NOTA PEMBELAAN

Untuk dan atas nama terdakwa :

Nama Lengkap :
Tempat lahir, Tgl lahir : Banjamasin, 10 Oktober 1980
Umur : 31 tahun
Jenis Kelamin : Laki - laki
Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia
:
Agama : Islam
Pekerjaan : Jaga Malam
:

Dengan ini kami tim penasehat hukum terdakwa menyampaikan nota pembelaan
sebagai berikut:

I. PENDAHULUAN

Yang Mulia Majelis Hakim Pengadilan Negeri Banjarmasin dan
Jaksa Penuntut Umum Yang Terhormat

Pertama-tama kami Tim Penasehat Hukum menyampaikan ucapan terima kasih
yang setinggi-tingginya kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili
perkara pidana ini.

Kami Tim Penasehat Hukum merasa bahwa Majelis Hakim telah bertindak adil dan
bijaksana terhadap semua pihak dalam persidangan ini. Majelis Hakim telah
memberikan kesempatan yang sama baik kepada Jaksa Penuntut Umum untuk
membuktikan dakwaannya hingga sampai kepada sebuah tuntutan. Juga kepada
terdakwa dan penasehat hukum telah diberi kesempatan yang sama untuk
menyanggah apa-apa yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum dan sampai
kepada nota pembelaan.

Kami merasa model peradilan seperti inilah yang dikehendaki oleh sistem peradilan
di Indonesia dan sangat berkesesuaian dengan hukum acara yang berlaku seperti
yang diatur dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang
Hukum Acara Pidana.

II. TENTANG DAKWAAN DAN TUNTUTAN HUKUM

A. Dakwaan

Tuntutan Bahwa Jaksa Penuntut Umum dalam surat tuntutannya telah menuntut terdakwa sebagai berikut : 1. 4. . Bahwa tidak lama kemudian saksi .Menyatakan Terdakwa bersalah “Melakukan Tindak Pidana pembunuhan berencana” sebagaimana diatur dalam pasal 340 KUHPidana.Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 15 ( lima belas ) tahun dikurangi selama Terdakwa ditahan dengan perintah Terdakwa tetap ditahan dan membayar denda sebesar 3. A Didepan persidangan dan dibawah sumpah menerangkan sebagai berikut :  Bahwa kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada hari jum’at tgl 28 juli 2011 sekitar jam 15. TENTANG FAKTA YANG TERUNGKAP DI PERSIDANGAN A.Menyatakan barang bukti berupa : . N 4.1 ( satu ) lembar atasan mukena warna putih yang ada bercak darahnya dikembalikan kepada ahli warisnya. Bahwa dalam perkara ini. Kota Banjarmasin. 5. Kec. Saksi J 3. 2. terdakwa didakwa melakukan Tundak Pidana sebagaimana yang diatur dan diancam pidana sebagai berikut yaitu : Primair : Pasal 340 KUHP Subsidair : Pasal 338 KUHP B. . Saksi A 2. Keterangan Saksi .  Bahwa beberapa menit sebelum kejadian terjadi saksi Arbatun sedang berada didalam rumah korban tepatnya dikamar depan yang berbatasan dengan kamar korban kemudian saksi nurhalimah mengatakan kepada saksi arbai bahwa terdakwa datang dan masuk kedalam rumah korban tersebut melalui pintu depan rumah dan langsung menuju kamar korban dengan membawa sebilah senjata tajam jenis parang yang dililit dengan kain kuning.000.30 Wita dijalan Gatot Subroto gang Sarai Rt. -(lima ribu rupiah) III.saksi : 1.1 ( satu ) buah senjata tajam jenis parang dengan panjang sekitar 60 cm ( enam puluh sentimeter ) dengan gagangnya terbuat dari kayu dirampas untuk dimusnahkan.Banjarmasin Timur.1 ( satu ) lembar kerudung warna hijau yang ada bercak darahnya.1 ( satu ) lembar jaket merk mode warna biru bergaris putih yang ada bercak darahnya dikembalikan kepada terdakwa .36 kelurahan kuripan.

