Nama : Diah Ayu Mustika

NIM : 131511133080

SATUAN ACARA PENYULUHAN DIARE

I. Identifikasi Masalah
Diare adalah gangguan buang air besar/BAB ditandai dengan BAB lebih dari 3 kali
sehari dengan konsistensi tinja cair, dapat disertai dengan darah dan atau lendir. Saat ini
diare tidak lagi hanya menyerang negara berkembang, namun juga negara maju. Penyakit
diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting karena
merupakan penyumbang utama angka kesakitan dan kematian anak di berbagai negara
termasuk Indonesia.
Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2014 (Riskesdas 2013), didapatkan hasil
bahwa insiden diare balita di Indonesia mencapai 6,7 persen. Lima provinsi dengan
insiden tertinggi adalah Aceh (10,2%), Papua (9,6%), DKI Jakarta (8,9%), dan Banten
(8,0 %). Karakteristik diare balita tertinggi terjadi pada kelompok umur 12-23 bulan
(7,6%), laki-laki (5,5%), tinggal di daerah pedesaan (5,3%), dan kelompok kuintil indeks
kepemilikan terbawah (6,2%).
Penyebab utama kematian diare adalah pengobatan yang tidak tepat baik di rumah
maupun di fasilitas kesehatan. Untuk menurunkan kematian karena diare perlu tata
laksana yang cepat dan tepat (Kemenkes, 2011). Salah satu pencegahan yang mudah
untuk diterapkan adalah mencuci tangan dengan benar dan menggunakan sabun. Jika
diterapkan secara luas, akan menyelamatkan lebih dari satu juta orang di seluruh dunia,
khususnya balita.
Diantara berbagai pengobatan, pengobatan yang masih efektif dan sangat dibutuhkan
dalam mengobati penyakit diare adalah pemberian oralit dan zinc. Oralit dibutuhkan
sebagai rehidrasi yang penting saat anak banyak kehilangan cairan akibat diare dan
kecukupan zinc didalam tubuh balita akan membantu proses penyembuhan diare.
Pengobatan dengan pemberian oralit dan zinc terbukti efektif dalam menurunkan
tingginya angka kematian akibat diare sampai 40 persen. Pemakaian oralit dalam
mengelola diare pada penduduk Indonesia adalah 33,3 persen. Lima provinsi tertinggi
penggunaan oralit adalah Papua (59,3%), Papua Barat (52,4%), Nusa Tenggara Barat
(52,3%), Nusa Tenggara Timur (51,5%), dan Jambi (51,4%). Pengobatan diare dengan
menggunakan zinc pada penduduk Indonesia adalah 16,9 persen. Lima provinsi tertinggi

IV.8%). Pengertian diare 2. Lampung (31.00 – 09. insiden kematian balita karena diare dapat menurun dan dapat diatasi sesuai prosedur keperawatan yang ada. Sidoarjo Hari/ tanggal : Rabu. Bali (23. Pengantar Bidang Studi : Penyakit Dalam Topik : Gangguan Sistem Pencernaan Sub topic : Diare Sasaran : Seluruh warga desa Ngelom. Pencegahan diare 5.4%). pemakaian zinc pada pengobatan diare adalah Riau (32. Tujuan Instruksional Umum ( TIU ) Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan warga dapat memahami dan mengerti tentang Diare.3%).7%). 01 Februari 2017 Jam : 08. dan Kalimantan Barat (23. Nusa Tenggara Barat (25. terutama anak-anak. (Riskesdas 2013) Mengingat pentingnya pemberantasan penyakit diare dan pengobatannya dalam rangka mengurangi angka sakit dan kematian. diharapkan warga dapat menjelaskan tentang : 1. Penyebab diare 3. Pengobatan diare . maka penting bagi perawat untuk mengetahui bagaimana pengendalian terhadap penyakit diare dan memberikan asuhan keperawatan yang tepat kepada penderita diare.3%). II. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ) Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan. Taman.00 Waktu : 60 Menit Tempat : Balai Desa Ngelom III. Diharapkan dengan begitu. Tanda dan gejala diare 4.

Materi Terlampir. Setting Tempat VII.V. Metode 1. Pengorganisasian Moderator : Nurfa Dwiki Presenter : Diah Ayu Observer : Maria Nerissa Fasilitator : Farhan Ardiansyah VI. VIII. Ceramah .

