Mekanisme Bahsa dan Bicara

Mohamad Pujiyantoro

102013399

Universitas Kristen Krida Wacana

Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510, Tlp :021-5666952

Email : Mohamad.2014fk115@civitas.ukrida.ac.id

Abstrak

Otak teridiri dari cerebrum(otak besar),cerebellum(otak kecil),brainstem(batang
otak),cerebrum sendiri terbagi atas hemisfer kiri dan kanan,hemisfer kiri yang berfungsi sebagai
pengolahan bahsa dan hemisfer kanan berfungsi sebaga pengolahan imajinasi dan
kreativitas,cerebrum sendiri tersusun atas lamina molekularis,lamina granularis eksterna,lamina
piramidalis eksterna,lamina granularis interna,lamina piramidalis interna,lamina multiformis dan
dalam mekanisme bahasa juga terdapat gangguan yang disebut afasia merupakan gangguan
dalam berbicara akibat adanya lesi di bagian hemisfer yang berfungsi untuk berbahasa

Kata kunci:

Otak,Hemisfer,Afasia

Abstract

The brain consists of the cerebrum (the cerebrum), the cerebellum (little brain),
brainstem (brainstem), cerebrum itself is divided into left and right hemispheres, the left
hemisphere that serve as the processing language support and the right hemisphere function
processing sebaga imagination and creativity, cerebrum itself is composed top lamina
molekularis, granularis lamina externa, pyramidal lamina externa, the lamina granularis
internal, internal pyramidal lamina, lamina multiforme and in the mechanism of language there
is also a disorder called aphasia is a disorder in speech due to lesion in the hemisphere that
serves to speak

Keywords:

Brain, hemispheres, Aphasia

1 . otak dibagi menjadi otak kanan (hemisfer kanan) dan otak kiri (hemisfer kiri). Keempat Lobus tersebut masing-masing adalah: Lobus Frontal. perencanaan. bahasa. Lobus Occipital dan Lobus Temporal.Pendahuluan Pada saat kita memahami suatu bahasa dan kita berbicara tidak luput dari peranan otak. memori dan kemampuan visual. Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan berpikir. Berdasarkan letaknya secara simetris. kesadaran. analisa.1 Gambar 1. Struktur Otak Otak manusia adalah struktur lunak yang dilindungi oleh cangkang berupa tengkorak.2 Cerebrum (Otak Besar) Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan nama Cerebral Cortex. Cerebrum secara terbagi menjadi 4 (empat) bagian yang disebut Lobus. Lobus Parietal.otak sendiri adalah salah satu organ penting yang berfungsi mengelola berbagai macam informasi yang akan diterjamhkan oleh otak sebagai respon akan rangsang. logika. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang mekanisme bahasan dan bicara yang dijalankan oleh otak kita agar kita dapat berbicara dan menerti berbagai bahasa pada kehidupan sehari-hari.

koordinasi otot dan gerakan tubuh. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan. memberi penilaian. mengatur proses pencernaan. kemampuan gerak. kognisi. denyut jantung. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan. berhubungan dengan rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan interpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata. mengatur suhu tubuh.  Lobus Occipital ada di bagian paling belakang. sentuhan dan rasa sakit.1 Cerebellum (Otak Kecil) Otak Kecil atau Cerebellum terletak di bagian belakang kepala. kreativitas. diantaranya: mengatur sikap atau posisi tubuh. Otak Kecil juga menyimpan dan melaksanakan serangkaian gerakan otomatis yang dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil. penyelesaian masalah.  Lobus Parietal berada di tengah.  Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan kemampuan pendengaran. pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara. gerakan mengunci pintu dan sebagainya. Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari Otak Besar. Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak. perencanaan. kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum. dekat dengan ujung leher bagian atas.1 . berhubungan dengan proses sensor perasaan seperti tekanan. mengkontrol keseimbangan. 1 Brainstem (Batang Otak) Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang. gerakan tangan saat menulis. dan merupakan sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat datangnya bahaya. kontrol perasaan.

