STATUS PEMERIKSAAN PASIEN

Hasil pemeriksaan pertama saat pasien dalam perawatan hari pertama di RSU UKI
(18 December 2016)

I. Identitas Pasien
No. MR : 00080221
Nama : An. H. A. M
Tanggal Lahir : 26 Desember 2015
Umur : 11 bulan 22 hari
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Jl. Cipinang Muara, Jakarta Timur

II. Anamnesis
(Dilakukan allo-anamnesis terhadap orang tua pasien, dokter yang
merawat dan data rekam medis dengan seijin orang tua)
1. Keluhan utama : BAB cair

2. Riwayat penyakit sekarang
Pasien datang dengan keluhan BAB cair sejak tadi pagi SMRS.
Keluhan dirasakan sebanyak 3 kali dalam waktu 7 jam dengan
konsistensi cair, sebanyak 1/3 aqua gelas tiap kali BAB, berbau biasa,
berwarna kuning, ampas (+), lendir (-), darah (-), tidak menyemprot.
1 hari sebelum masuk RS, pasien mengeluh muntah kurang lebih
sebanyak lebih dari 5 kali, berisi apapun (air dan makanan) yang di
makan pasien. Pasien juga mengeluh demam, yang dirasakan terus-
menerus yang belum diukur dengan thermometer oleh ibu pasien,
tetapi pasien tidak sampai menggigil. Pasien dibawa ke klinik dokter
24 jam lalu mendapatkan obat penurun panas dan suplemen (menurut
pengakuan ibu pasien), namun keluhan pasien tidak hilang atau
berkurang. Semenjak keluhan muncul, pasien menjadi lebih rewel dan
minum lebih banyak dari biasanya.

1 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang

Pada saat di RS (18 Desember 2016)
Keluhan-keluhan tersebut yang disebutkan di atas masih dikeluhkan
sehingga anak dirawat inap dengan diagnosis kerja diare akut dengan
dehidrasi ringan-sedang, dimana berdasarkan anamnesis awal
didapatkan BAB cair 2 kali/hari, disertai muntah dan demam serta
ditemukan adanya tanda-tanda dehidrasi yaitu pasien menjadi lebih
haus dari biasanya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum
tampak lemas, kesadaran komposmentis, frekuensi nadi 164 x/ menit,
pernapasan 56 x/menit, suhu 38,8oC dengan kedua mata cekung,
mukosa bibir kering, bising meningkat 8 x/menit, turgor kulit kembali
lambat, dengan pemeriksaan anus tidak tampak kemerahan.
Pasien di diagnosis dengan Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan-
Sedang, diberikan tatalaksana cairan infus (rehidrasi dengan KAEN 3A
(Tridex) 10 tetes per menit (tetesan makro) selama 24 jam. Diberikan
terapi obat:
 Sanmol (komposisi: paracetamol) 3x125 mg (IV)
 L-Bio (komposisi: rice starch, maltodextrin, Lactobacillus
acidophilus, Lactobacillus casei, Lactobacillus salivarius,
Bifidobacterium infantis, Bifidobacterium lactis, Bifidobacterium
longum, Lactobacillus lactis) 2x1 bungkus (PO)
 Zinc Pro (komposisi: Zinc sulphate monohydrate) 1x1 cth (PO)
 Rifampisin 1x2 tab (PO)
Pada perawatan hari pertama (19 Desember 2016)
Anak masih BAB cair sebanyak 6 kali selama 24 jam, konsistensi cair,
warna kuning, ampas(-/+), lendir (+), darah (-), volume 1/3 gelas aqua
tiap BAB, bau biasa. Pasien juga mengeluh muntah 5 kali berisi
apapun (air dan makanan) yang di makan pasien. Pasien juga masih
mengeluh demam. Nafsu makan masih berkurang.

3. Riwayat Penyakit Dahulu
 Pasien belum pernah mengalam keluhan seperti ini sebelumnya
 Riwayat alergi obat atau makanan disangkal
 Riawayat ganti susu formula disangkal
 Riwayat kejang disangkal

2 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang

4. Riwayat Penyakit Keluarga
Anggota keluarga dan lingkungan rumah pasien tidak ada yang sedang
mengalami keluhan yang sama dengan pasien

5. Riwayat Pribadi
 Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Pasca Lahir

Riwayat perawatan antenatal:

Pasien merupakan anak ketiga dari ibu yang berusia 30 tahun saat
haml, dengan usia kehamilan cukup bulan saat melahirkan (ibu lupa
HPHT), riwayat abortus disangkal. Ibu rajin memeriksakan kehamilan
ke klinik bidan tiap bulan sejak usia kehamilan usia 2 bulan. Riwayat
penyakit saat hamil disangkal, riwayat minum obat-obatan atau jamu
disangkal, ibu hanya meminum vitamin untuk ibu hamil yang
diberikan oleh bidan.

Riwayat persalinan:

Bayi lahir secara spontan oleh bidan dengan presentasi kepala, usia
kehamilan cukup bulan (ibu pasien lupa), ketuban pecah dini (-). Bayi
lahir langsung menangis, dengan berat badan 3.155 gram, panjang
lahir 50 cm, lingkar kepala ibu pasien tidak ingat. Riwayat biru setelah
lahir disangkal.

Riwayat pasca lahir:

Sesaat setelah lahir, pasien mendapat suntikan vitamin K dan
imunisasi Hepatitis B 0 hari. ASI ibu banyak (+), bayi langsung
menetek kuat, dan ASI diberikan secara eksklusif. Tidak ada riwayat
kuning. Bayi bergeraak aktif, menangis kuat, sesak napas (-), biru (-).

Kesan: riwayat kehamilan, persalinan dan pasca lahir pasien baik.

 Riwayat makan:
0-6 bulan : ASI eksklusif ad libitum +/- 6 kali selama 30 menit
sehari pada payudara kanan dan kiri

3 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang

Ayah pasien bekerja setiap hari. sedangkan ibu bekerja di 4 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang .Membaca/menulis :-  Status Imunisasi Vaksin Usia Pemberian Tempat vaksinasi BCG 1 bulan Puskesmas DPT/DT 2.4 bulan Puskesmas Polio 0.3.2. 6 bulan-sekarang: bubur susu + bubur saring + ASI + buah-buahan (pisang/ mangga) Pagi (08.Berdiri : 8 bulan .3. 2.00) : bubur saring 120 cc (piring kecil) + buah diserut+ ASI+ 1 biskuit Malam (18.Berjalan :- .000.00) : bubur susu (+ 200 cc) (piring kecil) + ASI ad libithum Kesan: riwayat kualitas dan kuantitas makanan pasien baik.4 bulan Puskesmas Hib 2.per bulan. tahapan makanan pasien baik sesuai dengan usia pasien  Pertumbuhan dan perkembangan Pertumbuhan gigi pertama :- Gangguan perkembangan mental: Tidak ada Psikomotor: . Penghasilan kira-kira Rp. sedangkan istri bekerja sebagai ibu rumah tangga..000.3.Berbicara : 9 bulan .  Lingkungan Pasien tinggal di rumah kontrakan bersama ibu.Tengkurap : 3 bulan .4 bulan Puskesmas Campak 9 bulan Puskesmas Hepatitis B 0.4 bulan Puskesmas Kesan: riwayat imunisasi dasar pasien lengkap sesuai dengan usia pasien berdasarkan Jadwal Imunisasi Depkes tahun 2014  Sosial Ekonomi dan Lingkungan Ayah bekerja sebagai supir taksi online.2. ayah dan 2 saudara pasien.3.Duduk : 7 bulan .00) : bubur susu 120 cc (piring kecil) + kaldu + ASI ad libithum Siang (13. Rumah pasien berada di perkampungan padat dengan penduduk.

