereka mewarisi gen neneknya. 3. Perubahan itu ditentukan oleh beberapa faktor seperti berikut ini. Menurut Anne Tecklenburg Strehlow. Kajian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu mencakup pengetahuan tentang tahapan-tahapannya. Anak-anak dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah atau anak-anak dari keluarga besar sering menjadi lebih lambat pertumbuhannya. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga profesional atau berstatus sosial ekonomi tinggi biasanya lebih tinggi dari pada anak-anak yang keluarganya kurang dan memperoleh peringkat yang lebih rendah pada skala sosial. tumor pada kelenjar hipofisis dapat menyebabkan kelenjar melepaskan lebih besar dari jumlah normal hormon pertumbuhan manusia sehingga akromegali. Mengkonsumsi obat tertentu dapat menghambat pola pertumbuhan manusia dan mengakibatkan seorang individu tumbuh lebih lambat atau tidak pernah mencapai 6 . Gejala ini pun mungkin disebabkan oleh mutasi genetik. Bukan rahasia bahwa tinggi badan orang tua secara langsung berkaitan dengan tinggi badan masing-masing anaknya. Obat. pola pertumbuhan anak dalam keluarga yang sama mungkin saja jauh berbeda. karena setiap anak menerima kombinasi yang berbeda dari gen berbeda. ahli genetika di Stanford University.

kesanggupan (potensi) untuk dikembangkan. ia diumpamakan sebagai kertas buram yang putih. Hukum Kovergensi Pandangan pendidikan tradisional di masa lalu berpendapat bahwa hasil pendidikan yang dicapai anak selalu dihubung-hubungkan dengan pendidikan orang tuanya. Anak-anak yang mengkonsumsi obat tertentu karena alasan tertentu pula sangat potensial menjadi lebih pendek dan lebih ringan berat badannya daripada teman sebaya mereka pada usia yang sama. Menurut kenyataan yang ada sekarang ternyata bahwa pendapat lama itu tidak sesuai lagi dengan keadaan. Kadang-kadang seseorang mengalami masa krisis pada masa kanak-kanak dan masa pubertas. Pandangan lama itu dikuasai oleh aliran nativisme yang dipelopori Schopenhauer yang berpendapat bahwa manusia adalah hasil bentukan dari pembawaannya. Sejak anak lahir yang membawa bakat. dalam hal ini pendidikan tidak mampu untuk mengubahnya. belum ada di tulisi atau digoresi dengan bakat apapun. 3. Aliran dalam pendidikan yang menganut paham nativisme ini disebut aliran yang pesimis. Ketika kemajuan teknologi abad ke 20 dapat mengatasi penyakit tersebut. 5. Prinsip/Hukum Perkembangan Perkembangan merupakan perubahan yang terus-menerus dialami. Penyakit. Menurut hasil penelitian para ahli ternyata bahwa perkembangan jasmani dan rohani berlangsung menurut hukum-hukum perkembangan tertentu. Jiwanya masih bersih dari pengaruh keturunan sehingga 7 . pola tinggi manusia secara signifikan mengalami peningkatan. Ketika anak lahir. Pembawaan itu akan berkembang sendiri. tetapi ia tetap menjadi kesatuan. dan sifat bawaan tertentu. Anak yang menderita penyakit yang parah pada masa bayi atau sesama anak usia dini lebih mungkin menunjukkan pola pertumbuhan yang terhambat. sebab pada abad ke-19 lahir paham empirisme yang berasal dari John Locke. Perkembangan berlangsung dengan perlahan-lahan melalui masa demi masa. tinggi idealnya. Catatan menunjukkan bahwa orang yang tinggal di daerah penuh dengan infeksi dan penyakit pada abad ke 18 dan 19 lalu tumbuh hingga ketinggian lebih pendek dari mereka yang tidak terkena penyakit parah. Paham nativisme tidak lama menguasai dunia pendidikan. Ia memperkenalkan teori tabularasa yang mengatakan bahwa “child born like a sheet of white paper avoid of all characters”. Hukum-hukum perkembangan itu terdiri dari : 1.