 Hubungan sex hanya 1 kali dalam 1 minggu.sehingga membuat saksi ketakutan dan menuju rumah tetangga untuk menyelamatkan diri.  Bahwa terdakwa mengkonsumsi obat – obatan tersebut sudang sejak tahun 1997  Bahwa terdakwa sering melamun dan sering menangis dengan tanpa alasan yang jelas  Bahwa hubungan seksual antara saksi dengan terdakwa masih bisa dilakukan akan tetapi gairah sexnya sudanh berkurang.  Bahwa saksi pernah melihat terdakwa berjalan keluar rumah dengan menggunakan jubah dan dilehernya digantung tasbih. saksi sedang hamil anak ke 4  Bahwa saksi mengetahui bahwa terdakwa terganggu kejiwaannya sehingga terdakwa harus mengkonsumsi obat yang diberikan oleh pihak rumah sakit Anshari Saleh dan sampai sekarang terdakwa masih mengkonsumsi obat – obata tersebut. B.  Bahwa terdakwa pernah bercerita kepada saksi bahwa terdakwa sering mendapat bisikan – bisikan yang menyuruh terdakwa untuk membunuh dan saksi menyuruh terdakwa untuk tidak terpengaruh. 6. Keterangan saksi – saksi Ahli . Saksi R menerangkan bahwa :  Saksi adalah istri daripada terdakwa dan berumah tangga selama 10 tahun dengan dikaruniai 3 oang anak.  bahwa terdakwa sangat rajin melaksanakan ibadah shalat. sambil mengancam saksi sambil mengacungkan pedang kepada saksi. 5.  Bahwa saksi Abidin Norr ingin menyelamatkan korban kemudian ia mengambil satu buah kayu balok yang diambil dari depan rumah nya kemudian saksi memukulkannya kearah bahu terdakwa sebanyak 4 kali tetapi terdakwa tetap menebaskan parang yang ada ditangannya kearah leher korban sehingga korban tidak berdaya lagi.  Bahwa saksi sering membawa terdakwa berobat atau membelikan obat dirumah sakit anshari saleh agar penyakitnya tidak kumat  Bahwa apabila obat dari rumah sakit habis terdakwa mengamuk. Nurhalimah mendengar suara jeritan korban meminta tolong kemudian saksi dan kakak saksi yaitu Arbatun mendatangi korban dan mencoba masuk keruang tengah bagian tengah rumah terdakwa sudah berada berada diruang tengah menuju keluar rumah.  Bahwa saksi melihat terdakwa pulang kerumah dengan dibonceng dengan menggunakan sepeda motor. Saksi S menerangkan bahwa :  Bahwa saksi adalah ayah kandung dari terdakwa  Bahwa terdakwa telah mengalami gangguan jiwa sejak berhenti sekokah tsanawiyah kelas III.

 Saksi menerangkan bahwa riwayat pekerjaan saksi adalah sejak tahun 1995 s/d 2011 saksi menjabat (gadik muda) tenaga pendidikan dibidag psikologi di Akademi . pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :  Bahwa saksi ahli pada saat diperiksa dan dimintai keterangan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan bersedia memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. Halusinasi bisa melalui 5 (lima) macam yaitu sesuai dengan panca indra terdakwa.Psi. suka melakukan tindakan kriminal. Terdakwa dan saksi tidak ada hubungan keluarga dengan orang tersebut.  Bahwa dari hasil observasi terhadap terdakwa yang dilakukan terus menerus sejak tahun 1997 terdakwa telah mengonsumsi obat.  Bahwa terdakwa masih mampu berhubungan seksual. Sp. yang tidak disadarinya. DII. psikotropi yaitu untuk memperbaiki psikiater. bertingkah laku aneh misalnya tertawa sendiri. KJ Bin H. berbicara sendiri dan ada halusinasi misal ada bisikan-bisikan.  Saksi menerangkan bahwa sebelumnya dirinya tidak mengenal dengan sdr.  Bahwa penyembuhan terhadap penyakit terdakwa yaitu secara klinis dan sosial. 8 Agustus 2011 terakhir mengonsumsi obat.  Bahwa terapi lain yang digunakan kepada terdakwa adalah dengan farmakologi yaitu melalui obat-obatan. ISTI RAHAYU.  Bahwa fungsi obat adalah hanya untuk mengurangi bukan untuk menyembuhkan. . keterangan dalam berkas perkara dengan dibawah sumpah dibacakan.AS yang diperlihatkan kepada saksi adalah benar merupakan surat hasil pemeriksaan terhadap terdakwa. Walaupun dengan obat paten untuk klinisnya. dan sosio terapi yaitu dukungan lingkungan yang membantu.  Bahwa pada tahun 1997 riwayat penyakit terdakwa sudah berat. gejala – gejala yang nampak terhadap terdakwa sering terdakwa yaitu sering melamun karena fikirannya kosong.  Saksi menerangkan bahwa mengerti dan bersedia didengar keterangannya sebagai ahli serta akan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya. Emosi terdakwa datar.. terdakwa tidak bisa sembuh 100%. Pada saat ditahan waktu kejadian 29 Juli 2011. Halusinasi munculnya dipengaruhi banyak faktor neuron-neuron yang banyak diotak.Aksis II : Gangguan Kepribadian Antisosial yaitu masalah kepribadian terdakwa ybs.Aksis I : Gangguan Skizkofrenia tak terinci yaitu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan testing realita terganggu. 2. 1. S.  Saksi menerangkan dirinya bersedia untuk mengangkat sumpah sesuai dengan agama yang saksi yakini yaitu agama islam. Saksi ahli H.  Bahwa obat yang diberikan untuk terdakwa adalah obat jenis generik. S.Nawi Husin menerangkan bahwa :  Bahwa saksi adalah orang yang melakukan pemeriksaan psikiater terhadap terdakwa dan melakukan observasi berdasarkan permintaan penyidik.pd.Achyar Nawi Husin.  Bahwa saksi membenarkan surat pengantar nomor : 445/3966/Yanmed/RS. Terutama yang terdakwa lihat dan dengar.  Bahwa hasil diagnosa adalah : .Psi.M.

