LAPORAN KASUS KEPANITERAAN UMUM

ILMU MATA
“Ny. A usia 22 tahun dengan keluhan benjolan pada kelopak
mata kiri disertai rasa mengganjal pada mata”

Pembimbing : dr.Sudarti, Sp.M

Disusun Oleh :
1. Bima Bayu Putra H2A013003
2. Ilma Rizki Satriani H2A013018
3. Maya Indah Triwardani H2A013038
4. Agnes Alkhurilina H2A013040

KEPANITERAAN UMUM
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
2017

1

1.2 Pembasahan dan pelicinan seluruh permukaan bola mata terjadi karena pemerataan air mata dan sekresi berbagai kelenjar sebagai akibat gerakan buka tutup kelopak mata. entropion dan blepharoptosis. serta mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan komea. Kedipan kelopak mata sekaligus menyingkirkan debu yang masuk.2 Kalazion terjadi pada semua umur. sementara pada umur yang ekstrim sangat jarang. Pada kalazion terjadi penyumbatan kelenjar Meibom dengan infeksi ringan yang mengakibatkan peradangan kronis tersebut. 2 . kasus pediatrik mungkin dapat dijumpai. Dapat membuka diri untuk memberi jalan masuk sinar kedalam bola mata yang dibutuhkan untuk penglihatan. BAB I PENDAHULUAN Palpebra atau kelopak mata mempunyai fungsi melindungi bola mata. 1. trauma sinar dan pengeringan bola mata.2 Kalazion merupakan peradangan granulomatosa kelenjar Meibom yang tersumbat.1. proses inflamasi. Untungnya.2 Kelainan yang didapat pada kelopak mata bermacam-macam. mulai dari yang jinak sampai keganasan. kebanyakan dari kelainan kelopak mata tidak mengancam jiwa atau pun mengancam penglihatan. infeksi mau pun masalah struktur seperti ektropion. Biasanya kelainan ini dimulai penyumbatan kelenjar oleh infeksi dan jaringan parut lainnya. Pengaruh hormonal terhadap sekresi sabaseous dan viskositas mungkin menjelaskan terjadinya penumpukan pada masa pubertas dan selama kehamilan. Palpebra merupakan alat menutup mata yang berguna untuk melindungi bola mata terhadap trauma.

Nn. Oleh dokter keluarga diberikan obat minum asam mefenamat.A berkunjung ke dokter keluarga. nyeri dan gatal pada mata menghilang.A hanya mengeluh merasakan gatal. Keluhan ini dirasakan semenjak 6 bulan yang lalu. BAB II PEMERIKSAAN PASIEN I.A memutuskan untuk berkunjung ke Poli Mata RS. lalu timbul benjolan kecil yang lama kelamaan menjadi besar. namun benjolan pada kelopak mata tak kunjung menghilang dan semakin membesar. saat itu Nn.30 WIB di Poli Mata RS Tugurejo Semarang Keluhan utama : Benjolan pada kelopak mata kiri disertai rasa mengganjal pada mata Riwayat Penyakit Sekarang : Nn. Sekitar 3 bulan yang lalu keluhan makin berat dengan ditambahnya mata merah dan nyeri pada mata.A merasa keluhan mata merah.A merasa adanya benjolan pada kelopak mata kiri disertai rasa mengganjal pada mata. Nn. hal ini menyebabkan Nn. ANAMNESIS Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 27 Maret 2017 pukul 10. A Usia : 22 tahun Alamat : Boja Kembang Agama : Islam Pekerjaan : Tidak bekerja Status : Belum Menikah Tanggal datang : 27 Maret 2017 II. IDENTITAS PASIEN Nama : Nn. obat minum antibiotik (pasien mengaku lupa nama obatnya) dan salep mata kloramfenikol. Tugurejo Semarang dengan keluhan adanya rasa mengganjal akibat benjolan pada 3 .

