TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Kelompok V

1 BAB I
SPESIFIKASI BANGUNAN GEDUNG

1.1 Spesifikasi Fisik Bangunan Gedung
a. Keperuntukan bangunan : Gedung Pendidikan
b. Lokasi bangunan : Denpasar
c. Struktur bangunan : Beton Bertulang
d. Jumlah lantai : 7 lantai
e. Tinggi total bangunan : 31,00 m (portal)
f. Tinggi lantai basement : 3,00 m
Tinggi lantai 1 s/d lantai 7 : 4,00 m
g. Kondisi Tanah
Dalam perancanaan struktur gedung akan dianalisis terhadap kelas situs Tanah
Lunak (SE).
h. Dimensi kolom
Description Dimensi (cm2)
K1 70 x 70
K2 40 x 40
K3 15 x 40
K4 30 x 70
K5 15 x 15
KT 50 x 50 x 25/20
KL 50 x 50 x 250
i. Dimensi Balok
Description Dimensi (cm2)
B1 60 x 30
B2 30 x 50
B3 25 x 40
B4 30 x 40
B5 20 x 40
B6 20 x 35
RB 15 x 15
j. Tebal plat lantai
Description Dimensi (cm)
Pelat Lantai 12
Pelat Dak 10
Pelat tangga 12
k. Tebal dinding
Description Dimensi (cm)
Dinding Bata 15
Dinding Geser 20
l. Rangka Atap
Description Profil Ukuran Profil
Kuda-kuda IWF 150 x 75 x 7 x 5
m. Lift
Description Dimensi (cm2)
B5 20 x 40
KT 50 x 50 x 25/20
KL 50 x 50 x 250

1

TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Kelompok V

1.2 Spesifikasi bahan yang dipakai :
a. Mutu beton (f’c) : 25 Mpa
b. Mutu baja tulangan (fy)
 Baja tulangan  ¿ 13 : 240 MPa
 Baja tulangan  ≥ 13 : 400 Mpa

2

TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Kelompok V

2 BAB II
PEMBEBANAN PADA GEDUNG

2.1 Peraturan-peraturan yang digunakan
Pada perencanaan bangunan ini mengacu berdasarkan peraturan-peraturan berikut:
1. Beban Minimum untuk Perencanaan Bangunan Gedung dan Struktur Lain (SNI
1727-2013).
2. Tata Cara Perencaaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung dan Non
Gedung (SNI 1726-2012).
2.2 Pembebanan
Beban yang bekerja pada gedung terdiri atas beban mati, beban hidup, dan beban
gempa.
2.2.1 Beban Mati
Untuk beban mati, berat sendirinya otomatis dihitung dengan analisa SAP 2000 V.15
Sedangkan beban mati diluar berat sendiri mengacu pada SNI 1727-2013.
Beban-beban yang bekerja pada plat diluar berat sendiri:
 Untuk pelat lantai basement (0,15 x 24) = 3,6 kN/m2
 Untuk penutup pelat lantai 1 s.d. 7
Keramik = 0,24 kN/m2
Pasir Urug = 0,16 kN/m2
Plafond dan penggantung = 0,18 kN/m2
Instalasi ME = 0,18 kN/m2
Spesi = 0,21 kN/m2
= 0,97 kN/m2
 Untuk pelat lantai tangga (0,15 x 24) = 3,6 kN/m2
 Untuk penutup lantai tangga
Pasir Urug = 0,16 kN/m2
Keramik = 0,24 kN/m2
Spesi = 0,21 kN/m2
= 0,61 kN/m2
2.2.2 Beban Hidup
Beban hidup gedung pendidikan, bersumber pada Peraturan Beban Minimum untuk
Perencanaan Bangunan Gedung dan Struktur Lain (SNI 1727-2013).
Langkah-langkah menentukan beban hidup terdistribusi merata masing-masing lantai:
 Menentukan tipe penggunaan ruangan (lihat tabel 2.1).
 Beban hidup yang melebihi 4,79 kN/m2 tidak boleh ada reduksi.
 Mereduksi beban hidup apabila komponen struktur yang memiliki nilai K LLAT ≥
37,16m2 dengan menggunakan rumus:
4,57
(
L=L0 0,25+
√ K ¿ AT )
dengan:
L = beban hidup rencana tereduksi per m 2 dari luasan yang didukung oleh
komponen struktur.
L0 = beban hidup rencana tanpa reduksi per m 2 dari luasan yang didukung oleh
komponen struktur (lihat tabel 2.1).
KLL = faktor elemen beban hidup
AT = Luas tributari dalam m2

3

TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Kelompok V

4

TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang

Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Kelompok V

Tabel 2.1 Beban hidup terdistribusi merata minimum, L0 dan beban hidup terpusat minimum
Hunian atau penggunaan Merata Terpusat
psf (kN/m2) lb (kN)
Apartemen (lihat rumah tinggal)
Sistem lantai akses
Ruang kantor 50 (2,4) 2 000 (8,9)
Ruang komputer 100 (4,79) 2 000 (8,9)
a
Gudang persenjataan dan ruang latihan 150 (7,18)
Ruang pertemuan
Kursi tetap (terikat di lantai) 100 (4,79)a
Lobi 100 (4,79)a
Kursi dapat dipindahkan 100 (4,79)a
Panggung pertemuan 100 (4,79)a
Lantai podium 150 (7,18)a
Balkon dan dek 1,5 kali beban
hidup untuk daerah
yang dilayani.
Tidak perlu
melebihi 100 psf
(4,79 kN/m2)
Jalur untuk akses pemeliharaan 40 (1,92) 300 (1,33)
Koridor
Lantai pertama 100 (4,79)
Lantai lain sama seperti
pelayanan hunian
kecuali disebutkan
lain
Ruang makan dan restoran 100 (4,79)a
Hunian (lihat rumah tinggal)
Ruang mesin elevator (pada daerah 2 in.x 2 in. [50
300 (1,33)
mm x 50 mm])
Konstruksi pelat lantai finishing ringan ( pada area
200 (0,89)
1 in.x 1 in. [25 mm x 25 mm])
Jalur penyelamatan terhadap kebakaran 100 (4,79)
Hunian satu keluarga saja 40 (1,92)
Tangga permanen Lihat pasal 4.5
Garasi/Parkir
Mobil penumpang saja 40 (1,92)a,b,c
Truk dan bus
Susuran tangga, rel pengaman dan batang
Lihat pasal 4.5
pegangan
e,f,g
Helipad 60
(2,87)de tidak
boleh direduksi
Rumah sakit:
Ruang operasi, laboratorium 60 (2,87) 1 000 (4,45)
Ruang pasien 40 (1,92) 1 000 (4,45)
Koridor diatas lantai pertama 80 (3,83) 1 000 (4,45)
Hotel (lihat rumah tinggal)
Perpustakaan
Ruang baca 60 (2,87) 1 000 (4,45)

5

45) Pabrik 2 000 (8. Universitas Gadjah Mada. berbubung.40) Gedung perkantoran: Ruang arsip dan komputer harus dirancang untuk beban yang lebih berat berdasarkan pada perkiraan hunian Lobi dan koridor lantai pertama 100 (4.40) 2 000 (8.90) Kantor 50 (2.90) Ringan 125 (6.97)a (13. Yogyakarta Kelompok V Hunian atau penggunaan Merata Terpusat psf (kN/m2) lb (kN) Ruang penyimpanan 150 (7. Fakultas Teknik.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.92) Ruang publika dan koridor yang melayani mereka 100 (4.79)a.k Stadium dan tribun/arena dengan tempat duduk 60 (2.79) Atap Atap datar.87)a.96)m Loteng yang dapat didiami dan ruang tidur 30 (1.k tetap (terikat pada lantai) Rumah tinggal Hunian (satu keluarga dan dua keluarga) Loteng yang tidak dapat didiami tanpa gudang 10 (0.79) i untuk tujuan lain Sama seperti hunian dilayani a Atap yang digunakan untuk hunian lainnya Awning dan kanopi Konstruksi pabrik yang didukung oleh 5 (0.24) tidak 2 00 (0.83) 1 000 (4.59)a penggunaan yang sama Bangsal dansa dan Ruang dansa 100 (4. yang terhubung 6 .18) a.44) Semua ruang kecuali tangga dan balkon 40 (1.79)a Tempat menonton baik terbuka atau tertutup 100 (4. dan lengkung Atap 20 (0.92) Semua hunian rumah tinggal lainnya Ruang pribadi dan koridor yang melayani mereka 40 (1.89) boleh direduksi dan berdasarkan luas tributari dari atap yang ditumpu oleh rangka Semua konstruksi lainnya 20 (0.48)l Loteng yang tidak dapat didiami dengan gudang 20 (0.92) Koridor 100 (4.79)a Gimnasium 100 (4.24) tidak struktur rangka kaku ringan boleh direduksi Rangka tumpu layar penutup 5 (0.00)a 3 000 Berat 250 (11.83) 2 000 (8. dan 75 (3. h 1 000 (4.90) Komponen struktur atap utama.90) Koridor di atas lantai pertama 80 (3.90) Lembaga hukum Blok sel 40 (1.79) Tempat rekreasi Tempat bowling.96)n digunakan untuk taman atap Atap yang digunakan 100 (4.45) Koridor di atas lantai pertama 80 (3.96) 2 000 (8.79) 2 000 (8. Kolam renang.

TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.00)a 1 000 (4.7 kecuali dinyatakan pengecualian secara spesifik. e Pelabelan kapasitas helikopter harus dipasang sesuai dengan pihak yang berwenang.45) Lantai diatasnya 75 (3. dan lahan/jalan untuk truk-truk Tangga dan jalan keluar 100 (4.33) atap atau setiap titik sepanjang komponen struktur utama yang mendukung atap diatas pabrik. gudang. 2250lb (10kN) per roda.59) 1 000 (4.45) Grosir.5in x 4.79) 300r Rumah tinggal untuk satu dan dua keluarga saja 40 (1.5in.92) 1 000 (4.75 x berat tinggal landas maksimum helikopter dan di tempatkan untuk menghasilkan efek beban maksimum pada elemen 7 . Yogyakarta Kelompok V Hunian atau penggunaan Merata Terpusat psf (kN/m2) lb (kN) langsung dengan pekerjaan lantai Titik panel tunggal dari batang bawah ranga 300 (1. Fakultas Teknik.79) 1 000 (4. baik tipe palang atau tipe roda)setiap memiliki besarnya 0. b Lantai dalam garasi atau bagian dari bangunan gedung yang digunakan untuk penyimpanan kendaraan bermotor harus dirancang terhadap beban hidup merata terdistribusi dalam Tabel 4-1 atau beban terpusat berikut: (1) untuk garasi yang dibatasi untuk kendaraan penumpang yang mengakomodasi tidak lebih dari sembilan penumpang. c Desain untuk truk dan bus harus sesuai dengan AASTHO LRFD Bridge Design Specification.5 Susuran jalan dan panggung yang ditinggikan 60 (2.44 m) harus dipasang pada daerah pendaratan (mewakilkan dua palang utama helikopter.96) Gudang penyimpan barang sebelum disalurkan ke pengecer (jika diantisipasi menjadi gudang penyimpanan. yang berjarak setiap 8 ft (2.00)a Berat 250 (11. harus dirancang untuk beban lebih berat) Ringan 125 (6.92) 300r Gudang diatas langit-langit 20 (0. 3000lb (13. jalur pejalan kaki 100 (4.35kN) bekerja pada daerah seluar 4.45) Penghalang kendaraan Lihat Pasal 4. jalan lintas 250 (11.35 kN) atau kurang.(114mm x 114mm) sebagai jejak dongkrak. d Beban merata sebesar 40 psf (1.83) 1 000 (4.87) (selain jalan keluar) Pekarangan dan teras.89) langit yang dapat diakses Pinggir jalan untuk pejalan kaki.5) Koridor di atas lantai pertama 80 (3.79)a a Reduksi beban hidup untuk penggunaan ini tidak diizinkan oleh Pasal 4.6)q kendaraan. walaupun demikian ketentuan dari persyaratan beban fatik dan dinamis tidak perlu diterapkan. f Dua beban terpusat tunggal. rusuk untuk atap kaca dan langit- 2 00 (0.92 kN/m 2) merupakan dasar desain helikopter yang memiliki berat pada saat lepas landas maksimum 3000 lbs (13. dan perbaikan garasi Semua komponen struktur atap utama 300 (1. Beban ini tidak boleh direduksi.97)a Toko Eceran Lantai pertama 100 (4. di semua lantai 125 (6.33) lainnya Semua permukaan atap dengan beban pekerja pemeliharaan Sekolah Ruang kelas 40 (1.5) Bak-bak/scuttles.5) Koridor lantai pertama 100 (4.p 8 000 (35. Universitas Gadjah Mada.97)a.79) 1 000 (4.dan (2) untuk struktur parkir mekanik tanpa pelat atau dek yang digunakan untuk penyimpang mobil penumpang saja.