Kepala  Bentuk : normosefali (LK=45 cm)  Ubun-Ubun : Teraba datar 5 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Pemeriksaan Fisik (Dilakukan pada tanggal 19 Desember 2016. isi cukup dan kuat angkat  Frekuensi nafas : 52 kali/ menit.2oC 4. III. perawatan hari ke-1) A. Pengukuran Antropometri . Tempat pembuangan sampah akhir pasien berada di sekitar lingkungan perumahan tersebut yang dipakai untuk bersama. Ibu pasien mengaku persiapan makanan serta alat-alat makan dan minum pasien selalu dibersihkan sebelum dipakai.Tinggi badan : 74 cm . regular.Lingkar kepala : 45 cm Penilaian antropometri berdasar kurva pertumbuhan Indikator WHO 2006 Nellhaus BB/U 0 sd 2 TB/U 0 sd 2 BB/PB 0 sd 1 BB/TB 1 sd 2 LK/U 0 SD Kesan: Gizi cukup . rumah untuk mengurus anak-anak. Tanda Utama  Frekuensi nadi : 120 kali/ menit. normocephali B. perawakan normal. Kesadaran : kompos mentis 3. Pemeriksaan Umum 1. Air yang dipakai pasien berasal dari sumber air sumur yang dipakai bersama. Keadaan Umum : Tampak sakit sedang 2. teratur. Pemeriksaan Sistem 1. adekuat  Suhu (aksila) : 39.Berat badan : 10 kg .

air mata +/+. tidak ada 6 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . pertumbuhan rambut merata. diameter 3mm/3mm. hiperemis (-) 2. Perkusi : Sulit dinilai . laterolateral>anteroposterior.Bibir : mukosa bibir kering (+) .  Rambut dan kulit kepala : warna hitam. sklera ikterik -/-. Thoraks  Dinding dada : Bentuk dada normal (normochest). tidak mudah rontok atau dicabut  Mata : konjuntiva pucat -/-. reflex cahaya +/+  Hidung : Cavum nasi lapang/lapang.Gigi :- .Lidah : tidak didapatkan oral thrush  Tenggorokan . pupil iskokor. secret -/-  Mulut . secret -/-  Telinga : Liang telinga lapang/lapang. Auskultasi : Bunyi jantung I dan II regular.Tonsil : T1-T1.Palpasi : Iktus kordis teraba di IC V garis midclavicular sinsitra .Faring : hiperemis (-) . Leher : GErakan aktif (+) 3. gallop (-)  Paru Kanan Kiri Inspeksi Simetris. mata cekung +/+. tidak ada Simetris.Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat . tidak ada yang tertinggal  Jantung . simetris. murmur (-).

KGB : teraba membesar di region colli posterior sinistra diameter 1 cm.Bebas Normal Eutrofi ++/++ -/- Bebas Normal Eutrofi ++/++ -/- k - 7 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Status Neurologis Ekstremitas Gerak Tonus Trofi Refleks Refleks Fisiologis Patologis Superior: . kenyal. Abdomen  Inspeksi : perut tampak datar  Auskultasi : bising usus 8 kali per menit meningkat  Perkusi : timpani  Palpasi : supel. Tulang Belakang : scoliosis (-). rhonki . eutrofi. akral hangat 7. deformitas -/-. hait & limpa tidak teraba membesar 5. Anogenital  Anus : eritema natum (-)  Genitalia : OUE hiperemis (-) 6. gerakan bebas. turgor kulit sedikit melambat. wheezing -. rhonki - 4. Kulit : warna kulit sawo matang. bronkovesikuler. kifosis (-) 8. Anggota Gerak : tonus otot kedua kaki baik. tidak terdapat efloresensi 9. wheezing -. yang tertinggal yang tertinggal Palpasi Stem fremitus Stem fremitus simetris simetris Perkusi Sonor Sonor Auskultasi BND BND bronkovesikuler. lordosis (-). 10. mobile.

0-47.c Virus VI.Bebas Normal Eutrofi ++/++ -/- Bebas Normal Eutrofi ++/++ -/- k - k Klonus kaki (-).000 150.3 3. Diagnosis Kerja Diare Akut dengan Dehidrasi Ringan Sedang e.800 Trombosit (/uL) 238.000-450.0 Hematokrit (%) 36.4 Leukosit (/uL) 6.400 5. Rencana Penatalaksanaan  Rawat Inap  Diet: lunak = RDAx BBI = 110 kkal/KgBB x 9. klonus lutut (-) Rangsang meningeal: kaku kuduk (-) Nervi cranialis : kesan tidak terdapat kelainan IV. Pemeriksaan Laboratorium Darah 18/12/2016 Nilai Rujukan Hb (g/dL) 12 12.045 kkal 8 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . k Inferior: .0-16.5 = 1.000-10.5 Klorida (mmol/L) 106 98-109 V.5-5.5 37.000 18/12/2016 Nilai Rujukan Natrium (mmol/L) 140 135-145 Kalium (mmol/L) 4.

Parasetamol : 10-15 mg/kgBBx10 kg = 100 mg-150 mg= 3 x 120 mg (parasetamol sirup 1 sdt) selagi demam Edukasi:  makanan bergizi tetap diteruskan (tinggi serat) minimal 6 kali sehari dan berikan makanan tambahan selama 2 minggu  ASI dilanjutkan  Penggunaan air bersih * Apabila pasien tidak dapat minum baru dianjurkan untuk rawat inap dan berikan 70 ml/kG BB cairan RL BAB II 9 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang .Oralit : 75 ml/kgBB = 75 x 10 kg= 750 cc (1-2sdt per menit) terutama 3 jam pertama Jika muntah tunggu 10 menit dan berikan lebih lambat . Kebutuhan cairan = 1000 cc = infus KAEN 3B 500 cc = 10 tpm MM / .Zinc tab : 20 mg = 1 x 20 mg diberikan selama 10 hari .