Klien menganggap dirinya memiliki kekuatan gaib atau mistik B. Terdakwa.45 Wita dirumah korban jalan Gatot Subroto 8 gang serai Rt. konsultasi. Dan pada tahun 2011 s/d sekarang saksi bertugas sebagai Kabag Psi (Psikologi) di Polda Kalsel.  Saksi menerangkan bahwa benar akan menimbulkan dampak seperti menyerang orang. Kepolisian (Semarang).  Perbuatan tersebut Terdakwa lakukan karena adanya bisikan gaib yang menyuruh terdakwa untuk membunuh korban RUSDIANA sehingga terdakwa berangkat dari rumahnya menuju tempat (rumah) korban dengan membawa sebilah parang yang panjangnya 60 cm dengan menumpang ojek. tidak sensitif terhadap norma (hukum). Keterangan Terdakwa . merusak dan bunuh diri. Terdakwa tersebut maka saksi simpulkan bahwa sdr. Terdakwa tidak dapat mempertanggungjawab tindakannya. C.  Saksi menerangkan bahwa tersangka tersebut pada saat melakukan pembunuhan atau penganiayaan yang menghilangkan jiwa korban RUSDIANA tersebut dengan mengatakan korban adalah kafir menurut saksi tersangka tersebut sudah terganggu kejiwaannya dikarenakan sdr.  Saksi menerangkan bahwa penyakit yang diderita oleh sdr.  Dapat dijelaskan hasil dari psikologi tersebut terhadap yang bersangkutan yakni : A. Sehingga korban meninggal dunia yaitu pada hari jum’at tanggal 29 Juli 2011 sekitar jam 16.  Saksi menerangkan bahwa benar surat pengantar Nomor : R/216/X/2011/Rosdm yang diperlihatkan kepada saksi adalah merupakan surat hasil pemeriksaan terhadap tersangka.  Benar bahwa terdakwa sedang tidak berpakaian (bugil) dan ia tidak ada rasa malu. karena terdakwa MUHAMMAD SAPUAN S mengidap penyakit gangguan jiwa tersebut (Skizofrenia).  Benar pada saat Terdakwa melakukan pembunuhan itu dia tidak mengkonsumsi obat.  Saksi menerangkan bahwa tugas dan tanggung jawab saksi sebagai Psikologi untuk memberikan pelayanan psikologi terhadap masyarakat meliputi : pemeriksaan. konseling maupun psiko terapi.  Saksi menerangkan bahwa saksi orang yang melakukan pemeriksaan psikologi terhadap sdr. Terdakwa merupakan penderita waham mistik magic dan halusinasi. Klien merasa ada suara yang didengarnya berupa bisikan untuk membunuh korban dan tidak ada dihukum C.36 kelurahan Kuripan kota Banjarmasin. dipersidangan menerangkan sebagai berikut :  Bahwa terdakwa telah mengakui perbuatannya yaitu melakukan pembunuhan terhadap korban RUSDIANA dengan cara menebaskan parang kearah leher korban serta bagian tubuh lainnya. Klien mengalami gangguan mental yang ditandai dengan adanya wahan dan halusinasi atau efek datar. .