Karena ayahnya dimutasikan ke kota Sala. Montessori (pendidik wanita bangsa Italia). Apabila saat sang ratu peka. kemudian Ia mendapatkan zat-zat (makanan) tertentu. dalam hal ini pengaruh pendidikan kecil sekali dan hanya berlaku untuk sementara waktu. seluruh keluarga ikut ke sana. Hugo meneliti seekor lebah betina (lebah ratu) yang sedang mengalami masa peka. sedangkan anak perempuan lebih pandai berbicara. Hukum masa peka Tiap-tiap fungsi jiwa mempunyai waktunya untuk berkembang dengan sebaik- baiknya. 3. dan peka akan pengaruh rangsangan yang datang. Maria Montessori. Hugo de Vries memperkenalkan masa peka ini dalam ilmu biologi. Bila diperhatikan ternyata anak yang satu lebih lekas maju pada satu tugas perkembangan dari yang dialami anak yang lain. 2. Usia 3 sampai 5 tahun adalah masa yang baik sekali untuk mempelajari bahasa ibu dan bahasa di daerahnya. Menurut M. ia akan berkembang biak dengan cepat. Anak yang peka bahasa. William Strain menggabungkan kedua pendapat di atas ke dalam hukum konvergensi yang mengatakan bahwa pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak adalah pengaruh dari unsur lingkungan dan pembawaan. Sri besar kan di kota Bogor sehingga ia dapat berbahasa Sunda dengan baik. misalnya Sri yang berumur 4 tahun. Sri sudah dapat berbahasa Jawa dengan medok. masa peka merupakan masa pertumbuhan Ketika suatu fungsi jiwa muda sekali dipengaruhi dan dikembangkan. Anak laki-laki lebih lekas merangkak. Prof. Prof. Mereka mengatakan. Hukum tempo perkembangan Kaum ibu suka membanding-bandingkan perkembangan anaknya dengan perkembangan anak yang lain. Masa peka diperkenalkan dalam dunia pendidikan oleh Dr. Masa peka ialah Suatu masa ketika fungsi-fungsi jiwa menonjolkan diri keluar. Kedua pengaruh itu dimisalkan dengan dua buah garis yang bertemu (bergabung) pada satu tempat kemudian menjadi satu garis yang kuat.pendidik dapat membentuk nya menurut kehendaknya. Aliran dalam pendidikan yang menganut paham empirisme ini disebut aliran yang optimis. Tetapi ayah dan ibunya tidak bisa berbahasa Jawa. sedangkan anak kedua agak lambat pertumbuhannya. Baru satu atau dua tahun di sana. Dari hasil percakapan antara dua orang ibu tentang perkembangan anak merasa masing-masing ternyata bahwa setiap perkembangan yang dialami berlangsung menurut tempo (kecepatan) masing-masing. Kadang- 8 . Hal ini disebabkan tiap tiap anak mempunyai sendiri tempo perkembangan. Kadang-kadang anak pertama lebih cepat menjadi besar. misalnya.

dan hanya sekali saja dialami anak dan kehidupannya.  masa menggembala Masa ini dialami ketika anak berusia sekitar 10 tahun. Tanda. Tanda-tanda pada anak lain. 4. orang cenderung berpendapat bahwa anak yang berusia 6 tahun harus masuk sekolah agar dia belajar membaca. Tetapi ada yang lebih lambat lagi. Menurut M. anak senang menangkap dalam permainannya. Hukum biogenetis yang berasal dari Hackel itu oleh Stanley Hall dinamakan teori rekapitulasi. Jika pengertian rekapitulasi ini dialihkan (ditransfer) ke psikologi perkembangan. memperkenalkan hukum biogenetis. kadang seorang anak telah peka membaca pada umur 4 tahun. kambing. Montessori pandangan yang demikian itu salah karena sebagian anak-anak masa pakaian yang untuk membaca hampir lampau menjelang umur 6 tahun. seorang ahli biologi. anak senang memelihara binatang seperti ayam. dapat dikatakan bahwa perkembangan jiwa anak mengalami ulangan ringkas dari sejarah kehidupan umat manusia. merpati. Tanda-tandanya.  masa bercocok tanam 9 . Teori rekapitulasi mengatakan bahwa perkembangan yang dialami seorang anak merupakan ulangan (secara cepat) sejarah kehidupan suatu bangsa yang berlangsung dengan lambat selama berabad-abad. Dalam hukum itu dikatakan “ontogenese adalah rekapitulasi dari phylogenese”. Hukum rekapitulasi Hackel. Walaupun masih ada orang yang berpendapat lain. sedangkan anak lain baru peka membaca pada umur 5 tahun.tandanya. Ontogenese adalah perkembangan Individual. sedang bermain kejar-kejaran. Phylogenese adalah kehidupan nenek moyang suatu bangsa. Dalam sistem pendidikan klasikal. dan bermain panah-panahan. misalnya. namun sebagian besar diantara mereka itu mengakui adanya persamaan dengan kehidupan kebudayaan mulai dari bangsa-bangsa primitif sampai ke pada kehidupan kebudayaan bangsa yang ada dewasa ini. memanah dan menembaki binatang. Mereka membagi bagi kehidupan anak sebagai berikut :  Masa memburu dan menyamun Masa ini dialami ketika anak berusia sekitar 8 tahun. Rekapitulasi berasal dari kata rekap. sebab masa peka tidak sama waktu timbulnya. dan sebagainya. misalnya. kelinci. perang-perangan. misalnya. ia baru mengalaminya pada umur 6 atau 7 tahun.