Materi SAP 2. Media 1. 2. mendengarkan. Materi: Pengertian diare Penyebab diare Tanda dan gejala diare Pencegahan diare Penatalaksanaan diare 3 15 menit Evaluasi : Bertanya dan Menyimpulkan isi penyuluhan menjawab . LCD 3. Kegiatan Pembelajaran No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta . 1 7 menit Pembukaan: Menjawab salam. Leaflat X. dan Memberikan salam memperhatikan Menjelaskan tujuan pembelajaran Menyebutkan materi atau pokok bahasan yang di sampaikan 2 30 menit Pelaksanaan materi: Menyimak dan memperhatikan Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur. Tanya Jawab IX.

Metode evaluasi : Diskusi tanya jawab 2. Evaluasi 1. 31 Januari 2017 Sasaran Pemberi Penyuluhan Ketua RW 01 Ngelom Diah Ayu Mustika Mengetahui Dosen Pembimbing Ni Ketut Alit Armini. Jumlah soal : 4 soal XIII.Kp. Memberi kesempatan kepada audience pertanyaan untuk bertanya Memberikan kesempatan kepada udience untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan 4 5 menit Penutup: Menjawab salam Mengucapkan terima kasih dan mengucapkan salam XI. S.Kes. Lampiran Materi . Pengesahan Surabaya. XII.. M. Jenis pertanyaan : lisan 3.

dan Escherichia coli . atau parasit. 2013). Diare adalah buang air besar yang encer atau bisa disebut dengan mencret. seperti Campylobacter. Diare dapat merupakan masalah umum yang biasanya berlangsung 1 atau 2 hari dan akan hilang dengan sendirinya. Diare akut berlangsug kurang dari 2 minggu. Kadar air yang ditambah dalam tinja (di atas nilai normal sekitar 10 mL/kg/d pada bayi anak kecil. bisa terus-menerus atau datang dan pergin. Salmonella. disebabakan oleh virus (viral gastroenteritis). Penyebab umum penyakit diare adalah:  Infeksi bakteri makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri dapat menyebabkan diare. Penyebab Diare Diare akut biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Surawicz. Sebagian besar kasus diare akut. terapi radiasi. Diare kronis diklasifikasikan sebagai fatty atau malabsorpsi dan inflamasi. dan kaknker usus besar. Dikatakan mengalami diare jika tiga kali atau lebih dalam sehari mengalami buang air besar yang encer (National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. seperti ulcerative colitis atau penyakit Crohn’s. yaitu diare akut dan diare kronik. Diare dibagi menjadi dua. Diare kronis yang berdarah mungkin terjadi akibat dari IBD (inflammatory bowel disease). Diare yang berlangsung lebih dari 2 hari merupakan tanda masalah yang serius. infeksi. Infeksi yang dapat menyebabkan diare kronik adalah infeksi parasit. 2011). Diare 1. virus. Diare kronis berlangsung setidaknya 4 minggu. Diare yang lebih dari 4 minggu dapat dijadikan indikasikan penyakit kronis (Blanca Ochoa and Christina M. Pengertian Diare Diare adalah penyerapan air dan elektrolit yang kurang dari normal sehingga akan disekresi bercampur tinja secara berlebihan. Selain itu penyebab lainnya termasuk iskemik pada usus. atau 200 g/d pada remaja dan dewasa) karena adanya gangguan pada fisiologi usus besar yang berfungsi dalam penyerapan elektrolit dan air (Stefano Guandalini.Shigella. 2012) 2.

