iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………………iii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………………iv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang………………………………………………………………………………………1

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Dosis Obat……………………………………………………………………………………………..2

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi dosis
obat……………………………………………..………………………………………………2

C. Kesalahan Dosis/ Overdosis……………………………………………………………………………………..4

D. Menghitung Dosis Maksimum……………………………………………………………………………………4

BAB III PENUTUP

A. Simpulan…………………………………………………………………………………......10

B. Saran…………………………………………………………………………………………….10

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………………11

Iv

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Peran perawat dalam pemberian obat dan pengobatan telah berkembang dengan cepat dan luas
seiring dengan perkembangan pelayanan kesehatan. Perawat diharapkan terampil dan tepat saat
melakukan pemberian obat. Tugas perawat tidak sekedar memberikan pil untuk diminum atau injeksi

atau obat bebas tanpa resep dokter. 1 BAB II PEMBAHASAN A. yang juga bertanggung jawab terhadap menetapkan pilihan perawatan dan pengobatan.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DOSIS OBAT Dosis obat yang diberikan kepada penderita dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor obat. juga disebut dosis lazim atau dosis medicinalis atau dosis terapeutik. diresepkan oleh dokter. diberikan dosis permulaan 2 gram dan diikuti dengan dosis pemeliharaan 1 gram tiap 6 jam. mililiter) atau unit-unit lainnya (Unit Internasional). Bila dosis obat yang diberikan melebihi dosis terapeutik terutama obat yang tergolong racun ada kemungkinan terjadi keracunan. Dosis toxic ini dapat sampai mengakibatkan kematian. Terutama faktor-faktor penderita seringkali kompleks sekali. Dengan demikian. kadar obat yang dikehendaki dalam darah dapat dicapai lebih awal. Oleh karena itu. mengkonsultasikan setiap obat yang dipesankan. namun juga mengobservasi respon klien terhadap pemberian obat tersebut. tenaga kesehatan terutama perawat harus dapat membagi pengetahuan tentang obat-obatan sesuai dengan kebutuhan klien. Sehingga. Obat-obat tertentu memerlukan dosis permulaan (initial dose) atau dosis awal (loading dose) yang lebih tinggi dari dosis pemeliharaan (maintenance dose). Keberhasilan promosi kesehatan sangat tergantung pada cara pandang klien sebagai bagian dari pelayanan kesehatan. baik itu berbentuk obat alternative. Kecuali bila dinyatakan lain maka yang dimaksud dengan dosis obat yaitu sejumlah obat yang memberikan efek terapeutik pada penderita dewasa.obat melalui pembuluh darah. B. disebut sebagai dosis letal. Hal ini dilakukan antara lain pada pemberian oral preparal Sulfa (Sulfisoxazole. Dengan memberikan dosis permulaan yang lebih tinggi dari dosis pemeliharaan (misalnya dua kali). karena perbedaan individual terhadap respon obat tidak selalu . cara pemberian obat tersebut dan penderita.mikrogram) atau satuan isi (liter. perawat membantu klien membangun pengertian yang benar dan jelas tentang pengobatan. dinyatakan sebagai dosis toxic. milligram. Perawat memiliki peran yang utama dalam meningkatkan dan mempertahankan dengan mendorong klien untuk proaktif jika membutuhkan pengobatan.Trisulfa pyrimidines).PENGERTIAN DOSIS OBAT Dengan dosis obat dimaksud jumlah obat yang diberikan kepada penderita dalam satuan berat (gram. pengetahuan tentang manfaat dan efek samping obat sangat penting untuk dimiliki perawat. dan turut bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan tentang pengobatan bersama tenaga kesehatan lainnya.

Parenteral : subkutan. Umur : neonatus. vaginal. Toksisitas : dosis obat berbanding terbalik dengan toksisitasnya. Keadaan pato-fisiologi : kelainan pada saluran cerna mempengaruhi absorbsi obat.pernapasan akan tertekan/sesak nafas b. kristal/amorf. 1. Lokal.berkurangnya tingkat kesadaran . b. bayi. Lain-lain : implantasi. Rektal. pH. garam kompleks. Berat badan : biarpun sama-sama dewasa berat badan dapat berbeda besar c. anak. Ada kemungkinan ketiga faktor tersebut di bawah ini didapati sekaligus. dewasa. 2. kelainan pada ginjal mempengaruhi ekskresi obat C.Faktor Cara Pemberian Obat Kepada Penderita: a. Obesitas : untuk obat-obat tertentu faktor ini harus diperhitungkan h. penyakit hati mempengaruhi metabolisme obat. c. intravena. topikal e.Faktor Penderita: a.Akibat kelebihan dosis: a. sublingual. dsb 3.mual-mual/muntah c.KESALAHAN DOSIS/OVERDOSIS 1. basa. intrabukal. Sifat kimiawi : asam.dapat diperkirakan. Sifat fisika : daya larut obat dalam air/lemak. pKa. garam. Oral : dimakan atau diminum b. geriatrik b. uretral d. intramuskular. Ras : “slow & fast acetylators” e. Toleransi f. dsb. dsb c.Faktor Obat: a. ester. Jenis kelamin : terutama untuk obat golongan hormon d.

