Diagnosis multiaksial

Aksis I : F31.1 Gangguan afektif bipolar, episode kini manik tanpa gejala psikotik
Aksis II : Kepribadian narsistik
Aksis III : Tidak ada
Aksis IV : Masalah pendidikan dan keluarga
Aksis V : GAF 60-51

NARASI ROLE PLAY

Halusinasi auditorik maupun visual disangkal pasien. Keluhan dirasakan semenjak perceraian orang tua pasien 1 bulan yang lalu. pasien terlihat tidak berkonsentrasi dan tidak fokus pada pelajaran yang sedang diajarkan. Pasien mengaku sangat sedih dan merindukan ayahnya. Pasien mengatakan bahwa ia lebih baik mati daripada harus merasakan kesedihan yang dialaminya. Pasien juga mengeluh tidak nafsu makan dan merasa lelah dan lesu sepanjang hari. pasien sulit tidur dan terkadang pasien terbangun tengah malam dan tidak bisa tidur lagi. Setiap akan tidur. pasien mengeluh bahwa ia merasa hidupnya sudah tidak berguna lagi. Pasien mempunyai hobi melukis. Dalam kesehariannya. Saat pasien ditanya mengapa ia mencoba mengiris pergelangan tangannya. A. Sedangkan ayahnya tingal bersama adik laki-lakinya. pasien selalu menangis. pasien selalu mengurung diri di kamar dan hanya keluar jika ingin ke kamar mandi. Saat ini pasien tinggal bersama ibunya. namun sudah sebulan ini pasien tidak berselera untuk melakukan hobinya tersebut.2 Episode depresif berat tanpa gejala psikotik Aksis II : perlu observasi lebih lanjut Aksis III : tidak ada Aksis IV : masalah keluarga Aksis V : GAF 50-41 . Ibu pasien mengaku. Akhir-akhir ini. Diagnosis multiaksial Aksis I : F32. berumur 17 tahun datang ke IGD diantar ibunya dengan keluhan pasien mencoba melukai diri sendiri dengan mengiris pergelangan tangannya. bahwa ia pernah dipanggil oleh wali kelas pasien karena menurut wali kelas nya. EPISODE DEPRESIF BERAT TANPA GEJALA PSIKOTIK Seorang remaja bernama An.