Hasil tersebut juga menyatakan angka kejadian diare lebih tinggi dari penyebab kematian lainnya yaitu pneumonia. Diare dapat juga menyebabkan kematian dan kesakitan tertinggi pada anak. TINJAUAN PUSTAKA A. namun keadaan ini tidak dapat disebut sebagai diare. Pada anak- anak yang mengalami buang air besar kurang dari 3 kali per hari. Pada bayi yang minum ASI eksklusif definisi diare yaitu meningkatnya frekuensi buang air besar atau konsistensinya menjadi cair yang menurut ibunya abnormal. terutama usia di bawah 5 tahun. menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 diperoleh bahwa diare masih menjadi penyebab kematian bayi terbanyak yaitu 42% dan pada anak usia 1-4 tahun sebanyak 25.1 Pada bayi yang minum ASI sering dapat mengalami frekuensi buang air besar lebih dari 3-4 kali per hari.1 B. Keadaan ini disebut intoleransi laktosa sebagai akibat dari belum sempurnanya pekembangan saluran cerna dan masih bersifat fisiologis. Di Indonesia.1 C. DEFINISI1 Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau anak lebih dari 3 kali perhari. FAKTOR RISIKO1 10 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . tetapi konsistensinya cair keadaan itu sudah dapat disebut diare. EPIDEMIOLOGI1 Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama di negara berkembang termasuk di Indonesia. Terdapat sebanyak 6 juta anak meninggal setiap tahun karena diare di dunia dan sebagian besar terjadi di negara berkembang. disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu.2%.

penyediaan air bersih tidak memadai. Cara penularan diare umumnya melalui faecal-oral yaitu melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh enteropatogen. tidak menjaga kebersihan. imunodefisiensi. berkurangnya keasaman lambung. yaitu: tidak memberikan ASI secara penuh untuk 4-6 bulan pertama kehidupan bayi. menurunnya motilitas usus.1 Faktor risiko yang dapat meningkatkan penularan enteropatogen antara lain. kontak langsung tangan dengan penderita atau barang-barang yang telah tercemar tinja penderita atau tidak langsung melalui lalat. Infeksi Asimtomatik Sebagian besar infeksi usus bersifat asimtomatik dan proporsi asimtomatik meningkat setelah umur 2 tahun dikarenakan pembentukan imunitas aktif. serta adanya faktor genetik. field. Selain faktor-faktor tersebut. bakteri atau kista protozoa. pencemaran air oleh tinja. kurangnya sarana kebersihan (MCK). tinja penderita dapat mengandung virus. Keadaan ini menggambarkan adanya efek penurunan kadar antibodi ibu. pengenalan makanan yang mungkin terkontaminasi bakteri dan kontak langsung dengan tinja manusia atau binatang pada saat bayi mulai merangkak. menderita campak dalam 4 minggu terakhir. cara penyapihan tidak baik dan kurangnya menjaga higienitas.1 Terdapat 4 faktor risiko yang mendasari terjadinya diare. Cara penularan tersebut biasa dikenal dengan 4F yaitu finger. kurangnya kekebalan aktif bayi. Musim 11 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . terdapat beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan kecenderungan untuk mengalami diare yaitu gizi buruk. flies. 3. yaitu:1 1. Keadaan ini berperan penting dalam penyebaran enteropatogen terutama bila penderita tidak menyadari adanya infeksi. Umur Sebagian besar kejadian diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan dan insiden tertinggi terjadi pada kelompok umur 6-11 bulan pada saat diberikan makanan pendamping ASI. Pada infeksi asimtomatik yang dapat berlangsung beberapa hari atau minggu. 2. dan berpindah- pindah dari satu tempat ke tempat lain. fluid.

Asia.1 Yang dapat menimbulkan diare non-inflamatorik adalah enteropatogen melalui produksi enterotoksin oleh bakteri. dikenal Vibrio cholera 0139 yang menyebabkan epidemi di Asia dan lebih dari 11 negara mengalami wabah. bakteri. Pola musim pada kejadian diare bervariasi menurut letak geografis. Sampai pada tahun akhir 1992. perlekatan oleh parasit. 4. D. Di daerah sub tropis. dan parasit. diare yang disebakan oleh rotavirus dapat terjadi di sepanjang tahun dengan peningkatan sepanjang musim kemarau. Timur Tengah dan di beberapa daerah di Amerika Utara dan Eropa sejak tahun 1961. Sebaliknya diare inflamatorik biasanya disebabkan oleh bakteri yang menginvasi usus secara langsung atau memproduksi sitotoksin. perlekatan dan atau translokasi dari bakteri. Shigella dysentriae tipe 1 menjadi penyebab wabah yang besar di Amerika Tengah dan terakhir di Afrika Tengah dan Asia Selatan. sedangkan diare karena bakteri biasanya meningkat pada musim hujan. Di daerah tropis termasuk Indonesia. Epidemi dan Pandemi Terdapat kuman Vibrio cholera 0. cholera 0. Amerika Latin.1 biotipe Eltor telah menyebar ke negara-negara di Afrika.1 dan Shigella dysentriae 1 dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Kejadian ini yang mengakibatkan tingginya angka kesakitan dan kematian pada semua golongan usia. destruksi sel permukaan vili oleh virus. diare karena bakteri lebih sering terjadi pada musim panas sedangkan diare karena virus terutama rotavirus puncaknya terjadi pada musim dingin. Tipe dasar dari diare akut oleh karena infeksi adalah non- inflammatory dan inflammatory. ETIOLOGI1 Penyebab infeksi utama timbulnya diare umumnya adaah golongan virus.1 12 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Pada waktu yang sama. Penyebab penyakit kolera yang disebabkan kuman V.

Gambar 1. Virus akan menginfeksi lapisan epitelium di usus halus dan menyerang vilus di usus halus. Shigella.1 Dapat disimpulkan infeksi diare akibat virus yang merusak villi-villi usus akan menyebabkan: (1) ketidakseimbangan rasio penyerapan cairan usus terhadap sekresi. Selanjutnya. (2) malabsorpsi karbohidrat kompleks. terutama laktosa.1 Patogenesis diare yang disebabkan oleh virus yaitu virus yang secara selektif menginfeksi dan menghancurkan sel-sel ujung villi pada usus halus. Hal ini menyebabkan fungsi absorpsi terganggu. berbentuk kuboid yang belum matang sehingga belum baik.1 13 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Campylobacter jejuni dan Cryptosporidium. cairan dan makanan yang tidak terserap terdorong keluar usus melalui anus dan menimbulkan diare osmotik dari penyerapan air dan nutrien yang tidak sempurna. Escherichia coli enterotoksigenik. Etiologi diare akibat infeksi2 Di negara berkembang kuman patogen penyebab penting diare akut pada anak yaitu Rotavirus. Sel-sel epitel usus halus yang rusak diganti oleh enterosit yang baru. Villus akan mengalami atrofi dan tidak dapat mengabsorpsi cairan dan makanan dengan baik.