1. III. Riwayat mengucek mata saat gatal : diakui Riwayat Sosial Ekonomi Nn.A tidak mengeluhkan keluar cairan dari mata. Riwayat Penyakit Dahulu . Riwayat penggunaan kendaraan : diakui (menggunakan motor) . Pasien mempunyai kartu BPJS kelas II. Orang tua pasien bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Riwayat alergi : diakui (keluarga alergi tetrasiklin) Riwayat Pribadi . demam dan pandangan kabur. nyeri. Ibu .35 WIB di Poli Mata RSUD Tugurejo. Riwayat pemakaian softlens : diakui . Kesan ekonomi cukup. Riwayat penyakit gula : disangkal . Riwayat operasi : disangkal Riwayat Penyakit Keluarga . Riwayat tekanan darah tinggi : diakui. mata berair. Riwayat sakit mata : disangkal . Riwayat penyakit gula : disangkal . Riwayat sakit serupa : disangkal . Riwayat tekanan darah tinggi : disangkal . Pasien masih tinggal bersama orang tuanya.A adalah D3 keperawatan STIKES TLOGOREJO SEMARANG. gatal. Nn. Riwayat alergi : diakui (alergi tetrasiklin) . Kesadaran : compos mentis 4 . PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik dilakukan pada tanggal 27 Maret 2017 pukul 10. A belum menikah dan belum mempunyai pekerjaan. mata merah. Riwayat kemasukkan benda asing : disangkal . Riwayat sakit serupa : disangkal . Pendidikan terakhir Nn. kelopak mata kirinya. KeadaanUmum : Baik 2.

Suhu : 36. Nadi : 91 x/ menit .5 . BB : 42 . TB : 155 . Tekanandarah : 112/76 mmHg . jumlah 1) Pseudoptosis (-) Pseudoptosis (+) Kalor (-) Kalor (-) Benjolan Mobile (-) Benjolan Mobile (-) Oedem (-) Oedem (-) Hiperemis (-) Hiperemis (-) Nyeri tekan (-) Nyeri tekan (-) Sekret (-) Sekret (-) Ulkus (-) Ulkus (-) 5 . STATUS GENERALIS Tidak ditemukan pembesaran kelenjar preaurikuler 5. BMI : 17.6 0C .3. STATUS OFTALMOLOGIS OD OS Visus 6/6 6/6 Pergerakan bola Bebas segala arah Bebas segala arah mata Kedudukan bola Ortoforia Ortoforia mata Esofori (-) Esofori (-) Eksofori (-) Eksofori (-) Supersilia Madarosis (-) Madarosis (-) Tumbuh penuh normal Tumbuh penuh normal Silia Trikiasis (-) Trikiasis (-) Distikiasis (-) Distikiasis (-) Palpebra superior Dapat membuka dan menutup Dapat membuka dan menutup sempurna sempurna Benjolan (-) Benjolan (+. TANDA VITAL . Status gizi : Berat badan kurang 4. Respiratory rate : 20 x/menit .

Vesikel (-) Vesikel (-) Skuama (-) Skuama (-) Fisura Palpebra Normal Normal Palpebra inferior Benjolan (-) Benjolan (-) Benjolan Mobile (-) Benjolan Mobile (-) Oedem (-) Oedem (-) Nyeri tekan (-) Nyeri tekan (-) Hiperemis (-) Hiperemis (-) Spasme (-) Spasme (-) Massa (-) Massa (-) Entropion (-) Entropion (-) Ektropion (-) Ektropion (-) Konjungtiva Kista (-) Kista (+) palpebra superior Hiperemis (-) Hiperemis (+) Sekret (-) Sekret (-) Giant papil (-) Giant papil (-) Udem (-) Udem (-) Corpus alienum (-) Corpus alienum (-) Pustula (-) Pustula (-) Konjungtiva Kista (-) Kista (-) palpebra inferior Sekret (-) Sekret (-) Hiperemis (-) Hiperemis (-) Udem (-) Udem (-) Corpus alienum (-) Corpus alienum (-) Pustula (-) Pustula (-) Konjungtiva bulbi Injeksi konjungtiva (-) Injeksi konjungtiva (+) Injeksi silier (-) Injeksi silier (-) Sekret (-) Sekret (-) Corpus alienum (-) Corpus alienum (-) Perdarahan subkonjungtiva (-) Perdarahan subkonjungtiva (-) Edema (-) Edema (-) Sklera Ikterik (-) Ikterik (-) Kornea Jernih Jernih Infilrat (-) Infilrat (-) Ulkus (-) Ulkus (-) Udem (-) Udem (-) 6 .

