PELAKSANAAN SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT

No. Dokumen Ditetapkan Oleh
08/RSDAS/SOP PPI-8/V/2016 Direktur
RS DANAU SALAK
Tanggal terbit

RS DANAU SALAK No. Revisi
-
STANDAR
PROSEDUR Halaman
OPERASIONAL 1 dari 6 dr.Henky Adrian
1. Surveilans infeksi rumah sakit adalah suatu kegiatan
pengamatan yang sistematis, aktif, berkelanjutan, dan terus
menerus terhadap suatu kejadian penyebaran penyakit pada
suatu populasi tertentu, serta hal- hal yang mempengaruhi
terjadinya infeksi tersebut.

2. Surveilans Infeksi Aliran Darah Primer (IADP) adalah
pengumpulan data kejadian infeksi aliran darah akibat
penggunaan alat intravaskuler secara sistematik, analitik, dan
interpretatif yang terus menerus untuk digunakan dalam
perencanaan penerapan dan evaluasi suatu tindakan yang
berhubungan dengan kesehatan yang didesiminasikan secara
berkala kepada pihak- pihak yang memerlukan.

3. Surveilans Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah pengumpulan
PENGERTIAN data kejadian infeksi saluran kemih akibat penggunaan alat
dower kateter atau tindakan aseptik lain melalui saluran
kemih secara sistematik, analitik, dan interpretatif yang terus
menerus untuk digunakan dalam perencanaan penerapan
dan evaluasi suatu tindakan yang berhubungan dengan
kesehatan yang didesiminasikan secara berkala kepada pihak-
pihak yang memerlukan.

4. Surveilans Ventilator Aquired Pneumonia (VAP) adalah
pengumpulan data kejadian infeksi pneumonia yang didapat
lebih dari 48 jam setelah menggunakan ventilasi mekanik
secara sistematik, analitik, dan interpretatif yang terus
menerus untuk digunakan dalam perencanaan penerapan
dan evaluasi suatu tindakan yang berhubungan dengan
kesehatan yang didesiminasikan secara berkala kepada pihak-
pihak yang memerlukan.

Mengetahui data dasar infeksi rumah sakit. 2. analitik. PELAKSANAAN SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT . 1. PELAKSANAAN SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT No. b. Pemantauan masalah dan pola infeksi. mengenai jaringan lunak dalam dari tempat insisi (faskia dan otot). Organ/ rongga: ILO yang terjadi 30 hari pasca bedah tanpa implan atau 1 tahun pasca bedah apabila terdapat implan. 4.Henky Adrian 5. dan interpretatif yang terus menerus untuk digunakan dalam perencanaan penerapan dan evaluasi suatu tindakan yang berhubungan dengan kesehatan yang didesiminasikan secara berkala kepada pihak-pihak yang memerlukan. mengenai parenkim paru tidak diintubasi yang terjadi lebih dari 48 jam hari rawat dan tidak dalam masa inkubasi secara sistematik. Superfisial (Superficial Incicional Site): ILO yang terjadi 30 hari setelah pembedahan. Profunda (Deep Incicional): ILO yang terjadi 30 hari setelah tindakan pembedahan bila tidak ada implan atau infeksi terjadi dalam satu tahun bila ada pemasangan implan. Mendapatkan informasi epidemiologi sebagai dasar tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi untuk menurunkan insiden dan risiko. 6. c. mengenai semua organ yang dimanipulasi selama operasi kecuali jaringan lunak superficial dan dalam. Dokumen Ditetapkan Oleh 08/RSDAS/SOP PPI-8/V/2016 Direktur RS DANAU SALAK Tanggal terbit RS DANAU SALAK No. Revisi - STANDAR PROSEDUR Halaman OPERASIONAL 2 dari 6 dr. 3. Kewaspadaan dini dalam mengidentifikasi kejadian luar biasa TUJUAN (outbreak) dan cara penanggulangannya. dan hanya mengenai kulit dan jaringan sub kutan. Surveilans Infeksi Luka Operasi (ILO) adalah pengumpulan data kejadian infeksi akibat tindakan pembedahan yang PENGERTIAN dapat mengenai: a. Surveilans Hospital Aquired Pneumonia (HAP) adalah pengumpulan data kejadian infeksi saluran napas bawah.