l Ruang di bawah atap yang tidak bisa didiami tanpa gudang adalah tempat dimana tinggi bersih maksimum antara joist dan kasau kurang dari 42 in.5 in. diantara bidang rangka-rangka batang. ( 200 mm x 200 mm) dan tidak boleh sepusat dengan beban hidup merata ataupun terpusat lain. h Beban yang bekerja pada lantai ruang penyimpanan rak yang tidak bergerak dan rak buku perpustakaan dua sisi memiliki batasan berikut: (1) Tinggi nominal rak buku tidak boleh lebih dari 90 in. x 4. dan (3) rak buku dua sisi yang memiliki baris pararel harus dipisahkan oleh celah yang tidak kurang dari lebar 36 in.25-28) 8 . yang berisi ketentuan untuk pembebanan truk. juga harus dipertimbangkan jika perlu. [50 mm x 50 mm]) harus dipasang tidak sepusat dengan beban merata. (1 067 mm) lebar 24 in. Beban hidup tidak perlu dipasang sepusat dengan persyaratan beban hidup lain.desain harus termasuk gaya goyang horizontal yang bekerja pada setiap baris dari dudukan sebagai berikut: dipasang beban dudukan 24 lb/ft dari dudukan bekerja dalam arah sejajar dari setiap baris dudukan dan10 lb/ft dari dudukan yang bekerja dalam arah tegak lurus dari setiap baris dudukan. (114 mm x 114 mm). x 8 in. k Sebagai tambahan dari beban hidup vertikal. q Beban roda terpusat harus digunakan pada daerah 4.48 kN/m2). (2290 mm). di tempatkan sedemikian rupa untuk menghasilkan efek beban maksimum pada elemen struktur yang ditinjau.5 in. Ruang bawah atap bisa diakses dari bukaan dari ukuran lebar 20 in. dipilih yang menghasilkan efek beban terbesar. beban terpusat harus dipasang meliputi suatu luasan dari 8 in. sisa dari bagian bawah rangka batang harus didesain untuk beban hidup tidak terpusat terdistribusi merata tidak kurang dari 10 lb/ft 2 (0. (914 mm). (1067 mm). beban terpusat tersebut tidak perlu dianggap bekerja sepusat dengan beban hidup terpusat atau merata lainnya. Gaya goyang horizontal. beban hidup atap yang terreduksi harus dipasang ke bentang-bentang bersebelahan atau alternatif.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. (2) tebal rak tidak lebih dari 12 in.atau dimana tidak ada dua atau lebih rangka batang yang bersebelahan dengan konfigurasi badan yang mampu mengakomodasi suatu persegi dengan ukuran tinggi 42 in. dan ii. (762 mm). Fakultas Teknik. (114 mm x 114 mm). (1067 mm) lebar 24 in. Universitas Gadjah Mada. atau dimana tidak ada dua atau lebih rangka batang yang bersebelahan dengan konfigurasi badan yang mampu mengakomodasi suatu persegi dengan ukuran tinggi 42 in.5%). (610 mm). p Beban merata lain sesuai dengan metode yang disetujui. x 2 in. (305 mm) untuk setiap sisi. (508 mm) dan panjang 30 in. o Atap digunakan untuk keperluan lain harus didesain untuk beban-beban yang sesuai sebagaimana yang diminta oleh pihak yang berwenang.1 dan digunakan untuk mendesain komponen struktur ditata sedemikian untuk membuat kesinambungan.96 kN/m2) menurut Pasal 4. diantara bidang rangka-rangka batang. x 4. n Bila beban hidup atap merata direduksi sampai kecil dari 20 lb/ft 2 (0. atau lebih besar. tegak lurus dan pararel tidak perlu bekerja bersamaan. Sumber : Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain (SNI 1727-2013 hal. Pada rangka batang tersebut beban hidup hanya boleh dipasang pada batang-batang bawah dimana dua kondisi harus dipenuhi sebagai berikut: i.5 in. atau lebih besar.5 in. r Beban terpusat minimum pada pijakan tangga (seluas 2 in. kemiringan dari batang bagian bawah rangka batang tidak boleh lebih besar dari dua unit vertikal ke 12 unit horizontal (kemiringan 9. (762 mm) yang di tempatkan pada tinggi bersih 30 in. (1 067 mm). (610 mm).8. Yogyakarta Kelompok V struktur yang ditinjau. m Ruang di bawah atap yang tidak bisa didiami tanpa gudang adalah tempat dimana tinggi bersih maksimum antara joist dan kasau kurang dari 42 in. g Suatu beban pusat tunggal sebesar 3000 lbs ( 13.35 kN) harus dipasang pada suatu luas 4.

92 3.475 4.615 4. KLL Elemen KLLa Kolom-kolom interior 4 Kolom-kolom eksterior tanpa pelat kantilever 4 Kolom-kolom tepi dengan pelat kantilever 3 Kolom-kolom sudut dengan pelat kantilever 2 Balok-balok tepi tanpa pelat-pelat kantilever 2 Balok-balok interior 2 Semua komponen struktur yang tidak disebut diatas: Balok-balok tepi dengan pelat-pelat kantilever Balok-balok kantilever Pelat-pelat satu arah 1 Pelat-pelat dua arah Komponen struktur tanpa ketentuan-ketentuan untuk penyaluran Geser menerus tegak lurus terhadap bentangnya a Selain nilai di atas. Fakultas Teknik.Kajur & Sekjur 17.79 4.69 9 R.868 4.Dosen 51.36 22 R.92 2.915 4.92 3.475 1.79 2.Dosen 53. Kuliah 105.403 1.253 1.36 11 R.92 2.325 1.Kajur & Sekjur 17.418 4.24 15 R.053 1.078 4.17 4 Selasar 504. Luas Area Ruanga Nama Ruangan L0 L (kN/m2) (m2) n Lantai 1 1 Lavatory 25. Kuliah 98.369 1.79 4.303 4. Kuliah 50.607 4.92 3.06 7 R.3 Hasil perhitungan beban hidup merata untuk setiap ruangan per lantai No.69 13 Pantry 7.29) Tabel 2.08 20 R.92 1.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.92 2.89 18 R.79 4. Universitas Gadjah Mada.79 6.24 9 .Dosen 35.Dosen 25.92 1.59 19 HMJ 5.37 8 HMJ 7.Dosen 60.71 23 R.21 2 R. Yogyakarta Kelompok V Tabel 2.33 3 R.993 1.79 4. Kuliah 52.Meeting 25.58 14 R.79 4. KLL diizinkan dihitung tersendiri.Dosen 58.327 1.79 4.20 21 R.Dosen 54.79 5.461 1.92 4. Sumber : Beban minimum untuk perancangan bangunan gedung dan struktur lain (SNI 1727-2013 hal.17 5 Admin 12.Dosen 51.79 4.98 6 R.44 17 R.815 1.92 1.92 2.550 4.01 12 R.179 4.538 1.92 1.53 10 Security 9.2 Faktor elemen beban hidup.951 1.840 4.52 16 Admin 20.79 5.

52 11 R.Panel 3.Panel 3.Dosen 35.90 33 Balkon 27.28 25 Shaft Sprinkle 1.564 1.58 13 R.800 1.72 Lantai 3 10 .185 4.92 2.755 4.92 1.92 2.33 27 Balkon 4.782 1.79 4.74 20 R. Kuliah 48.Dosen 51.79 5.92 6.332 4.729 4.919 1.537 1.183 4.92 3.92 1.Dosen 53.800 4.92 6.Dosen 51.71 5 R.79 4.359 1. Kuliah 51.455 1.79 20.83 1.72 26 R.89 4 R.063 1.003 1.79 7.79 5.185 4.840 4.20 18 R.782 1. Kuliah 85.41 17 R.185 4.90 31 Balkon 1.987 1.Ujian 25.79 4. Yogyakarta Kelompok V No.88 26 Balkon 12.30 25 Balkon 10.92 4.24 23 Lavatory 23.92 1.17 29 Balkon 4.79 11.92 2.980 1.980 1.92 2.79 4.92 4. Universitas Gadjah Mada.819 4.325 1.800 1.79 11.179 4.99 Lantai 2 1 Lavatory 24. Kuliah 50.90 28 Balkon 1.79 5.100 4.45 19 R.92 8 R. Kuliah 81.92 2.615 4.Kajur & Sekjur 18.35 34 Balkon 26.17 32 Balkon 4.92 1.79 4.48 35 Shaft Sprinkle 1.179 4.332 4.183 4.Dosen 35.750 1.89 15 Pengurus Jurusan 21.25 2 R.90 30 Balkon 4.79 11.38 16 HMJ 4.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.79 11.99 10 Meeting 25.99 7 Selasar 329.538 1.765 3.92 1.79 20.92 2. Kuliah 50.79 16.52 22 R.79 7.24 14 R.078 4.69 12 Pantry 8.71 3 R.554 1.615 4.71 21 R.79 5.92 1. Kuliah/R.43 9 R. Fakultas Teknik. Kuliah 52. Luas Area Ruanga Nama Ruangan L0 L (kN/m2) (m2) n 24 Lavatory 23.28 24 Balkon 2.92 4.52 6 Admin 12.219 1.92 1.

79 7.79 16.24 23 Lavatory 23.92 1.455 1.92 8 R.79 20.92 1.20 18 R.359 1.25 2 R.35 34 Balkon 26.58 13 R.96 4 R.79 4. Universitas Gadjah Mada.92 6.564 1.71 5 R. Luas Area Ruanga Nama Ruangan L0 L (kN/m2) (m2) n 1 Lavatory 24.219 1.92 2. Kuliah 52.800 1.92 1. Kuliah 85.99 10 Meeting 25.92 4. Kuliah/R.332 4.38 16 HMJ 4.92 1.615 4.79 5.79 4.92 2.92 1.179 4.92 2.79 11.800 4.28 24 Balkon 2.92 2.69 12 Pantry 8.Panel 3.79 20.782 1.90 30 Balkon 4.92 1.90 33 Balkon 27.48 35 Shaft Sprinkle 1.Dosen 35.41 17 R.554 1.Kajur & Sekjur 18.17 32 Balkon 4.Dosen 51.25 2 Selasar 338.71 21 R.003 1.79 11.92 2. Kuliah 31.078 4.99 7 Selasar 329.79 5.185 4. Kuliah 48.755 4.183 4.729 4.83 1.24 14 R.45 19 R.92 3.185 4.52 11 R.88 26 Balkon 12.987 1.90 28 Balkon 1.79 5. Kuliah 50. Kuliah 35.554 3.919 1.325 1.92 1.79 4. Fakultas Teknik.52 6 Admin 12.92 1.750 1.74 20 R. Kuliah 50.17 29 Balkon 4.980 1.33 27 Balkon 4.30 25 Balkon 10.79 11.332 4. Yogyakarta Kelompok V No. Kuliah 81.819 4.79 5.537 1. Kuliah 51.92 2.79 11.79 4.564 1.538 1.765 3.860 1.79 7.840 4.89 4 R.615 4.063 1.185 4.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.72 Lantai 4 1 Lavatory 24.179 4.71 3 R.91 3 R.03 11 .Dosen 53.79 4.89 15 Pengurus Jurusan 21.Dosen 35.Dosen 51.83 1.183 4.197 1.52 22 R.100 4.43 9 R.92 2.Ujian 25.92 4.90 31 Balkon 1.

27 6 Balkon 10.92 2. Universitas Gadjah Mada.483 1.065 4.73 25 R.79 4.72 Lantai 5 1 Lavatory 24.88 30 R.79 11.96 4 R.92 2.92 1.685 1.92 1.185 4.479 1.05 8 R.71 15 Meeting 25.25 17 R.92 1.92 1.92 1.92 3.79 5.051 1. Fakultas Teknik.763 1. Kuliah 31.133 1.23 32 Lavatory 24.662 1.90 38 Balkon 27.185 4.183 4.92 1.50 16 HMJ 10.79 11.582 1. Yogyakarta Kelompok V No.52 40 Balkon 12.Dosen 35.93 28 R.98 7 Transit 11.338 4.606 1.Dosen 53. Kuliah 50.29 29 R. Luas Area Ruanga Nama Ruangan L0 L (kN/m2) (m2) n 5 R. Kuliah 24.554 3. Kuliah 52.79 4.044 4.79 5.03 5 R.324 1.46 21 Pengurus Jurusan 21.404 4.358 1.79 5.90 34 Balkon 4.92 2.92 2.92 2.538 1.303 4.92 6.79 4.405 4.34 19 R.197 1.Ujian 25.564 1.800 4.79 11.35 39 R.92 2.90 14 R.49 13 Balkon 4.25 33 Balkon 4.03 9 Admin 8.79 4.25 2 Selasar 338.842 4.92 3.782 1.79 11.45 24 R. Kuliah 36.50 41 Shaft Sprinkle 1.99 20 Balkon 26.860 1.83 1.79 7.078 4.615 4.27 12 .TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.92 2.185 4. Kuliah 22.79 7.92 3.23 37 Balkon 4.133 1.002 1.90 35 R.Panel 3.47 11 Admin 8. Kuliah/R. Kuliah 32.91 3 R.79 5.92 4. Kuliah 24.92 2.92 3.20 31 R. Kuliah 50.36 23 R.550 1.122 1.92 3.980 1.525 1.92 1.483 1.69 36 R.49 10 Admin 8.Dosen 52.37 22 HMJ 5. Kuliah 82.92 2. Kuliah 23. Kuliah 35.71 27 R.92 4.Dosen 52.975 1. Kuliah 48.