bukan bagian belakang. Medulla mengontrol funsi otomatis otak.  Medulla oblongata adalah titik awal saraf tulang belakang dari sebelah kiri badan menuju bagian kanan badan. karena posisi anatomis tubuh adalah menghadap kedepan. mengatur gerakan tubuh dan pendengaran. seperti detak jantung. yaitu:  Mesencephalon atau Otak Tengah (disebut juga Mid Brain) adalah bagian teratas dari batang otak yang menghubungkan Otak Besar dan Otak Kecil. 1 Hemisfer Kiri dan Kanan Pembagian otak kanan dan otak kiri ini berada dalam posisi frontal (menghadap kedepan).  Pons merupakan stasiun pemancar yang mengirimkan data ke pusat otak bersama dengan formasi reticular. begitu juga sebaliknya. gerakan mata. bukan membelakangi. Otak tengah berfungsi dalam hal mengontrol respon penglihatan. Perhatikan gambar dibawah ini: Gambar 2. dan pencernaan.3 . sirkulasi darah. pernafasan. Pons yang menentukan apakah kita terjaga atau tertidur.Batang Otak terdiri dari tiga bagian. pembesaran pupil mata.

pengandalian ekspresi manusia.5 Korteks Cerebri terdiri dari lapisan yaitu :  Lamina molekularis Pada lapisan ini terdapat Piamater Sel yang terdapat dilapisan ini adalah sel neuroglia  Lamina granularis eksterna Sel yang terdapat dilapisan ini adalah sel neuroglia dan sel piramid kecil  Lamina piramidalis eksterna Sel yang terdapat dilapisan ini adalah sel piramid ukuran sedang  Lamina granularis interna .dan bila terjadi kerusakan pada area otak kanan yang terganggu adalah area kemampuan visual dan emosi. Fungsi otak kanan utamanya sebagai kreativitas dan juga emosi tetapi otak kanan juga memiliki berbagai fungsi lain seperti Komunikasi (perkembangan bahasa non verbal).4 Struktur Cerebrum secara histologi Gambar 3.4 Otak kiri memiliki fungsi yang berhubungan dengan bahasa dan juga memori jangka pendek.cara kerjanya long term memory (memory jangka panjang).otak kiri sendiri mengedalikan tubuh bagian kanan jadi apabila ada gangguan pada tubuh bagian kanan makan otak bagian kiri ini terganggu.

dan akson mempunyai cabang terminal mempunyai terminal sinaptik yang membuat persambungan dengan neuron/ sel target lain. Sel yang terdapat dilapisan ini adalah sel granular kecil. Sel ini tidak dapat menghantarkan impulas saraf namun sel ini berfungsi sebagai sel pendukung atau glia (lem).beberapa sel piramid dan beberapa sel neuroglia  Lamina piramidalis interna pada lapisan mengandung banyak sel neuroglia dan sel piramid terbesar terutama di daerah motorik korteks serebri  Lamina multiformis Merupakan lamina terdalam yang berdekatan dengan substansia alba korteks cerebri 5 Sel syaraf Struktur neuron vertebrata terediri dari badan sel .5 . akson dan dendrit. Dendrit umumnya menerima input dan menghantarkan sinyal ke badan sel. sangat penting bagi integritas struktur dan sistem saraf dan bagi fungsi normal neuron.5 Gambar 3. Jumlah glia melebihi neuron mulai dari 10 kali lipak hinga 50 kali lipat. Sel glia merupakan sel sel pendukung sel saraf.