Penanganan kelebihan dosis sesuai dengan gejala misalnya sesak nafas dengan cara penambahan oksigen.Dosis Lethalis (Lethal Dose). 2. 3. D. yaitu dosis obat yang dapat digunakan untuk terapi atau pengobatan untuk penyembuhan penyakit.Dosis penderita ginjal: .Dosis medicinalis yaitu dosis terapeutik = dosis lazim 5.Dosis pemeliharaan yaitu maintenance dose 5 7. dosis obat adalah takaran obat yang bila dikelompokkan bisa dibagi : 1.Dosis Maksimum (Maximalis Dose). Dalam buku buku standar seperti Farmakope atau Ekstra Farmakope Dosis Maksimum (DM) tercantum diperuntukkan orang dewasa. ginjal.Dosis Khusus Dosis penderita yang obesitas: harus diperhitungkan lemak dan persentase BB tanpa lemak (BBTL) BBTL = BB x (100 . Bila mencapai dosis ini orang yang mengkonsumsi akan over dosis (OD) 4. DM) 10. yaitu dosis maksimal obat atau batas jumlah obat maksimum yang masih dapat digunakan untuk penyembuhan.Dosis Terapi (Therapeutical Dose).Dosis penderita geriatrik (>65 tahun) Dosis diturunkan ( ± 75 % DD) 6 Perubahan fisiologis dan patologis diperhatikan (cardivaskuler.d.Dosis toxica = dosis sampai terjadi keracunan 8.Dosis permulaan yaitu initial dose 6.% lemak) 9. yaitu dosis atau jumlah obat yang dapat mematikan bila dikonsumsi.pusing 2.Menghitung Dosis Maksimum Dosis adalah takaran atau jumlah.

Rumus Young Untuk umur 1-8 tahun dengan rumus : (n/n + 12) x DM (dewasa) n = umur dalam tahun 2). Rumus dopamine yaitu: Dosis X BB(kg) X 60/4000 Contoh:Pasien dengan tekanan darah 80/50mmHg dan BB 50 kg.III. Ned. kalau dewasa langsung dihitung. yaitu untuk sekali minum : jumlah dalam satu takaran dibagi dosis sekali dikali 100%. Pharm. Ph. f. Ekstra Farmakope. Cara menghitung Dosis Maksimum (DM) untuk oral berdasarkan : 1). 7 d. Ed. Dosis Maksimum (DM) searah : dihitung untuk sekali dan sehari. Ed.I. Setelah diketahui umur pasien.75 cc/jam 1. Bila ada zat yang bekerja searah. e. Begitu juga untuk sehari minum : jumlah sehari dibagi dosis sehari dikali 100%. b. FI.Cara Menghitung Dosis Maksimum Obat Dalam Resep: a. Ed. Dosis dopamine dimulai dari 5mikrogram/kgBB/menit Kita gunakan rumus praktik saja=5X50X60/4000=15000/4000=3. harus dihitung DM searah (dosis ganda). DM tercantum berlaku untuk orang dewasa. bila resep mengandung obat yang ber-DM. Urutan melihat daftar DM berdasarkan Farmakope Indonesia edisi terakhir (FI.Ekskresi obat terganggu → obat lebih lama di peredarah darah Dosis dan interval obat harus diatur 11. Rumus Dilling Untuk umur di atas 8 tahun dengan rumus : . tanyakan umurnya. CMN dan lain-lain).Dosis dopamine Salah satu indikasi penggunaan dopamine adalah pada TD sistolik <70mmHg disertai dengan tanda- tanda syok. c. V. Internasional.

No.d. Pro Ani (15) 8 Dengan DM:20mg/80mg DM:1/4 Penyelesaian: a.DM untuk umur 15 th: Extr. (n/20) x DvgM n = umur dalam tahun Contoh:R/ Ekstrak Belladonce 0.pemakaian menurut resep : Extr.setiap bungkus mengandung : Extr.12/12=0.12 Antipyrin 1.p.s m.01=10mg Antipyrin = 1.5/12 =0.75g=750mg 1 hari=15/20 x 4=3g=3. Bellad =0. Bellad 1 x p =15/20 x 20mg =15mg 1 hari=15/20 x 80mg=60mg Antipyrin 1 x p =15/20 x 1 =0.d.5 Lactosa q.f.000mg b.l.pulv. XII s. Rumus Fried Untuk umur <1tahun .125 =125mg c.t. Bellad : 1 x p =10mg<DM 1 hari = 3 x 10mg =30mg<DM Antipyrin :1xp =125mg<DM 1 hari = 3 x 125mg=375mg<DM 3).