3. 2. Observasi tempat dan lokasi insersi intravaskular. TUJUAN 1. Dokumen Ditetapkan Oleh 08/RSDAS/SOP PPI-8/V/2016 Direktur RS DANAU SALAK Tanggal terbit RS DANAU SALAK No. where (tempat unit perawatan). Mengetahui pola kuman di RS. kemerahan.tanda infeksi tersebut segera lakukan pemeriksaan kultur (darah atau ujung kateter infus). A. PELAKSANAAN SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT . jenis kelamin dan faktor resiko lain). Apabila ditemukan adanya tanda. serta ILO). Surveilans infeksi rumah sakit dilaksanakan oleh IPCN purna waktu dan IPCLN di setiap ruang perawatan atau ruangan lain yang berisiko terhadap terjadinya infeksi dirumah sakit. Surveilans IADP 1. nomor medik.Henky Adrian 5. Observasi adanya tanda.tanda infeksi yang meliputi adanya pembengkakan. dan adanya rasa nyeri. Apabila hasil kultur positif dilaporkan ulang ke IPCO untuk menentukan adanya IADP. 2. Revisi STANDAR - PROSEDUR Halaman OPERASIONAL 3 dari 6 dr. diagnosa penyakit. KEBIJAKAN 3. VAP dan HAP. 4. PROSEDUR 5. panas area insersi. Catat nama. Catat tanggal dilakukan tindakan serta lama tindakan. Siapkan formulir surveilans dan alat tulis yang akan digunakan untuk mendata pasien yang akan disurvei. dan identitas lain dari pasien yang akan di survei dalam formulir surveilans. 4. Surveilans dilakukan pada pasien yang dirawat atau mendapat tindakan yang berisiko terjadinya infeksi rumah sakit. when (kapan terjadinya infeksi). dan who (umur. No. Dalam pelaksanaan surveilans ditentukan: what (jenis infeksi rumah sakit). Tentukan ruangan yang akan disurvei. Perlu dibentuk koordinator surveilans sesuai jenis dan parameter infeksi (IADP. 8. 6. ISK. 7.

Siapkan formulir surveilans dan alat tulis yang akan digunakan untuk mendata pasien yang akan disurvei. Observasi adanya tanda. polakisuri. C. Catat nama. 4. Surveilans ISK 1. Revisi - STANDAR PROSEDUR Halaman OPERASIONAL 4 dari 6 dr. 6. dan formulir bulanan surveilans infeksi rumah sakit. PELAKSANAAN SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT . Apabila hasil kultur positif dilaporkan ulang ke IPCO untuk menentukan adanya ISK. dan formulir bulanan surveilans infeksi rumah sakit. Siapkan formulir surveilans dan alat tulis yang akan digunakan untuk mendata pasien yang akan disurvei. Observasi tempat dan lokasi pemasangan dower kateter atau tindakan aseptik lain. Catat tanggal dilakukan tindakan serta lama tindakan.Henky Adrian 9. diagnosa penyakit. Dokumen Ditetapkan Oleh 08/RSDAS/SOP PPI-8/V/2016 Direktur RS DANAU SALAK Tanggal terbit RS DANAU SALAK No. nomor medik. Catat nama.anyangan. dan identitas lain dari pasien yang akan di survei dalam formulir surveilans. formulir harian. dan identitas lain dari pasien yang akan di survei dalam formulir surveilans. 8.tanda infeksi yang meliputi peningkatan suhu badan >38°C. anyang. nomor medik. 7. Dokumentasikan kejadian IADP yang ditemukan ke formulir surveilans yang diletakkan dalam status pasien. Tentukan ruangan yang akan disurvei. 2. catat dan laporkan PROSEDUR pada IPCO untuk menetapkan apakah benar terjadi infeksi saluran kemih. No. Surveilans VAP dan HAP 1. 3. disuri. B. Tentukan ruangan yang akan disurvei. 3. 9. Dokumentasikan kejadian IADP yang ditemukan ke formulir surveilans yang diletakkan dalam status pasien. formulir harian. diagnosa penyakit.tanda infeksi tersebut segera lakukan pemeriksaan kultur urine dari selang kateter. 2. Apabila ditemukan tanda. 5. atau nyeri suprapubik.