90 14 R.71 27 R. Universitas Gadjah Mada. Kuliah 23.405 4.46 21 Pengurus Jurusan 21.980 1.37 22 HMJ 5.79 7.72 Lantai 6 1 Lavatory 24.044 4.79 7.358 1.79 11.92 3.324 1.05 8 R.065 4.92 3.03 5 R.782 1.79 4.92 2.23 32 Lavatory 24.49 13 Balkon 4.92 3.975 1.35 39 R.078 4.79 5.92 4.Dosen 53.79 11.303 4.71 15 Meeting 25.405 4.98 7 Transit 11.404 4.98 13 .800 4.25 17 R.Dosen 52.92 1. Kuliah 48.685 1.79 7.90 35 R.96 4 R. Yogyakarta Kelompok V No. Kuliah 50. Kuliah 50.92 1.564 1.842 4.002 1.483 1.03 9 Admin 8.483 1.763 1.92 6.197 1.051 1.20 31 R.79 5. Kuliah/R.49 10 Admin 8.92 2.479 1.50 41 Shaft Sprinkle 1.122 1.36 23 R.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.79 4.Dosen 35.92 2. Kuliah 31.93 28 R.90 38 Balkon 27.183 4.92 1.606 1.92 4. Kuliah 82.23 37 Balkon 4.538 1.Ujian 25.662 1.27 6 Balkon 10.615 4.92 1.338 4.92 2. Luas Area Ruanga Nama Ruangan L0 L (kN/m2) (m2) n 6 Balkon 10.52 40 Balkon 12.50 16 HMJ 10.92 1.79 5.79 11.554 3.29 29 R.47 11 Admin 8. Kuliah 36.92 2.Dosen 52.582 1.91 3 R.79 11.185 4.92 2. Kuliah 24.185 4.Panel 3. Kuliah 52. Fakultas Teknik.25 33 Balkon 4.133 1.92 3.25 2 Selasar 338.550 1.79 5.99 20 Balkon 26.45 24 R.92 2.860 1.92 1.525 1. Kuliah 35.92 3.69 36 R.79 4.34 19 R. Kuliah 32.88 30 R.92 1.83 1.92 2.90 34 Balkon 4. Kuliah 22.73 25 R.79 4.185 4.

078 4.92 1.34 19 R.79 11. Kuliah 36.90 14 R.93 28 R.23 32 Lavatory 24.73 25 R.92 3.79 5.606 1.303 4.79 11.92 2.Dosen 35.35 39 R.92 2.17 4 R.79 4.073 3.065 4. Luas Area Ruanga Nama Ruangan L0 L (kN/m2) (m2) n 7 Transit 11.23 37 Balkon 4.800 4. Kuliah 50. Fakultas Teknik. Kuliah/R.183 4.83 1.20 31 R.92 4.75 3 Gudang 27.324 1.92 2.051 1.79 5.92 3.089 1.483 1.90 34 Balkon 4. Kuliah 52.479 1.79 11.185 4.48 5 R.52 40 Balkon 12.Dosen 53.25 33 Balkon 4.88 30 R.99 20 Balkon 26.483 1.358 1.92 1.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Universitas Gadjah Mada.25 2 Selasar 483. Kuliah 82. Kuliah 22.92 3.582 1.Dosen 52.92 3.185 4.807 4.79 5.79 5.Ujian 25.92 2.92 2.662 1.685 1.69 36 R.Dosen 52.185 4.79 4.782 1.79 4.79 5.03 9 Admin 8.90 38 Balkon 27.564 1.92 2.550 1.92 1.25 17 R.89 6 Balkon 28.615 4.538 1.46 21 Pengurus Jurusan 21. Kuliah 50.37 22 HMJ 5.50 16 HMJ 10.Panel 3.36 23 R.002 1.79 4.05 8 R.338 4.92 1.79 7.92 6.404 4. Kuliah 23.71 15 Meeting 25.92 1.92 4.45 24 R.Persiapan/Catering & Servis 38.71 27 R.49 13 Balkon 4.79 11.Transit 76.90 35 R. Kuliah 32.975 1.72 Lantai 7 1 Lavatory 24.044 4.122 1.782 1.Panel 3.99 14 .29 29 R.619 1.701 1.92 1.49 10 Admin 8.763 1.47 11 Admin 8.92 4.92 1. Yogyakarta Kelompok V No.92 2.842 4.525 1.92 3.980 1.92 1.50 `41 Shaft Sprinkle 1. Kuliah 48.28 7 R.

Ujian/Seminar 172.  Menghitung besarnya parameter Ar untuk penentuan spektrum percepatan dengan waktu getar alami T yang lebih besar dari Ts.46 11 R.79 2.Ujian/Seminar.2 detik  Waktu getar alami sudut T s untuk kelas situs SC adalah 0.Pertemuan 361.79 2.5 Ao  Waktu getar alami pendek To untuk semua jenis tanah atau kelas situs adalah 0.1 Spektrum Respons Desain Statik Ekivalen 15 .86 12 R.5detik.92 6.92 3.72 10 Balkon 17.81 14 Lavatory 12.021 1.86 cover 9 Shaft Sprinkle 1.283 4.3 Beban Gempa 2. Universitas Gadjah Mada. untuk kelas situs SD adalah 0.01 15 Gudang 5.35 13 Lavatory 14.0 detik. Yogyakarta Kelompok V No.980 1.175 1.620 4.2.1 Pembuatan Respon Spektra (Perhitungan Statik Ekivalen) Langkah-langkah pembuatan respon spektra:  Menentukan besarnya percepatan puncak muka tanah PGA dimana lokasi berada dari peta zonasi gempa.79 2. Cofee 8 173.  Menentukan besarnya koefisien situs FPGA  Menghitung besarnya PGA yang telah disesuaikan dengan pengaruh kelas situs yaitu Ao = PGAM = FPGA x PGA  Menghitung besarnya percepatan spektral: AM = PGAMmax = FPGA x PGA = 2.207 4. Stage.2.79 6.236 1. Ar = AM x Ts Spektrum Respon Percepatan (g) Waktu getar alami (detik) Gambar 2.31 2.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Luas Area Ruanga Nama Ruangan L0 L (kN/m2) (m2) n R.947 4.6 detik dan untuk kelas situs SE adalah 1.3.92 4.92 2. Fakultas Teknik.

Gempa maksimum yang dipertimbangkan risiko-tertarget (MCER).5 g (dalam perencanaan dipakai PGA = 0. Gempa maksimum yang dipertimbangkan risiko-tertarget (MCER). Yogyakarta Kelompok V Gambar 2.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. kelas situs SB memiliki nilai PGA = 0. kelas situs SB untuk lokasi Denpasar Sumber : SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Gambar 9 halaman 134 ) Berdasarkan peta gempa pada periode pendek untuk gempa maksimum yang dipertimbangkan risiko-tertarget (MCER). Gempa maksimum yang dipertimbangkan rata-rata geometrik (MCEG).3 SS.4–0. Universitas Gadjah Mada.8 – 0. kelas situs SB. kelas situs SB untuk lokasi Denpasar Sumber : SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Gambar 10 halaman 135 ) 16 .9 g (dalam perencanaan dipakai Ss = 0. Gempa maksimum yang dipertimbangkan rata-rata geometrik (MCEG). wilayah Jakarta memiliki nilai Ss = 0.2 PGA.4 g) Pada perencanaan ini akan digunakan kelas situs Tanah Lunak (SE). kelas situs SB untuk lokasi Jakarta Sumber : SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Gambar 11 halaman 136 ) Untuk wilayah Denpasar berdasarkan gambar PGA. Fakultas Teknik.4 S1.9 g) Gambar 2. Gambar 2.

4510 2.3 PGA = 0.6202 0.80 0.2 1.5 1 1.8 0.0 1.0 detik (untuk kelas situs SE)  Ar = AM x Ts = 0. Tabel 2.3969 g  AM = PGAMmax = FPGA x PGA = 2.00 0.9923 0.8269 0.3544 3.9 SF Lihat 6. 5 Spektrum Respon Desain (Perhitungan Statik Ekivalen) 2. Universitas Gadjah Mada.4 g) Untuk memperoleh nilai Ss dan S1 harus dikalikan dengan koefisien situs FPGA.36 = 0.2 Pembuatan Respon Spektra Desain (Analisis Gempa Dinamik) Perhitungan beban gempa menggunakan Respons Spektrum dan pembuatan respon spectrum berdasarkan percepatan Ss dan S 1 (SNI 1726-2012).9 0.40 0.5 x 0.00 0.2 untuk PGA = 0.0 SD 1.2 1.60 0. wilayah Jakarta memiliki nilai S1 = 0.60 1.80 1.9.0 SC 1.8 0.0 1.20 0. Sehingga diperoleh hasil hitungan sebagai berikut :  Ao = PGAM = FPGA x PGA = 0.9923 g Tabel 2.9923 1.0 1.00 0 0.0 1.3308 Gambar 2.2 1.6 1.4 PGA ≥ 0. Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 8 halaman 27) Berdasarkan tabel 2.9923 Spectral Acceleration (g) 0.40 1.60 0.00 0.4 untuk kelas situs SD diperoleh FPGA = 0.2.5 2 2.9 x 0.20 2.3816 Periode (detik) 2.9 x 1.5 1.1 1.00 0.6946 1.9923 g  To = 0.5 Perhitungan Spektrum Respon (Perhitungan Statik Ekivalen) T (detik) Sa (g) Dengan mengacu pada perhitungan statik ekivalen maka 0.2 0.0 1.3 – 0.5 3 3.5 SA 0.20 0. 17 .10 0.8 SB 1.2 detik (untuk semua jenis tanah)  TS = 1.1 PGA = 0.50 0.4961 0.441 = 0.8 0.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Fakultas Teknik.20 0.5 Ao = 2.9 CATATAN Gunakan interpolasi linier untuk mendapatkan nilai PGA antara.4 Koefisien Situs FPGA Kelas Situs PGA ≤ 0. Yogyakarta Kelompok V Berdasarkan Peta gempa pada periode 1 detik untuk gempa maksimum yang dipertimbangkan risiko-tertarget (MCER).3.4 1.2 PGA = 0.8 0.0 = 0.7088 1.1 1.5513 2.5 2. kelas situs SB.4134 0.40 0.3969 gambar spektrum respon adalah sebagai berikut: 0.4 g (dalam perencanaan dipakai S1 = 0.7 1.80 0.00 0.0 SE 2.

2. yang didapat dari Peta Wilayah gempa di Indonesia untuk SS S1 : Parameter respon spektra percepatan pada perioda 1-detik. Yogyakarta Kelompok V Gambar 2.S1) SDS : Parameter respon spektra percepatan desain. w ≥ 40%. Fakultas Teknik. (2/3. tanah yang mengikuti 6.SS) SMS : Design spectral pada short Sa : Spectral acceleration Ss : Parameter respon spektra percepatan pada perioda pendek. bergantung pada kelas lokasi dan nilai SS Fv : Parameter respon spektra percepatan untuk gempa maksimum yang ditinjau.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. 3. Kuat geser niralir ś u < 25 kPa SF (tanah khusus.yang Setiap profil lapisan tanah yang memiliki salah satu atau lebih membutuhkan dari investigasi geoteknik karakteristik berikut: spesifik dan analisis oRawan dan berpotensi gagal atau runtuh akibat beban gempa respons spesifik-situs seperti mudah likuifaksi.10.Fa. lempung sangat sensitif.1) tersementasi lemah oLempung sangat organik dan/atau gambut (ketebalan H > 3 18 . Kadar air. Universitas Gadjah Mada. bergantung pada kelas lokasi dan nilai S1 T : Periode Tabel 2.6 Klasifikasi Situs Kelas situs v́ s (m/detik) Ń atau Ń ch ś u (kPa) SA (batuan keras) >1500 N/A N/A SB (batuan) 750 sampai 1500 N/A N/A SC (tanah keras.Fv. (2/3.6 Spektrum Respon Desain (Analisis Gempa Dinamik) Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Gambar 1 halaman 23 ) Keterangan : SD1 : Parameter respon spektra percepatan desain. Indeks plastisitas. PI > 20. yang didapat dari Peta Wilayah gempa di Indonesia untuk S1 Fa : Parameter respon spektra percepatan untuk gempa maksimum yang ditinjau. sangat 350 sampai 750 >50 ≥100 padat dan batuan lunak) SD (tanah sedang) 175 sampai 350 15sampai 50 50 sampai100 < 175 <15 < 50 Atau setiap profil tanah yang mengandung lebih dari 3 m tanah dengan karateristik sebagai berikut : SE (tanah lunak) 1.