Berbeda dengan bakteri.1 Selain penyebab infeksi. Lain-lain o Infeksi non gastrointestinal o Alergi susu sapi o Penyakit Crohn o Defisiensi imun o Colitis ulserosa o Gangguan motilitas usus 14 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Perbedaan diare akibat infeksi virus dan bakteri adalah pada bakteri terjadi invasi sel bakteri menembus mukosa usus halus sehingga dapat menimbulkan reaksi sistemik. diare dapat disebabkan oleh non-infeksi antara lain:1 . Kesulitan makan . Endokrinopati o Thyrotoksikosis o Penyakit Addison o Sindroma Andrenogenital . Defek anatomis o Malrotasi o Penyakit Hirchsprung o Short Bowel Syndrome o Atrofi mikrovilli o Stricture . dan Ca dependen. Keracunan makanan o Logam berat o Mushrooms . diare akibat bakteri terjadi melalui salah satu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transpor ion dalam sel-sel usus cAMP. cGMP. Malabsorpsi o Defisiensi disakarida o Malabsorpsi glukosa-galaktosa o Cystic fibrosis o Cholestosis o Penyakit Celiac . Neoplasma o Neuroblastoma o Phaeochromocytoma o Sindroma Zollinger-Ellison .

yaitu:1 1. Menurut etiologi 2.1 Penurunan fungsi absorpsi dapat disebabkan oleh berbagai sebab seperti:1 15 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Lamanya diare a. Menurut mekanisme gangguan a. Diare kronik yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan etiologi non- infeksi c. Diare dapat diklasifikasikan menjadi beberapa pembagian. Diare akut yang berlangsung kurang dari 14 hari b. Gangguan sekresi 3. Diare persisten yang berlangsung lebih dari 14 hari dengan etiologi infeksi Kejadian diare secara umum terdiri dari satu atau beberapa mekanisme yang dikenali dengan: 1 1. diare dapat dibedakan menjadi 2 hal yaitu gangguan pada proses absorbsi atau sekresi. Apabila fungsi usus halus normal. diare dapat terjadi akibat absorpsi di kolon menurun atau sekresi di kolon yang meningkat. o Pellagra E. Absorpsi b. PATOFISIOLOGI Secara umum. Diare osmotik juga dapat terjadi akibat kelainan di usus halus yang menyebabkan absorpsi menurun atau sekresi yang bertambah. Gangguan absorpsi atau diare osmotik Diare akibat gangguan absorpsi terjadi akibat perbedaan volume cairan yang berada di kolon lebih besar dari kapasitas absorpsi.

Kerusakan sel dapat disebabkan virus atau kuman seperti Salmonella. protein peptida. laktosa. Mengkonsumsi magnesium hidroksida b. karbohidrat. giardiasis. Gambaran karakteristik penyakit yang menyebabkan malabsorpsi usus halus adalah atrofi villi. tepung. dan Enteroadheren E. Natrium akan masuk mengikuti ke dalam lumen usus. Malabsorpsi Umum Keadaan seperti short bowel syndrome. asam amino dan monosakarida mempunyai peran pada gerakan osmotik pada lumen usus.1 2. Gangguan atau kegagalan eksresi pankreas menyebabkan kegagalan pemecahan kompleks protein. tetapi yang lainnya akan tetap tinggal di lumen usus oleh karena bahan yang tidak dapat diserap seperti magnesium. menyebabkan bahan intraluminal pada usus halus bagian proksimal tersebut bersifat hipertonis dan menyebabkan hiperosmolaritas. Adanya bahan yang tidak diserap. Sebagian kecil cairan tersebut akan diabsorpsikan kembali. karbohidrat. sehingga akan terkumpul cairan intraluminal dengan kadar Na yang normal. 16 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . sukrosa. dan triglierida diakibatkan insufisiensi eksokrin pankreas menyebabkan malabsorpsi yang signifikan dan menyebakan diare osmotik. atau Campylobacter. maltosa di segmen ileum dan melebihi kemampuan absorpsi kolon sehingga terjadi diare.1 Maldigesti protein lengkap. air banyak mengalir ke arah lumen jejunum yang menyebabkan berkumpulnya air di lumen usus. glukosa. Coli) menyebabkan malabsorpsi nutrien dengan mengubah faal membran brush border tanpa merusak susunan anatomi mukosa. Shigella. celiac.a. Akibat perbedaan tekanan osmosis antara lumen usus dan darah menyebabkan pada segmen jejunum yang lebih permeabel. adanya laktase defisien pada anak yang lebih besar c. mikroorganisme tertentu (bakteri tumbuh lampau. Defisiensi sukrase-isomaltase.

di kripta. dan keluarnya Cl. perubahan saluran ion. Gangguan Sekresi atau Diare Sekretorik a. Pemberian makan/minum yang tinggi karbohidrat setelah mengalami diare dapat menyebabkan kekambuhan diare. malabsorpsi dan akhirnya menyebabkan diare osmotik. maldigesti. trigliserida yang selanjutnya menyebabkan maldigesti. Steatorrhe berbeda dengan malabsorpsi protein dan karbohidrat dengan asam lemak rantai panjang intraluminal.sehingga diare tersebut disebabkan malabsorpsi karbohidrat.1 Gangguan atau kegaglan ekskresi pankreas menyebabkan kegagalan pemecahan kompleks protein. Di sisi lain terjadi peningkatan pompa natrium dimana natrium masuk ke dalm lumen bersama Cl-.1 b. malabsorpsi dan akhirnya menyebabkan diare osmotik. Hiperplasi kripta Teori adanya hiperplasi krpta akibat penyakit apapun dapat menyebabkan sekresi intestinal dan diare disertai adanya atrofi villi. Mendapat cairan hipertonis dalam jumlah besar dan cepat.1 Bahan laksatif dapat menyebabkan efek yang bervariasi pada aktivitas NaK-ATPase diantaranya memacu peningkatan kadar cAMP 17 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Luminal Secretagogues Terdapat 2 bahan yang menstimulasi sekresi lumen yaitu enterotoksin bakteri dan bahan kimia yang dapat menstimulasi seperti laksansia.1 3.1 Toksin penyebab diare ini bekerja meningkatkan konsentrasi intrasel cAMP. garam empedu berbentuk dihydroxy. karbohidrat. cGMP atau Ca2+ yang selanjutnya akan mengaktifkan protein kinase. menyebabkan kekambuhan diare. tidak hanya menyebabkan diare osmotik tetapi juga menyebabkan pacuan Cl. serta asam lemak rantai panjang.trigliserida.