para pelancong mengalami diare akibat dari infeksi bakteri. Kebanyakan kasus. 2009): a. radang usus. Banyak virus yang dapat menyebabkan diare. Parasit yang menyebabkan diare adalah Giardia lambila.coli).  Alergi makanan Beberapa orang mengalami kesulitan dalam mencerna lactose yang ditemukan pada susu. (E. obat kanker. Hal tersebut akan menyebabkan orang mengalami diare jika meminum susu. dan viral hepatitis.  Infeksi virus. dan Celiac disease sering menyebabkan diare. Entamoeba histolytica. Diare pada orang dewasa. Infeksi rotavirus paling sering menyebabkan diare akut pada anak-anak.  Parasit Parasit dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman dan menetap dalam sistem pencernaan. tetapi dapat menyebabakan masalah pencernaan laktosa selama satu bulan lebih. dan antasida yang mengandung magnesium dapat menyebabkan diare. Frekuensi BAB meningkat b. ulcerative colitis. seperti rotavirus. paling umum disebabkan oleh norovirus (disebut cruise ship diare). Crohn’s disease. dengan atau tanpa lendir dan darah. 3. Diare rotavirus biasanya akan sembuh dalam 3 sampai 7 hari. Tekstur feses lebih cair (watery). dan Cryptosporidium  Gangguan fungsional Pencernaan Diare dapat terjadi akibat gejala dari penyakit beberap penyakit seperti irritable bowel syndrome  Penyakit Usus Inflammatory bowel disease. .  Reaksi Obat-obatan Antibiotik. cytomegalovirus. Tanda dan Gejala Tanda dan gejala yang umumnya dialami oleh penderita diare adalah (Mansjoer. herpes simplex virus. norovirus.

Meminum air minum sehat. Daerah sekitar anus lecet dan dirasa perih g. maka pada klien akan tampak: a. c. Daerah sekitar mata cekung d. Menangis (bayi dan anak-anak) f. lipas. Warna feses biasanya lebih kehijau-hijauan d. Gelisah dan suhu badan meningkat e. c. Peningkatan RR 4. b. kutu. Mual dan muntah (karena gangguan metabolik asam yng menyebabkan lambung meradang). atau air yang telah diolah. dan lain-lain). Berat badan menurun b. 4) setelah menceboki anak dan 5) sebelum menyiapkan makanan. Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat. 3) sebelum memegang bayi. kecoa. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting: 1) Sebelum makan. 2) setelah buang air besar. Jika fase diare yang terjadi menyebabkan dehidrasi. Membran mukosa dan mulut kering c. . Pencegahan Diare Diare dapat dicegah dengan cara: a. Turgor kulit memburuk e. antara lain dengan cara merebus. pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi.

air matang. Penatalaksanaan Diare Departemen kesehatan menerapkan lima pilar penatalaksanaan diare bagi semua kasus diare yang diderita anak balita baik yang di rawat di rumah maupun yang sedang di rawat di rumah sakit. sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik. d. dan bila tidak tersedia berikan cairan rumah tangga seperti air tajin. Oralit merupakan cairan yang terbaik bagi penderita diare untuk mengganti cairan yang hilang. bila terdapat 2 tanda di bawah ini atau lebih :  Keadaan Umum : baik  Mata : Normal  Rasa haus : Normal. Berikan Oralit Untuk mencegah terjadinya dehidrasi dapat dilakukan mulai dari rumah tangga dengan memberikan oralit osmolaritas rendah. Oralit saat ini yang beredar di pasaran sudah oralit yang baru dengan osmolaritas yang rendah. yang biasa disingkat dengan LINTAS DIARE (Lima Langkah Tuntaskan Diare). yang meliputi : 1. Derajat dehidrasi dibagi dalam 3 klasifikasi : a) Diare tanpa dehidrasi Tanda diare tanpa dehidrasi. kuah sayur.½ gelas setiap kali anak mencret . 5. Bila penderita tidak bisa minum harus segera di bawa ke sarana kesehatan untuk mendapat pertolongan cairan melalui infus. minum biasa  Turgor kulit : kembali cepat Dosis oralit bagi penderita diare tanpa dehidrasi sbb :  Umur < 1 tahun : ¼ . Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya. yang dapat mengurangi rasa mual dan muntah.

dimana ekskresi enzim ini meningkat selama diare dan mengakibatkan hipersekresi epitel usus. Zinc juga berperan dalam epitelisasi dinding usus yang mengalami kerusakan morfologi dan fungsi selama kejadian diare. rewel  Mata : Cekung  Rasa haus : Haus. bila terdapat 2 tanda di bawah ini atau lebih:  Keadaan Umum : Lesu.1 gelas setiap kali anak mencret  Umur diatas 5 Tahun : 1 – 1½ gelas setiap kali anak mencret b) Diare dehidrasi Ringan/Sedang Diare dengan dehidrasi Ringan/Sedang. c) Diare dehidrasi berat Diare dehidrasi berat. Zinc dapat menghambat enzim INOS (Inducible Nitric Oxide Synthase). bila terdapat 2 tanda di bawah ini atau lebih:  Keadaan Umum : Gelisah. atau tidak sadar  Mata : Cekung  Rasa haus : Tidak bisa minum atau malas minum  Turgor kulit : Kembali sangat lambat (lebih dari 2 detik) Penderita diare yang tidak dapat minum harus segera dirujuk ke Puskesmas untuk di infus.  Umur 1 – 4 tahun : ½ . . 2. lunglai. ingin minum banyak  Turgor kulit : Kembali lambat Dosis oralit yang diberikan dalam 3 jam pertama 75 ml/ kg bb dan selanjutnya diteruskan dengan pemberian oralit seperti diare tanpa dehidrasi. Berikan obat Zinc Zinc merupakan salah satu mikronutrien yang penting dalam tubuh.