5. Apabila hasil kultur positif dilaporkan ulang ke IPCO untuk menentukan adanya VAP/HAP. adanya peningkatan suhu tubuh >38 °C. atau nyeri/ tenderness. No. 4. PROSEDUR D.tanda infeksi tersebut segera lakukan pemeriksaan kultur sputum disekitar ETT (VAP). dan identitas lain dari pasien yang akan di survei dalam formulir surveilans. 5.tanda infeksi yang meliputi : a. dan formulir bulanan surveilans infeksi rumah sakit. ronkhi basah daerah paru. Observasi adanya tanda. b. 7. Superfisial: adanya nyeri/ tenderness. diagnosa penyakit. nomor medik. formulir harian. bunyi pernapasan menurun/ pekak. 8. Siapkan formulir surveilans dan alat tulis yang akan digunakan untuk mendata pasien yang akan disurvei.tanda infeksi yang meliputi peningkatan suhu badan >38°C. Deep Insisional (insisional dalam): keluarnya cairan purulen dari jaringan lunak dalam dan bukan dari organ. Dokumentasikan kejadian VAP/HAP yang ditemukan ke formulir surveilans yang diletakkan dalam status pasien. atau kultur sputum melalui batuk efektif (HAP). Catat tanggal dilakukan tindakan serta lama tindakan. Revisi - STANDAR PROSEDUR Halaman OPERASIONAL 5 dari 6 dr. atau hasil x-ray adanya infiltrat paru. produksi sputum banyak dan purulen. PELAKSANAAN SURVEILANS INFEKSI RUMAH SAKIT . 3. Observasi adanya tanda. 2. adanya batuk. keluarnya cairan purulen dari area insisi.Henky Adrian 4. Dokumen Ditetapkan Oleh 08/RSDAS/SOP PPI-8/V/2016 Direktur RS DANAU SALAK Tanggal terbit RS DANAU SALAK No. ditemukan abses. Catat tanggal dilakukan tindakan serta lama tindakan. Tentukan ruangan yang akan disurvei. Apabila ditemukan tanda. kemerahan atau panas. Catat nama. 6. peningkatan leukosit (pemeriksaan hapus sputum >25/LPK). Surveilans ILO 1. bengkak lokal.

Instalasi Rawat Jalan 3. 6. formulir harian. Organ /rongga : adanya cairan purulen melalui stab wound pada organ/ rongga dan abses. PROSEDUR 7. Dokumen Ditetapkan Oleh 08/RSDAS/SOP PPI-8/V/2016 Direktur RS DANAU SALAK Tanggal terbit RS DANAU SALAK No.Henky Adrian c. Revisi - STANDAR PROSEDUR Halaman OPERASIONAL 6 dari 6 dr. 8. No. 1. Apabila hasil kultur positif dilaporkan ulang ke IPCO untuk menentukan adanya ILO.tanda infeksi tersebut segera lakukan pemeriksaan kultur luka operasi dengan teknik aseptik. Instalasi Gawat Darurat . Dokumentasikan kejadian ILO yang ditemukan ke formulir surveilans yang diletakkan dalam status pasien. Instalasi Rawat Inap UNIT TERKAIT 2. dan formulir bulanan surveilans infeksi rumah sakit. Apabila ditemukan tanda.