diare sekretorik berat disebabkan oleh neoplasma pankreas. Adanya kehilangan sel epitel dan kerusakan tight junction.1 c. maka tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah dan limfatik menyebabkan air. elektrolit. intraseluler. polipeptida pankreas. diare sekretorik jarang ditemukan. mukus. Penurunan motilitas dapat mengakibatkan bakteri tumbuh lampau yang menyebabkan diare. hormon sekretorik lainnya (sindrom Wattery Diarrhea Hypokalemia Achlohydria (WDHA). Coli atau Cholera. Di negara maju. neuroblastoma. Efek infeksi bakterial pada tight junction akan 18 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . umumnya disebabkan enterotoksin E.1 4.1 Bakteri akan masuk dan mempengaruhi struktur dan fungsi tight junction. protein dan dapat disertai sel darah merah dan sel darah putih yang menumpuk pada lumen. Pada orang dewasa. Biasanya diare inflamasi berhubungan dengan tipe lain seperti diare osmotik dan diare sekretorik. menginduksi sekresi cairan dan elektrolit serta mengaktifkn kaskade inflamasi. permeabilitas intestinal meningkat dan sebagian menyebabkan kerusakan sel mukosa. Diare Inflamasi Proses inflamasi di usus halus dan kolon menyebabkan diare pada beberapa keadaan.1 5. Kegagalan motilitas usus yang berat menyebabkan stasis intestinal yang berakibat inflamasi. Gangguan Peristaltik Perubahan motilitas mempunyai pengaruh terhadap absorpsi baik peningkatan atau penurunan motilitas dapat menyebabkan diare. dekonjugasi garam empedu dan malabsorpsi. Blood-Borne Secretagogues Diare sekretorik pada anak-anak di negara berkembang. Perlambatan transit obat-obatan atau nutrisi akan meningkatkan absorpsi. apabila ada kemugkinan disebabkan obat atau tumor seperti ganglioneuroma.

klorida. MAF. terjadi kompleks antigen-antibodi dalam jaringan atau pembuluh darah yang mengaktifkan komplemen. SRA-A dan prostaglandin.1 Pada reaksi tipe I. dan kematian bila tidak diobati dengan tepat. ECF-A. Manifestasi sistemik bervariasi tergantung pada penyebabnya. PAF. kehilangan akibat panas. III. MANIFESTASI KLINIS1 Infeksi usus menimbulkan tanda dan gejala gastrointestinal serta gejala lainnya termasuk komplikasi ekstra-intestinal dan manifestasi neurologik. Terjadi berbagai pelepasan sitokin seperti MIF. dan IV. Keadaan dehidrasi merupakan tanda bahaya dari diare karena dapat menyebabkan hipovolemia. alergen yang masuk ke tubuh menimbulkan respon imun dengan dibentuknya IgE yang selanjutnya akan diikat oleh reseptor spesifik pada permukaan sel mast dan basofil. Pada reaksi tipe IV. Bila terjadi aktivasi akibat pajanan berulang dengan antigen spesifik. sel mast akan melepaskan mediator seperti histamin.1 F. kram perut dan muntah. Kehilangan air dan elektrolit bertambah jika ada muntah. Reaksi tipe I terjadi karena reaksi sel mast dengan IgE dan alergen makanan. mempengaruhi susunan anatomis dan fungsi absorpsi yaitu cytoskeleton dan perubahan susunan protein. terjadi respon imun seluler dimana antigen dari luar dipresentasikan sel APC (Antigen Presenting Cells) ke sel Th1 yang MHC- II dependen. Gejala gastrointestinal yang biasa ditemukan berupa diare.1 Penderita dengan diare cair yang mengeluarkan tinja yang mengandung sejumlah ion natrium.1 Pada reaksi tipe III. Sitokin tersebut akan mengaktifkan makrofag dan menimbulkan kerusakan jaringan. kolaps kardiovaskular.1 6. dan bikarbonat. Diare Terkait Imunologi Diare terkait imunologi dihubungkan dengan reaksi hipersensitivitas I. dan IFN-γ oleh Th-1. Dehidrasi 19 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang .

Gejala khas diare akut oleh berbagai penyebab1 Selain mual dan muntah. yang memproduksi enterotoksin. hepatitis. dehidrasi hipertonik (hipernatremik) atau dehidrasi hipotonik. pneumonia. bakteri. dan Cryptosporidium. botulinum). Muntah dapat terjadi pada diare non-inflamatorik. Giardia. infeksi saluran kemih (ISK). Selain itu dapat juga disertai gejala neurologik dari infeksi usus seperti parestesia.1 Gambar 2.yang terjadi dapat berupa dehidrasi isotonik. peritonitis. osteomielitis. Manifestasi immune mediated ekstraintestinal juga dapat muncul setelah diarenya sembuh. dan kelemahan otot (akibat C.1 Mual dan muntah merupakan gejala yang bersifat non-spesifik namun muntah dapat disebabkan akibat organisme yang menginfeksi saluran cerna bagian atas seperti: enterik virus. dan septik thrombophlebitis. endocarditis. DIAGNOSIS 20 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . watery diarrhea. Gejala tersebut menunjukkan bahwa saluran cerna bagian atas yang terkena. meningitis. hipotoni.1 G. nyeri perut periumbilikal tidak berat. Biasanya penderita tidak panas. dapat terjadi infeksi ekstraintestinal yang berkaitan dengan bakteri enterik patogen antara lain vulvovaginitis.

Apakah pasien ada sesak 15. hitam. Selama diare apakah pasien banyak minum dan memiliki rasa haus lebih tinggi atau malas minum? 9. Apakah anak tampak lemah? 11. Selama diare berlangsung. Darah dalam tinja4 8. Apakah pasien menjadi rewel selama keluhan diare terjadi? 10. Tanda invaginasi (didapatka masa intra-abdominal. apakah pasien sempat tidak sadarkan diri ? 12. Tanda dehidrasi ringan/sedang atau dehidrasi berat 5. Berat Bedan : normal atau menurun 6. Apakah diare disertai demam 14. Bagaimana warna tinja pasien? Apakah kuning kecokelatan. Buang air kecil terakhir banyak atau sedikit? 13. Klasifikasi penilaian derajat dehidrasi : 4 Klasifikasi Tanda-Tanda atau Gejala Pengobatan Dehidrasi Terdapat dua atau lebih  Beri cairan untuk diare Berat dari tanda dibawah ini: dengan dehidrasi berat. Frekuensi diare selama sehari dapat berapa kali? 3. Perut kembung4 Tabel 1. Apakah sebelumnya pasien mengkonsumsi makanan yang baru 18. Gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit 7. Keadaan Umum 2. Apakah pasien mengalami kejang selama diare 16. Kesadaran 3. hijau. tinja hanya lendir dan darah)4 9. Apakah tinja disertai darah? Darah berwarna hitam atau merah segar atau seperti air cucian beras? 7. Berapa banyak tinja yang dibuang setiap kali BAB? 5. 21 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Apakah ada lendir dalam tinja 6. Berapa lama diare berlangsung (onset diare) sebelum masuk rumah sakit? 2. atau seperti dempul? 4. Jenis makanan dan minuman yang diminum selama diare? 17.Anamnesis3 1. Apakah sumber air minum? Pemeriksaan Fisik3 1. Apakah diare disertai dengan muntah 8. Apakah ada penderita diare lain di sekitar pasien? 19. Tanda-Tanda Vital 4.