Masa ini dialami anak ketika ia berusia sekitar 12 tahun. dan sebagainya. menyiram kembang. Dalam perkembangan jasmani dan rohani terlihat hasrat dasar untuk mengembangkan pembawaan. Untuk anak-anak dorongan mengembangkan diri ini berbentuk hasrat mengenal lingkungan.  Masa berdagang Masa kini dialami anak ketika ia berusia sekitar 14 tahun. kegiatan berjalan itu berada Pulau untuk sementara. Anak menyatakan perasaan lapar. Jika ibu-ibu mendengar anak yang menangis. Hukum Irama (ritme) perkembangan Perkembangan berlangsung sesuai dengan iramanya. Hukum bertahan dan mengembangkan diri Dalam kehidupan timbul dorongan dan hasrat untuk mempertahankan diri. kemudian seluruh perhatiannya dialihkan untuk kegiatan berbicara. haus. berkirim kiriman foto dengan sesama sahabat pena. pada dorongan makan dan menjaga keselamatan diri sendiri. tidak selalu dialami perlahan-lahan dengan urutan-urutan melainkan merupakan gelombang gelombang besar dan kecil yang silih berganti. 5. dan sebagainya. Tanda-tandanya. Tanda-tandanya. usaha belajar berjalan. misalnya. Hal ini dapat dianggap sebagai dorongan mengembangkan diri. misalnya. 6. Ia mempertahankan dirinya dengan cara menangis. Hukum Irama berlaku untuk perkembangan setiap orang. kegiatan belajar berbicaranya mereda untuk sementara bila ia sudah dapat berjalan. BAB III PENUTUP 10 . Irama perkembangan mengemukakan pola perkembangan yang dialami individu. bermain jual-jualan seperti mbok pecel. Perkembangan berlangsung sesuai dengan iramanya. dan sakit dalam bentuk menangis. Di kalangan remaja Timur rasa persaingan dan perasaan belum puas terhadap apa yang telah tercapai. kegiatan bermain. baik perkembangan jasmani maupun rohani. tangisnya itu dianggap sebagai dorongan mempertahankan diri. kemudian disusul dengan dorongan mengembangkan diri. misalnya. contoh : Anak yang sedang giat-giatnya belajar berjalan. senang berkebun. senang bertukar tukaran perangko dengan teman. Dorongan mempertahankan diri terwujud. Dorongan yang pertama adalah dorongan mempertahankan diri.

Hukum masa peka 4. mental. Hukum tempo perkembangan 3. Prinsip/hukum Perkembangan Perkembangan merupakan perubahan yang terus-menerus dialami. tetapi ia tetap menjadi kesatuan.Kesimpulan 1. Perkembangan berlangsung dengan perlahan-lahan melalui masa demi masa. Polusi. Ketenagakerjaan/pengangguran Hubungan keluarga. kematian. Akses ke pelayanan kesehatan dan kesejahteraan. (2011). Jumlah dan jenis aktivitas fisik. Danim. yaitu berkaitan dengan masalah fisik. CV 11 . Kondisi perumahan. Hukum rekapitulasi 5. Hukum Irama (ritme) perkembangan Daftar Pustaka 1. Pengalaman pendidikan. Pertumbuhan didefinisikan sebagai peningkatan dalam ukuran sedangkan Perkembangan didefinisikan sebagai kemajuan menuju kedewasaan. Dr. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak  Jenis kelamin. Perkembangan Peserta Didik. 2. dan Pengalaman sakit atau penyakit 3. istilah “pertumbuhan dan perkembangan “ digunakan bersama untuk menggambarkan proses-proses fisik. Hukum bertahan dan mengembangkan diri 6. perkawinan. dan emosional yang kompleks yang terkait dengan “bertumbuh kembangnya” kerjasama peserta didik. Hukum Kovergensi 2. Pengalaman hidup (kelahiran. Penghasilan. mental. Jika istilah “pertumbuhan” dan perkembangan itu digunakan bersama menjadi “pertumbuhan dan perkembangan “. Bandung : Alfabeta. Etnis dan agama. Sudarwan Prof. Jadi. Diet. Persahabatan. ia memiliki makna yang kompleks. dan perceraian). dan emosional diasosiasikan dengan pertumbuhan peserta didik. Harta atau barang-barang yang dimiliki. Warisan genetik. Menurut hasil penelitian para ahli ternyata bahwa perkembangan jasmani dan rohani berlangsung menurut hukum-hukum perkembangan tertentu yang terdiri dari : 1.

MM (2006). Enung Dra. Psikologi Perkembangan. Bandung: CV Pustaka Setia 3. Bandung : PT Remaja Rosdakarya 12 .2. Drs. Fatimah. Zulkifli L. Psikologi Perkembangan. (2005).

Related Interests