A hanya mengeluh merasakan gatal. Sentral. Keluhan ini dirasakan semenjak 6 bulan yang lalu. lalu timbul benjolan kecil yang lama kelamaan menjadi 7 .A merasa adanya benjolan pada kelopak mata kirinya disertai rasa mengganjal pada mata. saat itu Nn. Pemeriksaan histologis 2. Neovaskularisasi (-) Neovaskularisasi (-) COA Jernih Jernih Tindal efek (-) Tindal efek (-) Kedalaman 1/4 bagian Kedalaman 1/4 bagian bayangan bayangan pada iris (normal) pada iris (normal) Iris Kripte tidak melebar Kripte tidak melebar Neovaskularisasi (-) Neovaskularisasi (-) Sinekia anterior (-) Sinekia anterior (-) Sinekia posterior (-) Sinekia posterior (-) Udem (-) Udem (-) Pupil Bulat. Reguler Bulat. RESUME : Berdasarkan anamnesis didapatkan Nn. Reguler Isokor Isokor Refleks direk/indirek (+/+) N Refleks direk/indirek (+/+) N Lensa Jernih Jernih Bentuk bikonveks Bentuk bikonveks Iris Shadow (-) Iris Shadow (-) Fundus Refleks Tidak dilakukan Tidak dilakukan Lapang pandang Normal Normal Tekanan bolamata Normal Normal digital Tes Fluorescein Tidak dilakukan Tidak dilakukan IV. Sentral. PEMERIKSAAN PENUNJANG Dapat diusulkan pemeriksaan penunjang untuk menunjang diagnosis kalazion adalah sebagai berikut 1: 1. Pemeriksaan kultur bakteri 3. Biopsi V.

Tidak didapatkan tanda-tanda radang akut.A berpergian menggunakan sepeda motor.A merasa keluhan mata merah. Terdapat kista pada konjungtiva palpebra sinistra 5. Nn. Oleh dokter keluarga diberikan obat minum asam mefenamat. besar. dan sehari-hari Nn. Sekitar 3 bulan yang lalu keluhan makin berat dengan ditambahnya mata merah dan nyeri pada mata. Riwayat sakit dahulu dan keluarga yang serupa disangkal. obat minum antibiotik (pasien mengaku lupa nama obatnya) dan salep mata kloramfenikol. VI. didapatkan konjungtiva palpebra superior sinistra terdapat kista dan hiperemis. Benjolan ini menyebabkan adanya pseudoptosis pada palpebra superior sinistra. mata merah. nyeri dan gatal pada mata menghilang. Riwayat penggunaan softlens diakui. Ketika palpebra superior sinistra dibalik. Pseudoptosis pada palpebra superior sinistra 3.A hanya mengeluhkan adanya rasa mengganjal akibat benjolan pada kelopak mata kirinya. Kini Nn.A berkunjung ke dokter keluarga. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya benjolan pada palpebra superior sinistra. namun benjolan pada kelopak mata tak kunjung menghilang. mata berair. dan tidak ditemukan adanya pembesaran kelenjar preaurikuler. Terdapat benjolan pada palpebra superior sinistra - 2. hal ini menyebabkan Nn. nyeri. Konjungtiva palpebra superior sinistra hiperemis 4. Nn. Terlihat pula injeksi konjungtiva pada konjungtiva bulbi.A tidak mengeluhkan keluar cairan dari mata. DAFTAR MASALAH No Masalah Aktif Masalah Pasif 1. demam dan pandangan kabur. gatal. Injeksi konjungtiva pada konjungtiva bulbi 8 .