 Setelah rehidrasi.3 Pada pemeriksaan tinja yang dinilai adalah:3 22 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . gelisah ringan (lihat Rencana  Mata cekung Terapi B)  Minum dengan lahap.  Letargis/ tidak sadar (lihat Rencana Terapi C  Mata cekung untuk diare di rumah sakit)  Tidak bisa minum atau malas minum Dehidrasi Terdapat dua atau lebih  Beri anak cairan dan Ringan/Sedang tanda dibawah ini: makanan untuk dehidrasi  Rewel.4 Pemeriksaan tinja tidak rutin dilakukan pada anak dengan diare akut kecuali apabila ada tanda-tanda intoleransi laktosa dan adanya kecurigaan amubiasis. nasihati haus ibu untuk penanganan di  Cubitan kulit kembali rumah dan kapan kembali lambat segera  Kunjungan ulang dalam waktu 5 hari jika tidak membaik Tanpa Tidak terdapat cukup tanda  Beri cairan dan makanan Dehidrasi untuk diklasifikasikan untuk menangani diare di sebagai dehidrasi ringan rumah (lihat Rencana atau berat Terapi A)  Nasihati ibu kapan kembali segera  Kunjungan ulang dalam waktu 5 hari jika tidak membaik Pemeriksaan Penunjang3.

Pemeriksaan level Alpha 1 antitrypsin meningkat pada infeksi intestinal enteroinvasif c. Analisis gas darah dan elektrolit jika dicurigai secara klinis didapatkan gangguan keseimbangan asam basa serta elektrolit3 23 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang .. Kultur : selalu melakukan kultur pada infeksi Shigella dan Campylobacter sp. terutama O157. Pemeriksaan enzim immunoassay untuk antigen rotavirus atau antigen adenovirus g. Lateks aglutinasi assay untuk rotavirus Pemeriksaan laboratorium lain termasuk:5 a. lendir darah. H7. mencari Clostridium difficile pada mereka diare yang ditandai dengan radang usus dan/atau tinja berdarah. eritrosit. Kimia : pH. dengan diare berdarah dan riwayat makan daging sapi.. Pemeriksaan ova dan parasit b. bakteri . enteroinvasif E coli) b. Anion gap : untuk menentukan sifat diare (osmolar atau sekretorik) d. mencari Escherichia coli. serta dalam kasus dimana pencarian untuk penyebab yang wajib (misal: pasien dengan acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) atau pasien yang masalah immunocompromised yang berat) e. clinitest. Makroskopis : konsistensi tinja. Mikroskopis : leukosit.5 atau kurang atau reduksi substansi menunjukkan intoeransi karbohidrat d. skrining untuk Vibrio dan Plesiomonas sp. bau . Pemeriksaan pH : tingkat pH 5. Pemeriksaan eksudat untuk mengetahui ada tidaknya leukosit e. warna. parasit. dan Y. dengan riwayat makan makanan laut yang mentah atau berpergian ke luar negeri f. HCO3) Berikut adalah pemeriksaan laboratorium tinja:5 a.enterocolitica yang memiliki gejala klinis pada colitis atau jika menunjukkan leukosit pada feses. K. elektrolit (Na. Hitung leukosit c. Biopsi usus : dapat diindikasikan pada diare kronis atau diare yang terus menerus. Level serum albumin : rendah pada kehilangan protein enteropathies dari infeksi intestinal enteroinvasif (missal: Salmonella sp.

Diare dengan kultur tinja (+) V. Diare berlangsung ≥ 14 hari Diare dengan gizi . cholera O1 atau O139 Disentri . Masa intra abdominal .Diare > 3 kali sehari berlangsung < 14 hari . Diare berdarah Diare Persisten . banyak dan cepat yang mengakibatkan dehidrasi berat .Tabel 2. Diare dengan dehidrasi berat selama terjadi KLB penyakit kolera atau . Mendapat pengobatan antibiotik oral spectrum luas antibiotic Invaginasi . Diare air cucian berasyang sering. Dominan darah dan lendir pada tinja . Pemberian Tablet Zinc Memberitahukan kepada ibu berapa banyak tablet zinc yang harus diberikan kepada anak : Anak dibawah usia 6 bulan diberikan : ½ tablet (10 mg) per hari selama 10 hari Anak diatas usia 6 bulan diberikan : 1 tablet (20 mg) per hari selama 10 hari 2. Diare jenis apapun disertai tanda gizi buruk buruk Diare terkait . Pemberian Makan Melanjutkan pemberian makan yang bergizi sebagai suatu elemen yang penting pada penatalaksanaan diare pada anak: 24 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Tangisan keras disertai kepucatan pada bayi PENATALAKSANAAN Rencana Terapi A (Diare Tanpa Dehidrasi)4 1. Diagnosis Banding Berdasarkan Gejala Klinis4 Diagnosa Didasarkan Pada Keadaan Diare cair akut . Darah (-) Kolera .

Pada anak yang menderita diare namun tidak mengalami tanda-tanda dehidrasi harus diberikan cairan tambahan di rumah dengan tujuan untuk mencegah terjadinya dehidrasi.. Berikanlah sari buah-buah segar seperti apel. Apabila anak mendapatkan ASI eksklusif. sayuran dan daging/ ikan. Berikan makanan Pendamping ASI local yang sudah direkomendasikan dalam pedoman Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) pada daerah tersebut. .Pada anak usia kurang dari 6 bulan dan mendapatkan ASI. ditumbuk atau digiling pada anak usia 6 bulan ke atas atau lebih atau anak yang sudah mendapatkan makanan padat. Pasien dengan keadaan ini dapat dirawat jalan dan memberikan informasi kepada ibu tentang 4 aturan perawatan di rumah yang terdiri atas : 1. pemberian ASI tetap dilanjutkan. 25 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Anak yang mengalami diare tanpa dehidrasi tetap diteruskan pemberian ASI serta diet sesuai dengan usia pasien. serta tambahkan 1 hingga 2 sendok the minyak sayur yang ditambahkan dalam setiap sajian. tetap diberikan larutan oralit ataupun air matang sebagai tambahan ASI dan diberikan menggunakan sendok. Jika diare sudah berhenti. jeruk manis dan pisang sebagai tambahan kalium Berikan makanan paling tidak 6 kali sehari dan berikan makanan yang sama setelah diare berhenti serta berikan makanan tambahan selama 2 minggu setiap hari. Pemberian cairan tambahan . . Lanjutkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) atau memberikan susu formula yang biasa diberikan . Pemberian makan tetap diusahakan pada anak diare yang berusia 6 bulan atau lebih walaupun nafsu makan anak belum membaik Berikanlah makanan yang segar dan dimasak hingga benar-benar matang. berikan nasihat kepada ibu untuk memberikan ASI lebih sering dan lebih lama. Sereal atau makanan yang memiliki kandungan zat tepung dan dicampur dengan kacang-kacangan. Berikut merupakan makanan yang direkomendasikan: .