90 g diperoleh dengan interpolasi sebagai berikut: ( 0.2 S1 = 0.9 x 0. Fa untuk nilai SS = 0.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.0 SD 1.02 00 ( 1 .8 2.9 0.75 ) Fa = 1.0.7 Koefisien situs.25 SS = 0.0 1.8 0.5 1. lihat 6.2 ) ( 0.4 1.3 SD 2.5 SA 0.4 SF SSb CATATAN: (a) Untuk nilai-nilai antara S1 dapat dilakukan interpolasi linier (b) SS= Situs yang memerlukan investigasi geoteknik spesifik dan analisis respons situs spesifik.5 1.1 1.8 0.0 SE 2.8 0.10.9 x 1.8 Koefisien situs.4 S1 ≥ 0.2 2.7 1.6 1.2 1.0 1.2 1.3 S1 = 0.5 SE 3.1 S1 = 0.1 1.0 1.8 0.4 g = 0. Fa Parameter respons spektral percepatan gempa MCER terpetakan pada Kelas Situs perioda 1 detik.7 1.2 0.90 g  S1 = FPGA x 0.0 SS ≥ 1.0.9 SF SSb CATATAN: (a) Untuk nilai-nilai antara SS dapat dilakukan interpolasi linier (b) SS= Situs yang memerlukan investigasi geoteknik spesifik dan analisis respons situs-spesifik.4 2. S1 S1 ≤ 0.4 2.5m dengan Indeks Plasitisitas PI > 75) Lapisan lempung lunak/setengah teguh dengan ketebalan H > 35 m dengan ś u < 50 kPa CATATAN: N/A = tidak dapat dipakai Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 3 halaman 17 ) Berdasarkan tabel 2.4 g = 0.0 1.0 SC 1.4 1.0 1.2 1.6 1. S1 SS ≤ 0.2 untuk PGA = 0.75 ) Tabel 2. Yogyakarta Kelompok V m) oLempung berplastisitas sangat tinggi (ketebalan H >7.8 1.0 g = 0. Fv Kelas Situs Parameter respons spektral percepatan gempa MCER terpetakan pada perioda 1 detik. Sehingga dapat ditentukan besarnya SS dan S1 demikian:  SS = FPGA x 1.0 1.0 1.0 1.9.8 0. Universitas Gadjah Mada. lihat 6.75 SS = 1.6 1.36 g Perhitungan Respon Spektrum Tabel 2.8 SB 1.0 SC 1.5 3.10.0 g = 0.1.9 .4 untuk kelas situs SE diperoleh FPGA = 0.1 Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 4 halaman 22 ) Koefisien situs.0 1.1 Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 5 halaman 22 ) 19 .8 0.25 SA 0. Fakultas Teknik.8 0.2 + = 1.9 .8 0.0 1.5 SS = 0.8 SB 1.

91800  SM1 = Fv .560 x 0.61440  Ts = = = 1.43886 0. SS = 1.34133 0.20 2.020 x 0.516 kN/m2 P cos α = 0.0000 0.02 x 35 °−0. Fakultas Teknik.4=0.36 – 0.4=0.60 Spectral Acceleration (g) 1.92160 = 0.61440 0.30 1.00 2.8 ) ( 0.70 1.9 cos 35° = 0.0 2. Fv untuk nilai S1 = 0. 3 ) Hasil perhitungan sebagai berikut :  SMS = Fa .2 .31795 maka gambar spektrum respon desain adalah sebagai berikut: 0.38400 0.23631 Periode (detik) 2.3 ) F v = 2 .0 1.61200 0.2.61200 3 3 2 2  SD1 = SM1 = 0.0 0.61200 SD1 0.4 Beban Angin  Menentukan beban tekanan angin yaitu untuk bangunan jauh dari pantai asumsi tekanan angin (W) = 3 kN/m2. Sehingga: P sin α = 0.2 kN/m2.00392 S DS 0.4000 0.0000 0.25600 0.91800 = 0. S1 = 2.0400 0.0039 0.9 Perhitungan Spektrum Respon Desain (Analisis Gempa Dinamik) T (detik) Sa (g) Dengan mengacu pada perhitungan beban gempa 0.10 2.24480 menggunakan Respons Spektrum dan pembuatan respon spectrum berdasarkan percepatan Ss dan S 1 (SNI 1726-2012).61200 Spektrum Respon Desain (Analisis Gempa Dinamik) Hasil perhitungan spektrum respon desain untuk T = 0 sampai T = 3 detik adalah sebagai berikut: Tabel 2.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.20078 S DS 0.4 x 3=1.39111 0.9 kN/m2.0000 0.737 kN/m2  Menentukan angin hisap ¿ 0.40 1.4 xW =0.61440 3 3 SD 1 0.8000 0.36 = 0.2 = 0.27927 0.20480 Gambar 2.2000 0.  Menentukan koefisien angin (C) tekan.2008 0.7 Spektrum Respon Desain (Analisis Gempa Dinamik) 2.61440  T0 = 0.0 3.5 3.6000 0. Yogyakarta Kelompok V Koefisien situs.0.21943 3.4000 0.0800 0. dengan α = 35°: C=0.0000 0.3 x 3=0.5600 ( 0. 0.3  Menentukan angin tekan ¿ CxW =0.2000 0.90 = 0.5 2.30720 0.5 1.5 2.50 1.02 α −0.2 = 0.4 .51200 1.4 .8 + = 2.8000 0.9 sin 35° = 0. Universitas Gadjah Mada.6000 0.61200 0. sehingga: 20 .36 g diperoleh dengan interpolasi sebagai berikut: ( 2.92160 2 2  SDS = SMS = 0.

2 cos 35° = 0. Fakultas Teknik. dan tempat perlindungan darurat lainnya .Rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya yang memiliki fasilitas bedah danunit gawat darurat . pusat operasi dan fasilitas lainnya untuk tanggap darurat IV . 0. struktur stasiun listrik. 1.9D + 1.2 sin 35° = 0. tetapi tidak dibatasi untuk: .6L + 0.688 kN/m2 P cos α = 1.0W 7.Gedung sekolah dan fasilitas pendidikan . 1.0W + L + 0. Universitas Gadjah Mada.Bangunan-bangunan monumental .Fasilitas kesiapan darurat.2D + 1.2D + 1.2S 6. ambulans.0E 3. komunikasi.2D + 1. tangki penyimpanan bahan bakar.Pusat pembangkit energi dan fasilitas publik lainnya yang dibutuhkan pada saat keadaan darurat .1 Menentukan kategori risiko bangunan gedung dan non gedung Tabel 3. tangki air pemadam kebakaran atau struktur rumah atau struktur pendukung air atau material atau peralatan pemadam kebakaran) yang disyaratkan untuk beroperasi pada saatkeadaan darurat Gedung dan non gedung yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi struktur bangunan lain yang masuk ke dalam kategori risiko IV. Yogyakarta Kelompok V P sin α = 1.Struktur tambahan (termasuk menara telekomunikasi. angin badai.2. menara pendingin.1 Kategori risiko bangunan gedung dan non gedung untuk beban gempa (lanjutan) Kategori Jenis pemanfaatan risiko Gedung dan non gedung yang ditunjukkan sebagai fasilitas yang penting.Fasilitas pemadam kebakaran.2 Penentuan Kelas Seismic Bangunan 3.9D + 1. 1.5 3. 1.6 4.0E + L + 0.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 1 halaman 15 ) Dari tabel 3. 0. 11-12): 1. 1.5 5. masuk dalam kategori resiko = IV 21 . dan kantor polisi.Tempat perlindungan terhadap gempa bumi. termasuk. serta garasi kendaraan darurat .1 Kombinasi beban untuk metoda ultimit Komponen-elemen struktur dan elemen-elemen fondasi harus dirancang sedemikian hingga kuat rencananya sama atau melebihi pengaruh beban-beban terfaktor dengan kombinasi- kombinasi sebagai berikut (SNI 1727-2013 hal.2D + 1.1 didapatkan kategori resiko berdasarkan jenis pemanfaatan bangunan sebagai fasilitas pendidikan.983 kN/m2 3 BAB III ANALISIS PERHITUNGAN 3.4D 2.

2 Menentukan Faktor Keutamaan Gempa Tabel 3. diperoleh nilai SDS = 0.067 ≤ SD1 < 0.2.2 diperolah besarnya faktor keutamaan gempa.6144. maka didapatkan nilai kategori resiko D.167 A A 0. Tabel 3. diperoleh nilai SD1 = 0. 3.2.4 Menentukan Kategori Desain Seismic Berdasarkan SD1 Berdasarkan hasil perhitungan paremeter percepatan respons spektral pada periode 1 detik pada bab. Tabel 3. Ie untuk kategori resiko = IV adalah 1. maka didapatkan nilai kategori resiko D.6120. 3.33 ≤ SDS < 0. Ie I atau II 1. Fakultas Teknik. Yogyakarta Kelompok V 3. harus ditentukan dari persamaan berikut: T a=C t hxn Keterangan: 22 . Universitas Gadjah Mada.133 B B 0.167 ≤ SDS < 0.2 Faktor Keutamaan Gempa Kategori resiko Faktor keutamaan gempa.3 Kategori desain seismik berdasarkan parameter respons percepatan pada perioda pendek untuk Lokasi Denpasar dengan Kelas Situs SE Kategori Resiko Nilai SDS I atau II atau III IV SDS < 0.6144.5.4 diatas dengan kategori resiko = IV dan nilai S D1 = 0.612.33 B B 0.2.2.50 C C 0.50 ≤ SDS D D Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 6 halaman 24 ) Dari tabel diatas dengan kategori resiko = IV dan nilai S DS = 0.3 Menentukan Kategori Desain Seismic Berdasarkan SDS Berdasarkan hasil perhitungan paremeter percepatan respons spektral pada periode pendek pada bab. 3.0 III 1.2.5 Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 2 halaman 15 ) Dari tabel 3.167 A A 0.20 C C 0.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.25 IV 1.3 Perioda Fundamental Pendekatan Perioda fundamental pendekatan (Ta) dalam detik.4 Kategori desain seismik berdasarkan parameter respons percepatan pada perioda 1(satu) detik untuk Lokasi Denpasar dengan Kelas Situs SE Kategori Resiko Nilai SD1 I atau II atau III IV SD1 < 0.20 ≤ SD1 D D Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 7 halaman 25 ) Dari tabel 3.133 ≤ SD1 < 0.

1 1.9 Rangka baja dengan bresing eksentris 0.5 geser beton bertulang khusus Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 9 halaman 36 ) 23 .0731a 0.5 0.4 0.0466 x (36) = 1.5 pemikul momen khusus Timur-Barat Sistem ganda dengan dinding 7 2. Cd.3 1. Tabel 3. dan koefisien C t dan x ditentukan dari Tabel 15 SNI 1726-2012 hal.75 Rangka baja dengan bresing terkekang terhadap tekuk 0.2 1. 56.9  H = 36 m maka diperoleh: x 0.4  Ct = 0. g defleksi.4 0. 172352 detik Batas atas untuk perioda waktu fundamental T = Cu x Ta = 1.0488a 0.4 1.0724a 0.7 Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 14 halaman 56 ) Tabel 3.6144 maka diperoleh hasil berdasarkan tabel 14 dan tabel 15 sebagai berikut:  Cu = 1.7 Faktor R. Fakultas Teknik. 172352 = 1. Ra Ωo Cbd Utara-Selatan Rangka beton bertulang 8 3 5.5 5. di atas dasar sampai tingkat tertinggi struktur.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. 641293 detik Tabel 3.15 1.75 Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 15 halaman 56 ) Untuk kelas situs tanah SE diperoleh nilai S D1 = 0.9 T a = Ct hn = 0. Yogyakarta Kelompok V hxn adalah ketinggian struktur dalam meter.0466a 0.5 Koefisien untuk batas atas pada perioda yang dihitung Parameter percepatan respons Koefisien Cu spektral desain pada 1 detik SD1 ≥0.4 x 1. dan 0 untuk sistem penahan gaya gempa Faktor Koefisien Faktor pembesa modifikasi kuatlebih Arah Respon Sistem penahan-gaya seismik ran respons.75 Semua sistem struktur lainnya 0.0731a 0.6 ≤ 0. sistem. Universitas Gadjah Mada.8 Rangka beton pemikul momen 0.6 Nilai parameter perioda pendekatan C t dan x Tipe struktur Ct x Sistem rangka pemikul momen di mana rangka memikul 100 persen gaya gempa yang disyaratkan dan tidak dilingkupi atau dihubungkan dengan komponen yang lebih kaku dan akan mencegah rangka dari defleksi jika dikenai gaya gempa: Rangka baja pemikul momen 0.0466  x = 0.

Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta Kelompok V 24 .TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.

maka ditampilkan rasio partisipasi massa lewat tabel output SAP 2000.82414 0.000092 14 0.00013 0.231E-07 0.90397 0.4 Model Participating Mass Ratio Untuk mengetahui apakah jumlah ragam (mode) dalam analisis modal mencukupi sehingga partisipasi massa dalam menghasilkan respons total mencapai minimal 90% menurut SNI 1726-2012.22839 0. E.4 B.7.00334 0. dan F kekakuan lateralnya kurang dari 70 persen kekakuan Tabel 13 . torsi yang 7. Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 11 halaman 45 ) 3.91691 2 25 .82731 1 34 0. dan F simpangan antar lantai tingkat maksimum.2 kali simpangan 7. D.0000041 12 3.87394 6 57 0.00229 0.02712 0.19868 0. E.071E-09 0.82736 25 0. dan dihitung termasuk tak terduga.20281 0.8.12. D. di sebuah ujung struktur 7.90731 0.3 F 1a melintang terhadap sumbu lebih dari 1.8 Ketidakberaturan horisontal pada struktur Penerapan Pasal kategori Tipe dan penjelasan ketidakberaturan referensi desain seismik Ketidak beraturan torsi didefinisikan ada jika D. E.19641 13 0.2 B. 7. dan F Persyaratan ketidakberaturan torsi dalam pasal pasal Tabel 13 D.4. E.3.000064 10 0.82341 0.07755 0.2.18918 15 0. D. E.90106 3 0.00089 0. Universitas Gadjah Mada. antar lantai tingkat rata-rata di kedua ujung struktur.9 Ketidakberaturan vertikal pada struktur Penerapan Pasal kategori Tipe dan penjelasan ketidakberaturan referensi desain seismik Ketidakberaturan Kekakuan Tingkat Lunak didefinisikan ada jika terdapat suatu tingkat di mana 1a D.00073 7. dan diafragmanya kaku atau setengah kaku.82642 0.0002 0.04658 0.3 C. C. Fakultas Teknik.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.01575 0. Tabel 3.19203 0. E. D. F Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 10 halaman 45 ) Tabel 3.000045 11 0. lateral tingkat di atasnya atau kurang dari 80 persen kekakuan rata-rata tiga tingkat di atasnya. C.00015 0.1 C. dan F . Tabel 3. E.90115 4 56 0.3.82414 0.10 Participating Mass Ratio StepNu SumU SumU Period UX UY UZ m X Y Unitles Unitles Unitless Sec Unitless Unitless Unitless s s 0. Yogyakarta Kelompok V Peningkatan gaya akibat ketidakberaturan untuk kategori desain seismik D hingga F.00404 0. dan F referensi berlaku hanya untuk struktur di mana 12.

0000307 18 0. S DS C s= R I Keterangan: SDS = parameter percepatan spektrum respons desain dalam rentang perioda pendek seperti ditentukan untuk kelas situs SE diperoleh nilai SDS = 0. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Program SAP 2000.00589 0.82636 3.3 Lantai 6 12440.4620 1. Universitas Gadjah Mada. Lantai 5 11296.6120 R = faktor modifikasi respons dalam untuk Rangka beton bertulang pemikul momen khusus (Timur-Barat) diperoleh R = 7 Ie = faktor keutamaan gempa = 1.92836152 Rotasi 0. Yogyakarta Kelompok V 0.9132 0.00622 0.0970 periode struktur.00104 0.91942 0.172352374-0.518575 1.91782 4 0.336176187 Lantai 1 11863.5 3.00091 0. k berdasarkan pasal 7.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.5 Modal Frequency StepNum Period Frekuensi UX UY SumRZ Keterangan Unitless Sec (Hz) Unitless Unitless Unitless 1 0.18581 17 0.5 (Tabel 3.91959 0.04392 2 0.4750 2.1 Arah Timur-Barat (Arah x) 1.172352374 1.4670 Tabel 3.585889 1.55369 1.80606412 Translasi Arah X 0.04247 0. sehingga eksponen Lantai 7 9483.5) k = 1+ =1.2090 Ta k Lantai 3 11284.91977 2 5 Berdasarkan hasil output SAP 2000 diketahui jumlah ragam dalam analisis modal mencukupi diperoleh pada stepnum 14.00017 0.9790 ( 2-1 ) ( 1.6.11 Berat Tiap Lantai Berat Tiap Lantai Deskripsi Lantai W (kN) Diperoleh besarnya Atap 28564.0910 0. harus ditentukan sesuai dengan Persamaan 22.5690 Total 124490.71438 0.02773 0. Perhitungan koefisien respons seismik Koefisien respons seismik.18841 16 0.91887 4 0.8.00063 0.2660 SNI 2012 diperoleh dengan interpolasi.5 2 Basement 16995.5-0.6 Prosedur Gaya Lateral Ekivalen Untuk perhitungan gaya lateral ekivalen mengacu pada SNI 1726-2012 pasal 7.00027 0.8. Fakultas Teknik.08756 0.11279 3 0.18066 0.336176187 2. Ta = 1.12 Nilai k Lantai 4 11277.453150169 detik.02131 0.3430 yang terkait dengan perioda struktur. 3. diperoleh berat tiap lantai adalah sebagai berikut: Tabel 3.00092 0.5 1 Lantai 2 11286.70680719 Translasi Arah Y 0.2) 26 .72902 0. Cs .

131143 R 7 I 1. Geser Dasar Seismik Geser dasar seismik.01 C s=0.6120 ) (1.17235 detik.979 kN.01 (ok) Sehingga nilai Cs yang dipakai untuk untuk kelas situs SE arah utara selatan adalah 0.1123.044 S DS I e ≥0. V : gaya lateral desain total atau geser di dasar struktur diperoleh 13980.54626 kN 3.1123. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada.01 maka diperoleh.1123 x 124490. 2.044 ( 0.979 kN= 13980. maka diperoleh : V = Cs W = 0. hi dan hx : tinggi (m) dari dasar sampai tingkat i atau x.2. k : eksponen yang terkait dengan perioda struktur diperoleh 1.5 Cs harus tidak kurang dari C s=0.0 detik. Gaya Lateral Ekivalen Gaya lateral ekivalen dihitung menggunakan rumus: Fx = Cvx V k wx hx n Cvx = ∑ wi hki i=0 Keterangan: Cvx : faktor distribusi vertikal.6144 T = perioda fundamental struktur (detik) diperoleh Ta = 1. dalam arah yang ditetapkan harus ditentukan sesuai dengan persamaan berikut: V =C s W Keterangan: Cs = koefisien respons seismik yang diperoleh dari hasil perhitungan dipakai 0.54626 kN wi dan wx : bagian berat seismik efektif total struktur (W) yang ditempatkan atau dikenakan pada tingkat i atau x. W = berat seismik efektif menurut 7. dan berdasarkan hasil perhitungan SAP 2000 yang terlampir pada Tabel 3.6144 C s= = =0.7. Yogyakarta Kelompok V Sehingga diperoleh : S DS 0.5 Nilai Cs yang dihitung sesuai dengan Persamaan 22 tidak perlu melebihi berikut ini: SD1 C s= R T( ) I SD1 = parameter percepatan spektrum respons desain pada perioda sebesar 1.5)≥ 0.12 diperoleh W = 124490. Sehingga diperoleh : SD1 0.6120 C s= = =0.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. untuk kelas situs SE adalah 0.1123 R 7 T ( ) 1.336176187 Fx : gaya gempa lateral yang timbul di semua tingkat 27 .17235( ) I 1.040392 ≥0. V . C s=0.

Universitas Gadjah Mada. Fakultas Teknik.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Yogyakarta Kelompok V 28 .

8174 Lantai 2 11 11286.7537 1.5 Nilai Cs yang dihitung sesuai dengan Persamaan 22 tidak perlu melebihi berikut ini: SD1 C s= R T( ) I SD1 = parameter percepatan spektrum respons desain pada perioda sebesar 1.5348 13845.0097 135.7482 6281.0000 13980.8476 7989.2 Arah Utara-Selatan (Arah y) 1. S DS C s= R I Keterangan: SDS = parameter percepatan spektrum respons desain dalam rentang perioda pendek seperti ditentukan untuk kelas situs SE diperoleh nilai SDS = 0.0209 292.5811 0.4509 Lantai 3 15 11284. Universitas Gadjah Mada.4750 159739. harus ditentukan sesuai dengan Persamaan 22. Perhitungan koefisien respons seismik Koefisien respons seismik.17235 detik.2090 576556.044 S DS I e ≥0.0551 770.0888 13980.1332 1862.6144 C s= = =0.4620 277998.3430 932574. Sehingga diperoleh : SD1 0.6.0364 509.5463 Cek : Fx = 13980.5959 1017147. Fakultas Teknik.7284 9852.3665 13043.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.5463 TOTAL 124490.2640 11217.2949 0.4670 745505.4574 Basement 3 16995.2) Sehingga diperoleh : S DS 0.3242 5 Lantai 5 23 11296.654 Atap 36 28564. Yogyakarta Kelompok V Tabel 3.6615 0.8626 12273.6144 T = perioda fundamental struktur (detik) diperoleh Ta = 1.3241 0.5690 73765.0977 1365.5463 kN = V …Ok!!! 3.11475 R 8 I 1.6120 R = faktor modifikasi respons dalam untuk Rangka beton bertulang pemikul momen khusus (Utara-Selatan) diperoleh R = 8 Ie = faktor keutamaan gempa = 1.9790 7634110.1222 1707.9227 Lantai 1 7 11863.283 Lantai 6 27 12440.0755 1055.13 Gaya Lateral Gempa Arah Timur-Barat Tinggi Berat Tiap Gaya Lateral Story Shear Deskripsi bangunan Lantai k Gempa WxH Cvx Lantai Fx = Cvx x V H (m) W (kN) V(kN) (kN) 3430163.17235( ) I 1.3071 0.01 29 .5 Cs harus tidak kurang dari C s=0.7482 1 Lantai 7 31 9483. Cs .1662 0.0 detik.4811 0.1053 13552.0970 0.5882 Lantai 4 19 11277.0983 R 8 T ( ) 1.5 (Tabel 3.0910 420660.4493 6281.2660 0. untuk kelas situs SE adalah 0.6120 C s= = =0.

0978 10898.654 Atap 36 28564.8281 0.5562 0. W = berat seismik efektif menurut 7.0180 219.5977 11557.2057 Lantai 4 19 11277. Yogyakarta Kelompok V maka diperoleh.3349 0.3430 60453.2540 0.5811 0.10 diperoleh W = 124490.0910 71932.5)≥ 0.2.6847 0.979 kN.3671 Lantai 5 23 11296.0184 225.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.4620 71947.2090 71888. dalam arah yang ditetapkan harus ditentukan sesuai dengan persamaan berikut: V =C s W Keterangan: Cs = koefisien respons seismik yang diperoleh dari hasil perhitungan dipakai 0. Gaya Lateral Ekivalen Gaya lateral ekivalen dihitung menggunakan rumus: Fy = Cvy V w y hkx n Cvy = ∑ wi hki i=0 Keterangan: Cvx : faktor distribusi vertikal. 97798 kN 3. V : gaya lateral desain total atau geser di dasar struktur diperoleh 12232.4750 75625. Fakultas Teknik. V .8386 11118.1940 12232.0180 219.2660 79302. Universitas Gadjah Mada.8730 12007.044 ( 0.0983.8560 10471.5714 0.4419 0. 2.2672 Lantai 2 11 11286. Geser Dasar Seismik Geser dasar seismik.979 = 12232 . maka diperoleh : V = Cs W = 0.7.9780 t 30 .6120 ) (1.6694 Lantai 3 15 11284.0970 0.14 Gaya Lateral Gempa Arah Utara-Selatan Tinggi Berat Tiap Gaya Lateral banguna Story Shear Deskripsi Lantai Gempa n W x Hk Cvy Lantai Fy = Cvy x V H (m) W (kN) V(kN) (kN) 3430163.4638 11337.4670 72011.336176187 Fy : gaya gempa lateral yang timbul di semua tingkat Tabel 3.0983 x 124490. dan berdasarkan hasil perhitungan SAP 2000 yang terlampir pada Tabel 3. k : eksponen yang terkait dengan perioda struktur diperoleh 1.7156 10471.6438 11776.0180 219.0198 242.01 (ok) Sehingga nilai Cs yang dipakai untuk untuk kelas situs SE arah utara selatan adalah 0.7156 1 Lantai 7 31 9483.7840 Basemen 3 16995.9110 Lantai 1 7 11863.0151 184.5537 10656.01 C s=0.5690 73765.97798 kN wi dan wy : bagian berat seismik efektif total struktur (W) yang ditempatkan atau dikenakan pada tingkat i atau y.040392 ≥0.0983.0189 230. hi dan hy : tinggi (m) dari dasar sampai tingkat i atau y. C s=0.2693 Lantai 6 27 12440.0179 219.