.SIMPULAN Dalam memberikan dosis obat harus sesuai dengan kondisi dan usia pasien. Bila dalam berat badan a. Agar pasien merasa puas atas tindakan keperawatan yang kita berikan.9 (n/150) x DM n = umur bayi dalam bulan 4). Rumus Clark (Berat badan dalam kilogram) / 70 kg x DM (dewasa) b. Dengan menggunakan rumus yang telah ditetapkan untuk menentukan dosis yang tepat.Rumus Augeberger: { (1½ BB+10) / 100 } x DM Keterangan: BB = BB anak dalam Kg BAB III PENUTUP A.

Kes_%20LABEL%20DAN%20DOSIS%20OBAT.Sumber:file://localhost/E:/dosisdr. Fundamental of Nursing : Human Health and Function. Craven. mht. (2000). New York : Lippincott Pub. 4.B.. CJ.%20M. SARAN Dalam memberikan dosis obat yang tepat dan juga akurat. 10 DAFTAR PUSTAKA 1. Dibutuhkan kemampuan untuk mengetahui dan menerapkan rumus perhitungan dosis.mht 2. RF.mht 3.Sumber:file://localhost/E:/ti2k's%20blog_%20DOSIS%20OBAT.Sumber:file://localhost/E:/DOSIS/Joey'%20B%20Menghitung%20Dosis%20Maksimum. . kita sebagai perawat yang profesi professional harus mampu menguasai tentang dosis obat. Jadi.. Hirnle. 3rd Ed.%20Suparyanto.

Medication in Older Adults. Spiringer Pub.. . Zwicker.5. T. M. (2003). D. 1st Ed. Fulmer. Foreman. Comp...

2. namun tidak menimbulkan resistensi pada penderita. 3. Dosis letalis yang dapat menyebabkan keracunan pada 50% hewan percobaan disebut LD50. Dosis toksik yang dapat menyebabkan keracunan pada 50% hewan percobaan disebut TD50. Untuk mendapatkan ukuran doss terapi yang dapat memberikan efek terapi secara efektif. dosis letalis yang dapat menyebabkan eracunan pada 10% hewan percobaan disebut LD10. seperti untuk mendapatkan dosis terapi yang sebelumnya sudah dibahas. Semoga informasi mengenai macam macam dosis diatas dapat bermanfaat bagi kita semua Sumber Asli: http://www. Dosis Minimum Dosis minimum adalah takaran obat terkecil yang diberikan dan masih dapat menyembuhkan serta tidak menimbulkan resistensi pada penderita. perlu dilakukan pengukuran persentase efek terapi yang diharapkan pada penderita atau hewan percobaan. Dosis yang menyebabkan efek tidur pada 50% hewan percobaan tersebut disebut ED50. dosis yang menyebabkan efek tidur pada 10% hewan percobaan disebut ED10. Demikian macam macam dosis yang perlu diketahu oleh farmasis. masih banyak istilah yang berhubungan dengan dosis. selain macam-macam dosis yang telah disebutkan tersebut. Tentu saja. Selanjutnya. Sedangkan. 6. Sementara. untuk mengukur dosis terapi obat tidur A. Dosis Maksimum Dosis maksimum adalah takaran obat terbesar yang diberikan kepada penderita dan masih dapat meyembuhkan serta tidak menimbulkan keracunan. Untuk mendapatkan ukuran dosis toksik yang dapat menimbulkan keracunan. jenis kelamin. Dosis ini dipengaruhi oleh umur. dan cara pemberian obat. perlu dilakukan pengukuran persentase efek terapi. waktu pemberian. dosis toksik yang dapat menyebabkan eracunan pada 10% hewan percobaan disebut TD10. Untuk mendapatkan ukuran dosis minimum yang masih dapat memberikan efek terapi. Misalnya. berat badan. Dosis Terapi Dosis Terapi adalah takaran obat yang diberikan dalam keadaan biasa dan dapat menyembuhkan penderita. Kemudian. terlebih dahulu obat tersebut harus diberikan kepada sejumlah hewan percobaan dengan berbagai ukuran dosis. Dosis Letalis Dosis letalis adalah takaran obat dalam keadaan biasa yang dapat menyebabkan kematian pada penderita. 4.Macam-macam dosis 1. dicatat ukuran dosis terkecil yang masih dapat menghasilkan efek terapi yang diharapkan.com/2016/10/macam-macam-dosis.mipa-farmasi. dihitung jumlah hewan yang tertidur setengah jam setelah obat diberikan. Dosis Toksik Dosis toksis adalah takaran obat dalam keadaan biasa yang dapat menyebabkan keracunan pada penderita. 5. perlu dilakukan pengukuran persentase efek keracunan pada penderita atau hewan percobaan setelah obat selama waktu tertentu.html . Sedangkan. Dosis Terapeutik Dosis terapeutik adalah dosis antara dosis minimum dan dosis maksimum yang dapat menghasilkan efek menyembuhkan atau terapeutik pada penderita.