Untuk mencegah terjadinya dehidrasi pada anak. dapat diberikan ±100-200 mL setiap kali anak buang air besar 2. cairan rumah tangga seperti sup. Pemberian makan tetap dilanjutkan. air matang. atau ada darah dalam tinja anak. nasihati ibu agar selalu memberikan cairan tambahan sebanyak yang anak inginkan dan sebanyak yang dapat diminum: . Apabila didapatkan satu tanda namun tidak menunjukkan perbaikan.Usia < 6 bulan : ½ tablet (10 mg) per hari . 26 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Pada anak usia kurang dari 2 tahun. atau malas untuk minum. atau timbul keluhan demam.Usia > 6 bulan : 1 tablet (20 mg) per hari 3. dan kuah sayuran. dapat diberikan ±50-100 mL setiap kali anak buang air besar . Apabila anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Rencana Terapi B (Dehidrasi Ringan/Sedang)4 1. Pemberian tablet zinc Memberikan tablet zinc kepada anak selama 10 hari penuh . dapat diberikan salah satu atau lebih larutan oralit. Sedangkan pada anak usia 2 tahun atau lebih. tidak mau atau tidak bisa minum atau menyusu. Edukasi kapan harus kembali kepada ibu Memberikan nasihat kepada ibu agar membawa kembali anaknya apabila anak bertambah parah. berikan nasihat kepada ibu untuk kunjungan ulang pada hari kelima. Pemberian cairan tambahan Umur Sampai 4 4-12 bulan 12-24 bulan 2-5 tahun bulan Berat badan <6 kg 6-10 kg 10-12 kg 12-19 kg Jumlah 200-400 400-700 700-900 900-1400 cairan Jumlah oralit yang diperlukan = 75 mL/kgBB Jika anak muntuah. air tajin. dapat berupa ASI atau susu formula pada anak usia kurang dari 6 bulan atau makanan padat pada anak usia lebih dari 6 bulan 4. . berikan waktu 10 menit kemudian lanjukan dengan lebih lambat.

periksa kembali anak setiap 1-2 jam dan berikan larutan oralit ± 5 mL/kgBB/ jam segera setelah anak mau minum. berikan pengobatan sesuai Rencana Terapi C. Berikan cairan Ringer Laktat atau Ringer Asetat atau jika tidak tersedia dapat juga diberikan larutan NaCl yang dibagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut: Umur Pemberian 70 mL/kgBB selama Bayi (dibawah usia 12 bulan) 5 jam Anak (12 bulan sampai 5 tahun) 2 ½ jam Setelah diberikan terapi cairan infus. setelah itu klasifikasikan dehidrasi dan kemudian pilih rencana terapi yang sesuai untuk melanjutkan terapi. Kunjungan ulang anak apabila didapatkan tanda berikut ini: . Pemberian tablet Zinc selama 10 hari penuh 3.2.Kondisi anak memburuk .Anak tidak bisa atau tidak mau atau malas minum atau menyusu . maka anak dapat diberikan cairan intravena secepatnya. 27 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Periksalah kembali bayi sesudah 6 jam atau anak sesudah 3 jam. Melanjutkan pemberian minum/makan 4. susu atau jus dan berikan ASI sesering mungkin Jika timbul tanda-tanda dehidrasi berat. Rencana Terapi C (Diare dengan Dehidrasi Berat)4 Anak dengan dehidrasi berat harus diberikan rehidrasi intravena secara cepat dengan pengawasan yang ketat dan dilanjutkan dengan rehidrasi oral segera setelah anak mulai membaik.9%) dapat digunakan Pada daerah dengan Kejadian Luar Biasa Kolera dapat diberikan pengobatan antibiotik yang efektif terhadap kolera. pengobatan dapat diulangi untuk 3 jam berikutnya dengan pemberian cairan oralit dan mulai berikan anak makanan.Anak dengan demam .Didapatkan darah dalam tinja anak Apabila anak masih menunjukkan tanda-tanda dehidrasi sedang/ringan. atau Ringer Asetat atau larutan garam normal (NaCl 0. meskipun belum terjadi dehidrasi berat akan tetapi anak sama sekali tidak bisa minum oralit yang dapat diakibatkan anak muntah profus. Larutan intravena yang terbaik dapat berupa larutan Ringer Laktat (larutan Hartman).

berikan 70 mL/kgBB dalam mL/kgBB dalam Usia < 12 bulan 1 jam* 5 jam Usia ≥ 12 bulan 30 menit* 2 ½ jam *ulangi kembali jika denyut nadi masih lemah atau tidak teraba Periksalah kembali anak setiap 15-30 menit dan apabila tanda hidrasi belum membaik. eritromisin dan kloramfenikol. Pada saat infus sedang disiapkan. biasanya sesudah 3-4 jam (bayi) dan 1-2 jam (anak) berikan anak tablet Zinc sesuai dosis dan jadwal yang sudah dianjurkan. rujuk anak untuk pengobatan intravena. doksisiklin. Amatilah anak paling sedikit 6 jam setelah rehidrasi untuk memastikan bahwa ibu dapat mempertahankan hidrasi dengan memberikan cairan oralit per oral. jika anak muntah terus menerus atau perut menjadi tambah kembung. sedikit demi sedikit. kemudian tentukan terapi. 28 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . Pemberian oralit sebagai rehidrasi dengan oralit melalui pipa nasogastric atau mulut 20 mL/kgBB/jam selama 6 jam dengan total 120 mL/kgBB. Setelah itu periksa kembali anak setiap 1-2 jam. Periksa kembali bayi sesudah 6 jam dan 3 jam pada anak. Berikan pengobatan antibiotik oral yang sensitif untuk strain Vibrio cholera pada di daerah tersebut atau pilihan lainnya seperti tetrasiklin. berikan larutan oralit apabila anak bisa minum kira-kira ±5 mL/kgBB/jam segera jika anak mau minum. kotrimoksazol. berikan tetesan infus intravena lebih cepat. berikan 30 Selanjutnya. sesudah 6 jam periksa kembali anak dan klasifikasikan dehidrasi sehingga dapat menentukan rencana terapi yang sesuai dengan anak. Berikut adalah jumlah cairan yang diberikan: Pertama.

1 Pasien juga didiagnosis dengan dehidrasi ringan-sedang dikarenakan ada tanda pasien menjadi hebih haus dari sebelumnya. Jika didapatkan indikasi seperti intake sulit. yaitu:4 1. Dimana cairan ini bukan merupakan cairan rehidrasi melainkan cairan RL. nutrisi. Turgor kulit kembali lambat Penatalaksanaan diare akut berdasarkan 5 pilar yang terdiri atas rehidrasi. Mata cekung 4. darah (-). Letargi 3. Pada kasus ini pasien diberikan 29 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . berbau biasa. dengan atau tanpa lendir dan darah. ANALISIS KASUS Berdasarkan gejala yang dikeluhkan oleh ibu pasien pada saat datang ke RSU UKI adalah pasien mengeluh BAB cair sejak tadi pagi sebanyak 3x dalam 7 jam dengan konsistensi cair. pasien langsung diberikan rehidrasi parenteral karena terdapat indikasi nafsu makan yang berkuran dan pasien muntah tiap makan. Yang berlangsung selama 3 hari. zinc dan edukasi. diberikan KA-EN 3A 10 tetes/menit (makro). Pasien didiagnosa diare akut. Gelisah 2. muntah setiap kali pasien makan. ampas (+). antibiotik bila ada indikasi. Pasien lebih banyak minum 5. Diagnosa tersebut berdasarkan teori derajat dehidrasi menurut WHO dimana ditemukan dua atau lebih dari gejala berikut. dan turgor kulit kembali lambat. warna kuning. volume 1/3 gelas aqua tiap kali BAB. Pada kasus ini. lendir (-). Pada pasien dengan dehidrasi ringan-sedang dapat diberikan terapi B yaitu pemberian cairan per oral yaitu oralit baru dengan jumlah sebanyak 75 cc/kgBB dalam 4 jam pertama. dan tidak menyemprot. Untuk pemberian cairan pada kasus ini. mata cekung. Hal tersebut diatas sesuai dengan teori definisi diare akut yang disampaikan oleh IDAI pada tahun 2011 yaitu buang air besar lebih dari 3 kali dalam 24 jam pada bayi dan anak dengan perubahan konsistensi menjadi cair. dapat diberikan terapi cairan parenteral. Ringer Asetat atau NaCl.