2. 3. 2. jika tidak ada bukti infeksi. Kalazion 2. Injeksi steroid ke dalam kalazion untuk mengurangi inflamasi. Menjelaskan tindakan yang akan dilakukan kepada pasien dan informed consent. Menjelaskan komplikasi kalazion. Ad sanationam : dubia ad bonam. 4. Ad kosmetikam : dubia ad bonam. 4. Obat tetes mata antibiotik. Blefaritis 5. Eksisi kalazion dan eskokleasi kalazion. PROGNOSIS 1. Kista palpebra 4. Menjelaskan penyebab dan faktor resiko penyakit yang di derita pasien. 3. Menjelaskan tentang penyakit kalazion kepada pasien. Kompres air hangat 15 menit (4 kali sehari).3 Edukasi : 1. RENCANA PENGELOLAAN Diagnosis Banding : 1.VII. 3. Ad fungsionam : bonam.2 9 . VIII.1 4. Hordeolum 3. Karsinoma Kelenjar Meibom Diagnosis : OS (Oculi Sinistra) Kalazion Penatalaksanaan : 1. Ad vitam : bonam. 2.

yang menghasilkan minyak yang membentuk permukaan selaput air mata. Kalazion juga dihubungkan dengan seborrhea.2. 1. Sumbatan pada kelenjar Meibom. kasus pediatrik mungkin dapat dijumpai. Kelenjar Meibom adalah kelenjar sebasea.1. dan hordeolum. umumnya ditandai oleh pembengkakan setempat yang tidak terasa sakit dan berkembang dalam beberapa minggu. Etiologi Kalazion dapat timbul spontan yang disebabkan oleh sumbatan pada saluran kelenjar atau infeksi sekunder dari hordeolum internum. BAB III TINJAUAN PUSTAKA 1.4 4. chronic blepharitis. sementara pada umur yang ekstrim sangat jarang. Kalazion adalah radang granulomatosa kronik yang steril dan idiopatik pada kelenjar Meibom.1. dan acne rosacea. 3. Penyakit mata lainnya: blefaritis ulseratif. Patofisiologi Kalazion merupakan radang granulomatosa kelenjar Meibom. Definisi Kalazion merupakan peradangan granulomatosa kelenjar Meibom yang tersumbat. Pengaruh hormonal terhadap sekresi sabaseous dan viskositas mungkin menjelaskan terjadinya penumpukan pada masa pubertas dan selama kehamilan. 2. Pada kalazion terjadi penyumbatan kelenjar Meibom dengan infeksi ringan yang mengakibatkan peradangan kronis kelenjar tersebut. Nodul terlihat atas sel imun yang responsif terhadap steroid termasuk jaringan ikat 10 .2 2. Epidemiologi Kalazion terjadi pada semua umur.

Masa yang terbentuk dari jaringan 11 . Eversi palpebra mungkin menampakkan kelenjar meibom yang berdilatasi. membentuk jaringan granulasi dan mengakibatkan inflamasi. tidak ada nyeri tekan.2 Riwayat blefaritits. Massa yang terbentuk dari jaringan granulasi dan sel-sel radang ini membentuk kalazion. hordeolum dan penyumbatan spontan yang terjadi pada saluran kelenjar Meibom menyebabkan terjadinya sumbatan pada drainase normal kelenjar Meibom. Kadang-kadang mengakibatkan perubahan bentuk bola mata akibat tekanannya sehingga terjadi kelainan refraksi pada mata tersebut.2 Kalazion akan memberi gejala adanya benjolan pada kelopak. dan sebaliknya. 1. nodul tunggal (jarang multipel) yang agak keras berlokasi jauh di dalam palpebra atau pada tarsal. kemungkinan karena enzim dari bakteri. walaupun kalazion dapat menyebabkan hordeolum. Kelenjar preaurikuler tidak membesar. dan adanya pseudoptosis. 1. mengalami kebocoran dari jalur sekresinya memasuki jaringan di sekitarnya dan merangsang terbentuknya respon inflamasi.2 Produk-produk hasil pemecahan lipid (lemak). yang merupakan reaksi radang akut dengan leukosit PMN dan nekrosis disertai pembentukan pus. begitupun sebaliknya. Sumbatan pada drainase normal kelenjar Meibom menyebabkan terjadinya penumpukkan sekresi kelenjar Meibom.1. sel raksasa multinucleate plasma. tidak hiperemik. 1. Penumpukkan sekresi tersebut akan menimbulkan terjadinya reaksi inflamasi/peradangan pada kelenjar Meibom sehingga timbul jaringan granulasi/ jaringan ikat dan hialin dan peradangan kronis pada kelenjar Meibom yang disebut dengan kalazion. hordeolum dapat menyebabkan terbentuknya kalazion. Hal ini dapat membedakan kalazion dari hordeolum. Namun demikian.2 Kerusakan lipid yang mengakibatkan tertahannya sekresi kelenjar. Secara klinik. leukosit dan eosinofil. Proses granulomatous ini yang membedakan antara kalazion dengan hordeolum internal atau eksternal (terutama proses piogenik yang menimbulkan pustul).makrofag seperti histiosit. sepolimorfonuklear.