Pemberian ASI / Makanan : Pemberian makanan selama diare bertujuan untuk memberikan gizi pada penderita terutama pada anak agar tetap kuat dan tumbuh serta mencegah berkurangnya berat badan. 3. Dosis pemberian Zinc pada balita:  Umur < 6 bulan : ½ tablet ( 10 Mg ) per hari selama 10 hari  Umur > 6 bulan : 1 tablet ( 20 mg) per hari selama 10 hari. Pemberian Zinc selama diare terbukti mampu mengurangi lama dan tingkat keparahan diare. mengurangi frekuensi buang air besar. Anak yang minum susu formula juga diberikan lebih sering dari biasanya. Zinc tetap diberikan selama 10 hari walaupun diare sudah berhenti. Berdasarkan bukti ini semua anak diare harus diberi Zinc segera saat anak mengalami diare. Obat anti muntah tidak di anjurkan . Obat-obatan Anti diare juga tidak boleh diberikan pada anak yang menderita diare karena terbukti tidak bermanfaat. Cara pemberian tablet zinc : Larutkan tablet dalam 1 sendok makan air matang atau ASI. Anak yang masih minum Asi harus lebih sering di beri ASI. suspek kolera. (Black. mengurangi volume tinja. Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa Zinc mempunyai efek protektif terhadap diare sebanyak 11 % dan menurut hasil pilot study menunjukkan bahwa Zinc mempunyai tingkat hasil guna sebesar 67 % (Hidayat 1998 dan Soenarto 2007). Antibiotika hanya bermanfaat pada penderita diare dengan darah (sebagian besar karena shigellosis). Setelah diare berhenti. Pemberian Antibiotika hanya atas indikasi Antibiotika tidak boleh digunakan secara rutin karena kecilnya kejadian diare pada balita yang disebabkan oleh bakteri. serta menurunkan kekambuhan kejadian diare pada 3 bulan berikutnya. 2003). 4. Anak uis 6 bulan atau lebih termasuk bayi yang telah mendapatkan makanan padat harus diberikan makanan yang mudah dicerna dan diberikan sedikit lebih sedikit dan lebih sering. sesudah larut berikan pada anak diare. pemberian makanan ekstra diteruskan selama 2 minggu untuk membantu pemulihan berat badan.

I Dewa Nyoman. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI . Cara memberikan cairan dan obat di rumah b. Kapan harus membawa kembali balita ke petugas kesehatan bila :  Diare lebih sering  Muntah berulang  Sangat haus  Makan/minum sedikit  Timbul demam  Tinja berdarah  Tidak membaik dalam 3 hari XIV. Obat anti protozoa digunakan bila terbukti diare disebabkan oleh parasit (amuba. Obat-obatan ini tidak mencegah dehidrasi ataupun meningkatkan status gizi anak. 5. dkk. Bambang. 2007. Pemberian Nasehat Ibu atau pengasuh yang berhubungan erat dengan balita harus diberi nasehat tentang : a. 2006. Jakarta: IPD FK UI Wibawa. kecuali muntah berat. Pendekatan Diagnostik dan Terapi Diare Kronis Volume 8 Nomor 1. Daftar Pustaka Setyohadi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 2011. Situasi Diare Di Indonesia. Denpasar : Fakultas Kedokteran. Universitas Udayana Kementerian Kesehatan RI. giardia). bahkan sebagian besar menimbulkan efek samping yang bebahaya dan bisa berakibat fatal.

Diakses pada 21 November 2016 .gi. http://patients. Diarrheal Disease-Acute and Chronic.Blanca dan Christina. 2012.org/topics/diarrhea-acute-and-chronic/.