telah dilakukan evaluasi ulang dan masih didapatkan keluhan BAB cair dan muntah dengan gejala dehidrasi sehingga 30 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang .4.6. Zink pro (Komposisi: Zinc) Dosis: 1 x 1cth (PO) Mengandung zinc 20 mg tiap 5ml. Selain itu probiotik membantu anak dengan intoleransi laktosa dengan kerja mengkonversi laktosa menjadi asam laktat. meningkatkan respon daya tahan tubuh setelah vaksinasi dan memperbaiki konsistensi tinja selama pemberian antibiotic. dan atau akibat kehilangan cairan. Bifidobacterium lactis. Zinc merupakan mikronutrein penting untuk sintesis protein. Jumlah tetesan dalam 3 jam pertama = 70 cc x 10 x 20 / 5 x 60 = 47 tetes/ menit. Lactobacillus lactis) 2x1 bungkus. L-Bio (Komposisi: rice starch. L-Bio merupakan suatu probiotik yang dapat mengurangi dan menurunkan risiko AAD (Antibiotic Associated Diare).8.4 Medikamentosa yang dipakai adalah: 1. pertumbuhan sel dan diferensiasi dengan fungsi untuk kekebalan tubuh dan transportasi air dan elektrolit dalam usus. Pasien ini diberikan zinc pro sebanyak 1 x 5 ml yamg setara dengan 20 mg zinc/hari. Zinc diberikan untuk mengurangi durasi dan tingkat keparahan diare dan untuk kemungkinan infeksi berikutnya selama 2-3 bulan.9 3.6 Pada perawatan hari pertama. maltodextrin. Bifidobacterium longum. probiotik mengurangi frekuensi diare 6. Pada kasus ini dosis paracetamol diberikan sesuai dengan dosis yang harus didapat yaitu antara 100-150 mg tiap kali minum. Bifidobacterium infantis. Lactobacillus casei. Sanmol (komposisi: paracetamol) 3x125 mg (IV) Pada kasus ini diberikan paracetamol sebagai ibat antipiretik yang disebabkan oleh proses inflamasi yang terjadi di dalam usus.7 2. Pemberian probiotik tidak memberikan efek samping. Lactobacillus acidophilus. Zinc juga penting untuk pertumbuhan dan perkembangan normal anak baik dengan dan atau tanpa diare. Lactobacillus salivarius. Zinc harius diberikan 10 hari penuh walaupun keluhan sudah bertkurang. Dosis terapi paracetamol = 10-15 mg/kgBB/kali yang diberikan selama 4-6 jam.jumlah tetesan yang lebih sedikit dari yang seharusnya.

Jumlah tetesan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan cairan pasien berdasarkan Holliday Segard (100 ml/kg/hari). Sehingga bisa disimpulkan penyebab dari diare akut pada kasus ini adalah infeksi enteropatogen virus. muntah (-). Cairan intravena yang diberikan adalah KA-EN 3A diberikan sama seperti pada perawatan masuk di RS. Sehingga rehidrasi parenteral perlu diberikan. Pasien direncanakan pulang pada hari keempat bila keadaan pasien menjadi lebih baik. Pada perawatan hari kedua. Pada perawatan hari keempat. Sehingga diagnosis kerja sudah sesuai yaitu diare akut dengan dehidrasi ringan sedang et cause infeksi virus.4 31 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang .didiagnosis sebagai diare akut dengan dehidrasi ringan sedang. bebas demam 2 hari serta nafsu makan sudah meningkat. BAB cair (+) walaupun frekuensi sudah berkurang pemberian cairan rumatan diganti dengan per oral karena nafsu makan dan minum sudah membaik. Pada pasien ini juga diberikan larutan oralit sebanyak 50-100 mL setiap habis BAB. BAB pasien sudah mulai lembek. Pengobatan diare dapat dilanjutkan dirumah dengan membawa pulang zinc diminum minimal sampai 6 hari kemudian dan beberapa bungkus oralit. juga dilakukan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan laboratorium darah dalam batas normal serta pemeriksaan feses lengkap didapatkan konsistensi feses lembek. lendir (-). berwarna kuning kecokelatan. leukosit (-). Memberikan edukasi kepada ibu mengenai upaya pencegahan diare berulang dan segera kembali ke rumah sakit apabila terjadi. dievaluasi kembali dan tidak ditemukan tanda- tanda dehidrasi walaupun masih BAB cair tetapi tanda-tanda dehidrasi sudah tidak ada. bakteri (-). yakni kebutuhan cairan pasien per hari adalah 10 tetes per menit {(10x100) x 20/24x60} tetesan makro sehingga jumlah tetesan kurang dari yang seharusnya diberikan kepada pasien. Cairan yang diberikan adalah KAEN 3A yang merupakan cairan rumatan dengan tetesan makro 10 tetes per menit.10 Selain itu. Pada perawatan hari ketiga.

DAFTAR PUSTAKA 32 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang .

www. Guandalini S. Harmoniati E. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. www. Toronto. 2011 10. 2009.com. www. 58-59 4. Santoso N B. Jakarta. 2009. Guandalini Stefano.MIMS. 1957.uk 9. Diare Akut.AAPPublications. 2011 8. Indiana. Jakarta: UKK Gastroenterologi-Hepatologi IDAI. Idris N. Gandaputra E. Pudjiadi Antonius. 87-120. 131-145 5. 22 (3): 91-8.jcge. 3. Probiotic. Handryastuti S. Diarrhea.medscape. 823-826 33 Case Report Diare Akut Dehidrasi Ringan Sedang . WHO. 2016 6.1. WHO.emedicine. Zinc Supplementation in The Management of Diarrhoea. IDAI. Subagyo B.org. Diare Akut Dalam: Buku Ajar Gastroenterologi dan Hepatologi Jilid 1. Jakarta. Holliday Malcolm.nhs. www. Segar William. Khan Waqas Ullah and Sellen Daniel W.com 7. The Maintenance Need for Water in Parenteral Fluid Therapy. Cuffari C.com. Eppy. Probiotics for Prevention and Treatment of Diarrhea. Pedoman Pelayanan Medis. Medicinus 2009 Sep-Nov. www. 2011. 2. Hegar B.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.