9780 kN = V …Ok!!! 31 .TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Yogyakarta Kelompok V 124490.0000 12232.906 TOTAL 1. Universitas Gadjah Mada.9780 0 5 Cek : Fy = 12232.979 4007090.

38 11696.926 598.30 Lantai 7 8957.241 4768.085 1296.41 12430.475 2 12624.9.85 x 17913. pada perhitungan drift ratio ini menurut SNI 1726-2012 dapat dijelaskan sebagai berikut: 32 .639 6208.45 Lantai 4 9537.1 kombinasi respon untuk geser dasar ragam (Vt) lebih kecil 85% dari geser dasar yang dihitung (V) menggunakan prosedur gaya lateral V ekivalen.50 13194.85 V y = 0. maka gaya harus dikalikan dengan 0.471 = 13323.241 4768.639 5986.60 Lantai 3 9901.550 nt 1 1 2 3 9 0 10863. Yogyakarta Kelompok V 4 BAB 4 CHECKING 4.85 V x = 0.4.762 7479.807 3 5 6 0 8 17365.68 = 15226.049 0 1 9 14373.584 1060.24 10135.74 12217.42 12576.993 1327.614 584.601 386. Universitas Gadjah Mada.33 13760.42 14624.434 4881.650 6841.53 13367.1 Perhitungan skala gaya Gaya Geser Dasar Gaya Geser Yang Deskrips Gaya Perlantai Geser Dasar Seismik Geser Dasar Ragam dipakai i Vx Vy Vtx Vty Vx Vy Fx Fy Atap 8048.07 11046.152 1447.45 Lantai 6 7655.01 10758.75 15195.71 14206.89 12915.864 4881.071 8 4 1 3 0 2 Baseme 17913.78 Lantai 2 395. maka dikombinasikan menggunakan metode akar kuadrat jumlah kuadrat (SRSS). C d ❑ xe = I Dengan : Cd : faktor pembesaran defleksi xe : defleksi pada lokasi yang disyaratkan dan ditentukandengan analisis elastis.02 15226.47 10863.535 0 9 0 8 16713. I : faktor keutamaan gempa yang ditentukan Perhitungan drift ratio.101 9317.315 222.03 10531.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.971 102. Fakultas Teknik.2 Perhitungan Drift Ratio Untuk masing-masing parameter yang ditinjau.1 Perhitungan Skala Gaya Berdasarkan SNI 1726-2012 pasal 7.63 10510.54 % 4.436 1414.58 15523.02 TOTAL 2 3 Pengecekan:  Arah x (Timur – Barat) 0.68 15674.56 Lantai 1 227.62 13323.31 10288.642 8515.650 10237.629 kN Perbedaan gaya geser dasar seismik dan gaya geser dasar ragam adalah 40.60 10613.174 9389.60 10613.85 x 15674. yang dihitung untuk berbagai ragam.16 %  Arah y (Utara – Selatan) 0.23 Lantai 5 8716.707 7613.30023 kN Perbedaan gaya geser dasar seismik dan gaya geser dasar ragam adalah 25.30 104.125 8701.987 7042.326 6065.06 10730.476 4 5 7 2 1 0 17740.40 10690.47 15079.880 1036.410 2 5 9 3 15726.459 801.85 Vt Tabel 4.119 820.40 14760.

Yogyakarta Kelompok V 33 .TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Teknik.

030769231 memenuhi 0. E. Fakultas Teknik.12.010 4.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.007 0. dan F.007 0. b Untuk sistem penahan gaya gempa yang terdiri dari hanya rangka momen dalam kategori desain seismik D.030769231 memenuhi 7 0. 4 tingkat atau kurang dengan dinding 0.0041 0.025hsx 0. Persyaratan pemisahan struktur dalam7. d Struktur di mana sistem struktur dasar terdiri dari dinding geser batu bata yang didesain sebagai elemen vertikal kantilever dari dasar atau pendukung fondasinya yang dikontruksikan sedemikian agar penyaluran momen diantara dinding geser (kopel) dapat diabaikan.1 Arah Timur-Barat (Arah x) Tinggi Tiap Keterangan δex δx Δx Δa Keterangan Lantai (m) Lantai m m m m 3 Basement 0.0061 0. langit-langit dan sistem dinding e hsx hsx eksterior yang telah didesain untuk mengakomodasi simpangan antar lantai tingkat.003666667 0.03666666 4 Lantai 5 0.1.015 interior.1. partisi.030769231 memenuhi 3 0.b ∆a : 0.01 0.015 0.2. dan sistem dinding eksterior yang telah didesain untuk mengakomodasi simpangan antar lantai tingkat.010 Semua struktur lainnya hsx hsx hsx a hsx adalah tinggi tingkat di bawah tingkat x .12.0077 0.006233333 0.02236666 4 Lantai 3 0. C Tdak boleh ada batasan simpangan antar lantai untuk struktur satu tingkat dengan dinding interior.5 a .030769231 memenuhi 7 34 . 0.007 Struktur dinding geser batu bata lainnya hsx hsx hsx 0.010 0.b Tabel 4.04766666 4 Lantai 7 0.3 tidak diabaikan.5 xe : defleksi pada lokasi yang disyaratkan dan ditentukan dengan analisis elastis.0429 0.007333333 0.0009 0.030769231 memenuhi 7 0. simpangan antar lantai tingkat ijin harus sesuai dengan persyaratan 7.03006666 4 Lantai 4 0.004766667 0.000993667 0. Universitas Gadjah Mada.020 0. langit-langit.2 Simpangan antar lantai ijin ∆a Kategori Resiko Struktur I atau II III IV Struktur.008066667 0. I : 1.023076923 memenuhi 0.0033 0.0066 0.01503333 4 Lantai 2 0.010 Struktur dinding geser kantilever batu bata d hsx hsx hsx 0. selain dari struktur dinding geser batu bata. partisi.030769231 memenuhi 7 0.0117 0.030769231 memenuhi 7 4 Lantai 6 0.00696666 4 Lantai 1 0. Yogyakarta Kelompok V a .0019 0. Sumber SNI 1726:2012 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung (Tabel 16 halaman 66 ) Perhitungan drift ratio: Cd : 5.010 0.020 0.0082 0.013 0.

030769231 memenuhi 4.0044 0. bila menghitung Px.00953333 4 Lantai 2 0.0056 0.00366666 4 Lantai 1 0. Universitas Gadjah Mada.0033 0.10. Fakultas Teknik.001466667 0. gaya dan momen elemen struktur yang dihasilkan.001 0 0.022 0.10 tetapi kurang dari atau sama dengan faktor peningkatan terkait dengan pengaruh P-delta pada perpindahan dan gaya elemen struktur harus ditentukan dengan analisis rasional.006 0.5 max= ≤ 0.2 Arah Utara-Selatan (Arah y) Tinggi Tiap Keterangan δey δy Δy Δa Keterangan Lantai (m) Lantai m m m m 0.02053333 4 Lantai 6 0.  : simpangan antar lantai tingkat desain terjadi secara serentak dengan Vx (mm) Ie : faktor keutamaan gempa yang ditentukan Vx : gaya geser seismik yang bekerja antara tingkat x dan x – 1 (kN) hsx : tinggi tingkat di bawah tingkat x (mm) Cd : faktor pembesaran defleksi Koefisien stabilitas () harus tidak melebihi max yang ditentukan sebagai berikut: 0. Yogyakarta Kelompok V 4. Rasio ini diijinkan secara konservatif diambil sebesar 1. dan simpangan antar lantai tingkat yang timbul oleh pengaruh ini tidak disyaratkan untuk diperhitungkan bila koefisien stabilitas θ seperti ditentukan oleh persamaan berikut sama dengan atau kurang dari 0.030769231 memenuhi 3 4 Lantai 7 0.001 0. P x Ie θ= V x h sx Cd Keterangan : Px : beban desain vertikal total pada dan di atas tingkat x (kN). Jika koefisien stabilitas () lebih besar dari 0. diijinkan untuk mengalikan perpindahan dan gaya elemen struktur dengan 1.0/(1 – ).030769231 memenuhi 3 4 Lantai 5 0.030769231 memenuhi 0.0187 0.023076923 memenuhi 7 0.25 Cd Dimana  adalah rasio kebutuhan geser terhadap kapasitas geser untuk tingkat antara tingkat x dan x – 1.0026 0.030769231 memenuhi 3 0.0.0.002566667 0.3 Perhitungan P-Delta effect Berdasarkan SNI 1726-2012 pasal 7.030769231 memenuhi 7 0.001833333 0.002834333 0.2.0035 0. struktur berpotensi tidak stabil dan harus didesain ulang.01613333 4 Lantai 4 0.Jika  lebih besar dari max.0033 0. 35 .7 pengaruh P-delta pada geser dan momen tingkat.030769231 memenuhi 3 0.00366666 3 Basement 0.005866667 0.0051 0.01283333 4 Lantai 3 0.8.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Sebagai alternatif. faktor beban individu tidak perlu melebihi 1.

2333333 9852.862644 7.206 0.3.8385549 11118.776E-06 memenuhi 3 1.743E-06 memenuhi 3 Lantai 2 4000 230.8174 0.091 1.091 4.4574 0.466666 TOP 4000 184.091 4.460E-06 memenuhi 7 Lantai 4 4000 219.460E-06 memenuhi 7 1.6666667 13845.911 0.4637783 3.066E-05 memenuhi Lantai 4 4000 770.833333 Lantai 7 4000 242.3.7666667 7989.3 11337.091 2.947E-05 memenuhi 4.3333333 13043.6438493 11776.516E-05 memenuhi Lantai 6 4000 1365.091 4.9936667 13980.367 0.275E-06 memenuhi Lantai 5 4000 219.091 3.091 4.566666 Lantai 6 4000 219.9227 0.3665177 7. Fakultas Teknik.035E-05 memenuhi TOP 4000 1707.091 2.3 11557.6 11217.1052971 8.5882 0. Universitas Gadjah Mada.728E-07 memenuhi Lantai 2 4000 292.784 0.091 2.282E-06 memenuhi Lantai 3 4000 509.263975 6.1 Arah Timur-Barat (Arah x) Deskripsi hn Px Δx Vx θmaks θx Keterangan Lantai Lantai 1 3000 135.731E-06 memenuhi 7 36 .5977077 3.5347621 3.866666 Lantai 3 4000 219.267 0.0666667 13552.193975 12232.091 5.952E-05 memenuhi Lantai 5 4000 1055.728366 6.2 Arah Utara – Selatan (Arah y) Deskripsi hn Py Δy Vy θmaks θy Keterangan Lantai 2.553668 10656.091 6. Yogyakarta Kelompok V Perhitungan koefisien stabilitas: 4.7 12273.0978258 10898.091 0 memenuhi 5.091 8.5959 0.0888339 0.4509 0.669 0.5463 0.269 0.834333 Lantai 1 3000 225.091 5.476E-05 memenuhi Lantai 7 4000 1862.3242 0.978 0.8729977 0 12007.091 7.091 8.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.847645 4.355E-06 memenuhi 2.

67 mm Dipakai spasi tulangan = 150 mm sehingga digunakan tulangan: = Tumpuan: P 10 .1 Perhitungan Pelat Lantai Mutu beton (fc') = 25 MPa Mutu baja (fy) = 240 MPa Tebal plat = 120 mm a = 30 mm b = 7.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Penulangan Lentur (per 1 m' lebar) .2 m c = 3.Daerah tumpuan: Mux = 8.00537 ρ pakai = 0.5987756 mm2 37 .05376 ρ pakai = 0. 150 As = 523.05376 r yang dipakai = 0.00467 r maks = 0.00537 < ρmaks …OK As = 483.015 m = 11.29 ρ = 0. Fakultas Teknik. Yogyakarta Kelompok V 5 BAB 5 PERHITUNGAN STRUKTUR 5. 100 As = 785.16 Digunakan =7 P.3981634 mm2 Lapangan: P 10 .00 mm2 Diameter tulangan = 10 mm Jumlah tulangan yang diperlukan = 5. Daerah Lapangan: Muy = 6.00467 ρ max = 0. 10 Spasi tulangan = 142.35 Digunakan =6 P .004337 ρ min = 0.86 mm Dipakai spasi tulangan = 100 mm b.41 mm2 Diameter tulangan = 10 mm Jumlah tulangan yang diperlukan = 6.29 ρ max = 0.00467 < ρmaks …OK As = 420.00 plat 2 arah a.6 m Rasio = 2. 10 Spasi tulangan = 166.58 kNm Rn = 1.250 ρ min = 11. Universitas Gadjah Mada.10 kNm ρ = 1.