namun apabila kelopak dibalik akan terlihat konjungtiva berwarna merah atau ungu. Pemeriksaan kultur bakteri 3. 12 . Kelenjar preaurikuler tidak membesar. yang memungkinkan sedikit merah atau meninggi. tidak hiperemi pada kelopak mata. teraba keras dan terfiksir pada tarus.2 5. Tatalaksana 1. Pemeriksaan histologis 2. Lebih dari 50% kalazion sembuh dengan pengobatan konservatif. Kalazion dapat mengakibatkan perubahan bentuk bola mata akibat tekanannya sehingga terjadi kelainan refraksi pada mata tersebut. setelah beberapa minggu sampai bulan baru tampak gejala berupa benjolan sebesar kacang (kecil / besar) keras. Kalazion dapat sembuh atau hilang dengan sendirinya akibat diabsorpsi. melekat pada tarsus. Awalnya dapat berupa radang ringan disertai nyeri tekan yang mirip hordeolum. Biopsi 7. Penanganan konservatif kalazion adalah dengan kompres air hangat 15 menit (4 kali sehari). Kebanyakan kalazion mengarah ke permukaan konjungtiva. Dapat dibedakan dengan hordeolum.2 6.1. granulasi tersebut tampak sebagai nodul pada kelopak mata yang tidak nyeri. Pemeriksaan Penunjang Dapat diusulkan pemeriksaan penunjang untuk menunjang diagnosis kalazion adalah sebagai berikut 1: 1. pada kalazion tidak ada tanda – tanda radang akut. Proses berjalannya lambat tanpa gejala. dan adanya pseudoptosis. Namun dapat juga berupa pembengkakan setempat yang tidak terasa sakit dan berkembang dalam beberapa minggu. tidak ada nyeri tekan. 1. Gejala Klinis Kalazion akan memberikan gejala adanya benjolan pada kelopak mata.

Injeksi steroid ke dalam kalazion untuk mengurangi inflamasi.1. Jika perlu. insisi permukaan kulit secara horisontal lebih sering dilakukan daripada lewat konjungtiva untuk pembuangan seluruh jaringan yang mengalami inflamasi. Cauter atau pembuangan kelenjar meibom (yang biasa dilakukan) 5. Obat tetes mata antibiotik jika infeksi diperkirakan sebagai penyebabnya. buatlah insisi vertikal pada permukaan konjungtiva palpebra. 1. jika tidak ada bukti infeksi. Kalazion dijepit dengan klem kalazion dan kemudian klem dibalik sehingga konjungitva tarsal dan kalazion terlihat.5 13 . Eksisi kalazion dan eskokleasi kalazion unruk mengurangkan gejala. 3 Eksisi kalazion 1.5 Eskokleasi Kalazion Terlebih dahulu mata ditetes dengan anestesi topikal pentokain. 3. 4.2. Dilakukan insisi tegak lurus margo palpebra dan kemudian isi kalazion dikuret sampai bersih. Untuk kalazion yang kecil. Untuk kalazion yang besar. lakukan kuretase pada granuloma inflamasi pada kelopak mata. 3. Untuk kalazion yang menonjol ke kulit. Steroid menghentikan inflamasi dan sering menyebabkan regresi dari kalazion dalam beberapa minggu kemudian. iris granuloma untuk dibuang seluruhnya 4. Obat anestesia infiltratif disuntikkan di bawah kulit di depan kalazion. Klem kalazion dilepas dan diberi salep mata. 2.