Mekanisme berbicara Otak mula-mula menyalurkan informasi penglihatan dari korteks penglihatan ke suatu daerah spesifik (girus angularis) korteks asosiasi pariental temporal oksipital. afasia konduksi.7 . Pada afasia anomik terjadi kesulitan dalam menemukan kata dan tidak mampu menamai benda yang dihadapkan padanya.dan sentuhan. yang pada gilirannya menerjemahkan menerjemahkan pesan menjadi pola suara terprogram. Dari korteks asosiasi ini.6 Gangguan bicara Afasia merupakan kelainan yang muncul akibat kerusakan dari bagian otak yang mengurusi masalah berbahasa.demensia. Klasifikasi afasia dibagi menjadi 2 yaitu afasia lancar dan tidak lancar. Program suara ini disampaikan dari daerah broca ke daerah- daerah di korteks motorik primer untuk mengaktifkan otot-otot di wajah dan lidah yang akan menghasilkan kata-kata yang diinginkan. Keadaan ini ditandai dengan tidak adanya lagi bahasa spontan/ berkurang sekali . informasi dipindahkan ke daerah wernickle.pendengaran. afasia global. Afasia umumnya terjadi akibat dari stroke atau cedera kepala. afasia trans kortikal sensorik. Afasia global merupakan jenis afasia paling berat. Afasia konduksi terdapat gangguan berat pada repetisi/memahami bahasa terjadi akibat terputusnya hubungan area wernicke dan broca. tempat pemilihan dan perangkaian kata yang akan diucapkan dirumuskan. Pada afasia tidak lancar pembicaran pasien terbatas serta sering disertai artikulasi yang buruk. Kejadian ini terjadi karena lesi di banyak bagian hemisfer. Kelainan ini menggangu ekspresi dan pemahaman dalam hal membaca dan menulis. Afasia lancar meliputi afasia sensorik. Afasia motorik merupakan gangguan bicara yang terjadi akibat lesi di daerah broadmann 44 dan sekitarnya menyebabkan gangguan bicara. Pada afasia sensorik pemahan bahasa pasien terganggu karena terjadi lesi di bagian posterior. terjadi akibat lesi luas yang besar pada daerah bahasa. Dapat juga terjadi akibat tumor otak. suatu bagian yang berkaitan dengan integerasi input-input sensorik seperti penglihatan. dan infeksi. Afasia transkortikal ditandai dengan repetisi bahasa yang baik namun fungsi bahasa lainnya terganggu. dan afasia transkortikal motorik. afasia amnesik. Perintah bahasa ini kemudian disalurkan dari daerah wernicke ke daerah broca. Contoh afasia motorik.

Color atlas of histology. 2007.ak. gramedia 5. Atlas berwarna histologi. 2011 7.dan sulit berbicara hal ini di sebabkan afasia broca. http://linguistikupi. Evelyn P.net(diunduh tanggal 24 april 2015) 3.aktivasiotak. 6 ed. Jakarta: penerbit buku kedokteran EGC. Human physicology: from cells to systems. 2010.(26 april 2015) . Ed 4. 2. Diterjemahkan dari sherwood L.Afasia Broca adalah hilangnya kemampuan untuk memproduksi atau memahami bahasa. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem.com (diunduh tanggal 24 april 2015) 4. PT. Diterjemahkan dari Geneser F. Tambajong J. ttp://m.com. Jakarta: Gramedia.Sundara D.Syihabbudin. Yesdelita N.fbcdn. Anatomi klinis dasar. Batam: Binarupa Aksara. http://www. yang mengkhususkan diri dalam tugas-tugas pemproduksian bahasa. 6.Analisis kekeliruan bahasa pada penderita afasia brocca pasca stokre:kajian psikongilungistik. Hal ini disebabkan lesi kortikal di otak kiri. Hartini L. tepatnya di daerah broca. Satyanegara I. Pembahasan kasus pada skenario Pada kasus pada skenario 9 dikatakan bahwa pasien tersebut mengalami kesulitan bergerak pada tubuh bagian kanan. Jakarta : Penerbit Hipokrates. Moore KL. 2002. 8. Jakarta: penerbit.Ilmu bedah syaraf. anatomi dan fisiologi untuk paramedis.8 Kesimpulan Otak kiri berfungsi sebaga tempat diprosesnya mekanisme bahasa dan bicara oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa kesulitan bicara yang di alami pasien pada skenario disebabkan oleh gangguan pada hemisfer kiri Daftar Pustaka 1.