Yogyakarta Kelompok V 5.88 kN Geser : Vu = 442.20 kNm Aksial : Pu = 306.2 Perhitungan Balok (B1) A.99 kN B.1 x Ag x fc' Pu < 0. Universitas Gadjah Mada.½ 700 . ln ≤ 4h ln = 7200 . Check Persyaratan Elemen Struktur Balok a. Fakultas Teknik.94 kNm Mu (+) = 383. Data Perancangan Dimensi Balok : h = 600 mm b = 400 mm Dimensi kolom : hc = 700 mm bc = 700 mm Kuat desak beton : fc' = 25 Nmm Momen : Mu (-) = 532.1 x 600 x 400 x 25 307 < 600 kN (OK) b.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Pu < 0.½ 700 = 6500 mm 38 .

9 Mn = 0.85 fc' x β1 x c x bw x (d – ½ β1 x c) 39 .½ .32940E+08 = 6. Penulangan Lentur a. Fakultas Teknik.½ a = 0. bw ≥ 0. 25 = 535.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.40 .85 fc' x a x bw d .3 h bw ≥ 400 h 600 0. Yogyakarta Kelompok V 4 h = 4 x 600 = 2400 mm ln ≥ 4 h 6500 ≥ 2400 OK c.666666667 ≥ 0.66175E+08 Nmm Φ= 0. bw ≥ 250 mm dan bw ≤ bc + ¾ h bc + 3 h = 700 + ¾ 600 = 1150 mm bw ≥ 250 mm 400 ≥ 250 OK bw ≤ bc + ¾ h 400 ≤ 1150 OK C.12m.3 OK d. Universitas Gadjah Mada.50 mm 1) Mencari letak garis netral: Mn = Mu = 5. Perhitungan kebutuhan penulangan Dipakai tulangan pokok dengan: D 25 fy = 400 Nmm Tulangan sengkang dengan : Ø 12 fy = 400 Nmm Tebal selimut beton : d' = 40 mm Tinggi efektif (d) = 600 .

85 x 25 x 0.869E+06 c + 6.50 .255 > 400 sehingga digunakan nilai fs'=fy 3) Kebutuhan tulangan : As = 0. persamaan kuadrat di atas dapat diselesaikan : a = 3070.66175E+08 = 7225.0.4 x 400 x 535.2758427 x 400 = 3409.50)/fy = 749.85 x 25 x 0.613.85 x fc' x 0.204023 a2 = 205.c.0. Universitas Gadjah Mada.625 c2 .869E+06 c = 6.66175.525492 mm2 Tulangan minimum : As min1 = (1.00481 = 9.E+02 fs > fy 961.66175E+08 = 0 Dengan menggunakan Rumus ABC.108 = 0.50 .004806 fs = Es x εs = 2.4 x bw x d)/fy = (1.003 205.E+05 x 0.7959765 = 0.90 x c x bw fs = 0.66175E+08 a1 = 1054.7959765 dipakai nilai c = 205.85 x c x 400 x (535.7960 mm 2) Cek tegangan tulangan baja : εs = d .TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. εcu c = 535. Fakultas Teknik.0 c (535. Yogyakarta Kelompok V 6.7959765 .205.90 x 178.fy) x bw x d 40 .43 c) 3070.3.85 x c) 6.½ 0.50 .70 mm2 As min2 = ((fc’)^ 0.5)/4.625 b = -3.

25 x fy = 1.85 x 25)/400 x (600/(600 + 400)) x 400 x 535.400) x 535. Universitas Gadjah Mada.611 mm2 As maks2 = 0.75 x (0.991 mm2 4) Cek jarak pemasangan horizontal (dipakai jarak antar tulangan 25 mm) ( 6 x 25 ) + (( 6 . Fakultas Teknik.025 x bw x d = 0.75 x (0.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.52/(π x ¼ x 252) n = 6.0 mm2 karena As min < As < As maks maka nilai As = 3409.50 = 669.25 x 400 41 . Perhitungan kapasitas momen 1) Kapasitas momen negatif Perhitungan pada kapasitas momen didasarkan atas kuat leleh = 1.375 mm2 Tulangan maksimum : As maks1 = 0.85 x β1 x fc')/fy x (600/600+fy) x bw x d = 0.50 = 4352.85 x 0.52 mm2 dapat dipakai dan digunakan tulangan tunggal (As < As maks) Jumlah tulangan yang diperlukan : n = As/( π x ¼ x db2) n = 3409.50 = 5355.025 x 400 x 535. Yogyakarta Kelompok V = (( 25)^ 0.5 x 400)/4.0 mm < bc 379 mm < 400 mm jarak pemasangan tercukupi b.1) x 25 ) + ( 2 x 12 ) + ( 2 x 40) = 379.946 buah dipakai jumlah tulangan 8 D 25 untuk tulangan tarik As = 8 x ¼ x π x 252 = 3926.

Yogyakarta Kelompok V = 500 Mpa Fator reduksi = Ø = 0.369 mm2 d' = h .991 x 500 = 1963495. Mencari letak garis netral : As = 8 D 25 = 8 x ¼ x π x252 = 3926.50 = 164.00 = 7225 c Cs = As' x (c. selain itu tulangan tarik dianggap telah leleh sedangkan tulangan tekan belum leleh.003 x 2. Fakultas Teknik.9 Untuk contoh perhitungan ini dipakai asumsi tulangan terdiri atas tulangan tekan dan tarik.991 mm2 As ' = 5 D 25 = 5 x ¼ x π x 252 = 2454.369 x (c –165)/c x 0.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.85 x c x 400.d')/c x εc x Es = 2454.5. 535. d = 700 .-165)/ c Ts = As x fy = 3926. Universitas Gadjah Mada.E+05 = 1.408 Cc + Cs = Ts 42 . garis netral berada di antara tulangan tekan dan tarik (untuk tulangan tekan dipakai syarat minimal dua tulangan menerus = 5D25.E+06 x (c .50 mm Persamaan keseimbangan momen : C = T ð Cc + Cs = Ts Cc = 0.85 x fc' x β1 x c x bw = 0.85 x 25 x 0.

Fakultas Teknik.2039x 0.2039313 < 535.2039313 a2 = -152. Yogyakarta Kelompok V 7225 c + 1.102 Mpa fs > fy 859.556 .203)/ 220.074 N Cs = As' x (c-d')/c x εcx Es = 2454.20 x400.003 x 2. Universitas Gadjah Mada.422.422E+08 a1 = 220.408 7225 c2 + (-4.50)/ 220.2039 x 0.003 x 2.2629137 dipakai nilai c = 220.422.85 x fc'x β1 x c x bw = 0.221 Mpa Kapasitas momen Cc = 0.E+05 c.50 .E+08) = 0 Dengan menggunakan Rumus ABC.90 x 220.220.(-2.003 x 2.-2. persamaan kuadrat di atas dapat diselesaikan: a = 7225 b = -4.E+06 x (c .20--164.85 x 25 x 0.5.00 = 1684560.20.-165)/ 220.E+08/c) = 1963495.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.2039 x 0. dimana d' < c < d -165 < 220.E+05 = 859.-165)/c = 1963495.50 Asumsi garis netral berada di antara tulangan tekan dan tarik benar Check tegangan baja tulangan fs = (d – c)/c x εcu x Es = (535.20 mm.909.909E+05 c = 2.E+05 43 .102 > 500 kN asumsi tulangan tarik leleh benar fs' = (c-d')/c x εcu x Es = (220.408 7225 c + 1472621.E+05 = 1048.369 x( 220.

E+06 N Ts = As x fy = 3926.50) = 989735924.= Mc + Ms' + Ms = 204020713 + 989735924.611 mm2 dan As maks2 = 5355.369 mm2 As maks1 = 4352.E+06 x ( 220.20 ) = 204020713 Nmm Ms' = Cs x ( c -d') = 2.991 x 500 = 1963495.50 .573.000 mm2 44 .20 --164.E+06 x ( 535.074 x (220.2 Nmm Mkap . Fakultas Teknik.2 = 1812839020 Nmm 2) Kapasitas momen positif As ' = 8 D 25 = 8 x ¼ x π x 25 ^2 = 3926.963.220.20) = 619082383.573. Yogyakarta Kelompok V = 2.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.½ x β1 x c) = 1684560.90 x 220.3 + 619082383.3 Nmm Ms = Ts x (d-c) = 1. Universitas Gadjah Mada.991 mm2 As = 5 D 25 = 5 x ¼ x π x 25 ^2 = 2454.408 N Mc = Cc x (c .20 – ½ x 0.

Yogyakarta Kelompok V karena As < As maks1 dan As < As maks maka tulangan tekan (As’) tidak ikut diperhitungkan dalam perhitungan kapasitas momen positif.85 x 25 x 0.63 diperoleh nilai c = 160. Universitas Gadjah Mada.63 N Ts = As x fy = 2454.003 x2.41) 45 .4163 mm Check tegangan baja tulangan fs = (d –c)/c x εcu x Es fs = (535.90x160.41x 400.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Fakultas Teknik.41)/ 160.63 Cc = Ts 7650 c = 1227184.85 x fc' x β1 x c x bw = 0.90 x c x 400.369 x 500 = 1227184.85 x 25 x 0.4163 x0.00 = 1227184.914 > 500 kN asumsi tulangan tarik leleh benar Kapasitas momen Cc = 0.90 x 160.914 Mpa fs > fy 1402. Mencari letak garis netral (asumsi tulangan tarik leleh) : C = T dimana Cc = Ts Cc = 0.41-1/2 x 0.85 x fc' x β1 x c x bw = 0.63 x (160.00 = 7650 c Ts = As x fy = 2454.50-160.369 x 500 = 1227184.E+05 = 1402.630 N Mc = Cc x ( c – ½ x β1 x c) = 1227184.

990 366.83 kNm Mpr 2 = Mkap + = 568570186. Daerah sendi plastis 1) Gaya geser yang harus ditahan tulangan: Panjang daerah sendi plastis = 2 x h = 2 x 600 = 1200 mm Mpr 1 = Mkap .42) = 460296962.990 kN dipakai nilai Vc = 0 dan Vc = Vu = 442.= 1812839020 Nmm = 1812. 160.990 kN 46 .1 = 568570186.371 < 442.57 kNm ln = 6500 mm = 6.2 Nmm D.5 m Ve = (Mpr1 +Mpr2)ln+ (Wu xln)/2 = (1812.227. Universitas Gadjah Mada.371 > 221 kN Ve < Vu 366.1 Nmm Mkap + = Mc + Ms = 108273224.1 + 460296962.1 Nmm Ms = Ts x (d -c) = 1. Yogyakarta Kelompok V = 108273224.5 +(0x6.83902+568.371 > ½ x 442.2 Nmm = 568. Penulangan Geser a.50 .TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Fakultas Teknik.5)/2 = 366.5701862)/6.E+06 x (535.3706472 kN Ve > ½ x Vu 366.

535.546 mm Spasi maksimum : 1/4 d = ¼. Fakultas Teknik.000 OK 2) Spasi yang dibutuhkan : Dipakai tulangan sengkang diameter (Ø) 12 mm sehingga : Av = 2 x π/4 x ds ^2 = 2 x π/4 x 12 ^2 = 226. Yogyakarta Kelompok V Vs = Vu/ Ø -Vc karena Vc = 0 maka: Vs= Vu/ Ø = 442.195 x 400 x 536)/ 681.5 = 714000. Universitas Gadjah Mada. Daerah non .5230769 < 714.875 mm 8 db = 8 x 25 = 200 mm 24 ds = 24 x 12 = 288 mm 300 mm ð dipakai nilai s = 100 mm b.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.300 kN 47 .sendi plastis 1) Gaya geser yang harus ditahan tulangan : Vu sejarak 2h dari muka kolom = 143.50 = 133.000 kN Vs < 2/3 fc^ 0.5230769 kN 2/3 fc^ 0.000 N = 714.523 = 35.5 x bw x d 681.5 x bw x d = 2/3x25 ^ 0.65 = 681.990/0.195 mm2 s = (Av x fy x d)/Vs = (226.5 x 400 x 535.