Bin H. Nawi Husin diperoleh suatu bukti bahwa perbuatan terdakwa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa korban rusdiana dengan cara menebaskan senjata tajam jenis panjang dengan ukuran panjang 60 cm berulang ulang kearah leher belakang korban dengan menyatakan bahwa korban “ ibu kamu kafir “ serta mengenai bagian tubuh lainnya yaitu kepala. ANALISA YURIDIS Majelis Hakim Yang Terhormat Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati Dari fakta – fakta yang terungkap dipersidangan yaitu dari keterangan saksi – saksi. Majelis Hakim Yang Terhormat Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati Bahwa berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan yaitu dari keterangan ahli dr Ahyar Nawi Husni. oleh karena itu maka perbuatan terdakwa yang menghilangkan nyawa orang lain tidak dapat dibebani pertanggung jawaban pidana kepadanya dikarenakan adanya Alasana pemaaf berdasarkan pasal 44 ayat ( 1 ) KUHP. dan keterangan terdakwa sendiri. maka kami penasehat hukum terdakwa tidak akan menganalisa lagi unsur pasal 340 KUHP sebagaimana dakwaan Primer dan unsur pasal 338 sebagaimana dakwaan Subsidair. karena hal tersebut sudah jelas dapat dibuktikan oleh Jaksa Penuntut Umum dan dapat pula terpenuhi oleh perbuatan terdakwa sebagaimana didalam surat Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang dibacakan pada hari kamis tanggal 23 Februari 2012 yaitu Terdakwa telah terbukti bersalah “Melakukan Tindak Pidana pembunuhan berencana” sebagaimana diatur dalam pasal 340 KUHPidana. Sp Kj. Surat  Visum et Repertum Nomor : 391/IPJ/VII/2011 tanggal 29 Juli 2011yang dibuat dan ditanda tangani oleh dr.D. Akan tetapi jika dipandang dari segi penerapan Sanksi Pidana ( HUKUMAN ) maka kami selaku Penasihat Hukum terdakwa tidak sependapat dengan jaksa Penuntut Umum atas beratnya pertanggung jawaban pidana yang dibebankan kepada terdakwa dengan menuntut Terdakwa selama 15 (lima belas) tahun Penjara karena Hukuman tersebut sangatlah terlalu berat bagi terdakwa. . Rahmat Setiawan. IV. keterangan ahli. lengan kanan dan punggung sehingga korban meninggal dunia adalah disebabkan kondisi terdakwa dimana jiwanya sakit yaitu terdakwa menderita gangguan Skizofrenia tak terinci atau gangguan jiwa berat dan gangguan kepribadian antisosial yaitu masalah kepribadian terdakwa suka melakuka tindakan kriminal yang tidak disadarinya.

Memasukkan terdakwa kedalam rumah sakit jiwa untuk menjalani perawatan (Rehabilitasi) selama 1 tahun sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat ( 2 ) KUH Pidana Demikian Nota pembelaan ini kami sampaikan.pd. Banjarmasin. akhirnya kami selaku Penasihat Hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim memutus sebagai berikut : 1. Melepaskan Terdakwa dari segala tuntutan hukum karena adanya alasan pemaaf sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 ayat (1) KUH Pidana 2. yang keterangannya dibacakan didepan persidangan diperoleh bukti bahwa terdakwa mengalami gangguan Skizofrenia serta ganggun kpribadian Schozoid serta gangguan persepsi halusinasi Auditorik sehingga menimbulkan gejala yang mana terdakwa ada mendengar bisikan suara yang menyuruh untuk membunuh korban da menganggap dirinya memiliki kekuatan Gaib ( mistik ) Berdasarkan keterangan dua orang saksi ahli tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa terhadap terdakwa tidak dapat dapat dibebankan pertanggung jawaban pidana atas perbuatan ang telah dilakukannya karena kondisi kejiwaan nya terganggu atau sakit. Pasal 44 ayat ( 1 ) KUHP menegaaskan barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kepadanya karena kurang sempurna Akalnya atau karena sakit berubah akal tidak boleh dihukum. atas perkenan Ketua / Majelis Hakim Pengadilan Negari Banjarmasin yang memeriksa dan mengadili perkara ini.S. M. Bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Psikologi dari Isti Rahayu. PENUTUP Majelis Hakim Yang Terhormat Jaksa Penuntut Umum Yang Kami Hormati Dengan uraian tersebut diatas maka kami penasehat hukum terdakwa memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku dan rasa keadilan. 28 Maret 2012 .Psi pada tanggal 20 Oktober 2011 dihadapan penyidik terhadap terdakwa. kami Tim Penasehat Hukum Terdakwa mengucapkan Terimakasih. Asas pokok didalam hukum pidana adalah tidak ada pidana tanpa adanya kesalahan. dengan demikian perbuatan terdakwa yang dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu nyawa korban rusdiana jelas ditemukan alasan pemaaf oleh karena itu terhadap terdakwa tidak dapat dipertanggung jawabkan. V.

SH .SH Eka Nurdiansyah. Hormat kami Penasihat Hukum Terdakwa Hasan.