BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Minyak kayu putih adalah di antara product kehutanan yang sudah dikenal luas
oleh penduduk. minyak atsiri hasil destilasi atau penyulingan daun kayu putih (
melaleuca leucadendron linn) ini mempunyai bau serta manfaat yang amat khas, hingga
banyak digunakan oleh tiap-tiap orang, terlebih pada bayi. Minyak kayu putih bisa
tumbuh didaerah tandus, tahan panas serta tumbuh kembali sesudah dibakar pohonnya.
pohon kayu putih ada dengan alami di tempat Asia Tenggara, yang tumbuh di dataran
rendah atau rawa namun jarang didapati di tempat pegunungan.
Tanaman kayu putih yang tumbuh di rawa-rawa memiliki komposisi kimia yang
tidak sama dengan yang ada pada dataran rendah. komponen utama didalam minyak
kayu putih yaitu sineol yang meraih 65%. karenanya ada komponen tersebut, minyak
kayu putih bisa segera dipakai sebagai obat-obatan serta wangi-wangian. namun di luar
negeri, minyak kayu putih juga dipakai sebagai bahan baku untuk industri farmasi serta
minyak wangi. tanaman lain yang juga memiliki kandungan sineol yaitu eucalyptus,
dengan kandungan yang kebih besar yaitu lebih kurang 85%.
Dalam proses produksi minyak kayu putih, terdapat beberapa fenomena
pepindahan yang mempengaruhi prosesnya. Salah satu proses yang mempengaruhinya
yaitu perpindahan massa. Perpindahan massa tentu tidak terlepas dari proses ini. Bila
tidak ada proses ini, tentu produk berupa minyak kayu putih tidak akan terbentuk.

1.2 Tujuan
1.2.1 Memahami proses produksi minyak kayu putih secara tradisional.
1.2.2 Mengetahui cara memanipulasi proses perpindahan massa dalam produksi minyak
kayu putih.

minyak kayu putih disaring terutama dulu dengan kapas. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Proses Produksi Minyak Kayu Putih Proses produksi minyak kayu putih dibagi menjadi lima tahap yakni : 1. lantas minyak kayu putih siap untuk digunakan . penyulingan berjalan lebih kurang 20 menit. Sesudah itu daun minyak kayu putih dimasukkan di atas rak didalam ketel area perebusan serta pada basic ketel diisi air yang dibakar menggunakan tungku. disebelah ketel tersebut ada bak penampung air yang disebut di antara step penyulingan 3. Daun kayu putih dipetik terlebih dulu dari pohonnya lantas baru dikerjakan penyulingan dengan sederhana 2. Uap dari daun yang direbus didinginkan sampai jadi minyak air putih yang keluar dari pipa penyulingan dengan sendirinya. Sesudah minyak kayu putih keluar dikerjakan pengemasan. tak hanya bisa membuahkan minyak kayu putih. lantas baru dimasukkan didalam botol serta ditutup dengan rapat. 4. tetapi sebelum saat dikerjakan pengemasan. ketel ditutup rapat supaya uapnya tidak keluar. batang serta daun yang sudah dimasak dikeringkan kembali yang lantas dapat dipakai untuk pembakaran minyak kayu putih tersebut.