000 < 267.500 kN Vc > Vu 178.5 )bw) = 1200 x 226.500 > 143.000 < 600.000 mm OK  sehingga digunakan tulangan 8 D 25 pada sisi penampang tarik  sehingga digunakan tulangan 5 D 25 pada sisi penampang tekan  digunakan tulangan pengikat (sisi samping) 2 D 12  digunakan sengkang daerah tumpuan 2 P 12 .750 mm 600 mm s < ½ d 150.5 ) x 400 = 723.100 mm  digunakan sengkang daerah lapangan 2 P 12 – 150 mm 48 .000 N = 178.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.3 kN Tidak membutuhkan penulangan geser Namun untuk pengekangan tulangan pokok maka untuk spasi penulangan dipakai ketentuan syarat spasi minimum 2) Spasi yang dibutuhkan (syarat spasi minimum) : a.5x bw x d maka : ½ d = ½ . 535.5))/6 x bw xd = (25(0.58 mm b. (3 x Av x fy)/3 =( 3 x 226. Universitas Gadjah Mada.195 x 400)/400 = 678.5))/6 x 400 x 535.750 mm OK s < 600 150. Yogyakarta Kelompok V Vc = (fc'^(0.50 = 178500. 1200/75 x (Avx fy) /( fc'^ ( 0. Fakultas Teknik.195 x 400/(75 x 25 ^ ( 0.50 = 267.823 mm dipakai nilai s = 150 mm 3) Cek syarat spasi maksimum Vs < 1/3 fc'^ 0.

820kNm Momen kapasitas (dari hitungan tulangan balok yang terpasang) : Mkap. Fakultas Teknik. Check Persyaratan Elemen Struktur Kolom b. Universitas Gadjah Mada.= 1812.4 OK 49 . Yogyakarta Kelompok V 5.8 kNm Mkap+ = 567. bc ≤ 300 mm 700 ≤ 300 OK c.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.4 bc/hc > 700/700 1 > 0. Data Perancangan Dimensi kolom : hc = 700 mm bc = 700 mm Dimensi balok : h = 600 mm b = 300 mm Momen yang terjadi (hasil analisis) : Mu = 807.3 Perhitungan Kolom (K1) A. bc/ hc > 0.1 kN Vu = 678.960 kN Kuat tekan beton : fc' = 25 Nmm B.57 kNm Aksial dan geser (hasil analisis) : Pu = 5907.

bergoyang (sway) atau tak bergoyang (non-sway) : S Pu (jumlah gaya aksial dalam 1 lantai) = 5.40 .428E+09 > 1.444 Mn kolom ≥ 1428.009.5 mm a.12 .balok) + (Mkap+ balok) 2 Mn kolom ≥ 6/5 1.222 kNm ≥ 1.8 Mn luar = 1.820/0.0.010E+09 Nmm Mn kolom > Mn luar 1. Yogyakarta Kelompok V C.907E+06 N Δo (simpangan antar tingkat) = 29.800 + 567.02978 m 50 .010E+09 tetap dipakai Mu luar 807.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.8 mm = 0.balok) + (Mkap+ balok) 2 Mn kolom ≥ 6/5 (Mkap. Penulangan Lentur Dipakai tulangan pokok dengan : Ø 25 fy = 400 Nmm Tulangan sengkang dengan : Ø 12 fy = 400 Nmm Tebal selimut beton :d' = 40 mm Tinggi efektif (d) = 700 .43E+09 Nmm Mn luar = Mu/ø Mn luar = 807.5 x 25 = 635.812.570 2 Mn kolom ≥ 2856. Fakultas Teknik. Pembesaran Momen Cek tipe kolom.820 kNm sebagai dasar perancangan tulangan kolom b.775 kNm = 1. Universitas Gadjah Mada. Menentukan momen yang akan dipakai dalam perancangan: 6 ∑ M e ≥ 5⋅∑ M g Σ Me = (Mn kolom atas) + (Mn kolom bawah) Σ Mg = (Mkap.

55 Q = 0.55/0.008 pengaruh pembesaran momen tidak perlu diperhitungkan c.790E+05 N lc (tinggi bersih kolom) = 4000 . 12 (M1/M2) 16.5 7.80) = 34.905 34 – 12 x (M1/M2) = 34 – 12 x (1.299E-02 < 0.½ x 600 . Fakultas Teknik.21 m k x lu / r = 1 x 3.029782 / 6.50 = 6672. Yogyakarta Kelompok V Vu (jumlah gaya geser dalam 1 lantai) = 6.07299 Q < 0.5 termasuk tipe kolom tidak bergoyang (non-sway) Cek pengaruh kelangsingan kolom : M1 (momen ujung terfaktor yang lebih kecil) = 1.790E+05 x 3.3 hc = 0.907E+06 x 0. Universitas Gadjah Mada.75 mm2 51 .TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.230/-1812.015 x 700 x 635.230 kNm M2 (momen ujung terfaktor yang lebih besar) = -1812.55 m r (jari-jari girasi) = 0.008 k x lu / r < 34 .8 kNm lu (tinggi bersih kolom) = 3.5% x bc x d = 1/1 x 0.55 m Q = ΣPux Δo /Vu x lc = 5.21 = 16. Penulangan yang dipasang Dipakai rasio penulangan 1.905 < 34.5 % yang disebar merata pada keempat sisi : As = As' = 1/1 x 1.½ x 300 = 3550 mm = 3.3 x 700 = 210 mm = 0.

75 / ((π x (¼) x 25 ^2 n = 14 buah Jumlah tulangan satu sisi diambil 5D25 ( As = As' = 2454.50 / 600 + 400 = 381.As x fy Pnb = 0.85 x 25 x 700 x 324.2454.505 > 400 sehingga digunakan nilai fs'=fy Pnb = 0.105 mm fs' = ((cb .85 x fc' x bc x ab + As' x fs' . Fakultas Teknik.30 = 324. Universitas Gadjah Mada.37 x 400 52 .d' / cb) = 600 x ((381.5051141 Mpa fs' > fy 498.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.1) x 50) + (2 x 12) + (2 x 40) = 429.d') / cb) x εc x Es = 600 x ((cb .137 m = 136.820 / 5907.3) = 498. Yogyakarta Kelompok V Jumlah tulangan yang diperlukan : n = As / ((π x (¼) x db ^2 n = 6672.0 mm < bc 429 mm < 700 mm jarak pemasangan tercukupi e.85 x 381.981634 mm2) d.369261mm2) Dipakai penulangan total: 16D25 ( As = As' =7853.37 x 400 .636)) / 381. Cek jarak pemasangan horizontal (dipakai jarak antar tulangan = 50 mm) (5 x 25) + ((5 .754 mm Eksentrisitas kondisi balanced : cb = 600 x d / 600 + fy = 600 x 635.105 + 2454.3 .3 mm ab = β1 x cb = 0. Eksentrisitas Eksentrisitas yang terjadi karena beban luar: eu = Mu / Pu = 807.1 = 0.(700 .

85 x 25 x 700 x 324. Cek terhadap efek biaksial kolom (menggunakan bantuan grafik) d'/h = 64. Universitas Gadjah Mada.324.821E+06 N Mnb = 0.308 kN Φ Pn = 0. Yogyakarta Kelompok V = 4.d')) + 0. Fakultas Teknik.467E+09 / 4.369261 x 400 (700/2 – 65) + 2454.65 ( Asumsi awal ) dari grafik didapatkan nilai: Pu / (Ø x bc x hc x 0.4 = 0.105/2) + 2454.092 β = 1.85 x fc' x bc x ab (hc/2 .01766 r = ρ/ β = 0.5) + (bc x hc x fc') / (((3 x hc x eu)/d2 + 1.85 x fc') 53 .4 (untuk fc' = 25 ) As total = 16D25 = 7853.369261 x 400)/((136.100 Kolom dalam kondisi aman dalam menahan beban g. Kuat nominal kolom terhadap beban aksial Pn = (As' x fy) / ((eu/(d .512 > 5907.ab/2) + As' x fs' (hc/2 .512 kN Φ Pn > Pu 6634.18 = (2454.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.981634/(700 x 636) = 0.50/700 = 0.5) + (700 x 700 x 25) / (((3 x 700 x 136.308 kN = 6634.2244 mm eu < eb 136.18) = 7.01766/1.821E+06 = 304.7541/(636 – 65)) + 0.981634 mm2 ρ =As total/(bc x d) = 7853.754 < 304 Keruntuhan tekan f.75)/636^2) + 1.467E+09 Nmm eb = Mnb / Pnb =1.105 (700/2 .805E+06 N = 7805.012610963 Dicoba nilai Ø = 0.d')+ As x fy (d – hc/2) = 0.369261x 400 (636 – 700/2) = 1.85 x 7805.

084 = 0.65 x 700 x 700 x 0.3042 x 5907.0 + [ 0.000379/0.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.0 Kolom aman terhadap efek biaksial D.85 x fc')) = 304.0 = 0.000379317 Sehingga e/hc = 0.3042 mm Mox = Moy = e x Pu = 0. Universitas Gadjah Mada.5777778 kNm Mnx/ Mox = Mny/ Moy = 897.4995]^1.0 (Mnx/ Mox)^α + (Mny/ Moy)^α = [0.4346 x 700 = 304.100 = 1797.100/(0.0009 = 0.820/0.9 = 897.100/(0.4995]^1.22 mm = 0.0009 < 0.85 x 25)) = 0.9989 < 1.65 x 700 x 700 x 0. Yogyakarta Kelompok V = 5907.4346 ex = ey = e = 0. Fakultas Teknik. Penulangan Geser 54 .084 kNm Mox = Moy = Mu/ Ø = 807.4995 α = 1.85 x 25) = 0.2 OK = (e/hc) x (Pu/(Ø x bc x hc x 0.5777778/1797.434606229 xh = 0.224/700 x (5907.

Universitas Gadjah Mada.960 9.472727 kN 55 .960/0. Yogyakarta Kelompok V a.494 < 339.494 < 678.667 mm  500 mm diambil nilai lo = 925 mm Ve = (Mpr3 + Mpr4)/H = (52.960 kN Vs = Vu/ Ø .960 kN dipakai nilai Vc = 0 dan Ve = Vu = 678. lo (diambil nilai terbesar):  bc = 700 mm  1/6 ln = 1/6 x 3550 = 591. Daerah sendi plastis 1) Gaya geser yang harus ditahan tulangan: Panjang daerah sendi plastis.55 = 1234.494 < 1/2 678.Vc karena Vc = 0.494361627 kN Ve < 1/2 Vu 9. maka: Vs = Vu/ Ø = 678. Fakultas Teknik.55 = 9.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil.48 kN Ve < Vu 9.950 + 14.460)/3.

58 mm Spasi maksimum : 1/4 bc = (1/4) 700 = 175 mm 6 db = 6 x 25 = 150 mm dipakai nilai s = 150 mm b.470 kN Tidak membutuhkan penulangan geser 56 .5)/6) x bc x d = (1 + (5.336 N = 375.03 mm2 s = (Av x fy x d)/Vs = (32572.sendi plastis 1) Gaya geser yang harus ditahan tulangan: Vu sejarak lo dari muka kolom = 306.E+03/(700 x 700))) x (25^(0.5) x 700 x 636 = 1482833.177 > 306.907.833 kN 2) Spasi yang dibutuhkan: Dipakai tulangan sengkang diameter (Ø) 12 mm rangkap satu sehingga : Av = 2 x (π/4 x ds^2) = 2 x (π/4 x 12^2) = 32572.473 = 3353. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Teknik.5) x bc x d = 2/3 (25^ 0. Yogyakarta Kelompok V 2/3 (fc'^0.333 N = 1482.5)/6) x 700 x 636 = 375177.03 x 400 x 636)/1234.47 kN Vc = (1 + Pu/Ag) x (fc'^(0.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Daerah non .177 kN Vc > Vu 375.

5 x bc) = 1200/400 x ((32572. 1200/75 x ((Av x fy)/(fc'^0.TUGAS Perencanaan Struktur Tahan Gempa Semester Genap 2015-2016 Beton Bertulang Departemen Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Yogyakarta Kelompok V Namun untuk pengekangan tulangan pokok maka untuk spasi penulangan dipakai ketentuan syarat spasi minimum 2) Spasi yang dibutuhkan (syarat spasi minimum): a.5 x 700) = 59560.033 x 400)/700 = 55837.150 mm  digunakan sengkang daerah Non sendi plastis 2 P 12 – 200 mm 57 . (3 x Av x fy)/bc = (3 x 32572.77023 mm b. Universitas Gadjah Mada.288 mm dipakai nilai s = 200 mm 3) Cek syarat spasi maksimum 6 db = 6 x 25 = 150 mm 300 mm s < 150 mm dan 200 > 150 s < 300 mm 200 < 300 OK  sehingga digunakan tulangan 16 D25 pada keseluruhan penampang  digunakan sengkang daerah sendi plastis 2 P 12 .033 x 75)/(25^0.