Eskokleasi Kalazion 14 .Gambar 8.

Biopsi langsung dengan potongan beku perlu dilakukan. Kalazion yang drainasenya hanya sebagian dapat menyebabkan massa jaringan granulasi prolapsus diatas konjungtiva atau kulit. Rusaknya sistem drainase pada kalazion dapat menyebabkan trichiasis. Pada pasien tertentu.6. Komplikasi Kalazion akan memgakibatkan perubahan bentuk bola mata akibat tekanannya sehingga terjadi kelainan refraksi pada mata tersebut. dan kehilangan bulu mata.7 9. Diagnosis Banding 1. harus dipertimbangkan adanya suatu keganasan berupa karsinoma sel sebasea. Kista pada palpebra 3. Kalazion rekuren atau berulang.Kuretase 15 . Hordeolum 2. Kalazion yang rekuren atau tampat atipik perlu dibiopsi untuk menyingkirkan adanya keganasan. Suntikan kortikosteroid intralesi dapat menimbulkan hilangnya pigmentasi pada kulit.8. Prognosis Pasien yang memperoleh perawatan biasanya memperoleh hasil yang baik. Karsinoma Kelenjar Meibom 10. namun sering terjadi peradangan akut intermiten. Sedangkan insisi yang terlalu dalam dapat menyebabkan timbulnya fistula dan jaringan parut. Insisi yang kurang baik dapat menyebabkan terbentuknya tonjolan. pemberian kortikosteroid dapat menimbulkan peningkatan tekanan intra okular. Blefaritis 4. Astigmatisma dapat terjadi jika massa pada palpebra sudah mengubah kontur kornea. dan rekuren dapat terjadi pada lokasi yang sama akibat drainase yang kurang baik. Kalazion yang tidak memperoleh perawatan dapat mengering dengan sendirinya. terutama yang terjadi di tempat yang sama meskipun telah dilakukan drainase dengan baik sebelumnya. Seringkali timbul lesi baru.

Pasien yang memperoleh perawatan biasanya memperoleh hasil yang baik. Seringkali timbul lesi baru.1. dan rekuren dapat terjadi pada lokasi yang sama akibat drainase yang kurang baik. namun sering terjadi peradangan akut intermiten. Kalazion yang tidak memperoleh perawatan dapat mengering dengan sendirinya.2 16 .dan drainase yang inadekuat dapat menyebabkan berulangnya atau berkembangnya suatu granulomata.

Daniel. Santen S. Edisi Tujuh Belas. Diakses 27 maret 2017. Mailangkay. Hal 28-29. Jakarta:Balai Penerbit FKUI. Asbury. Edisi kedua. 5.2004. Hilman. Oftalmologi Umum. Mailangkay HHB.co. 4. Ikhtisar Ilmu Penyakit Mata. Taylor. Leonid SJ.uk. Diakses tanggal 27 maret 2017) 6. 2014. Paul. Ilyas S. Sidarta. Ilmu penyakit mata untuk dokter umum dan mahasiswa kedokteran. Saman. 2002.2009.Purbo. Ilmu Penyakit Mata untuk dokter umum dan mahasiswa kedokteran. Saman R. Simarmata. Available at : www. Taim.optometry. 7. 2010. Jakarta:Sagung Seto. Ilyas.Monang. Edisi Ketiga.com.emedicine.Raman. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Simarwata M. 2010. Hordeolum and Chalazion Treatment. 2. Sagung Seto. Sidarta. Chalazion. Ilmu Penyakit Mata. DAFTAR PUSTAKA 1. Taim H. Riordan-Eva. Widodo PS. 3. Vaughan. 17 . Jakarto. Jakarta:EGC. Widodo. Ilyas. www. Sidharta. Ilyas.2009.